Anda di halaman 1dari 8

BAB III

TINJAUAN TEORI

2.2 Bandar Udara

Bandar Udara merupakan kawasan pesawat udara mendarat dan lepas


landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan
intra dan antar moda transportasi, yang di lengkapi dengan fasilitas keselamatan
dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya.

Menurut annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization):


Bandar Udara adalah area tertentu di daratan atau perairan (termasuk bangunan,
instalasi dan peralatan) yang di peruntukkan baik secara keseluruhan atau
Sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat, sedangkan
definisi Bandar Udara menurut PT (Persero) Angkasa Pura I adalah “lapangan
udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang merupakan kelengkapan
minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk
masyarakat”. Bandar Udara mempunyai peran yang sangat penting dalam
operasional transportasi udara. Bandar Udara adalah sebuah fasilitas dimana
pesawat terbang seperti pesawat udara dan helikopter dapat lepas landas dan
mendarat. Sehingga perlu didukung dengan penyediaan dan penyelenggaraan
sarana dan prasarana yang menunjang dan dapat di rasakan oleh seluruh
pengguna.

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor :


SKEP /77/VI/2005 tentang Persyaratan Teknis Pengoprasian Fasilitas Teknik
Bandar Udara dijelaskan bahwa Bandar Udara yaitu untuk menunjang
kelancaran, keamanan, dan ketertiban arus lalu lintas pesawat udara, kargo/pos,
keselamatan penerbangan, tempat perpindahan antarmoda serta mendorong
perekonomian baik daerah maupun secara nasional.
3.2 Terminal Bandar Udara

Terminal Bandar Udara merupakan sebuah bangunan di Bandar Udara di


mana penumpang berpindah antara transpotasi darat dan fasilitas yang
membolehkan mereka menaiki dan meninggalkan pesawat. Di terminal,
penumpang dapat membeli tiket, menitipkan bagasinya, dan diperiksa pihak
keamanan. Terminal penumpang yang baik harus dapat menampung kegiatan
operasional, administrasi, dan komersial serta harus memenuhi persyaratan
keamanan dan keselamatan operasi penerbangan.

Terminal pada Bandar Udara dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

1. Terminal keberangkatan (Departure Terminal)


Terminal keberangkatan adalah terminal yang mengatur proses
keberangkatan penumpang mulai dari pemesanan tiket penerbangan,
pelayanan barang-barang penumpang, dan pengiriman barang melalui jasa
transpotasi udara.
2. Terminal kedatangan (Arrival Terminal)
Terminal kedatangan adalah terminal yang mengatur proses kedatangan
penumpang pesawat udara, pengambilan bagasi dan pemeriksaan
administratif Bandar Udara dan fasilitas keluar Bandar Udara.

Berikut terminal Bandar Udara merupakan salah satu fasilitas pelayanan dalam
suatu Bandar Udara yang mempunyai fungsi, antara lain:

1. Fungsi operasional merupakan kegiatan pelayanan penumpang atau barang


dari transportasi darat dan ke tranportasi udara yang termasuk dalam
fungsi operasional, antara lain:
 Pertukaran Moda, yaitu perjalanan berkelanjutan dari berbagi
moda, mencakup akses perjalanan darat dan perjalanan udara.
 Pelayanan Penumpang, yaitu proses pelayanan penumpang pesawat
udara antara lain layanan tiket, pendaftaran penumpang dan bagasi,
memisahkan bagasi dari penumpang dan kemudian
mempertemukannya kembali.
 Pertukaran Tipe Pergerakan, yaitu proses perpindahan
penumpang/bagasi dari dan ke pesawat.
2. Fungsi Komersial merupakan bagian atau ruang tertentu di dalam terminal
penumpang yang dapat disewakan, antara lain restoran, toko, iklan, pos
giro, dan biro wisata.
3. Fungsi Administrasi, yaitu bagian atau ruang tertentu di dalam terminal
penumpang yang diperuntukkan bagi kegiatan manajemen/airline.

Bangunan Terminal adalah suatu area utama yang mempunyai interface


antara landasan dan bagian lain dari bandara. Pada bangunan ini terjadi beberapa
kegiatan, yaitu:

1. Arus penumpang yang akan melakukan perjalanan.


2. Arus pengantar dan penjemputan penumpang.
3. Pengurusan bagasi.
4. Administrasi yang berhubungan dengan penerbangan.

Ada beberapa macam konsep pada pembangunan Bandar Udara , yaitu:

1. Konsep Pier Finger mempunyai pertemuan dengan pesawat di sepanjang


terminal yang menjulur dari daerah terminal utama. Letak pesawat
biasanya diatur mengelilingi sumbu terminal dalam suatu pengaturan
sejajar atau hidung pesawat mengarah ke terminal (nose in).

2. Konsep Satelit terdiri dari sebuah gedung yang dikelilingi oleh pesawat
yang terpisah dari terminal utama dan biasanya dicapai melalui
penghubung (connector) yang terletak pada permukaan tanah,di bawah
tanah, atau di atas tanah yang terpisah dari terminal dan biasanya diparkir
dalam posisi melingkar atau sejajar mengelilingi satelit.

3. Konsep Linear terdiri dari sebuah ruangan tunggu Bersama dan daerah
pelayanan tiket dengan pintu keluar menuju apron pesawat. Konsep ini
cocok untuk Bandar Udara dengan tingkat kepadatan yang rendah.

3.3 Airport Security

Keamanan Penerbangan adalah suatu keadaan yang memberikan


perlindungan kepada penerbangan dari tindakan melawan hukum melalui
keterpaduan pemanfaatan sumber daya manusia, fasilitas, dan prosedur. Istilah
adalah singkatan dari dua kata yaitu Airport Security dalam Bahasa indonesia
adalah keamanan penerbangan. Secara umum, Airport Security adalah petugas
keamanan yang bertugas menjaga & menjamin keselamatan pengguna jasa
penerbangan. Airport Security juga memiliki arti yang sangat luas, tidak hanya
berlaku untuk seorang petugas keamanan penerbangan di Bandar Udara , tetapi
juga untuk semua benda dan fasilitas yang berfungsi mendukung penerbangan.

Menurut Surat Keputusan Direktur Jendral Perhubungan Udara Nomor


SKEP/160/VII/2008 tentang Sertifikat Kecakapan Keamanan Penerbangan.
menetapkan personil Avsec harus wajib memiliki lisensi/Surat Tanda Kecakapan
Petugas (STKP). Adapun tiga tingkatan personil AVSEC yaitu sebagai berikut:

1. Basic Airport Security (BASIC AVSEC), yaitu Pendidikan dan pelatihan


yang bertujuan untuk membentuk kesempatan terhadap semua petugas
security penerbangan sipil yang melakukan pemeriksaan orang dan
barang bawaan secara manual.
2. Junior Airport Security (JUNIOR AVSEC), yaitu Pendidikan dan
pelatihan yang bertujuan agar petugas security penerbangan sipil dapat
melaksanakan pemeriksaan terhadap penumpang, barang dan kargo
yang di angkut pesawat udara menggunakan alat .
3. Senior Airport Security (SENIOR AVSEC), yaitu Pendidikan dan
pelatihan yang bertujuan agar petugas security penerbangan sipil dapat
melaksanakan pengawasan dalam kegiatan pemeriksaan terhadap
penumpang, barang dan kargo yang di angkut pesawat udara.

Berikut Pertimbangan utama upaya pengamanan penerbangan dari


kejahatan penerbangan, yaitu:
1. Keselamatan penumpang.
2. Keselamatan awak pesawat.
3. Keselamatan personil didarat.
4. Keselamatan umum lainnya.

3.4 Apron Movement Control (AMC)


Dalam pengertian Apron Movement Control (AMC) adalah suatu unit di
Bandar Udara yang bertanggung jawab dan mengawasi seluruh pergerakan di
area sisi udara terdiri dari pesawat udara,kendaraan dan orang, meliputi pelayanan
penempatan parkir pesawat udara, pengaturan kendaraan dan orang di sisi udara,
pengaturan ground handling agent, pengoperasian aviobridge dan administrasi
penerbangan di sisi udara. Kegiatan system operasional AMC mencakup tentang
pemberian tentang petunjuk serta pengawasan terhadap semua kendaraan, pesawat
udara, dan personil yang beroperasi di area pergerakan pesawat udara. Selain itu
AMC juga bertugas memberikan bantuan kepada pesawat udara yang menuju
lokasi pemarkiran yang telah di tetapkan.

Berdasarkan pada Peraturan Dirjen Perhubungan Udara Nomor KP 21


TAHUN 2015, bahwa Personil Pengatur Pergerakan Pesawat Udara (APRON
MOVEMENT CONTROL) merupakan personil Bandar Udara yang memiliki
lisensi dan rating untuk melaksanakan pengawasan terhadap ketertiban,
keselamatan pergerakan lalu lintas di apron serta penentuan parkir pesawat.
Ada beberapa tujuan prosedur yang harus dijalankan oleh unit apron
movement control (AMC), yaitu:

1. Memberikan panduan tentang aspek-aspek keselamatan selama


menjalankan tugas di sisi udara.
2. Mencegah terjadinya kecelakaan di ramp, berupa kecelakaan penumpang
dan barang, pesawat dan petugas ramp.
3. Mengurangi kecelakaan yang lebih luas.
4. Meningkatkan mutu pelayanan sehingga di capai tingkat pelayanan yang
baik bagi pengguna jasa Banda Udara .

Ada beberapa fungsi pelayanan oleh unit apron movement control (AMC),
yaitu:

1. Mengatur pergerakan pesawat udara dengan tujuan menghindari adanya


tabrakan antara pesawat dan kendaraan.
2. Mengaturnya masuknya pesawat udara ke apron dan mengkoordinasi
pesawat udara yang keluar dari apron.
3. Menjamin keselamatan dan keamanan di area sisi udara agar berjalan
dengan lancar.

3.5 Apron

Apron adalah suatu area yang yang telah di tentukan, di sebuah Bandar
Udara, yang diperuntukkan untuk mengakomodasi pesawat udara dalam
menaikkan atau menurunkan penumpang, pos atau kargo, parkir atau
pemeliharaan pesawat udara. (KP 326 TAHUN 2019 Tentang Standar Teknis Dan
Operasional Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil – Bagian 139) (Manual
Of Standard CASR – Part 139) Vol. I Bandar Udara (Aerodrome).
Setiap bagian dari apron harus mampu menahan lalu lintas pesawat yang
memang di peruntukkan untuk dilayani. Dengan pertimbangan bahwa beberapa
bagian dari apron akan menerima beban lalu lintas yang lebih tinggi, selain itu
kemiringan di apron termaksud pada aircraft stand tidak boleh lebih dari 1%.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan apron,


antara lain:

1. Kongfigurasi bangunan terminal.


2. Ramalan jumlah traffic/pesawat udara yang parkir pada jam sibuk (peak
hours).
3. Dimensi pesawat udara yang akan parkir.
4. Clearance (wingtip to wingtip/wingtip to obstacle).
5. Kebutuhan service road.
6. Parking congfiguration.
7. Kebutuhan tempat parkir ground support equipment (equipment parking
area).
8. Jetblast effect.

Desain apron secara keseluruhan akan langsung mengikuti lay-out dari


pada terminal building. Oleh karena itu, perlu di pertimbangan aspek operasi dan
komersial dalam perencanaan pembuatan apron dan terminal sehingga tercapai
tujuan efesiensi, keselamatan operasional dan kenyamanan pengguna jasa. Berikut
ada beberapa daerah apron, antara lain:

1. Daerah atau bagian yang digunakan untuk parkir pesawat udara (aircraft
operational stand/terminal gate dan remote gate).
2. Daerah atau bagian yang digunakan untuk taxi pesawat udara yang akan
masuk atau keluar parking stand (apron taxiway atau aircraft stand
taxilane).
3. Daerah atau bagian yang digunakan untuk pergerakan lalu lintas
kendaraan/peralatan (apron service road).
setiap pengemudi kendaraan di daerah sisi udara dilarang mengemudikan
kendaraan melebihi kecepatan maksimum yang sudah ditentukan, yaitu:

1. Service road : 25 km/jam


2. Access road : 40 km/jam
3. Apron : 10 km/jam
4. Aircraft safety area (ASA) : 5 km/jam
5. Break down/make up area : 15 km/jam

Anda mungkin juga menyukai