Anda di halaman 1dari 51

RANCANGAN AKTUALISASI

SIKAP PERILAKU, NILAI-NILAI DASAR PNS, KEDUDUKAN DAN


PERAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM NKRI

RUMAH SAKIT dr. H. KOESNADI BONDOWOSO


PEMERINTAH KABUPATEN BONDOWOSO
JUDUL :
"TINGKAT PENGETAHUAN KEBUTUHAN NUTRISI IBU NIFAS
TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO
CAESAREA DENGAN MEDIA VIDEO DAN LEAFLET DI PAVILIUN
MAWAR
RUMAH SAKIT UMUM DR. H. KOESNADI BONDOWOSO “

DI SUSUN OLEH :
NAMA : OKKY WANDA ABIPRADANI, A.Md.Keb
NIP : 19951018202012 2 011
JABATAN: BIDAN

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN XIII BADAN


PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2022
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI
SIKAP PRILAKU, NILAI-NILAI DASAR PNS, KEDUDUKAN DAN
PERAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM NKRI
RUMAH SAKIT dr. H. KOESNADI BONDOWOSO
PEMERINTAH KABUPATEN BONDOWOSO

JUDUL :
"TINGKAT PENGETAHUAN KEBUTUHAN NUTRISI IBU NIFAS
TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO
CAESAREA DENGAN MEDIA VIDEO DAN LEAFLET DI PAVILIUN
MAWAR
RUMAH SAKIT UMUM DR. H. KOESNADI BONDOWOSO “

DI SUSUN OLEH :
NAMA : OKKY WANDA ABIPRADANI A.Md.Keb
NIP : 19951018202012 2 011
JABATAN : BIDAN

Telah Dievaluasi Rancangan Aktualisasi


Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II Angkatan III
pada tanggal …..
Menyetujui,
Pembimbing, Mentor,

Makhfudz, SH., M.Si. Siti Nurhasanah, SST


NIP. 19620115198903 1 010 NIP. 19791206200501 2 012

i
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Jl.Balongsari Tama Tandes Telp. 031-7412278 Fax.031-7412279
SURABAYA (60186)

BERITA ACARA
SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PNS GOLONGAN II ANGKATAN KE III
TAHUN 2022 PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

Pada hari …… tanggal … bulan ……… tahun ….. telah dilaksanakan


Presentasi Rancangan Aktualisasi bagi Peserta Pelatihan Dasar Calon
PNS Golongan II Angkatan ke III Tahun 2022 Pemerintah Provinsi Jawa
Timur
Nama : OKKY WANDA ABIPRADANI, A.Md.Keb
NIP : 19951018202012 2 011
Judul : TINGKAT PENGETAHUAN KEBUTUHAN NUTRISI IBU
NIFAS TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA POST
SECTIO CAESAREA DENGAN MEDIA VIDEO DAN
LEAFLET DI PAVILIUN MAWAR RUMAH SAKIT UMUM DR.
H. KOESNADI BONDOWOSO

Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditanda tangani
oleh:
Mentor, Penyaji,

Siti Nurhasanah, SST OKKY WANDA ABIPRADANI


NIP. 19791206200501 2 012 NIP. 19951018202012 2 011
Pembimbing. Penguji,

Makhfudz, SH., M.Si.


NIP. 19620115198903 1 010 NIP.

ii
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi allah SWT seluruh pencipta alam semesta yang
telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu
menyelesaian rancangan aktualisasi yang berjudul “TINGKAT
PENGETAHUAN KEBUTUHAN NUTRISI IBU NIFAS TERHADAP
PROSES PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESAREA DENGAN
MEDIA VIDEO DAN LEAFLET DI PAVILIUN MAWAR RUMAH SAKIT
UMUM DR. H. KOESNADI BONDOWOSO” dengan tepat waktu. Penulis
menyadari bahwa dalam penyelesaian rancangan aktualisasi ini masih
terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Akan tetapi semoga segala
usaha yang telah dilakukan dapat bermanfaat bagi semua. Rancangan
aktualisasi ini disusun sebagai salah satu persyaratan kelulusan pelatihan
dasar Calon Pegawai Negeri Sipil golongan II Angkatan III.
Rancangan aktualisasi ini sebagai bentuk penerapan nilai-nilai dasar
yang telah penulis dapatkan dari pelatihan dasar Calon Pegawai Negri
Sipil. Nilai – nilai dasar PNS yang terdiri dari Berorientasi pada Pelayanan,
Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaborasi (BerAKHLAK).
Serta peran dan kedudukan PNS dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia terdiri dari SMART ASN dan Manajemen ASN.
Penulis juga menyadari bahwa selama berlangsungnya penyusunan
rancangan aktualisasi ini tak lepas dari dukungan serta bantuan dari
berbagai pihak. Penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur sebagai penyelenggara, kepada Widyaiswara /
Coach yang telah memberikan bimbingan. Penulis juga sampaikan
terimakasih khusunya kepada :
1. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan nasehat, do’a dan
dukungan moril maupun materil untuk menuntut ilmu.
2. Narasumber seminar

iii
3. Bpk. Makhfudz, SH., M.Si. selaku coach yang telah memberikan
bimbingan, kritik dan saran dalam penyusunan rancangan
aktualisasi ini.
4. Ibu Siti Nurhasanah, SST., Kepala Paviliun Mawar selaku Mentor
yang telah memberikan bimbingan, kritik dan saran dalam
penyusunan rancangan ini.
5. Seluruh Panitia Diklat Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II
Angkatan III Tahun 2022 atas bimbingan, masukan dan saran yang
diberikan.
6. Seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan III
Tahun 2022 atas seluruh kebersamaan dalam melaksanakan
Pelatihan Dasar.
7. Rekan- rekan kerja di Paviliun Mawar Rumah Sakit dr. H. Koesnadi
Bondowoso yang telah mendukung dan membantu dalam
pembuatan rancangan aktualisasi.
8. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya rancangan
aktualisasi ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Penulis sadar bahwa rancangan aktualisasi ini masih jauh dari kata
sempurna, oleh karenanya penulis berharap masukan dari berbagai pihak
untuk membuat rancangan katualisasi ini menjadi lebih baik. Semoga
rancangan aktualisasi ini dapat memberikan kontribusi positif serta
bermanfaat bagi kita semua.

Bondowoso, ……..
Peserta Pelatihan Dasar CPNS
Golongan II Angkatan III

OKKY WANDA ABIPRADANI A.Md.Keb


NIP. 19951018202012 2 011

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN ............................................................ i
BERITA ACARA............................................................................. ii
KATA PENGANTAR ...................................................................... iii
DAFTAR ISI.................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ....................................................................... vi
DAFTAR TABEL ............................................................................ vii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................. 1
A. LATAR BELAKANG ........................................................... 1
B. TUJUAN ............................................................................ 5
C. RUANG LINGKUP AKTUALISASI..................................... 7
BAB II GAMBARAN UNIT KERJA ............................................... 8
A. DESKRIPSI ORGANISASI .................................................. 8
B. KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI .................. 14
C. STRUKTUR / SUSUNAN ORGANISASI UNIT KERJA....... 16
D. URAIAN TUGAS DAN JABATAN ....................................... 17
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI .......................................... 19
A. INTERNALISASI PEMBELAJARAN ................................... 19
B. IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN ISU ............................... 24
C. GAGASAN DAN DIAGRAM ALUR PEMECAHAN ISU ...... 29
D. MATRIK RANCANGAN AKTUALISASI .............................. 31
E. JADWAL RANCANGAN KEGIATAN .................................. 41

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Peta Wilayah Kabupaten Bondowoso ..................... 8


Gambar 2.2 RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso ......................... 10
Gambar 2. 3 Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum
dr. H. Koesnadi Bondowoso ................................... 16
Gambar 3.1. Diagram Alur Kegiatan Pemecahan Isu ................. 30

vi
DAFTAR TABEL

Table 3.1 Penetapan issu dengan teknik APKL .......................... 25


Tabel 3.2 Kriteria Penilaian USG ................................................. 27
Table 3.3 Penetapan issu dengan teknik USG ............................ 27
Tabel 3.4 Matrik Rancangan Aktualisasi ...................................... 31

vii
BAB I
PENDAHULUAN

D. LATAR BELAKANG
Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah
dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina
kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan
atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan
perundang – undangan. Undang – undang Aparatur sipil Negara (UU
No.5 Tahun 2014) adalah undang-undang yang mengatur profesi bagi
pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja,
yang bekerja pada instansi pemerintah. Sebagai salah satu sumber
daya dalam pemerintahan, Aparatur Sipil Negara (ASN) mempunyai
peran yang amat penting dalam rangka menciptakan masyarakat
madani yang taat hukum, berperadaban modern, demokratis,
Makmur, adil, dan bermoral tinggi. Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah
warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat
sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina
kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.
Dalam rangka membentuk ASN profesional yang berkarakter, yaitu
PNS yang karakternya dibentuk oleh sikap perilaku bela negara, nilai-
niali dasar PNS, dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS
dalam NKRI. Serta dapat menguasai bidang tugasnya sehingga
mampu melaksanakan tugasnya secara profesional. Maka dari itu
perlu dilaksanakan pelatihan dasar Calon PNS. Sehubungan dengan
hal tersebut, guna mendukung terwujudnya Aparatur Sipil Negara
yang jujur, bersih, kompeten dan integrasi maka seorang Calon
Aparatur Sipil Negara wajib melaksanakan program aktualisasi. Guna
untuk menerpakan nilai-nilai dasar PNS Berorientasi Pelayanan,
Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaborasi
(BerAKHLAK) dalam melakukan pelayanan.

1
Pelayanan Kesehatan merupakan tempat yang sangat dibutuhkan
oleh semua kalangan masyarakat. Sangat banyak tindakan yang
dilakukan di tempat pelyanan kesehatan, salah satunya adalah
tindakan operasi section cesarea. Tujuan dari kelahiran sectio
caesaria adalah memelihara kehidupan atau kesehatan ibu dan
janinnya. Selain itu tindakan sectio caesaria dilaksanakan dalam
keadaan dimana penundaan kelahiran akan memperburuk keadaan
janin, ibu atau keduanya, sedangkan kelahiran pervaginam tidak
mungkin dilakukan dengan aman (Hartati & Maryunani, 2015). Indikasi
sectio caesarea disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor Ibu dan Janin.
Faktor ibu antara lain disproporsi kepala panggul/ CPD/FPD,
disfungsi uterus, distosiajaringan lunak dan plasenta previa.
Sedangkan faktor janin antara lain Janin besar, gawat janin, dan letak
lintang (Jitowiyono, Kristiyanasari,2015).
Menurut World Health Organization (WHO) peningkatan persalinan
dengan sectio caesarea di dunia telah meningkat tajam dalam 20
tahun terakir, pada tahun 2015 menetapkan standar rata-rata sectio
caesarea di sebuah Negara sekitar 5-15 % per 1000 kelahiran di
dunia (Gibbson, 2015 dalam Dony E, 2016). Di Indonesia angka
kejadian sectio caesarea mengalami peningkatan. Data dari
Departemen Kesehatan RI tahun 2013 jumlah ibu bersalin sebanyak
4.725.841 jiwa, sedangkan persalinan dengan sectio caesarea adalah
941.000 atau sekitar 19,97% dari seluruh persalinan (Sri Handayani,
2015). Di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso jumlah ibu bersalin bulan
November 2021 sebanyak 142 pasien dengan rincian 64 pasien
bersalin dengan cara sectio caesarea, bulan Desember 2021
sebanyak 127 pasien dengan rincian 75 pasien bersalin dengan cara
sectio caesarea, bulan Januari 2022 sebanyak 138 pasien dengan
rincian 77 pasien bersalin dengan cara sectio caesarea, dan bulan
Februari 2022 sebanyak 126 pasien dengan rincian 61 pasien bersalin
dengan cara sectio caesarea.

2
Tindakan sectio caesarea menimbulkan suatu luka akibat sayatan
pada abdomen. Pada prinsipnya luka tersebut memerlukan proses
penyembuhan. Penyembuhan luka adalah proses pergantian dan
perbaikan fungsi jaringan yang rusak. Penyembuhan luka melibatkan
integrasi proses fisiologis. Insisi bedah yang bersih merupakan contoh
luka dengan sedikit jaringan yang hilang. Luka sectio cesaria
dapat terjadi infeksi. Infeksi merupakan salah satu penghambat
proses penyembuhan luka insisi pada luka sectio caesaria. Terdapat
berbagai faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka operasi
seperti usia, status gizi, mobilisasi, infeksi, sirkulasi dan
oksigenasi,obat-obatan, dan keadaan luka (Nurani, 2015).
Dalam studi kasus yang telah dilakukan di paviliun mawar tanggal 7
Maret 2022 didapatkan bahwa pada bulan November 2021 dari 64
tindakan SC terdapat 2 pasien yang mengalami infeksi luka operasi
karena kurangnya kebutuhan nutrisi dengan rincian 1 pasien rawat
luka pagi-sore sampai dengan KRS dan 1 pasien tindakan reheacting
di kamar operasi. Pada bulan Desember 2021 dari 75 tindakan SC
terdapat 3 pasien yang mengalami infeksi luka operasi karena
kurangnya kebutuhan nutrisi dengan rincian 1 pasien rawat luka pagi-
sore sampai dengan KRS dan 2 pasien tindakan reheacting di kamar
operasi. Pada bulan Januari 2022 dari 77 tindakan SC terdapat 4
pasien yang mengalami infeksi luka operasi karena kurangnya
kebutuhan nutrisi dengan rincian 1 pasien rawat luka pagi-sore
sampai dengan KRS dan 3 pasien tindakan reheacting di kamar
operasi. Pada bulan Februari 2022 dari 61 tindakan SC terdapat 3
pasien yang mengalami infeksi luka operasi karena kurangnya
kebutuhan nutrisi dengan rincian 3 pasien rawat luka pagi-sore
sampai dengan KRS.
Kebutuhan paling utama yang harus dipenuhi oleh ibu nifas
dengan luka sectio cesarea adalah nutrisi yang baik untuk sistem
imun dan penyembuhan luka. Hal ini dikarenakan ada beberapa zat
gizi yang memang sangat diperlukan untuk mendukung sistem imun

3
tubuh serta berperan penting dalam proses penyembuhan luka.
Nutrisi secara spesifik diperlukan untuk meningkatkan kekuatan luka,
menurunkan dehisensi luka, menurunkan kerentanan terhadap infeksi
dan sedikit menimbulkan parut. Simpanan nutrien dan nutrisi yang
baik juga akan mempercepat penyembuhan dan/atau menurunkan
angka infeksi. Nutrisi yang baik sangat penting untuk mencapai
keberhasilan penyembuhan luka. Namun, nutrisi di sini harus
mematuhi rekomendasi diet seimbang dan bergizi tinggi. Bahan
makanan yang terdiri dari empat golongan utama, yaitu protein,
lemak, karbohidrat, dan mikronutrien (vitamin dan mineral) penting
untuk proses biokimia normal, yang juga dapat membantu tubuh
dalam meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh (sistem imun), dan
pada akhirnya akan membantu proses penyembuhan luka (Hanifah,
2009).
Ibu nifas harus memahami menganai nutrisi tersebut. Sehingga
pengetahuan ibu terhadap nutrisi pada nifas sangat penting. Menurut
Jaelani, dkk (2017) terdapat hubungan antara pengetahuan ibu
dengan proses penyembuhan luka dimana sebanyak 64 %
responden memiliki tingkat pengetahuan kurang serta mengalami
proses penyembuhan luka tidak normal dan 36% responden yang
memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengalami proses
penyembuhan normal (36%).
Sayangnya, masih banyak mitos-mitos tentang nutrisi di Indonesia
yang dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan ibu nifas.
Fenomena yang sering dijumpai di masyarakat Indonesia adalah
adanya pembatasan makanan pada ibu nifas. Ibu pada masa nifas
dilarang mengonsumsi beberapa pangan selama selang waktu
tertentu. Misalnya, ibu yang baru melahirkan dipantang untuk tidak
makan daging, telur, ikan, sayuran seperti labu air, timun, dan sayuran
berbumbu. Padahal makanan tersebut merupakan makanan yang
mengandung protein dan zat gizi essensial yang sangat diperlukan
tubuh selama proses masa nifas. Budaya pantang makan tersebut

4
akan berdampak pada tidak sembuhnya luka operasi. Kekurangan
nutrisi akan menimbulkan kekurangan protein sehingga mengurangi
kemampuan vasodilatasi dari pembuluh darah membentuk serabut
bekuan pada tempat yang cidera. Adanya larangan makanan pada ibu
nifas akibat mitos yang salah dapat mengganggu kebutuhan nutrisi
yang akan berdampak buruk bagi ibu dan bayinya. Hasil penelitian
Irawati dalam menyatakan bahwa status gizi ibu masa nifas yang
kurang gizi berisiko tidak berhasil menyusui 2,26 – 2,56 kali lebih
besar dibandingkan ibu nifas dengan gizi baik. Selain itu juga,
kekurangan gizi dapat mengakibatkan terganggunya pemulihan
kondisi tubuh setelah melahirkan.
Berdasarkan isu tersebut maka saya selaku peserta latsar akan
mengambil peran untuk memberi edukasi melalui leaflet dan video
tentang kebutuhan nutrisi ibu nifas terhadap proses penyembuhan
luka post sectio caesarea. Edukasi melalui leaflet dan video ini
nantinya akan di lakukan pada saat pasien post sectio cesarea.
Tayangan video ini bermaksud untuk memberikan pemahaman dan
pengetahuan serta pola pikir kepada keluarga pasien akan pentingnya
kebutuhan nutrisi ibu nifas. Setelah penayangan video selesai maka
pasien akan di evaluasi tentang pengetahuan tentang kebutuhan
nutrisi ibu nifas dengan mengisi quesioner. Dalam hal ini maka penulis
mengambil judul “Tingkat Pengetahuan Kebutuhan Nutrisi Ibu
Nifas terhadap Proses Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea
dengan Media Video dan Leaflet di Paviliun Mawar Rumah Sakit
Umum dr. H. Koesnadi Bondowoso”.

E. TUJUAN
a. Tujuan Aktualisasi
Tujuan dalam rancangan aktualisasi ini yaitu :
1. Meningkatnya pengetahuan ibu nifas tentang pentingnya
pemenuhan kebutuhan nutrisi terhadap proses penyembuhan
luka post sectio caesarea.

5
2. Meningkatnya kesadaran ibu nifas tentang pentingnya
pemenuhan kebutuhan nutrisi terhadap proses penyembuhan
luka post sectio caesarea.
3. Terlaksananya nilai-nilai dasar ASN melalui ber-AKHLAK pada
rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan.
b. Manfaat Aktualisasi
1. Bagi Individu
Menjadi ASN yang professional sesuai dengan nilai ber-AKHLAK
dalam memberikan pelayanan di tempat kerja serta
meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja ASN
sebagai pelayan publik.
2. Bagi Unit Kerja
Meningkatkan capaian dan mutu pelayanan di RSUD dr. H.
Koesnadi Bondowoso.
3. Bagi Masyarakat
Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu
pelayanan kesehatan di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso

6
F. RUANG LINGKUP AKTUALISASI
Ruang lingkup dalam kegiatan aktualisasi ini adalah :
Kegiatan aktualisasi di lakukan sesuai dengan yang telah tertulis
dalam rancangan aktualisasi yang berjudul “Tingkat Pengetahuan
Kebutuhan Nutrisi Ibu Nifas terhadap Proses Penyembuhan Luka
Post Sectio Caesarea dengan Media Video dan Leaflet di Paviliun
Mawar Rumah Sakit Umum dr. H. Koesnadi Bondowoso”
1. Melakukan konsultasi dengan mentor tentangn isu dan gagasan
yang dibuat dan koordinasi dengan PJ Program
2. Membuat media konseling leaflet dan mencari referensi video
tentang kontrasepsi IUD Pasca Plasenta
3. Menyusun questioner sebagai bahan evaluasi setelah pasien
membaca leaflet dan melihat tayangan video
4. Menyusun laporan kegiatan aktualisasi

7
BAB II
GAMBARAN UNIT KERJA

A. DESKRIPSI ORGANISASI
1. Profil RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso
Data umum
Nama Rumah Sakit : Rumah Sakit dr. H. Koesnadi
Alamat : Jalan Piere Tendean no. 3
Kelurahan : Badean
Kecamatan : Bondowoso
Kabupaten : Bondowoso
Kode Pos : 68214
Telepon : (0332) 421974

2. Gambaran Umum
PETA KABUPATEN BONDOWOSO

Gambar 2.1 Peta Wilayah Kabupaten Bondowoso

Kabupaten Bondowoso secara geografis berada di wilayah


bagian timur. Provinsi Jawa Timur dengan jarak dari ibu kota
provinsi (Surabaya) sekitar 200 km. Koordinat wilayah terletak

8
antara 113°48’10” -113°48’26” BT dan antara 7°50’10” - 7°56’41”
LS dengan temperatur antara 25°C - 15°C. Kabupaten Bondowoso
mempunyai batas-batas wilayah dengan kabupaten sekitarnya
sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kabupaten Situbondo
Sebelah Timur : Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi
Sebelah Selatan : Kabupaten Jember
Sebelah Barat : Kabupaten Situbondo dan Kabupaten
Probolinggo
Hamparan wilayah Kabupaten Bondowoso berada pada
ketinggian antara 78-2.300 meter di atas permukaan air laut, 3,27
% berada pada ketinggian di bawah 100 m dpl, 49,11% berada
pada ketinggian antara 100-500 m dpl, 17,75 % berada pada
ketinggian 500-1.000 m dpl, dan 27,87% berada pada ketinggian di
atas 1.000 m dpl. Hamparan tersebut dikelilingi oleh gugusan
Pegunungan Kendeng Utara dengan puncak Gunung Raung,
Gunung Ijen dan Gunung Widodaren disebelah Timur, Pegunungan
Hyang dengan puncak Gunung Argopuro, Gunung Kilap dan
Gunung Krincing di sebelah Barat, sedangkan di sebelah Utara
terdapat Gunung Alas Sereh, Gunung Biser dan Gunung Bendusa.

9
Gambar 2.2 RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso
Rumah Sakit Umum dr H. Koesnadi Bondowoso adalah rumah
sakit umum daerah milik Pemerintah dan merupakan rumah sakit
tipe B yang terletak di wilayah Bondowoso, Jawa Timur. Beralamat
di Jalan Kapten Piere Tendean nomor 3 Bondowoso. Rumah sakit

10
ini memberikan pelayanan di bidang kesehatan yang ditunjang
fasilitas medis lainnya sebagai berikut :
1. Ruang Gawat Darurat
2. Ruang Persalinan
3. Poliklinik Spesialis
4. Ruang Rawat Inap (Utama, Kelas I, Kelas II dan Kelas III)
5. Instalasi Penunjang Medik (Radiologi, Farmasi, Laboratorium
Patologi Klinik, Gizi dan Fisioterapi)
6. Instalasi Kamar Operasi (IKO)
7. Instalasi Perawatan Intensif (ICU)
8. Instalasi Hemodialisa ( Cuci Darah )
9. Instalasi Pusat Pelayanan Terpadu
10. CSSD
11. Loundry
12. Instalasi Pemeliharaan Sarana
13. Rumah Dinas dokter spesialis
14. Ruang Administrasi
15. Ruang penunjang lain (Bank Darah)
16. Incenerator, IPAL dan Genset
17. Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit ( PKRS )
18. Ruang Gawat Darurat
19. Ruang Persalinan
20. Poliklinik Spesialis
21. Ruang Rawat Inap (Utama, Kelas I, Kelas II dan Kelas III)
22. Instalasi Penunjang Medik (Radiologi, Farmasi, Laboratorium
Patologi Klinik, Gizi dan Fisioterapi)
23. Instalasi Kamar Operasi (IKO)
24. Instalasi Perawatan Intensif (ICU)
25. Instalasi Hemodialisa ( Cuci Darah )
26. Instalasi Pusat Pelayanan Terpadu
27. CSSD
28. Loundry

11
29. Instalasi Pemeliharaan Sarana
30. Rumah Dinas dokter spesialis
31. Ruang Administrasi
32. Ruang penunjang lain (Bank Darah)
33. Incenerator, IPAL dan Genset
34. Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit ( PKRS )
Rumah sakit memiliki Fasilitas bed sejumlah :
Utama 1 & 2 :7
Utama 3 ( VIP ) : 19
Kelas 1 : 21
Kelas 2 : 28
Kelas 3 : 93
Non Kelas : 62
Total : 230

Rumah sakit memiliki jenis pelayanan sebagai berikut :


1. Pelayanan gawat darurat (termasuk ponek)
2. Pelayanan rawat jalan
3. Pelayanan rawat inap
4. Penunjang medis dan non medis
Memiliki pelayanan unggulan sebagai berikut :
1. CT-Scan 64 slice
2. Alat Hemodialisa
3. Endoscopy
4. USG 4D colour dan alat radiologi lainnya
5. Ruang khusus pencampuran sitostatika
6. Cathlab

3. Sejarah Singkat Organisasi

12
 Berdiri sekitar tahun 1933 “Regenthshap Ziekenhius”.
 Memiliki lahan terbuka 11.430m2 , lahan tanah 51.828m2 , luas
bangunan 40.398m2
 Terdiri dari : ruang berobat jalan, rawat inap, gawat darurat, dan
tata usaha.
 Tahun 1952-1956. Rumah Sakit Umum Bondowoso dengan
kapasitas 150 Tempat Tidur.
 Perda No. 10 tahun 1984. RSUD berubah menjadi RSU.
 Perda No. 66 tahun tahun 1996. RSU menjadi RSD (tahun
2000).
 Peraturan Mendagri No. 445.35-1182 tgl 11 September 1998
RSD dr. H. Koesnadi yang berkelas C uji coba swadana.
 Sejak tahun 1999 Perda No. 7 menjadi swadana penuh.
 Sejak tgl 15 Desember 2005 RSD dr. H. Koesnadi Bondowoso
menjadi kelas B Non Pendidikan dan dilakukan pendampingan
oleh BPKP dalam upaya menuju Badan Layanan Umum (BLU).
 Tanggal 15 Desember 2006 telah resmi menjadi Rumah Sakit
Kelas B Non Pendidikan.
 Tanggal 28 Januari 2008 sesuai dengan Peraturan Daerah No. 3
tahun 2008 tentang Tata Organisasi dan Tata Kerja Lembaga
Teknis Daerah, Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Koesnadi
Bondowoso menjadi Rumah Sakit Umum (RSU).
 Keputusan Bupati Bondowoso Nomor 445/522/430.42/2008
tanggal 24 Juni 2008 tentang Rumah Sakit Umum dr. H.
Koesnadi Bondowoso menjadi Badan Layanan Umum Bertahap.
 Keputusan Bupati Bondowoso No. 188.45/450/430.6.2/2011
tentang Penetapan Rumah Sakit Umum dr. H. Koesnadi
Bondowoso sebagai Badan Layanan Umum Daerah Penuh,
tanggal 9 Agustus 2011
 Terakreditasi PARIPURNA Versi SNARS 1 Tahun 2019

4. Visi dan Misi Organisasi

13
 Visi 
Terwujudnya rumah sakit yang terpercaya dan bermartabat
dengan pelayanan kesehatan yang bermutu.
 Misi
Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Rujukan Rumah Sakit Yang
Profesional
 Sasaran
Meningkatkan akses dan kualitas rumah sakit.
 Motto
Kepuasan pelanggan adalah kebanggan kami
 Etika Pelayanan Dasar
Salam Sapa Senyum Sopan Santun Sepenuh Hati Sabar
B. KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Rumah Sakit Umum dr. H. Koesnadi Bondowoso memiliki tujuan yaitu:
1. Mendorong RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk dapat
melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan benar, yang
didasarkan kepada peraturan perundang – undangan yang berlaku,
kebijakan yang transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan
kepada seluruh masyarakat pengguna fasilitas kesehatan dan
kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso sebagai provider.
2. Menjadikan RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso yang akuntabel
sehingga dapat berperan secara efisien, efektif dan responsive
terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungan yang tenteram, tertib
dan kondusif.
3. Menjadikan masukan dan umpan balik dari pihak-pihak yang
berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja RSU dr. H.
Koesnadi Bondowoso guna membantu meningkatkan kualitas
pelayanan kepada masyarakat dan mendukung tugas dan fungsi
Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam bidang kesehatan.
4. Terpeliharanya kepercayaan masyarakat, khususnya di kabupaten
Bondowoso dan sekitarnya terhadap penyelenggaran RSU dr. H.
Koesnadi Bondowoso dalam upaya mewujudkan pelayanan

14
kesehatan yang berkualitas yang selaras guna mendukung
program kerja bidang kesehatan Pemerintah Kabupaten
Bondowoso.

Tugas dan Fungsi


Tugas Rumah Sakit Umum dr. H. Koesnadi Bondowoso sesuai
dengan Undang- Undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
pasal 4 yaitu Rumah Sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna.
Untuk menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
4, Rumah Sakit mempunyai fungsi disebutkan dalam pasal 5 yaitu :
1. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan
kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit;
2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui
pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga
sesuai kebutuhan medis;
3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya
manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam
pemberian pelayanan kesehatan;
4. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta
penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka
peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan
etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan.

15
C. Struktur / Susunan Organisasi Unit Kerja

Gambar 2. 3 Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum dr. H. Koesnadi Bondowoso

16
D. URAIAN TUGAS DAN JABATAN
ASN secara umum memiliki tiga fungsi pokok yaitu sebagai
pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat serta
pemersatu bangsa. ASN dituntut untuk mampu menjalankan fungsi
dengan baik selama bertugas. ASN dibebani beberapa poin tugas
pokok seperti berikut :
1. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan
2. Memberikan pelayanan public yang professional dan berkualitas
3. Mempererat persatuan dan kesatuan NKRI
Pegawai ASN berperan sebagai perencana, pelaksana dan
pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan
pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan
public yang professional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari
praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
Dalam bidang kesehatan, ASN khususnya Bidan Pertama memiliki
tugas pokok, yakni melaksanakan pelayanan kesehatan ibu dan
reproduksi perempuan, pelayanan keluarga berencana, pelayanan
kesehatan bayi dan anak serta pelayanan kesehatan masyarakat.

Uraian tugas jabatan :


1. Memfasilitasi informed choice dan informed concent
2. Melakukan tindakan pencegahan infeksi
3. Memberikan nutrisi dan rehidrasi, oksigenasi dan personal hygiene
4. Memberikan vitamin/suplemen pada klien
5. Memberikan KIE tentang kesehatan ibu pada individu/keluarga
sesuai dengan kebutuhan
6. Melakukan asuhan kebidanan kala I persalinan dengan
penyulit/patologis/penyakit penyerta secara kolaborasi
7. Melakukan asuhan kebidanan kala II persalinan dengan
penyulit/patologis/penyakit penyerta secara kolaborasi

17
8. Melakukan asuhan kala III persalinan dengan
penyulit/patologis/penyakit penyerta secara kolaborasi
9. Melakukan asuhan kala IV persalinan dengan
penyulit/patologis/penyakit penyerta secara kolaborasi
10. Melakukan pengkajian pada ibu nifas
11. Melakukan asuhan kebidanan masa nifas 6 jam sampai dengan
hari ke 3 pasca persalinan (KF 1)
12. Melakukan fasilitas Inisiasi menyusui dini (IMD) pada persalinan
normal
13. Melakukan asuhan bayi baru lahir
14. Melakukan pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)
tentang kesehatan reproduksi perempuan dan Keluarga Berencana
(KB) pada individu/keluarga

18
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. INTERNALISASI PEMBELAJARAN
1. Sikap Dan Perilaku Bela Negara
Bela Negara adalah tekad, sikap, dan perilaku serta tindakan
warga negara, baik secara perseorangan maupun kolektif dalam
menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan
bangsa dan negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa Indonesia dan
Negara dari berbagai Ancaman. Hari Bela Negara ditetapkan
dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 tahun
2006 tentang Hari Bela Negara tanggal 18 Desember 2006 dengan
pertimbangan bahwa tanggal 19 Desember 1948 merupakan hari
bersejarah bagi bangsa Indonesia
a. Wawasan kebangsaan dan Nilai-nilai Bela Negara
Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa
Indonesia dalam rangka mengelola kehidupan berbangsa dan
bernegara yang dilandasi oleh jati diri bangsa (nation character)
dan kesadaran terhadap sistem nasional yang bersumber dari
Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Wawasan kebangsaan juga dapat diartikan sebagai
konsepsi cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri
sebagai warga dari suatu negara akan diri dan lingkungannya
di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nilai-nilai dasar Bela Negara mencakup :
a) Cinta tanah air
b) Kesadaran berbangsa dan bernegara
c) Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara
d) Rela berkorban untuk bangsa dan negara

19
e) Memiliki kemampuan awal bela negara

b. Analisa Isu Kontemporer


Peserta pelatihan dasar calon PNS diberikan bekal
mengenali konsepsi perubahan dan perubahan lingkungan
strategis untuk membangun kesadaran menyiapkan diri dengan
memaksimalkan berbagai potensi modal insani yang dimiliki.
Selanjutnya diberikan penguatan untuk menunjukan
kemampuan berpikir kritis dengan mengidentifikasi dan
menganalisis isu-isu kritikal melalui isu-isu startegis
kontemporer yang dapat menjadi pemicu munculnya
perubahan lingkungan strategis dan berdampak terhadap
kinerja
Birokrasi secara umum dan secara khusus berdampak
pada pelaksanaan tugas jabatan sebagai PNS pelayan
masyarakat. Kontemporer yang dimaksud disini adalah sesuatu
hal yang modern, yang eksis dan terjadi dan masih
berlangsung sampai sekarang.

c. Kesiapsiagaan Bela Negara


Kesiapasiagaan Bela Negara adalah suatu keadaan
siap siaga yang dimiliki oleh seseorang baik secara fisik,
mental, maupun sosial dalam menghadapi situasi kerja yang
beragam yang dilakukan berdasarkan kebulatan sikap, dan
tekad secara ikhlas dan sadar, disertai kerelaan berkorban
sepenuh jiwa raga yang dilandasi oleh kecintaan terhadap
Negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan UUD 1945.
Untuk pelatihan kesiapasiagaan bela negara bagi CPNS ada
beberapa hal yang dapat dilakukan, salah satunya adalah
tanggap dan mau tahu terkait dengan kejadian-kejadian
permasalahan yang dihadapi bangsa negara Indonesia. Tidak
mudah terprovokasi, tidak mudah percaya dengan barita gosip

20
yang belum jelas asal usulnya, tidak terpengaruh dengan
penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan permasalahan
bangsa lainnya, dan yang lebih penting lagi ada
mempersiapkan jasmani dan mental untuk turut bela negara.

2. Nilai-Nilai Dasar PNS ( BerAKHLAK)


Dalam penyelenggaraan pelayanan publik sebagaimana
termuat dalam Undang – undang Nomor 25 tahun 2009 tentang
pelayanan publik, di jelaskan bahwa pelayanan publik adalah
kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang,
jasa, dan/ pelayanan administratif yang disediakan oleh
penyelenggara pelayan publik Berdasarkan Undang-undang No. 5
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) pasal 10, fungsi
dari ASN yaitu:
a. Pelaksana kebijakan publik
b. Pelayan publik
c. Perekat dan pemersatu bangsa
Peserta calon PNS sebagai pelayan masyarakat yang profesional,
yang diindikasikan dengan kemampuan mengaktualisasi tujuh nilai-
nilai dasa PNS yang disingkat BerAKHLAK, yaitu :
1) Berorientasi pada Pelayanan
a. Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat
b. Ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan
c. Melakukan perbaikan tiada henti
2) Akuntabel
a. Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab,
cermat, disiplin dan berintegritas tinggi
b. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggung jawab, efektif, dan efisie
c. Tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan

21
3) Kompeten
a. Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan
yang selalu berubah
b. Membantu orang lain belajar
c. Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik
4) Harmonis
a. Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya
b. Suka menolong orang lain
c. Membangun lingkungan kerja yang kondusif
5) Loyal
a. Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia tahun 1945, setia kepada Negara
Kesatuan Republik Indonesia serta pemerintahan yang sah
b. Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi, dan
Negara
c. Menjaga rahasia jabatan dan negara
6) Adaptif
a. Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan;
b. Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas;
c. Bertindak proaktif.
7) Kolaboratif
a. Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk
berkontribusi
b. Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai
tambah
c. Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumberdaya untuk
tujuan Bersama

22
3. Kedudukan dan Peran PNS menuju SMART ASN
Tugas ASN adalah melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh
pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. Serta memberikan pelayanan publik yang
profesional dan berkualitas. Tugas ASN juga mempererat
persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam melaksanakan tugas sebagai ASN wajib mengetahui
peran dan kedudukannya dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Agar dapat memahami peran dan kedudukan PNS
dalam NKRI maka perlu pengetahuan mengenai :
a. SMART ASN
Smart ASN merupakan pegawai  dengan kompetensi,
kinerja, serta profesionalisme yang tinggi sehingga mampu
beradaptasi dan semakin responsif terhadap perubahan dan
pencapaian tujuan organisasi.
Kompetensi literasi digital tidak hanya dilihat dari kecakapan
menggunakan media digital (digital skills) saja,namun juga
budaya menggunakan digital (digital culture), etis menggunakan
media digital (digital ethics), dan
aman menggunakan media digital (digital safety).

b. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk
menghasilkan pegawai ASN yang professional, memiliki nilai
dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari
praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Agar dapat melaksanakn
tugas dan tanggung jawab dengan baik dapat meningkatkan
produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN dan akuntabel,
maka setiap ASN diberikan hak. Setelah mendaoatkan haknya
maka ASN juga berkewajiban sesuai dengan tugas dan
tanggung jawabnya.

23
B. IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN ISU
Berdasarkan pengalaman bertugas sebagai bidan di paviliun
mawar rumah sakit umum dr. H. Koesnadi, identifikasi Isu berikut
diperoleh dari penemuan masalah atau problematika yang terjadi di
paviliun mawar rumah sakit umum dr. H. Koesnadi. Beberapa
masalah atau problematika tersebut dijabarkan sebagai berikut:
1. Kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga dalam penggunaan
alat kontrasepsi pasca salin untuk mencapai Keluarga Berencana
(KB) pada individu/keluarga.
2. Rendahnya pengetahuan ibu tentang IMD (Insiasi menyusui dini)
dan ASI Eksklusif terhadap tumbuh kembang bayi
3. Kurangnya pengetahuan pemenuhan nutrisi pada ibu nifas
terhadap proses penyembuhan luka post Sectio Caesarea
4. Kurangnya pengetahuan keluarga pasien tentang peraturan rumah
sakit terkait pengambilan dokumentsi digital saat petugas sedang
melakukan asuhan kepada pasien.
5. Kurangnya komunikasi efektif antar petugas saat pergantian jam
dinas
6. Rendahnya pengetahuan ibu nifas dalam pemenuhan mobilisasi.
Dari penyebab isu tersebut, dilakukan penilaian berdasarkan
kualitas penyebab isu menggunakan teknik analisis APKL dan USG.
Penentuan isu aktual prioritas dilakukan dengan menggunakan tanda
centang (√) dengan berpedoman pada 4 kriteria isu yakni Aktual,
Problematik, Kekhalayakan, Layak (APKL) dengan penjelasan
sebagai berikut :
 Aktual : Isu yang sering terjadi atau dalam proses kejadian sedang
hangat di bicarakan di kalangan masyarakat
 Problematik : Isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks
sehingga perlu dicarikan segera solusinya
 Khalayak : Isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup orang
banyak dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang dan
sekelompok kecil

24
 Layak : Isu yang masuk akal, pantas, dan realistis serta relevan
untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya
 Dengan teknik Analisa APKL maka akan ditemukan hasil dengan
keterangan MS (Memenuhi Syarat) dan TMS (Tidak Memenuhi
Syarat)
Table 3.1 Penetapan issu dengan teknik APKL
NO. IDENTIFIKASI KRITERIA KETERANGAN
ISSU A P K L
1 Kurangnya V V V V MS
pengetahuan
pasien dan
keluarga dalam
penggunaan alat
kontrasepsi pasca
salin untuk
mencapai Keluarga
Berencana (KB)
pada
individu/keluarga.
2 Rendahnya V V V V MS
pengetahuan ibu
tentang IMD (Insiasi
Menyusu Dini) dan
ASI Eksklusif terkait
tumbuh kembang
bayi
3 Kurangnya V V V V MS
pemenuhan nutrisi
pada ibu nifas
terhadap proses
penyembuhan luka
post Sectio

25
Caesarea
4 Kurangnya V - V - TMS
pengetahuan
keluarga pasien
tentang peraturan
rumah sakit terkait
pengambilan
dokumentsi digital
saat petugas
sedang melakukan
asuhan kepada
pasien.
5 Kurangnya V - V - TMS
komunikasi efektif
antar petugas saat
pergantian jam
dinas
6 Rendahnya V - V - TMS
pengetahuan ibu
nifas dalam
pemenuhan
mobilisasi

Selanjutnya dilakukan penetapan issu dengan menggunakan teknik


USG. Teknik USG adalah pengukuran masalah dengan menggunakan
sifat dari masalah tersebut yaitu tingkat Urgency (Kegawatan),
Seriousness (Mendesak), Growth (Perkembangan). Perhitungan
menggunakan kriteria sebagai berikut :
3.2 Tabel Kriteria Penilaian USG
Urgency Seriousness Growth
(Kegawatan) (Mendesak) (Perkembangan)
1 = Tidak Penting 1 = Akibat yang 1 = Tidak

26
ditimbulkan tidak Berkembang
serius
2 = Kurang Penting 2 = Akibat yang 2 = Kurang
ditimbulkan kurang Berkembang
serius
3 = Cukup Penting 3 = Akibat yang 3 = Cukup
ditimbulkan cukup Berkembang
serius
4 = Penting 4 = Akibat yang 4 = Berkembang
ditimbulkan serius
5 = Sangat Penting 5 = Akibat yang 5 = Sangat
ditimbulkan sangat Berkembang
serius

Table 3.3 Penetapan issu dengan teknik USG

27
N IDENTIFIKASI ISSU KRITERIA
PRIORITAS
O U S G TOTAL
1 Kurangnya pengetahuan 4 4 4 12 3
pasien dan keluarga
dalam penggunaan alat
kontrasepsi pasca salin
untuk mencapai Keluarga
Berencana (KB) pada
individu/keluarga
2 Rendahnya pengetahuan 4 5 4 13 2
ibu tentang IMD (Insiasi
menyusui dini) dan ASI
Eksklusif terkait tumbuh
kembang bayi
3 Kurangnya pemenuhan 4 5 5 14 1
nutrisi pada ibu nifas
terhadap proses
penyembuhan luka post
Sectio Caesarea

Berdasarkan analisis issu dengan menggunakan teknik APKL dan USG


tersebut, maka dapat diperoleh issu prioritas yang harus dicari
penyelesaian masalahnya terlebih dahulu, yaitu Kurangnya pemenuhan
nutrisi pada ibu nifas terhadap proses penyembuhan luka post Sectio
Caesarea di Paviliun Mawar. Penyebab dari isu tersebut disebabkan
karena kurangnya pemahaman pasien tentang pemenuhan nutrisi ibu
nifas, resiko yang terjadi bila tidak terpenuhi nutrisi ibu nifas pasca
operasi, pemberian konseling yang kurang efektif, dan belum adanya
media konseling yang digunakan. Dengan berbagai pertimbangan jika isu
ini tidak dipecahkan bisa menimbulkan dampak berupa resiko terjadinya
infeksi luka opeasi dan kurangnya pengetahuan pasien tentang kebutuhan

28
nutrisi ibu nifas. Apabila isu tersebut tidak segera ditindaklanjuti, maka
akan terjadi dampak negatif, yaitu:
1. Proses penyembuhan luka membutuhkan waktu lebih lama
2. Bertambahnya biaya Kesehatan ibu nifas jika terjadi komplikasi
3. Banyaknya komplikasi yang terjadi selama masa nifas, salah
satunya yakni Infeksi Luka Operasi
4. Resiko terjadinya trauma psikis terhadap ibu nifas apabila terjadi
Infeksi Luka Operasi pada persalinan selanjutnya
5. Bagi tenaga kesehatan tidak adanya evaluasi terkait pemberian
sosialisasi yang efektif

C. GAGASAN DAN DIAGRAM ALUR PEMECAHAN ISU


1. GAGASAN PEMECAHAN ISU
Merujuk pada permasalahan di atas, maka penulis mengusulkan
sebuah gagasan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan
cara memberikan informasi dan edukasi tentang kebutuhan nutrisi
ibu nifas post Sectio Caesarea di Paviliun Mawar RSU dr. H.
Koesnadi untuk mencegah resiko terjadinya Infeksi Luka Operasi
(ILO).
Untuk mewujudkan gagasan di atas, maka dibutuhkan beberapa
rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan aktualisasi nilai-nilai dasar
di tempat kerja. Rangkaian kegiatan aktualisasinya sebagai
berikut :
1) Melakukan konsultasi dengan mentor (Kepala Paviliun Mawar
RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso) terkait isu dan gagasan yang
akan dibuat dan koordinasi dengan PJ Program
2) Melakukan pengumpulan data bahan dengan mencari referensi
video yang akan digunakan sebagai media edukasi
3) Melakukan persiapan materi sebagai bahan untuk membuat
media konseling berupa leaflet

29
4) Melakukan persiapan dengan membuat kuesioner pretest dan
post test sebagai bahan evaluasi membaca leaflet dan melihat
tayangan video tentang kebutuhan nutrisi pada ibu nifas
5) Melakukan pretest untuk mengukur kemampuan pengetahuan
ibu nifas post Sectio Caesarea
6) Melakukan Sosialisasi media konseling leaflet dan video
7) Melakukan post test sebagai bahan evaluasi setelah pasien
maupun keluarga pasien melihat tayangan video edukasi
8) Melakukan evalusai pengetahuan pasien maupun keluarga
pasien sesudah mendapatkan edukasi melalui leaflet dan
penayangan video
9) Menyusun laporan kegiatan aktualisasi

30
2. DIAGRAM ALUR KEGIATAN PEMECAHAN ISU
Proses kegiatan pemecahan isu dapat dilihat dari diagram alur di
bawah ini :

Pelaksanaan konsultasi dengan Mentor terkait isu dan gagasan yang


akan dibuat dan koordinasi dengan PJ Program

Pengumpulan data bahan kebutuhan nutrisi ibu nifas post SC untuk


mencegah resiko terjadinya ILO yang akan digunakan sebagai media edukasi

Persiapan materi kegiatan KIE berupa media leaflet dan video

Persiapan questioner pretest dan post test

Pelaksanaan pretest

Pelaksanaan Sosialisasi

Pelaksanaan Post test

Evaluasi pelaksanaan aktualisasi

Pelaksanaan Laporan Hasil Aktualisasi

Gambar 3.1. Diagram Alur Kegiatan Pemecahan Isu

31
D. MATRIK RANCANGAN AKTUALISASI
Tabel 3.4 Matrik Rancangan Aktualisasi
NO. KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/ HASIL KETERKAITAN KONTRIBUSI PENGUATAN
KEGIATAN SUBTANSI TERHADAP NILAI
MATA VISI DAN MISI ORGANISASI
PELATIHAN ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan 1. Menyiapkan 1. Materi Akuntabel : Dengan Adanya
konsultasi bahan konsultasi menyampaikan terlaksananya keterbukaan
dengan mentor konsultasi tentang isu rancangan konsultasi dan antara
terkait isu dan dengan mentor yang muncul kegiatan dengan persetujuan dari pimpinan dan
gagasan yang 2. Menghubungi 2. Terlaksananya penuh tanggung mentor dapat bawahan
akan dibuat dan mentor untuk konsultasi jawab dan mewujudkan visi
koordinasi kontrak waktu dengan transparan rumah sakit
dengan PJ 3. Melakukan mentor. Harmonis : umum dr. H.
Program konsultasi 3. Mendapat Saling Koesnadi
kepada mentor saran dan menghormati, Bondowoso
tentang rencana persetujuan musyawarah yaitu
pelaksanaan dari mentor mufakat, terwujudnya
aktualisasi terkait menghargai rumah sakit

32
4. Meminta saran pelaksanaan pendapat yang terpercaya
dan persetujuan aktualisasi Adaptif : dan bermartabat
mentor, 4. Dokumentasi Berinovasi dengan
mengenai mengembangkan pelayanan
rencana kreativitas kesehatan yang
pelaksanaan Kolaboratif: bermutu
aktualisasi Memberikan
kesempatan
kepada berbagai
pihak untuk
berkontribusi
2. Melakukan 1. Mendata 1. Daftar referensi Akuntabel : Dengan Kegiatan ini
pengumpulan referensi yang berupa judul Melaksanakan terlaksananya akan
data dan bahan terkait dengan buku, modul, tugas dengan konsultasi dan menguatkan
dengan mencari materi dan blog jurnal atau jujur, tanggung persetujuan dari nilai – nilai
referensi video metode yang media social jawab, cermat. mentor dapat organisasi
pemenuhan digunakan 2. Tersedianya mewujudkan visi yaitu:
nutrisi pada ibu (buku, modul, berupa buku, Adaptif: rumah sakit Tanggung
nifas post sectio blog, jurnal atau modul, alamat Inovasi dan umum dr. H. jawab dan
caesarea untuk media sosial) blog,jurnal dan mengembangkan Koesnadi kreatif

33
mendukung 2. Mengumpulkan media social kreativitas Bondowoso
penyembuhan referensi yang 3. Kumpulan yaitu
luka jahitan dan terkait dengan materi yang terwujudnya
mencegah materi dan sesuai dengan rumah sakit
resiko infeksi metode yang materi dan yang terpercaya
luka operasi digunakan metode yang dan bermartabat
3. Menganalisis diangkat dengan
dan pelayanan
menentukan isi kesehatan yang
referensi yang bermutu
akan digunakan
3. Melakukan 1. Membuat materi 1. Rancangan Akuntabel : Dengan Kegiatan ini
persiapan konseling Leaflet Melaksanakan terlaksananya akan
materi dengan tentang 2. Tercetaknya tugas dengan konsultasi dan menguatkan
membuat media pemenuhan leaflet jujur, tanggung persetujuan dari nilai – nilai
konseling nutrisi ibu nifas 3. Terdownload- jawab, cermat. mentor dapat organisasi
leaflet dan video dalam bentuk nya video Kompeten : mewujudkan visi yaitu:
referensi leaflet Melaksanakan rumah sakit Cermat,
pemenuhan 2. Mencetak leaflet tugas dengan umum dr. H. Kreatif.
nutrisi ibu nifas 3. Mendownload kualitas terbaik Koesnadi

34
video referensi Adaptif : Bondowoso
pemenuhan Berinovasi dan yaitu
nutrisi ibu nifas mengembangkan terwujudnya
untuk kreativitas rumah sakit
mendukung yang terpercaya
penyembuhan dan bermartabat
luka operasi dengan
sectio caesarea pelayanan
kesehatan yang
bermutu
4. Melakukan 1. Membuat soal - 1. Tercetaknya Akuntabel : Dengan Kegiatan ini
persiapan soal kuesioner kertas Melaksanakan terlaksananya akan
dengan yang terkait quesioner tugas dengan konsultasi dan menguatkan
membuat dengan jujur, tanggung persetujuan dari nilai – nilai
kuesioner pemenuhan jawab, cermat. mentor dapat organisasi
pretest dan post nutrisi pada ibu Kompeten : mewujudkan visi yaitu:
test sebagai nifas post sectio Melaksanakan rumah sakit Bertanggung
bahan evaluasi caesarea untuk tugas dengan umum dr. H. jawab, Kreatif
membaca leaflet mendukung kualitas terbaik Koesnadi
dan melihat penyembuhan Loyal : Bondowoso

35
tayangan video luka jahitan dan Menjaga rahasia yaitu
tentang mencegah jabatan dan terwujudnya
pemenuhan resiko infeksi negara rumah sakit
nutrisi pada ibu luka operasi Adaptif : yang terpercaya
nifas 2. Mencetak Berinovasi dan dan bermartabat
kertas mengembangkan dengan
questioner kreativitas pelayanan
kesehatan yang
bermutu
5. Melakukan 1. Membagikan 1. Persamaan Berorientasi Dengan Kegiatan ini
pretest untuk soal-soal pada persepsi dalam Pelayanan : terlaksananya akan
mengukur kuesioner pengisian Ramah, cekatan, konsultasi dan menguatkan
kemampuan kepada ibu nifas kuesioner solutif persetujuan dari nilai – nilai
pengetahuan 2. Menjelaskan 2. Tersisinya Harmonis : mentor dapat organisasi
ibu nifas terkait kepada ibu nifas kuesioner Menghargai mewujudkan visi yaitu:
pemenuhan tentang cara sesuai dengan orang lain apapun rumah sakit Ramah,
nutrisi pasca pengisian petunjuk latar belakangnya umum dr. H. Koordinatif.
operasi Sectio kuesioner Loyal : Koesnadi
Caesarea untuk Menjaga rahasia Bondowoso
mendukung jabatan dan yaitu

36
penyembuhan negara terwujudnya
luka jahitan dan Kolaboratif : rumah sakit
mencegah Terbuka dalam yang terpercaya
resiko infeksi kerja sama untuk dan bermartabat
luka operasi menghasilkan dengan
nilai tambah pelayanan
kesehatan yang
bermutu
6. Melakukan 1. Membagikan 1. Leaflet Berorientasi Dengan Kegiatan ini
Sosialisasi leaflet tentang diterima Pelayanan : terlaksananya akan
dengan media pemenuhan pasien Memahami konsultasi dan menguatkan
konseling leaflet nutrisi pada ibu 2. Terlaksana- kebutuhan persetujuan dari nilai – nilai
dan video nifas post nya kegiatan masyarakat, mentor dapat organisasi
sectio konseling ramah, cekatan, mewujudkan visi yaitu:
caesarea untuk 3. Video solutif. rumah sakit Ramah,
mendukung ditayangkan Akuntabel : umum dr. H. Koordinatif,
penyembuhan kepada pasien Melaksanakan Koesnadi Kreatif.
luka jahitan tugas dengan Bondowoso
dan mencegah jujur, bertanggung yaitu
resiko infeksi jawab, cermat. terwujudnya

37
luka operasi Kompeten : rumah sakit
dan Membantu orang yang terpercaya
menjelaskan lain belajar dan bermartabat
isinya Harmonis : dengan
2. Melaksanakan Menghargai pelayanan
konseling setiap orang kesehatan yang
3. Menayangkan apapun latar bermutu
video belakangnya
pemenuhan Adaptif :
nutrisi ibu nifas Bertindak proaktif
7. Melakukan post 1. Membagikan 1. Persamaan Berorientasi Dengan Kegiatan ini
test sebagai soal-soal pada persepsi dalam Pelayanan : terlaksananya akan
bahan evaluasi kuesioner pengisian Ramah, cekatan, konsultasi dan menguatkan
setelah pasien kepada ibu kuesioner solutif persetujuan dari nilai – nilai
maupun nifas 2. Tersisinya Harmonis : mentor dapat organisasi
keluarga pasien 2. Menjelaskan kuesioner Menghargai mewujudkan visi yaitu:
melihat kepada ibu sesuai dengan orang lain apapun rumah sakit Ramah,
tayangan video nifas tentang petunjuk latar belakangnya umum dr. H. Koordinatif
edukasi cara pengisian Loyal : Koesnadi
kuesioner Menjaga rahasia Bondowoso

38
jabatan dan yaitu
negara terwujudnya
Kolaboratif : rumah sakit
Terbuka dalam yang terpercaya
kerja sama untuk dan bermartabat
menghasilkan dengan
nilai tambah pelayanan
kesehatan yang
bermutu
8. Melakukan 1. Mengumpulkan 1. Data dan bukti Akuntabel : Dengan Kegiatan ini
evalusai data dan bukti pendukung Melaksanakan terlaksananya akan
pelaksanaan laporan laporan (foto, tugas dengan konsultasi dan menguatkan
aktualisasi pendukung laporan jujur, tanggung persetujuan dari nilai – nilai
2. Melakukan konsultasi, jawab, cermat mentor dapat organisasi
konsultasi absensi, Kompeten : mewujudkan visi yaitu:
dengan mentor notulen berita Melaksanakan rumah sakit Bertangggun
mengenai hasil acara ) tugas dengan umum dr. H. g jawab,
aktualisasi 2. Keputusan kualitas terbaik Koesnadi Koordinatif
3. Mencetak berupa Bondowoso
laporan persetujuam Kolaboratif: yaitu

39
kegiatan 3. Terealisasinya Memberi terwujudnya
laporan kesempatan rumah sakit
kegiatan kepada berbagai yang terpercaya
pihak untuk dan bermartabat
berkontribusi dengan
pelayanan
kesehatan yang
bermutu
9. Menyusun 1. Mengumpulkan 1. Data dan bukti Akuntabel : Dengan Kegiatan ini
laporan kegiatan data dan bukti pendukung Melaksanakan terlaksananya akan
aktualisasi laporan laporan (foto, tugas dengan konsultasi dan menguatkan
pendukung laporan jujur, tanggung persetujuan dari nilai – nilai
2. Menyusun konsultasi, jawab, cermat mentor dapat organisasi
laporan absensi, Kompeten : mewujudkan visi yaitu:
kegiatan notulen, berita Melaksanakan rumah sakit Bertangggun
3. Menyampaikan acara) tugas dengan umum dr. H. g jawab,
hasil aktualisasi 2. Keputusan kualitas terbaik Koesnadi Koordinatif
kepada mentor berupa Kolaboratif: Bondowoso
persetujuan Memberi yaitu
3. Terealisasinya kesempatan terwujudnya

40
laporan kepada berbagai rumah sakit
kegiatan pihak untuk yang terpercaya
berkontribusi dan bermartabat
dengan
pelayanan
kesehatan yang
bermutu

41
E. JADWAL RANCANGAN KEGIATAN
Tabel 3.4 Jadwal rencana kegiatan
N KEGIATAN MARET APRIL
O 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Melakukan konsultasi dengan
mentor terkait isu dan gagasan
yang akan dibuat dan koordinasi
dengan PJ Program
2 Melakukan pengumpulan data
dan bahan dengan mencari
referensi video pemenuhan
nutrisi ibu nifas
3 Melakukan persiapan materi
dengan membuat media
konseling leaflet dan video
refensi pemenuhan nutrisi pada
ibu nifas post sectio caesarea
untuk mendukung penyembuhan
luka dan mencegah resiko
infeksi luka operasi
4 Melakukan persiapan dengan
membuat kuesioner pretest dan
post test sebagai bahan evaluasi
5 Melakukan pretest untuk
mengukur kemampuan ibu nifas
6 Melakukan sosialisasi media
konseling leaflet dan video
7 Melakukan post test sebagai
bahan evaluasi

42
8 Melakukan evaluasi
pengetahuan ibu terkait
pemenuhan nutrisi pada ibu
nifas post sectio caesarea untuk
mendukung penyembuhan luka
dan mencegah resiko infeksi
luka operasi
9 Menyusun laporan kegiatan
aktualisasi

43

Anda mungkin juga menyukai