Anda di halaman 1dari 16

ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR PROSES

PEMBUATAN ARM BRAKE PEDAL DENGAN


MENGGUNAKAN METODA NASA-TLX
DI PT. SINAR TERANG LOGAM JAYA
BANDUNG

PROPOSAL TUGAS AKHIR


Diajukan untuk memenuhi persyaratan penelitian Tugas Akhir Jurusan Teknik
Industri

Oleh :
Aris kurniawan
06.10048

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

2011

• Latar Belakang Masalah


Manusia sebagai operator dalam melakukan pekerjaannya memiliki
keterbatasan. Dengan adanya keterbatasan, tidak menutup kemungkinan akan
terjadinya kesalahan operator dalam melakukan pekerjaannya. Kesalahan ini
dapat mengurangi hasil dari proses produksi yang merugikan perusahaan.
Kesalahan kerja yang terjadi salah satu penyebabnya adalah karena adanya beban
pekerjaan yang tidak dapat dikerjaan dengan baik oleh operator atau melebihi
kemampuan operator.
Aspek psikologi atau mental dalam diri operator sifatnya berubah setiap
saat. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan psikologi tersebut.
Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari dalam diri pekerja (internal) dan dari luar
diri pekerja atau lingkungan (eksternal). Baik faktor internal maupun eksternal
sulit untuk dilihat secara kasat mata, sehingga dalam pengamatan hanya dilihat
dari hasil pekerjaan atau faktor yang dapat diukur secara obyektif, atau pun dari
tingkah laku dan penuturan pekerja sendiri yang dapat diidentifikasikan dan beban
mental merupakan perbedaan antara tuntutan kerja mental dengan kemampuan
mental yang dimiliki oleh setiap operator yang bekerja. Beban kerja mental
berkaitan dengan kebutuhan mental dan ketersediaan sumber daya otak manusia.
Beban kerja mental akan timbul karena adanya aktivitas-aktivitas berat atau tidak
ada yang harus di pekerjaan oleh operator.
PT. Sinar Terang Logam jaya adalah perusahaan pembuatan komponen
otomotif (Sepeda motor dan Mobil) dengan bahan baku pelat yang diproses
dengan teknik sheet metal forming. Lingkungan kerja diperusahaan PT. Sinar
Terang Logam Jaya yang terbagi dalam beberapa sub divisi merupakan
lingkungan kerja yang dipenuhi oleh getaran kebisingan, serta suhu ruangan yang
berbeda-beda. Perbedaan getaran pada masing masing divisi dapat dilihat pada
tabel 1 dibawah ini:
Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

Tabel 1 Tingkat getaran pada masing –masing sub divisi


DIVISI GETARAN
STAMPING TINGGI
WELDING SANGAT RENDAH
PERMESINAN PRODUK SEDANG
KONSTRUKSI TOOL RENDAH
PERAWATAN RENDAH
Sumber :PT. Sinar Terang Logam Jaya
Sebagai akibat yang ditimbulkan dari getaran tersebut terhadap karyawan adalah
kondisi dan perasaan yang tidak tenang pada saat bekerja, seperti konsentrasi yang
tergangu, cepat lelah, dan sakit tulang. Kondisi ini menyebabkan perusahaan
mengadakan perbaikan dengan melakukan rekondisi mesin, menambah peredam
getaran, dan meningkatkan kualitas pondasi mesin.
Untuk kebisingan akibat yang ditimbulkan pada pekerja adalah gangguan
pendengaraan yang menggangu komunikasi yang dilakukan dan apabila dibiarkan
akan menyebabkan cacat permanen pada pekerja tersebut. Usaha yang dilakukan
perusahaan adalah memberikan alat bantu peredam kebisingan dan mengurangi
sumber kebisingan. Adapun untuk suhu ruangan, perusahaan menangulangi
akibatnya dengan menyediakan alat bantu seperti van untuk memperbaiki
sirkulasi udara, sehingga akibat yang ditimbulkan dari suhu ruangan yang tinggi
seperti mempercepat tingkat lelah dan tidak nyaman pada saat bekerja dapat
dikurangi.
Menurut Wignjosoebroto (2000 : 6) kinerja atau produktivitas dari tenaga
kerja ditunjukan sebagai rasio dari jumlah keluaran yang dikeluarkan per total
tenaga kerja yang berupa jam manusia ( man –hour ). Adapun Target pencapaian
dan produktivitas kerja perusahaan pada lima tahun terakhir disajikan pada
tabel2..
Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

Tabel 2. Target Pencapaian dan Tingkat Produktivitas Kerja PT. Sinar Terang
Logam jaya.

Tahun 2005 2006 2007 2008 2009


Target Pencapaian 95.20% 90.30% 92.80% 95.60% 89.70%
Produktivitas Kerja 81.70% 78.40% 87.30% 85.20% 84.70%
Tingkat Kehadiran Pegawai 94% 97.30% 96.60% 98.10% 97.20%
Motivasi Kerja Pegawai Naik Tetap Turun Turun Tetap

Hal ini membuktikan bahwa kinerja karyawan sangat mempengaruhi


produktivitas yang ditargetkan perusahaan. Kinerja karyawan yang terhambat
karena keadaan sakit misalnya, akan cukup memberikan kontribusi yang sangat
berpengaruh terhadap perusahaan, karena berkurangnya tenaga kerja
menyebabkan output perusahaan yang ditargetkan tidak tercapai.

• Perumusan Masalah

Dalam aktivitas perancangan kerja mental dalam proses produksi perlu


diadakan penelitian, apakah perancangan kerja mental mempengaruhi
produktivitas operator khususnya dalam hal meningkatkan kinerja perusahaan
sesuai dengan standar yang ditetapkan dan kenapa beban kerja mental merupakan
suatu aktivitas yang sangat perlu diperhatikan, karena Beban kerja mental akan
timbul salah satu akibat adanya aktivitas-aktivitas berat menurut operator, bila
operator melakukan pekerjaan diluar tingkat kemampuannya maka operator akan
mengalami tingkat stres yang tinggi dan akan mengakibatkan kerugian bagi
perusahaan.
Berdasarkan pengamatan awal dalam proses produksi, pada proses
pembuatan Arm Brake Pedal maka masalah yang dirumuskan pada penelitian ini
adalah sebagai berikut :
1. Seberapa besar beban kerja yang dirasakan operator dalam proses
pembuatan Arm Brake Pedal, apakah berpengaruh terhadap hasil kerja
para operator?
2. Bagaimana beban kerja yang diterima pekerja pada proses pembuatan Arm
Brake Pedal, saat bekerja ?
• Tujuan dan Manfaat Pemecahan Masalah
Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui seberapa besar beban kerja yang dialami oleh pekerja pada
proses pembuatan Arm Brake Pedal.
2. Untuk mengetahui pengaruh beban kerja signifikan yang dialami oleh pekerja
pada proses pembuatan Arm Brake Pedal.
Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Memberikan rekomendasi kepada perusahaan khususnya di bagian
produksi (pekerja pada proses pembuatan Arm Brake Pedal.) untuk
peningkatan perhatian sumber daya manusia berdasarkan pengukuran beban
kerja.
2. Dapat mengetahui solusi apa saja yang dapat dilakukan dalam
mengurangi besarnya beban kerja mental dari setiap aktivitas-aktivitas yang
dilakukan.

• Pembatasan dan Asumsi


Agar persoalan tidak terlalu luas dan menyimpang dari masalah yang diteliti,
maka perlu dilakukan pembatasan masalah. Sehingga hasil yang didapatkan lebih
terarah dan representatif sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
Adapun batasan-batasan masalah tersebut yaitu :
3. Penelitian dilakukan di PT. Sinar Terang Logam Jaya.
4. Obyek penelitian adalah pekerja pada proses pembuatan Arm Brake Pedal.
5. Penelitian dibatasi hanya sampai pada analisis (pengukuran) beban kerja guna
mengetahui seberapa besar beban kerja dari pekerja proses pembuatan Arm
Brake Pedal.
6. Beban kerja yang diukur merupakan beban kerja yang berasal dari aktivitas
pekerja dan juga kondisi kerja yang dihadapi pekerja proses pembuatan Arm
Brake Pedal.
7. Pengukuran dilakukan pada pekerja proses pembuatan Arm Brake Pedal
dalam kondisi normal, yaitu pekerja tidak mengalami gangguan fisik maupun
mental.
Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

• Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di PT. Sinar Terang Logam Jaya yang berlokasi
dijalan Cigondewah no.49 B Bandung.

• 1. Model Pemecahan Masalah

Dalam penelitian ini model pemecahan masalah digunakan sebagai acuan


untuk menentukan langkah-langkah pemecahan masalah. Penelitian merupakan
suatu proses yang panjang dan terdiri dari berbagai tahapan. Tahapan-tahapan
dalam suatu penelitian merupakan suatu proses yang kompleks dan terkait,
sehingga pengerjaannya harus dilakukan dengan cermat, kritis dan sistematis.
Hasil dari suatu tahap merupakan masukan bagi tahapan selanjutnya. Dimana
tahap-tahap tersebut terdiri dari langkah-langkah penelitian yang akan
menguraikan sistem penelitian secara rinci. Model pemecahan masalah yang
digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode NASA Task
Load Index (NASA-TLX). Karena pengukuran beban kerja mental dengan
menggunakan metoda ini spesifik dan akurat, dan juga dijelaskan dalam bentuk
karakteristik yang jelas.

NASA - Task Load Index (NASA-TLX) merupakan suatu metoda


pengukuran subjektif untuk mengetahui beban kerja mental pekerja dalam
melakukan pekerjaan. Model ini dikembangkan oleh badan penerbangan dan
ruang angkasa Amerika Serikat (NASA Ames Research Center).
NASA – Task Load Index adalah prosedur rating multi dimensional, yang
membagi workload atas dasar rata-rata pembebanan enam (6) subskala, yaitu;

1. Kebutuhan fisik (Physical Demand)

Seberapa besar aktivitas fisik yang dibutuhkan (misalnya : mendorong,


menarik, memutar, mengendalikan, dan mengkatifkan)?

2. Kebutuhan Mental (Mental Demand)


Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

Seberapa tinggi aktivitas mental dan perceptual dibutuhkan ( misalnya :


berpikir, memutuskan, menghitung, menghapal, melihat, dan mencari)?
Apakah tugas tersebut sederhana atau kompleks, mudah atau sulit)?

3. Kebutuhan Waktu (Temporal Demand)

Seberapa tertekankah anda karena batas waktu yang diberikan untuk


mengerjakan tugas tersebut? Apakah kecepatan kerja anda rendah/tinggi?

4. Performansi (Performance)

Seberapa sukseskah anda dalam mencapai tujuan pekerjaan yang telah


ditetapkan dalam eksperimen? Puaskah anda dengan pekerjaan yang telah
anda hasilkan?

5. Usaha (Effort)

Seberapa keras anda harus bekerja (secara fisik dan mental) untuk mencapai
tingkat performansi yang telah anda capai?

6. Tingkat Stres (Frustation Level)

Seberapa terganggu, bosan, menjengkelkan, atau stress anda, saat


mengerjakan tugas tersebut?

Dengan dilakukannya pengukuran terhadap dimensi-dimensi tersebut


maka akan diketahui besarnya beban kerja mental operator sehingga diharapkan
dapat mengurangi kesalahan kerja operator. Pada hakekatnya yang disebut dengan
beban kerja mental menurut NASA-TLX adalah “beban kerja keseluruhan”. Jadi
beban kerja keseluruhan tersebut meliputi beban kerja mental dan juga beban
kerja fisik.
Peningkatan suatu produktivitas kerja biasanya tidak terlepas dari faktor
pekerja dan mesin sebagai salah satu komponen sistem kerja. Aktivitas fisik dan
mental pekerja menimbulkan konsekuensi, yaitu munculnya beban kerja. Beban
kerja dapat didefinisikan sebagai perbedaan antara kemampuan pekerja dengan
tuntutan pekerjaan. Jika kemampuan pekerja lebih tinggi daripada tuntutan
pekerjaan, akan muncul perasaan bosan. Sebaliknya, jika kemampuan pekerja
Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

lebih rendah daripada tuntutan pekerjaan, maka akan muncul kelelahan yang
berlebih. Karena permasalahan tersebut akan mengurangi tingkat produktivitas
pekerja dan tidak menutup kemungkinan akan terjadinya berbagai macam insiden
kecelakaan yang terjadi pada lantai produksi, baik itu kecelakaan pekerjanya
maupun kecelakaan dalam hal produk yang dihasilkan, misalnya terjadinya
jumlah produksi yang cacat lebih banyak daripada yang normal. Sedangkan
persaingan di dunia industri semakin ketat, menuntut perusahaan untuk dapat
meningkatkan dan melakukan perhatian kepada karyawan serta kegiatan operasi
perusahaan sehingga dapat melakukan perbaikan, alhasil tujuan perusahaan dapat
tercapai karena untuk meningkatkan kegiatan industri ini dibutuhkan sumber daya
manusia yang dapat bekerja sesuai pekerjaannya dengan baik.
Tujuan utama mengapa usulan pemecahan masalah ini perlu diajukan
adalah untuk memberikan masukan kepada perusahaan dalam perbaikan
kinerjanya, sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan tersebut.
Suatu penelitian merupakan rangkaian proses yang saling berkaitan dan
sistematik. Oleh karena itu, penelitian harus dilaksanakan secara cermat. Teori-
teori yang ada merupakan pendukung dalam menentukan tahapan-tahapan yang
diusulkan. Teori-teori yang ada merupakan dasar pijakan atau pondasi untuk
melakukan suatu penelitian.
Didalam penelitian ini diajukan suatu model usulan pemecahan masalah
untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada dengan menyajikan teori-teori
yang dianggap dapat membantu dalam mengatasi persoalan yang timbul pada
pelaksanaan atau sistem kerja, sehingga tujuan penelitian dapat tercapai. Model
pemecahan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan software NASA-TLX. Pengamatan yang dilakukan berdasarkan 6
variabel yaitu Mental Demand (MD), Physical Demand(PD), Temporal
Demand(TD), Performance(OP), Frustation Level (FR), Effort(EF). 6 variabel ini
merupakan rangkaian indikator yang dirasakan oleh pekerja yang menimbulkan
beban kerja mental pada pekerjaan yang mereka kerjakan. Secara garis besar,
paradigma penelitian disajikan pada gambar 1.
Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

MENTAL DEMAND TEMPORAL DEMAND


(MD) (TD)

PHYSICAL DEMAND BEBAN KERJA PERFORMANCE


(PD) MENTAL (OP)

FRUSTATION LEVEL EFFORT


(FR) (EF)

Gambar 1 Paradigma penelitian


2. Langkah-langkah Pemecahan Masalah
Untuk memudahkan penulis agar mendapatkan hasil penelitian yang sesuai
dengan harapan, maka dilakukan tahapan-tahapan penelitian, adapun langkah-
langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :

2.1 Inventarisir Data


Inventarisir data dilakukan untuk memperoleh suatu data mentah yang
layak untuk diolah sehingga dapat diolah dengan baik dengan menggunakan
metode statistik.

2.1.1 Jenis Data


Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini terdiri dari 2 jenis data
yaitu:
1. Data Primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu
organisasi atau perusahaan atau perorangan langsung dari objeknya. Data ini
diperoleh dari hasil observasi dan wawancara langsung.
2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi,
sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain biasanya dalam publikasi.
Data sekunder diperoleh dari buku-buku pedoman, literatur dan jurnal
penelitian.

2.1.2 Teknik Pengumpulan Data


Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

Beberapa teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini


diantaranya adalah :
1. Observasi Langsung (Survei)
Dalam penelitian ini dilakukan di lapangan dengan metode penelitian survei
sebagai pengumpulan data primer dan penelitian sebagai data sekunder.

2. Wawancara
Wawancara langsung dilakukan untuk mengetahui pendapat para responden
mengenai aktivitas-aktivitas pekerja pada proses pembuatan Arm Brake Pedal,
yang berkenaan dengan beban kerja.
2.2 Data Wawancara

2.2.1 Pembobotan
Untuk menguji konsistensi jawaban responden terhadap penilaian
pasangan variabel maka digunakan uji consistency index (CI), dengan tahapan
perhitungan sebagai berikut :
1. Penentuan kriteria tingkat kepentingan
Untuk pembobotan tingkat kepentingan dari pasangan variabel dilihat
berdasarkan ketentuan tabel berikut :
Tabel 3.2 Tingkat Kepentingan Kriteria

TIN G K A T
K EPE NT ING AN
2. Penentuan eigen value
Setelah dilakukan pembobotan yang disusun secara matriks kemudian
dilakukan penjumlahan kolom sesuai dengan variabel masing-masing.

1 S
2 L
Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

 a 11 a 12 a 13 a 14 a 15 a 16 
 
 a 21 a 22 a 23 a 24 a 25 a 26 
a a 32 a 33 a 34 a 35 a 36 
A =  31 
 a 41 a 42 a 43 a 44 a 45 a 46  .........................................3.1
a a 52 a 53 a 54 a 55 a 56 
 51
a a 62 a 63 a 64 a 65 a 66 
 61
Sum = A B C D E F
Kemudian dilanjutkan dengan proses normalisasi bobot dengan cara
membagikan bobot tingkat kepentingan dengan hasil penjumlahan kolom
sebelumnya.
 a 11 /A a 12 /B a 13 /C a 14 /D a 15 /E a 16 /F 
 
 a 21 /A a 22 /B a 23 /C a 24 /D a 25 /E a 26 /F 
 a /A a 32 /B a 33 /C a 34 /D a 35 /D a 36 /F 
A =  31 
 a 41 /A a 42 /B a 43 /C a 44 /D a 45 /D a 46 /F  .................3
 a /A a 52 /B a 53 /C a 54 /D a 55 /D a 56 /F 
 51
 a /A a 62 /B a 63 /C a 64 /D a 65 /D a 66 /F 
 61
Sum = 1 1 1 1 1 1
.2
Kemudian menentukan nilai eigen vector sebagai berikut :
 a 11 /A + a 12 /B + a 13 /C + a 14 /D + a 15 /E + a 16 /F   P 
   
 a 21 /A + a 22 /B + a 23 /C + a 24 /D + a 25 /E + a 26 /F   Q 
1  a /A + a 32 /B + a 33 /C + a 34 /D + a 35 /D + a 36 /F   R 
W =  31  =  .
6  a 41 /A + a 42 /B + a 43 /C + a 44 /D + a 45 /D + a 46 /F   S 
 a /A + a 52 /B + a 53 /C + a 54 /D + a 55 /D + a 56 /F   T 
 51
 a /A +
 61 a 62 /B + a 63 /C + a 64 /D + a 65 /D + a 66 /F   U 

.3.3
Dan langkah terakhir menghitung eigen value (λmax) sebagai berikut :
λmax = A(P) + B(Q) +C(R) + D(S) + E(T) + F(U) ...................

...3.4
3. Penentuan consistency index
Untuk menghitung consistency index digunakan rumus :
λmax − n ..............................................................................3.5
CI =
n −1
Dimana : CI = Consistency Index
Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

λmax = Nilai maksimum dari nilai eigen matriks yang


bersangkutan.
n = Jumlah elemen yang dibandingkan
4. Penentuan keputusan tingkat konsistensi responden
untuk penentuan keputusan tingkat konsistensi responden digunakan
rumus :
CI
CR = .....................................................................................3.6
RI
Dimana : CR = Consistency Ratio
CI = Consistency Index
RI = Random Consistency Index
Untuk nilai RI didapat melalui ketentuan tabel berikut ini :
Tabel 3.3 Random Consistency Index

n 1
Untuk matrik perbandingan dapat diterima jika nilai CR ≤ 10%. jika tidak, 2 3
RI 0 0 0,58
berarti penilaian yang telah diperbuat mungkin dilakukan secara random dan perlu
direvisi.

2.2.2 Rating
Pemberian rating (penilaian) untuk setiap variabel dimulai dari 0 s/d 100
dan dalam satuan persen (%), hal ini untuk memudahkan responden dalam
melakukan pengisian kuesioner. Untuk tingkatan-tingkatannya dibagi menjadi 5,
yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Untuk sangat
rendah dimulai dari 0% s/d 20%, sedangkan untuk rendah dimulai dari 21% s/d
40%, untuk sedang dimulai dari 41% s/d 60%, kemudian untuk tinggi dimulai dari
61% s/d 80%, dan untuk sangat tinggi dimulai dari 81% s/d 100%. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada lampiran.

2.2.3 Penentuan Beban Kerja Dengan Menggunakan Metoda NASA-TLX


Setelah semua data terkumpulkan, kemudian dari data-data dari 15
perbandingan berpasangan dan peratingan untuk setiap responden kemudian
Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

dijadikan input (data awal) pada software NASA-TLX, sehingga akan didapatkan
nilai rata-rata dari masing-masing variabel yang terdapat pada software NASA-
TLX ini. Dari keseluruhan data yang telah diproses, kemudian diketahui berapa
besar beban kerja yang dirasakan dan termasuk dalam tingkatan apa. Selain itu
dapat diketahui pula variabel mana yang paling sering dirasakan oleh para pekerja
pada proses pembuatan Arm Brake Pedal.

2.24 Uji Signifikansi Beban Kerja


Setelah semua perhitungan dengan menggunakan metoda NASA-TLX
selesai, maka untuk menguji tingkat signifikansi beban kerja para responden
dilakukan test proporsi dengan menggunakan metoda Chi-Square. Jadi
perhitungan chi-square ini tidak ada hubungannya dengan perhitungan NASA-
TLX, perhitungan chi-square ini hanya untuk menentukan hipotesis, Yaitu
sebagai berikut :
a. Perumusan Hipotesis :
Ho : P1 =P2 =..... =P (Beban kerja pekerja independent terhadap
i

pembagian shift)
H1 : (Beban kerja pekerja dependent terhadap pembagian shift),
Dimana i = 1, 2, 3,...., k (k = jumlah pekerja yang diteliti);
b. Test Statistik :

2 2 k (f − e ) 2
χ = ∑ ∑ tf tf ……………………………………………..3.7
t = 1f =1 e
tf

Dimana : χ² = Chi-Square
f = Frekuensi observasi
tf

e = Frekuensi ekspektasi
tf

c. Keputusan Hipotesis : Ho ditolak jika χ² > χ²α dengan derajat kebebasan =


(k-1).

3.Analisis Masalah
Setelah melakukan tahap pengolahan data, kemudian hasilnya dianalisis
agar permasalahan yang ditemukan dapat dipecahkan. Data hasil pengolahan data
Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

didapatkan dari observasi langsung, penyebaran kuesioner dan dengan


menggunakan software NASA-TLX. Disini kita dapat menganalisis faktor apa
dan berapa rata-rata beban kerja mental yang dialami oleh pekerja pada proses
pembuatan Arm Brake Pedal.

4. Flowchart Pemecahan Masalah


Dibawah ini adalah Flowchart pemecahan masalah dari mulai penelitian
sampai akhir pembuatan laporan:
Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

Mulai

Perumuasn masalah , Tujuan dan kegunaan


pemecahan masalah

Tinjauan pustaka
dan Landasan teori

Penentuan metode , software


NASA-TLX

Pengumpulan Data :
1. Data umum perusahaan
2. Struktur Organisasi
3. Jumlah pekerja
4. Keadaan fisik pekerja dan lingkungan kerja

Pengolahan data :
1. Wawancra langsung
2. Pengukuran Beban Kerja Dengan
Software NASA-TLX
4. Penentuan Kategori Beban Kerja Pekerja

Analisis

Kesimpulan dan Saran

Selesai

Gambar 3.2 Flowchart Pemecahan Masalah

• DAFTAR PUSTAKA
1. Sutalaksana, Iftikar. 2006, Teknik Tata Cara Kerja, Institut Teknologi
Bandung, Bandung.
Aris Kurniawan (Telp. 087871045076 )

2.. Nurmianto, Eko, 1996, Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya,


Edisi Pertama, Guna Widya, Surabaya.
3. Tarwaka, Solichul H, Bakri A, dan Sudiajeng Lilik, 2004, Ergonomi
Untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Produktivitas, UNIBA
Press, Surakarta
4. Sumber : http://www.scribd.com/doc/7882625/Uji-Chi-Square
5. Wignjosoebroto, Sritomo, 2003, Ergonomi Studi Gerak dan Waktu,
Edisi Pertama, Guna Widya, Surabaya.
6. Pulat, B, Mustafa, 1992, Fundamentals Of Industrial
Ergonomics, Prentice Hall Inc., Englewood Cliffs, New
Jersey.
7.. Bridger, 1995, Introduction To Ergonomics, McGraw-Hill, Inc., New
York.
8. Wignjosoebroto, Sritomo. 2006. The Development Of Ergonomics
Method : Pendekatan Ergonomi Menjawab Problematika Industri.
Seminar Nasional Ergonomi 2006, Universitas Trisakti, Jakarta.