Anda di halaman 1dari 78

RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. IDENTITAS PROGRAM PENDIDIKAN


Nama Sekolah : SMKN 1 TALIWANG
Mata Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XI / 3 (Tiga)
Tahun Pelajaran : 2021 / 2022
Alokasi Waktu : 24x 45 Menit

B. Kompetensi Inti
Kompetensi Inti
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam
konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja,
warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika
 Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
standard kompetensi kerja.
 Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
 Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir,
menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik dibawah pengawasan langsung..

C. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1. Mengevaluasi Vlan Pada Jaringan 3.1.1. Menyimpulkan VLan Pada Jaringan
3.1.2. Menilai VLan Pada Jaringan
3.2. Mengkonfigurasi Vlan 4.1.1. Menghubungkan VLan
4.1.2. Mendemonstrasikan VLan
D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyimpulkan VLAN pada
jaringan dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menilai VLAN pada
jaringan dengan tepat
3. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menghubungkan VLAN
dengan benar
4. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat membandingkan VLAN
dengan tepat
5. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.

6. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 - 4
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa
untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
15
1 Pendahuluan Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
Melakukan Pre test.
2 Kegiatan Inti Penentuan Pertanyaan Mendasar
1. Guru meminta peserta didik untuk memper hatikan
video yang ada di layar kompu ter ten tang konfigurasi
VLAN pada jaringan
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan
menyimak tayangan video tersebut
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang materi atau
video yang belum jelas untuk ditanyakan pada guru
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari materi yang
telah dicatat untuk acuan dalam mempraktekkan
konfigurasi VLAN pada jaringan
Mendesain Perencanaan Proyek
1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh penjelasan
yang mendetail dari guru dari tayangan video yang telah
diputar
2. Guru menjelaskan dari masing – masing pertranyaan
dari peserta didik agar peserta didik memahaminya
3. Guru memprak konfigurasi VLAN pada jaringan di
depan peserta didik
4. Peserta didik mem perhatikan dan menco ba konfigurasi
VLAN pada jaringan sendiri
Menyusun Jadwal
1. Peserta didik memahami penjela san konfi gurasi
VLAN pada jaring an dari guru
2. Guru membuat jadwal untuk me ngetes peserta didik
dalam praktek konfigurasi VLAN pada jaringan
3. Guru memberitahu kan konfigurasi VLAN pada jaringan
kepada peserta didik
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau informasi
dari guru
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk maju
untuk menyimpulkan, menilai, membandingkan dan
menghubungkan perangkat pasif konfigurasi VLAN
pada jaringan
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan panggilan
guru
3. Peserta didik berusaha menyimpulkan, menilai,
membandingkan dan menghubungkan konfigurasi
VLAN pada jaringan
4. Guru memperhati kan peserta didik da lam
menyimpulkan, menilai, membandingkan dan
menghubungkan konfigurasi VLAN pada jaringan dan
mengarahkan jika ada peserta didik yang belum tahu
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh peserta
didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik dalam
menyimpulkan, menilai, membandingkan dan
menghubungkan VLAN pada jaringan
3. Peserta didik mengamati penjelasan guru jika ada salah
dalam menyimpulkan, menilai, membandingkan dan
menghubungkan VLAN pada jaringan
4. Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam dalam
menyimpulkan, menilai, mem bandingkan dan me
nghubungkan VLAN pada jaringan
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk
menyimpulkan tentang VLAN pada jaringan
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap
kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh
peserta didik secara individu untuk mengerjakannya.
15
3 Penutup 4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan
Menit
latihan tentang VLAN pada jaringan
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan pada peserta didik untuk mempelajari materi
berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk
memimpin doa penutup
Alat/ bahan, Media Pembelajaran
Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

7. Sumber Belajar dan Materi Pembelajaran


Internet
Buku – buku penunjang KBM

URAIAN MATERI
A. Virtual LAN
Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu
LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan)
sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur
yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN
yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN
merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN
memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam
jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN
yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang
sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port
dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi
dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port.
Sebuah VLAN memungkinkan seorang Administrator untuk menciptakan
sekelompok peralatan yang secara logic dihubungkan satu sama lain. Dengan VLAN, kita
dapat membagi jaringan switch secara logik berdasarkan fungsi, departemen atau project
team .
B. Keuntungan sebuah VLAN
Penerapan sebuah teknologi VLAN memungkinkan sebuah jaringan menjadi lebih
fleksibel untuk mendukung tujuan bisnis. Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan
VLAN:
 Security– Departemen yang memiliki data sensitive terpisah dari jaringan yang ada,
akan mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting.
 Cost reduction – Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang
mahal untuk upgrades jaringan dan efisiensi penggunaan bandwidth dan uplink yang
tersedia.
 Higher performance – Dengan membagi jaringan layer 2 menjadi beberapa
worksgroup secara logik (broadcast domain) mengurangi trafik yang tidak diperlukan
pada jaringan dan meningkatkan performa.kjk
 Broadcast storm mitigation – Dengan membagi sebuah jaringan menjadi VLAN
mengurangi jumlah peralatan yang berpartisipasi dalam broadcast storm.
 Improved IT staff efficiency – Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah,
karena user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama.
 Simpler project or application management – Memiliki fungsi-fungsi terpisah
mempermudah pengelolaan sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus.

8. Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk
a. Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
SOAL JAWABAN SKOR
1. Apakah yanga. Sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang
dimaksud dengan dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak
LAN? pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti 20
halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang
sama,
b. fungsi-fungsi terpisah mempermudah pengelolaan 20
2. Apakah fungsi simpler sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus.
project or application
management?
c. Karena user-user dengan kebutuhan jaringan yang 20
3. Mengapa improved IT sama berbagi VLAN yang sama.
staff efficiency lebih
mudah dalam
mengelola jaringan?
d. Penghematan biaya dihasilkan dari tidak
4. Apa keuntungan 20
diperlukannya biaya yang mahal untuk upgrades
menggunakan VLAN? jaringan dan efisiensi penggunaan bandwidth dan
uplink yang tersedia
20
e. Dengan membagi sebuah jaringan menjadi VLAN
5. Apakah maksud dari mengurangi jumlah peralatan yang berpartisipasi
Broadcast storm dalam broadcast storm.
mitigation ?

TOTAL 100
b. Penilaian keterampilan : Praktek
Buatlah jaringan dengan  Skor 90: jika jawaban
ketentuan benar dan proses
berikut: konfigurasi berhasil
a. Jaringan A terdiri dari 5  Skor 80: jika jawaban
pc menggunakan network benar tetapi proses
192.168.20.1, dengan konfigurasi salah
satu switch  Skor 70: jika jawaban
tidak lengkap dan salah
b. Jaringan B terdiri dari 5  Skor 60: jika jawaban
pc menggunakan network salah dan proses
192.168.10.1, dengan 1 konfigurasi salah
HUB

Mengetahui Taliwang, 2021


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd Muhammad Husnu Zhonniy, S.Kom


NIP. 19680516 199103 1 010 NIP. 19891212 202012 1 007
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMKN 1 TALIWANG
Mata Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XI / 3 (Tiga)
Tahun Pelajaran : 2021 / 2022
Alokasi Waktu : 18x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam
konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja,
warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika
 Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
standard kompetensi kerja.
 Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

C. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.2. Mengevaluasi permasalahan 3.2.1. Menyimpulkan permasalahan VLAN


VLAN 3.2.2. Menilai permasalahan VLAN
4.2. Melakukan perbaikan konfigurasi 4.2.1. Mengoperasikan perbaikan konfigurasi VLAN
VLAN 4.2.2. Menyusun perbaikan konfigurasi VLAN
D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyimpulkan
permasalahan VLAN dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menilai permasalahan
VLAN dengan tepat
3. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengoperasikan perbaikan
konfigurasi VLAN dengan benar
4. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyusun perbaikan
konfigurasi VLAN dengan tepat

C. Materi Pembelajaran
Permasalahan dan perbaikan konfigurasi VLAN
D. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Problem Solving Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.

E. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 - 3
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk
memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
1 Pendahuluan Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 15 Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
Melakukan Pre test.
2 Kegiatan Inti Mengembangkan Kemungkinan Penyebab
1. Guru menugaskan peserta didik untuk mencari penyebab
permasalahan dan perbaikan konfigurasi VLAN
2. Pesera didik berusaha untuk dapat menyim pulkan, menilai, me
ngoperasikan, menyu sun permasalahan dan perbaikan
konfigurasi VLAN
3. Setelah peserta didik membaca buku panduan yang lainnya
peserta didik dapat menyimpulkan, meni lai, mengoperasikan,
menyusun permasalahan dan perbaikan konfigurasi VLAN
4. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok yang lainnya
tentang
5. Menyimpulkan, meni lai, mengoperasikan, menyusun
perbaikan permasalahan dan perbaikan konfigurasi VLAN
6. Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di depan kelas,
kelompok yang lainnya memberikan tanggapan
Mengetes Penyebab
1. Guru meminta peserta didik untuk mencari buku panduan atau
infor masi tentang perma salahan dan perbai kan konfigurasi
VLAN
2. Peserta didik mencoba menyimpulkan, menilai, mengope
rasikan, menyusun permasalahan dan perbaikan konfigurasi
VLAN petunjuk dari guru sebagai pembuktian pengujian
hipotesis
Mengevaluasi
1. Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang menyimpulkan,
menilai, mengope rasikan, menyusun permasalahan dan
perbaikan konfigurasi VLAN
2. Guru menugaskan peserta didik untuk menyimpulkan, menilai,
mengope rasikan, menyusun permasalahan dan perbaikan
konfigurasi VLAN
3. Peserta didik mengerjakan tugas dari guru untuk
menyimpulkan, menilai, mengope rasikan, permasalahan dan
perbaikan konfigurasi VLAN
4. Peserta didik yang lain menanggapi kesimpulan dari peserta
didik yang sedang maju untuk mempresentasikan hasilnya
5. Peserta didik memperbaiki hasil presentasi berdasarkan
tanggapan dari temannya
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk
menyimpulkan tentang Permasalahan dan perbaikan konfigurasi
VLAN
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap
kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh peserta
3 Penutup didik secara individu untuk mengerjakannya. 15 Menit
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan latihan
tentang Permasalahan dan perbaikan konfigurasi VLAN
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan
pada peserta didik untuk mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin doa
penutup

F. Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

G. Sumber Belajar dan Bahan ajar


Internet
Buku – buku penunjang KBM

URAIAN MATERI
Permasalahan dan kendala yang terjadi pada saat membangun jaringan
Saat memutuskan untuk membangun sebuah jaringan komputer banyak hal yang
kemudian membuat orang lalu membatalkan rencana tersebut. Sebagian besar dari kita
pasti sangat sadar betapa pentingnya peran sebuah jaringan komputer, akan tetapi di
kemudian waktu saat akan mulai merencanakan untuk membangun jaringan komputer,
kita lalu menjadi pesimis ketika dihadapkan pada berbagai pertimbangan seperti dana,
waktu dan juga faktor teknis terkait instalasi serta perawatan jaringan komputer itu.
Pada posting ini dibahas tentang kenyataan yang harus dihadapi ketika
memutuskan untuk membangun sebuah jaringan komputer di rumah kita atau di sebuah
kantor berskala kecil. Hal-hal berikut ini biasanya ke depannya akan menjadi kendala dan
oleh karena itu mesti dipertimbangkan bagaimana cara mangatasinya sejak dari awal.
1. Butuh dana dan waktu ekstra. 
Saat membeli komputer biasanya kita tidak terpikirkan tentang jaringan komputer,
ketika teman, tetangga atau anggota keluarga lainnya mulai bicara tentang wi-fi, printer
sharing, file sharing maka barulah mulai terpikirkan tentang yang nama jaringan, barulah
kita mulai berpikir tentang apa itu jaringan,  perangkat tambahan apa yang dibutuhkan
untuk membangun sebuah jaringan komputer, berapa biayanya, butuh berapa lama untuk
membuat sebuah jaringan komputer dan sebagainya.
2. Memahami Tingkat Kesulitan Terkait Instalasi Jaringan Komputer.
Membandingkan kemampuan dan pengetahuan kita dengan tingkat kesulitan
terkait proses instalasi adalah hal penting, hal ini bertujuan agar rencana kita benar-benar
matang dan tidak berhenti di tengah jalan. Contoh beberapa pengetahuan dasar seperti
jenis koneksi kabel yang mesti terpasang, bagaimana mengatur IP address yang akan
dipakai merupakan hal-hal dasar yang mesti dipahami dengan baik.
3. Perawatan dan Suport terhadap Masalah Jaringan.
Sangat baik jika perawatan  jaringan dimasukkan juga dalam agenda rencana saat
membuat jaringan komputer. Perawatan jaringan komputer tidak hanya berhubungan
dengan troubleshooting masalah yang lain, tetapi juga menyiapkan cadangan perangkat
jika terjadi kerusakan pada perangkat jaringan yang sedang dipakai. Troubleshooting dan
perawatan masalah jaringan sangat beragam terutama yang terkait dengan ketersedian
koneksi yang cepat dan stabil sampai dengan masalah yang terkait dengan aplikasi yang
sangat mengandalkan jaringan seperti email dan sebagainya.
4. Masalah keamanan.
Tahapan berikutnya setelah melewati kendala terkait dengan instalasi adalah
masalah keamanan. Ancaman keamanan tidak semata datang dari luar tetapi juga dari
sesama pemakai komputer yang ada dalam jaringan. File-file yang dibagikan dalam
sebuah jaringan merupakan masalah keamanan yang mesti dipikirkan bagaimana cara
perlindungannya.  Virus dan pembatasan hak akses terhadap file-file penting yang
dibagikan merupakan prioritas utama yang mesti diperhatikan.
5. Akses ke Perangkat dan File.
Dalam jaringan komputer akses ke perangkat dan file yang dipakai secara
bersama-sama harus dipahami bahwa kondisinya berbeda dibanding jika perangkat
tersebut digunakan atau terkoneksi langsung oleh satu komputer saja.Salah satu contoh
bahwa pada jaringan komputer, pemakaian printer dilakukan secara bergantian sehingga
hal ini membutuhkan kesabaran dari tiap-tiap pengguna komputer yang tergabung dalam
jaringan.
6. Kecepatan Akses.
Konsekuensi yang paling dirasakan saat menggunakan jaringan komputer adalah
sedikit menurunnya kecepatan dalam mengakses data dari server, hal ini disebabkan oleh
karena adanya waktu tunda karena harus melalui jaringan komputer ( kabel dan tanpa
kabel ), bandingkan jika data yang dibutuhkan oleh sebuah program terdapat pada
komputer yang sama. Hal yang mesti dipahami adalah penerapan sistem jaringan pasti
akan menyebabkan adanya waktu tunda, besar kecilnya waktu tunda ditentukan  oleh
kepadatan lalulintas data yang lewat.
Untuk memperbaiki hal ini pada Windows XP SP1, lakukan berikut ini:
1. Klik Start => Settings kemudian klik Network Connections.
2. Pada Network Connections, klik kanna wireless connection dan kemudian klik
Properties.
3. Klik Wireless Networks tab => dibawah Preferred networks klik wireless network
name anda, dan kemudian klik Properties.
4. Klik tab Authentication, kemudian kosongkan contrengan Enable IEEE 802.1x
authentication for this network.
5. Klik OK dua kali untuk menerima perubahannya.
Prosedur ini umumnya tidak diperlukan pada komputer yang jalan pada Windows
XP tanpa Service pack atau Windows XP dengan SP2. Akan tetapi perlu juga mematikan
802.1X authentication di disable jika menggunakan open system authentication. Prosedur
diatas juga berlaku untuk Windows XP SP2.
Untuk Windows XP tanpa SP, lakukan berikut ini:
1. Klik Start => Settings kemudian klik Network Connections.
2. Pada Network Connections, klik kanan wireless connection anda dan kemudian klik
Properties.
3. Klik Authentication tab, kemudian kosongkan contrengan Enable network access
control using IEEE 802.1x
4. Klik OK untuk menyimpannya.
H. Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
SOAL JAWABAN SKOR
1. Sebutkan kendala 1. Keamanan, akses ke perangkat dan file,
membangun sebuah jaringan kecepatan akses, memahami tingkat kesulitan 20
komputer! terkait isntalasi jaringan komputer, butuh dana
dan waktu ekstra
2. Apa yang menyebabkan 2. Kerusakan pada wireless AP atau wireless clients 20
jaringan wifi rusak? pada komputer
3. Bagaimanakah cara komputer 3. Dilengkapi dengan antivirus misal McAfee,
agar tidak terkena virus? Norton, atau BitDefender dan diupdate selalu. 20
4. Apa damnpak dari 4. Mengurangi kekuatan sinyal koneksi, dia bisa
pelemnahan sumber sinyal? juga menyebabkan masalah – koneksi yang 20
intermittent
5. Apa yang efek sumber sinyal 5. Menyebabkan masalah jaringan wireless –
interverensi kurangnya konektifitas, sinyal ini juga bisa
menyebabkan koneksi yang intermittent. 20
Perangkat seperti microwave oven, cordless
phone, system keamanan dan monitoring rumah,
dapat menjadi sumber interferensi yang membuat
masalah
TOTAL 100

Mengetahui Taliwang, 2021


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd Muhammad Husnu Zhonniy, S.Kom


NIP. 19680516 199103 1 010 NIP. 19891212 202012 1 007
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMKN 1 TALIWANG
Mata Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XI / 3 (Tiga)
Tahun Pelajaran : 2021 / 2022
Alokasi Waktu : 18x 45 Menit

B. Kompetensi Inti
Kompetensi Inti
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam
konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja,
warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika
 Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
standard kompetensi kerja.
 Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

C. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.3. Memahami proses routing 3.1.1. Menggunakan proses routing


3.1.2. Menerapkan proses routing
4.3. Mengkaji jenis-jenis routing 4.3.1. Mengetahui jenis – jenis routing
4.3.2. Menggunakan jenis – jenis routing
D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menggunakan proses
routing dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menerapkan proses routing
dengan tepat
3. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menggunakan jenis-jenis
routing dengan benar
4. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat memeriksa jenis-jenis
routing dengan tepat
E. Materi Pembelajaran
1. Routing dan routers
2. Prinsip dan cara kerja routing
3. Protokol routing
F. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Discovery Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 - 3
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk
memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
1 Pendahuluan Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 15 Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
Melakukan Pre test.
2 Kegiatan Inti
Pemberian Rangsangan
1. Guru meminta peserta didik untuk memperha tikan materi
yang ada di layar kompu ter tentang proses routing
2. Guru meminta peserta didik untuk membaca buku panduan
yang lainnya agar dapat mudah dipahami
3. Peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dari materi yang
disajikan oleh guru
Identifikasi Masalah
1. Guru menugaskan peserta didik untuk menggunakan,
menerapkan, dan memeriksa proses routing
2. Pesera didik berusaha untuk dapat menggunakan,
menerapkan, dan memeriksa proses routing
3. Setelah peserta didik membaca buku panduan yang lainnya
peserta didik dapat menggunakan, menerapkan, dan
memeriksa proses routing
4. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok yang lainnya
tentang
5. menggunakan, menerapkan, dan memeriksa proses routing
6. Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di depan kelas,
kelompok yang lainnya memberikan tanggapan
Pengumpulan Data
1. Guru meminta peserta didik untuk mencari buku panduan atau
informasi tentang atau cara menggunakan, menerapkan, dan
memeriksa proses routing
2. Peserta didik mencoba menggunakan, menerapkan, dan
memeriksa proses routing Sebagai pembuktian pengujian
hipotesis
Pembuktian
1. Peserta didik berusaha menco ba menggunakan,
menerapkan, dan memeriksa proses routing
2. Guru meminta peserta didik untuk menilai hasil yang telah
dibuat oleh peserta didik yang lainnya
3. Peserta didik menilai berdasarkan format penilaian yang sudah
ada
Menarik simpulan
1. Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang menggunakan,
menerapkan, dan memeriksa proses routing
2. Guru menugaskan peserta didik untuk menggunakan,
menerapkan, dan memeriksa proses routing
3. Peserta didik mengerjakan tugas dari guru untuk
menggunakan, menerapkan, dan memeriksa proses routing
4. Peserta didik yang lain menanggapi kesimpulan dari peserta
didik yang sedang maju untuk mempresentasikan hasilnya
5. Peserta didik memperbaiki hasil presentasi berdasarkan
tanggapan dari temannya
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk
menyimpulkan tentang jenis dan proses routing
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap
kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh peserta
3 Penutup didik secara individu untuk mengerjakannya. 15 Menit
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan
latihan tentang jenis dan proses routing
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan
pada peserta didik untuk mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin doa
penutup

H. Kegiatan Pembelajaran
Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian
I. Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
URAIAN MATERI
Routing adalah proses pengiriman data maupun informasi dengan meneruskan paket data
yang dikirim dari jaringan satu ke jaringan lainnya. Dengan kata lain, fungsi routing yaitu
menghubungkan suatu jaringan yang berbeda segmen agar bisa mengirim paket data
(saling berkomunikasi).
1. Jenis-jenis Routing ?
Routing memiliki 3 jenis konfigurasi yaitu: Minimal Routing yaitu proses routing
sederhana pada area lokal saja, Static Routing, dan Dynamic Routing.
a. Static Routing
Static Routing adalah routing yang dilakukan secara manual oleh admin
jaringan. Routing static merupakan routing yang paling sederhana yang dapat
dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik yaitu berarti mengisi
setiap entri pada forwarding table di setiap router yang berada didalam jaringan.
Contoh Routing Static

b. Dynamic Routing
Dynamic Routing adalah routing yang dilakukan secara otomatis oleh sebuah
router. Router membuat table routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu
lintas jaringan dan juga saling berhubungan dengan router lainnya. Dynamic routing
merubah isi table routing secara otomatis tergantung dari keadaan jaringan. Dengan
kata lain, router akan mengetahui keadaan terakhir dalam jaringan dan mampu
meneruskan data ke arah yang benar. Kesimpulannya, Routing dinamik adalah
pengisian data routing secara otomatis pada table routing. Dynamic Router
mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan
paket dari sebuah jaringan ke jaringan lainnya. Dalam dinamik router, Admin hanya
menentukan bagaimana router mempelajari paket, otomatis router akan
mempelajarinya sendiri. Rute pada dinamik routing akan berubah sesuai dengan yang
dipelajari oleh router.
Dynamic routing digunakan apabila jaringan memiliki lebih dari satu rute
untuk tujuan yang sama. Dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang
dikumpulkan oleh protocol routing. Protocol ini digunakan untuk mengikuti
perubahan kondisi pada suatu jaringan. Protocol routing didesain tidak hanya
untuk rute backup jika rute utama tidak berhasil,  tapi juga untuk menentukan rute
mana yang terbaik untuk ke tujuan.
Macam-macam Routing Dynamic :
 RIP (Routing Information Protocol)
 IGRP (Internal Gateway Routing Protocol)
 OSPF (Open Shortest Path First)
 EIGRP (Enhanced Internal Gateway Routing Protocol)
 BGP (Border Gateway Protocol)
Perbedaan Spesifik antara Routing Static dan Dynamic:
Routing Static Routing Dynamic
Berfungsi pada protocol IP Berfungsi pada inter-routing protocol
Router tidak dapat membagi informasi Router membagi informasi routing secara otomatis
routing
Routing table dibuat dan dihapus secara Routing table dibuat dan dihapus secara otomatis
manual
Tidak menggunakan routig protocol Terdapat routing protocol, seperti RIP atau OSPF
Microsoft mendukung multihomed Microsoft mendukung RIP untuk IP dan IPX/SPX
system seperti router

J. Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
SOAL JAWABAN SKOR
1. Apakah yang dimaksud routing? 1. Proses pengiriman data maupun informasi dengan
2. Apakah fungsi routing? meneruskan paket data yang dikirim dari jaringan 20
3. Sebutkan jenis – jenis routing! satu ke jaringan lainnya.
4. Sebutkan perbedaan antara 2. Menghubungkan suatu jaringan yang berbeda segmen
routing static dengan routing di agar bisa mengirim paket data (saling 20
namis! berkomunikasi).
5. Bagaimana konfigurasi dinamis 3. Minimal Routing ,Static Routing, dan Dynamic 20
routing? Routing.
4. Perbedaan routing statis dan dinamis adalah:
Routing Static Routing Dynamic 20
Berfungsi pada protocol Berfungsi pada inter-
IP routing protocol
Router tidak dapat Router membagi
membagi informasi informasi routing
routing secara otomatis
Routing table dibuat dan Routing table dibuat
dihapus secara manual dan dihapus secara
otomatis
Tidak menggunakan Terdapat routing
routig protocol protocol, seperti RIP
atau OSPF
Microsoft mendukung Microsoft mendukung
multihomed system RIP untuk IP dan
seperti router IPX/SPX
5. Router membuat table routing secara otomatis, dengan
mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga saling
berhubungan dengan router lainnya. Dynamic routing
merubah isi table routing secara otomatis tergantung 20
dari keadaan jaringan. Dengan kata lain, router akan
mengetahui keadaan terakhir dalam jaringan dan
mampu meneruskan data ke arah yang benar.

TOTAL 100

Mengetahui Taliwang, 2021


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd Muhammad Husnu Zhonniy, S.Kom


NIP. 19680516 199103 1 010 NIP. 19891212 202012 1 007
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMKN 1 TALIWANG
Mata Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XI / 3 (Tiga)
Tahun Pelajaran : 2021 / 2022
Alokasi Waktu : 18x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup
kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standard
kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir,
menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
dibawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3.4 Mengevaluasi routing statis
4.4 Mengkonfigurasi routing statis
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4 Mengevaluasi routing statis
3.4.1 Menyimpulkan routing statis
3.4.2 Menilai routing statis
4.4 Mengkonfigurasi routing statis
4.4.1 Mendemosntrasikan routing statis
4.4.2 Menerapkan routing statis
D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyimpulkan routing statis
dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menilai routing statis dengan
tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menghubungkan routing
statis dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat membandingkan routing
statis dengan tepat
E. Materi Pembelajaran
Routing statis
F. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Discovery Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 - 3
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa
untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
15
1 Pendahuluan Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
Melakukan Pre test.
2 Kegiatan Inti Pemberian Rangsangan

1. Guru meminta peserta didik untuk memperha tikan materi


yang ada di layar kompu ter tentang routing statis
2. Guru meminta peserta didik untuk membaca buku
panduan yang lainnya agar dapat mudah dipahami
3. Peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dari materi
yang disajikan oleh guru

Identifikasi Masalah

1. Guru menugaskan peserta didik untuk menyimpulkan,


menilai, menghubungkan, membandingkan routing statis

2. Pesera didik berusaha untuk dapat menyimpulkan,


menilai, menghubungkan, membandingkan routing statis

3. Setelah peserta didik membaca buku panduan yang


lainnya peserta didik dapat menyimpulkan, menilai,
menghubungkan, membandingkan routing statis
4. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok yang
lainnya tentang

menyimpulkan, menilai, menghubungkan,


membandingkan routing statis
5. Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di depan
kelas, kelompok yang lainnya memberikan tanggapan

Pengumpulan Data

1. Guru meminta peserta didik untuk mencari buku


panduan atau informasi tentang atau cara menyimpulkan,
menilai, menghubungkan, membandingkan routing statis

2. Peserta didik mencoba menyimpulkan, menilai,


menghubungkan, membandingkan routing statis sebagai
pembuktian pengujian hipotesis

Pembuktian
1. Peserta didik berusaha menco ba menyimpulkan,
menilai, menghubungkan, membandingkan routing statis
2. Guru meminta peserta didik untuk menilai hasil yang
telah dibuat oleh peserta didik yang lainnya
3. Peserta didik menilai berdasarkan format penilaian yang
sudah ada

Menarik Simpulan

1. Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang


menyimpulkan, menilai, menghubungkan,
membandingkan routing statis

2. Guru menugaskan peserta didik untuk menyimpulkan,


menilai, menghubungkan, membandingkan routing statis
3. Peserta didik mengerjakan tugas dari guru untuk
menyimpulkan, menilai, menghubungkan,
membandingkan routing statis
4. Peserta didik yang lain menanggapi kesimpulan dari
peserta didik yang sedang maju untuk mempresentasikan
hasilnya
5. Peserta didik memperbaiki hasil presentasi berdasarkan
tanggapan dari temannya

1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk


menyimpulkan tentang routing statis
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap
kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh
peserta didik secara individu untuk mengerjakannya.
15
3 Penutup 4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan Menit
latihan tentang routing statis
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan pada peserta didik untuk mempelajari materi
berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin
doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
c. Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
d. Penilaian keterampilan : Praktek

URAIAN MATERI
1. Routing adalah proses dimana suatu router menforward paket ke jaringan yang dituju.
Suatu router membuat keputusan berdasarkan ip address yang dituju oleh paket. Semua
router menggunakan ip address tujuan untuk mengirim paket. Jika routing yang
digunakan adalah statik maka konfigurasinya harus dilakukan secara manual,
administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika ada perubahan
topologi. Konsep dasar dari routing adalah bahwa router meneruskan paket-paket IP
berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Dia mencocokkan IP
address tujuan dengan routing table dengan harapan menemukan kecocokan entri , jika
tidak ada kecocokan entri yang ada dalam routing table, dan tidak ada default route, maka
router tersebut akan membuang paket tersebut. Untuk itu adalah sangat penting untuk
mempunyai routing table yang tepat dan benar. Supaya pada tabel routing tepat dan benar,
maka perlu bantuan dari network admin untuk membuatnya, oleh karena itu routing static
adalah pilihan tepat untuk membangun sebuah jaringan, terutama untuk jaringan berskala
kecil Routing di bagi menjadi 2 : • Routing Statis (static routing) • Routing
Dinamis(dynamic routing) Static routing adalah yang di lakukan secara manual oleh
admin jaringan , static routing merupakan routing yang paling sederhana yang dapat di
lakukan pada jaringan komputer, dalam mengunakan routing static kita harus mengisi
setiap entry pada forwarding table di setiap router yang berada di dalam jaringan Cara
kerja routing statik dapat dibagi menjadi 3 bagian: • Administrator jaringan yang
mengkonfigurasi router • Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam table
routing • Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data Administrative Distance
Administrative distance adalah parameter tambahan yang menunjukkan reliabilitas dari
rute. Semakin kecil nilai administrative distance maka makin realibel rutenya. Default
administrative distance pada routing statis adalah 1. Nilai dari administrative distance
adalah antara 0 sampai 255 yang diberikan setalah next-hop atau gateway.
2. Konfigurasi Routing Statik Langkah-langkah untuk melakukan routing statis sebagai
berikut • Tentukan dahulu prefix jaringan,subnet mask, dan addresstujuan • Tambahkan
ke dalam tabel route tujuan address • Masukkan gateway interface atau address next-hop
yang direct routing atau terhubung secara langsung ke router tetangga. Routing Default •
Default routing digunakan untuk merutekan paket dengan tujuan yang tidak sama dengan
routing yang ada dalam table routing. • Secara tipikal router dikonfigurasi dengan cara
routing default untuk trafik internet. • Secara aktual menggunakan format dst-
address=0.0.0.0/0 gateway=x.x.x.x Troubleshooting Routing Statik Untuk troubleshooting
routing statik kita dapat menggunakan tool ping dan traceroute. Contoh jika kita dalam
router A kemudian kita lakukan ping ke local network jaringan router C tidak berhasil
atau gagal gunakan perintah traceroute untuk mengetahui jalur mana yang putus.
Kemungkinan masalahnya berada pada router B atau router C. Remote router B dan
lakukan ping ke router C pastikan berhasil karena router B terhubung langsung dengan
router C. Penentuan Jalur dalam Routing Statik ( Path ) Router menggunakan dua fungsi
dasar: • Fungsi penentuan jalur • Fungsi switching Penentuan jalur terjadi pada layer
network. Fungsi penentuan jalur menjadikan untuk mengevaluasi jalur ke tujuan dan
membentuk jalan untuk menangani paket. Router menggunakan tabel routing untuk
menentukan jalur terbaik dan kemudian fungsi switching untuk melewatkan paket.
Dynamic Routing Dynamic Routing (Router Dinamis) adalah sebuah router yang
memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas
jaringan dan juga dengan saling berhubungan antara router lainnya. Protokol routing
mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling
memberikan informasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing
3. yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara
ini, router- router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan
data ke arah yang benar. Dengan kata lain, routing dinamik adalah proses pengisian data
routing di table routing secara otomatis. Dynamic router mempelajari sendiri Rute yang
terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network
lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket
tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan
kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai
dengan pelajaran yang didapatkan oleh router. Apabila jaringan memiliki lebih dari satu
kemungkinan rute untuk tujuan yang sama maka perlu digunakan dynamic routing.
Sebuah dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh
protokol routing. Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara
dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing
yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesain tidak hanya untuk
mengubah ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk
menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Pengisian dan
pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router saling
bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel
routing. Pemeliharaan jalur dilakukan berdasarkan pada jarak terpendek antara device
pengirim dan device tujuan. Macam-Macam dari Routing Dinamis (Dynamic Router)
adalah 1. RIP (Routing Information Protocol) 2. IGRP (Internal Gateway Routing
Protokol) 3. OSPF (Open Shortest Path First) 4. EIGRP (Enhanced Internal Gateway
Routing Protokol) 5. BGP (Border Gateway Protokol) Pengertian RIP (Router
Information Protocol) adalah Routing protokol yang menggunakan algoritma distance
vector, yaitu algortima Bellman-Ford. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1969 dan
merupakan algoritma routing yang pertama pada ARPANET. Versi awal dari routing
protokol ini dibuat oleh Xerox Parc’s PARC Universal Packet Internetworking dengan
nama Gateway Internet Protocol. Kemudian diganti nama menjadi Router Information
Protocol (RIP) yang merupakan bagian Xerox network Services.
4. RIP merupakan routing information protokol yang memberikan routing table berdasarkan
router yang terhubung langsung, Kemudian router selanjutnya akan memberikan
informasi router selanjutnya yang terhubung langsung dengan itu. Adapun informasi yang
dipertukarkan oleh RIP yaitu : Host, network, subnet, rute default. Kelebihan Dari RIP
sebagai berikut : • Menggunakan metode Triggered Update. • RIP memiliki timer untuk
mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing. • Jika terjadi
perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan
informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update). • Mengatur
routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima,
terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan. RIP terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. RIPv1 RIP v1 - Hanya mendukung routing classfull - Tidak ada info subnet yang
dimasukkan dalam perbaikan routing - Tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet
Mask) - Perbaikan routing broadcast RIP versi 1 mempunyai karakteristik: 1. Distance
Vector Routing Protocol 2. Menggunakan metric yaitu hop count 3. Maximum hop count
adalah 15. 16 dianggap sebagai unreachable 4. Mengirimkan update secara periodic setiap
30 sec 5. Mengirimkan update secara broadcast ke 255.255.255.255 6. Mendukung 4 path
Load Balancing secara default maximumnya adalah 6 7. Menjalankan auto summary
secara default 8. Paket update RIP yang dikirimkan bejenis UDP dengan nomor port 520
9. Bisa mengirimkan paket update RIP v.1 dan bisa menerima paket update RIP v.1 dan
v.2 10. Berjenis classful routing protocol sehingga tidak menyertakan subject mask dalam
paket update.Akibatnya RIP v.1 tidak mendukung VLSM dan CIDR.
5. Mempunyai AD 120 b. RIPv2 RIP versi 2 - mendukung routing classfull dan routing
classless - info subnet dimasukkan dalam perbaikan routing - mendukung VLSM
(Variabel Length Subnet Mask) - perbaikan routing multicast Secara umum RIPv2 tidak
jauh berbeda dengan RIPv1. Perbedaan yang ada terlihat pada informasi yang ditukarkan
antar router. Pada RIPv2 informasi yang dipertukarkan yaitu terdapat autenfikasi pada
RIPv2 ini. Persamaan RIP v2 dengan RIP v1 : - Distance Vector Routing Protocol -
Metric berupa hop count - Max hop count adalah 15 - Menggunakan port 520 -
Menjalankan auto summary secara default PerbedaanRIP v2 dengan RIP v.1 : - Bersifat
classless routing protocol, artinya menyertakan field SM dalam paket update yang
dikirimkan sehingga RIP v.2 mendukung VLSM & CIDR - Mengirimkan paket update &
menerima paket update versi 2 - Mengirimkan update ke alamat multicast yaitu 224.0.0.9
- Auto Summary dapat dimatikan - Mendukung fungsi keamanan berupa
authenticationyang dapat mencegah routing update dikirim atauditerima dari sumber yang
tidak dipercaya 2. IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) – menggunakan algoritma
distance vector
6. Protokol routing distance vector · Menggunakan composite metric yang terdiri atas
bandwidth, load, delay dan reliability · Update routing dilakukan secara broadcast setiap
90 detik Pengertian IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah protocol distance
vector yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP. Jumlah
hop maksimum menjadi 255 dan sebagai metric, IGRP menggunakan Bandwidth, MTU,
Delay Dan Load. IGRP adalah protocol routing yang menggunakan Autonomous System
(AS) yang dapat menentukan routing berdasarkan system, interior atau exterior.
Administrative distance untuk IGRP adalah 100 IGRP merupakan suatu penjaluran jarak
antara vektor protokol, bahwa masing-masing penjaluran bertugas untuk mengirimkan
semua atau sebagian dari isi table penjaluran dalam penjaluran pesan untuk
memperbaharui pada waktu tertentu untuk masing-masing penjaluran. Penjaluran memilih
alur yang terbaik antara sumber dan tujuan. Untuk menyediakan fleksibilitas tambahan,
IGRP mengijinkan untuk melakukan penjaluran multipath. Bentuk garis equal bandwidth
dapat menjalankan arus lalu lintas dalam round robin, dengan melakukan peralihan secara
otomatis kepada garis kedua jika sampai garis kesatu turun. Pada IGRP ini routing
dilakukan secara matematik berdasarkan jarak. Untuk itu pada IGRP ini sudah
mempertimbangkan hal berikut sebelum mengambil keputusan jalur mana yang akan
ditempuh. Adapun hal yang harus diperhatikan: load, delay, bandwitdh, realibility. Isi dari
informasi routing adalah: Identifikasi tujuan baru, Mempelajari apabila terjadi kegagalan.
IGRP mengirimkan update routing setiap interval 90 detik. Update ini advertise semua
jaringan dalam AS. Kunci desain jaringan IGRP adalah: Secara otomatis dapat menangani
topologi yang komplek Kemampuan ke segmen dengan bandwidth dan delay yang
berbeda Skalabilitas, untuk fungsi jaringan yang besar Secara default, IGRP
menggunakan bandwidth dan delay sebagai metric. Untuk konfigurasi tambahan, IGRP
dapat dikonfigurasi menggunakan kombinasi semua varibel atau yang disebut dengan
Composite Metric. Variabel-variabel itu misalnya: bandwidth, delay, load, reliability
Operasi IGRP
7. Masing-masing penjaluran secara rutin mengirimkan masing-masing jaringan lokal
kepada suatu pesan yang berisi salinan tabel penjaluran dari tabel lainnya. Pesan ini berisi
tentang biaya-biaya dan jaringan yang akan dicapai untuk menjangkau masing-masing
jaringan tersebut. Penerima pesan penjaluran dapat menjangkau semua jaringan didalam
pesan sepanjang penjaluran yang bisa digunakan untuk mengirimkan pesan. Tujuan dari
IGRP • Penjaluran stabil dijaringan kompleks sangat besar dan tidaka ada pengulangan
penjaluran. • Overhead rendah, IGRP sendiri tidak menggunakan bandwidth yang
diperlukan untuk tugasnya. • Pemisahan lalu lintas antar beberapa rute paralel. •
Kemampuan untuk menangani berbagai jenis layanan dengan informasi tunggal. •
Mempertimbangkan menghitung laju kesalahan dan tingkat lalu lintas pada alur yang
berbeda. • Penjaluran stabil dijaringan kompleks sangat besar dan tidaka ada pengulangan
penjaluran • Overhead rendah, IGRP sendiri tidak menggunakan bandwidth yang
diperlukan untuk tugasnya Perubahan IGRP Kemudian setelah melalui proses
pembaharuan IGRP kemudian menjadi EIGRP (Enhanced IGRP), persamaannya adalah
IGRP dan EIGRP sama-sama kompatibel dan antara router-router yang menjalankan
EIGRP dan IGRP dengan autonomous system yang sama akan langsung otomatis
terdistribusi. Selain itu EIGRP juga akan memberikan tagging external route untuk setiap
route yang berasal dari Routing protocol non EIGRP, Routing protocol IGRP dengan AS
number yang sama. 3. OSPF (Open Short Path First) · Protokol routing link-state ·
Merupakan open standard protokol routing yang dijelaskan di RFC 2328 · Menggunakan
algoritma SPF untuk menghitung cost terendah · Update routing dilakukan secara floaded
saat terjadi perubahan topologi jaringan Pengertian OSPF (Open Shortest Path First)
merupakan sebuah routing protokol berjenis IGRP (InteriorGateway Routing Protocol)
yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan.
Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk
menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih
memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak
untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan
sebagai jaringan eksternal.
8. Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya
adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian,
siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan
di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan. OSPF merupakan routing
protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan
menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan
sistem pengelompokan area. OSPF bekerja dengan sebuah algoritma yang disebut
algoritma Dijkstra. Pertama sebuah pohon jalur terpendek (shortest path tree) akan
dibangun, dan kemudian routing table akan diisi dengan jalur-jalur terbaik yang
dihasilkan dari pohon tersebut. OSPF hanya mendukung routing IP saja. OSPF memiliki 3
tabel di dalam router : • Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database.
Database ini berisi the lowest cost untuk mencapai router-router/network-network
lainnya. Setiap router mempunyai Routing table yang berbeda-beda. • Adjecency
database, Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai
Adjecency database yang berbeda-beda. • Topological database, Database ini berisi
seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya. Kelebihan
dari OSPF sebagai berikut Tidak menghasilkan routing loop Mendukung penggunaan
beberapa metrik sekaligus Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan Membagi
jaringan yang besar mejadi beberapa area. Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih
cepat Kekurangan dari OSPF sebagai berikut : Membutuhkan basis data yang besar Lebih
rumit 4. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) – menggunakan algoritma
advanced distance vector · Menggunakan protokol routing enhanced distance vector ·
Menggunakan cost load balancing yang tidak sama · Menggunakan algoritma kombinasi
antara distance vector dan link-state · Menggunakan Diffusing Update Algorithm
(DUAL) untuk menghitung jalur terpendek
9. Pengertian EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) merupakan hasil
pengembangan dari routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya adalah
routing pengembangan dari CISCO. Pengembangan itu dihasilkan oleh perubahan dan
bermacam-macam tuntutan dalam jaringan Skala jaringan yang besar. EIGRP
menggabungkan kemampuan dari Link-State Protokol dan Distance Vector Protokol,
terlebih lagi EIGRP memuat beberapa protocol penting yang secara baik meningkatkan
efisiensi penggunaannya ke routing protocol lain. EIGRP (Enhanced Interior Gateway
Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau
sering disebut sebagai proprietary protocol pada CISCO. Dimana EIGRP ini hanya bisa
digunakan sesama router CISCO saja dan routing ini tidak didukung dalam jenis router
yang lain. Distance vector protocol merawat satu set metric yang kompleks untuk jarak
tempuh ke jaringan lainnya. EIGRP menggabungkan juga konsep link state protocol.
Broadcast-broadcast di-update setiap 90 detik ke semua EIGRP router berdekatan. Setiap
update hanya memasukkan perubahan jaringan. EIGRP sangat cocok untuk jaringan
besar. Pada EIGRP ini terdapat dua tipe routing protokol yaitu dengan distance vektor dan
dengan Link state. IGRP dan EIGRP sama-sama sudah mempertimbangkan masalah
bandwitdh yang ada dan delay yang terjadi. EIGRP sering disebut juga Hybrid-Distance-
Vector Routing Protocol, karena cara kerjanya menggunkan dua tipe routing
protocol,yaitu Distance vector protocol dan Link-State protocol, Dalam pengertian bahwa
routing EIGRP sebenarnya merupakan distance vector protocol tetapi prinsip kerjanya
menggunakan links-states protocol.sehingga EIGRP disebuat sebagai hybrid-distance-
vector,mengapa dikatakan demikian karena prinsip kerjanya sama dengan links-states
protocol yaitu mengirimkan semacam hello packet. Algoritma EIGRP EIGRP memiliki
sistem pembangunan routing protocol dengan membuat sebuah algoritma yang dikenal
dengan nama DUAL. Dual digunkan untuk mengkalkulasi dan membangun sebuah
routing table.DUAL digunakan untuk memastikan sebuah jalur untuk sebuah network dan
menyediakan sebuah loopless routing environment.agar membantu mengirimkan sebuah
packet ke sebuah jaringan, DUAL mengirimkan sebuah packet query kepada network
yang berseberangan denganya maupun router yang terkoneksi langsung dengan dia.
Selama mengirimkan query packet ,setiap router akan melanjutkan untuk meneruskan
query packet tersebut sampai sebuah router akan mengirimkan sebuah replay packet
sebagai informasi bagaimana caranya untuk menuju ke sebuah jaringan tertentu. Ketika
replay paket telah diterima oleh router yang mengirimkan query packet ,DUAL akan
mengkalkulasi dan menentukan router yang mana yang akan menjadi Successor dan
router yang mana yang akan menjadi feasible successor. Successor akan menjadi jalur
yang utama,dan jalur yang terdekat,yang paling efissien yang untuk menuju kesebuah
network yang dapat di jangkau oleh DUAL.Jalur successor router dikalkulasikan dengan
10. menggunakan Delay,bandwidth,dan factor-faktor yang lain.sedangkan feasible successor
adalah jalur backup atau jalur cadangan yang akan digunakan ketika router tidak memilih
jalur successornya.dan tidak digharuskan sebuah router yang menggunkan protocol
EIGRP menentukan feasible successor. Ketika successor atupun feasible successor
jatuh,Maka DUAL kan mengirimkan kembali query packet ke masing-masing router dan
meletkakn jalur yang telah ia pelajri dari pengiriman query paket akan disimpan dalam
sebuah routing table. DUAL memungkinkan router EIGRP untuk menentukan apakah
jalur yang diberikan oleh router tetangga looped atau free-loop dan mengizinkan router
yang menggunakan protocol EIGRP untuk menemukan jalur alternatif tanpa harus
menunggu update dari router lain. Struktur Data EIGRP EIGRP menggunakan beberapa
tipe packet : Hello packet dikirim secara multicast ke IP Address 224.0.0.10. EIGRP akan
mengirimkan hello packet untuk mengetahui apakah router-router tetangganya masih
hidup ataukah dalam keadaan mati Pengiriman hello packet tersebut bersifat simultant,
dalam hello packet tersebut mempunyai hold time, bila dalam jangka waktu hold time
router tetangga tidak membalas hello paket tadi maka router tersebut akan dianggap
dalam keadaan mati. Biasanya hold time itu 3x waktunya hello packet, hello packet
defaultnya 15 second. Lalu DUAL akan meng-kalkulasi ulang untuk pathnya dan tidak
memerlukan. Update packets digunakan untuk menyampaikan tujuan yang dapat
dijangkau oleh router. Ketika sebuah router baru ditemukan Update packets dikirim
secara unicast sehingga router dapat membangun topologi table.dalam kasus lain, Update
packets dikirim secara multicast untuk perubahan link-cost. Acknowledgement Packet
adalah Hello packet yang tidak berisikan data, packet Acknowledgement memuat non
zero acknowledgement number dan selalu dikirimkan dengan mengunakan unicast
address, acknowledgement merupakan sebuah pemberitahuan bahwa paket datanya telah
diterima. query packets adalah sebuah request atau permintaan yang dilakukan secara
multicast yang akan meminta sebuah route. Selama mengirimkan query packet ,setiap
router akan melanjutkan untuk meneruskan query packet tersebut sampai sebuah router
akan mengirimkan sebuah replay packet sebagai informasi bagaimana caranya untuk
menuju ke sebuah jaringan tertentu. reply packets dikirim apabila router tujuan tidak
memiliki feasible successors. Reply packets dikirim untuk merespon Query packet yang
menginstrusikan bahwa router pengirim tidak memperhitunghkan ulang jalurnya karena
feasible successors masih tetap ada. Reply packets adalah packet unicast yang dikirim ke
router yang mengirimkan Query packet. Teknologi EIGRP Untuk menyediakan proses
routing yang handal EIGRP menggunakan 4 teknologi yang dikombinasikan dan
membedakannya dengan routing protocol yang lain. Neighbor discovery/recovery,
Mekanisme neighbor discovery/recovery mengijinkan router secara dinamis mempelajari
router lain yang secara langsung terhubung ke jaringan mereka. Routers juga harus
mengetahui ketika router tetangganya tidak dapat lagi dijangkau. Proses ini dicapai
dengan low-overhead yang secara periodik mengirimkan hello packet yang kecil. Selama
router menerima Hello packet dari
11. Router tetangga, router tersebut menganggap bahwa router tetangga tersebut masih
berfungsi. Dan keduanya masih bisa melakukan pertukaran informasi. Reliable Tansport
Protocol (RTP) bertanggung jawab untuk menjamin pengiriman dan penerimaan packet
EIGRP ke semua router. RTP juga mendukung perpaduan pengiriman packet secara
unicast ataupun multicast. Untuk efisiensi hanya beberapa packet EIGRP yang
dikirimkan. Pada jaringan multi access yang mempunyai kemampuan untuk mengirimkan
packet secara multicast seperti Ethernet, tidak perlu mengirimkan Hello packet ke semua
router tetangga secara individu. Untuk alasan tersebut, EIGRP mengirimkan single
multicast hello packet yang berisi sebuah indicator yang menginformasikan si penerima
bahwa packet tidak perlu dibalas. Tipe packet yang lain seperti update packet
mengindikasikan bahwa balasan terhadap packet tersebut diperlukan. RTP memuat
sebuah ketentuan untuk mengirimkan packet multicast secara cepat ketika balasan
terhadap packet sedang ditunda, yang membantu memastikan sisa waktu untuk
convergence rendah didalam keberadaan bermacam-macam kecepatan links. DUAL
finite-state machine menaruh keputusan proses untuk semua perhitungan jalur dengan
mengikuti semua jalur yang telah dinyatakan oleh semua router tetangga. DUAL
menggunakan informasi tentang jarak untuk memilih jalur yang efisien, jalur loop-free
dan memilih jalur untuk penempatan di dalam tabel routing berdasarkan successors yang
telah dibuat oleh DUAL, successor adalah router yang berdekatan yang digunakan untuk
meneruskan packet yang mempunyai nilai cost paling sedikit dengan router tujuan dan
dijamin tidak menjadi bagian dari routing loop. ketika perubahan topologi terjadi, DUAL
mencoba mencari successors. Jika ditemukan, DUAL menggunakannya untuk
menghindari penghitungan jalur yang tidak diperlukan.,DUAL juga membuat route back
–up(jalur cadangan) yang disebut fesible successor. Potocol-dependent modules
bertanggung jawab pada layer network yang memerlukan protocol khusus. Misalnya IP-
EIGRP module yang bertanggung jawab untuk mengirim dan menerima packet EIGRP
yang telah dienkapsulasi di dalam protocol IP. IP-EIGRP juga bertanggung jawab untuk
menguraikan packet EIGRP dan memberitahukan pada DUAL tentang informasi yang
baru saja diterima. 5. BGP (Border Gateway Protocol) – menggunakan algoritma distance
vector · Menggunakan routing protokol distance vector · Digunakan antara ISP dengan
ISP dan client-client · Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous
system Pengertian Border Gateway Protocol (BGP) merupakan salah satu jenis routing
protokol yang digunakan untuk koneksi antar Autonomous System (AS), dan salah satu
jenis routing protokol yang banyak digunakan di ISP besar (Telkomsel) ataupun
perbankan. BGP termasuk dalam kategori routing protokol jenis Exterior Gateway
Protokol (EGP). Dengan adanya EGP, router dapat melakukan pertukaran rute dari dan ke
luar jaringan lokal Auotonomous System (AS). BGP mempunyai skalabilitas yang tinggi
karena dapat melayani pertukaran routing pada beberapa organisasi besar. Oleh karena itu
BGP dikenal dengan routing protokol yang sangat rumit dan kompleks. BGP merupakan
salah satu jenis routing protocol yang ada di dunia komunikasi data. Sebagai sebuah
routing protocol, BGP memiliki kemampuan melakukan pengumpulan rute, pertukaran
rute dan
12. Menentukan rute terbaik menuju ke sebuah lokasi dalam jaringan. Routing protocol juga
pasti dilengkapi dengan algoritma yang pintar dalam mencari jalan terbaik. Namun yang
membedakan BGP dengan routing protocol lain seperti misalnya OSPF dan IS-IS ialah,
BGP termasuk dalam kategori routing protocol jenis Exterior Gateway Protocol (EGP).
BGP merupakan distance vector exterior gateway protocol yang bekerja secara cerdas
untuk merawat path-path ke jaringan lainnya. Update – update dikirim melalui koneksi
TCP. Karakteristik BGP Menggunakan algoritma routing distance vektor.Algoritma
routing distance vector secara periodik menyalin table routing dari router ke router.
Perubahan table routing di update antar router yang saling berhubungan pada saat terjadi
perubahan topologi. 1. Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client. 2. Digunakan
untuk merutekan trafik internet antar autonomous system. 3. BGP adalah Path Vector
routing protocol.Dalam proses menentukan rute-rute terbaiknya selalu mengacu kepada
path yang terbaik dan terpilih yang didapatnya dari router BGP yang lainnya. 4. Router
BGP membangun dan menjaga koneksi antar-peer menggunakan port nomor 179. 5.
Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik. 6.
Metrik (atribut) untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat dimodifikasi
dengan fleksibel. 7. BGP memiliki routing table sendiri yang biasanya memuat prefiks-
prefiks routing yang diterimanya dari router BGP lain BGP memiliki kemampuan untuk
mengontrol dan mengatur trafik-trafik dari sumber berbeda di dalam network multi-home
(tersambung ke lebih dari 1 ISP/Internet Service Provider). Tujuan utama BGP adalah
untuk memperkenalkan kepada publik di luar network (upsteram provider atau peer)
tentang rute atau porsi spasi address yang dimiliki dengan “meminta izin” membawa data
ke suatu spasi address tujuan (meng- advertise). Salah satu kelemahan yang mungkin
dihadapi oleh BGP routing adalah ia mempublikasikan rute yang tidak diketahui
bagaimana cara mencapainya. Ini dinamakan black-holing, yaitu melakukan advertise,
atau meminta izin untuk membawa data, tetapi beberapa bagian spasi address adalah milik
orang lain, akibatnya proses advertise malah menyulitkan. Beberapa versi BGP BGP versi
1 Ukuran message 8 – 1024 byte. Terdapat 8 bit field Direction yang menandkan arah
yang diambil oleh informasi routing. Lima kemungkinan field Direction: Up, Down,
Horizontal, EGP-derived information, Incomplete BGP versi 2 Ukuran message 19 –
4096 byte. Menghilangkan konsep up, down, dan horizontal di antara AS-AS
Menambahkan konsep path-attribute.
13. BGP versi 3 Ukuran message 19 – 4096 byte Mengklarifikasi prosedur pendistribusian
rute-rute BGP di antara speaker-speaker dalam sebuah AS. Meningkatkan restriksi
terhadap penggunaan path attribute Next-hop BGP versi 4 Ukuran message 19 – 4096
byte. Path atribute AS telah dimodifikasi sehingga set AS-AS dapat digambarkan
sebagaimana AS individual. Inter-AS Metric path attribute telah didefinisikan ulang
sebagai Multi-Exit Discriminator path attribute. Local preference path attribute
ditambahkan. Aggregator path attribute ditambahkan. Dukungan untuk CIDR (Classless
Inter Domain Routing) Ringkasan Operasi BGP Saat sebuah router BGP baru dibangun,
peer-peer BGP dengan sendirinya melakukan pertukaran tabel routing yang mereka
miliki, setelah itu peer-peer mengirim notifikasi atau pemberitauan berkaitan dengan
perubahan yang terjadi pada tabel routing. Update message memberi informasi peer BGP
hanya untuk satu path. Bila perubahan yang timbul mempengaruhi banyak path, maka
multiupdate, message perlu dikirim. Setelah BGP menghimpun update-update routingnya
dari beragam AS, protokol akan membuat keputusan untuk mengambil path spesifik
untuk masing-masing rute tujuan. Biasanya hanya satu path yang dibutuhkan untuk
mencapai satu tujuan. BGP menggunakan atribut path (path attribute) yang dilepas
kepadanya melalui update message agar bisa menentukan satu path terbaik bagi setiap
tujuan. Ada dua bentuk sistem koneksi transport protocol yang penting dimengerti.
Mereka saling bertukar pesan (message) untuk membuka dan mengkonfirmasi parameter-
parameter koneksi. Alur data awal yang dihasilkan tidak lain berupa keseluruhan tabel
routing BGP, yang selanjutnya beberapa update penambahan dikirim sebagai perubahan
pada tabel routing. BGP dalam hal ini tidak menuntut refresh secara periodik atas
keseluruhan tabel routing. Oleh karena itu, BGP speaker harus memelihara versi terkini
keseluruhan tabel routing BGP dari semua peer-nya selama durasi koneksi tertentu. Pesan
KeepAlive dikirim secara periodik untuk memastikan kelancaran koneksi. Pesan
Notification dikirim untuk merespon adanya error atau kondisi-kondisi khusus yang
terjadi. Jika sebuah koneksi menemukan sebuah error, pesan Notification segera dikirim
dan koneksi pun ditutup. Perangkat Hardware & Software untuk Komunikasi BGP
Perlengkapan yang dibutuhkan adalah router komersial seperti Cisco router dan Bay
router atau klon-klon PC yang menjalankan Linux, BSD, atau varian Unix lainnya dibantu
dengan program yang dinamakan gated untuk memanage BGP. eBGP vs iBGP BGP
mensupport dua tipe pertukaran informasi routing: Pertukaran di antara AS-AS yang
berbeda (external BGP atau eBGP) Pertukaran dalam satu AS tunggal (internal BGP atau
iBGP) Sebuah sistem BGP berbagi informasi reachabilitas network dengan sistem-sitem
BGP berdekatan lainnya yang dikenal dengan neighbor atau peer. Sistem BGP tersusun
atas grup-grup (groups). Dalam sebuah grup BGP internal, semua peer anggota grup
(internal peer) berada dalam AS yang sama. Grup internal
14. Menggunakan rute-rute dari IGP untuk memutuskan penyampaian atau forwarding
address-adress. Mereka juga menyebarkan rute-rute eksternal di antara router-router
internal lain yang menjalankan BGP internal, menghitung next hop dengan mengambil
hop BGP yang diterima dengan rute, lalu memutuskannya menggunakan informasi yang
diperoleh dari salah satu IGP. eBGP dan iBGP saling berbagi protokol level dasar yang
sama untuk bertukar rute dan juga berbagi algoritma. Namun eBGP digunakan untuk
bertukar rute di antara AS yang berbeda, sedang iBGP digunakan untuk bertukar rute di
antara AS yang sama. Dalam faktanya, iBGP termasuk salah satu “interior routing
protocol” yang dapat digunakan untuk melakukan routing aktif dalam sebuah network.
Perbedaan utama eBGP dan iBGP adalah bahwa eBGP tidak bosan-bosannya mencoba
meng-advertise setiap rute BGP yang diketahui ke semua orang sehingga mungkin harus
digunakan filter untuk menghentikannya. Sedang iBGP pada dasarnya cukup sulit bekerja
karena iBGP tidak meredistribusi rute- rute. Speaker iBGP dalam lingkungan network
harus melakukan peer dengan semua speaker iBGP lain untuk membuatnya dapat bekerja
(routing mesh). AS Number (ASN) ASN merupakan nomor unik yang
mengidentifikasikan AS-AS. Nomor ini diatur oleh ARIN (Autonomous Number from
The American Registry for Internet Numbers). Kondisi yang harus dipenuhi untuk
mendapatkan nomor AS: Unique Routing Policy Multi-homed Site AS-Path Setiap kali
sebuah rute disebarkan melalui BGP, ia akan diberi ‘perangko’ dengan sebuah nomor AS
(AS number) dari router yang menyelenggarakannya. Rute ini bergerak dari satu AS ke
AS lain sehingga membentuk sebuah alur atau path (AS-Path) Kegunaan AS-Path:
Memberikan penelusuran diagnostik terhadap routing dalam sebuah network. Merupakan
salah satu nomor metric yang menetapkan bagimana rute-rute yang “didengar” melalui
BGP dimasukkan ke dalam tabel routing IP. Memungkinkan untuk melakukan routing
policy, misalkan ketika kita ingin mengambil rute tertentu. BGP Message Open: untuk
membuat koneksi BGP di antara 2 sistem BGP Update: untuk melakukan pertukaran
informasi reachabilitas network. KeepAlive: untuk menetapkan apakah sebuah link atau
host fail atau tidak lagi eksis. Notification: dikirim ketika kondisi error terdeteksi;
menyebabkan sesi BGP dan koneksi TCP di antara sistem-sistem BGP akan ditutup.

Latihan soal
1. Apakah yang dimaksud routing?
2. Bagaimanakah konsep dasar routing?
3. Sebutkan 3 bagian cara kerja routing static!
4. Apakah fungsi rute – rute pada IGP?
5. Apakah kelemahan BGP routing?
Jawaban
1. Proses dimana suatu router menforward paket ke jaringan yang dituju
2. Bahwa router meneruskan paket-paket IP berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam
header IP paket. Dia mencocokkan IP address tujuan dengan routing table dengan harapan
menemukan kecocokan entri , jika tidak ada kecocokan entri yang ada dalam routing table,
dan tidak ada default route, maka router tersebut akan membuang paket tersebut
3. Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router • Router melakukan routing berdasarkan
informasi dalam table routing • Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data
Administrative Distance
4. Memutuskan penyampaian atau forwarding address-adress
5. Mempublikasikan rute yang tidak diketahui bagaimana cara mencapainya

Penskoran

No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100

Nilai = Betul x 20

Mengetahui Taliwang, 2021


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd Muhammad Husnu Zhonniy, S.Kom


NIP. 19680516 199103 1 010 NIP. 19891212 202012 1 007
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMKN 1 TALIWANG
Mata Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XI / 3 (Tiga)
Tahun Pelajaran : 2021 / 2022
Alokasi Waktu : 18x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup
kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standard
kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir,
menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
dibawah pengawasan langsung..
Kompetensi Dasar
3.5 Menganalisis permasalahan routing statis
4.5 Memperbaiki konfigurasi routing statis
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5 Menganalisis permasalahan routing statis
3.5.1 Mengetahui permasalahan routing statis
3.5.2 Mengatasi permasalahan routing statis
4.5 Memperbaiki konfigurasi routing statis
4.5.1 Menguji konfigurasi routing statis
4.5.2 Menilai konfigurasi routing statis
D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menghubungkan
permasalahan routing statis dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat membagi permasalahan
routing statis dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menguji konfigurasi routing
statis dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menilai konfigurasi routing
statis dengan tepat
E. Materi Pembelajaran
Permasalahan dan konfigurasi routing statis
F. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Problem Solving Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 - 3
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa
untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
15
1 Pendahuluan Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
Melakukan Pre test.
2 Kegiatan Inti Merumuskan Uraian Masalah

1. Guru meminta peserta didik untuk melihat materi


tentang permasalahan routing statis
2. Guru meminta peserta didik untuk membaca buku
panduan yang lainnya agar dapat mudah dipahami
3. Peserta didik dapat mengidentifikasi dan merumuskan
masalah dari materi yang disajikan oleh guru

Mengembangkan Kemungkinan Penyebab


1. Guru menugaskan peserta didik untuk mencari
penyebab permasalahan routing statis
2. Pesera didik berusaha untuk dapat permasalahan,
membagi, menguji, menilai permasalahan routing statis
3. Setelah peserta didik membaca buku panduan yang
lainnya peserta didik dapat permasalahan, membagi,
menguji, menilai permasalahan routing statis
4. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok yang
lainnya tentang
permasalahan, membagi, menguji, menilai permasalahan
routing statis
5. Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di depan
kelas, kelompok yang lainnya memberikan tanggapan

Mengetes Penyebab
1. Guru meminta peserta didik untuk mencari buku
panduan atau informasi tentang penyebab atau
permasalahan permasalahan routing statis
2. Peserta didik mencoba membagi, menguji, menilai
permasalahan routing statis petunjuk dari guru sebagai
pembuktian pengujian hipotesis
Mengevaluasi
1. Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang membagi,
menguji, menilai permasalahan routing statis
2. Guru menugaskan peserta didik untuk membagi,
menguji, menilai permasalahan routing statis
3. Peserta didik mengerjakan tugas dari guru untuk
membagi, menguji, menilai permasalahan routing statis
4. Peserta didik yang lain menanggapi kesimpulan dari
peserta didik yang sedang maju untuk mempresentasikan
hasilnya
5. Peserta didik memperbaiki hasil presentasi berdasarkan
tanggapan dari temannya
3 Penutup 1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk 15
menyimpulkan tentang permasalahan dan konfigurasi Menit
routing statis
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap
kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh
peserta didik secara individu untuk mengerjakannya.

4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan


latihan tentang permasalahan dan konfigurasi routing
statis
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan pada peserta didik untuk mempelajari materi
berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin
doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
e. Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
f. Penilaian keterampilan : Praktek

URAIAN MATERI
Routing, adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke
jaringan lainnya melalui sebuah internetwork. Routing juga dapat merujuk kepada sebuah metode
penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat hinggap dari satu jaringan ke
jaringan selanjutnya. Untuk melakukan hal ini, digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang
disebut sebagai router. Router-router tersebut akan menerima paket-paket yang ditujukan ke
jaringan di luar jaringan yang pertama, dan akan meneruskan paket yang ia terima kepada router
lainnya hingga sampai kepada tujuannya.
Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di
setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling
sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer.  Menggunakan routing statik murni
dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam  forwarding  table  di  setiap router yang
berada di jaringan tersebut.
Penggunaan  routing  statik  dalam  sebuah  jaringan  yang  kecil  tentu  bukanlah suatu masalah, 
hanya  beberapa  entri  yang  perlu  diisikan  pada  forwarding table di setiap router. Namun Anda
tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi forwarding table di setiap router
yang  jumlahnya  tidak sedikit dalam  jaringan yang besar.

Dynamic Routing (Router Dinamis) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel


routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling
berhubungan antara router lainnya. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat
berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi satu dengan yang lain
dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung
keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir
dan mampu meneruskan data ke arah yang benar. Dengan kata lain, routing dinamik adalah
proses pengisian data routing di table routing secara otomatis.
Dynamic routing mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk
meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute
yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara
router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic
routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.
Perbedaan Static Routing dan Dynamic Routing
Pada dasarnya perbedaan antara routing statis dengan routing dinamis adalah cara mengenalkan
alamat networknya.
     1.    Routing dinamis pada prinsipnya hanya mengenalkan network yang berhubungan dengan
router yang bersangkutan (tanpa mengetahui subnet masknya). Sedangkan Routing Statis
harus mengenalkan setiap alamat pada setiap network yang ingin dituju, jadi harus tahu
semua alamat network yang ingin dituju. Semakin luas jaringannya, maka table routenya
pun semakin banyak dan lebih rumit dibandingkan dengan Routing Dinamis.
2.    Routing Dinamis sangat cocok untuk topologi jaringan yang lingkupnya besar
(terhubung ke banyak network).
Sedangkan routing statis cocok untuk topologi jaringan yang simple. 
Kelebihan Routing Statis 
1.    Beban kerja router terbilang lebih ringan dibandingkan dengan routing dinamis. Karena pada
saat konfigurasi router hanya mengupdate sekali saja ip table yang ada.
     2.    Pengiriman paket data lebih cepat karena jalur atau rute sudah di ketahui terlebih dahulu.
3.    Deteksi dan isolasi kesalahan pada topologi jaringan lebih mudah
Kekurangan Routing Statis  
     Harus tahu semua alamat network yang akan dituju beserta subnet mask dan next hoopnya
(gateway nya)
Kelebihan Routing Dinamis 
      1.    Hanya mengenalkan alamat network yang terhubung langsung dengan routernya.
 2.   Tidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada.
 3.    Bila terjadi penambahan suatu network baru tidak perlu semua router mengkonfigurasi.
Hanya router-router yang berkaitan. 
Kekurangan Routing Dinamis
      1.    Beban kerja router lebih berat karena selalu memperbarui ip table pada tiap waktu
tertentu.
      2.    Kecepatan pengenalan network terbilang lama karena router membroadcast ke semua
router
hingga ada yang cocok.
      3.    Setelah konfigurasi harus menunggu beberapa saat agar setiap router mendapat semua
Alamat
IP yang ada.
      4.    Susah melacak permasalahan pada suatu topologi jaringan lingkup besar

Latihan soal
1. Bagaimanakah cara kerja router?
2. Apakah yang dimaksud routing?
3. Sebutkan kekurangan routing dinamis!
4. Apakah kekurangan dari routing statis?
5. Sebutkan kelebihan dari routing statis!

Jawaban
1. Menerima paket-paket yang ditujukan ke jaringan di luar jaringan yang pertama, dan akan
meneruskan paket yang ia terima kepada router lainnya hingga sampai kepada tujuannya.
2. Sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya
melalui sebuah internetwork.
3. Beban kerja router lebih berat karena selalu memperbarui ip table pada tiap waktu tertentu.
Kecepatan pengenalan network terbilang lama karena router membroadcast ke semua router
hingga ada yang cocok.
4. Harus tahu semua alamat network yang akan dituju beserta subnet mask dan next hoopnya
(gateway nya)
5. Beban kerja router terbilang lebih ringan dibandingkan dengan routing dinamis. Karena pada
saat konfigurasi router hanya mengupdate sekali saja ip table yang ada.
     Pengiriman paket data lebih cepat karena jalur atau rute sudah di ketahui terlebih dahulu.
    Deteksi dan isolasi kesalahan pada topologi jaringan lebih mudah
Penskoran

No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100

Nilai = Betul x 20

Mengetahui Taliwang, 2021


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd Muhammad Husnu Zhonniy, S.Kom


NIP. 19680516 199103 1 010 NIP. 19891212 202012 1 007
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMKN 1 TALIWANG
Mata Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XI / 4 (Empat)
Tahun Pelajaran : 2021 / 2022
Alokasi Waktu : 24x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup
kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standard
kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir,
menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
dibawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3.6 Mengevaluasi routing dinamis
4.6 Mengkonfigurasi routing dinamis
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6 Mengevaluasi routing dinamis
3.6.1 Memahami routing dinamis
3.6.2 Menyimpulkan routing dinamis
4.6 Mengkonfigurasi routing dinamis
4.6.1 Menghubungkan routing dinamis
4.6.2 Mendemonstrasikan routing dinamis
D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyimpulkan routing
dinamis dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menilai routing dinamis
dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menghubungkan routing
dinamis dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat membandingkan routing
dinamis dengan tepat
E. Materi Pembelajaran
Routing dinamis
F. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 - 4
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa
untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
15
1 Pendahuluan Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
Melakukan Pre test.

Penentuan Pertanyaan Mendasar

1. Guru meminta peserta didik untuk memperhatikan


video yang ada di layar komputer tentang routing dinamis
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan
menyimak tayangan video tersebut
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang materi
2 Kegiatan Inti
atau video yang belum jelas untuk ditanyakan pada guru

4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari materi yang


telah dicatat untuk acuan dalam mempraktekkan routing
dinamis

Mendesain Perencanaan Proyek


1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh penjelasan
yang mendetail dari guru dari tayangan video yang telah
diputar
2. Guru menjelaskan dari masing – masing pertranyaan
dari peserta didik agar peserta didik memahaminya
3. Guru mempraktekkan cara menghubungkan routing
di depan peserta didik
4. Peserta didik memperhatikan dan mencoba praktek
merakit komputer sendiri

Menyusun Jadwal
1. Peserta didik memahami penjelasan cara menghubungkan
routing dinamis dari guru
2. Guru membuat jadwal untuk mengetes peserta didik
dalam menghubungkan routing dinamis
3. Guru memberi tahukan jadwal menghubungkan routing
dinamis ke pada peserta didik
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau informasi
dari guru

Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek


1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk
maju menyimpulkan, menilai, menghu bungkan dan mem
bandingkan routing dinamis
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan
panggilan guru
3. Peserta didik menyimpulkan, menilai, menghu
bungkan dan mem bandingkan routing dinamis
4. Guru memperhatikan peserta didik dalam merakit
komputer dan mengarahkan jika ada peserta didik yang
belum tahu

Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman


1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh peserta didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik permasalahan
routing dinamis
3. Peserta didik mengamati penjelasan guru jika ada salah
dalam permasalahan routing dinamis
4. Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam
permasalahan routing dinamis
3 Penutup 1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk 15
menyimpulkan tentang permasalahan routing dinamis
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap
kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh
peserta didik secara individu untuk mengerjakannya.

4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan


Menit
latihan tentang permasalahan routing dinamis
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan pada peserta didik untuk mempelajari materi
berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin
doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
g. Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
h. Penilaian keterampilan : Praktek

URAIAN MATERI
Router Dinamis
Router dinamis adalah router yang me-rutekan jalur yang dibentuk secara otomatis oleh router itu
sendiri sesuai dengan konfigurasi yang dibuat. Jika ada perubahan topologi antar jaringan, router
otomatis akan membuat ruting yang baru.
Routing dinamis merupakan routing protocol digunakan untuk menemukan network serta untuk
melakukan update routing table pada router. Routing dinamis ini lebih mudah dari pada
menggunakan routing statis dan default, akan tetapi ada perbedaan dalam proses-proses di CPU
router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan.
Keuntungan dan Kerugian Router Dinamis
Keuntungan routing dinamis diantaranya :
 Hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya (kaki-kakinya).
 Tidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada.
 Bila terjadi penambahan suatu network baru tidak perlu semua router mengkonfigurasi.
Hanya router-router yang berkaitan.
Kerugian routing dinamis diantaranya:
 Beban kerja router lebih berat karena selalu memperbarui ip table pada setiap waktu
tertentu.
 Kecepatan pengenalan dan kelengkapan ip table terbilang lama karena router
membroadcast ke semua router sampai ada yang cocok sehingga setelah konfigurasi harus
menunggu beberapa saat agar setiap router mendapat semua alamat IP yang ada.
C. Macam – macam Protokol pada Routing Dinamis
Macam-macam protokol routing dinamis adalah :
1. RIP (Routing Information Protocol) – menggunakan algoritma distance vector
– Routing protokol distance vector
– Metric berdasarkan hop count untuk pemilihan jalur terbaik
– Jika hop count lebih dari 15, paket dibuang
– Update routing dilakukan secara broadcast setiap 30 detik
RIP merupakan routing information protokol yang memberikan routing table berdasarkan router
yang terhubung langsung, Kemudian router selanjutnya akan memberikan informasi router
selanjutnya yang terhubung langsung dengan itu. Adapun informasi yang dipertukarkan oleh RIP
yaitu : Host, network, subnet, rute default.
RIP terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. RIPv1 (RIP versi 1)
– Hanya mendukung routing classfull
– Tidak ada info subnet yang dimasukkan dalam perbaikan routing
– Tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
– Perbaikan routing broadcast
Routing Information protocol versi 1 mempunyai karakteristik:
1. Distance Vector Routing Protocol
2. Menggunakan metric yaitu hop count
3. Maximum hop count adalah 15. 16 dianggap sebagai unreachable
4. Mengirimkan update secara periodic setiap 30 sec
5. Mengirimkan update secara broadcast ke 255.255.255.255
6. Mendukung 4 path Load Balancing secara default maximumnya adalah 6
7. Menjalankan auto summary secara default
8. Paket update RIP yang dikirimkan bejenis UDP dengan nomor port 520
9. Bisa mengirimkan paket update RIP v.1 dan bisa menerima paket update RIP v.1 dan v.2
10. Berjenis classful routing protocol sehingga tidak menyertakan subject mask dalam paket
update.Akibatnya RIP v.1 11. tidak mendukung VLSM dan CIDR.
12. Mempunyai AD 120
 b. RIPv2 (RIP versi 2)
– mendukung routing classfull dan routing classless
– info subnet dimasukkan dalam perbaikan routing
– mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
– perbaikan routing multicast
Secara umum RIPv2 tidak jauh berbeda dengan RIPv1. Perbedaan yang ada terlihat pada
informasi yang ditukarkan antar router. Pada RIPv2 informasi yang dipertukarkan yaitu terdapat
autenfikasi pada RIPv2 ini.
Persamaan RIP v2 dengan RIP  v1 :
– Distance Vector Routing Protocol
– Metric berupa hop count
– Max hop count adalah 15
– Menggunakan port 520
– Menjalankan auto summary secara default
Perbedaan RIP v2 dengan RIP v.1 :
– Bersifat classless routing protocol, artinya menyertakan field SM dalam paket update yang
dikirimkan sehingga RIP v.2 mendukung VLSM & CIDR
– Mengirimkan paket update & menerima paket update versi 2
– Mengirimkan update ke alamat multicast yaitu 224.0.0.9
– Auto Summary dapat dimatikan
– Mendukung fungsi keamanan berupa authenticationyang dapat mencegah routing update
dikirim atauditerima dari sumber yang tidak dipercaya
2. IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) – menggunakan algoritma distance vector
– Protokol routing distance vector
– Menggunakan composite metric yang terdiri atas bandwidth, load, delay dan reliability
– Update routing dilakukan secara broadcast setiap 90 detik
Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) adalah sebuah routing protocol berpemilik yang
dikembangkan pada pertengahan tahun 1980-an oleh Cisco Systems, Inc Cisco tujuan utama
dalam menciptakan IGRP adalah untuk menyediakan protokol yang kuat untuk routing dalam
sistem otonomi (AS). IGRP memiliki hop maksimum 255, tetapi defaultnya adalah 100. IGRP
menggunakan bandwidth dan garis menunda secara default untuk menentukan rute terbaik dalam
sebuah internetwork (Composite Metrik).
Pada IGRP ini routing dilakukan secara matematik berdasarkan jarak. Untuk itu pada IGRP ini
sudah mempertimbangkan hal berikut sebelum mengambil keputusan jalur mana yang akan
ditempuh. Adapun hal yang harus diperhatikan: load, delay, bandwitdh, realibility.
3. OSPF (Open Short Path First) – menggunakan algoritma link-state
– Protokol routing link-state
– Merupakan open standard protokol routing yang dijelaskan di RFC 2328
– Menggunakan algoritma SPF untuk menghitung cost terendah
– Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan
OSPF adalah sebuah protocol standar terbuka yang telah dimplementasikan oleh sejumlah vendor
jaringan.  Jika Anda memiliki banyak  router, dan tidak semuanya adalah cisco, maka Anda tidak
dapat menggunakan EIGRP, jadi pilihan Anda tinggal RIP v1, RIP v2, atau OSPF. Jika itu adalah
jaringan besar, maka pilihan Anda satu-satunya hanya OSPF atau sesuatu yang disebut route
redistribution – sebuah layanan penerjemah antar – routing protocol.
OSPF bekerja dengan sebuah algoritma yang disebut algoritma Dijkstra. Pertama sebuah pohon
jalur terpendek (shortest path tree) akan dibangun, dan kemudian routing table akan diisi dengan
jalur-jalur terbaik yang dihasilkan dari pohon tersebut. OSPF hanya mendukung routing IP saja.
4. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) – menggunakan algoritma
advanced distance vector
– Menggunakan protokol routing enhanced distance vector
– Menggunakan cost load balancing yang tidak sama
– Menggunakan algoritma kombinasi antara distance vector dan link-state
– Menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untuk menghitung jalur terpendek
Distance vector protocol merawat satu set metric yang kompleks untuk jarak tempuh ke jaringan
lainnya. EIGRP menggabungkan juga konsep link state protocol. Broadcast-broadcast di-update
setiap 90 detik ke semua EIGRP router berdekatan. Setiap update hanya memasukkan perubahan
jaringan. EIGRP sangat cocok untuk jaringan besar.
Pada EIGRP ini terdapat dua tipe routing protokol yaitu dengan distance vektor dan dengan Link
state. IGRP dan EIGRP sama-sama sudah mempertimbangkan masalah bandwitdh yang ada dan
delay yang terjadi.
5. BGP (Border Gateway Protocol) – menggunakan algoritma distance vector
– Menggunakan routing protokol distance vector
– Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client
– Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system
BGP merupakan salah satu jenis routing protocol yang ada di dunia komunikasi data. Sebagai
sebuah routing protocol, BGP memiliki kemampuan melakukan pengumpulan rute, pertukaran
rute dan menentukan rute terbaik menuju ke sebuah lokasi dalam jaringan. Routing protocol juga
pasti dilengkapi dengan algoritma yang pintar dalam mencari jalan terbaik. Namun yang
membedakan BGP dengan routing protocol lain seperti misalnya OSPF dan IS-IS ialah, BGP
termasuk dalam kategori routing protocol jenis Exterior Gateway Protocol (EGP). BGP
merupakan distance vector exterior gateway protocol yang bekerja secara cerdas untuk merawat
path-path ke jaringan lainnya. Update – update dikirim melalui koneksi TCP.
D. Kelebihan dan kekurangan dari protokol Routing Dinamis:
1. Routing Information Protocol (RIP)
Kelebihan
RIP menggunakan metode Triggered Update. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router
harus kembali memberikan informasi routing. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara
timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh
perubahan tersebut (triggered update). Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan
memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
Kekurangan
Jumlah host Terbatas. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route. RIP tidak
mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM). Ketika pertama kali dijalankan hanya
mengetahuicara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal)  dan tidak mengetahui topologi
jaringan tempatnya berada.
2. Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
Kelebihan
support = 255 hop count
Kekurangan
Jumlah Host terbatas
3. Open Shortest Path First (OSPF)
Kelebihan
Tidak menghasilkan routing loop mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus dapat
menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat.
Kekurangan
Membutuhkan basis data yang besar. Lebih rumit
4. Enchanced Interior Gatway Routing Protocil (EIGRP)
Kelebihan
Melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop. Memerlukan lebih sediki tmemori
dan proses. Memerlukan fitur loop avoidance
Kekurangan
Hanya untuk Router Cisco
5. Exterior Gateway Protocol (EGP)
Kelebihan
Sangat sederhana dalam instalasi
Kekurangan
Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi

Latihan soal
1. Sebutkan macam – macam protokol pada routing dinamis!
2. Apakah kekurangan dari EGP?
3. Apa kelebihan EIGRP?
4. Apakah yang membedakan BGP dengan routing lainnya?
5. Apa yang Anda ketahui tentang route redistribution ?

Jawaban
1. RIP, IGRP, OSPF, EIGRP, BGP
2. Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi
3. Melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop. Memerlukan lebih sediki
tmemori dan proses. Memerlukan fitur loop avoidance
4. Yang membedakan BGP dengan routing protocol lain seperti misalnya OSPF dan IS-IS ialah,
BGP termasuk dalam kategori routing protocol jenis Exterior Gateway Protocol (EGP).
5. Sebuah layanan penerjemah antar – routing protocol.

Penskoran

No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100

Nilai = Betul x 20
Mengetahui Taliwang, 2021
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd Muhammad Husnu Zhonniy, S.Kom


NIP. 19680516 199103 1 010 NIP. 19891212 202012 1 007
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMKN 1 TALIWANG
Mata Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XI / 4 (Empat)
Tahun Pelajaran : 2021 / 2022
Alokasi Waktu : 24x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup
kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standard
kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir,
menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
dibawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3.7 Mengevaluasi permasalahan routing dinamis
4.7 Memperbaiki konfigurasi routing dinamis
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.7 Mengevaluasi permasalahan routing dinamis
3.7.1 menyimpulkan permasalahan routing dinamis
3.7.2 Memahami permasalahan routing dinamis
4.7 Memperbaiki konfigurasi routing dinamis
4.7.1 menguji konfigurasi routing dinamis
4.7.2 Mendemonstrasikan konfigurasi routing dinamis
Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyimpulkan permasalahan
routing dinamis dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menilai permasalahan
routing dinamis dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menguji konfigurasi routing
dinamis dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menilai konfigurasi routing
dinamis dengan tepat
D. Materi Pembelajaran
Permasalahan dan konfigurasi routing dinamis
E. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Problem Solving Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 - 4
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa
untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
15
1 Pendahuluan Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
Melakukan Pre test.
2 Kegiatan Inti Merumuskan Uraian Masalah

1. Guru meminta peserta didik untuk melihat materi tentang


permasalahan routing dinamis
2. Guru meminta peserta didik untuk membaca buku
panduan yang lainnya agar dapat mudah dipahami
3. Peserta didik dapat mengidentifikasi dan merumuskan
masalah dari materi yang disajikan oleh guru

Mengembangkan Kemungkinan Penyebab

1. Guru menugaskan peserta didik untuk mencari penyebab


permasalahan routing dinamis

2. Pesera didik berusaha untuk dapat menyimpulkan,


menilai, menguji permasalahan routing dinamis
3. Setelah peserta didik membaca buku panduan yang
lainnya peserta didik dapat menyimpulkan, menilai,
menguji permasalahan routing dinamis
4. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok yang
lainnya tentang
menyimpulkan, menilai, menguji permasalahan routing
dinamis
5. Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di depan kelas,
kelompok yang lainnya memberikan tanggapan

Mengetes Penyebab
1. Guru meminta peserta didik untuk mencari buku panduan
atau informasi tentang penyebab atau permasalahan
routing dinamis
2. Peserta didik mencoba menyimpulkan, menilai,
menguji permasalahan routing dinamis petunjuk dari guru
sebagai pembuktian pengujian hipotesis
Mengevaluasi
1. Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang
menyimpulkan, menilai, menguji permasalahan routing
dinamis
2. Guru menugaskan peserta didik untuk menyimpulkan,
menilai, menguji permasalahan routing dinamis
3. Peserta didik mengerjakan tugas dari guru untuk
menyimpulkan, menilai, menguji permasalahan routing
dinamis
4. Peserta didik yang lain menanggapi kesimpulan dari
peserta didik yang sedang maju untuk mempresentasikan
hasilnya
5. Peserta didik memperbaiki hasil presentasi berdasarkan
tanggapan dari temannya
3 Penutup 1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk 15
menyimpulkan tentang permasalahan dan konfigurasi Menit
routing dinamis
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap
kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh
peserta didik secara individu untuk mengerjakannya.

4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan


latihan tentang permasalahan dan konfigurasi routing
dinamis
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan pada peserta didik untuk mempelajari materi
berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin
doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
i. Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
j. Penilaian keterampilan : Praktek

URAIAN MATERI
Konfigurasi Routing Static dan Dinamis
Routing, adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke
jaringan lainnya melalui sebuah internetwork. Routing juga dapat merujuk kepada sebuah metode
penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat hinggap dari satu jaringan ke
jaringan selanjutnya. Untuk melakukan hal ini, digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang
disebut sebagai router. Router-router tersebut akan menerima paket-paket yang ditujukan ke
jaringan di luar jaringan yang pertama, dan akan meneruskan paket yang ia terima kepada router
lainnya hingga sampai kepada tujuannya.
Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di
setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling
sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer.  Menggunakan routing statik murni
dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam  forwarding  table  di  setiap router yang
berada di jaringan tersebut.
Penggunaan  routing  statik  dalam  sebuah  jaringan  yang  kecil  tentu  bukanlah suatu masalah, 
hanya  beberapa  entri  yang  perlu  diisikan  pada  forwarding table di setiap router. Namun Anda
tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi forwarding table di setiap router
yang  jumlahnya  tidak sedikit dalam  jaringan yang besar.
Dynamic Routing (Router Dinamis) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel
routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling
berhubungan antara router lainnya. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat
berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi satu dengan yang lain
dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung
keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir
dan mampu meneruskan data ke arah yang benar. Dengan kata lain, routing dinamik adalah
proses pengisian data routing di table routing secara otomatis.
Dynamic routing mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk
meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute
yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara
router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic
routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.
Perbedaan Static Routing dan Dynamic Routing
Pada dasarnya perbedaan antara routing statis dengan routing dinamis adalah cara mengenalkan
alamat networknya.
    1.    Routing dinamis pada prinsipnya hanya mengenalkan network yang berhubungan
dengan router yang bersangkutan (tanpa mengetahui subnet masknya). Sedangkan
Routing Statis harus mengenalkan setiap alamat pada setiap network yang ingin dituju,
jadi harus tahu semua alamat network yang ingin dituju. Semakin luas jaringannya,
maka table routenya pun semakin banyak dan lebih rumit dibandingkan dengan Routing
Dinamis.
2.    Routing Dinamis sangat cocok untuk topologi jaringan yang lingkupnya besar
(terhubung ke banyak network). Sedangkan routing statis cocok untuk topologi jaringan
yang simple. 
Kelebihan Routing Statis 
1.    Beban kerja router terbilang lebih ringan dibandingkan dengan routing dinamis. Karena
pada saat konfigurasi router hanya mengupdate sekali saja ip table yang ada.
    2.    Pengiriman paket data lebih cepat karena jalur atau rute sudah di ketahui terlebih dahulu.
     3.    Deteksi dan isolasi kesalahan pada topologi jaringan lebih mudah
Kekurangan Routing Statis  
Harus tahu semua alamat network yang akan dituju beserta subnet mask dan next hoopnya
(gateway nya)
Kelebihan Routing Dinamis 
      1.    Hanya mengenalkan alamat network yang terhubung langsung dengan routernya.
  2.   Tidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada.
3.    Bila terjadi penambahan suatu network baru tidak perlu semua router mengkonfigurasi.
Hanya router-router yang berkaitan. 
Kekurangan Routing Dinamis
1.    Beban kerja router lebih berat karena selalu memperbarui ip table pada tiap waktu tertentu.
2.    Kecepatan pengenalan network terbilang lama karena router membroadcast ke semua router
hingga ada yang cocok.
3.    Setelah konfigurasi harus menunggu beberapa saat agar setiap router mendapat semua
Alamat IP yang ada.
4.    Susah melacak permasalahan pada suatu topologi jaringan lingkup besar

Latihan soal
1. Bagaimanakah cara kerja router?
2. Apakah yang dimaksud routing statis?
3. Apakah yang Anda ketahui tentang routing dinamis?
4. Apakah perbedaan antara routing statis dengan routing dinamis?
5. Apakah kelebihan routing dinamis?

Jawaban
1. Router-router akan menerima paket-paket yang ditujukan ke jaringan di luar jaringan yang
pertama, dan akan meneruskan paket yang ia terima kepada router lainnya hingga sampai
kepada tujuannya.
2. Sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para
administrator jaringan.
3. Sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis, dengan
mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan antara router lainnya.
4. Routing dinamis pada prinsipnya hanya mengenalkan network yang berhubungan dengan
router yang bersangkutan (tanpa mengetahui subnet masknya). Sedangkan Routing Statis
harus mengenalkan setiap alamat pada setiap network yang ingin dituju, jadi harus tahu semua
alamat network yang ingin dituju. Semakin luas jaringannya, maka table routenya pun
semakin banyak dan lebih rumit dibandingkan dengan Routing Dinamis.
5. Hanya mengenalkan alamat network yang terhubung langsung dengan routernya.
  Tidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada.
Bila terjadi penambahan suatu network baru tidak perlu semua router mengkonfigurasi. Hanya
router-router yang berkaitan. 

Penskoran

No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100

Nilai = Betul x 20

Mengetahui Taliwang, 2021


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd Muhammad Husnu Zhonniy, S.Kom


NIP. 19680516 199103 1 010 NIP. 19891212 202012 1 007
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMKN 1 TALIWANG
Mata Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XI / 4 (Empat)
Tahun Pelajaran : 2021 / 2022
Alokasi Waktu : 24x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup
kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standard
kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir,
menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
dibawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3.8 Mengevaluasi firewall jaringan
4.8 Mengkonfigurasi firewall jaringan
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.8 Mengevaluasi firewall jaringan
3.8.1 Menyimpulkan firewall jaringan
3.8.2 Menerapkan firewall jaringan
4.8 Mengkonfigurasi firewall jaringan
4.8.1 Mendemonstrasikan firewall jaringan
4.8.2 menghubungkan firewall jaringan
Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyimpulkan firewall
jaringan dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menilai firewall
jaringan dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menghubungkan firewall
jaringan dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat membandingkan firewall
jaringan dengan tepat
D. Materi Pembelajaran
Firewall jaringan
E. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 - 4
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa
untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
15
1 Pendahuluan Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
Melakukan Pre test.

Penentuan Pertanyaan Mendasar

1. Guru meminta peserta didik untuk memperhatikan video


yang ada di layar komputer tentang firewall jaringan
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan
menyimak tayangan video tersebut
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang materi atau
2 Kegiatan Inti
video yang belum jelas untuk ditanyakan pada guru

4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari materi yang


telah dicatat untuk acuan dalam mempraktekkan firewall
jaringan

Mendesain Perencanaan Proyek


1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh penjelasan yang
mendetail dari guru dari tayangan video yang telah
diputar
2. Guru menjelaskan dari masing – masing pertranyaan dari
peserta didik agar peserta didik memahaminya
3. Guru mempraktekkan Mengkonfigurasi firewall
jaringan di depan peserta didik
4. Peserta didik memperhatikan dan mencoba praktek
Mengkonfigurasi firewall jaringan sendiri

Menyusun Jadwal
1. Peserta didik memahami penjelasan cara
Mengkonfigurasi firewall jaringan dari guru
2. Guru membuat jadwal untuk mengetes peserta didik
dalam Mengkonfigurasi firewall jaringan
3. Guru memberi tahukan jadwal Mengkonfigurasi firewall
jaringan ke pada peserta didik
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau informasi
dari guru

Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek


1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk maju
menyimpulkan, menilai, menghu bungkan dan mem
bandingkan firewall jaringan
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan panggilan
guru
3. Peserta didik menyimpulkan, menilai, menghu bungkan
dan mem bandingkan firewall jaringan
4. Guru memperhatikan peserta didik dalam merakit
komputer dan mengarahkan jika ada peserta didik yang
belum tahu

Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman


1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh peserta
didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik permasalahan
firewall jaringan
3. Peserta didik mengamati penjelasan guru jika ada salah
dalam permasalahan firewall jaringan
4. Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam
permasalahan firewall jaringan
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk
menyimpulkan tentang firewall jaringan
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap
kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh
peserta didik secara individu untuk mengerjakannya.
15
3 Penutup 4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan
Menit
latihan tentang firewall jaringan
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan pada peserta didik untuk mempelajari materi
berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin
doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
k. Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
l. Penilaian keterampilan : Praktek

URAIAN MATERI
Firewall adalah sistem keamanan jaringan komputer yang digunakan untuk melindungi komputer
dari beberapa jenis serangan dari komputer luar. Firewall merupakan suatu cara untuk
memastikan bahwa data pada komputer atau server Web yang terhubung tidak akan bisa diakses
siapa saja di Internet. Pihak lain yang mengakses informasi pribadi atau mengubah situs Web
anda akan di blokir oleh Firewall. yaitu seperangkat program yang saling terhubung, yang
beerada di server gateway jaringan, yang berfungsi untuk melindungi sumber daya dari jaringan
pribadi dari pengguna dari jaringan lain. Dengan intranet suatu perusahaan memungkinkan
pekerjanya mengakses ke Internet lebih luas menginstal firewall untuk mencegah orang luar
mengakses sumber daya pribadi untuk mengendalikan data.
Firewall, pada dasarnya bekerja sama dengan program router yang memeriksa setiap paket
jaringan supaya dapat menentukan apakah akan maju ke arah tujuannya. Firewall juga bekerja
dengan proxy server yang membuat permintaan jaringan atas nama pengguna workstation.
Komputer yang dirancang khusus terpisah dari sisa jaringan sering diinstal Firewall, sehingga
tidak ada permintaan yang masuk bisa langsung pada sumber daya jaringan pribadi.
Fungsi Firewall
 Mengontrol dan mengawasi arus paket data yang mengalir di jaringan.
 Firewall berfungsi juga dalam mengaturm memfilter dan mengontrol lalulintas data yang
diizinkan untuk mengakses jaringan privat yang dilindungi. Beberapa kriteria yang
dilakukan firewall apakah memperbolehkan paket data lewati atau tidak, antara lain :
o Alamat IP dari komputer sumber
o Port TCP/UDP sumber dari sumber.
o Alamat IP dari komputer tujuan.
o Port TCP/UDP tujuan data pada komputer tujuan
o Informasi dari header yang disimpan dalam paket data.
  Melakukan autentifikasi terhadap akses kejaringan.
 Applikasi firewall mampu memeriksa lebih dari sekedar header dari paket data.
Manfaat penggunaan Firewall
1. Menjaga informasi rahasia dan berharga yang menyelinap keluar tanpa sepengetahuan.
2. Sebagai filter yang digunakan untuk mencegah lalu lintas tertentu mengalir ke subnet
jaringan.
3. Memodifikasi paket data yang data di firewall, proses tersebut Network Address
Translation (NAT).
4. Sebagai Akurasi data seperti informasi keuangan, spesifikasi produk, harga produk dll.
Cara Kerja Firewall
1. Sistem firewall bekerja dengan cara menganalisis paket data yang keluar dan masuk ke
dalam lingkungan aman yang dilindungi oleh sistem firewall tersebut. Paket data yang
tidak lolos analisis akan ditolak untuk masuk ataupun keluar jaringan atau komputer yang
dilindungi.
2. Penyaring atau filter firewall akan bekerja melakukan pemeriksaan sumber dari paket data
yang masuk dengan kebijakan yang dibuat untuk mengontrol paket dari mana saja yang
boleh masuk. Sistem juga dapat melakukan pemblokiran pada jenis jaringan tertentu serta
melakukan pencatatan pada lalu lintas paket data yang mencurigakan.

Latihan soal
1. Apakah yang dimaksud firewall?
2. Apakah fungsi firewall?
3. Bagaimanakah cara kerja firewall?
4. Sebutkan manfaat penggunaan firewall!
5. Sebutkan criteria firewall dalam melewatiu paket data!

Jawaban
1. Sistem keamanan jaringan komputer yang digunakan untuk melindungi komputer dari
beberapa jenis serangan dari komputer luar
2. Untuk melindungi sumber daya dari jaringan pribadi dari pengguna dari jaringan lain
3. Sistem firewall bekerja dengan cara menganalisis paket data yang keluar dan masuk ke dalam
lingkungan aman yang dilindungi oleh sistem firewall tersebut. Paket data yang tidak lolos
analisis akan ditolak untuk masuk ataupun keluar jaringan atau komputer yang dilindungi.
Penyaring atau filter firewall akan bekerja melakukan pemeriksaan sumber dari paket data
yang masuk dengan kebijakan yang dibuat untuk mengontrol paket dari mana saja yang boleh
masuk. Sistem juga dapat melakukan pemblokiran pada jenis jaringan tertentu serta
melakukan pencatatan pada lalu lintas paket data yang mencurigakan
4. Menjaga informasi rahasia dan berharga yang menyelinap keluar tanpa sepengetahuan.
Sebagai filter yang digunakan untuk mencegah lalu lintas tertentu mengalir ke subnet jaringan.
Memodifikasi paket data yang data di firewall, proses tersebut Network Address Translation
(NAT).
Sebagai Akurasi data seperti informasi keuangan, spesifikasi produk, harga produk dll.
5. Alamat IP dari komputer sumber
Port TCP/UDP sumber dari sumber.
Alamat IP dari komputer tujuan.
Port TCP/UDP tujuan data pada komputer tujuan
Informasi dari header yang disimpan dalam paket data.

Penskoran

No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100
Nilai = Betul x 20

Mengetahui Taliwang, 2021


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd Muhammad Husnu Zhonniy, S.Kom


NIP. 19680516 199103 1 010 NIP. 19891212 202012 1 007
RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMKN 1 TALIWANG
Mata Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XI / 4 (Empat)
Tahun Pelajaran : 2021 / 2022
Alokasi Waktu : 24x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup
kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standard
kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir,
menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
dibawah pengawasan langsung..
Kompetensi Dasar
3.9 Menganalisis permasalahan firewall
4.9 Memperbaiki konfigurasi firewall
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.9 Menganalisis permasalahan firewall
3.9.1 Memahami permasalahan firewall
3.9.2 Menerapkan permasalahan firewall
4.9 Memperbaiki konfigurasi firewall
4.9.1 menguji konfigurasi firewall
4.9.2 Menyusun konfigurasi firewall
D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menghubungkan
permasalahan firewall dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat membagi permasalahan
firewall dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menguji konfigurasi firewall
dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menilai konfigurasi firewall
dengan tepat
E. Materi Pembelajaran
Permasalahan firewall
F. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Problem Solving Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 - 4
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa
untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
15
1 Pendahuluan Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
Melakukan Pre test.
2 Kegiatan Inti Merumuskan Uraian Masalah

1. Guru meminta peserta didik untuk melihat materi tentang


permasalahan firewall
2. Guru meminta peserta didik untuk membaca buku
panduan yang lainnya agar dapat mudah dipahami
3. Peserta didik dapat mengidentifikasi dan merumuskan
masalah dari materi yang disajikan oleh guru

Mengembangkan Kemungkinan Penyebab


1. Guru menugaskan peserta didik untuk mencari penyebab
permasalahan pada perangkat keras
2. Pesera didik berusaha untuk dapat menghu bungkan,
membagi, menguji dan menilai permasalahan dan
konfigurasi firewall
3. Setelah peserta didik membaca buku panduan yang
lainnya peserta didik dapat menghu bungkan, membagi,
menguji dan menilai permasalahan dan konfigurasi
firewall
4. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok yang
lainnya tentang
menghubungkan, membagi, menguji dan menilai
permasalahan dan konfigurasi firewall
5. Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di depan kelas,
kelompok yang lainnya memberikan tanggapan

Mengetes Penyebab
1. Guru meminta peserta didik untuk mencari buku
panduan atau informasi tentang penyebab atau
permasalahan dan konfigurasi firewall
2. Peserta didik mencoba menghubungkan, membagi,
menguji dan menilai permasalahan dan konfigurasi
firewall petunjuk dari guru sebagai pembuktian pengujian
hipotesis
Mengevaluasi
1. Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang
menghubungkan, membagi, menguji dan menilai
permasalahan dan konfigurasi firewall
2. Guru menugaskan peserta didik untuk menghubungkan,
membagi, menguji dan menilai permasalahan dan
konfigurasi firewall
3. Peserta didik mengerjakan tugas dari guru untuk
menghubungkan, membagi, menguji dan menilai
permasalahan dan konfigurasi firewall
4. Peserta didik yang lain menanggapi kesimpulan dari
peserta didik yang sedang maju untuk mempresentasikan
hasilnya
5. Peserta didik memperbaiki hasil presentasi berdasarkan
tanggapan dari temannya
3 Penutup 1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk 15
menyimpulkan tentang permasalahan dan konfigurasi Menit
firewall
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap
kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh
peserta didik secara individu untuk mengerjakannya.
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan mengerjakan
latihan tentang permasalahan dan konfigurasi firewall
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan pada peserta didik untuk mempelajari materi
berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin
doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
m. Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
n. Penilaian keterampilan : Praktek

URAIAN MATERI
Saat anda ingin mensetting firwall pada komputer anda tampil pesan Due to an unidentified
problem, Windows cannot display Windows Firewall settings, apa yang terjadi, menurut
informasi dari microsoft adalah sbb :
 Windows Firewall/Internet Connection Sharing (ICS) is not displayed in the Services list
in Control Panel.
 Windows Firewall/Internet Connection Sharing (ICS) is displayed in the Services list, but
you cannot start this service.
 anda menerima pesan galat “Due to an unidentified problem, Windows cannot display
Windows Firewall settings.” ketika anda mencoba mengakses setting windows firewall
Permasalahan:
Masalah ini disebabkan file SharedAccess.reg hilang atau rusak. sebuah File yang mewakili
SharedAccess.reg layanan Windows Firewall.
Penyelesaian:
Untuk mengatasi masalah ini, gunakan salah satu metode berikut

Metode 1:
Cari “Setup API InstallHinfSection” fungsi untuk menginstal Windows Firewall
Untuk menginstal windows firewall ikuti langkah-langkah ini
 klik start, klik run, ketik cmd, kemudian klik ok
 pada prompt perintah, ketik baris berikut
 Rundll32 setupapi,InstallHinfSection Ndi-Steelhead 132 %windir%\inf\netrass.inf
kemudian tekan ENTER
 Restart Windows,
 klik start, klik run, ketik cmd, kemudian klik ok
 pada prompt perintah, ketik baris berikut Netsh firewall reset kemudian tekan ENTER.
 klik start, klik run, ketik firewall.cpl dan kemudian tekan ENTER. Dalam kotak dialog
Windows Firewall, klik On (disarankan), dan kemudian klik OK.
Metode 2:
Karena untuk metode ke 2 ini sedikit bermain dengan regsitry, jadi saya sarankan anda untuk
memabaca lebih detail pada situs microsoft itu sendiri klik disini untuk mulai membaca.
Informasi tambahan:
Untuk memverifikasi bahwa Layanan Windows Firewall telah berjalan, ikuti langkah berikut
 klik start, klik run, ketik services.msc , kemudian klik ok
 Dalam daftar layanan, cari Windows Firewall / Internet Connection Sharing (ICS).
Perhatikan bahwa status layanan Started tandanya windows firewall sudah aktif.
Cara yang lain
 download file sharedaccess.reg
 setelah di download kemudian extract dulu,,
 double klik file sharedaccess.reg agar di merge dengan registry di windows
 kemudian restart komputer anda.
 setelah restart,
 pada run, ketik cmd
 muncul command console, ketik netsh firewall reset
 kemudian coba buka firewall,,
jika masih belum bisa
 pada run, jalankan command ini,
 rundll32 setupapi,InstallHinfSection Ndi-Steelhead 132 %windir%\inf\netrass.inf
 restart komputer
 setelah restart, pada run ketik  cmd /k netsh firewall reset
 coba buka kembali firewall anda,,
belum bisa lagi
 pada run ketik, netsh winsock reset
 kemudian restart
 cek windows firewall anda.
Cara Mengatasi Windows Firewall yang tidak bisa dibuka (error)
Permasalahan:
Masalah ini disebabkan oleh SharedAccess.reg hilang atau file rusak. sebuah File yang mewakili
SharedAccess.reg layanan Windows Firewall .
Penyelesaian:
Untuk mengatasi masalah ini, gunakan salah satu metode berikut
Download file sharedaccess.reg, setelah di download kemudian extract dulu,, double klik file
sharedaccess.reg agar di merge dengan registry di windows kemudian restart komputer anda.
Cara 1:
Panggil "Setup API InstallHinfSection" fungsi untuk menginstal Windows Firewall
Untuk menginstal windows firewall ikuti langkah-langkah ini
    * klik start, klik run, ketik cmd, kemudian klik ok
    * pada prompt perintah, ketik baris berikut :
Rundll32 setupapi,InstallHinfSection Ndi-Steelhead 132 %windir%\inf\netrass.inf kemudian
tekan ENTER
    * Restart Windows,
    * klik start, klik run, ketik cmd, kemudian klik ok
    * pada prompt perintah, ketik baris berikut Netsh firewall reset kemudian tekan ENTER.
      klik start, klik run, ketik firewall.cpl dan kemudian tekan ENTER. Dalam kotak dialog
Windows
Firewall, klik On (disarankan), dan kemudian klik OK.

Cara 2:
Karena untuk metode ke 2 ini sedikit bermain dengan regsitry, jadi saya sarankan anda untuk
memabaca
lebih detail pada situs microsoft itu sendiri klik disini untuk mulai membaca.
informasi tambahan:
Untuk memverifikasi bahwa Layanan Windows Firewall telah berjalan, ikuti langkah berikut
    * klik start, klik run, ketik services.msc , kemudian klik ok
    * Dalam daftar layanan, cari Windows Firewall / Internet Connection Sharing (ICS).
Perhatikan
bahwa status layanan Started tandanya windows firewall sudah aktif.
Jika masih belum bisa, ya berarti windows anda perlu di install ulang lagi

Latihan soal
1. Bagaimanakah cara menyelesaaikan permasalahan file shared access.reg hilang atau rusak?
2. Bagaimanakah cara memverifikasi firewall sudah berjalan?
3. Bagaimana cara mengatasi SharedAccess.reg hilang atau file rusak?
4. Bagaimanakah cara memverifikasi bahwa Layanan Windows Firewall telah berjalan?
5. Apakah yang harus diloakukan apabila sudah memverifikasi windows firewall tetapi tetap
tidak berjalan?

Jawaban
1. Klik start, klik run, ketik cmd, kemudian klik ok
pada prompt perintah, ketik baris berikut
Rundll32 setupapi,InstallHinfSection Ndi-Steelhead 132 %windir%\inf\netrass.inf kemudian
tekan ENTER
Restart Windows,
klik start, klik run, ketik cmd, kemudian klik ok
pada prompt perintah, ketik baris berikut Netsh firewall reset kemudian tekan ENTER.
klik start, klik run, ketik firewall.cpl dan kemudian tekan ENTER. Dalam kotak dialog
Windows Firewall, klik On (disarankan), dan kemudian klik OK.
2. Klik start, klik run, ketik services.msc , kemudian klik ok
Dalam daftar layanan, cari Windows Firewall / Internet Connection Sharing (ICS). Perhatikan
bahwa status layanan Started tandanya windows firewall sudah aktif.
3. Download file sharedaccess.reg, setelah di download kemudian extract dulu,, double klik file
sharedaccess.reg agar di merge dengan registry di windows kemudian restart komputer anda.
4.  Klik start, klik run, ketik services.msc , kemudian klik ok
 Dalam daftar layanan, cari Windows Firewall / Internet Connection Sharing (ICS). Perhatikan

bahwa status layanan Started tandanya windows firewall sudah aktif


5. Windows anda perlu di install ulang lagi

Penskoran

No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100

Nilai = Betul x 20

Mengetahui Taliwang, 2021


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd Muhammad Husnu Zhonniy, S.Kom


NIP. 19680516 199103 1 010 NIP. 19891212 202012 1 007