Anda di halaman 1dari 4

Nama : Fidya Ngadi

Kelas : XII Mipa 3

TUGAS 1 SEJARAH
1. Sejak Juni 1948 para tokoh PKI mengerahkan massa untuk melancarkan aksi
sepihak di daerah Surakarta, Kediri, dan Purwodadi. Tokoh-tokoh tersebut
mengarahkan agar massa PKI ....
a.menduduki kantor pemerintahan
b. menculik lawan-lawan politik PKI
c. melucuti persenjatan anggota militer
d. mengambil alih tempat-tempat strategismerebut tanah-tanah milik
bangsawan
e. merebut tanah-tanah pemilik bangsawan

2. Pemberontakan PKI di madiun 1948 berkaitan erat dengan kebijakan


rekontruksi dan rasionalisasi angkatan perang (RERA). Indikator yang
mendukung pernyataan tersebut adalah

a. TNI tidak berhasil menyatukan unsur KNIL kedalam tubuh APRIS


sebagai unsur keamanan RIS
b. Kabinet Hatta melakukan pengurangan terhadap TNI yang di anggap
menjadi beban anggaran negara
c. Amir syarifudin menghimpun anggota tentara yang tersingkir untuk
melakukan pemberontakan
d. Rera akan bermetamorfosis menjadi FDR yang kelak akan melakukan
Pemberontakan di madiun
e. Rera dipimpin oleh muso dan alimin

3. Latihan-latihan kemiliteran kader-kader PKI di daerah Lubang Buaya adalah


sebagai persiapan untuk...A. Merebut kekuasaan Pemerintah
B. Mengepung bandara Halim Perdana Kususma
C. Merebut RRI dan PN Telekomunikasi
D. Mengamankan daerah Lubang Buaya
E. Mengoordinasikan kegiatan di Lubang Buaya
4. Gerakan yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 menimbulkan
perubahan besar pada keberlangsungan Negara Indonesia. Salah satu
dampak yang timbul dari gerakan tersebut adalah ….

A. Pergantian sistem demokrasi terpimpin menjadi demokrasi parlementer

B. Dijalankannya program Reorganisasi dan Rasionalisasi

C. Munculnya supersemar

D. Munculnya trikora dari masyarakat

E. Pembubaran negara federal RIS

5. C. Komunisme menginginkan bentuk negara komunis

1. Jelaskan latar belakang setiap peristiwa,tempat kejadian,pemimpin


pemberontakan dn bagaimana upaya pemerintah mengatasi setiap
pemberontakan

jawab :Pemberontakan PKI di Madiun tidak bisa lepas dari jatuhnya


kabinet Amir Syarifuddin pada 1948.

Pada saat itu, Amir Syarifuddin menandatangani Perjanjian Renville yang


ternyata hasil perundingan tersebut sangat merugikan Indonesia.

Dalam buku Lubang-Lubang Pembantaian: Petualangan PKI di Madiun


(1990) karya Maksum, berikut latar belakang pemberontakan PKI di
Madiun:
Perjanjian Renville

Salah satu hal yang paling utama terjadinya pemberontakan di madiun karena
Perjanjian Renville. Di mana dalam perjanjian tersebut Indonesia sangat
dirugikan.Belanda dianggap menjadi pihak yang paling diuntungkan dan pihak
Kabinet Amir menjadi jatuh. Banyak sekali rakyat dan pemerintah yang
menyalahkan Amir karena pada saat itu dia yang menjadi perwakilan
Indonesia.Dengan kemunduran Amir, Presiden Sukarno menyuruh Wakil
Presiden Mohammad Hatta untuk kembali menyusun kabinet baru. Saat itu
Kabinet Hatta tersusun tanpa keikutsertaan golongan sosialis maupun
golongan kiri.

Pembentukan FDR

Saat itu Amir turun dari kebinetnya dan diganti oleh Kabinet Hatta. Merasa
kecewa, Amir dan kabinetnya membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) pada
28 Juni 1948.Saat itu, Amir menjadi bagian dari partai oposisi di kabinet
susunan Hatta. FDR merupakan golongan yang menyatukan komunis dan
golongan sosialis kiri.Partai Komunis Indonesia (PKI) berasal dari satu kekuatan
Front Demokrasi Rakyat. PKI adalah partai yang memperjuangkan visi dan
misinya untuk mendirikan negara sosialistis di Indoensia sesuai dengan apa
yang tertera dalam anggaran dasar partai.

Pembentukan FDR tidak hanya terdiri dari sekelompok masyarakat yang


tergabung, melainkan juga melibakan partai lainnya, seperti:

 Partai Sosialis Indonesia


 Partai Komunis Indonesia
 Pemudia Sosialis Indonesia
 Partai Buruh Indonesia
 Sarekat Buruh Perkebunan Republik Indonesia

Beberapa partai yang tergabung dalam FDR memperkuat aksi yang dilakukan
oleh Amir Syarifuddin dan kelompoknya untuk merebut kekuasaan kabinet
pada sistem pemerintahan yang sedang berjalan pada waktu itu.
Muncul doktrin baru

Muso dan Amir mendeklarasikan pimpinan dibawah mereka. Muso dan Amir
menggoyahkan kepercayaan masyarakat dengan menghasut dan membuat
semua golongan menjadi bermusuhan dan mencurigai satu sama lainMenolak
Rasionalisasi Kabinet Hatta Kabinet Hatta melakukan rasionalisasi dan
reorganisasi dalam upaya peperangan yang berisi: