33
dan kedudukan litologi dan bentuk morfologi mengakibatkan terbentuknya pola
penyebaran litologi di permukaan atau disebut pola singkapan.
Pola singkapan adalah perpotongan antara bidang litologi dan bidang permukaan
bumi. Faktor yang mempengaruhi luas dan bentuk pola singkapan suatu lapisan batuan
: Ketebalan lapisan (ketebalan suatu lapisan menentukan luas sebaran pola
singkapannya); Kemiringan lapisan (kemiringan lapisan yang berbeda akan
menunjukkan pola singkapan berbeda pula meskipun slope dan ketebalan lapisannya
sama); Bentuk morfologi (morfologi yang berbeda akan memberikan pola singkapan
yang berbeda meskipun dalam lapisan dengan tebal dan dip yang sama, dikenal dengan
hukum V); Bentuk struktur lipatan (Struktur lipatan akan membentuk pola singkapan
yang khas. Untuk lipatan yang menunjam yang terdiri dari sinklin dan antiklin, akan
membentuk pola zig-zag, biasanya menunjukkan ekspresi topografi punggungan).
Hukum “V”
Hukum ini menyatakan hubungan antara lapisan yang mempunyai kemiringan
dengan relief topografi yang menghasilkan pola singkapan. Hukum tersebut sebagai
berikut.
a. Lapisan horizontal akan membentuk pola singkapan yang mengikuti pola garis
kontur.
b. Lapisan dengan dip berlawanan arah dengan slope akan membentuk pola singkapan
berbentuk huruf ‘V” yang memotong limbah dimana pola singkapannya
berlawanan dengan arah kemiringan lembah.
c. Lapisan tegak akan membentuk pola singkapan berupa garis lurus dimana pola
singkapan ini tidak dipengaruhi oleh keadaan topografi.
34
d. Lapisan dengan dip searah dengan arah slope dimana dip lapisan lebih besar
daripada slope, akan membentuk pola singkapan dengan huruf “V” mengarah sama
(searah) dengan arah slope.
e. Lapisan dengan dip searah dengan slope dan besarnya dip sama dengan slope maka
pola singkapannya terpisah oleh lembah.
f. Lapisan dengan dip yang searah dengan slope, dimana besar dip lebih kecil dari
slope, maka pola singkapannya akan membentuk huruf “V’ yang berlawanan
dengan arah slope.
Contoh Soal
Pada pemetaan geologi daerah “SAMAN” diperoleh data-data bahwa di lokasi A
tersingkap kontak antara batupasir dan batulanau. Setelah dilakukan pengukuran
didapatkan kedudukan N 90o E/20o. Data tersebut terplotkan dalam peta. Yang menjadi
permasalahan adalah bagaimana membuat pola singkapan (peta geologi) daerah
tersebut dan bagaimana stratigrafinya.
Tahap pengerjaan:
1. Membuat kemiringan bidang lapisan sebesar 20o diukur dari folding line (garis OB)
2. Membuat kontur struktur di bawahnya dengan interval yang disesuaikan dengan
skala peta dengan rumus:
3. Memberi tanda titik pada setiap perpotongan antara kontur struktur dengan garis
kontur yang mempunyai ketinggian sama.
4. Menghubungkan titik-titik potong yang sudah ditandai tersebut secara berurutan.
LAMPIRAN
1. Perhitungan skala dan KS
2. Kalkir Peta Satuan Batuan
3. Peta Dasar
35