Anda di halaman 1dari 34

UPAYA GURU PPKn MEMBANGUN KESADARAN HUKUM DALAM

ETIKA BERLALU LINTAS BAGI SISWA SMA NEGERI 2 MAJENE

KECAMATAN BANGGAE TIMUR KABUPATEN MAJENE

NUR ARIFAH

NIM 1961040022

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA

DAN KEWARGANEGARAAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2022/202
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah proses belajar pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan

yang dilakukan oleh seseorang dari satu generasi ke generasi lainnya. Proses

pembelajaran ini melalui pendidikan, pelatihan, dan penelitian. Pendidikan juga

dapat meningkatkan kecerdasan, akhlak mulia, budi pekerti, dan keterampilan

yang berguna baik bagi diri sendiri maupun masyarakat umum. Tujuan

pendidikan menurut UU No. 2 Tahun 1985 adalah mencerdaskan kehidupan

bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berilmu, sehat jasmani dan rohani, berakhlak mulia, mandiri,

berkepribadian tangguh, dan bertanggung jawab terhadap bangsa.1

Pendidikan lalu lintas merupakan upaya sadar untuk meningkatkan

kesadaran tertib berlalu lintas, agar peserta didik mampu mengendalikan atau

mengurangi kejadian kecelakaan lalu lintas. Jadi, pendidikan lalu lintas dapat

diartikan sebagai melaksanakan serangkaian upaya secara terprogram dan

sistematis untuk melahirkan generasi yang memiliki etika dan budaya tertib

berlalu lintas. Pendidikan Lalu Lintas menitikberatkan pada penanaman

pengetahuan tentang tata tertib berlalu lintas (transfer of knowledge) dan

1
Niko Ramadhani: Pentingnya memahami fungsi dan tujuan dari pendidikan[Berita Bisnis
Akseleran, Senin, 21 jan,2021], tersedia di situs: https://www.akseleran.co.id/blog/pendidikan-
adalah/,diakses pada tanggal 21 januari 2021.

1
2

penanaman nilai-nilai (transform of values) etika dan budaya tertib berlalu

lintas serta membangun perilaku pada generasi muda.

Pendidikan Etika Lalu Lintas adalah penanaman budaya tertib berlalu

lintas yang diawali dengan pembiasaan pada satuan pendidikan. Pengertian lalu

lintas, menurut Djajoesman (1976:50) bahwa secara harfiah lalu lintas diartikan

sebagai pergerakan (maju mundur) orang atau barang dari suatu tempat ke tempat

lain dengan menggunakan jalan umum. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009

tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Indonesia adalah negara hukum, dalam

penyelenggaraan pemerintahan dan dalam kehidupan masyarakat diatur dengan

undang-undang. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang

Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.2

Secara konseptual dapat dikemukakan bahwa PPKn adalah

penyelenggaraan disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora dengan penekanan pada

pengetahuan dan keterampilan dasar tentang hubungan antara warga negara

dengan warga negara dan negara yang didasarkan pada iman dan taqwa kepada

Tuhan Yang Maha Esa, nilai-nilai luhur dan moral budaya bangsa, memiliki rasa

nasionalisme (nasionalisme) yang kuat dengan menunjukkan keragaman agama,

sosial budaya, bahasa dan suku serta memiliki jiwa demokrasi yang diharapkan

dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah nama salah satu mata

pelajaran yang menjadi muatan wajib dalam kurikulum Pendidikan Dasar dan

Menengah (Pasal 37 Ayat 1 UU SPN). Selanjutnya, dalam Lampiran Peraturan

2
Anshar Hidayah, S.Pd., M.Pd, Februari 2017, Ensklopedia Traffic signs ( Solusi Cerdas
Memperkenalkan Road Safety Culture Pada Anak Sekolah), Jurnal Penelitian Dan Penalaran,
Nomor 1/Volume 4, Hal. 697.
3

Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi

ditegaskan bahwa PPKn mencakup ruang lingkup golongan mata pelajaran

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, kepribadian, dimaksudkan untuk

meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik tentang status, hak dan

kewajibannya. Kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan

bernegara, serta meningkatkan kualitas sebagai manusia. Selain itu, perlu juga

ditanamkan kesadaran nasionalisme, semangat patriotisme dan bela negara,

penghormatan terhadap hak asasi manusia, pluralisme bangsa, pelestarian

lingkungan, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada

hukum, ketaatan membayar pajak, dan lewat sikap dan perilaku. menyeberang.

Pendidikan lalu lintas termasuk sebagai salah satu mata pelajaran

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) untuk menanamkan dan

memberikan pemahaman tentang pentingnya keselamatan diri sendiri dan orang

lain melalui budaya, nilai, norma, moral dan etika berlalu lintas sejak dini. Karena

dengan mempelajari pendidikan berlalu lintas, agar dapat mengurangi angka

kecelakaan dan lebih menjamin keselamatan dalam berkendara. Beberapa

kecelakaan lalu lintas melibatkan dan menimbulkan korban di kalangan pelajar.

Oleh karena itu, memahami keselamatan berlalu lintas sejak dini dapat membuat

siswa lebih berhati-hati saat berkendara. “Termasuk anak SD, SMP, dan SMA

yang tidak boleh membawa kendaraan atau (belum cukup umur untuk

mengajukan SIM) yang diatur dalam undang-undang. Oleh karena itu, untuk

membangun pemahaman secara bertahap, tidak cukup ilmu lalu lintas diajarkan

dalam bentuk ekstrakurikuler, tetapi harus lebih mendasar melalui pendidikan

intrakurikuler dan diperkenalkan melalui mata pelajaran tertentu, strategi integrasi


4

dilakukan melalui kajian Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)

yang memuat etika dan disiplin. Salah satu SK dan KD yang memuat dua hal

tersebut adalah mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

(PPKn).3

Namun berbagai aturan telah dikeluarkan untuk membuat situasi lalu lintas

kondusif, ternyata masih banyak pelanggaran lalu lintas yang tidak mengindahkan

aturan yang telah ditetapkan dan tidak memahami etika berlalu lintas. Sehingga

terjadinya pelanggaran di kalangan remaja yang terkesan meremehkan hukum.

Misalnya, ketika seorang remaja mengendarai sepeda motor di jalan. Mereka

mengendarai sepeda motor tanpa memperhatikan aturan, seperti tidak memakai

helm pengaman, tidak membawa SIM, STNK, naik tiga arah, kaca spion tidak

lengkap, mengemudi ugal-ugalan, dan sejenisnya.

Akibat dari pelanggaran tersebut sering terjadi kecelakaan, dan sangat

mengenaskan kejadian tersebut dialami oleh generasi muda khususnya pelajar.

Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) telah

mengeluarkan 1,77 juta bukti pelanggaran lalu lintas (tilang) tahun 2021. Dari

jumlah itu, 793.821 tilang atau 44,89% merupakan pelanggaran ringan. Sebanyak

746.153 tilang atau 42,22% merupakan pelanggaran berat. Kemudian, 227.819

tilang atau 12,89% merupakan pelanggaran sedang. Jumlah data tindakan tersebut

masih berupa tampilan permukaan dari jumlah pelanggaran lalu lintas yang

sebenarnya terjadi di jalan, sehingga diperlukan langkah lebih lanjut untuk

meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berlalu lintas yang aman

3
Ine Kusuma Aryani, Februari 2019, Integrasi Pendidikan Lalu Lintas di Sekolah, Jurnal Tunjuk
Ajar, Nomor 1/Volume 2. Hal. 42-43.
5

Perilaku ini banyak menimbulkan kecelakaan lalu lintas, oleh karena itu

selain dari keluarga, peran lembaga pendidikan formal seperti sekolah sangat

dibutuhkan. Sehingga perlu adanya upaya guru untuk meningkatkan kesadaran

hukum bagi peserta didik, karena sebagai pendidik peran guru tidak hanya

berpacu atau bertujuan untuk menyelesaikan kurikulum belajar mengajar tetapi

juga harus mampu memberikan pendidikan karakter kepada peserta didik agar

memahami lalu lintas. Karena dengan pendidikan karakter terhadap peserta didik

dapat dipastikan perkembangan kepribadian peserta didik akan baik. Sekolah juga

diharapkan memberikan pendidikan tentang hukum. Caranya, sekolah dapat

bekerja sama dengan lembaga pembinaan hukum setempat untuk

menyelenggarakan penyuluhan hukum yang ditunjukkan oleh siswa sekolah.4

Sebagian besar siswa belum memahami etika berlalu lintas, tentang

berkendara di jalan raya yang mampu menunjang keselamatan dan kenyamanan

berkendara di jalan raya. Dan siswa adalah generasi penerus bangsa. Oleh karena

itu, pendidikan tentang menaati peraturan lalu lintas di sekolah memiliki peran

yang sangat penting untuk diterapkan terutama di lingkungan peneliti sendiri yaitu

di Majene Sulawesi Barat. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik

untuk mengkaji judul "UPAYA GURU PPKn MEMBANGUN KESADARAN

HUKUM DALAM ETIKA BERLALU LINTAS BAGI SISWA SMA

NEGERI 2 MAJENE KECAMATAN BANGGAE TIMUR KABUPATEN

MAJENE"

4
Daryanto, Kesadaran Hukum Untuk Remaja, Semarang: PT Mutiara Aksara, 2019, Hal. 7.
6

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas mengenai upaya guru PPKn membangun

kesadaran hukum dalam etika berlalu lintas bagi siswa SMA Negeri 2 Majene

Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene, maka rumusan masalahnya adalah

sebagai berikut :

1. Apa faktor yang melatarbelakangi siswa dalam melakukan pelanggaran

lalu lintas?

2. Apa upaya guru PPKn dalam membangun kesadaran hukum berlalu lintas

pada siswa?

C. Tujuan Masalah

Untuk mengetahui upaya guru PPKn membangun kesadaran hukum dalam

etika berlalu lintas bagi siswa SMA Negeri 2 Majene Kecamatan Banggae Timur

Kabupaten Majene. Tujuan tersebut diuraikan sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui apa faktor yang melatarbelakangi siswa dalam

melakukan pelanggaran lalu lintas

2. Untuk mengetahui upaya guru PPKn dalam membangun kesadaran hukum

berlalu lintas pada siswa

D. Manfaat Penelitian

Beberapa manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
7

1. Manfaat teoritis

Bagi penulis diharapkan mampu menambah wawasan penulis mengenai

wacana nilai pendidikan khususnya PPKn, yang selanjutnya akan dijadikan

sebagai acuan dalam bersikap dan berperilaku serta dapat mengaplikasikan ilmu

yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Makassar.

2. Manfaat praktis

Diharapkan sebagai masukan yang membangun guna meningkatkan

kualitas lembaga pendidikan yang ada, termasuk para pendidik yang ada di

dalamnya, dan penentu kebijakan dalam lembaga pendidikan, serta pemerintah

secara umum.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

A. Tinjauan Pustaka

1. Pengertian Guru

Guru adalah orang yang memberikan ilmu kepada siswa

untuk belajar agar anak dapat mengetahui apa yang tidak diketahui.

Guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang

melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu, tidak harus di

lembaga pendidikan formal tetapi juga di masjid, mushola, di

rumah, dan sebagainya.5

Guru merupakan bagian dari tenaga kependidikan

sebagaimana yang diatur dalam undang-undang nomor 20 Tahun

2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dimana dalam Pasal (1)

angka 6 menyebutkan:

“…Pendidik adalah tenaga kependidikan yang

berkualifikasi sebagai guru dosen, konselor, pamong belajar,

widyaiswara, tutor, instruktor, fasilitator, dan sebutan lain yang

sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam

menyelenggarakan pendidikan."

Sementara pengertian guru menurut Undang Undang No 14

Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dalam Pasal (1)

menyebutkan:

5
Syaiful Bahri Djaramah, Guru dan Anak Didik (Dalam Interaksi Edukatif), Jakarta: PT. Rineka
Cipta, 2010, Hal. 31.

8
9

“…Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama

mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai,

dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini

jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan

menengah.”6

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008

tentang Guru, bahwa sebutan guru mencakup:

1) Guru itu sendiri, baik guru kelas, guru bidang studi,

maupun guru bimbingan dan konseling, atau guru

bimbingan karier.

2) Guru dengan tugas tambahan sebagai kepala

sekolah/madarasah.

3) Guru dalam jabatan pengawas.7

Guru merupakan salah satu komponen terpenting dalam

pendidikan, dimana guru memegang peranan yang sangat vital

dalam penyelenggaraan pendidikan formal khususnya. Demi

terselenggaranya pendidikan yang baik, guru sebagai bagian

darinya dituntut memiliki kualifikasi sesuai dengan standar yang

ditetapkan pemerintah dan menguasai kompetensi pedagogik,

profesional, kepribadian dan sosial diatur dalam Permendiknas

Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan

6
UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
7
Dr. Shilpy A. Octavia, M.Pd, Etika Profesi Guru, Yogyakarta: PT Deepublish, Juli 2020, Hal.
12.
10

Kompetensi Guru. Selain tuntutan tersebut, guru selanjutnya

berkewajiban untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai

pelaksana pendidikan.8

2. Pengertian Hukum

Hukum adalah semua aturan tingkah laku atau aturan, baik

tertulis maupun tidak tertulis, yang mengatur hubungan dan

menciptakan ketertiban dalam masyarakat. Pengertian hukum

secara luas adalah suatu pengaturan rasional yang dibuat oleh suatu

kekuasaan yang sah, yang memaksa setiap orang untuk bertindak

guna mencapai tujuan sendiri maupun tujuan bersama.

Berdasarkan pengertian hukum di atas, maka memuat hal-

hal sebagai berikut:

a. Hukum adalah pedoman hidup

b. Hukum mengatur ketertiban dalam kehidupan

bermasyarakat

c. Hukum bersifat memaksa

d. Hukum berisi perintah dan larangan.9

Kamus Besar Bahasa Indonesia telah memberikan definisi

tersendiri tentang arti kata hukum, hukum adalah peraturan atau

kebiasaan yang dianggap mengikat secara resmi, yang ditegaskan

oleh penguasa atau pemerintah. Pengertian hukum lainnya juga

8
Mmalikibrohim, Tugas dan Fungsi Guru Menurut Peraturan Perundang-Undangan, 27 Maret
2016, tersedia di situs: https://www.mmalikibrohim.com/2016/03/tugas-dan-fungsi-guru-menurut-
peraturan.html, diakses pada hari minggu tanggal 27 Maret 2016.
9
Sri Kartini, Kesadaran Hukum, Semarang: PT Alprin, 2019, Hal. 3.
11

adalah undang-undang, peraturan dan sebagainya untuk mengatur

kehidupan sosial masyarakat.10

Hukum adalah peraturan berupa norma dan sanksi yang

dibuat dengan tujuan untuk mengatur tingkah laku manusia,

memelihara ketertiban, keadilan, mencegah terjadinya kekacauan.

Hukum memiliki kewajiban untuk menjamin adanya kepastian

hukum dalam masyarakat. Oleh karena itu, setiap masyarakat

berhak memperoleh pembelaan di depan hukum. Hukum dapat

diartikan sebagai suatu aturan atau ketentuan/ketentuan tertulis

maupun tidak tertulis untuk mengatur kehidupan masyarakat dan

memberikan sanksi bagi orang yang melanggar hukum.

Hukum dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1) Hukum berdasarkan bentuknya adalah hukum

tertulis dan hukum tidak tertulis.

2) Hukum berdasarkan wilayah penerapannya adalah

hukum lokal, hukum nasional dan hukum

internasional.

3) Hukum berdasarkan fungsinya adalah hukum

materiil dan hukum formil.

4) Hukum berdasarkan waktu adalah ius constitutum,

ius constituendum, lex naturalis/hukum alam.

5) Hukum berdasarkan isinya adalah hukum publik,

hukum temporal dan hukum privat. Hukum publik


10
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pengertian Hukum
12

sendiri terbagi menjadi hukum tata negara, hukum

tata usaha negara, hukum pidana dan hukum acara.

Sedangkan hukum privat dibagi menjadi hukum

pribadi, hukum keluarga, hukum harta benda, dan

hukum waris.

6) Hukum yang didasarkan pada individu adalah

hukum satu golongan, hukum semua golongan dan

hukum antar golongan.

7) Hukum berdasarkan bentuknya adalah hukum

objektif dan hukum subjektif.

8) Hukum menurut sifatnya adalah hukum yang

memaksa dan hukum yang mengatur.11

3. Kesadaran Hukum

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kesadaran hukum

adalah kesadaran seseorang akan nilai-nilai yang terdapat dalam

diri manusia mengenai hukum yang ada. Kesadaran hukum juga

merupakan pengetahuan tentang perilaku-perilaku tertentu yang

telah diatur oleh undang-undang sehingga masyarakat akan

cenderung lebih mematuhi aturan-aturan dalam undang-undang

sehingga terhindar dari bentuk-bentuk penyimpangan sosial.

Selanjutnya kesadaran hukum ini sangat dibutuhkan oleh negara

untuk mewujudkan negara yang adil dan makmur. 12

11
Prof. Dr. Donald Albert Rumokoy, S.H.,M.H. dan Frans Maramis, S,H.,M,H, Pengantar Ilmu
Hukum, Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2018, Hal. 79.
12
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pengertian Kesadaran Hukum
13

Kesadaran hukum sebenarnya adalah kesadaran akan hak

dan kewajiban individu, kesadaran akan tanggung jawab sebagai

individu, dan sebagai anggota masyarakat. Namun perlahan kini

kesadaran hukum masyarakat mulai memudar, banyak terjadi

pelanggaran hukum baik dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi

terjadi di masyarakat. Menurunnya kesadaran hukum bangsa ini

menyentuh seluruh elemen dari semua lapisan masyarakat, dari

hilir hingga hulu alias dari rakyat jelata hingga penguasa, dari

terpelajar hingga putus sekolah.

Namun kesadaran hukum memang betul-betul belum

tertanam dalam hati para remaja. Ada beberapa faktor yang

mempengaruhi remaja melakukan pelanggaran hukum, diantaranya

sebagai berikut:

1) Kurangnya penanaman kesadaran hukum sejak usia

dini.

2) Pergaulan yang keliru sehingga menyebabkan

kurang adanya penanaman aturan dalam diri sendiri.

3) Lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan

perkembangan remaja yang minim akan penerapan

hukum.

4) Masih adanya toleransi oleh para aparat penegak

hukum disebabkan adanya hubungan kekerebatan,

keluarga, pertemanan, dan sebagainya.


14

Namun berbagai bentuk penyimpangan yang dilakukan

oleh remaja juga dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Jika

lingkungan sosialnya baik, anak cenderung tidak berperilaku

buruk. Sebaliknya, jika lingkungan sosialnya tidak baik, besar

kemungkinan perilaku anak menyimpang dari hal-hal yang baik.

Lingkungan sosial dapat membentuk sikap, mentalitas, dan

pemikiran anak13

Kesadaran hukum artinya hukum merupakan peraturan

yang berfungsi untuk melindungi kepentingan rakyat. Kepentingan

setiap orang berbeda. Adanya perbedaan kepentingan

memungkinkan terjadinya perselisihan atau konflik. Kesadaran

hukum juga merupakan kesadaran akan kewajiban hukum kita

kepada orang lain. Di sini, ketika mengklaim hak atas hukum,

dibatasi oleh hak orang lain atas hukum itu. Dengan kata lain,

seseorang akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan atau

tidak dilakukan melawan hukum. Seseorang juga akan menghargai

hak orang lain atau tepo seliro atau toleran.

Adapun peningkatan kesadaran hukum masyarakat dapat

dilakukan dengan dua cara, yaitu dalam bentuk sebagai berikut:

1) Cara Pencegahan

Cara mencegah artinya melakukan pencegahan. Di

sini, peningkatan kesadaran hukum berupa penanaman

nilai-nilai budaya melalui pendidikan, baik di sekolah

maupun di luar sekolah atau nonformal.


13
Daryanto, Kesadaran Hukum Untuk Remaja, Semarang: PT Mutiara Aksara, 2019, Hal.22-23.
15

2) Cara Represif

Peningkatan kesadaran hukum dengan cara ini

berupa tindakan tegas. Tujuannya untuk mempercepat

ancaman hukuman atau lebih disiplin dalam ketaatan

warga negara terhadap hukum yang berlaku.

Selain kedua cara di atas, upaya peningkatan kesadaran

hukum dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan. Kegiatan

tersebut dapat berupa penyuluhan hukum dengan memberikan

penyuluhan tentang dampak negatif pelanggaran yang telah

dilakukan oleh remaja, memberikan penjelasan mengapa undang-

undang itu dibuat dan dibentuk, juga memberikan sanksi tegas

terhadap pelanggar hukum tanpa pandang bulu, serta menjaga dan

menghindari hubungan yang tidak baik bagi remaja.14

Dengan kesadaran hukum ini, kita akan menyaksikan

bahwa tidak ada pelanggaran sehingga kehidupan yang ideal akan

terpenuhi. Namun tidak sedikit negara yang tertinggal dalam

kemajuan, justru karena kesadaran hukum penduduk yang sangat

rendah dan berbagai faktor perubahan sosial. Sehingga negara

tidak dapat mencapai tujuannya karena terlalu sibuk menertibkan

pelanggaran hukum yang dilakukan oleh warganya. Ada beberapa

faktor yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum yaitu:

a. Sebuah kepatuhan didefinisikan sebagai kepatuhan

yang didasarkan pada harapan akan imbalan dan upaya

untuk menghindari hukuman atau sanksi yang mungkin


14
Sri Kartini, Kesadaran Hukum, Semarang: PT Alprin, 2019, Hal. 10.
16

dijatuhkan jika seseorang melanggar ketentuan undang-

undang. Kepatuhan ini sama sekali tidak didasarkan

pada suatu keyakinan untuk tujuan aturan hukum yang

bersangkutan dan lebih didasarkan pada kontrol dari

pemegang kekuasaan. Akibatnya, kepatuhan hukum

akan ada jika ada pengawasan yang ketat terhadap

pelaksanaan aturan hukum tersebut.

b. Identifikasi, terjadi ketika kepatuhan terhadap aturan

hukum ada bukan karena nilai intrinsiknya, tetapi agar

keanggotaan kelompok tetap terjaga dan ada hubungan

yang baik dengan mereka yang berwenang untuk

menerapkan aturan hukum tersebut. Ketertarikan untuk

patuh merupakan keuntungan yang diperoleh dari

hubungan tersebut, sehingga kepatuhan juga tergantung

pada baik buruknya interaksi tersebut, walaupun

seseorang tidak menyukai penegakan hukum tetapi

proses identifikasi terus berlanjut dan perasaan positif

mulai berkembang terhadap dirinya.

c. Internalisasi, pada tahap ini seseorang mentaati aturan

hukum karena pada hakekatnya ketaatan itu memiliki

pahala. Isi aturan-aturan tersebut sesuai dengan nilai-

nilai yang bersangkutan atau karena ia telah mengubah

nilai-nilai yang semula dipegangnya. Hasil dari proses

tersebut adalah konformitas berdasarkan motivasi


17

intrinsik. Titik sentral dari kekuatan proses ini adalah

keyakinan seseorang terhadap tujuan aturan yang

bersangkutan, terlepas dari pengaruh atau nilai-nilainya

terhadap kelompok atau pemegang kekuasaan atau

kendali.

d. Kepentingan masyarakat (tambahan dari Soerjono

Soekanto).

Di antara keempat faktor tersebut di atas dapat diberikan

secara sendiri-sendiri atau gabungan dari semua atau sebagian dari

keempat faktor di atas. Jadi seseorang menaati hukum karena takut

akan sanksi yang akan dijatuhkan jika melanggar hukum. Atau

seseorang taat hukum karena kepentingannya dijamin oleh hukum,

bahkan mungkin ia taat hukum Karena merasa hukum yang

berlaku sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam dirinya. dan

prosedur hukum yang ada.15

Untuk mengukur kesadaran hukum pada suatu negara,

terdapat 4 indikator sebagai penentunya. Abdullah dan Soerjono

Soekanto dalam Sosiologi Hukum dalam Masyarakat (1982)

menuliskan 4 indikator kesadaran hukum yang terdiri dari

pengetahuan hukum, pemahaman hukum, sikap hukum, dan

perilaku hukum. Adapun penjelasan mengenai indikator-indikator

kesadaran hukum tersebut adalah sebagai berikut:

a) Pengetahuan Hukum

15
Laurensius Arliman S, Penegakan Hukum Dan Kesadaran Masyarakat, Yogyakarta:
PT Deepublish, Desember 2015, Hal. 226.
18

Indikator pertama dari kesadaran hukum

adalah pengetahuan tentang hukum yang berlaku di

suatu negara. Pengetahuan hukum mencakup

pemahaman tentang perbuatan yang dilarang oleh

undang-undang, seperti melanggar lalu lintas,

menganiaya orang lain, hingga melakukan

penipuan. Selain itu, warga juga harus memahami

perbuatan yang diperbolehkan oleh undang-undang,

seperti jual beli, sewa guna usaha, hingga perjanjian

komersial.

b) Pemahaman Hukum

Pemahaman terhadap negara hukum

ditunjukkan dengan memahami isi hukum yang

berlaku. Salah satunya adalah untuk memahami

tujuan hukum yang dimaksudkan untuk

menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat.

c) Sikap terhadap Norma Hukum

Sikap terhadap norma hukum berupa

penilaian baik atau buruk terhadap aturan atau

peraturan hukum. Misalnya, perampokan adalah

perbuatan tercela karena merugikan orang lain.

Demikian juga, memakai helm adalah perbuatan

baik karena berguna untuk melindungi diri (kepala)

jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan.


19

d) Perilaku Hukum

Perilaku hukum ditunjukkan dengan

tindakan mentaati aturan hukum yang berlaku dalam

kehidupan bermasyarakat.16

4. Etika Berlalu Lintas Di Jalan Raya

Etika adalah ilmu tentang apa yang boleh dilakukan atau

ilmu adat dan tradisi, serta teori tentang perilaku manusia dalam

hal baik dan buruknya sejauh dapat ditentukan oleh akal. Etika

mengandung indikator yang merupakan studi tentang perilaku

manusia dan nilai-nilai moral dan dapat merujuk pada seperangkat

nilai atau sistem moral. Secara umum pengertian etika

digambarkan sebagai berikut:

1) Etika Umum

Ini mencakup kondisi dasar bagaimana

manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia

membuat keputusan etis, teori etika dan prinsip

moral dasar yang memandu manusia dalam

bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik dan

buruknya suatu tindakan.

2) Etika Khusus

Ini adalah penerapan prinsip-prinsip moral

dasar dalam bidang kehidupan tertentu. Penerapan

ini dapat berupa bagaimana mengambil keputusan


16
Atang Hermawan Usman, Februari 2014, Kesadaran Hukum Masyarakat Dan Pemerintah
Sebagai Faktor Tegaknya Negara Hukum Di Indonesia , Jurnal Wawasan Hukum, Nomor
1/Volume 30. Hal. 37.
20

dan bertindak dalam bidang kehidupan dan aktivitas

tertentu yang didasarkan pada teori, dan prinsip

moral dasar. Dan bagaimana menilai perilaku dan

orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan

khusus dengan latar belakang kondisi yang

memungkinkan manusia bertindak secara etis. Etika

secara khusus dibagi menjadi dua bagian, yaitu etika

individu yang menyangkut kewajiban dan sikap

manusia terhadap individu dan etika sosial, yaitu

berbicara tentang kewajiban, sikap dan pola

perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

Ada dua macam etika yang harus dipahami dalam

menentukan baik buruknya perilaku manusia:

a. Etika Deskriptif

Apa yang dikejar manusia dalam hidup ini

sebagai sesuatu yang bernilai.

b. Etika Normatif

Etika yang berupaya membentuk berbagai

sikap dan pola perilaku ideal yang harus dimiliki

manusia dalam kehidupan ini sebagai sesuatu yang

bernilai. 17

Bentuk-bentuk pelanggaran terhadap tata tertib, peraturan,

etika, dan disiplin lalu lintas adalah menghentikan kendaraan

17
Dr. Shilpy A. Octavia, M.Pd, Etika Profesi Keguruan, Yogyakarta: PT Deepublish, Juli 2020,
Hal. 2-3.
21

secara tiba-tiba, menghentikan kendaraan di tikungan atau

persimpangan, menjalankan kendaraan secara perlahan di tengah

jalur jalan, menyalip kendaraan lain di jalan. posisi yang relatif

sempit, bertekad melanggar rambu/rambu lalu lintas,

mengoperasikan kendaraan yang tidak memiliki perlengkapan

kendaraan, dan tidak memiliki perlengkapan jalan, mengemudi

sambil mengaktifkan telepon seluler, baik digunakan untuk

menerima panggilan, melakukan panggilan, maupun melakukan

panggilan SMS, mengemudikan kendaraan dengan kecepatan

tinggi di tengah lalu lintas jalan raya yang relatif ramai.

Kelancaran lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh disiplin

lalu lintas pelajar dan mahasiswa, tetapi juga ditentukan oleh

disiplin lalu lintas seluruh pengguna lalu lintas jalan lainnya.

Upaya peningkatan disiplin etika berlalu lintas dapat ditangani dan

dilakukan langsung oleh dinas instansi terkait, seperti kepolisian

dan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJR), dan

secara tidak langsung dapat dilakukan oleh guru, dosen,

mahasiswa, mahasiswa, dan pengguna lalu lintas jalan lainnya.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang

Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan bahwa lalu lintas dan

angkutan jalan mempunyai peranan yang sangat penting. Karena

lalu lintas mendominasi kehidupan banyak orang. Jadi

penyelenggaraannya harus dikuasai oleh negara dan pembinaannya


22

dilakukan oleh pemerintah. Pendidikan lalu lintas di sekolah

memiliki beberapa tujuan, yaitu sebagai berikut:

1) Agar generasi muda secara sadar mampu

menerapkan sistem nilai yaitu etika dan budaya

berlalu lintas yang aman, santun, selamat, tertib dan

lancar yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-

hari.

2) Mengubah perilaku pengguna jalan.

3) Mengurangi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

4) Memberikan info lalu lintas.18

Etika berkendara itu perlu. Tujuannya adalah untuk

menghormati, menghargai dan menjaga keselamatan orang lain.

Maka perlu memperhatikan beberapa poin mengenai peraturan lalu

lintas, yaitu:

1) Pengemudi Harus Memiliki SIM, Menjadi Bagian

Penting dari Aturan Lalu Lintas

Salah satu peraturan lalu lintas yang harus

dipatuhi oleh pengendara adalah memiliki Surat Izin

Mengemudi (SIM). Karena SIM merupakan syarat

mutlak untuk bisa mengendarai motor kesayangan

di jalanan. Aturan ini tidak hanya berlaku untuk

pengendara roda dua. Namun, SIM juga harus


18
Devyra Pravitasari (dkk), September 2017, Pengaruh Pendidikan Kesadaran Hukum Berlalu
Lintas Pada Pelajar Terhadap Kecelakaan Lalu Lintas Di Polres Bogor Kota Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, Jurnal Hukum
De’rechtsstaat, Nomor 2/Volume 3, Hal. 177 .
23

dimiliki oleh kendaraan roda empat. Bagi yang

belum memiliki SIM, segera datang ke Polisi untuk

membuatkan SIM.

2) Jangan Lupa Selalu Bawa STNK

Membawa Nomor Kendaraan atau STNK

merupakan bagian penting dari peraturan lalu lintas.

Dengan membawa STNK tentunya sudah

memenuhi peraturan di jalan raya. STNK

merupakan bukti sah kepemilikan kendaraan yang

wajib Anda miliki. Polisi berhak mengeluarkan

tilang bagi yang tidak membawa dokumen

kendaraan lengkap.

3) Patuhi Rambu Lalu Lintas

Semua pengendara tentunya ingin cepat

sampai tujuan. Namun bukan berarti bisa melanggar

peraturan lalu lintas. Aturan lalu lintas dibuat

dengan tujuan, agar semua pengendara dapat sampai

di tempat tujuan dengan selamat. Untuk itu, harus

memperhatikan rambu-rambu yang berlaku. Rambu

lalu lintas digunakan untuk memandu pengguna

jalan. Agar tetap aman dan selamat sampai tujuan.

Bagi yang melanggar rambu lalu lintas akan

dikenakan sanksi.

4) Patuhi Batas Kecepatan Maksimum


24

Setiap wilayah dan negara memiliki batas

kecepatannya masing-masing. Oleh karena itu,

sebelum melakukan perjalanan, harus mengetahui

peraturan lalu lintas di daerah yang akan dituju.

Berdasarkan undang-undang yang berlaku di

Indonesia, jika melanggar batas kecepatan

maksimum, dapat dikenakan sanksi. Sanksinya

berkisar dari dua bulan penjara hingga denda tilang

maksimal Rp. 500 ribu.

5) Gunakan Helm Saat Berkendara

Bagian penting dari aturan berkendara

sepeda motor yang harus dilakukan adalah

menggunakan keselamatan saat berkendara di jalan

raya. Satpam wajib memakai helm. Sedangkan

pengendara kendaraan roda empat ke atas wajib

memakai sabuk pengaman.

6) Aksesoris Motor Wajib, Dari Lampu hingga Sinyal

Belok

Pengemudi roda dua tentunya harus selalu

memastikan bahwa motor dipersenjatai dengan

perlengkapan berkendara yang wajib dimiliki.

Untuk mematuhi peraturan lalu lintas. Perlengkapan

berkendara dari sisi engineering antara lain lampu

depan, lampu rem, lampu sein, klakson, knalpot


25

standar, kaca spion, dan pengukur kecepatan.

Masing-masing memiliki tugas vital.

7) Jangan Melewati Trotoar, Bahkan Jika Menghadapi

Jalan yang macet

Bagi semua pengendara sepeda motor,

trotoar adalah fasilitas yang diperuntukkan bagi

pejalan kaki. Namun, masih banyak pengendara

sepeda motor yang tetap menggunakan trotoar.

Alasannya bermacam-macam, mulai dari macet,

hingga ingin mencari jalan pintas. Jika ini dilanggar,

akan ada sanksinya. Aturan mengenai trotoar diatur

dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009

tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.19

5. Upaya Membangun Kesadaran Siswa Dalam Berlalu Lintas

Kesadaran hukum di kalangan remaja perlu mendapat

perhatian, tidak hanya oleh penegak hukum, tetapi juga oleh

keluarga, dan masyarakat sekitar. Kesadaran hukum masih sangat

rendah, karena masih banyak siswa yang menyepelekan hukum.

Misalnya, saat mengendarai sepeda motor di jalan raya, dengan

tidak memperhatikan aturan. Hal ini menunjukkan bahwa

kesadaran hukum di kalangan para pelajar masih rendah. Padahal,

undang-undang dibuat untuk diterapkan, dilaksanakan, dan

dijalankan dengan penuh kesadaran diri dan bukan karena takut


19
Firman Edi, Tata Tertib Lalu Lintas, [Berita Resmi Polda Kepri TribataNews], 8 Jul 2020,
tersedia di situs: https://tribratanews.kepri.polri.go.id/2020/07/08/tata-tertib-lalu-lintas-yang-wajib-
kamu-tahu/, diakses pada hari Rabu tanggal 8 Juli 2020.
26

menerima sanksi jika melanggarnya. Hal ini harus ditanamkan

sejak dini, karena upaya membangun kesadaran siswa tentang

ketertiban di jalan raya merupakan bagian tersulit dari semua aspek

pembangunan.

Aturan lalu lintas harus diperkenalkan sejak dini, itu adalah

salah satu program Polri dalam menciptakan ketertiban di jalan.

Cara terbaik adalah melalui pendekatan budaya kepada anak sejak

dini karena upaya membangun sistem lalu lintas yang tertib, tertib

dan lancar merupakan tanggung jawab seluruh komponen

masyarakat Indonesia. Pada akhir ini, situasi arus lalu lintas dan

kecelakaan meningkat. Angka kematian akibat kecelakaan lalu

lintas sangat tinggi, dan korbannya sebagian besar adalah anak

muda atau pelajar.

Hal ini disebabkan meningkatnya jumlah kendaraan

bermotor dan meningkatnya kepadatan lalu lintas di jalan raya.

Sementara itu, rambu lalu lintas yang tidak memadai dan pengguna

jalan yang tidak mematuhi atau tidak mematuhi peraturan lalu

lintas tersebut dapat mengakibatkan kerugian materil. Bahkan,

mengambil jiwa manusia atau cacat seumur hidup. Terjadinya

kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas yang dialami oleh siswa

disebabkan oleh kurangnya disiplin siswa dalam berlalu lintas.

Selain itu, kurangnya pengetahuan siswa tentang peraturan di

bidang lalu lintas.


27

Penggerebekan atau razia yang dilakukan polisi dalam

jangka pendek bisa mengurangi jumlah pelajar yang menggunakan

sepeda motor atau melanggar lalu lintas, namun ini hanya

pendekatan sementara, diperlukan tindakan preventif lain yang

lebih yakni pendidikan berlalu lintas kepada pelajar. Bentuknya

bisa berupa penyuluhan, penyebaran selebaran, pelibatan pelajar

dalam kampanye keselamatan berlalu lintas, pemutaran film, dan

lain sebagainya. Polisi bisa proaktif datang ke sekolah atau pihak

sekolah mengundang petugas kepolisian untuk memberikan

edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa. Melalui cara ini

diharapkan para siswa menjadi sadar akan pentingnya keselamatan

berlalu lintas, pentingnya menaati peraturan lalu lintas, dan

sebagainya.20

Peningkatan kesadaran hukum masyarakat, pada dasarnya

dapat dilakukan melalui dua cara sebagai berikut:

1) Tindakan (Action)

Tindakan penyadaran hukum dapat

dilakukan berupa tidakan drastis, yaitu dengan

memperberat ancaman hukuman atau dengan lebih

mengetatkan pengawasan ketaatan warga negara

terhadap undang-undang. Cara ini bersifat isidentil

dan kejutan dan bukan merupakan tindakan yang

tepat untuk meningkatkan kesadaran hukum.

20
Daryanto, Kesadaran Hukum Untuk Remaja, Semarang: PT Mutiara Aksara, 2019, Hal. 24.
28

2) Pendidikan (Education)

Pendidikan dapat dilakukan baik secara

formal maupun nonformal. Hal yang perlu

diperhatikan dan ditanamkan dalam pendidikan

formal dan non formal adalah pada pokoknya

tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik,

tentang apa hak serta kewajiban seorang warga

negara.

Pendidikan berlalu lintas sejak dini akan sangat bermanfaat

bagi generasi penerus bangsa kita, karena mengetahui peraturan

lalu lintas. Tentu saja pelanggaran lalu lintas akan dapat dihindari.

Untuk itu, upaya edukasi dan sosialisasi tentang rambu-rambu lalu

lintas harus terus dilakukan. Setidaknya, dalam satu minggu ada

tiga kali edukasi lalu lintas dan pengenalan rambu lalu lintas yang

bisa dimulai dari siswa TK. Selain siswa dari tingkat TK, SD

hingga SMA/SMK hingga pelajar, mereka juga harus mendapatkan

penjelasan dan sosialisasi peraturan tentang rambu-rambu lalu

lintas dengan baik.21

Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diberikan

pembekalan teori tata cara berkendara yang benar, memakai helm

SNI dan klik, mematuhi rambu lalu lintas, tidak menggunakan

handphone saat berkendara dan yang terpenting tentunya memiliki

Surat Izin Mengemudi (SIM). Tidak hanya anak sekolah yang


21
Laurensius Arliman S, Penegakan Hukum Dan Kesadaran Masyarakat, Yogyakarta: PT
Deepublish, Desember 2015, Hal. 230.
29

harus mendapatkan pendidikan lalu lintas tetapi organisasi dan

masyarakat umum atau non-organisasi juga harus

mendapatkannya. Dengan sosialisasi dan penjelasan tertib berlalu

lintas ini, diharapkan para pelajar dan masyarakat kita dapat

mengetahui dan mematuhi peraturan lalu lintas dengan benar.

Dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas maka akan dapat

menekan angka kecelakaan lalu lintas dan tidak membahayakan

pengguna jalan lainnya.

Selain sosialisasi tentang pendidikan dan peraturan lalu

lintas yang diterapkan kepada siswa juga masyarakat. Namun

demikian terdapat berbagai upaya untuk menekan angka

Kecelakaan Lalu Lintas yang dirasakan sangat tinggi, upaya ke

depan diarahkan pada penanggulangan yang komprehensif yang

meliputi:

a) Upaya membangun

Upaya pengembangan tersebut dilakukan

melalui peningkatan intensitas pendidikan lalu lintas

dan penyuluhan hukum serta pengembangan sumber

daya manusia.

b) Upaya pencegahan

Upaya pencegahan dilakukan melalui

peningkatan pengawasan laik jalan, sarana dan

prasarana jalan, dan kelaikan kendaraan, termasuk


30

pengawasan yang lebih intensif di bidang Lalu

Lintas dan Angkutan Jalan.

c) Upaya pengaturan

Upaya pengaturan meliputi Manajemen dan

Rekayasa Lalu Lintas dan modernisasi Sarana dan

Prasarana Lalu Lintas.

d) Upaya penegakan hukum.

Upaya penegakan hukum dilakukan secara

lebih efektif melalui perumusan ketentuan hukum

yang lebih jelas dan penerapan sanksi yang lebih

tegas.22

B. Kerangka Berpikir

Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan Undang-

Undang No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan sebagai

salah satu upaya untuk mengatur lalu lintas, agar terciptanya kondisi yang

tertib, tentram dan nyaman. Akan tetapi dengan adanya peraturan lalu

lintas yang ditetapkan masih tidak sesuai dengan harapan, di karenakan

angka pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di

jalan raya ternyata masih tinggi. Banyak pengguna kendaraan bermotor

yang tidak memperhatikan etika dan keselamatan berlalu lintas. Dimana

sepeda motor adalah kendaraan yang paling tinggi terlibat kecelakaan serta

pelaku kecelakaan di dominasi umur 16 sampai dengan umur 25 tahun

(Usia muda).
22
Jogloabang, Undang-Undang Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Agustus
2019, tersedia di situs: https://www.jogloabang.com/pustaka/uu-22-2009-lalu-lintas-angkutan-
jalan?amp, diakses pada tanggal 9 Agustus 2019.
31

Kondisi saat ini yang dapat kita lihat bahwa pelaku pelanggaran

lalu lintas saat ini cukup banyak dilakukan oleh para pelajar yang masih

rendah akan kesadaran hukum, karena masih banyak siswa yang

menyepelekan hukum. Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Kepolisian

Negara Republik Indonesia Daerah Majene Sulawesi Barat saat

pelaksanaan operasi keselamatan tahun 2021 ditemukan salah satu

penyumbang pelaku pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas sebesar 20

kejadian. Atas dasar data ini, maka harus menjadi perhatian bersama agar

angka kecelakaan lalu lintas tidak lagi meningkat dalam pelaksanaan

operasi keselamatan di tahun 2022 dan kejadian tersebut banyak dialami

oleh generasi muda khususnya pelajar.

Banyak faktor yang melatarbelakangi peristiwa tersebut, dimana

para pelajar terlibat dalam pelanggaran lalu lintas dan salah satunya adalah

mengenai kesadaran hukum berlalu lintas. Dalam penelitian ini yang

menjadi titik fokus adalah upaya guru PPKn membangun kesadaran

hukum dalam etika berlalu lintas bagi siswa SMA Negeri 2 Majene.

Guru sebagai agen pendidikan mempunyai peran yang sentral

dalam pengembangan pengetahuan dan ilmu generasi penerus bangsa.

Konteks inilah sehingga guru sesungguhnya tidak hanya berorientasi pada

pemberian pengetahuan semata melainkan berupaya pula membentuk

kesadaran hukum, sikap sosial, penanaman nilai-nilai moral, dan etika

berlalu lintas yang baik bagi siswa dalam proses pembelajaran maupun

diluar kelas. Karena dengan mempelajari pendidikan berlalu lintas, dapat

mengurangi angka kecelakaan dan lebih menjamin keselamatan dalam


32

berkendara. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat digambarkan sebagai

berikut.

KERANGKA KONSEP

Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang


Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Pelanggaran Lalu Lintas


(Melanggar rambu lalu lintas, ugal-ugalan dalam
berkendara, tidak menggunakan helm, tidak lengkapnya
surat-surat (SIM dan STNK), dan tidak lengkapnya
komponen kendaraan bermotor seperti tidak ada kaca spion
dan memodifikasi kendaraan tidak sesuai dengan standar)
Upaya Guru PPKn
Faktor yang
melatarbelakangi siswa dalam membangun
dalam melakukan kesadaran hukum
33
pelanggaran berlalu berlalu lintas pada
lintas siswa

Optimalisasi upaya guru PPKn


membangun kesadaran hukum dalam
etika berlalu lintas bagi siswa SMA
Negeri 2 Majene Kecamatan Banggae
Timur Kabupaten Majene

Anda mungkin juga menyukai