Anda di halaman 1dari 33

MODUL

2010 6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

6
MODUL

PELAKSANAAN
PENGADAAN
JASA LAINNYA

Pelatihan Pengadaan
Barang /Jasa Pemerintah
Tingkat Dasar/Pertama

Lembaga Kebijakan Pengadaan


LKPP Lembaga
LKPP
Barang/Jasa Pemerintah
Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

DAFTAR ISI

Daftar Isi 2
Daftar Gambar 3
Tujuan Umum 4
Tujuan Khusus 4

A. Pendahuluan 5

B. Pelelangan Umum dan Pelelangan Sederhana 7


B.1 Pelelangan Umum Secara Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi
Sistem Gugur 9
B.2 Pelelangan Umum Secara Prakualifikasi Metode Satu Sampul dan Evaluasi
Sistem Nilai dan Sistem Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis 11
B.3 Pelelangan Umum Prakualifikasi Metode Dua Tahap Dan Evaluasi Sistem Nilai
dan Sistem Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis 13
B.4 Pelelangan Sederhana 15

C. Penunjukan Langsung dan Pengadaan Langsung 16


C.1 Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya Melalui Penunjukan Langsung Untuk
Penanganan Darurat 16
C.2 Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya Melalui Penunjukan Langsung Bukan
Untuk Penanganan Darurat 17
C.3 Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya Melalui Pengadaan Langsung 17

D. Sayembara 20

E. Pelelangan Gagal dan Tindak Lanjutnya 23

F. Penyusunan dan Persiapan Pelaksanaan Kontrak 24


F.1 Menyusun Kontrak 24
F.1.1 Surat Perjanjian atau Kontrak 24
F.1.2 Surat Perintah Kerja 27
F.2 Persiapan Pelaksanaan Kontrak 28

G. Pelaporan dan Penyerahan Pekerjaan 29


G.1 Pelaporan 29
G.2 Penyerahan Pekerjaan 30

H. Latihan Kelompok dan Tes 32

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah



DAFTAR gambar

Gambar 1 Langkah Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Jasa Lainnya Menggunakan


Metode Lelang Umum dan Lelang Sederhana 8
Gambar 2 Langkah Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Jasa Lainnya Menggunakan
Metode Penunjukan Langsung 18
Gambar 3 Langkah Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Jasa Lainnya Menggunakan
Metode Pengadaan Langsung 19
Gambar 4 Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Jasa Lainnya Menggunakan Metode
Sayembara 20

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah



MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

TUJUAN UMUM

Memahami pelaksanaan pemilihan penyedia jasa lainnya.

TUJUAN KHUSUS

Setelah modul ini selesai diajarkan diharapkan peserta mampu :


1. Memahami proses pelaksanaan pemilihan penyedia jasa lainnya dengan pelelangan
umum.
2. Memahami proses pelaksanaan pemilihan penyedia jasa lainnya dengan pelelangan
sederhana.
3. Memahami proses pelaksanaan pemilihan penyedia jasa lainnya dengan penunjukan
langsung dan pengadaan langsung.
4. Memahami proses pelaksanaan pemilihan penyedia jasa lainnya dengan sistem
sayembara.
5. Memahami tatacara pemilihan penyedia jasa lainnya dengan latihan kelompok untuk
melakukan koreksi beberapa prosedur.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah



MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

B. Pelelangan C. Penunjukkan Langsung E. Pelelangan Gagal dan E.Penyusunan dan Persiapan G. Pelaporan dan Penyerahan
A. Pendahuluan dan Pengadaan Langsung D. Sayembara Tindak Lanjutnya Pelaksanaan Kontrak Pekerjaan

H. Latihan Kelompok
dan Tes

A. PENDAHULUAN

P
ada modul ini menguraikan tata cara pelaksanaan sistem pengadaan (metode pemilihan penyedia,
metode kualifikasi, metode penyampaian dokumen dan metode evaluasi penawaran) yang digunakan
untuk proses pemilihan penyedia, khusus untuk Penyedia Jasa Lainnya.

Pada Modul Persiapan sudah dijelaskan bagaimana memilih dan menetapkan sistem pengadaan
melalui penyedia barang/jasa. Untuk mengingatkan kembali bahwa JASA LAINNYA adalah jasa
yang membutuhkan kemampuan tertentu yang mengutamakan keterampilan (skillware) dalam
suatu sistem tata kelola yang telah dikenal luas di dunia usaha untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
atau segala pekerjaan dan/atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi, pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi dan pengadaan Barang.

Contoh-contoh yang termasuk Jasa Lainnya adalah sebagai berikut :


1. Jasa boga (catering service);
2. Jasa layanan kebersihan (cleaning service);
3. Jasa penyedia tenaga kerja;
4. Jasa asuransi, perbankan dan keuangan;
5. Jasa layanan kesehatan, pendidikan, pengembangan SDM, kependudukan;
6. Jasa penerangan, iklan/ reklame, film, pemotretan;
7. Jasa percetakan dan penjilidan;
8. Jasa pemeliharaan/perbaikan;
9. Jasa pembersihan, pengendalian hama (pest control) dan fumigasi;
10. Jasa pengepakan, pengangkutan, pengurusan dan penyampaian
11. Barang;
12. Jasa penjahitan/konveksi;
13. Jasa impor/ekspor;
14. Jasa penulisan dan penerjemahan;
15. Jasa penyewaan;
16. Jasa penyelaman;

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah



MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

17. Jasa akomodasi;


18. Jasa angkutan penumpang;
19. Jasa pelaksanaan transaksi instrumen keuangan;
20. Jasa penyelenggaraan acara (event organizer);
21. Jasa pengamanan;
22. Jasa layanan internet;
23. Jasa pos dan telekomunikasi;
24. Jasa pengelolaan aset.

Sedangkan sistem pengadaan yang dapat digunakan untuk pemilihan penyedia barang adalah
sebagai berikut :
1. Pelelangan umum secara pascakualifikasi metode satu sampul dan evaluasi sistem gugur.
2. Pelelangan umum secara prakualifikasi metode dua sampul dan evaluasi sistem nilai dan sistem
penilaian biaya selama umur ekonomis.
3. Pelelangan umum prakualifikasi metode dua tahap dan evaluasi sistem nilai dan sistem penilaian biaya
selama umur ekonomis.
4. Pelelangan sederhana secara pascakualifikasi metode satu sampul dan evaluasi sistem gugur.
5. Pelaksanaan pengadaan jasa lainnya melalui penunjukan langsung untuk penanganan darurat.
6. Pelaksanaan pengadaan jasa lainnya melalui penunjukan langsung bukan untuk penanganan
darurat.
7. Pelaksanaan pengadaan jasa lainnya melalui pengadaan langsung.
8. Sayembara.

Tata cara pelaksanaan masing-masing sistem pengadaan tersebut akan diuraikan satu persatu pada bab-bab
berikut ini.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah



MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

C. Penunjukkan Langsung E. Pelelangan Gagal dan E.Penyusunan dan Persiapan G. Pelaporan dan Penyerahan
A. Pendahuluan B. Pelelangan dan Pengadaan Langsung D. Sayembara Tindak Lanjutnya Pelaksanaan Kontrak Pekerjaan

H. Latihan Kelompok
dan Tes

B. Pelelangan

P
elelangan umum dan pelelangan sederhana diuraikan pada bab sama karena di antara keduanya
ada beberapa langkah yang sama. Langkah-langkah Pelelangan Umum dan Pelelangan Sederhana
digambarkan secara diagram yang dapat dilihat pada gambar 1, dimana Gambar 1 tersebut meng-
gambarkan langkah-langkah untuk sistem pengadaaan sebagai berikut :

1. Pelelangan umum secara pascakualifikasi metode satu sampul dan evaluasi sistem gugur.
2. Pelelangan umum secara prakualifikasi metode dua sampul dan evaluasi sistem nilai dan sistem penilaian
biaya selama umur ekonomis.
3. Pelelangan umum prakualifikasi metode dua tahap dan evaluasi sistem nilai dan sistem penilaian
biaya selama umur ekonomis.
4. Pelelangan sederhana secara pascakualifikasi metode satu sampul dan evaluasi sistem gugur.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah



MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

1 4 2 3 1: Pelelangan umum secara pascakualifikasi metode satu sampul dan evaluasi sistem gugur
2: Pelelangan umum secara prakualifikasi metode dua sampul dan evaluasi sistem nilai dan sistem penilaian biaya selama umur ekonomis
3:Pelelangan umum prakualifikasi metode dua tahap dan evaluasi sistem nilai dan sistem penilaian biaya selama umur ekonomis
Mulai Mulai 4: Pelelangan sederhana secara pascakualifikasi metode satu sampu dan evaluasi sistem gugur

2 3
Pengumuman Pascakualifikasi Pengumuman Prakualifikasi

. Pendaftaran dan Pengambilan Pendaftaran Pengambilan Dokumen Pemasukan Dokumen Penawaran


Pemasukan Dokumen Penawaran
1 2 3 4
Dokumen Pengadaan Kualifikasi Tahap I (Administrasi dan Teknis)

Pemasukan dan Evaluasi Dokumen Pembukaan Dokumen Penawaran Pembukaan Dokumen Penawaran Pembuatan Berita Acara Hasil
Pemberian Penjelasan Tahap I (Administrasi dan Teknis)
Kualifikasi Sampul I (Administrasi dan Teknis) Pelelangan (BAHP)

Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul Evaluasi Dokumen Penawaran Tahap I


Pemasukan Dokumen Penawaran Pembuktian Kualifikasi Penetapan Pemenang
I (Administrasi dan Teknis) (Administrasi dan Teknis)

Pemberitahuan/Pengumuman kepada Penetapan Peserta yang Lulus


Pembukaan Dokumen Penawaran Penetapan Hasil Kualifikasi Pengumuman Pemenang
Peserta yang Lulus Evaluasi Sampul I Evaluasi Dokumen Penawaran Tahap I

Pembukaan Dokumen Sampul II


Evaluasi Penawaran Pengumuman Hasil Kualifikasi Pemberitahuan/Pengumuman kepada
(Harga) Sanggahan
Peserta yang Lulus Evaluasi Tahap I

Evaluasi Dokumen Penawaran Sampul


Evaluasi Kualifikasi Sanggahan Kualifikasi Pemasukan Dokumen Penawaran
II (Harga) Sanggahan Banding
Tahap II (Harga)

Undangan kepada Peserta yang Lulus Pembukaan Dokumen Penawaran


Pembuktian Kualifikasi Penunjukan Penyedia Barang/Jasa
Kualifikasi Tahap II (Harga)

Pengambilan Dokumen Pemilihan Evaluasi Dokumen Penawaran Tahap


II (Harga) Selesai

Pemberian Penjelasan

Gambar 1 Langkah Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Jasa Lainnya Menggunakan Metode Lelang Umum dan Lelang
Sederhana

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah



MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

B.1 Pelelangan Umum Secara Pascakualifikasi Metode Satu Sampul dan


Evaluasi Sistem Gugur

B.1 Pelelangan Umum


Secara
Pascakualifikasi
P elelangan umum secara pascakualifikasi metode satu sampul dan
evaluasi sistem gugur terdiri dari sejumlah tahapan yaitu :

Metode Satu Sampul


1. Pengumuman pascakualifikasi.
dan Evaluasi Sistem
Gugur 2. Pendaftaran dan pengambilan dokumen pengadaan.
3. Pemberian penjelasan.
4. Pemasukan dokumen penawaran.
B.2 Pelelangan Umum 5. Pembukaan dokumen penawaran.
Secara Prakualifikasi 6. Evaluasi penawaran.
Metode Satu Sampul
7. Evaluasi kualifikasi.
dan Evaluasi
8. Pembuktian kualifikasi.
Sistem Nilai dan
Sistem Penilaian 9. Pembuatan Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP).
Biaya Selama Umur 10. Penetapan pemenang.
Ekonomis 11. Pengumuman pemenang.
12. Sanggahan.
13. Sanggahan banding.
B.3 Pelelangan Umum
14. Penunjukan penyedia barang/jasa.
Prakualifikasi
Metode Dua Tahap
dan Evaluasi Sistem Langkah-langkah tersebut dapat dikelompokkan kedalam beberapa
Nilai dan Sistem bagian besar yaitu :
Penilaian Biaya
Selama Umur 1. Proses kualifikasi.
Ekonomis Terdiri dari langkah 1,7, dan, 8.
2. Proses penawaran dan evaluasi penawaran.
Terdiri dari langkah 2,3,4,5, dan 6.
B.4 Pelelangan
3. Proses penentuan pemenang.
Sederhana
Terdiri dari langkah 10, 11, 12, 13, dan 14.

Langkah-langkah pelaksanaan pemilihan penyedia jasa lainnya dengan sistem


pengadaan ini HAMPIR SAMA DENGAN langkah-langkah PEMILIHAN PE-
NYEDIA BARANG (lihat MODUL 4) dengan sistem pelelangan umum
secara pascakualifikasi metode satu sampul dan evaluasi sistem
gugur.

Hal-hal yang berbeda adalah :


1. Langkah 6 Evaluasi Penawaran
Persyaratan penawaran yang memenuhi syarat teknis (lihat Modul 4,
sub-bab B.1. Pelelangan Umum Pascakualifikasi Metode Satu Sampul
Dan Evaluasi Sistem Gugur, Langkah 6 butir 9.c.ii) yang harus dipenuhi
untuk Pemilihan Penyedia Jasa Lainnya yang menggunakan sistem ini,

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah



MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

disamping syarat teknis seperti pada pemilihan penyedia barang, ditambahkan persyaratan berikut :
Jenis, kapasitas, komposisi, dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sesuai dengan yang
ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila diperlukan);

2. Langkah 7 Evaluasi Kualifikasi


Hal yang berbeda lainnya adalah pada persyaratan penilaian kualifikasi. Untuk Pemilihan Penyedia Jasa
Lainnya, persyaratan lain untuk lulus kualifikasi adalah sebagai berikut :
a. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas, peralatan dan personil yang diperlukan.
b. Menyampaikan daftar pekerjaan yang sedang dilakukan
c. Untuk usaha non-kecil memiliki KD minimal untuk usaha yang sejenis dan kompleksitas yang setara
pada 10 tahun terakhir, yaitu KD = 3 x NPt. Tata cara perhitungan sama dengan tata cara menghitung
KD pada Pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi.
d. Mempunyai Sisa Kemampuan Pekerjaan (SKP) = KP – jumlah paket yang sedang dikerjakan
dengan tata cara perhitungan sama dengan tata cara menghitung SKP pada Pemilihan
Penyedia Pekerjaan Konstruksi.

Selebihnya sama dengan pelaksanaan pada pemilihan penyedia barang dengan sistem pengadaan
yang sama.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


10
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

B.2 Pelelangan Umum Secara Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi
Sistem Nilai Dan Sistem Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis

P
B.1 Pelelangan Umum elelangan umum secara prakualifikasi metode dua sampul dan
Secara evaluasi sistem nilai dan sistem penilaian biaya selama umur
Pascakualifikasi ekonomis terdiri dari sejumlah tahapan sebagai berikut :
Metode Satu Sampul
dan Evaluasi Sistem
Gugur
1. Pengumuman prakualifikasi.
2. Pendaftaran dan pengambilan dokumen kualifikasi.
3. Pemasukan dan evaluasi dokumen kualifikasi.
B.2 Pelelangan 4. Pembuktian kualifikasi.
Umum Secara 5. Penetapan hasil kualifikasi.
Prakualifikasi 6. Pengumuman hasil kualifikasi.
Metode Satu
7. Sanggahan kualifikasi.
Sampul dan
Evaluasi
8. Undangan kepada peserta yang lulus kualifikasi.
Sistem Nilai dan 9. Pengambilan dokumen pemilihan.
Sistem Penilaian 10. Pemberian penjelasan.
Biaya Selama Umur 11. Pemasukan dokumen penawaran.
Ekonomis 12. Pembukaan dokumen penawaran sampul I (administrasi dan teknis).
13. Evaluasi dokumen penawaran sampul I (administrasi dan teknis).
14. Pemberitahuan/pengumuman kepada peserta yang lulus evaluasi
B.3 Pelelangan Umum
Prakualifikasi
sampul I.
Metode Dua Tahap 15. Pembukaan dokumen sampul II (harga).
dan Evaluasi Sistem 16. Evaluasi dokumen penawaran sampul II (harga).
Nilai dan Sistem 17. Pembuatan Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP).
Penilaian Biaya 18. Penetapan pemenang.
Selama Umur 19. Pengumuman pemenang.
Ekonomis
20. Sanggahan.
21. Sanggahan banding.
B.4 Pelelangan 22. Penunjukan penyedia barang/jasa.
Sederhana
Langkah-langkah tersebut dapat dikelompokkan kedalam beberapa
bagian besar yaitu :
1. Proses kualifikasi.
Terdiri dari langkah 1 sampai dengan langkah 8. Langkah-langkah
tersebut sama dengan langkah yang telah dijelaskan pada bab Pemilihan
Penilaian Kualifikasi Pengadaan di modul II.
2. Proses penawaran dan evaluasi penawaran.
Terdiri dari langkah 9 sampai dengan langkah 16.
3. Proses penentuan pemenang.
Terdiri dari langkah 17 sampai dengan langkah 22. Langkah-langkah
tersebut sama dengan langkah yang telah dijelaskan pada pelelangan
umum secara pascakualifikasi metode satu sampul dan evaluasi sistem
gugur.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


11
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

Langkah-langkah pelaksanaan pemilihan penyedia jasa lainnya dengan sistem pengadaan ini
HAMPIR SAMA DENGAN langkah-langkah PEMILIHAN PENYEDIA BARANG (lihat MODUL 4)
dengan sistem pelelangan umum secara prakualifikasi metode dua sampul dan evaluasi
sistem nilai dan sistem penilaian biaya selama umur ekonomis.

Hal-hal yang berbeda adalah :


1. Langkah 3 Pemasukan dan evaluasi dokumen kualifikasi.
Hal yang berbeda adalah persyaratan penilaian kualifikasi. Untuk Pemilihan Penyedia Jasa
Lainnya, disamping syarat kualifikasi seperti pada pemilihan penyedia barang, ditambahkan
persyaratan kualifikasi berikut ini :
a. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas, peralatan dan personil yang diperlukan.
b. Menyampaikan daftar pekerjaan yang sedang dilakukan
c. Untuk usaha non-kecil memiliki KD minimal dengan ketentuan dan tata cara perhitungan
sama seperti menghitung KD pada Pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi.
d. Mempunyai Sisa Kemampuan Pekerjaan (SKP) = KP – jumlah paket yang sedang dikerjakan
dengan tata cara perhitungan sama dengan taca cara menghitung SKP pada Pemilihan
Penyedia Pekerjaan Konstruksi.

2. Langkah 13 Evaluasi dokumen penawaran sampul I (administrasi dan teknis).


Persyaratan penawaran yang memenuhi syarat teknis (lihat Modul 4, sub-bab B.2. Pelelangan Umum
Secara Prakualifikasi Metode Dua Sampul Dan Evaluasi Sistem Gugur, Langkah 13 butir 4.e.) yang harus
dipenuhi untuk Pemilihan Penyedia Jasa Lainnya yang menggunakan sistem ini, disamping syarat
teknis seperti pada pemilihan penyedia barang, ditambahkan persyaratan berikut :
a. Metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan memenuhi persyaratan substantif sesuai
yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan dan diyakini menggambarkan penguasaan
dalam penyelesaian pekerjaan;
b. Jenis, kapasitas, komposisi, dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sesuai dengan
yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan (apabila diperlukan);

Selebihnya sama dengan pelaksanaan pada pemilihan penyedia barang dengan sistem pengadaan
yang sama.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


12
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

B.3 Pelelangan Umum Prakualifikasi Metode Dua Tahap Dan Evaluasi Sistem
Nilai Dan Sistem Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis

P
B.1 Pelelangan Umum elelangan umum dengan sistem pengadaan ini pada dasarnya sama
Secara
dengan pelelangan umum metode dua sampul. Perbedaannya,
Pascakualifikasi
pada sistem dua sampul baik sampul I maupun sampul II diserah-
Metode Satu Sampul
dan Evaluasi Sistem kan secara bersama-sama. Sedangkan pada metode dua tahap, sampul II
Gugur diserahkan setelah evaluasi Tahap I (sampul I) sudah ada hasilnya dan yang
boleh menyampaikan sampul II (penawaran harga) adalah peserta yang
lulus pada tahap I dan diundang untuk memasukan dokumen sampul II.
B.2 Pelelangan
Umum Secara
Tahapan-tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Prakualifikasi
1. Pengumuman prakualifikasi.
Metode Satu
Sampul dan 2. Pendaftaran dan pengambilan dokumen kualifikasi.
Evaluasi 3. Pemasukan dan evaluasi dokumen kualifikasi.
Sistem Nilai dan 4. Pembuktian kualifikasi.
Sistem Penilaian 5. Penetapan hasil kualifikasi.
Biaya Selama Umur 6. Pengumuman hasil kualifikasi.
Ekonomis
7. Sanggahan kualifikasi.
8. Undangan kepada peserta yang lulus kualifikasi.
B.3 Pelelangan Umum 9. Pengambilan dokumen pemilihan.
Prakualifikasi 10. Pemberian penjelasan.
Metode Dua Tahap 11. Pemasukan Dokumen Penawaran Tahap I (Administrasi dan Teknis).
dan Evaluasi Sistem 12. Pembukaan Dokumen Penawaran Tahap I (Administrasi dan Teknis).
Nilai dan Sistem 13. Evaluasi Dokumen Penawaran Tahap I (Administrasi dan Teknis).
Penilaian Biaya
14. Penetapan Peserta yang Lulus Evaluasi Dokumen Penawaran Tahap I.
Selama Umur
15. Pemberitahuan/Pengumuman kepada Peserta yang Lulus Evaluasi
Ekonomis
Tahap I.
16. Pemasukan Dokumen Penawaran Tahap II (Harga).
B.4 Pelelangan 17. Pembukaan Dokumen Penawaran Tahap II (Harga).
Sederhana 18. Evaluasi Dokumen Penawaran Tahap II (Harga).
19. Pembuatan Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP).
20. Penetapan pemenang.
21. Pengumuman pemenang.
22. Sanggahan.
23. Sanggahan banding.
24. Penunjukan penyedia barang/jasa.

Langkah-langkah tersebut dapat dikelompokkan kedalam beberapa


bagian besar yaitu:
1. Proses kualifikasi.
Terdiri dari langkah 1 sampai dengan langkah 8. Langkah-langkah tersebut
sama dengan langkah yang telah dijelaskan pada bab Pemilihan Penilaian

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


13
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

Kualifikasi Pengadaan di modul II.


2. Proses penawaran dan evaluasi penawaran.
Terdiri dari langkah 9 sampai dengan langkah 18.
3. Proses penentuan pemenang.
Terdiri dari langkah 19 sampai dengan langkah 24. Langkah-langkah tersebut sama dengan langkah
yang telah dijelaskan pada pelelangan umum secara pascakualifikasi metode satu sampul dan
evaluasi sistem gugur.

Langkah-langkah pelaksanaan pemilihan penyedia jasa lainnya dengan sistem pengadaan ini SAMA
DENGAN langkah-langkah PEMILIHAN PENYEDIA JASA LAINNYA (MODUL INI Bab B.2) dengan
sistem pelelangan umum secara prakualifikasi metode dua sampul dan evaluasi sistem nilai dan
sistem penilaian biaya selama umur ekonomis. Perbedaannya adalah pada sistem ini
ditambahkan langkah :
1. Penetapan peserta yang lulus evaluasi tahap I setelah evaluasi Dokumen Penawaran Administrasi
dan Teknis. Ketentuan dan tata cara langkah ini sama dengan langkah pada Pemilihan Penyedia
Barang (MODUL 4, Bab B.3. Langkah 14) dengan sistem pelelangan umum secara prakualifikasi
metode dua tahap dan evaluasi sistem nilai dan sistem penilaian biaya selama umur ekonomis.
2. Pemasukan Dokumen Penawaran Tahap II (Harga) setelah langkah pemberitahuan/pengumuman ke-
pada peserta yang lulus evaluasi tahap I. Ketentuan dan tata cara langkah ini sama dengan langkah
pada Pemilihan Penyedia Barang (MODUL 4, Bab B.3. Langkah 16) dengan sistem pelelangan umum
secara prakualifikasi metode dua tahap dan evaluasi sistem nilai dan sistem penilaian biaya selama
umur ekonomis.

Selebihnya sama dengan pelaksanaan pada pemilihan penyedia jasa lainnya dengan sistem pelelangan
umum secara prakualifikasi metode dua sampul dan evaluasi sistem nilai dan sistem penilaian biaya
selama umur ekonomis.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


14
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

B.4 Pelelangan Sederhana

P
B.1 Pelelangan Umum
Secara roses pelaksanaan Pelelangan Sederhana SAMA DENGAN proses
Pascakualifikasi pelaksanaan Pelelangan Umum secara Pascakualifikasi dengan
Metode Satu Sampul metode satu sampul dan evaluasi sistem gugur (lihat Gambar 1)
dan Evaluasi Sistem KECUALI waktu penayangan pengumuman dilakukan paling kurang 3 (tiga)
Gugur hari kerja melalui website K/L/D/I masing-masing dan papan pengumuman
resmi untuk masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE dan KD
B.2 Pelelangan
tidak diberlakukan.
Umum Secara
Prakualifikasi
Metode Satu
Sampul dan
Evaluasi
Sistem Nilai dan
Sistem Penilaian
Biaya Selama Umur
Ekonomis

B.3 Pelelangan Umum


Prakualifikasi
Metode Dua Tahap Pelelangan umum
dan Evaluasi Sistem
Nilai dan Sistem
Pasca Kualifikasi
Sistem Gugur
= Pelelangan Sederhana

Penilaian Biaya
Selama Umur
Ekonomis
Ingat..Waktu Pengumuman bisa 3 hari saja !!!
B.4 Pelelangan
Sederhana

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


15
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

C. Penunjukkan Langsung E. Pelelangan Gagal dan E.Penyusunan dan Persiapan G. Pelaporan dan Penyerahan
A. Pendahuluan B. Pelelangan dan Pengadaan D. Sayembara Tindak Lanjutnya Pelaksanaan Kontrak Pekerjaan
Langsung

H. Latihan Kelompok
dan Tes

C. Penunjukan Langsung dan Pengadaan


Langsung
C.1 Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya Melalui Penunjukan
Langsung Untuk Penanganan Darurat

L
C.1 Pelaksanaan angkah-langkah pelaksanaan pemilihan penyedia jasa lainnya
Pengadaan Jasa dengan sistem pengadaan ini SAMA DENGAN langkah-langkah
Lainnya Melalui
PEMILIHAN PENYEDIA BARANG (lihat MODUL 4) dengan sistem
Penunjukan
penunjukan langsung untuk penanganan darurat. Untuk mengingat-
Langsung Untuk
Penanganan Darurat kan kembali, proses tersebut dapat dilihat pada gambar 2 berikut yang
ada pada halaman 18 dari modul ini.
C.2 Pelaksanaan
Pengadaan Jasa
Lainnya Melalui
Penunjukan
Langsung Bukan
Untuk Penanganan
Darurat

C.3 Pelaksanaan
Pengadaan Jasa
Lainnya Melalui
Pengadaan
Langsung

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


16
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

C.2 Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya Melalui Penunjukan Langsung


Bukan Untuk Penanganan Darurat

S
C.1 Pelaksanaan
ama dengan untuk penanganan darurat di atas, langkah-langkah pelak-
Pengadaan Jasa
sanaan pemilihan penyedia jasa lainnya dengan sistem pengadaan ini
Lainnya Melalui
Penunjukan Langsung SAMA DENGAN langkah-langkah PEMILIHAN PENYEDIA BARANG (lihat
Untuk Penanganan MODUL 4) dengan sistem penunjukan langsung bukan untuk penanganan
Darurat darurat. Untuk mengingatkan kembali, proses tersebut dapat dilihat pada
gambar 2 yang ditampilkan pada halaman 18 dari modul 6 ini.
C.2 Pelaksanaan
Pengadaan Jasa
Lainnya Melalui
Penunjukan
Langsung Bukan
Untuk Penanganan
Darurat

C.3 Pelaksanaan
Pengadaan Jasa
Lainnya Melalui
Pengadaan Langsung

C.3 Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya Melalui Pengadaan Langsung

C.1 Pelaksanaan
Pengadaan Jasa
Lainnya Melalui
P elaksanaan pemilihan penyedia jasa lainnya melalui Pengadaan langsung
dijelaskan secara diagram yang dapat dilihat pada gambar 3 yang kami tampil-
kan pada halaman 19 dalam modul ini.
Penunjukan
Langsung Untuk
Penanganan Darurat

C.2 Pelaksanaan
Pengadaan Jasa
Lainnya Melalui
Penunjukan Langsung
Bukan Untuk
Penanganan Darurat

C.3 Pelaksanaan
Pengadaan Jasa
Lainnya Melalui
Pengadaan Langsung

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


17
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

1 1. Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya Melalui


Penunjukan Langsung untuk Penanganan Darurat
Mulai
2. Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya Melalui
Penunjukan Langsung Bukan Untuk Penanganan Darurat Dalam melakukan evaluasi, ULP/Pejabat Pengadaan dapat
melakukan klarifikasi dan negosiasi teknis serta harga
untuk mendapatkan harga yang wajar serta dapat

2
dipertanggungjawabkan;
Opname pekerjaan di lapangan dilakukan bersama antara
PPK, ULP/Pejabat Pengadaan dan penyedia (apabila

2
diperlukan);

1
Apabila hasil evaluasi dinyatakan tidak
memenuhi syarat, ULP/Pejabat
Mulai Pengadaan mengundang penyedia
lain ;
PPK, ULP/Pejabat Pengadaan dan penyedia membahas
jenis, spesifikasi teknis , volume pekerjaan dan waktu
penyelesaian pekerjaan;
ULP/Pejabat Pengadaan mengundang sekaligus ULP/Pejabat Pengadaan menyusun Berita Acara yang
menyampaikan Dokumen Pengadaan untuk Penunjukan memuat :
Langsung kepada penyedia yang dinilai mampu dan (1) nama dan alamat penyedia;
memenuhi kualifikasi untuk mengerjakan pekerjaan (2) harga penawaran terkoreksi dan harga hasil negoisasi;
tersebut (3) Nomor Pokok Wajib Pajak;
ULP/Pejabat Pengadaan menetapkan Dokumen
Pengadaan sesuai hasil pembahasan ; (4) unsur-unsur yang dievaluasi;
(5) keterangan lain yang dianggap perlu; dan
(6) tanggal dibuatnya berita acara.
Penyedia yang diundang memasukkan Dokumen
Kualifikasi .

PPK menyusun dan menetapkan HPS untuk diserahkan ULP/Pejabat Pengadaan menetapkan penyedia
kepada ULP/Pejabat Pengadaan; berdasarkan hasil evaluasi ;
ULP/Pejabat Pengadaan melakukan evaluasi kualifikasi
seperti pada Pelelangan Umum

ULP/Pejabat Pengadaan mengumumkan hasil penetapan


Dokumen Pengadaan disampaikan kepada penyedia; ULP/Pejabat Pengadaan memberikan penjelasan kepada penyedia yang ditunjuk di website K/L/D/I dan papan
penyedia yang memenuhi kualifikasi pengumuman resmi untuk masyarakat;

Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan kepada APIP


Penyedia menyampaikan Dokumen Penawaran dalam 1
K/L/D/I yang bersangkutan apabila dalam proses
(satu) sampul yang berisi: dokumen administrasi, teknis Penunjukan Langsung menemukan indikasi penyimpangan
dan harga kepada ULP/Pejabat Pengadaan. prosedur dan/atau KKN;

ULP/Pejabat Pengadaan membuka Dokumen Penawaran PPK menerbitkan SPPBJ dan segera mempersiapkan
dan melakukan evaluasi administrasi , teknis dan harga; proses Kontrak/SPK.

Selesai

Gambar 2 Langkah Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Jasa Lainnya Menggunakan Metode Penunjukan Langsung

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


18
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

Pejabat Pengadaan membuka, mengevaluasi,


Pejabat Pengadaan membuka, mengevaluasi, melakukan
melakukan
klarifikasi teknisklarifikasi teknis
dan negosiasi , danuntuk
harga negosiasi harga
mendapatkan
untuk mendapatkan harga yang wajar
;negosiasi
harga yang wajar, negosiasi dilakukan berdasarkan HPS
Mulai dilakukan berdasarkan HPS;

Dalam hal negosiasi harga tidak menghasilkan


kesepakatan, maka Pengadaan Langsung dinyatakan
PejabatPejabat Pengadaan
Pengadaan mencari
mencari informasi
informasi terkait
terkait pekerjaan gagal dan dilakukan Pengadaan Langsung ulang ;
pekerjaan
Jasa Lainnya Jasa
danLainnya
hargadan hargamedia
melalui melalui media
elektronik
elektronik
maupunmaupun non elektronik
non-elektronik;
Pejabat Pengadaan membuat Berita Acara Hasil
Pengadaan Langsung yang terdiri dari:
Pejabat Pengadaan membandingkan harga dan (1) nama peserta;
kualitas paling sedikit dari2 (dua) sumber informasi (2) harga penawaran atau harga penawaran terkoreksi
;
yang berbeda (3) unsur-unsur yang dievaluasi;
(4) keterangan lain yang dianggap perlu
; dan
(5) tanggal dibuatnya Berita Acara.
PejabatPengadaan
Pejabat Pengadaan mengundang
mengundangcalon calonpenyedia yang
penyedia yang
diyakinimampu
diyakini mampu untuk
untuk menyampaikan
menyampaikanpenawaran
penawaran
administrasi,teknis,
administrasi, teknis dan
dan harga
harga; Pejabat Pengadaan menyampaikan Berita Acara
kepada PPK;

Undangan dilampiri spesifikasi teknis dan


/atau gambar
serta dokumen-dokumen lain yang menggambarkan
jenis pekerjaan yang dibutuhkan ;
PPK melakukan perjanjian dan mendapatkan bukti
perjanjian dengan ketentuan :
Penyedia
Penyediayang
yangdiundang
diundangmenyampaikan
menyampaikan penawaran
penawaran (1) untuk Pengadaan Langsung yang bernilai sampai
administrasi, teknis, dan
administrasi, teknis, dan harga
harga secara
secara langsung
langsung sesuai dengan Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) berupa
jadwal
jadwal yang
yang telah
telah ditentukan dalam undangan
ditentukan dalam undangan; kuitansi; atau
(2) untuk Pengadaan Langsung yang bernilai sampai
dengan Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) berupa
Surat Perintah Kerja (SPK).

Selesai

Gambar 3 Langkah Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Jasa Lainnya Menggunakan Metode Pengadaan Langsung

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


19
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

C. Penunjukkan Langsung E. Pelelangan Gagal dan E.Penyusunan dan Persiapan G. Pelaporan dan Penyerahan
A. Pendahuluan B. Pelelangan dan Pengadaan D. Sayembara Tindak Lanjutnya Pelaksanaan Kontrak Pekerjaan
Langsung

H. Latihan Kelompok
dan Tes

D. Sayembara

P emilihan penyedia jasa lainnya dengan menggunakan metode sayembara diuraikan dalam bentuk
gambar seperti yang dapat dilihat pada gambar 4 berikut ini.

Pejabat
Pejabat Pengadaan
Pengadaan membuka
membuka, , mengevaluasi,
mengevaluasi, melakukan
melakukan
klarifikasi klarifikasi
teknis teknis
dan negosiasi , danuntuk
harga negosiasi harga
mendapatkan
untuk
harga yangmendapatkan harga
wajar, negosiasi yang wajar
dilakukan ;negosiasi
berdasarkan HPS
Mulai dilakukan berdasarkan HPS;

Dalam hal negosiasi harga tidak menghasilkan


kesepakatan, maka Pengadaan Langsung dinyatakan
Pejabat
Pejabat Pengadaan
Pengadaan mencari
mencari informasi
informasi terkait
terkait pekerjaan gagal dan dilakukan Pengadaan Langsung ulang ;
pekerjaan Jasadan
Jasa Lainnya Lainnya
hargadan harga
melalui melalui
media media
elektronik
elektronik
maupunmaupun non elektronik
non-elektronik;
Pejabat Pengadaan membuat Berita Acara Hasil
Pengadaan Langsung yang terdiri dari:
Pejabat Pengadaan membandingkan harga dan (1) nama peserta;
kualitas paling sedikit dari2 (dua) sumber informasi (2) harga penawaran atau harga penawaran terkoreksi
;
yang berbeda (3) unsur-unsur yang dievaluasi;
(4) keterangan lain yang dianggap perlu
; dan
(5) tanggal dibuatnya Berita Acara.
Pejabat
PejabatPengadaan
Pengadaanmengundang
mengundang calon
calonpenyedia
penyedia yang
yang
diyakini
diyakini mampu untuk menyampaikan penawaran,
mampu untuk menyampaikan penawaran
administrasi,teknis,
administrasi, teknis dan
dan harga;
harga Pejabat Pengadaan menyampaikan Berita Acara
kepada PPK;
Undangan
Undangandilampiri
dilampiri spesifikasi
spesifikasiteknis
teknisdan/atau
dan gambar
/atau gambar
serta
sertadokumen-dokumen
dokumen-dokumen lain lain yang
yang menggambarkan
menggambarkan
jenis pekerjaan yang dibutuhkan
pekerjaan yang dibutuhkan;
PPK
PPK melakukan
melakukan perjanjian dandan
perjanjian mendapatkan
mendapatkanbuktibukti
perjanjian dengan ketentuan
perjanjian dengan ketentuan : :
Penyedia
Penyediayang
yangdiundang
diundangmenyampaikan
menyampaikan penawaran
penawaran (1)
(1)untuk
untukPengadaan
Pengadaan Langsung
Langsung yangyang
bernilai sampaisampai
bernilai dengan
administrasi, teknis,
teknis, dan
dan harga
harga secara
secara langsung
langsung sesuai Rp. 10.000.000,00
dengan (Sepuluh
Rp10.000.000,00 juta rupiah)
(sepuluh juta berupa kuitansi;
rupiah) berupa
jadwal
jadwal yang
yang telah
telah ditentukan
ditentukan dalam undangan
undangan; atau
kuitansi; atau
(2)
(2)untuk
untukPengadaan
Pengadaan Langsung
Langsung yangyang
bernilai sampaisampai
bernilai dengan
Rp, 100.000.000,00
dengan (Seratus
Rp100.000.000,00 juta rupiah)
(seratus berupa) berupa
juta rupiah Surat
Surat Perintah
Perintah KerjaKerja (SPK).

Selesai

Gambar 4 Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Jasa Lainnya Menggunakan Metode Sayembara

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


20
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

Penjelasan langkah tersebut adalah sebagai berikut :


1. Pengumuman Sayembara
2. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Sayembara
3. Pemberian Penjelasan
Ketiga tahapan di atas memiliki langkah-langkah yang sama dengan langkah-langkah pada tahapan
pemilihan penyedia barang dengan menggunakan metode kontes.

4. Pemasukan Proposal
1) Metode pemasukan dan tata cara pembukaan proposal harus mengikuti ketentuan yang dipersyaratkan
dalam Dokumen Sayembara.
2) Pemasukan Proposal yang berisi persyaratan administrasi, proposal teknis dilakukan pada
tempat, hari, tanggal, dan waktu sesuai yangditentukan dalam pengumuman.
3) Peserta sayembara dapat menyampaikan lebih dari 1 (satu) proposal.
4) Dokumen proposal terdiri persyaratan administrasi, dan proposal teknis :
a. Persyaratan administrasi meliputi :
• Proposal ;
• Salinan kartu indentitas untuk perorangan/kelompok, akte pendirian badan usaha, atau
surat keputusan pembentukan lembaga atau surat identitas lainnya ; dan
• Salinan NPWP.
b. Proposal teknis, berisi :
• Rancangan pekerjaan yang disayembarakan ;
• Keterangan tentang spesifikasi dan metode pembuatan/pelaksanaannya.
5) Proposal disampaikan sebanyak 2 (dua) rangkap, yang terdiri dari proposal asli 1 (satu) rangkap dan
salinannya 1 (satu) rangkap ditandai“ASLI” dan “REKAMAN”.
6) Semua proposal dimasukkan dalam sampul penutup dan ditulis“Proposal Sayembara”, nama
paket pekerjaan, nama dan alamat peserta,serta disampaikan kepada ULP/Pejabat Pengadaan.
7) Peserta menyampaikan langsung proposal kepada ULP/PejabatPengadaan sesuai jadwal yang
ditetapkan.
8) Peserta dapat menyampaikan proposal melalui pos/jasa pengiriman dengan ketentuan sudah
diterima ULP/Pejabat Pengadaan sebelum batasakhir pemasukan proposal dan segala risiko
keterlambatan dankerusakan menjadi risiko peserta.
9) Dalam hal proposal disampaikan melalui pos/jasa pengiriman, maka sampul penutup dimasukkan
ke dalam sampul luar yang hanya mencantumkan alamat ULP/Pejabat Pengadaan
10) Untuk proposal penawaran yang diterima melalui pos/jasa pengiriman :
a. ULP/Pejabat Pengadaan mencatat waktu dan tanggal penerimaan proposal pada sampul luar
dan memasukkan ke dalam kotak ; dan
b. Apabila diterima terlambat, proposal tidak diikutkan dalam sayembara.
11) ULP/Pejabat Pengadaan membuat tanda terima proposal.
12) ULP/Pejabat Pengadaan menolak semua proposal yang masuk setelah batas akhir pemasukan
proposal.
13) Berbeda dengan cara pelelangan, pada metode sayembara proposal yang telah diterima, TIDAK
DAPAT ditarik/diganti/diubah/ditambah oleh peserta sayembara setelah batas akhir pemasukan
proposal.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


21
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

14) Pada batas akhir pemasukan proposal, salah satu anggota pokjaULP/Pejabat Pengadaan menutup
daftar tanda terima proposal denganmencoret tepat dibawah daftar peserta sayembara terakhir
sertamembubuhkan tanda tangan.
15) ULP/Pejabat Pengadaan menyatakan dihadapan para peserta bahwa saat pemasukan proposal telah
ditutup, menolak proposal yang terlambat dan/atau tambahan proposal, kemudian dilanjutkan dengan
rapatpembukaan proposal.
16) ULP/Pejabat Pengadaan dilarang mengubah tempat dan batas akhir pemasukan proposal, kecuali
terjadi keadaan kahar di lokasi pemasukan proposal.
17) Perubahan batas akhir pemasukan proposal karena terjadi keadaan kahar dituangkan dalam
Adendum Dokumen Sayembara dandisampaikan kepada seluruh peserta.

5. Pembukaan Proposal
1) Pembukaan proposal pada hari yang sama segera setelah batas akhir pemasukan proposal.
2) ULP/Pejabat Pengadaan tidak boleh menggugurkan proposal pada waktu pembukaan kecuali
untuk peserta yang terlambat menyampaikan proposal.
3) Setelah pembukaan proposal, ULP/Pejabat Pengadaan melakukan evaluasi terhadap persyaratan
administrasi berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Sayembara.

6. Pemeriksaan Persyaratan Administrasi dan Penilaian Proposal


Teknis
7. Pembuatan Berita Acara Hasil Sayembara (BAHS)
8. Penetapan Pemenang Sayembara
9. Pengumuman Pemenang Sayembara

Keempat tahapan di atas (6, 7, 8, dan 9) memiliki langkah-langkah yang


sama dengan langkah-langkah pada tahapan pemilihan penyedia ba-
rang dengan menggunakan metode kontes.

10. Penunjukan Pemenang Sayembara


1) PPK mengeluarkan Surat Penunjukan Pemenang Sayembara
(SPPS).
2) Dalam hal peserta sayembara yang bersangkutan tidak berse-
dia ditunjuk sebagai pemenang (mengundurkan diri), maka Hak
Cipta peserta tersebut menjadi hak negara dan kepada peserta tersebut tidak dapat menuntut
kerugian dalam bentuk apapun.
3) SPPS harus dibuat paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman penetapan pemenang dan
segera disampaikan kepada pemenang.
4) Salah satu tembusan dari SPPS disampaikan sekurang-kurangnya kepada APIP K/L/D/I yang
bersangkutan.

11. Surat Perjanjian


Surat perjanjian ditandatangani paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah diterbitkannya SPPS.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


22
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

C. Penunjukkan Langsung E. Pelelangan Gagal dan E.Penyusunan dan Persiapan G. Pelaporan dan Penyerahan
A. Pendahuluan B. Pelelangan dan Pengadaan Langsung D. Sayembara Tindak Lanjutnya Pelaksanaan Kontrak Pekerjaan

H. Latihan Kelompok
dan Tes

E. Pelelangan Gagal dan Tindak Lanjutnya

K ewenangan untuk menyatakan dan menetapkan Pelelangan Gagal beserta ketentuan-ketentuannya


SAMA DENGAN ketentuan yang ada pada Pemilihan Penyedia Barang pada MODUL 4.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


23
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

C. Penunjukkan Langsung E. Pelelangan Gagal dan E.Penyusunan dan G. Pelaporan dan Penyerahan
A. Pendahuluan B. Pelelangan dan Pengadaan D. Sayembara Tindak Lanjutnya Persiapan Pekerjaan
Langsung Pelaksanaan Kontrak

H. Latihan Kelompok
dan Tes

F. Penyusunan dan Persiapan Pelaksanaan


Kontrak
F.1 Menyusun Kontrak

B
F.1 Menyusun Kontrak entuk-bentuk perjanjian atau dalam Perpres 54/2010 disebut sebagai
bukti perjanjian terdiri dari 4 (empat) jenis dan hal ini sudah dijelaskan
pada Modul 2 Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Bagian
F.2 Persiapan Pelaksanaan
1. Ketentuan-ketentuan dalam menyusun kontrak dapat dilihat pada Modul
Kontrak
2 tersebut. Pada bagian ini akan diuraikan tentang isi atau materi yang harus
tertuang dalam kontrak.

F.1.1 Surat Perjanjian atau Kontrak

Isi Surat Perjanjian atau Kontrak untuk pengadaan pekerjaan konstruksi


hampir sama dengan isi kontrak pada pengadaan barang. Perbedaannya
terletak pada syarat-syarat umum kontrak.

Bagian-bagian dari kontrak terdiri dari 4 (empat) bagian, yaitu :


a. Pokok Perjanjian, sama dengan Pokok Perjanjian pada Kontrak
Pengadaan Barang.

b. Syarat-syarat Umum Kontrak


Syarat-syarat umum kontrak secara rinci (termasuk isi kontrak dan ba-
gian-bagian lain dari kontrak) dapat dilihat pada Peraturan Kepala LKPP
Nomor 6 tahun 2010 tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/
Jasa Pemerintah. Berikut merupakan ringkasan dari materi syarat-
syarat umum kontrak, yaitu :

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


24
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

1) Definisi
Uraian definisi dan istilah yang digunakan dalam kontrak.
2) Penerapan
Menguraikan ketentuan bahwa syarat-syarat umum dalam Kontrak ini diterapkan secara luas tetapi
tidak boleh melanggar ketentuan-ketentuan yang ada dalam Kontrak.
3) Standar (Untuk Barang/Jasa Lainnya)
Menguraikan ketentuan Barang yang disediakan oleh penyedia harus sesuai dengan standar dalam
spesifikasi teknis.
4) Asal Material/Bahan dan/atau Jasa (untuk Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya)
Ketentuan tentang asal usul material/bahan dan/atau jasa yang digunakan.
5) Pengepakan (untuk Barang/bila diperlukan untuk Jasa Lainnya)
Ketentuan bagaimana penyedia harus melakukan pengepakan.
6) Pengiriman (untuk Barang/jasa lainnya)
Ketentuan mengenai pengiriman Barang yang harus dilakukan penyedia.
7) Transportasi (untuk barang/jasa lainnya)
Ketentuan mengenai transportasi yang harus digunakan.
8) Pemeriksaan dan Pengujian (untuk barang/jasa lainnya)
Ketentuan tentang hak PPK untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian dengan tata cara tertentu.
9) Layanan Tambahan (untuk barang/jasa lainnya)
Ketentuan mengenai penyedia untuk melaksanakan beberapa atau semua layanan lanjutan.
10) Penggunaan Dokumen-Dokumen Kontrak dan Informasi
Ketentuan mengenai penggunaan dokumen-dokumen Kontrak atau dokumen lainnya yang
berhubungan dengan Kontrak.
11) Hak Kekayaan Intelektual
Ketentuan yang mengatur kewajiban penyedia untuk menjamin tidak akan ada permasalahan HKI yang
timbul.
12) Jaminan
Ketentuan mengenai jaminan yang harus disediakan oleh penyedia.
13) Asuransi
Ketentuan mengenai asuransi yang harus disediakan oleh pihak penyedia.
14) Pembayaran
Ketentuan mengenai cara-cara dan tahapan pembayaran serta mata uang yang digunakan.
15) Harga
Ketentuan mengenai harga yang harus dibayarkan oleh PPK.
16) Personil (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya)
Ketentuan mengenai PPK dapat menilai dan menyetujui penempatan/penggantian personil atau
tenaga ahli.
17) Penilaian Pekerjaan Sementara oleh PPK (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya)
Ketentuan mengenai PPK dalam masa pelaksanaan pekerjaan dapat melakukan penilaian atas hasil
pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia.
18) Penemuan-penemuan (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya)
Ketentuan mengenai bila ditemukan benda/barang yang mempunyai nilai sejarah atau penemuan
kekayaan yang menurut Undang-Undang dikuasai oleh negara di lokasi pekerjaan pada masa
pelaksanaan kontrak.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


25
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

19) Kompensasi (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya)


Ketentuan mengenai kompensasi yang dapat diberikan kepada penyedia bilamana dapat dibuktikan
merugikan penyedia. dalam hal tertentu yang bukan disebabkan kesalahan penyedia.
20) Penangguhan (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya)
Ketetentuan dan tata cara penangguhan hak pembayaran apabila penyedia tidak melakukan
kewajiban sebagaimana mestinya.
21) Hari Kerja (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya)
Ketentuan hari kerja, jam kerja dan waktu cuti bagi tenaga kerja dan tenaga ahli yang terlibat.
22) Pedoman Pengoperasian dan Perawatan (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya)
Ketentuan bahwa penyedia wajib memberikan pedoman untuk cara mengoperasikan dan merawat
hasil pekerjaan konstruksi.
23) Penyesuaian Harga (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya)
Ketentuan mengenai harga yang tercantum dalam Kontrak dapat berubah akibat adanya
penyesuaian harga sesuai dengan peraturan yang berlaku.
24) Perubahan Kontrak
Ketentuan mengenai amandemen Kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak
dengan syarat-syarat yang sesuai ketentuan.
25) Hak dan Kewajiban Para Pihak
Ketentuan mengenai hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan
para pihak.
26) Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
Ketentuan tentang jadwal rinci pelaksanaan pekerjaan.
27) Pengawasan dan Pemeriksaan
Ketentuan tentang kewenangan PPK melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap
pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.
28) Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan
Ketentuan bila terjadi keterlambatan pekerjaan.
29) Keadaan Kahar
Ketentuan mengenai keadaan kahar yang meliputi pengenaan sanksi dan perubahan kontrak serta
tindakan yang diambil untuk mengatasi keadaan kahar.
30) Itikad Baik
Menguraikan bahwa dalam pelaksanaan kontrak, para pihak bertindak berdasarkan asas saling
percaya.
31) Pemutusan Kontrak
Ketentuan mengenai kapan Kontrak dapat diputuskan.
32) Penyelesaian Perselisihan
Ketentuan mengenai cara penyelesaian perselisihan atau sengketa.
33) Bahasa dan Hukum
Bahasa dan hukum adalah ketentuan mengenai bahasa dan hukum yang digunakan dalam Kontrak.
34) Perpajakan
Ketentuan mengenai perpajakan yang berlaku di Indonesia.
35) Korespondensi
Ketentuan mengenai semua korespondensi yang dapat berbentuk surat, e-mail dan/atau faksimili
dan alamat tujuan para pihak.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


26
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

36) Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil


Ketentuan dalam melibatkan Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil.

c. Syarat-syarat Khusus Kontrak


Ketentuan yang merupakan perubahan, tambahan, dan/atau penjelasan dari ketentuan yang ada pada
syarat-syarat umum Kontrak.

d. Dokumen Lainnya Yang Merupakan Bagian Dari Kontrak


Dokumen berikut ini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Kontrak, yaitu :
1) SPPBJ ;
2) Dokumen Penawaran ;
3) Spesifikasi umum ;
4) Spesifikasi khusus ;
5) Gambar-gambar brosur ;
6) Adendum Dokumen Pemilihan (apabila ada) ;
7) Daftar kuantitas dan harga ;
8) Jaminan Pelaksanaan ; dan
9) Dokumen lainnya yang diperlukan.

F.1.2 Surat Perintah Kerja

Isi Surat Perintah Kerja pada dasarnya sama dengan isi Perjanjian atau Kontrak yang isinya sama dengan
SPK untuk pengadaan barang.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


27
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

F.2 Persiapan Pelaksanaan Kontrak

S
F.1 Menyusun Kontrak etelah surat perjanjian ditandatangani PPK dan penyedia barang/
jasa, selanjutnya PPK melakukan langkah-langkah persiapan untuk
melaksanakan kontrak. Langkah-langkah yang harus dilakukan PPK
F.2 Persiapan
untuk persiapan sebelum pelaksanaan kontrak adalah sebagai berikut :
Pelaksanaan Kontrak

a. Membuat Surat Perintah Memulai Kerja (SPMK)


b. Menyusun program mutu
c. Melakukan rapat persiapan pelaksanaan kontrak
d. Melakukan Mobilisasi
e. Melakukan pemeriksaan bersama
f. Melakukan inspeksi pabrikasi
g. Pembayaran uang muka.

Langkah-langkah tersebut sama dengan langkah-langkah persiapan


pelaksanaan kontrak pada pengadaan pekerjaan konstruksi. Bedanya,
pada pengadaan jasa lainnya ditambahkan langkah melakukan inspeksi
pabrikasi, yaitu :

1. PPK atau Tim Inspeksi yang ditunjuk PPK dapat melakukan inspeksi
atas proses pabrikasi peralatan khusus.
2. Jadwal, tempat dan ruang lingkup inspeksi harus sesuai ketentuan
dalam Kontrak.
3. Biaya pelaksanaan inspeksi termasuk dalam harga Kontrak.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


28
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

C. Penunjukkan Langsung E. Pelelangan Gagal dan E.Penyusunan dan Persiapan G. Pelaporan dan
A. Pendahuluan B. Pelelangan dan Pengadaan Langsung D. Sayembara Tindak Lanjutnya Pelaksanaan Kontrak Penyerahan
Pekerjaan

H. Latihan Kelompok
dan Tes

G. Pelaporan dan Penyerahan Pekerjaan


G.1 Pelaporan

S
G.1 Pelaporan istem pelaporan dan tata cara pelaporan sama dengan pelaporan
pada pengadaan barang melalui penyedia barang (Lihat Modul 4).
Hal yang membedakan adalah laporan hasil pekerjaan. Pada Pekerjaan
G.2 Penyerahan Pekerjaan Jasa Lainnya adalah sebagai berikut :

• Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan Kontrak untuk


menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan
pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan
dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan.
• Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan
pekerjaan, seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaan
dicatat sebagai bahan laporan pekerjaan yang berisi rencana dan
realisasi pekerjaan.
• Laporan berisi :
1. Jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan;
2. Penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya;
3. Jenis, jumlah dan kondisi peralatan;
4. Jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan;
5. Faktor-faktor berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan;
6. Catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan.
• Laporan dibuat oleh penyedia, apabila diperlukan diperiksa oleh
konsultan dan disetujui oleh wakil PPK.
• Untuk merekam kegiatan pelaksanaan pekerjaan, PPK membuat foto-
foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


29
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

G.2 Penyerahan Pekerjaan

G.1 Pelaporan
P ada dasarnya proses serah terima pekerjaan jasa lainnya sama dengan
proses serah terima barang, yaitu dilakukan secara bertahap :

G.2 Penyerahan Pekerjaan 1. Provisional Hand Over (PHO), yaitu proses serah terima pekerjaan berupa
pekerjaan jasa lainnya dari Penyedia kepada Panitia Penerima Pekerjaan.
2. Final Hand Over (FHO), yaitu proses serah terima pekerjaan jasa lainnya dari
Penyedia kepada Panitia Penerima Pekerjaan setelah masa pemeliharaan.
3. Serah terima barang dari PPK kepada Kuasa Pengguna dengan tata
cara dan ketentuan yang diatur dalam peraturan perundangan
yang berlaku.

Proses penyerahan pekerjaan jasa lainnya dari penyedia jasa lainnya


kepada pengguna jasa lainnya sebagai tanda telah selesainya pekerjaan
penyedia jasa lainnya dilakukan melalui Panitia/Pejabat Penerima Hasil
Pekerjaan. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan akan memeriksa/
menguji apakah jasa lainnya telah selesai dan sesuai dengan yang tercantum
dalam Kontrak. Apabila hasil pemeriksaan/pengujian telah diterima maka
Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan membuat dan menandatangani
Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan.

Apabila pada tahapan ini diperlukan keahlian teknis khusus untuk


memeriksa/menguji barang, maka dapat dibentuk tim/tenaga ahli yang
akan ditetapkan oleh PA/KPA untuk membantu pelaksanaan tugas Panitia/
Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.

Langkah-langkah dalam proses serah terima untuk pekerjaan jasa lainnya


adalah sebagai berikut :

1. Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia mengajukan


permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan pekerjaan.
2. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PA/KPA menugaskan Panitia/
Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
3. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap
hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. Apabila terdapat
kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, penyedia wajib
memperbaiki/menyelesaikannya.
4. PPK menerima penyerahan pekerjaan atau penyerahan pertama
pekerjaan (yang memerlukan masa pemeliharaan) setelah seluruh
hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kontrak
dan diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
5. Apabila dilakukan penyerahan pertama pekerjaan, maka :

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


30
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

a. Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari nilai kontrak,
sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan, atau
pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari nilai kontrak dan penyedia
harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak.
b. Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap
seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan;
c. Setelah masa pemeliharaan berakhir, penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada
PPK untuk penyerahan akhir pekerjaan;
d. PPK menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia melaksanakan semua kewajibannya
selama masa pemeliharaan dengan baik. PPK wajib melakukan pembayaran sisa nilai kontrak
yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan Pemeliharaan.
e. Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana mestinya, maka
PPK berhak menggunakan uang retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau
mencairkan Jaminan Pemeliharaan.

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


31
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

C. Penunjukkan Langsung E. Pelelangan Gagal dan E.Penyusunan dan G. Pelaporan dan Penyerahan
A. Pendahuluan B. Pelelangan dan Pengadaan D. Sayembara Tindak Lanjutnya Persiapan Pekerjaan
Langsung Pelaksanaan Kontrak

H. Latihan Kelompok
dan Tes

H. Latihan Kelompok dan Tes

Latihan kelompok dan tes akan disampaikan dan dipandu oleh narasumber/instruktur

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


32
MODUL

6
PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAINNYA

LKPP
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


33