Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL INOVASI

GERCEP TAKSI 24 JAM


(GERAKAN PERCEPATAN VAKSINASI 24 JAM)

I. LATAR BELAKANG & TUJUAN


Sejak kemunculan COVID-19 di Indonesia, pemerintah telah
melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian. Dimana salah
satu tata laksana yang digencarkan oleh pemerintah yaitu pelaksanaan
vaksinasi sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19.
Vaksin COVID-19 diharapkan menjadi penentu dalam mengatasi pandemi
ini, dimana di seluruh negara di dunia juga melakukan upaya yang
sama.Vaksinasi adalah suatu tindakan pemberian vaksin kepada
seseorang dimana vaksin itu berisi satu atau lebih antigen. Tujuannya
yaitu apabila individu tersebut terpajan/terpapar dengan antigen yang
sama, maka sistem imunitas yang terbentuk akan menghancurkan antigen
tersebut.
Pemerintah Indonesia telah mengambil kebijakan dalam
pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dengan dikeluarkannya Perpres 99
tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam
Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019)
yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Oktober
2019 di Jakarta.Pada tanggal 3 Desember 2020 juga telah ditandatangani
Keputusan Menteri Kesehatan nomor 9860 tahun 2020 tentang Penetapan
Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19. Adapaun jenis
vaksin yang ditetapkan yaitu vaksin yang diproduksi oleh PT. Biofarma
(Persero), Astra Zeneca, China Pharmaceutical Group Corporation
(Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.
Tujuan dari Vaksinasi 24 jam ini adalah memudahkan masyarakat
untuk mengakses layanan vaksinasi di Dinas Kesehatan Kota Tegal dalam
hal fleksibilitas waktu jamnya dan harinya, yaitu dilaksanakan dari hari
senin sampai hari minggu selama 24 jam penuh.

II. DESKRIPSI INOVASI


Inovasi Gercep Taksi 24 jam adalah sebuah layanan vaksinasi COVID-19
yang dilaksanakan selama 24 jam penuh. Bertempat di dalam tenda yang
terletak di halaman belakang Dinas Kesehatan Kota Tegal. Tim yang
melaksanakan vaksinasi adalah tim nakes dari RS di Kota Tegal,
puskesmas-puskesmas, tim dari Dinas Kesehatan, klinik- klinik yang
merupakan faskes pelaksana vaksinasi, Klinik Adhi Pradana milik Polres
Tegalkota, Klinik Dewa Ratna milik TNI, Klinik Paru Masyarakat, dan
dibantu oleh relawan- relawan dari organisasi profesi kesehatan seperti
IDI, PPNI, dan IBI. Satu tim vaksinasi terdiri dari 6- 10 orang yang terdiri
dari tenaga administrasi pendaftaran yang melakukan pendaftaran dan
memasukkan ke aplikasi PCare Vaksinasi , tenaga medis yang melakukan
screening factor resiko dan yang meloloskan calon penerima vaksin,
apakah bisa lanjut divaksinasi atau tidak, tenaga vaksinator yaitu tenaga
yang melakukan vaksinasi kepada penerima vaksin. Yang terakhir adalah
tenaga kesehatan dan administrasi yang melakukan observasi kepada para
penerima vaksin, apakah ada efek samping merugikan dari vaksinasi
tersebut.
Dalam satu hari ada 3 shift tim vaksinasi, yaitu dari pukul 07.00-
14.00,lalu dilanjutkan pukul 14.00-21.00 dan shift malam dari pukul
21.00-07.00 hari selanjutnya.
Vaksin yang digunakan adalah semua vaksin yang ada di Dinas Kesehatan
Kota Tegal. Vaksinasi yang dilayani adalah semua dosis, baik dosis 1, dosis
2 maupun dosis booster

III. KONTRIBUSI TERHADAP CAPAIAN NASIONAL SUSTAINABLE


DEVELOPMENT GOALS (SDGs)
Seluruh isu kesehatan dalam SDGs diintegrasikan dalam satu tujuan
yakni tujuan nomor 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan
mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Terdapat 38
target SDGs di sektor kesehatan yang perlu diwujudkan dan kesemuanya
akan sulit diwujudkan jika Pandemi tidak segera berakhir karena  pandemi
telah menyebabkan krisis kemanusiaan dimana tercatat lebih dari 124 juta
penduduk dunia masuk ke garis kemiskinan dan 131 juta orang terancam
kelaparan. 
Dalam upaya mendorong pencapaian SDGs, kita perlu mendorong
percepatan pemulihan pandemi. Dunia memerlukan Rencana Global untuk
mengakhiri pandemi atau Global Plan to End the Pandemic,
termasuk global vaccination roadmap.
Dalam rangka menanggulangi Pandemi Covid-19, diadakanlah strategi
percepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang dimaksudkan untuk
membentuk Herd Immunity, yang nantinya diharapkan akan menghambat
laju pandemi Covid-19 dan mengurangi mortality dan morbidity yang
diakibatkan oleh Covid-19. Salah satu upaya percepatan vaksinasi Covid-
19 di wilayah Kota Tegal adalah dengan pelaksanaan Vaksinasi 24 jam ini.
Selain itu Inovasi Vaksinasi 24 jam ini juga mendukung program yang
diusung untuk mewujudkan SDGs dalam bidang kesehatan adalah
Program Indonesia Sehat yang mempunyai 3 pilar yaitu, paradigma
sehat, pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional.
Vaksinasi Covid-19 24 jam ini mendu k ung 2 pilar yaitu:
   Paradigma sehat yang merupakan sebuah pendekatan yang
mengedepankan konsep promotif dan preventif dalam pelayanan
kesehatan dan menempatkan kesehatan sebagai input dari sebuah
proses pembangunan. Seperti diketahui kegiatan vaksinasi adalah
salah satu kegiatan preventif untuk mencegah mortality dan morbidity
penyait Covid-19.
   Pelayanan kesehatan yang dilakukan dan diarahkan untuk
peningkatan Akses dan mutu pelayanan. Dalam hal pelayanan
kesehatan primer diarahkan untuk upaya pelayanan promotif dan
preventif, melalui pendekatan continuum of care dan intervensi
berbasis risiko kesehatan baik dalam tatanan tata kelola klinis, tata
kelola manajemen dan tata kelola program.

IV. KESELARASAN KESESUAIAN DENGAN KATEGORI


Inovasi ini iselaras dengan tujuan percepatan vaksinasi dari
pemerintah, selain memudahkan masyarakat akan waktu vaksinasi yang
sangat fleksibel, juga membuat akses vaksinasi tanpa antrian yang
panjang dan melelahkan bagi masyarakat. Makin banyak masyarakat bisa
mengakses vaksin dengan lebih mudah sehingga capaian vaksinasi lebih
cepat mencapai 100% sehingga terbentuk Herd Immunity khususnya di
lingkungan Kota Tegal.

V. INOVATIF

Kegiatan ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Kegiatan ini


merupakan solusi atas kendala yang dirasakan oleh masyarakat terhadap
waktu vaksinasi yang awalnya hanya dilaksanakan di hari kerja dan di jam
kerja. Banyak warga masyarakat yang sulit mengakses karena mereka juga
harus bekerja dan hanya punya waktu luang di sore/ malam hari atau di
hari- hari libur saja.

Kegiatan vaksinasi 24 jam ini diharapkan dapat secara efektif


meningkatkan cakupan vaksinasi di Kota Tegal. Terutama untuk para
pekerja yang hanya mempunyai waktu luang di hari kerja dan para lansia
yang membutuhkan pendamping untuk dapat melaksanakan vaksinasi.
Masayrakat diharapkan dapat semakin termotivasi untuk
melaksanakan vaksinasi dengan semakin mudahnya akses vaksinasi bagi
mereka yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kota Tegal. Selain itu
masyarakat juga dapat memiliki waktu istirahat setelah diberikan vaksin
karena vaksin dapat dilaksanakan bahkan pada malam hari.
VI. SIGNIFIKANSI

Kegiatanvaksinasi 24 jam
inidiharapkandapatsecaraefektifmeningkatkancakupanvaksinasi di Kota
Tegal. Terutamauntuk para pekerja yang hanyamempunyaiwaktuluang di
harikerjadan para lansia yang
membutuhkanpendampinguntukdapatmelaksanakanvaksinasi.
Masayrakatdiharapkandapatsemakintermotivasiuntukmelaksanakan
vaksinasidengansemakinmudahnyaaksesvaksinasibagimereka yang
disediakanolehDinasKesehatan Kota Tegal.
Selainitumasyarakatjugadapatmemilikiwaktuistirahatsetelahdiberikanvaksi
nkarenavaksindapatdilaksanakanbahkanpadamalamhari.

VII. INOVATIF

VIII. Kegiatan ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Kegiatan ini merupakan solusi atas kendala yang
dirasakan oleh masyarakat terhadap waktuvaksinasi yang awalnyahanyadilaksanakan di harikerjadan di
jam kerja. Banyakwargamasyarakat yang
sulitmengakseskarenamerekajugaharusbekerjadanhanyapunyawaktuluang di sore/ malamhariatau di
hari- harilibursaja.

IX. TRANSFERABILITAS
Inovasi Vaksinasi 24 jam belum pernah dilakukan di daerah lain di
sekitar Jawa Tengah pantura bagian barat,yaitu sekitar Kabupaten tegal,
Kabupaten Pemalang dan Pekalongan, yang ada selama ini adalah
vaksinasi sesuai jam kerja dan di hari kerja
Kegiatan ini dapat dilaksanakan/diadopsi/ditransfer di daerah lain,
dengan syarat mempunyai sumber daya manusia kesehatan atau nakes
yang cukup jumlahnya dan dapat dibiayai dengan anggaran APBD
daerahmasing- masing. Inovasi ini dapat dikembangkan pula contohnya
dengan vaksinasi kunjungan rumah tapi di jam warga setelah pulang
bekerja atau dilaksanakan di hari sabtu/ minggu.

X. SUMBER DAYA DAN BERKELANJUTAN

Sumber daya dalam kegiatan ini adalah sumber daya manusia dan
sumber daya keuangan. Sumber daya manusia tentunya adalah tenaga
kesehatan vaksinator dan administrasi vaksinasi yang telah dilatih
sebelumnya, bisa dari nakes RS di Kota Tegal, puskesmas, klinik- klinik
yang ada di Kota Tegal atau relawan- relawan dari organisasi profesi
kesehatan contohya IDI, PPNI dan IBI
Adapun sumber daya keuangan adalah berupa dana pelatihan
vaksinator dan administrator vaksinasi, honor tim vaksinasi dan transport
tim vaksinasi.
Kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang
diperlukan, karena SDM yang sudah terbentuk di awal dapat terus
diberdayakan, dan sumber daya keuangan yang dibutuhkan berasal dari
APBD Kota Tegal dan dana BTT Kota Tegal

XI. STRATEGI KEBERLANJUTAN


Strategi keberlanjutan inovasi Vaksinasi 24 jam ini adalah nantinya
akan dimasukan ke anggaran rutin. Selama program vaksinasi masih
berjalan, program vaksinasi 24 jam masih bisa dijalankan. Tim telah
dibuatkan SK yang langsung ditandatangani oleh Walikota .

XII. DAMPAKEVALUASI

Kegiatan ini belum dievaluasi secara resmi skala dampaknya


melalui evaluasi internal dan eksternal oleh inspektorat karena
kegiatan ini baru akan mulai dilaksanakan tahun ini. Adapun indikator
evaluasi kegiatan ini adalah peningkatan cakupan WUS yang diperiksa
IVA hingga memenuhi target 50% dari WUS yang ada (sesuai yang tertuang
dalam renstra kemenkes), hingga nantinya dapat mencapai total coverage
WUS di Kota Tegal mendapatkan layanan deteksi dini kanker serviks dan
payudara.imunisasi Covid-19, termasuk dosis 1, dosis 2 dan vaksin
booster

XIII. RESPON PANDEMI COVID 19


Selama masa Pandemi Covid-19, inovasi ini sangat dirasakan manfaatnya,
karena pada dasarnya ini adalah inovasi yang dibuat sebagai
perkembangan salah satu strategi penanganan pandemi Covid-19. Ada 4
strategi penanganan Covid-19, yaitu :
1. Deteksi
Meningkatkan testing dan tracing covid-19 serta penguatan
surveilans di batas Negara.
2. Terapeutik
Jumlah ruang isolaso dan ICU isolasi yang cukup, serta pengerahan
tenaga kesehatan dan penunjang tenaga kesehatan untuk
penanganan pasien Covid-19
3. Vaksinasi
Alokasi vaksin yang cukup untuk seluruh warga Negara Indonesia,
Kemudahan akses vaksinasi termasuk disini adalah watu vaksin 24
jam dan percepatan vaksinasi
4. Protokol kesehatan
Pemanfaatan teknologi digital dalam implementasi protokol
kesehatan.

XIV. KETERLIBATAN PEMANGKU KEBIJAKAN

Perencanaan kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kota Tegal,


melibatkan rumah sakit se Kota Tegal, puskesmas se Kota Tegal, klinik-
klinik pelaksana vaksinasi se Kota Tegal dan berbagai organiasi profesi
kesehatan seperti IDI, PPNI dan IBI serta relawan- relawan nakes dari
beberapa perguruan tinggi di Kota Tegal. Adapun pembiayaan
direncanakan dan dianggarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Tegal

XV. PELAJARAN YANG DIPETIK

Pelajaran yang dapat dipetik dari kegiatan ini adalah bahwa


pemerintahharusmemperhatikanhal- hal yang kira-
kiradibutuhkanmasyarakatdanhal- hal yang
menjadikendalamerekadalammelaksanakan program pemerintah.
Setelahmemilikigambaranmengenaihal- hal yang
dibutuhkanmasyarakatlalupihakterkaitdapatmenganalisisdanmencarisolus
i yang terbaik.
Dalamhalinikendalavaksinasiadalahsangatterbatasnyawaktumasyarakatda
patmengaksesvaksinasi. Olehkarenaitudiperlukanwaktu yang
lebihfleksibelbagimerekauntukdapatmengaksesvaksinasi,
sehinggaterciptalahinovasivaksinasi 24 jam ini.

XVI. SIGNIFIKANSI

Kegiatanvaksinasi 24 jam
inidiharapkandapatsecaraefektifmeningkatkancakupanvaksinasi di Kota
Tegal. Terutamauntuk para pekerja yang hanyamempunyaiwaktuluang di
harikerjadan para lansia yang
membutuhkanpendampinguntukdapatmelaksanakanvaksinasi.
Masayrakatdiharapkandapatsemakintermotivasiuntukmelaksanakan
vaksinasidengansemakinmudahnyaaksesvaksinasibagimereka yang
disediakanolehDinasKesehatan Kota Tegal.
Selainitumasyarakatjugadapatmemilikiwaktuistirahatsetelahdiberikanvaksi
nkarenavaksindapatdilaksanakanbahkanpadamalamhari.