Anda di halaman 1dari 3

Jurnal Biogenesis Vol.

2(2):64-66, 2006
© Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau
ISSN : 1829-5460

BIOAKTIFITAS EKSTRAK JAHE (Zingiber officinale Roxb.)


DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN KOLONI BAKTERI Escherichia coli
DAN Bacillus subtilis

Nursal*), Sri Wulandari dan Wilda Sukma Juwita


Laboratorium Pendidikan Biologi PMIPA
FKIP Universitas Riau

Diterima 17 November 2006, Disetujui 14 Januari 2006

ABSTRACT

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui bioaktifitas ekstrak Jahe (Zingiber officinale Roxb.) terhadap
pertumbuhan koloni bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Ekstrak jahe diperoleh melalui ekstraksi dengan
pelarut etanol 96% menggunakan rotary evaporator. Pengujian terhadap pertumbuhan koloni bakteri dilakukan
menggunakan metode difusi agar pada media Nutrient Agar. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap
dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Konsentrasi ekstrak yang diujikan adalah 0,0% (kontrol), 2,0%, 4,0%, 6,0%,
8,0% dan 10,0% (b/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe dapat menghambat pertumbuhan koloni
bakteri E. coli mulai konsentrasi 6,0% dengan luas daerah hambat 9,5 mm2, dan terhadap koloni bakteri B. subtilis
dapat dihambat mulai konsentrasi 2,0% dengan luas daerah hambat 3,87 mm2. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak
yang diujikan semakin luas daerah hambat yang terbentuk.

Kata kunci : Ekstrak jahe (Zingiber officinale), Escherichia coli, Bacillus subtilis

PENDAHULUAN sekunder yang terdapat pada tanaman Jahe


(Zingiber officinale Roxb.).
Bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilis Tanaman jahe termasuk Suku Zingiberaceae,
merupakan kelompok bakteri enterobacteriaceae merupakan salah satu tanaman rempah-rempahan
yang hidup di dalam saluran pencernaan manusia yang telah lama digunakan sebagai bahan baku
sebagai penghuni usus (enteron) dan bersifat obat tradisional. Kandungan senyawa metabolit
patogen. Bakteri E. coli dapat menyebabkan sekunder yang terdapat pada tanaman jahe
gastroenteritis pada manusia, sedangkan B. subtilis terutama golongan flavonoid, fenol, terpenoid, dan
dapat menyebabkan kerusakan pada makanan minyak atsiri (Benjelalai, 1984). Senyawa
kaleng yang juga dapat mengakibatkan metabolit sekunder yang dihasilkan tumbuhan
gastroenteritis pada manusia yang Suku Zingiberaceae umumnya dapat menghambat
mengkonsumsinya. Oleh sebab itu makanan yang pertumbuhan mikroorganisme patogen yang
disimpan dalam waktu lama perlu dilakukan merugikan kehidupan manusia. Ekstrak Lengkuas
pengawetan agar tidak membahayakan konsumen. (Suku Zingiberaceae) dilaporkan dapat
Untuk mencegah dan mengendalikan pertumbuhan menghambat pertumbuhan mikroba, diantaranya
bakteri pada bahan makanan umumnya digunakan bakteri Escherichia coli, Bacillus subtilis,
bahan kimia pengawet berupa zat kimia sintetik. Staphylococcus aureus, jamur Neurospora sp,
Alternatif lain yang memungkinkan untuk Rhizopus sp dan Penicillium sp.
dikembangkan adalah pemanfaatan senyawa Beberapa jenis tumbuhan Suku Zingiberaceae
bioaktif yang dihasilkan oleh tumbuhan. Salah satu lainnya juga dilaporkan mengandung senyawa-
diantaranya adalah pemanfaatan senyawa metabolit senyawa bioaktif yang potensial. Tumbuhan
Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlecht
*)
Komunikasi Penulis : (Zingiberaceae) mengandung senyawa alpinetin,
Laboratorium Pendidikan Biologi boesenbergin A, cardamonin, boesenbergin B,
PMIPA FKIP Universitas Riau chavicinic acid, 1,8-cineol, 2,6-dihydroxy-4-

64
Nursal, Wulandari, dan Yuwita : Bioaktifitas Ekstrak Jahe

methoxychalcone, inocenbrin, pinostrobin, HASIL DAN PEMBAHASAN


essential oil yang mempunyai bioaktifitas sebagai
anti jamur. Tumbuhan Costus speciosus Smith. Hasil pengujian ekstrak jahe terhadap
(Zingiberaceae) mengandung diosgenin, dioscin, pertumbuhan bakteri E. coli dan B. subtilis setelah
gracillin, asam lemak yang mempunyai bioaktifitas 2x24 jam dapat dilihat pada Tabel 1 dan Gambar 1.
sebagai anti-fertilitas, estrogenik, dan anti- Tabel 1. Luas daerah hambat pertumbuhan koloni bakteri E.
inflammatori (Ponglux et al,1987). coli dan B. subtilis yang diberi perlakuan ekstrak jahe
Senyawa metabolit sekunder yang terdapat setelah diinkubasi selama 2x24 jam pada temperatur
pada tanaman suku Zingiberaceae perlu diteliti 45oC
pemanfaatannya terutama sebagai bahan Bakteri Konsentrasi ekstrak jahe (% b/v)
uji 0,0 2,0 4,0 6,0 8,0 10,0
biobakterisida nabati dalam menghambat
E. coli 0,00 a 0,00 a 0,00 a 9,50 b 18,27 c 35,32 d
pertumbuhan bakteri patogen khususnya E. coli B. subtilis 0,00 a 3,87 b 12,43 c 20,73 d 48,67 e 64,99 f
dan B. subtilis. Ketr. Huruf yang sama pada baris yang sama menunjukkan
tidak berbeda nyata pada taraf kepercayaan 5%
BAHAN DAN METODE Dari data pada Tabel 1 dan Gambar 1 diketahui
bahwa ekstrak jahe mulai efektif menghambat
Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah pertumbuhan koloni bakteri E. coli pada
rimpang Jahe emprit (Zingiber officinale Roxb.) konsentrasi 6,0%, sedangkan terhadap bakteri B.
yang diperoleh dari pasar pagi Arengka Kota subtilis dapat dihambat mulai konsentrasi 2,0%.
Pekanbaru. Rimpang dibersihkan dan dipotong Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak jahe lebih
setebal 1-2 mm kemudian dikeringkan. Rimpang aktif menghambat pertumbuhan koloni bakteri B.
jahe yang telah kering dihaluskan (ditumbuk) subtilis dibandingkan dengan bakteri E. coli. Pada
untuk mendapatkan serbuk (simplisia). Serbuk jahe perlakuan ekstrak konsentrasi 0,0-4,0% bakteri E.
dimaserasi dengan pelarut etanol 96% selama 3x24 coli masih dapat tumbuh dengan baik. Pada
jam pada temperatur kamar. Maserat yang konsentrasi 6,0% pertumbuhan koloni bakteri
diperoleh dikisatkan menggunakan penguap putar mulai dapat dihambat dengan luas daerah hambat
(Rotary evaporator) pada temperatur 500C. Pelarut yang berbeda nyata dengan kontrol.
yang masih tersisa diuapkan di atas penangas air
(water bath) untuk mendapatkan ekstrak kental
etanol.
Pengujian bioaktifitas ekstrak terhadap
80
Daerah hambat (mm2)

pertumbuhan bakteri dilakukan dengan metode


difusi agar (Miski et al, 1983). Sebagai media 60
tumbuh digunakan Nutrien Broth dan Nutrient
Agar. Rancangan percobaan menggunakan 40
Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan 20
dan 4 ulangan. Sebagai kontrol digunakan
akuades. Konsentrasi ekstrak yang diujikan 0
adalah 0,0%, 2,0%, 4,0%, 6,0%, 8,0% dan 0,0% 2,0% 4,0% 6,0% 8,0% 10,0%
E. coli
10,0% (b/v akuades). Parameter yang diukur Konsentrasi ekstrak (%)
B. subtilis
adalah luas daerah hambat yaitu daerah bening
yang terbentuk di sekitar kertas cakram setelah
diinkubasi selama 2x24 jam pada temperatur Gambar 1. Luas daerah hambat pertumbuhan koloni bakteri E.
coli dan B. subtilis yang diberi perlakuan ekstrak jahe
450C. Data dianalisis dengan Analisis Varians setelah diinkubasi selama 2x24 jam pada temperatur
(ANAVA) pada taraf kepercayaan 5% (Steel 45oC
dan Torrie, 1993).

65
Nursal, Wulandari, dan Juwita : Bioaktifitas Ekstrak Jahe

Terbentuknya daerah bening di sekitar kertas (gram positif). Dengan demikian, dinding sel
cakram menunjukkan terjadinya penghambatan bakteri B. subtilis lebih mudah dirusak oleh
pertumbuhan koloni bakteri akibat pengaruh senyawa bioaktif yang terdapat pada ekstrak jahe.
senyawa bioaktif yang terdapat pada ekstrak jahe.
Senyawa-senyawa metabolit sekunder golongan KESIMPULAN
fenol, flavanoid, terpenoid dan minyak atsiri yang
terdapat pada ekstrak jahe diduga merupakan Ekstrak jahe (Zingiber officinale) dapat
golongan senyawa bioaktif yang dapat menghambat pertumbuhan koloni bakteri
menghambat pertumbuhan bakeri. Escherichia coli mulai konsentrasi 6,0% dengan
Berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya luas daerah hambat 9,5 mm2, sedangkan terhadap
diketahui bahwa senyawa fenol, terpenoid dan Bacillus subtilis mulai dapat dihambat pada
flavonoid merupakan senyawa produk metabolisme konsentrasi 2,0% dengan luas daerah hambat 3,87
sekunder tumbuhan yang aktif menghambar mm2. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak jahe yang
pertumbuhan bakteri. Ekstrak akar Acanthus diujikan, luas daerah hambat yang terbentuk
ilicifolius dilaporkan dapat menghambat semakin luas.
pertumbuhan koloni bakteri Vibrio
parahaemolyticus sp (Nursal, 1997) dan Vibrio sp DAFTAR PUSTAKA
(Nursal, 1998). Senyawa triterpenoid yang terdapat
pada ekstrak daun Premna schimperi dilaporkan Benjelalai. 1984. Pengantar ilmu pangan; Nutrisi dan
dapat menghambat pertumbuhan koloni bakteri Mikrobiologi. Gadjahmada University Press.
Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis pada Yogyakarta
Habtemariam, S., A.L. Gray, G.W. Halbert, and P.G.
konsentrasi 20-25 µg/ml (Habtemariam et al,
Waterman. 1990. A Novel Antibacterial
1990). Diterpene From Premna schimperi. Medica
Terjadinya penghambatan terhadap pertumbuhan 56:187-189
koloni bakteri diduga disebabkan karena kerusakan Nursal. 1997. Pengaruh Ekstrak Akar Acanthus
yang terjadi pada komponen struktural membran ilicifolius Terhadap Pertumbuhan Bakteri Vibrio
sel bakteri. Senyawa golongan terpenoid dapat parahaemolyticus. Jurnal Biosains. Vol 2(1):32-
berikatan dengan protein dan lipid yang terdapat 37
pada membran sel dan bahkan dapat menimbulkan Nursal. 1998. Pengaruh Ekstrak Akar Acanthus
lisis pada sel. Volk dan Wheeler (1988) ilicifolius Terhadap Pertumbuhan Bakteri Vibrio
mengemukakan bahwa membran sel yang tersusun sp. Prosiding Seminar Nasional VI Ekosistem
atas protein dan lipid sangat rentan terhadap zat Mangrove. Pekanbaru 15-18 September 1998;
273-277
kimia yang dapat menurunkan tegangan
Ponglux, D., S. Wongseripipatana, T. Phadungcharoen,
permukaan. Kerusakan membran sel menyebabkan N. Ruangrungsri, dan K. Likhitwitayawuid. 1987.
terganggunya transport nutrisi (senyawa dan ion) Medicinal Plants. Internatiomal Congress on
melalui membran sel sehingga sel bakteri Natural Products, Victory Power Point Corp.,
mengalami kekurangan nutrisi yang diperlukan Ltd. Bangkok
bagi pertumbuhannya. Steel, R.G.D and J.H Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur
Perbedaaan daya hambat ekstrak jahe terhadap Statistika. Suatu Pendekatan Biometrik. Edisi
pertumbuhan koloni bakteri E. coli dan B. subtilis kedua. Diterjemahkan oleh Sumantri B. PT
diduga disebabkan karena perbedaan komponen Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
dinding selnya. Bakteri E. coli merupakan bakteri Volk, W.A. and Wheeler. 1988. Mikrobiologi Dasar.
gram negatif yang mempunyai struktur dinding sel Jilid I Edisi kelima. Diterjemahkan oleh
Markham. Penerbit Erlangga. Jakarta
yang lebih kompleks dan mengandung komponen
lipid yang lebih banyak (11-22%) dibandingkan
dengan struktur dinding sel pada bakteri B. subtilis

66