Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR PADA BARELL TERHADAP HASIL

EXTRUSI DENGAN MATERIAL DAUR ULANG KULIT KABEL PVC

Irvan Septyan Mulyana

Universitas Gunadarma, irvansepty@staff.gunadarma.ac.id,

ABSTRAK
Perngaruh temperatur terhadap material plastik didalam barell merupakan masalah
yang sering terjadi sering terjadinya kegagalan sehingga perlu melakukan penelitian
dalam bagian ini, agar hasil produksi dari rancang bangun mesin extruder berjalan
dengan baik. maka masalah tersebut perlu diteliti lebih lanjut yang bertujuan untuk
mendapatkan hasil proses yang maksimal dan mengetahui distribusi temperatur pada
barell. Dari hasil experiment membuktikan bahwa temperatur yang paling baik pada
proses extrusi material PVC berkisar antara 150ºC -170ºC dengan rasio L/D 1:30
dengan RPM screw 70 RPM dan jika material tersebut berada pada dibawah atau diatas
suhu 150ºC -170ºC hasil dari proses extrusi kurang baik. Hasil perhitungan perpindahan
panas didaptkan koefisien konveksi sebesar 18.1106 ( W)⁄(m^2.°C). koefisien konveksi
tersebut sebagai input untuk melakukan simulasi mengunakan software solidwoks, dari
hasil simulasi dan hasil experimet distribusi temperatur dengan zona-zona yang sudah
ditentukan hasilnya tidak berbeda jauh, peorbedaan disebabkan oleh metode
pengukuran dan alat ukur. Sehingga pengaruh temperatur pada proses extrusi sangat
berpengaruh terhadap hasil produksi
Kata Kunci: Extrusi , Heat transfer

PENDAHULUAN semi kontinyu (menghasilkan bahan


Industri plastik setiap tahun selalu dengan ukuran pendek).
mengalami kenaikan, ke depan industri (Sumardi,2014). Proses ekstrusi
plastik akan naik sekitar 7 – 8 persen per menggunakan mesin single extrussion
tahun seiring dengan pertumbuhan mempunyai bagian utama berupa sebuah
industri makanan dan minuman, bahan poros berulir (screw) yang berfungsi
kimia dan farmasi. Pada proses extrusi untuk mendorong dan menekan bahan
plastic sering kali terjadi permasalahan pellet hingga keluar dari die.
baik secara teknis, kimia dan human proses pengadukan pada pembuatan
error yang menyebabkan kegagalan piastik dapat lebih efektif menggunakan
produksi. Pada extruder biasanya screw ekstruder. (Arbiantarat Hari,
mengunakan pemans heater 2011) Panas yang ideal agar hasil proses
konvensional kemudian berkembangnya berkualitas baik. Panas pada barell
teknologi agar dapat lebih efisien diganti extruder biasnya lebih dari 150 0C,
dengan induction heater. Sistem tergantung pada jenis plastik yang akan
induction heater merupakan salah satu diproses berdasarkan suhu melting atau
teknologi terbaru yang digunakan pada suhu dimana kemampuan material
industri plastik yang perlu dikaji dan palstik dapat meleleh.
dikembangkan lebih lanjut untuk
meningkatkan efisiensi dari sistem METODE PENELITIAN
tersebut. (Singgih Kurniawan, 2014). Perpindahan panas pada screw dan
Ekstrusi merupakan proses industri barell pada mesin extruder perlu
yang umumnya digunakan untuk dilakukan secara experiment, sehingga
mengolah bahan secaxa kontinyu dapat diketahui hasil proses extruder
(menghasilkan bahan yang panjang) atau

UG JURNAL VOL.14 Edisi 08 Agustus 2020 19


terhadap perbedaan temperatur. Berikut Mentukan kapasitas mesin tekan atau
adalah diagram alur penelitian. laju aliran material PVC pada extruder
Desain alat atau mesin extruder dapat mengunakan persamaan berikut
dibuat sederhana dengan keterbatasan (Sajima,2012):
biayaya tetapi tidak menghilangkan 𝜋×𝐷𝑠2
𝑚̇ = 60. . 𝑝. 𝑁. 𝜔. 𝑒. 𝜌. 𝑐 … (2.1)
fungsi utama pada mesin tersebut. 4
Hasil Desain alat uji dan dilakukan
pengukuran pada alat uji mesin extruder
didapatkan sfesifikasi sebagai berikut
(Tabel 1).

Mulai

Pembuatan Desain

Pembuatan Alat

Pengujian Alat
Tidak
Ya

Pengambilan Data :
• Temperatur
• Waktu
• Hasil extrusi terhadap
teperatur

Perhitungan :
Perpindahan kalor Q

Simulasi

Kesimpulan

Mulai

Gambar 1 Flow Chat Penelitian

20 UG JURNAL VOL.14 Edisi 08 Agustus 2020


1 2 3 4
5

6
9

7
8

1. Cetakan (die) 5. Screew 9. Box Controler

2. Barell 6. Pully
3. Heater 7. Gear Box

4. Hoper 8. Motor
Gambar 2 Desain Mesin Extruder

Tabel 1.
Sfesifikasi Alat uji Mesin Extruder
Spesifikasi
Panjang= 128 cm cm L= 50 cm T = 126
Dimensi total
cm
Berat total 80 Kilogram
Kapasitas hopper
5 kg
Motor 1 phasa, RPM 1450, Daya 0.75
Motor
KW
Gearbox 1:20
Heater 800 W, 220 V
Sensor Termocouple Type K
PID dan SSR untuk pengaturan
Controller
temperature
Perbandingan screw L/D 24-30
RPM screw 60−70 RPM

Tabel 2.
Faktor Kemiringan Sudut Screw
β 0º 5º 10⁰ 15º 20⁰
c 1 0.9 0.8 0.7 0.65

UG JURNAL VOL.14 Edisi 08 Agustus 2020 21


Dimana 𝑚̇ , Kapasitas laju aliran jelas seperti yang terdapat pada aliran
material PVC (kg/s). p adalah Pitch plat rata bebas . Suhu limbak
screw (m), Ds Diameter screw(m), 𝜌 menunjukan keseluruhan energy yang
Masa jenis (kg/m³), N Putaran screw mengalir pada suatu lokasi tertentu. Oleh
conveyor (rpm),𝜔 Faktor yang sebebab itu suhu limbak sering disebut
dipengaruhi oleh sudut Kemiringan, e suhu mangkuk pencampur (mixing cup
Loading efisiensy, 0,125 untuk aliran temperature) karna pada suhu itulah
lambat, (material abrasive), Loading yang akan dicapai fluida itu kalau
efisiensy 0,25 untuk aliran lambat, ditempatkan didalam ruang pencampur
(material sedikit abrasive), Loading dan dibiarkan mencapai keseimbangan.
efisiensy 0,32 untuk aliran bebas Suhu limbak merupakan fungsi linera
mengalir, (material sedikit abrasive), karna fluks kalor pada dinding tabung itu
Loading efisiensy 0,4 untuk aliran bebas konstan. Sehingga angga nusselt berlaku
mengalir, (material tidak (J.P. Holman,2010) :
ℎ.𝑑
abrasive).Faktor c dipengaruhi oleh 𝑁𝑢𝑑 = 𝑜 = 4.364 … (2.4).
𝑘
sudut kemiringan dari extrusion screw, Menurut Sellars,tribus, dan Klein
apalagi kalau pada extrusion terdapat pada aliran laminar pada tabung, suatu
intermediate bearing. Pada rumus diatas
fluida memasuki tabung pada suatu suhu
harga c dipengaruhi sudut β seperti pada maka suhu limbaklah yang kita maksud
tabel berikut (Tabel 2). suhu limbak ini digunakan dalam neraca
Berdasarkan hukum pendinginan
energy menyeluruh pada system.
Newton laju perpindahan kalor Bahan uji atau material dalam
konveksi, q conv dinyatakan dengan percobaan ini adalah PVC Polyvinly
persamaan sebagai berikut (J.P. Chloride, bahan yang digunakan bukan
Holman,2010 : bahan murni PVC tetapi bahan limbah
qconv = 𝑚̇ Cp (Tb2 − Tb1 ) ...(2.2). kulit kabel dengan material PVC, kulit
Dimana qconv , Energi panas kabel di proses terlebih dahulu
konveksi (W), 𝑚̇ Laju aliran Massa dilakukan pencucian, pengilingan,dan
(kg/s), Cp kalor jenis (kJ/kg. °C), pengeringan sehingga menjadi ukuran
Tb1 Temperatur permukaan 1 (°C), Tb2 yang kecil dan dapat di proses di mesin
= Temperatur ambient (udara extruder.
sekitar) (°C) Proses extrusi pada material
Nilai koefisien konveksi paksa, h PVC kulit kabel mengunakan temperatur
dapat dihitung mengunakan persamaan rata-rata atau properties material PVC
sebagai berikut (J.P. Holman,2010): ℎ = murni menjadi acuan proses extrusi,
𝑁𝑢𝑑 𝑘
… (2.3). mengingat material yang digunakan
𝑑
, adalah Diameter barell (m), k, adalah material daur ulang berikut
Konduktifitas thermal (W/m².°C). yang adalah Tabel Properties PVC.

Gambar 3 Material PVC

22 UG JURNAL VOL.14 Edisi 08 Agustus 2020


Tabel 3.
Material Properties PVC (Polyvinly Chloride )
Material Properties PVC (Polyvinly Chloride )
Thermal conductivity 0.16 W/ (m.K )
Specific heat 1000 J/ (Kg.K)
Density 1.42 g / cc
Viscosity temperature 130ºC 950 Kg/m.s
Viscosity temperature 170ºC 12000 kg/m.s
Temperature Melting 140ºC - 180ºC
Note: Material Properties Solidwoks 2015

Gambar 4 Pembagian Zona Temperatur

Percobaan perbedaan dengan kondisi yang sama berikut ini


temeperatur dibagi menjadi empat kali adalah tahapan pengambian data pada
percobaan dimana tiap percobaan analisa perpindahan panas pada barell.
berbeda temperatur untuk mendapatkan
data yang baik. Temperatur pada barell HASIL DAN PEMBAHASAN
dibagi tiga zona yaitu zona A, zona B, Hasil 4 kali percoban dengan
dan Zona C. Pada percobaan ke satu temperatur yang berbeda menghasilkan
Zona A = 110 ºC, Zona B= 120, Zona C= produk yang berbeda beda berikut
130. Pada percobaan ke dua Zona A = penjelasannya.
130 ºC, Zona B= 140, Zona C= 150. a. Percobaan kesatu Zona
Pada percobaan ke tiga Zona A = 150 ºC, Temperatur 110 ºC -130 ºC
Zona B= 160, Zona C= 170 dan Pada Material PVC belum meleleh
percobaan ke empat Zona A = 170 ºC, sempurna masih ada butiran material
Zona B= 180, Zona C= 190 ºC. Pada pvc tidak bias keluar dari nozel. Hasil
gambar 2.4 adalah pembagian zona Percobaan Temperatur 110 ºC - 130 ºC,
temperatur pada barell. material limbah PVC belum meleleh
Material Properties PVC sempurna di sebabkan temperatur terlalu
mempunyai suhu melting atau suhu rendah dengan kecepatan screw 70 rpm
pengerjaan extrusi plastic berkisar mengacu kepada tabel 3.3 Temperature
140ºC - 180ºC, suhu ini digunakan untuk Melting 140ºC - 180ºC jadi pada
acuan dasar pada percobaan extrusi percobaan kesatu lelehan PVC belum
plastic. sempurna di karenakan oleh suhu
Dalam proses penelitian agar temperatur barell dibawah suhu melting.
hasil dari penelitian dapat mendekati
sebenarnya maka perlu mengetahui b. Percobaan kedua Zona
proses pengambilan data yang benar Temperatur 130 ºC -150 ºC
sehingga mendapatkan data yang sama Hasil percobaan kedua Material PVC
jika dilakukan berulang-ulang kali sudah meleleh sempurna tetapi sulit

UG JURNAL VOL.14 Edisi 08 Agustus 2020 23


untuk keluar dari nozel. Gambar3.2 perpindahan panas. Perhitungan
Hasil Percobaan Temperatur 130 ºC - perindahan panas digunakan sebagai
150 ºC, temperatur pada percobaan nilai input pada software solidwoks
kedua sudah di range suhu melting 2015 untuk mengetahui distribusi
140ºC - 180ºC dengan putaran screw 70 perpindahan panas pada barell.
rpm , lelehan PVC belum meleleh Menghitung laju material PVC pada
sempurna dan material lelehan pvc barell mengunakan persamaan (2.1),
masih sulit keluar dari nozel, 𝜋 × 𝐷𝑠 2
c. Percobaan ketiga Zona 𝑚̇ = 60. . 𝑝. 𝑁. 𝑒. 𝜔 . 𝜌.
4
Temperatur 150 ºC -170 ºC 𝜋 × 0.040272
Material PVC sudah meleleh 𝑚̇ = 60 × × 0.0508
4
sempurna dan keluar dari nozel baik. × 70 × 0.25 × 0.8
Hasil Percobaan Temperatur 170 ºC - × 1420
190 ºC, material limbah PVC belum
meleleh sempurna di sebabkan 𝑚̇ = 7.717 kg/Jam = 0.002143 kg/s
temperatur terlalu tinggi dengan Dimana Ds, diameter Screw adalah
kecepatan screw 70 rpm mengacu 0.04027 m , p jarak pitch screw
kepada tabel 3.3 Temperature Melting sebesar 0.0508 m dan N, RPM screw 70
140ºC - 180ºC jadi pada percobaan ini rpm. Dihitung mengunakan persamaan
lelehan PVC belum sempurna di 2.1 laju aliran masa sebesar material
karenakan oleh suhu temperatur barell PVC sebesar 0.002143 kg/s. kecepatan
diatas suhu melting yang mengakibatkan material aliran pvc di dalam barell
material PVC menjadi hangus dan sebesar 0.056 m/s dan berikut
kering menentukan Reynolds number sebagai
Dapat dibandingkan suhu yang berikut:
paling baik digunakan untuk proses
pengolahan bahan baku limbah kabel 𝜌 . 𝑣. 𝑑𝑜 1420 ×0.056×0.04
Re = = = 2.74
dengan jenis PVC maka suhu yang 𝜇 1200
−4
sesuai untuk proses extrusi adalah pada × 10 < 10
temperatur 150 ºC – 180 ºC, dari hasil Nilai Re yang dihasilkan kecil
percobaan ini seharusnya dilakukan merupakan aliran laminar, menurut
proses selanjutnya yaitu mengunakan Sellars,tribus, dan Klein pada aliran
pendinginan biasa memakai udara atau laminar pada tabung suatu fluida
air dan dilanjutkan dengan proses memasuki tabung pada suatu suhu maka
pemotongan agar bentuk dari lelehan suhu limbaklah yang kita maksud suhu
proses extrusi tidak seperti kabel limbak ini digunakan dalam neraca
melainkan seperti biji plastic atau pellet energy menyeluruh pada system,
plastik. sehingga untuk mencari nilai Nusselt
Pada gambar 3.5 merupakan hasil berlaku persamaan(2.4) sebagai berikut
ℎ.𝑑
percobaan ketiga atau percobaan terbaik, : 𝑁𝑢𝑑 = 𝑜 = 4.364
𝑘
limbah kulit kabel PVC dapat didaur Koefisien perindahan panas
ulang untuk menjadi pelet plastik yang konveksi pada barell dengan nilai
dapat di proses menjadi biji plastic daur konduktifitas thermal material PVC
ulang adalah 0.166 𝑊 ⁄𝑚. °𝐶 dan nilai 𝑁𝑢𝑑
sebesar 4.364 diasumsikan sebagai suhu
Perhitungan Perpindahan panas limbak dan 𝑑𝑜 adalah diameter dalam
yang dihitung hanya pada percobaan
barell sebesaar 0.04 m sehingga
yang paling baik dari keempat diperoleh koefisien perpindan panas
percobaan yaitu pada percobaan ke konveksi berlaku persamaan(2.3)
tiga,untuk mendapatkan koefisien
sebagai berikut:

24 UG JURNAL VOL.14 Edisi 08 Agustus 2020


𝑘 𝑁𝑢𝑑 𝑞𝑐𝑜𝑣 = 𝑚̇ 𝑐𝑝(𝑇𝑏2 ̇− 𝑇𝑏1 )
ℎ=
𝑑𝑜 𝑞𝑐𝑜𝑣 = 0.002143 𝑘𝑔⁄𝑠 ×
0.166 𝑊⁄𝑚. °𝐶 × 4.364 1000 𝐽⁄𝐾𝑔. ℃ × (170℃ − 150℃)
= 𝑞𝑐𝑜𝑣 = 42,86 𝑊
0.04 𝑚
= 18.1106 𝑊⁄𝑚 2 . °𝐶 Nialai koefisien konveksi
sebesar 18.1106 𝑊 ⁄𝑚 2 . °𝐶 dan nilai
Nilai h yang di input pada software perpindahan konveksi terhadap material
simulasi solidwoks adalah plastic PVC sebesar 42,86 𝑊 nilai ini
⁄ 2
18.1106 𝑊 𝑚 . °𝐶 dan menghitung yang akan menjadi parameter input pada
Perpindahan panas konveksi berlaku software solidwoks 2015.
persamaan (2.2) sebagai berikut:

Gambar 5 Hasil Percobaan Temperatur 110 ºC - 130 ºC

Gambar 6 Hasil Percobaan Temperatur 130 ºC - 150 ºC

Gambar 7 Hasil Percobaan Temperatur 150 ºC - 170 ºC

UG JURNAL VOL.14 Edisi 08 Agustus 2020 25


Gambar 8 Hasil Percobaan Temperatur 170 ºC - 190 ºC

Gambar 9 Hasil Proses Extrusi Percobaan Ke Tiga

Gambar 10 Hasil Simulasi Temperatur Pada Titik Tertentu

Pada gambar 3.6 menunjukan suhu masuk material pada barell sebesar
hasil simulasi yang mengunakan 30 ºC.
software solidwoks 2015 untuk
mengetahui distribusi panas pada barell KESIMPULAN DAN SARAN
extruder, simulasi tersebut dengan acuan Dibandingkan dengan hasil
dari hasil perhitungan secara matematis, percobaan kesatu dan kedua,
maka hasil simulasi menujukan Temperatur 150⁰C - 170ºC dengan Rpm
temperatur tertinggi pada barell sebesar screw 70 rpm material PVC meleleh
180ºC dengan koefisien konveksi dengan baik. Perpindahan panas yang
18.1106 𝑊⁄𝑚 2 . °𝐶 . Perpindahan terjadi pada material PVC secara
panas yang terjadi pada barell terlihat konveksi adalah 42,86 𝑊 dan koefisien
26 UG JURNAL VOL.14 Edisi 08 Agustus 2020
konveksi sebesar 18.1106 𝑊 ⁄𝑚 2 . °𝐶 . J.P. Holman(,2010), Heat Transfer
Dijadikan Input simulasi pada software Tenth Edition. Southern Methodist
solidwoks dan hasil simulasi menujukan University
distribusi panas pada barell. Pada Sajima, Deddy Hasnurrofiq, Sudaryadi,
penelitian ini pada pengambilan data (2012). Rancang Bangun Screw
temperatur harus lebih teliti karna Feeder Sebagai Perangkat Dukung
mempengaruhi hitungan dan hasil Peleburan Konsentrat Zirkon. Jurnal
extrusi materal PVC. Penelitian Dan Pengelolaan
Perangkat Nuklir Pusat Teknologi
DAFTAR PUSTAKA. Akselerator dan Proses Bahan.
Arbiantarat Hari, Santoso Mulyadiz, Yogyakarta, Indonesia
dkk. (2011). Pengaruh Sudut Singgih Kurniawan, (2014). Sistem
Helicdan Compression Ratio Ulir Induction Heater Mesin Extruder
Terhadap Nilai I(Ecepatan Aliran, Untuk Pengolahan Waste Pada
Shear Rate, Perubahan Tekanan, Proses Reclam. Jurnal Jurusan
Viskositas Dan Tegangaiy Geser. Teknik Elektro Universitas
Jurnal Rekayasa Volume 8 nomor 1 Diponegoro, Semarang, Indonesia
(hal.132-139). Sumardi & Indra Mawardi, (2014).
Perancangan dan Fabrikasi Mesin
Extrusi Single Screw, Jurusan Teknik
Mesin Politeknik Negeri
Lhokseumawe.

UG JURNAL VOL.14 Edisi 08 Agustus 2020 27

Anda mungkin juga menyukai