Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS ARUS TRANSIEN PADA SISI PRIMER TRANSFORMATOR TERHADAP

PELEPASAN BEBAN DI GARDU INDUK PLTU GRESIK – GARDU INDUK KRIAN


MENGGUNAKAN SIMULASI ATP/EMTP

Zulfikar Ainur Rohman

Jurusan Teknik Elektro - FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Kampus ITS, Keputih - Sukolilo Surabaya – 60111

Abstrak: Gejala Transien dapat terjadi pada magnetudenya sangat berpengaruh terhadap komponen -
perlengkapan elektrik, seperti pada sisi primer komponennya yang ada dalam satu sistem. Saat terjadi
transformator, sirkuit transmisi, generator, dan lain lain. transien komponen-komponen mengalami tekanan yang
Kondisi ini disebabkan oleh gangguan peralatan internal sangat besar berupa tegangan dan arus, yang keadaan paling
atau eksternal, seperti hubung singkat, proses switching. buruk dapat menyebabkan kerusakan peralatan pada sistem
Kondisi ini dapat terjadi karena singkatnya waktu dan dimana transien itu terjadi.
karena terlalu besarnya nilai magnitude, kejadian ini bisa Berdasarkan hal tersebut diatas, maka perlu
berpengaruh ke perlengkapan elektrik. Jika transformator dilakukan pengujian pada transformator yang disebabkan
mempunyai gangguan hubung singkat a tau proses oleh penutupan saklar terhadap gangguan arus transien pada
switching, maka arus yang sangat besar akan mengalir ke transformator. Untuk pengujian tersebut dilakukan dengan
sirkuit transformator. cara mengevaluasi besar arus transien yang terjadi pada
Penelitian ini akan menghitung nilai arus transien belitan primer transformator ketika switching. Untuk
yang berada pada sisi primer transformator, dengan pemodelan yang berupa simulasi ini dilakukan dengan
penggunaan ATP/EMTP (Electromagnetic Transient perangkat lunak ATP/EMTP (Electro Magnetic Transients
Program). Program) dengan demikian akan dapat diketahui tingkat
Berdasarkan pada simulasi untuk transformator 250 keandalan dari transformator sebagai sistem operasi
MVA, arus normal 2699,7 A. Saat terjadi proses switching penyaluran beban yang berdaya guna optimal dan efektif.
besar arus transien mencapai 21,672 kA, dengan beban
total sebesar 570,4728 MVA. II. TEORI PENUNJANG
2.1 Gardu Induk dan Saluran Transmisi
I. PENDAHULUAN Sistem tenaga listrik terdiri dari pembangkitan,
Transformator memegang peranan yang vital dalam transmisi, distribusi, dan pemakaian tenaga lis trik. Standar
proses penyaluran daya. Agar dapat melayani kebutuhan tegangan transmisi di luar negeri adalah 70 kV, 150 kV, 220
beban tersebut maka diperlukan sistem tenaga listrik yang kV untuk tegangan tinggi dan 500 kV dan 700 kV untuk
handal dengan tingkat keamanan yang tinggi. Pada saat tegangan ekstra tinggi. Standar ini mengikuti IEC
operasi sering mengalami gangguan yang mengakibatkan (International Electrotechnical Commission ).
terhentinya penyaluran daya. Salah satu gangguan tersebut
adalah transien. Trasien yang terjadi pada pada
transformator disebabkan oleh faktor ekternal misalnya
petir, dan faktor internal misalnya pada proses alih hubung
(switching). Gambar 2.1 Diagram Segaris Sistem Tenaga Listrik Sederhana
Dalam prakteknya tidak selamanya transformator
dapat beroperasi norma l, ada kalanya mendapat gangguan, Sistem transmisi berfungsi menyalurkan tenaga listrik dari
baik gangguan dari luar maupun dari dalam transformator pusat pembangkit ke pusat beban melalui saluran transmisi,
itu sendiri. Salah satu gangguan tersebut berupa gangguan karena adakalanya pembangkit tenaga listrik dibagun
hubung singkat yang dapat menimbulkan gejala transien dan ditempat yang jauh dari pusat -pusat beban (load centres).
dapat mengakibatkan kerusakan pada transformator t ersebut, Tegangan generator pada umumnya rendah antara 6
agar kerusakan pada transformator dapat diminimalisasi kV sampai 24 kV, maka tegangan ini biasanya dinaikan
maka arus transien yang terjadi disaat switching dianalisis dengan pertolongan transformator daya ke tingkat tegangan
agar diketahui apakah besar arus transien yang terjadi masih yang lebih tinggi antara 30 kV sampai 500 kV (dibeberapa
dalam batasan toleransi sehingga dapat diketahui akibat negara maju bahkan sudah sampai 1000 kV ).
yang akan ditimbulkan oleh arus transien tersebut. Tingkat tegangan yang lebih tinggi ini, selain untuk
Transien adalah perwujudan dari perubahan yang memperbesar daya hantar dari saluran yang berbanding
mendadak karena terjadi pembukaan dan penutupan saklar lurus dengan kuadrat tegangan, juga memperkecil rugi -rugi
atau adanya gangguan pada suatu sistem. Transien daya dan jatuh tegangan pada saluran. Penurunan tegangan
berlangsung dalam waktu yang sangat singkat dan dari tingkat tegangan transmisi pertama-pertama dilakukan

Proceeding Seminar Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro FTI -ITS


1
pada gardu induk (GI), dimana tegangan diturunkan ke III. GEJALA TRANSIEN, SWITCHING DAN
tegangan yang lebih rendah, misalnya dari 500 kV ke 150 PEMODELAN MENGGUNAKAN EMTP
kV atau dari 150 kV ke 70 kV. Kemudian penurunan kedua 3.1 Switching
dilakukan pada gardu induk distribusi dari 150 kV ke 20 kV Semua operasi switching pada sistem tenaga sangat
atau dari 70 kV ke 20 kV. Tegangan 20 kV ini disebut potensial menimbulkan gejala transien. Beberapa peralatan
tegangan distribusi primer. switching antara lain :
a. Pemutus daya (circuit breaker)
2.2 PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Unit b. DC circuit breaker
Pembangkitan Gresik c. Pemisah (disconnector)
Spesifikasi dari generator pada PLTGU PT. PJB Unit d. Thyristor, dll.
Pembangkit Listrik Turbin Uap ( Blok 2 dan 3) Gresik, yaitu:
 Turbin : Turbin Uap 3.1.1. Pemutus Daya
 Tipe : Siemens THRI 100/42 Setiap sistem tenaga listrik dilengkapi dengan sistem
 Daya Output : 251,75 MVA proteksi untuk mencegah terjadinya kerusakan pada
 Tegangan Output : 15,75 kV peralatan sistem dan mempertahankan kestabilan sistem
 Arus Output : 9228 A ketika terjadi gangguan, sehingga kontinuitas pelayanan
 Power factor : 0,8 dapat dipertahankan. Salah satu komponen sistem proteksi
adalah pemutus daya (circuit breaker).
 Frekuensi : 50 Hz
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu
Spesifikasi dari generator pada PLTGU PT. PJB Unit pemutus daya agar dapat mempertahankan kontinuitas
pelayanan :
Pembangkit Listrik Turbin Uap ( Blok 2 dan 3) Gresik, yaitu:
1. Mampu menyalurkan arus maksimum sistem secara terus
a. Tipe (2 winding)
menerus.
 Daya (MVA) : 150/200/250
2. Mampu memutuskan dan menutup jaringan dalam
 Tegangan (kV) : 157.5/15.75
keadaan berbeban maupun terhubung singkat tanpa
 Vektor : YN, D1 menimbulkan kerusakan pada pemutus daya itu sendiri.
b. Tipe (2 winding) 3. Dapat memutuskan arus hubung singkat dengan
 Daya (MVA) : 150/200/250 kecepatan tinggi agar arus hubung singkat tidak sampai
 Tegangan (kV) : 512.5/15.75 merusak peralatan sistem, membuat sistem kehilangan
 Vektor : YN, D1 kestabilan, dan merusak pemutus daya itu sendiri.

Spesifikasi dari generator pada PLTU Unit III dan IV PT. 3.2 Pemodelan Menggunakan ATP/EMTP
PJB Unit Pembangkitan Gresik, yaitu : Dalam simulasi kali ini kita menggunakan fasilitas
 Kapasitas : 250 MVA ATPDraw dari software EMTP untuk memodelkan dan
 Tegangan nominal : 15 kV mensimulasikan pengaruh switching (pelepasan beban)
 Arus nominal : 9623 A terhadap sisi primer transformator pembangkit 500 kV.
 Power factor : 0,8 ATPDraw adalah program grafis untuk versi ATP
 Frekuensi : 50 Hz dari electromagnetic Transient Program (EMTP) untuk
 Kecepatan putar : 3000 rpm Windows. ATP termasuk salah satu program yang
digunakan secara luas untuk simulasi digital dari fenomena
Main Transformator digunakan untuk menaikkan transien elektromagnetik, sebagaimana kejadian
tegangan generator 15 kV menjadi 154 kV, dengan elektromagnetik sesungguhnya pada sistem tenaga. Pada
spesifikasi : program ini pengguna dapat merancang rangkaian elektronik
 Kapasitas : 240 MVA dengan memilih komponen-komponen yang telah tersedia.
 Tegangan sisi tinggi : 154 kV (wye)
 Tegangan sisi rendah : 15 kV (delta)
 Frekuensi : 50 Hz

Proceeding Seminar Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro FTI -ITS


2
Tcl = -1 det
Top = 0,1 det

Titik Gangguan

Gambar 3.1 Single Line Diagram Gardu Induk Pembangkit Gresik (500kV dan 150 kV) - Gardu Induk Krian pada Pemodelan
Sistem dengan simulasi ATP -EMTP

IV. SIMULASI DAN ANALISIS ARUS TRANSIEN b. Transformator Pembangkit 200 MVA
PADA SISI PRIMER TRANSFORMATOR AKIBAT 2162,4 A
PELEPASAN BEBAN
Pada bagian ini dilakukan simulasi untuk mengamati
karakteristik, dari arus transien saat terjadi pelepasan beban
(switching). Simulasi pada sistem dilakukan dengan
parameter sebagai berikut :
1. Saat Kondisi Normal (Tanpa Gangguan) pada Jaringan
Transmisi Tegangan Tinggi 500 kV.
2. Saat Kondisi Switching (Ada Gangguan) pada Jaringan
Transmisi Tegangan Tinggi 500 kV.
3. Saat Kondisi Switching pada Jaringan Transmisi
Tegangan Tinggi 500 kV dengan Setting Waktu Tetap
dan Beban yang Berbeda Gambar 4.2 Arus pada sisi Primer Trafo 200 MVA Kondisi
Normal
4.1 Saat Kondisi Normal (Tanpa Gangg uan) pada
Jaringan Transmisi Tegangan Tinggi 500 kV. c. Transformator Pembangkit 150 MVA
1622,5 A
a. Transformator Pembangkit 250 MVA
2699,7 A

Gambar 4.3 Arus pada sisi Primer Trafo 150 MVA Kondisi
Normal
Gambar 4.1 Arus pada sisi Primer Trafo 250 MVA Kondisi
Normal

Proceeding Seminar Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro FTI -ITS


3
Berdasarkan hasil simulasi pada kondisi normal
412,47 kV
menunjukkan profil arus seperti gambar 4 .1 - gambar 4.3
Hasil simulasi dalam kondisi normal menamp ilkan
karakteristik gelombang dimana sedang beroperasi secara
139,92 kV
normal dengan arus puncak pada sisi primer trafo 250 MVA
yaitu sebesar 2699,7 A, pada sisi primer trafo 200 MVA
yaitu sebesar 2162,4 A, dan pada sisi primer trafo 150 MVA
yaitu sebesar 1622,5 A.

4.2 Saat Kondisi Switching (Ada Gangguan) pada


Jaringan Transmisi Tegangan Tinggi 500 kV.

a. Transformator Pembangkit 250 MVA Gambar 4.7 Tegangan pada Sisi Sekunder Trafo Pembangkit
(250, 200, dan 150) MVA akibat Pelepasan Beban (Switching)

Berdasarkan dari rangka ian simulasi yang


ditunjukkan pada gambar diatas memperlihatkan hasil
2,6997 kA
simulasi dalam kondisi switching saat terjadi gangguan
hubung singkat 3 phasa ketanah , transien akan terlihat disaat
switching dengan pengaturan waktu pada PMT. Hasil
simulasi saat switching menunjukkan profil arus seperti
gambar 4.4 - gambar 4.6, hasil simulasi saat pelepasan
beban dengan arus puncak transien yang paling tinggi pada
21,672 kA sisi primer trafo 250 MVA sebesar 21,672 kA, pada sisi
primer trafo 200 MVA sebesar 17,355 kA, dan pada sisi
Gambar 4.4 Arus Transien pada sisi Primer Trafo primer trafo 150 MVA sebesar 13,018 kA. Dengan total
beban sebesar 570,4728 MVA.
b. Transformator Pembangkit 200 MVA Dapat dilihat adanya perubahan pada arus yang
diakibatkan terjadinya pelepasan beban (switching), Arus
transien yang terjadi berlangsung selama ±0,05 detik setelah
itu arus akan menjadi nol (0) dikarenakan PMT pada kondis i
terbuka.
2,1624 kA
Sedangkan untuk tegangan pada sisi sekunder trafo,
pada saat terjadinya pelepasan beban terjadi penurunan
tegangan. Tegangan puncak yang sebelumnya sebesar
412,47 kV mengalami penurunan sebesar 139,92 kV.

4.3 Saat Kondisi Switching pada Jaringan Transmisi


Tegangan Tinggi 500 kV dengan Setting Waktu
17,355 kA
Tetap dan Beban yang Berbeda
Gambar 4.5 Arus Transien pada sisi Primer Trafo Dari simulasi dan hasil simulasi pada semua trafo
pembangkit, maka bisa didapatkan besar arus transien pada
c. Transformator Pembangkit 150 MVA trafo pembangkit 250 MVA, 200 MVA, dan 150 MVA
dengan beban yang berbeda. Tabel dibawah akan
menampilkan hasil dari simulasi menggunakan ATP/EMTP.

Tabel 4.1 Nilai Arus Transien pada Trafo Pembangkit 250 MVA
dengan Setting Waktu Tetap dan Beban yang Berbeda
1,6225 kA
Kondisi Arus (A)
dan Total Pelepasan Selisih
No.
Beban Normal Beban (%)
(MVA) (Switching)
(570,4728)
1 2699,7 21672 87,54
Semua on
(524,7782)
13,018 kA 2 2470,4 21584 88,55
Sawahan off
(452,166)
Gambar 4.6 Arus Transien pada sisi Primer Trafo 3 Sawahan, 2331,8 21561 89,18
Tandes off

Proceeding Seminar Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro FTI -ITS


4
(355,3402) menunjukkan perubahan yang terjadi pada arus transien
Sawahan, disisi primer transformator, penurunan nilai arus transien
4 1799,8 21334 91,56
Tandes,
Driyorejo off diakibatkan karena berkurangnya daya beban (MVA) yang
(290,408) terpasang.
Sawahan, Dari hasil simulasi dan karakteristik a rus transien
Tandes, terhadap kondisi pada sisi primer trafo pembangkit (250
5 1452,6 21188 93,14
Driyorejo,
Sekar Putih MVA), nilai arus puncak transiennya cenderung lebih besar
off daripada trafo pembangkit (250 dan 150) MVA. Hal ini
disebabkan karena besar daya dari masing -masing trafo
Tabel 4.2 Nilai Arus Transien pada Trafo Pembangkit 200 mempunyai nilai yang berbeda, trafo dengan daya besar
MVA dengan Setting Waktu Tetap dan Beban yang Berbeda mempunyai nilai arus transien yang besar dibanding dengan
Kondisi Arus (A) trafo dengan daya kecil. Pada tabel diatas juga bisa dilihat
dan Total Pelepasan Selisih bahwa meskipun pada tiap trafo mempunyai nilai arus
No.
Beban Normal Beban (%) puncak transien yang berbeda, tetapi dengan beban yan g
(MVA) (Switching) sama maka nilai selisih antara arus normal dan saat terjadi
(570,4728) pelepasan beban (switching) pada masing-masing trafo akan
1 2162,4 17355 87,54
Semua on
sama. Dikarenakan tiap trafo memiliki rasio perbandingan
(524,7782)
2 1978,7 17284 88,5 tegangan primer dan tegangan sekunder yang sama.
Sawahan off
(452,166)
3 Sawahan, 1867,1 17267 89,18 V. PENUTUP
Tandes off Berdasarkan analisis simulasi ATP-EMTP dan
(355,3402) pembahasan perhitungan, maka pada Tugas Akhir ini
Sawahan,
4
Tandes,
1441,6 17085 91,56 didapatkan beberapa kesimpulan dan saran, yaitu :
Driyorejo off
(290,408) 5.1 Kesimpulan
Sawahan, Kesimpulan yang didapat dari analisis dan
Tandes,
5
Driyorejo,
1163,5 16968 93,14 pembahasan perhitungan adalah :
Sekar Putih 1. Besar beban total dari transformator pembangk it
off PLTU gresik 500 kV sebesar 570,4728 MVA dengan
besar arus normal tiap trafo pembangkit masing -
Tabel 4.3 Nilai Arus Transien pada Trafo Pembangkit 150 masing sebesar (trafo 250 MVA = 2699,7 A, trafo
MVA dengan Setting Waktu Tetap dan Beban yang Berbeda 200 MVA = 2162,4 A, trafo 150 MVA = 1622,5 A).
Kondisi Arus (A) Berdasarkan hasil dari simulasi untuk semua beban
dan Total Pelepasan Selisih yang terpasang pada busbar Surabaya Barat saat
No.
Beban Normal Beban (%) terjadi pelepasan beban akibat gangguan hubung
(MVA) (Switching) singkat 3 phasa ketanah, maka arus puncak transien
(570,4728) pada sisi primer masing-masing transformator yang
1 1622,5 13018 87,54
Semua on
(524,7782)
akan ditimbulkan sebesar (trafo 250 MVA = 21,672
2 1484,6 12966 88,55 kA, trafo 200 MVA = 17,355 kA, trafo 150 MVA =
Sawahan off
(452,166) 13,018 kA). Itu berarti besar arus puncak transien
3 Sawahan, 1401,3 12952 89,18 melebihi arus nominal (In) transformator pembangkit.
Tandes off
2. Berdasarkan standar (SPLN 64:1985) tentang garis
(355,3402)
Sawahan, batas ketahanan trafo terhadap arus transien.
4 1081,6 12817 91,56 Sehingga transformator untuk semua pembangkit
Tandes,
Driyorejo off masih berada dalam kondisi batas aman saat terjadi
(290,408) pelepasan beban, karena besar arus puncak transien
Sawahan,
Tandes, sebesar ± 2,4 × In.
5 872,92 12729 93,14 3. Selisih nilai antara kondisi normal dan saat terjadi
Driyorejo,
Sekar Putih pelepasan beban pada semua transformator
off pembangkit PLTU Gresik 500 kV dengan setting
waktu tetap dan beban yang berbeda , nilai arus
Berdasarkan dari rangkaian simulasi memperlihatkan transiennya rata-rata sebesar ± 89,99 %.
hasil simulasi dalam kondisi switching saat terjadi gangguan 4. Jika beban naik maka besar arus pada sisi primer
hubung singkat 3 phasa ketanah , hasil simulasi saat tranformator akan juga naik. Dan sebaliknya, Jika
switching ditunjukkan pada tabel 4. 1 – table 4.3. Dan dari beban turun maka besar arus pada sisi primer
table diatas juga bisa dilihat hasil simulasi saat pelepasan tranformator akan juga turun. Begitu juga saat terjadi
beban dengan beban yang berbeda-beda. Pada tabel pelepasan beban.

Proceeding Seminar Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro FTI -ITS


5
5. Arus transien yang besarnya melebihi batas aman [10] Gupta., “Power System Analysis and Design” , S.chand
akan dapat merusak peralatan atau elemen -elemen & Company LTD. (2004)
sirkuit. Juga dapat menyebabkan jatuhnya tegangan [11] Nadu., “High Voltage Engineering” , The McGraw Hill
dan frekuensi sistem, sehingga kerja paralel d ari unit- Companies. (1982)
unit pembangkit menjadi terganggu. [12] “Profil Unit Pembangkitan Gresik .2007”. PT PJB.
Gresik.
5.2 Saran [13] Raditya Hari Nugraha., “Analisis Transien Akibat
Saran yang dapat diberikan setelah mengerjakan Shunt Reaktor Switching Terhadap P eralatan Di Gitet
Tugas Akhir ini adalah : 500 kV Dengan Menggunakan Pemodelan
1. Untuk pengkajian yang lebih mendalam tentang ATP/EMTP. ” Jurusan Teknik Elektro, Institut
penelitian, analisis arus transien akibat pelepasan Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (2009)
beban ini masih diperlukan pengetahuan serta [14] Saadat, H., “Power System Analysis” , International
ketelitian yang lebih baik lagi. Sedangkan Edition EPRI, McGraw-Hill., New York. (1999)
penggunaan program ATP/EMTP dalam penyelesaian [15] Suhadi., dkk., “Teknik Distribusi Tenaga Listrik Jilid
tugas akhir ini hanya untuk melihat tampilan harga 1”, Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
dan bentuk profil gelombang arus yang terjadi pada Kejuruan. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan
sisi primer transformator dalam keadaan normal Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan
maupun pada saat terjadi pelepasan beban Nasional. (2008)
(switching). Namun program ATP/EMTP ini masih [16] Syariffuddin. M., “Diktat Kulah Teknik Tegangan
dapat dikembangkan penggunaannya dalam Tinggi”, ITS, Surabaya.
melakukan suatu penelitian. [17] Tobing., “Peralatan Tegangan Tinggi ”, PT. Gramedia
2. Program ATP-EMTP ini dapat juga dijadikan sebagai Pustaka Utama Jakarta. (2003)
sarana dan salah satu metoda untuk menyelesaikan [18] T. S. Hutahuruk., “Gelombang Berjalan dan Proteksi
dan menganalisis permasalahan transien pada sistem Surja”, Jakarta : Erlangga. (1989)
tenaga listrik, rangkaian control, mesin -mesin listrik,
maupun masalah tegangan tinggi lainnya. RIWAYAT HIDUP

DAFTAR PUSTAKA Zulfikar Ainur Rohman


[1] A. Arismunandar., “Teknik Tegangan Tinggi”, (1975) dilahirkan di kota Banyuwangi, 22
[2] A. Kadir., “Transmisi Tenaga Listrik”, (1998) April 1986. Penulis adalah putra
[3] Ahmad Dayan., “Simulasi Tegangan Dip Pada Sistem kedua dari dua bersaudara pasangan
Distribusi Tegangan Menengah 20 kV PT. PLN Alm.Moch. Anwar dan Kanama Al
(PERSERO) APJ Surabaya Utara Menggunakan ATP - Marhamah.
EMTP.” Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Penulis memulai je njang
Sepuluh Nopember Surabaya (2009) pendidikannya di TK Muslimat dan
[4] Arfita Yuana Dewi., “Analisis Arus Transien Pada Sisi MI Rogojampi Banyuwangi hingga
Primer Transformator Terhadap Pelepasan Beban lulus tahun 1998. Setelah itu penulis
Menggunakan Simulasi EMTP - TEKNOIN, Vol. 11, melanjutkan studinya di SLTP Negeri 1 Rogojampi
No.3”, September 2006. Banyuwangi. Tahun 2001, penulis diterima sebagai murid
[5] Daniel Prahara Eka Ramadhani ., Eko Prasetyo., SMK Negeri 1Glagah Banyuwangi Jurusan Teknik Elektro
Nalendra Permana., “Sistem Pengaman Elektris Pada hingga lulus tahun 2004. Pada tahun yang sama penulis
Generator PLTGU PT PJB Unit Pembangkitan mengikuti Tes Lokal D3 Teknik Elektro Universitas Je mber
Gresik”. Kerja Praktek ., Jurusan Teknik Elektro, hingga lulus tahun 2007. Pada tahun yang sama penulis
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (2008) melanjutkan Studi ke Strata 1 Jurusan Teknik Elektro
[6] “Data Beban Puncak Transformator & Transmisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan
Region Jawa Timur dan Bali Desember 2009”. mengambil bidang studi Teknik Sistem Tenaga.
PT. PLN (PERSERO) P3B JAWA B ALI.
[7] Dugan R.C., McGranaghan M.F., Beaty H.W.,
“Electrical Power Systems Quality”, The McGraw Hill
Companies. (1996)
[8] Fallon C.M., McDermott B.A., “Development and
Testing of a Real-Time Digital Voltage Flickermeter” ,
IEEE. (1996)
[9] Fikri KA., Eko FS., Purwadi., “Transformator Tenaga
Pada PLTU Unit III dan IV 2X200 MW Di PT. PJB
Unit Pembangkitan Gresik”. Laporan Kerja Praktek ,.
Teknik Elektro Universitas Jember (2006)

Proceeding Seminar Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro FTI -ITS


6