Anda di halaman 1dari 2

ASPEK PENDIDIKAN

(Tafsir Q.S.Qaf/ 50:19-23, Q.S.al-A’laa/87;14-17, Q.S. Hadid/57;20)

A. Pendahuluan
Percaya kepada adanya kehidupan akhirat termasuk rukun iman yang kelima. Di dalam Al-
Qur’an banyak kita jumpai begitu banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang
kehidupan akhirat sebagai suatu hal yang belum terjadi dan akan terjadi yang harus kita imani.
Disebutkan pula dalam Al-Qur’an anjuran beriman kepada hari akhir sering digandengkan
dengan seruan untuk beriman kepada Allah, hal tersebut memuat pesan bahwa seseorang yang
beriman kepada Allah dengan kesungguhan hatinya atau hanya sekedar berpura-pura akan
terlihat jelas hasilnya di akhirat nanti sebagai hari balasan dan perhitungan amal perbuatan
manusia selama di dunia.

B. Pembahasan
Dalam kajian Q.S.Qaf ayat 19-23 berhubungan dengan pembicaraan tentang niat, ucapan
dan amal perbuatan manusia yang selalu di pantau oleh Allah melalui malaikat-Nya.Al-Maraghy
menjelaskan bahwa sakarat al-maut yang pada umumnya manusia berusaha keras untuk
menghindarinya, pasti akan datang juga tanpa dapat dihindari, dihalangi dan dipungkiri dan pada
saat sangkakala ditiupkan pada tiupan yang pertama, maka itulah masa yang keadaannya amat
dahsyat yaitu saat dimana Allah menjanjikan balasan siksa bagi orang yang ingkar kepada Allah
SWT serta pada saat itu pula setiap manusia dating menghadap Tuhannya dengan disertai
malaikat yang menggiring dan malaikat yang menjadi saksi yang memberikan kesaksian
terhadap segala amal perbuatan yang baik atau buruk manusia selama hidupnya di dunia.(Al-
Maraghy:162)
Seiring dengan itu Sayid Quthb (3363) berpendapat bahwa manusia hidup, bergerak, tidur,
makan dan minum, berbicara, diam, berjalan dan sebagainya berada dalam pantauan dua
malaikat yang berada di sebelah kanan dan kirinya.Semuanya dinilai secara akurat dan obyektif
oleh kedua malaikat itu. Dan segala catatan dan kesaksian kedua malaikat itu akan di
informasikan di akhirat kelak dan akan dilihat jelas dan disaksikan oleh manusia itu sendiri, dan
hal tersebut sering dilupakannya ketika hidup di dunia. (penjelasan Q.S.Qaf ayat 23)
Berkenaan dengan kandungan surat qaf adalah Q.S. Al-A’la 14-17 juga memuat informasi
tentang keadaan orang di akhirat nanti.Orang yang akan berbahagia di akhirat nanti adalah orang
yang datang menghadap Allah dalam keadaan jiwa yang bersih dari dosa. Dan jiwa yang bersih
dapat dilakukan dengan beriman kepada Allah membenarkan segala apa yang dibawa Rasulullah
SAW disertai amal salih. senantiasa mengerjakan shalat, menyebut nama Allah dan
mengagungkannya dalam hati sanubari serta takut dari ancaman-Nya.Demikian adalah termasuk
orang yang imannya kokoh. Dan orang yang selalu benar terhadap yang dilakukanya, niscaya ia
akan mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia, Karena ia juga menyadari
akan peringatan Allah SWT dalam Q.S.Hadid/57:20 bahwa sifat dari kehidupan dunia adalah
mudah sirna sebagaimana halnya hujan yang turun dan membelah bumi yang tandus kemudian
tumbuh hijau beraneka ragam yang dapat menyenangkan petani, namun tidak lama kemudian
pohon tersebut menua, layu dan kering kemudian mati. Hal ini tidak berarti seseorang dilarang
untuk mencari dan menikmati kehidupan dunia, akan tetapi ia tidak terpedaya hanya
mementingkan kehidupan dunia, dan melupakan kehidupan akhirat. Kehidupan dunia justru
harus dilihat dalam upaya mencapai kehidupan akhirat.
C. Hikmah Tarbiyah (Analisis Kependidikan)
Dari penjelasan ayat-ayat di atas, setidaknya ada beberapa implikasi kependidikan, antara
lain:
a. Implikasi muatan materi, bahwa materi keimanan merupakan materi penting yang harus
diberikan kepada siswa
b. Muatan materi akhlak diharapkan merupakan implikasi dari muatan materi pendidikan
keimanan. Orang yang beriman kepada hari akhirat akan termotivasi memanfaatkan
hidupnya di dunia untuk melakukan amal ibadah dan amal yang salih juga menjauhi
segala yang dilarang-Nya
c. Implikasi evaluasi pendidikan untuk melihat hasil pendidikan secara obyektif.
Sebagaimana baik dan buruk perbuatan seseorang di dunia akan diketahui hasil dan
balasannya di akhirat kelak

D. Penutup
Dengan uraian beberapa ayat Al-Qur’an tentang iman kepada kehidupan akhirat di atas
dapat memberikan perenungan bahwa kehidupan akhirat adalah suatu hal yang akan kita jelang
sebagai suatu bentuk ke-Maha kuasa dan Maha adilnya Allah terhadap setiap perbuatan dan amal
baik buruk manusia selama kehidupannya di Dunia fana yang akan dievaluasi dan dinilai
hasilnya di kehidupan akhirat kelak.

Referensi:
1. Al-Maraghy, Tafsir al-Maraghy
2. Sayyid Quthb, Fi dzilal Al-Qur’an
3. Ibn Katsir, Ringkasan Tafsir Ibn Katsir
4. Abudin Nata, Tafsir al-ayat at-Tarbawiyyah

Anda mungkin juga menyukai