Anda di halaman 1dari 8

Nama;Dwi Febrianto

Nim:A12020036
Kelas:1A S1 Keperawatan
Bab 3 ketentuan khusus

A. Definisi Diagnosis Keperawatan

diagnosis keperawatan merupakan suatu penilaian klinis mengenai respon klien terhadap
masalah kesehatan atau proses kehidupan yang dialaminya baik yang berlangsung aktual
maupun potensial. diagnosis diagnosis keperawatan bertujuan untuk mengidentifikasi respon
respon individu, keluarga dan komunitas terhadap situasi yang berkaitan dengan
kesehatan.Perawat diharapkan memiliki rentang perhatian yang luas,baik pada klien sakit
maupun sehat

B. Klasifikasi Diagnosis Keperawatan

International Council of nurses ( ICN) sejak tahun 1991 telah mengembangkan suatu sistem
klasifikasi yang disebut dengan International nurses Council internasional classification for
Nursing practice (ICNP ).Sistem klasifikasi ini tidak hanya mencakup klasifikasi diagnosis
keperawatan, tetapi juga mencakup klasifikasi intervensi dan tujuan keperawatan. Sistem
klasifikasi ini disusun untuk mengharmonisasikan terminologi-terminologi keperawatan yang
digunakan di berbagai negara diantaranya clinical care classification on (CCC), north
American nursing diagnosis Association (NANDA ),ICNP Membagi diagnosis keperawatan
menjadi 5 kategori ,Yaitu fisiologis,psikologis, perilaku relasional dan lingkungan.

C. Jenis Diagnosis Keperawatan

Diagnosis keperawatan dibagi menjadi dua jenis, yaitu diagnosis negatif dan diagnosis positif.
Diagnosis negatif menunjukkan bahwa klien dalam kondisi si sakit atau beresiko mengalami
sakit sehingga penegakan diagnosis ini akan mengarahkan pemberian intervensi keperawatan
yang bersifat penyembuhan, pemulihan dan pencegahan .diagnosis ini terdiri atas diagnosis
aktual dan diagnosis resiko. Sedangkan diagnosis positif menunjukkan bahwa klien dalam
kondisi sehat dan dapat mencapai kondisi yang lebih sehat atau optimal, diagnosis ini disebut
juga dengan diagnosis promosi kesehatan.

1. Diagnosis Aktual

Di Asus diagnosis ini menggambarkan respon klien terhadap kondisi kesehatan atau
proses kehidupannya yang menyebabkan klien mengalami masalah kesehatan,
tanda/gejala mayor dan minor dapat ditemukan dan di validasi pada klien.

2. Diagnosis Resiko

Diagnosis ini menggambarkan respon klien terhadap kondisi kesehatan atau proses
kehidupan yang dapat menyebabkan klien beresiko mengalami masalah kesehatan,
tidak ditemukan tanda atau gejala mayor dan minor pada klien namun klien memiliki
faktor risiko mengalami masalah kesehatan

3. Diagnosis Promosi Kesehatan

Diagnosis ini menggambarkan adanya keinginan dan motivasi klien untuk


meningkatkan kondisi kesehatannya ke tingkat yang lebih baik atau optimal

D. Komponen Diagnosis Keperawatan


1. Masalah( problem)

Masalah merupakan label diagnosis keperawatan yang menggambarkan inti dari respon
klien terhadap kondisi kesehatan atau proses kehidupannya

2. Indikator Diagnostik

1 Penyebab (etiology) merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan


status kesehatan.
2 Tanda(sign) dan gejala (symptom).tanda merupakan data objektif yang
diperoleh dari hasil pemeriksaan fisik, sedangkan gejala merupakan data
subjektif yang diperoleh dari hasil anamnesis.
3 Faktor risiko merupakan kondisi atau situasi yang dapat meningkatkan
kerentanan klien mengalami masalah kesehatan.

E. Proses Penegakan Diagnosis Keperawatan

Proses penegakan diagnosis atau mendiagnosis merupakan suatu proses yang sistematis yang
terdiri atas tiga tahap yaitu analisis data,identifikasi masalah dan perumusan diagnosis.

1. Analisis Data
 Bandingkan data dengan nilai normal
Data-data yang didapatkan dari pengkajian dibandingkan dengan nilai-nilai
normal dan identifikasi tanda atau gejala yang bermakna
 Kelompok data
Tanda-tanda yang dianggap bermakna dikelompokkan berdasarkan pola
kebutuhan dasar yang meliputi respirasi, sirkulasi, nutrisi, eliminasi,
aktivasi, neurosensori, reproduksi, nyeri, integritas ego, pertumbuhan,
kebersihan diri, penyuluhan, interaksi sosial dan keamanan.
2. Identifikasi Masalah
Setelah data dianalisis perawat dan klien bersama-sama mengidentifikasi masalah
aktual, risiko/promosi kesehatan.
3. Perumusan Diagnosis Keperawatan
 Penulisan 3 bagian( three part )
 Penulisan dua bagian (two part)
BAB IV
STANDAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN KEPERAWATAN INDONESIA

A. Kategori:Psikologis
Sub Kategori: Pertumbuhan dan Perkembangan
1. D0106 Gangguan Tumbuh Kembang
 Definisi
kondisi mengalami gangguan kemampuan bertumbuh dan berkembang sesuai
dengan kelompok usia
 penyebab
 Efek ketidakmampuan fisik
 keterbatasan lingkungan
 inkonsistensi respon
 pengabaian
 terpisah dari orang tua atau orang terdekat
 defisiensi stimulus

 gejala dan tanda mayor


 subjektif ( tidak tersedia)
 objektif
o Tidak mampu melakukan keterampilan atau perilaku khas sesuai usia
(fisik, bahasa,motorik,psikososial)
o pertumbuhan fisik terganggu

 gejala dan tanda minor


 subjektif (tidak tersedia)
 objektif
o tidak mampu melakukan perawatan diri sesuai usia
o afek datar
o respon sosial lambat
o kontak mata terbatas
o nafsu makan menurun
o lesu
o Mudah marah
o regresi
o pola tidur terganggu

 Kondisi Klinis Terkait


 Hipotiroidisme
 sindrom gagal tumbuh
 leukimia
 defisiensi hormon pertumbuhan
 demensia
 delirium
 kelainan jantung bawaan
 penyakit kronis
 gangguan kepribadian
2. D0107 Resiko Gangguan Perkembangan
 Definisi
Beresiko mengalami gangguan untuk berkembang sesuai dengan kelompok usianya
 Faktor Resiko
a) Ketidak ada kekuatan nutrisi
b) Ketidakadakekuatan perawatan prenatal
c) Keterlambatan perawatan prenatal
d) Usia hamil di bawah 15 tahun
e) Usia hamil di atas 35 tahun
f) Kehamilan tidak terencana
g) Kehamilan tidak diinginkan
h) Gangguan endokrin
i) Prematuritas
j) Kelainan genetik/kongenital
k) Efek samping terapi (mis. Kemoterapi,terapi radiasi,agen farmakologis)
l) Kerusakan otak(Mis.pendarahan selama periode
pascanatal,penganiayaan,kecelakaan.
m) Penganiayaan (mis. Fisik,psikologis,seksual
n) Gangguan pendengaran
o) Ganguan penglihatan
p) Penyalahgunaan zat
q) Ketidakmampuan belajar
r) Anak adopsi
s) Kejadian berencana
t) Ekonomi lemah
 Kondisi klinis Terkait
a) Hipotiroidisme
b) Sindrom gagal tumbuh
c) Leukimia
d) Defisiensi hormon pertumbuhan
e) Demensia
f) Delirium
g) Kelainan jantung bawaan
h) Penyakit kronis
i) Gangguan kepribadian

3. D0108 Risiko Gangguan Pertumbuhan


 Definisi
Beresiko mengalami gangguan untuk bertumbuh sesuai dengan kelompok usianya.
 Faktor Risiko
1) Ketidakadakekuatan nutrisi
2) Penyakit kronis
3) Nafsu makan tidak terkontrol
4) Prematuritas
5) Terpaparteratogen
6) Ketidakadakekuatan nutrisi maternal
7) Proses infeksi
8) Proses infeksi maternal
9) Perilaku makan maladaptif
10) Penyalahgunaan zat
11) Kelainan genetik
12) Penganiayaan
13) Ekonomi lemah
 Kondisi Klinis Terkait
a) Hipotiroidisme
b) Sindrom gagal tumbuh
c) Leukimia
d) Defisiensi hormon pertumbuhan
e) Demensia
f) Delirium
g) Kelainan jantung bawaan
h) Penyakit kronis
i) Gangguan kepribadian

B. Kategori:Perilaku
Sub Kategori:Kebersihan Diri
1. D0109 Defisit Perawatan Diri
 Definisi
 Penyebab
1) Gangguan muskuloskeletal
2) Gangguan neuromuskuler
3) Kelemahan
4) Ganggan pesikologis/psikotik
5) Penurunan motifasi /minat
 Gejala dan Tanda Mayor
Subjektif
1) Menolak melakukan perawatan diri

Objektif

1) Tidak mampu mandi/mengenakan pakaian/makan/ketoilet/berhias secara


mandiri.
2) Minat melakukan perawatan diri kurang
 Gejala dan Tanda Minor
Subjektif (Tidak tersedia)
Objektif (Tidak Tersedia)
 Kondisi Klinis Terkait
1) Stroke
2) Cedera medula spinalis
3) Depresi
4) Arthritis reumatoid
5) Retardasi mental
6) Delirium
7) Demensia
8) Ganggan amnesik
9) Skizofrenia dan gangguan psikotik lain
10) Fungsi penilaian terganggu
 Keterangan
Diagnisis ini dispesifikasikan menjadi salah satu atau lebih dari:
1) Mandi
2) Berpakaian
3) Makan
4) Toileting
5) Berhias

Anda mungkin juga menyukai