Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH GADAR 1

TRAUMA KEPALA

Anggota kelompok :
Kelas : 2A

1 A12020003 Rahmat Prasetyo Utomo


2 A12020004 Ade Difa Diasari
3 A12020009 Aliansyah Faturokhman
4 A12020010 Alica Sahara Nanda Aryanto
5 A12020015 Andika Alfi Damara
6 A12020016 Andika Ridho Maulidna
7 A12020022 Anisa Rahma
8 A12020023 Anisa Rismayanti
9 A12020026 Anugrah Fitri Wulandari
10 A12020027 Arif Pandu Juliansyah
11 A12020035 Dilla Nur Azizah
12 A12020036 Dwi Febrianto
13 A12020041 Elsa Suryani
14 A12020042 Ely Astuti Rahmawati
15 A12020047 Fadilah Nurma Andriasari
16 A12020048 Farach Aini Fauzia

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM SARJANA


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
2021/2022

1
KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Wr . Wb

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat
iman dan kesehatan, sehingga kami diberi kesempatan yang luar biasa ini yaitu kesempatan
untuk menyelesaikan makalah ini dengan judul Trauma Kepala ini dengan tepat waktu. Tak lupa
pula penulis haturkan shalawat serta salam kepada Nabi agung Nabi Muhammad SAW. Semoga
syafaatnya mengalir pada kita di hari akhir kelak. Adapun dalam penyusunan makalah tentunya
banyak sekali hambatan yang telah penulis rasakan. Oleh sebab itu, kami berterimakasih kepada
beberapa pihak yang telah membantu,membina dan mendukung kami dalam mengatasi beberapa
hambatan yang penulis hadapi. Selain itu kami juga sadar bahwa pada makalah ini dapat
ditemukan banyak sekali kekurangan serta jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kami benar-
benar menanti kritik dan saran untuk kemudian dapat kami revisi dan tulis di masa yang
selanjutnya, sebab sekali lagi kami menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna. Dan
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Kebumen, 15 Februari 2022

Tim Penulis

2
DAFTAR ISI

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Trauma kepala adalah suatu gangguan traumatik dari fungsi otak yang disertai
perdarahan interstitial dalam substansi otak. Tanpa terputusnya kontinuitas otak.Trauma
serebral adalah suatu bentuk trauma yang dapat mengubahkemampuan otak dalam
menghasilkan keseimbangan aktivitas fisik, intelektual,emosional, sosial dan pekerjaan.
Pada cedera kepala terjadi kerusakan jaringan otak yang dapat disebabkan olehadanya
trauma &benturan (benda tumpul/tajam/serpihan tulang) yang menembus ataumerobek
suatu jaringan otak. Cedera kepala dapat juga terjadi sebagai pengaruh suatukekuatan
atau energi yang diteruskan ke otak dan akhirnya oleh efek percepatan perlambatan pada
otak yang terbatas pada kompartemen yang kaku & (price & Wilson,2005). GCS
merupakan salah satu alat ukur tingkat beratnya cedera kepala. 8C) seringdigunakan
sebagai indikator prognosis perbaikan fungsi kognitif dan outcome
B. Rumusan Masalah

Rumusan dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran persepsi mahasiswa terhadap
keefektifan pelaksanaan diskusi tutorial pada mahasiswa tahapan akademik Program Studi
Sarjana Keperawatan Universitas Muhammadiyah Gombong.

C. Tujuan Penulisan

Mengetahui gambaran persepsi mahasiswa terhadap keefektifan pelasanaan diskusi


kelompok dalam tutorial pada mahasiswa tahap-tahap akademik Program Studi Sarjana
Keperawatan Universitas Muhammadiyah Gombong.

4
BAB II
PEMBAHASAN

KASUS
Laki-laki usia 30 tahun mengalami kecelakaan tunggal menabrak tiang listrik, kemudian dibawa
ke IGD oleh orang sekitar yang menemukan. Hasil pengkajian didapatkan jejas diarea kepala dan
clavicula kearah cranial, nilai GCS E3M3V2, terdapat otorea, raccon eyes, dan battle sign. Selain
itu terdengar juga bunyi gurgling ketika dilakukan teknik buka jalan napas menggunakan jaw
thrust. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8.1 mg/dL, Head CT Scan: Fr. Tulang
Basis Cranii, TD 100/80 mmHg, frekuensi nadi 92 x/menit, frekuensi napas 30 x/menit dan suhu
36oC. Pasien mendapat terapi oksigen 10 liter/menit menggunakan NRM, IVFD NaCl 0.9% 20
tpm, inj ceftriaxone 2x1 gr, asam traneksamat 3x500 mg, manitol 200cc, terpasang DC no 16 dan
servical collar.
A. Mengidentifikasi Kata Sulit
1. Jejas adalah Lecet, tergores, luka sedikit.
2. Clavicula adalah tulang pertama yang mengalami proses pengerasan osifikasi selama
perkembangan embrio minggu ke-5 dan 6.
3. Cranial adalah tulang tengkorak
4. GCS (glasgow coma scale) adalah skala yang dipakai untuk mengetahui tingkat
kesadaran, Skala ini digunakan pada orang yang mengalami cedera kepala.
5. Otorrhea/keluarnya cairan dari telinga
6. memar di sekitar mata (raccoon eyes).
7. battel sign adalah memar di daerah belakang telinga
8. Gurgling adalah bunyi nafas tambahan yang ada saat pasien memiliki sumbatan jalan
nafas. Bunyi tersebut karakteristiknya adalah suara seperti orang berkumur yang
disebabkan oleh adanya sumbatan berupa cairan, misalnya : air, muntahan atau darah.
9. Jaw thrust dilakukan dengan meletakkan satu tangan pada masing-masing sisi kepala
korban dengan ibu jari dekat sudut mulut pertemuan menuju dagu, gunakan siku
untuk menyokong
10. Cervical Collar (alat penyangga leher) adalah perangkat medis ortopedi biasa
digunakan untuk menyangga atau menopang leher dan kepala pasien

5
11. Ceftriaxone adalah obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri
yang terjadi pada tubuh.
12. Manitol atau mannitol adalah cairan infus yang digunakan untuk mengurangi tekanan
dalam otak (tekanan intrakranial), tekanan dalam bola mata (tekanan intraokular), dan
pembengkakan otak (cerebral edema).
13. Asam traneksamat adalah obat untuk menghentikan perdarahan pada beberapa
kondisi, seperti mimisan yang tidak kunjung berhenti, menorrhagia, cedera, prosedur
cabut gigi, atau perdarahan pascaoperasi.
14. DC (Dower Catheter) adalah alat yang digunakan pasien untuk membantu
mengosongkan kandung kemih.
15. IVFD (Intravenous Fluid Drops ) adalah terapi yang bertujuan untuk memasukkan
sejumlah cairan kedalam tubuh, melalui jarum, ke pembuluh darah vena (pembuluh
darah balik).
B. Menentukan Masalah
1. Apa yang menyebabkan terjadinya otorea?
2. Apa akibat terjadinya otorea?
3. Apa yang menyebabkan terjadinya raccon eyes?
4. Jaringan apa saja yang rusak akibat terjadinya nya otorea?
5. Bagaimana battle sign dapat terjadi?
6. Bahaya apa saja yang dapat terjadi akibat jejas di area kepada?
7. Apa diagnosa Keperawatan dalam kasus tersebut?
8. Apa yang dimaksud GCS E3M3V2?
9. Apa yang menyebabkan buyi gurgling ketika dilakukan teknik buka jalan nafas?
10. Apa manfaat injeksi cefriaxone?
11. Bagaimana pertolongan pertama pada truma kepala?
C. Mencurahkan Pendapat
1. Yang menyebabkan terjadinya otorea yaitu infeksi di telinga bagian tengah.
2. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kemungkinan besar bisa menimbulkan berbagai
komplikasi. Misalnya, gangguan pendengaran, penyebaran infeksi, atau robeknya
gendang telinga. Selain itu, bisa juga menyebabkan terlambatnya perkembangan

6
bicara anak. Bila bayi mengalami gangguan pendengaran (sementara/permanen),
kemungkinan mereka akan mengalami keterlambatan dalam berbicara.
3. Lebam hitam pada daerah kelopak mata disebut juga racoon eyes atau ekimosis
periorbita dalam bahasa medisnya. Kondisi ini terjadi akibat cedera pada kepala dan
atau tulang wajah. Seperti yang anda alami, benturan pada dahi menyebabkan
pecahnya pembuluh darah sehingga terjadi perdarahan di bawah kulit.
4. 4.
5. Battle’s sign terjadi karena patah tulang di tengkorak, biasanya setelah benturan parah
di kepala. Penyebab paling umum dari patah tulang tengkorak dan tanda Battle
meliputi:
a. kekerasan fisik
b. kontak olahraga
c. kecelakaan mobil dan sepeda motor
d. kecelakaan sepeda tanpa helm
e. jatuh
6. Jika dibiarkan begitu saja, trauma atau jejas di area kepala ringan berpotensi memicu
berbagai komplilasi, seperti: Sindrom pasca gegar otak, seperti sakit kepala, pusing,
serta kesulitan untuk berpikir.
7. 7.
8. 8.
9. 9.
10. Manfaat injeksi ceftriaxone yaitu untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri yang
terjadi pada tubuh.
11. Pertolongan pertama pada truma kepala yaitu :
a. Cek kesadaran
b. Stabilkan kepala dan lehernya
c. Hentikan perdarahan
d. Jangan tekan tulang tengkorak yang retak
e. Cegah korban agar tidak tersedak
D. Menyusun Skema Gangguan Muskuloskletal

7
Riwayat kecelakaan tunggal
menabrak tiang listrik
Tn. K 30 tahun

Hasil pengkajian :
- Jejas diarea kepala
- Clavicula kea rah cranial
Datang ke IGD - Nilai GCS E3M3V2
- Terdapat otorea
- Raccon eyes
- Battle sign
Dilakukan pemeriksaan
dan terapi

 TD : 100/80 mmHg
 Nadi : 92 x/menit
Pemeriksaan Fisik  RR : 30 x/menit
 Suhu 36 ℃

Pemeriksaan  Hb 8.1 mg/dl


penunjang  Head CT Scan : Fr. Tulang Basis
Cranii
Fr. Tulang Basis
Cranii

Terapi medikasi  Terapi oksigen 10 liter/menit


(NRM)
 IVFD Naci 0.9% 20 tpm
 Inj ceftriaxone 2x1 gr
 Asam traneksamat 2x500 mg
 Mannitol 200cc
 Terpasang DC no 19 &
servical collar

Pencegahan : Penanganan :
 Hindari risiko Anda mengalami cedera;  diawali dengan memastikan bahwa jalan
 Patuhi diet kaya kalsium dan vitamin nafas, pernafasan, sirkulasi bebas dan aman.
D untuk kesehatan tulang;  Cegah peningkatan tekanan intrakranial
 Lakukan latihan untuk memperkuat yang mendadak.
tulang dan otot;  Jaga kebersihan sekitar lubang hidung dan
 Latih diri Anda dengan kegiatan yang lubang telinga.
meningkatkan kebugaran dan  Pada penderita dengan tanda-tanda bloody
fleksibilitas tubuh otorrhea /otoliquorrhea, penderita tidur
 Amati faktor-faktor keselamatan di 8 dengan posisi terlentang dan kepala miring.
tempat kerja atau tempat beraktivitas.  Pemberian obat-obatan untuk mengurangi
rasa sakit dan kemungkinan terjadi infeksi
E. Menetapkan Tujuan Pembelajaran
1. Mengidentifikasi definisi,etiologi,dan faktor risiko trauma kepala
2. Menyusun skema/pathway trauma kepala
3. Mengidentifikasi penatalaksanaan pasien gangguan sistem trauma kepala
4. Mengidentifikasi proses keperawatan pada pasien trauma kepala
a. Pengkajian pada pasien trauma kepala
b. Pemeriksaan fisik pada pasien trauma kepala
c. Pemeriksaan penunjang pada pasien trauma kepala
d. Menentukan diagnosa keperawatan pada pasien trauma kepala
e. Menentukan intervensi keperawtan pada pasien trauma kepala

ANALISA DATA
No Data Fokus Problem Etiologi
1. DS : Perubahan pola
nafas b.d adanya
- Klien mengatakan sesak
gangguan
- Klien mengatakan nyeri muskoloskeletal
saat bernafas
DO :
- Gelisah
- Takipneu
- Nafas dangkal dan cepat
- RR : 30x/menit

2. DS : Nyeri akut b.d


pergerakan
- Klien mengatakan seperti
fragmen tulang
tertusuk tusuk pada era
clavikula
- Klien mengatakan nyeri
apabila bergerak
- Klien mengatakan nyeri
dirasakan sejak dari lokasi
kecelakaan

9
- Klien mengatakan nyeri
pada skala 9
-

DO :

3. DS :
DO :

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif
2.

10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

11
DAFTAR PUSTAKA

12

Anda mungkin juga menyukai