Anda di halaman 1dari 13

1

MODUL PERKULIAHAN

Aljabar Linier
a) Hasil kali titik
b) Hasil kali silang
c) Sifat-sifat aljabar

Abstrak Sub-CPMK

Modul ini akan membahas tentang Mahasiswa dapat :


hasil kali titik (dot product) dan  Menghitung hasil kali titik
hasil kali silang (cross product)  Menghitung hasil kali silang
pada Vektor, dan sifat-sifat aljabar  Menjelaskan sifat-sifat aljabar
operasi vektor.

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

02 W111700052 Sumarmi, M.Pd


TEKNIK SIPIL
Perkalian Titik ( Dot Product )/Perkalian
Skalar Dua Vektor
Pada bagian ini kita perkenalkan semacam perkalian vektor di ruang-2 dan
ruang-3. Sifat-sifat ilmu hitung perkalian ini akan ditentukan dan beberapa
penerapannya akan diberikan.

Misalnya u dan v adalah dua vektor taknol di ruang-2 dan ruang-3,dan


anggaplah vektor-vektor ini telah dilokasikan sehingga titik awalnya berimpit. Yang
kita artikan dengan sudut di antara u dan v, dengan sudut θ yang ditentukan
oleh u dan v yang memenuhi 0 ≤ θ ≤ π

u
θ
θ u θ
u v
v v

Definisi :

Jika u dan v adalah vektor-vektor di ruang-2 atau ruang-3 dan θ adalah sudut di
antara u dan v, maka hasil kali titik (dot product) atau hasil kali dalam Euclidis
(Euclidean inner product) u • v didefinisikan oleh

Misalkan u = (u1, u2, u3) dan v = (v1, v2, v3) adalah dua vektor taknol. Jika,
seperti pada gambar dibawah, θ adalah sudut di antara u dan v, maka hukum
cosinus menghasilkan

z
P (u1, u2, u3)

u
Q (v1, v2, v3)
θ y
v
2022 ALJABAR LINIER
2 Sumarmi, M.Pd
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/

x
x
Karena = v – u, maka dapat kita tuliskan kembali sebagai

atau

Dengan mensubstitusikan

dan

Maka setelah menyederhanakannya akan kita dapatkan

Jika u = (u1, u2) dan v = (v1, v2) adalah dua vektor di ruang-2, maka rumus yang
bersesuaian adalah

Jika u dan v adalah vektor taknol, maka rumus di atas dapat kita tulis

Teorema berikut ini memperlihatkan bagaimana hasil kali titik dapat


digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai sudut diantara dua vektor;
teorema ini juga menghasilkan hubungan penting di antara norma dan hasil kali
titik.
Teorema

2022 ALJABAR LINIER


3 Sumarmi, M.Pd
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
Misalkan u dan v adalah vektor di ruang-2 atau ruang-3.

a) v • v = ; yakni, =
b) Jika u dan v adalah vektor-vektor taknol dan θ adalah sudut di antara kedua
vektor tersebut, maka

θ lancip jika dan hanya jika u • v > 0


θ tumpul jika dan hanya jika u • v < 0
θ = π/2 jika dan hanya jika u • v = 0

Vektor tegak lurus disebut juga vektor ortogonal. Pada teorema di atas, dua
vektor tak-nol adalah tegaklurus jika dan hanya jika hasil kali titiknya adalah nol.
Jika kita sepakat menganggap u dan v agar tegaklurus maka salah satu atau
kedua vektor ini haruslah 0, karenanya kita dapat menyatakan tanpa kecuali
bahwa baik vektor u maupun v akan ortogonal jika dan hanya jika u • v = 0.

Teorema

Jika u, v dan w adalah vektor-vektor di ruang-2 atau ruang-3 dan k adalah skalar,
maka

a) u•v=v•u
b) u • (v + w) = u • v + u • w
c) k(u • v) = (ku) • v = u • (kv)
d) v • v > 0 jika v ≠ 0 dan v • v = 0 jika v = 0

Jika u dan a ditempatkan sedemikian rupa maka titik awalnya akan


menempati titik Q, kita dapat menguraikan vektor u sebagai berikut.

w u w2 u u w2
2
Q w1 a Q a w1 w1 Q a

Turunkanlah garis tegaklurus dari atas u ke garis yang melalui a, dan


bentuklah vektor w1 dari Q ke alas garis yang tegaklurus tersebut. Bentuk
selanjutnya akan menjadi

w2 = u – w1

2022 ALJABAR LINIER


4 Sumarmi, M.Pd
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
Sebagaimana ditunjukkan pada gambar di atas, vektor w1 sejajar dengan a,
vektor w2 tegaklurus dengan a, dan

w1 + w2 = w1 + (u – w1) = u

Vektor w1 tersebut kita namakan proyeksi ortogonal u pada a atau kadang-


kadang kita namakan komponen vektor u sepanjang a. Hal ini kita nyatakan
dengan

proyau

Vektor w2 kita namakan komponen vektor u yang ortogonal terhadap a.


Karena w2 = u – w1 maka vektor ini dapat kita tulis sebagai

w2 = u – proyau

Teorema

Jika u dan a adalah vektor-vektor di ruang-2 atau ruang-3 dan jika a ≠ 0, maka

(komponen vektor u sepanjang a)

(komponen vektor u yang ortogonal terhadap a)

Bukti :

Misalkan w1 = proyau dan w2 = u – proyau. Karena w1 sejajar dengan a, maka


kita harus mengalikan skalar a, sehingga kita dapat menuliskan dalam bentuk w1 =
ka. Jadi

u = w1 + w2 = ka + w2

Dengan mengambil hasil kali titik dari kedua sisi dengan a maupun dengan
menggunakan teorema 2 dan 3 akan menghasilkan

2022 ALJABAR LINIER


5 Sumarmi, M.Pd
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
Namun karena w2 tegaklurus kepada a, sehingga persamaan di atas

menjadi

Karena proyau = w1 = ka, kita dapatkan

Sebuah rumus untuk panjang komponen vektor u sepanjang a dapat kita


peroleh dengan menuliskan

= (karena adalah sebuah skalar)

= (karena > 0)

menghasilkan

Jika θ menyatakan sudut antara u dan a, maka , sehingga

dengan demikian rumus di atas dapat juga kita tuliskan menjadi

Kemudian rumus untuk menghitung jarak antara titik dan garis adalah

2022 ALJABAR LINIER


6 Sumarmi, M.Pd
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
Hasil kali titik atau dot product antara dua buah vektor akan menghasilkan

suatu skalar atau bilangan real. Perkalian titik sering disebut juga perkalian

skalar dua vektor. Hasil kali skalar dua vektor a dan b didefinisikan : a.b =

cos 

dimana  adalah sudut yang diapit oleh kedua vektor a dan b.

Dari definisi diatas, dapat kita tentukan sifat-sifat hasil kali skalar sebagai

berikut :

1). Jika a dan b merupakan dua vektor yang arahnya sama maka a.b =

2). Jika a dan b merupakan dua vektor yang berlawanan arah maka a.b =
-
3). Jika a dan b merupakan dua vektor yang tegak lurus maka a.b=0
4). Jika a dan b merupakan dua vektor dan a.b  0 maka sudut antara
dua vektor tersebut adalah sudut lancip
5). Jika a dan b merupakan dua vektor dan a.b  0 maka sudut antara
dua vektor tersebut adalah sudut tumpul
6). Sifat komutatif yaitu a.b = b.a
7). Sifat distributif yaitu a.( b + c ) = a.b + a.c
Apabila vektor a dan b yang dinyatakan dalam bentuk komponen,

misalnya : a = a1 i + a2 j + a3 k dan b = b1 i + b2 j + b3 k maka :

a.b = ( a1 i + a2 j + a3 k ). ( b1 i + b2 j + b3 k ). Dengan menggunakan sifat

distributif dan hasil kali skalar dua vektor yang saling tegak lurus dan

searah maka :

i . i = i2 = 1 ; j . j = j2 = 1 dan k . k = k2 = 1

i . j = 0 ; j . k = 0 dan k . i = 0

2022 ALJABAR LINIER


7 Sumarmi, M.Pd
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
Dengan demikian, kita peroleh rumus hasil kali skalar dua vektor yaitu :

untuk vektor a = a1 i + a2 j + a3 k dan b = b1 i + b2 j + b3 k maka : a.b =

a1 b1 + a2 b2 + a3 b3.

Contoh:

1). Hitunglah perkalian skalar antara:


dan

Penyelesaian:

. = 2.1 + 3.1 + 5.1

= 2 + 3 + 5 = 10

2). Diketahui vektor-vektor sebagai berikut:

Tentukan hasil kali skalar dua vektor tersebut

Penyelesaian:

. = 1.5 + 2.4 + 4.0

= 5 + 8 =13

Dari rumus perkalian dua vektor a.b = cos  maka besar sudut

antara vektor a dan vektor b dapat ditentukan, yaitu:

Perkalian Silang ( Cross Product )


Definisi :

jika u = dan v = adalah vector di ruang-3, maka hasil kai silang


u x v adalah vektor yang didefinisikan oleh

2022 ALJABAR LINIER


8 Sumarmi, M.Pd
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
uxv=

atau dalam notasi determinan

uxv=

Terdapat pola pada rumus di atas yang berguna untuk diingat. Jika di bentuk
matriks 2 x 3.

Di mana entri baris pertama adalah komponen factor pertama u dan entri baris
kedua adalah komponen factor v, maka determinan dalam komponen pertama u x
v didapatkan dengan mencoret kolom pertama matriks tersebut, determinan dalam
komponen kedua kita dapatkan dengan mencoret kolom kedua dari matriks
tersebut, sedangkan determinan dalam komponen ketiga kita dapatkan dengan
mencoret kolom ketiga dari matriks tersebut.

Contoh :

Carilah u x v, di mana u = (1, 2, -2) dan v = (3, 0, 1)

Jawab :

uxv=

= (2, -7, 6)

Teorema

Jika u dan v adalah vector di ruang-3, maka :

a. u . (u x v) = 0 (u x v orthogonal ke u)
b. v . (u x v) = 0 (u x v orthogonal ke v)
c. ll u x v ll2 = ll u ll ll v ll2 – (u . v)2 (identitas lagrange)

Teorema

2022 ALJABAR LINIER


9 Sumarmi, M.Pd
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
Jika u, v dan w adalah sebarang vektor di ruang-3 dan k adalah sebarang scalar,
maka :

a. u x v = - (v x u)
b. u x (v + w) = (u x v) + (u x w)
c. (u + v) x w = (u x w) + v x w)
d. k(u x v) = (ku) x v = u x (kv)
e. ux0=0xu
f. uxu=0

Misalkan :

Tinjaulah vector-vektor : i = (1, 0, 0), j = (0, 1, 0), k = (0, 0, 1)

Setiap vector v = (v1, v2, v3) di ruang ke-3 dapat di ungkapkan dengan i, j, dan k,
karenanya kita dapat menuliskan

v = (v1, v2, v3) = v1(1, 0, 0) + v2(0, 1, 0) + v3(0, 0, 1) = v1i + v2j + v3k

dan dalam gambar berikut :

(0, 0, 1)
k
j
i (0, 1, 0) y

(1, 0, 0)

dan dari gambar ini di dapat :

ixj= = (0, 0, 1) = k

jika u dan v adalah vector-vektor taknol di ruang-3, maka norma u x v mempunyai


tafsiran geometric yang berguna. Identitas Lagrange, yang diberikan dalam
teorema 5, menyatakan bahwa :

ll u x v ll2 = ll u ll2 ll v ll2 – u . v

2022 ALJABAR LINIER


10 Sumarmi, M.Pd
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
jika  menyatakan sudut di antara u dan v, maka u . v = ll u ll ll v ll cos , sehingga
dapat kita tuliskan kembali :

ll u x v ll2 = ll u ll2 ll v ll2 – ll u ll2 ll v ll2 cos2 

= ll u ll2 ll v ll2 (1 – cos2 )

= ll u ll2 ll v ll2 sin θ

Perkalian silang sering disebut juga perkalian vektor antara dua vektor. Perkalian

vektor antara vektor a dan b didefinisikan sebagai vektor yang mempunyai besar

sin  , dengan  adalah sudut yang diapit oleh kedua vektor. Arah vektor

hasil kalinya adalah tegak lurus vektor a dan b serta vektor a , b dan a x b dalam

urutan membentuk sistem tangan kanan, sehingga dapat digambarkan :

Perhatikan bahwa :
axb b
= sin 

a bxa = -(a x b)
bxa
Jika  = 00 maka =0

Jika  =900 maka =

Secara geometri, norm perkalian antara dua vektor merupakan luas bangun segi

empat yang dibentuk oleh kedua vektor tersebut. Sifat ini dapat diturunkan dari

persamaan Lagrange.
2 2 2
= – (a.b)2

Apabila vektor dinyatakan dalam bentuk vektor satuan i, j dan k Misalnya : a

= a1 i + a2 j + a3 k dan b = b1 i + b2 j + b3 k

Karena i x i = 1.1 sin 00 = 0 analog sehingga : ixi = jxj = kxk = 0

Juga i x j = 1.1 sin 900 = 1 dalam arah OZ yaitu i x j = k sehingga

2022 ALJABAR LINIER


11 Sumarmi, M.Pd
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
i x j = k ; j x k = i dan k x i = j

Maka : axb = ( a1 i + a2 j + a3 k )x ( b1 i + b2 j + b3 k ).

Dengan sifat diatas dan hukum distributive dapat dijabarkan menjadi : axb = ( a2b3

–a3b2) i – (a1b3 –a3b1) j + (a1b2 – a2b1) k . Dan apabila ditulis dalam bentuk

determinan matriks, maka kita dapatkan rumus sebagai berikut : axb =

Contoh :

Diketahui vektor p = 2i + 4j + 3k dan q = i + 5j - 2k. Tentukan pxq

Penyelesaian :

pxq =

= i- j+ k

= ( -8-15) i - ( -4-3) j + (10-4) k

= -22 i + 7 j + 6 k

Latihan soal
1). Diketahui dua buah vector yang dinyatakan dalam bentuk sebagai
berikut : dan
Tentukan:
a). Panjang vektor atau
b). Vektor satuan b
c). Panjang proyeksi a pada b
d). Vektor proyeksi b pada a
e). Perkalian titik antara dua vektor a dan b ( a . b )
f). Perkalian silang antara dua vektor a dan b ( a x b )

2022 ALJABAR LINIER


12 Sumarmi, M.Pd
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
2). Diketahui titik A (-1,1,2) dan B (-2,-1,1)
a). Hitunglah dan
b). Hitung besar sudut AOB
c). Tunjukkan bahwa sama sisi

Daftar Pustaka
1. Anton, Howard, Chris Rerres .,Elementery Linear Algebra,John Wiley &
Sons, 2005.
2. Kreyzig, Erwin. (2003). Matematika Teknik Lanjutan. Edisi ke-6, Jakarta:
Erlangga
3. Purcell,Edwin J., Kalkulus dan Geometri Analitik II, Erlangga, Jakarta, 2003
4. Yusuf Yahya, D.Suryadi H.S., Agus Sumin, Matematika dasar Untuk
Perguruan Tinggi, Ghalia Indonesia, 2004

2022 ALJABAR LINIER


13 Sumarmi, M.Pd
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/

Anda mungkin juga menyukai