Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL OBSERVASI KELOMPOK

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Praktikum Observasi

Dosen Pengampu:

Ria Wiyatfi Linsiya, S.Psi, M.Si, Psikolog.

Disusun Oleh:

1. Rika Triyanti 2010811020

2. Khansa Talita A. 2010811054

3. M. Zidan Irza H. 2010811067

4. Viny Nakita V. 2010811081

5. Januar Sofie M. 2010811086

6. Asiva Salma 2010811090

7. An Naba Filda A. P. 2010811094

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

1
2022

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................................

DAFTAR ISI.........................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................................

A. Latar Belakang...........................................................................................................
B. Rumusan Masalah......................................................................................................
C. Tujuan........................................................................................................................
D. Manfaat......................................................................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA.........................................................................................

A. Pengertian Komunikasi dalam keluarga....................................................................


B. Aspek-aspek...............................................................................................................
C. Indikator.....................................................................................................................

BAB III METODELOGI PENELITIAN...........................................................................

A. Pengertian Survey......................................................................................................
B. Jadwal Pelaksaaan......................................................................................................
C. Observee....................................................................................................................
D. Guide observasi..........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................
LAMPIRAN..........................................................................................................................
GUIDE............................................................................................................................

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Komunikasi adalah hal yang mendasar dalam hidup manusia, yang mana
komunikasi digunakan sebagai alat berinteraksi dengan individu lain maupun
bertukar informasi. Komunikasi sendiri memiliki pengertian sebagai proses interaksi
antara dua orang atau lebih serta beberapa unsur yang terkait sepesumber dan
penerima untuk membangun sebuah kebersamaan, mencapai tujuan bersama dan
saling memahami satu sama lain.

Komunikasi memiliki beberapa jenis salah satunya adalah komunikasi


keluarga. Suwardi Idris, (1990 : 60) dalam Nauw (2018) komunikasi keluarga adalah
proses komunikasi yang terjadi dalam rangka menciptakan hubungan yang baik
antar sesama anggota keluarga. Pengertian komunikasi keluarga yang dikemukakan
Evelyn Suleman, (1990 : 34) dalam Nauw (2018) adalah komunikasi keluarga adalah
penyampaian pesan-pesan komunikasi dalam keluarga sebagai suatu proses
komunikasi yang dilancarkan antara bapak, ibu serta anak-anaknya antara lain
seperti masa depan anak, pekerjaan anak, pendidikan anak dan pengeluaran rumah
tangga.

Komunikasi di dalam keluarga adalah hal yang penting, karena di dalam


prosesnya terdapat proses penyampaian pesan-pesan antar anggota keluarga dan
menciptakan hubungan pada anggota keluarga itu sendiri. Di dalam hal tersebut
juga terdapat aspek-aspek tertentu untuk mendukung komunikasi keluarga. Oleh
karena itu komunikasi dalam keluarga menjadi hal yang penting dalam interaksi
antar anggota keluarga untuk menciptakan hubungan yang baik.

3
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana komunikasi pada keluarga itee?
2. Bagaimana faktor komunikasi keluarga?
3. Bagaimana aspek komunikasi keluarga?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui dan memahami tentang komunikasi dalam keluarga


2. Untuk menggambarkan komunikasi dalam keluarga
D. Manfaat
1. Manfaat teoritis
Penulis berharap dengan adanya penelitian ini, dapat menjadi referensi
dalam dunia akademis dan juga dapat dijadikan pembelajaran
selanjutnya. Proposal laporan ini diharapkan dapat menjadi informasi
untuk pembaca dalam mengetahui komunikasi dalam suatu hubungan
keluarga
2. Manfaat Praktis
proposal ini juga dapat digunakan sebagai alternative kepada orang tua
dan anak dalam menjalin keterbukaan komunikasi. Proposal ini dapat
dijadikan sebagai contoh bagi orang tua maupun anak untuk
membangun intensifitas (kebiasaan/ keseringan) agar lebih terbuka
antar anggota keluarga. Serta dapat menjadi referensi bacaan bahwa
keterbukaan dalam keluarga merupakan hal yang penting dan
menjadikan keluarga lebih harmonis serta kedekatan antar anggota
kelua

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Komunikasi dalam Keluarga


Secara etimologis pengertian komunikasi adalah: “Komunikasi
berasal dari bahasa Latin; communication yang artinya; pergaulan,
peran serta, kerjasama, yang bersumber dari istilah; communis yang
artinya; sama makna” Onnong, U. Effendy, (1983 : 60) dalam
Ammang dkk, (2017). Jadi pengertian komunikasi dari aspek
etimologis seperti yang dikemukakan ahli tersebut adalah; pergaulan,
peran serta, kerjasama, yang juga mempunyai pengertian; sama-
makna terhadap simbol yang digunakan. Selanjutnya, pendapat yang
dikemukakan Arifin Anwar, (1992; dalam Ammang dkk, 2017)

5
tentang pengertian secara etimologis dari komunikasi adalah: "Istilah
komunikasi itu sendiri terkandung makna bersama-sama (common,
commonnese dalam bahasa Inggris), istilah komunikasi dalam bahasa
Indonesia dan dalam bahasa Inggris itu berasal dari bahasal Latin,
yakni: communicatio, yang berarti: pemberitahuan, pemberi bagian
(dalam sesuatu) pertukaran, di mana si pembicara mengharapkan
pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya, ikut bagian. Kalau
kata kerjanya; communicare, artinya: berdialog atau bermusyawarah.
Jadi pengertian komunikasi dari aspek etimologis seperti yang
dikemukakan ahli tersebut adalah: pemberitahuan, pemberi bagian,
pertukaran, berdialog atau bermusyawarah. Selain itu istilah
komunikasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga
(2003; dalam Ammang dkk, 2017), komunikasi adalah pengiriman
dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih
sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Jadi dapat dikatakan
bahwa komunikasi adalah suatu proses pengoperan gagasan,
pendapat atau pemikiran dari seseorang kepada orang lain dengan
menggunakan simbol yang dapat dipahami bersama.
Pengertian keluarga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
adalah : “Ibu, Bapak dengan anak-anaknya”. Dalam Undang-Undang
No: 10 Tahun 1992 tentang Pembangunan Keluarga disebut
pengertian keluarga adalah sebagai berikut: “Keluarga adalah unit
terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami
istri dengan anaknya, atau ayah dengan anaknya, atau ibu dengan
anaknya”. Dari beberapa pandangan diatas dapat disimpulkan bahwa
keluarga adalah kelompok terkecil dalam masyarakat yang terdir dari
Ibu, Bapak dan anak-anaknya dimana dalam keluarga menuju wadah
pembentukan masig-masing anggotanya terutama anak-anak yang
masih berada dalam bimbingan dan tanggung jawab orang tua.

6
De Vito (1997; dalam Rahmawati dan Gozali, 2018) indicator
dalam komunikasi keluarga adalah keterbukaan (openness), empati
(empathy), sikap mendukung (supportiveness), kesetaraan (equality),
dan sikap positif (positiveness).

B. Aspek-Aspek
De Vito (1997; dalam Rahmawati dan Gozali, 2018)
indicator dalam komunikasi keluarga adalah keterbukaan
(openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness),
kesetaraan (equality), dan sikap positif (positiveness).

a. Keterbukaan (openness), yang mengacu pada tiga aspek


komunikasi antarpribadi; Pertama, komunikator antarpribadi
yang efektif harus terbuka kepada orang yang diajaknya
berinteraksi; Kedua, mengacu pada kesediaan komunikator
untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang;
Ketiga, aspek yang menyangkut “kepemilikan” perasaan dan
pikiran. Dalam membicarakan masalah perilaku kepada
anaknya, orang tua harus terbuka dan siap untuk bereaksi
secara wajar terhadap umpan balik yang datang, serta jujur
memberi ganjaran kepada anaknya, bila perilakunya baik
diberi pujian atau hadiah, dan bila perilakunya buruk diberi
hukuman, sehingga pada akhirnya anak memiliki tanggung
jawab. Elwood N. Chapman (1987; dalam Rahmawati dan
Ghozali, 2018).

b. Empati (empathy), yaitu kemampuan orang tua memposisikan


dirinya dalam komunikasi dengan anaknya artinya orang tua
mampu memahami anaknya sehingga dalam memberi

7
bimbingan, motivasi, dan menilai kemajuan belajar anaknya
tetap pada sudut perkembangan anak.

c. Sikap mendukung (supportiveness),artinya keterbukaan dan


empati dapat terlaksana jika terjadi dalam suasana yang
mendukung (kondusif), yang ditandai dengan bersikap (1)
deskriptif, bukan evaluatif, (2) spontan, bukan strategik, dan
(3) provosional, bukan sangat yakin.

d. Sikap positif (positiveness), artinya dalam berkomunikasi


orang tua harus memiliki sikap positif terhadap anaknya. Sikap
positif berupa pujian dan penghargaan yang ditunjukkan orang
tua dapat merupakan pendorong bagi anak dalam belajar.

e. Kesetaraan (equality) artinya komunikasi akan lebih efektif


apabila suasananya setara. Dalam hal ini keefektifan
komunikasi akan tercapai jika orang tua dan anak saling
menghargai dan mengakui kekurangan dan kelebihan masing-
masing (sharing Information). Kesetaraan atau kesamaan
menurut Alo Liliweri adalah ”hasil proses pembagian
informasi, melalui tindakan pertukaran, saling mengisi dan
melengkapi kekurangan satu dengan yang lain. Liliweri (2007;
dalam Rahmawati dan Ghozali, 2018).

C. Indikator
NO Aspek yang Terukur Indikator YA TIDAK
1 Keterbukaan Observee berinteraksi ketika ada stimulus
(yang mengajak berbicara), baik orang
tuanya, saudara, kakek ataupun nenek.
2 Empati Observee selalu mendengarkan ketika ada
anggota keluarganya yang berbicara.
3 Sikap Mendukung 1. Observee memberikan kesempatan
bagi anggota keluarga ketika ingin
berbicara.
2. Observee

8
menyimak/mendengarkan anggota
keluarganya ketika ada yang
berbicara atau menyampaikan
pendapat.
4 Sikap Positif 1. Observee meberikan ucapan-
ucapan atau kalimat positif kepada
anggota keluarganya.
2. Observee menanggapi dengan baik
ketika anggota keluarga
menyampaikan pendapatnya.
5 Kesetaraan 1. Nada bicara Observee terdengar
nyaman/tenang (tanpa emosi) saat
menyampaikan pendapat kepada
angoota keluarganya
2. Observee mendengarkan dan
menerima saran yang diberikan
oleh anggota keluarganya dengan
baik.

BAB III
METODELOGI SURVEI

A. Pengertian Survey
B. Jadwal pelaksanaan

No Nama Pelaksanaan Tempat


1 Rika Triyanti Belum ditentukan Di rumah observee
2 Khansa Talita A. Belum ditentukan Di rumah observee

3 M. Zidan Irza H. Belum ditentukan Di rumah observee

9
4 Viny Nakita V. Belum ditentukan Di rumah observee

5 Januar Sofie M. Belum ditentukan Di rumah observee

6 Asiva Salma Belum ditentukan Di rumah observee


7 An Naba Filda Ayu Belum ditentukan Di rumah observee
Patra

C. Observee
a. Populasi
b. Sampel
D. Guide observasi
(Terlampir)

DAFTAR PUSTAKA

10
LAMPIRAN

11