Anda di halaman 1dari 7

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

FAKULTAS PSIKOLOGI
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
RENCANA TUGAS MAHASISWA (2)
MATA KULIAH PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI
KODE MJU.IPSI PD-17 sks 3 SEMESTER 4
BKP MBKM
DOSEN PENGAMPU Siti Nur’Aini,S.Psi.,M.Si
Danan Satriyo Wibowo, S.Sos., M.Si
BENTUK TUGAS LKM & Diskusi
JUDUL TUGAS Dasar Perilaku individu & Individual Differences
SUB CAPAIAN Mahasiswa mampu memahami konsep dasar perilaku individual dalam setting Psikologi
PEMBELAJARAN Industri & organisasi
MATA KULIAH
TUJUAN TUGAS Memahami konsep dasar perilaku individual dalam setting Psikologi Industri & Organisasi
DESKRIPSI TUGAS
Uraian Tugas a. Obyek garapan :
1. Dasar perilaku individu & Individual Diffences
2. Sikap Kerja & kepuasan kerja
b. Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan : Membaca materi melalui buku yang
diberikan secara daring terkait dengan sub Dasar perilaku Individu dan Individual
differences
c. Metode/cara pengerjaan, acuan yang digunakan :
1. Mengerjakan LKM 2 yang ada di e-study
2. Sumber bacaan yang digunakan:
a. Robbin, Stephen P. (2013). Organizational Behavior, 15th Edition. USA :
Pearson Education, Inc
b. Muchinsky, Paul M. (2006). Psychological Applied To Work : An Introduction
to Industrial and Organizational Psychology, 8 th Edition. USA : Thomson
Learning, Inc
c. Greenberg, J & Baron, Robert A. (2000). Behavior In Organizations, 7th
Edition. New Jersey : Prentice-Hall, Inc.
2. Tugas dikerjakan dan dikumpulkan secara individu di e-study
3. Paper yang dibuat dalam PPT, kemudian di diskusikan berkelompok secara
online di googlemeet whatsapp group atau forum di e study.
4. Setiap sesi diskusi online, akan dipresentasikan oleh 1 kelompok dan kemudian
ditanggapi oleh kelompok lainnya.
d. Deskripsi luaran tugas yang dikerjakan :
1. Hasil bacaan diuraikan menggunakan bahasa sendiri dalam bentuk word / soft
file
2. Format penulisan paper menggunakan Arial (11) atau Calibri (12) atau Times
New Roman (12), dengan spasi 1.5
3. Pengumpulan tugas diunggah di e-study pada ruang matakuliah yang sudah
disediakan dosen
Kriteria Penilaian a Ketepatan dalam menjelaskan : 40 %
b Kelengkapan teori / konsep : 20 %
c Kemampuan dalam menyampaikan informasi : 35 %

NAMA : OKTA ALIFIA YULIFATUL AKHWI


NIM : 2010811048

LKM 2
Tugas Mandiri

1. Jelaskan definisi individual differences


Jawab :
a. Individual Differences menurut Jennifer M.George & Gareth R.Jones adalah cara di mana
orang berbeda satu sama lain. Perbedaan individu dapat dikelompokkan ke dalam dua
kategori: personality differences and differences personality.
b. "Individual Differences is used to refer to the ways in which people are similar and how they
vary in their thinking, feeling and behavior." Dan "Individual Differences is the way in which
people differ from each other." Jadi perbedaan individu merupakan cara di mana orang
berbeda satu sama lain, perbedaan itu berasa dari pemikiran, perasaan dan perilaku mereka.
c. Individual differences juga mempunyai aspek-aspek, aspek-aspek tersebut adalah; Nature
and Nurture, Big five personality, Gender dan Cognitive.
d. Jadi, Individual differences (perbedaan individu) adalah cara di mana orang serupa dan
bagaimana mereka berbeda dalam berpikir, merasakan, dan tingkah laku yang
menetap/konsisten. Contohnya, antara diri kita dengan seorang teman memiliki beberapa
persamaan dan perbedaan dalam berpikir, merasakan, maupun berperilaku.

2. Apakah yang Anda pahami tentang perilaku dan bagaimana proses dari suatu perilaku
terbentuk?
Jawab :
a. Menurut Azwar (1995) Psikologi memandang perilaku manusia (human behaviour) sebagai
reaksi yang dapat bersifat sederhana maupun bersifat kompleks.
b. Perilaku juga dapat didefinisikan sebagai perbuatan atau tindakan dan perkataan seseorang
yang sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang lain ataupun orang yang
melakukannya. Perilaku mempunyai beberapa dimensi :
1) Fisik : dapat diamati, digambarkan dan dicatat baik frekuensi, dimensi dan intensitasnya.
2) Ruang : suatu perilaku mempunyai dampak kepada lingkungan (fisik maupun sosial)
dimana perilaku itu terjadi
3) Waktu, suatu perilaku mempunyai kaitan dengan masa lampau maupun masa yang akan
datang
c. Pembentukan perilaku :
Menurut (Walgito, 1999) dalam jurnal (Audinovic, 2012: 14) proses pembentukan perilaku
yaitu :
1) Perilaku terbentuk dengan kebiasaan
Perilaku ini dapat terbentuk dengan cara membiasakan diri untuk berperilaku seperti yang
diharapkan, akhirnya akan terbentuklah perilaku tersebut (Audinovic, 2012:14).
2) Perilaku terbentuk dengan pengertian (insight)
Perilaku ini dapat terbentuk yaitu dengan belajar disertai adanya pengertian sesuai dengan
teori belajar kognitif. Contohnya ketika naik motor harus menggunakan helm, karena helm
tersebut untuk keamanan diri, dan masih banyak contoh untuk menggambarkan
pembentukan perilaku tersebut (Audinovic, 2012:14)
3) Perilaku terbentuk dengan model
Teori ini didasarkan atas teori belajar sosial (social learning theory) atau obsevational
learning theory. Misalnya pemimpin sebagai panutan yang dipimpinnya, orang tua sebagai
contoh anak-anaknya (Audinovic, 2012 : 14). Sedangkan proses pembentukan perilaku
menurut Abraham Harlord Maslow dalam (Sunaryo, 2002 : 6) manusia memiliki
kebutuhan dasar, yaitu:
a) Kebutuhan fisiologis/biologis, yang merupakan kebutuhan pokok utama, yaitu O2,
H2O, cairan elektrolit, makanan, dan seks. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi akan
terjadi ketidakseimbangan fisiologis. Misalnya, kekurangan O2 yang menimbulkan sesak
napas dan kekurangan H2O dan elektrolit yang menyebabkan dehidrasi (Sunaryo, 2002:
6).
b) Kebutuhan rasa aman, misalnya : Rasa aman terhindar dari pencurian, penodongan,
perampokan dan
kejahatan lain. Rasa aman terhindar dari sakit dan penyakit. Rasa aman memperoleh
perlindungan hukum.
c) Kebutuhan mencintai dan dicintai, misalnya : Mendambakan kasih sayang/cinta kasih
orang lain baik dari orang tua,
saudara, teman, kekasih, dan lain-lain. Ingin dicintai/mencintai orang lain.
d) Kebutuhan harga diri, misalnya : Ingin dihargai dan menghargai orang lain. Toleransi
atau saling menghargai dalam hidup berdampingan.
e) Kebutuhan aktualisasi didi, misalnya : Ingin dipuja dan disanjung oleh orang lain.
Ingin menonjol dan lebih dari orang lain, baik dalam karier, usaha, kekayaan, dan lain-
lain.
Jadi, menurut beberapa sumber diatas dapat disimpulkan bahwa proses pembentukan
perilaku ada didalam kehidupan kita sehari-hari. Selain itu, beberapa kebutuhan diatas juga
bersangkutan dengan diri kita masing-masing.

3. Jelaskan Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya individual differences


Jawab :
Beberapa faktor yang mempengaruhinya
a. Abilities and Skills
1) Abilities (kemampuan): Kemampuan biologis atau sifat terpelajar, yang memungkinkan
seseorang untuk melakukan suatu keterampilan mental atau fisik. Contohnya, seorang anak
memiliki kemampuan mengendarai sepeda karena memiliki fisik yang kuat serta
kemampuan otaknya yang bisa cepat mempelajari cara mengendarai sepeda.
2) Skills (keterampilan): Keterampilan adalah kompetensi yang berhubungan dengan tugas.
Contohnya, seperti keterampilan bernegosiasi atau mengoperasikan computer yang atau
keterampilan untuk dengan jelas mengomunikasikan misi dan tujuan grup.
3) Job analysis (analisis pekerjaan): Proses mendefinisikan dan mempelajari pekerjaan
dalam hal tugas atau perilaku dan menentukan tanggung jawab, pendidikan, dan pelatihan
yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan dengan sukses. Contohnya, seorang karyawan
baru perlu beradaptasi dengan pekerjaan barunya, kemudian ia harus mengetahui seluk
beluk tentang pekerjaan itu, mengetahui apa saja yang harus dia kerjakan, serta pelatihan
apa yang harus ia lakukan agar dapat bekerja dengan baik dan mencapai hasil maksimal
mengerjakan tugasnya
b. Gender Differences (perbedaan gender)
Apakah pria dan wanita berbeda dalam hal perilaku di tempat kerja, kinerja, kepemimpinan
gaya, atau komitmen? Apakah perbedaannya signifikan? Secara umum diterima bahwa dari
saat lahir, anak laki-laki dan perempuan diperlakukan berbeda. Penelitian telah
menunjukkan bahwa pria dan wanita wanita umumnya serupa dalam hal kemampuan
belajar, memori, kemampuan penalaran, kreativitas ativitas, dan kecerdasan. Meskipun ada
data penelitian yang cukup konklusif dan bertentangan, beberapa orang masih percaya
bahwa ada perbedaan kreativitas, alasan, dan kemampuan belajar antara jenis kelamin.
d. Racial and Cultural Diversity
Diversity (keragaman) Menjelaskan kualitas manusia seperti ras, jenis kelamin, dan etnis
yang berbeda dari kita sendiri dan yang berada di luar kelompok tempat kita berada.
Keragaman adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan variasi budaya, etnis, dan
ras dalam suatu populasi. Banyak kelompok yang beragam secara budaya dari seluruh dunia
(mis., Cina, Australia, Kolombia, Rusia) tersebar di seluruh dunia kerja. Apakah perbedaan
signifikan dalam kinerja pekerjaan di berbagai kelompok ada tidak diketahui. Studi belum
dilakukan dalam jumlah yang cukup untuk mencapai kesimpulan.
Jadi, Faktor penentu individual differences: nature and nurture
Kepribadian sebagian ditentukan oleh nature atau warisan biologis. Gen-gen yang Anda
warisi dari orang tua Anda memengaruhi bagaimana kepribadian Anda berkembang.
Meskipun gen spesifik untuk kepribadian belum diidentifikasi,tetapi nuture adalah
kepribadian yang berasal dari pengalaman hidup seseorang

4. Jelaskan jenis- jenis individual differences


Jawab :
a. Perbedaan Kognitif : Kemampuan yang terkait dengan tingkat intelegensi dari hasil belajar
individu.
b. Perbedaan Kecakapan Bahasa : Setiap individu mengekspresikan pemikirannya dalam
bentuk kata-kata dan frase yang bermakna dengan cara yang sangat berbeda, yang
dipengaruhi oleh factor kecerdasan, lingkungan dan fisik.
c. Perbedaan Kecakapan Motorik : Keterampilan motorik/ psikomotorik merupakan
kemampuan untuk mengoordinasikan kerja saraf motoric oleh saraf pusat untuk melakukan
aktivitas.
d. Perbedaan Latar Belakang : Dalam lingkup yang lebih luas, perbedaan latar belakang dan
pengalaman dapat memfasilitasi atau menghambat seseorang.

5. Bagaimana aspek-aspek individual differences yang meliputi kepribadian, nilai-nilai


individu, keterampilan, pengetahuan, pengalaman, dan kecerdasan emosi dapat
mempengaruhi perilaku individu?
Jawab :
Kepribadian : karakteristik kepribadian dalam individual differences disini yang
dimaksud bahwa kepribadian merupakan suatu karakteristik atau sikap individu yang
meliputi kebiasaan, nilai, keyakinan, keadaan emosional, perasaan dan motif yang bersifat
psikologis. Perbedaan individu membuat setiap orang selalu berbeda antara satu sama lain,
karena pada dasarnya setiap orang memiliki jalan dan cara masing-masing dalam
menjalani, menyesuaikan diri, dan mengatasi tantangannya. Dalam hal ini kepribadian
sebagai aspek dari individual differences dapat mempengaruhi perilaku individu karena
jika memiliki pribadi yang baik individu akan berperilaku baik dan sebaliknya.
Tiap individu dibentuk juga oleh lingkungan dan pengalaman-pengalaman. Bagaimana
lingkungan dan pengalaman mempengaruhi individu itu tergantung cara merefleksikan
tiap individu. Cara bagaimana seorang anak melihat dan menghadapi lingkungan
sekitarnya, masalahnya, dalam hasil dari kepribadiannya secara keseluruhan dan dari
intraksi kepribadiannya dengan lingkungannya. Rencananya, motivasinya, jawabannya,
dan lain-lain adalah ciptaannya sendiri yang unik. Dan sebenarnya dalam bidang
bimbingan, apabila kita memakai istilah mengenal anak itu berarti kita lebih
mementingkan hal-hal yang khusus dan bertujuan melihat kepribadian yang unik itu di
belakang tingkah laku. Karena pengetahuan yang umum biasanya dibahas dalam ilmu jiwa
umum. Maka yang penting untuk di ketahui adalah konsep tentang dirinya sendiri, motif-
motif, kemauan, perasaan dan kebutuhan-kebutuhan yang khusus pada diri anak.
Pengertian dan pengetahuan (pengenalan) pembimbing tentang anak tergantung dengan
pengetahuan dan pengenalan yang diperolehnya dalam suatu konteks atau situasi.
Mengenal anak berarti mengenal respons dan tingkah lakunya dalam bermacam-macam
situasi. Mengenal tidak hanya berarti atau meliputi pengumpulan data-data dan tingkah
laku tentang anak, karena data itu sendiri hanya dapat dipergunakan dengan baik jika
bertalian dengan situasi dan waktu dimana fakta tersebut telah diperoleh.

Referensi :
Eki Aprinaldi & Neviyarni. 2021. Individual Differences in Learning and Remembering.
Jurnal Neo Konseling, Vol (3): pp. 23-28, DOI: 10.24036/00415kons2021.
Hadi, Imam Anas. (2017). Pentingnya Pengenalan tentang Perbedaan Individu Anak dalam
Efektivitas Pendidikan. Jurnal Inspirasi, Vol.1, No.1, 71-92.
Zagoto, M. M., Yarni, N., & Dakhi, O. (2019). Perbedaan Individu dari Gaya Belajarnya
Serta Implikasinya Dalam Pembelajaran. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran,
2(2), 259-265.