Anda di halaman 1dari 70

LAPORAN PRAKTIKUM

PROSES PRODUKSI ll
MESIN GERINDA , TNC & CNC

Disusun Oleh

JAKA BRAMA
0907121442

LABORATORIUM TEKNOLOGI PRODUKSI


PROGRAM STUDI S1 TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
2011
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................ 1


BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang ................................................................................................ 4
1.2 Tujuan ............................................................................................................. 4
BAB II TEORI DASAR............................................................................................ 5
2.1 Pengertian ....................................................................................................... 5
2.2 Mein Gerinda silindris ..................................................................................... 5
a. Mesin Gerinda silindris luar ........................................................................ 5
b. Mesin Gerinda silindris dalam .................................................................... 5
c. Mesin Gerinda silindris luar tanpa center (centreless).................................. 5
d. Mesin Gerinda silindris universal ................................................................ 5
2.3 Bagian-bagian utama pada mesin gerinda silindris ........................................... 5
2.4 Batu Gerinda ................................................................................................... 8
2.5 Pekerjaan Yang Dapat Dilakukan Mesin Gerinda yaitu : ............................... 10
1. Menggerinda Permukaan Sejajar ............................................................... 10
2. Menggerinda Permukaan Vertikal ............................................................. 10
3. Menggerinda Pahat ................................................................................... 11
4. Menggerinda Drill .................................................................................... 11
BAB III ALAT DAN BAHAN ............................................................................... 13
3.1 Alat........................................................................................................... 13
1. micrometer .................................................................................................. 13
2. Kuas ............................................................................................................ 13
3. kunci L ..................................................................................................... 14
3.2 Bahan ............................................................................................................ 14
BAB IV PROSEDUR KERJA ................................................................................ 15
4.1 Prosedur Umum ............................................................................................ 15
a. Alat-alat yang digunakan disiapkan ..................................................................... 15
b. Bahan disiapkan .................................................................................................. 15
4.2 Prosedur kerja ............................................................................................... 15
BAB V PEMBAHASAN ........................................................................................ 17
5.1 Pembahasan .................................................................................................. 17
5.2 Analisis ......................................................................................................... 17

2
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................. 18
5.1 Kesimpulan ................................................................................................... 18
5.2 Saran ............................................................................................................. 18
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 19
LAMPIRAN ........................................................................................................... 20

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Teknik dalam praktikum pada mesin gerinda merupakan salah satu dasar dan
merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa teknik mesin.
Pada umumnya setiap mahasiswa teknik mesin harus dapat memahami serta
menguasai teknik-teknik dalam menggunakan mesin gerinda salah. Di dalam
praktikum mesin gerinda ini juga akan membahas tentang cara dalam
menggunakan mesin gerinda, pengenalan mesin gerinda, dan faktor-faktor
keamanan selama praktikum mesin gerinda.
Praktikum mesin gerinda ini juga sekaligus melatih kesabaran serta keuletan
dan ketelitian dalam melakukan suatu pekerjaan. Dengan menguasai teknik-teknik
dasar pada mesin gerinda, diharapkan agar setiap mahasiswa mempunyai keahlian
yang dapat di andalkan untuk mengimbangi kemajuan teknologi.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum mesin gerinda yaitu :
1. Agar setiap mahasiswa dapat menggunakan mesin Gerinda
2. Agar setiap mahasiswa dapat mengetahui apa fungsi mesin gerinda dan
kegunaannya.
3. Agar setiap mahasiswa dapat mengetahui cara kerja dari mesin gerinda.
4. Agar setiap mahasiswa dapat mengetahui komponen-komponen yang
terdapat pada mesin gerinda.

4
BAB II
TEORI DASAR

2.1 Pengertian

Mesin gerinda ialah merupakan suatu alat yang dipergunakan dalam proses
menggerinda pada permukaan benda kerja hingga rata dan halus. Bentuk mesin
gerinda ada yang duduk dan ada juga yang berdiri, pengertian dari mesin gerinda
duduk ialah pemasangannya dengan cara diikat dengan baut pada bangku kerja
sedangkan pengertian dari mesin gerinda berdiri ialah mesin yang terpasang pada
kakinya yang tinggi

2.2 Mein Gerinda silindris

Berdasarkan konstruksi mesinnya, mesin gerinda silindris dibedakan


mejadi menjadi empat macam.

a. Mesin Gerinda silindris luar


Mesin gerinda silindris luar berfungsi untuk menggerinda diameter luar
benda kerja yang berbentuk silindris dan tirus.

b. Mesin Gerinda silindris dalam


Mesin gerinda silindris jenis ini berfungsi untuk menggerinda benda-benda
dengan diameter dalam yang berbentuk silindris dan tirus.

c. Mesin Gerinda silindris luar tanpa center (centreless)


Mesin gerinda silindris jenis ini digunakan untuk menggerinda diameter
luar dalam jumlah yang banyak baik panjang maupun pendek.

d. Mesin Gerinda silindris universal


Sesuai namanya, mesin gerinda jenis ini mampu untuk menggerinda benda
kerja dengan diameter luar dan dalam baik bentuk silindris.
2.3 Bagian-bagian utama pada mesin gerinda silindris

5
Gambar 2.1 Mesin Gerinda Silindris

6
 Chuck berfungsi untuk menjepit benda kerja

Gambar 2.2 chuck


 Motor berfungsi sebagai sumber tenaga untuk memutar spindel
 Kepala lepas berfungsi untuk menahan benda kerja agar tetap center
 Kaki mesin sebagai pendukung mesin
 Control panel berfungsi sebagai pengatur proses kerja mesin

Gambar 2.3 control panel


 Perlengkapan pendingin

7
2.4 Batu Gerinda

Penampang batu gerinda yang sering digunakan untuk pengasahan alat–alat


potong yaitu :
 Roda Rata

Gambar 2.4 roda rata

 Roda Pembentuk

Gambar 2.5 roda pembentuk


 Roda Cekung Satu Sisi

Gambar 2.6 Roda Cekung Satu Sisi


 Roda Topi/Mangkok

Gambar 2.7 Roda Topi/Mangkok

8
 Roda Cakra

Gambar 2.8 roda cakra

 Roda Silinder

Gambar 2.9 roda silinder

 Roda Piring Sisi Radius

Gambar 2.10 Roda Piring Sisi Radius

Roda gerinda merupakan pahat/pisau penyayatnya dari mesin gerinda, hasil


yang bagus dapat dengan menggunakan tipe yang benar, putaran roda dalam
kecepatan yang sesuai untuk benda kerja yang sedang dikerjakan.
Bila memilih batu gerinda perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:
a) Benda kerja yang digerinda.
b) Permukaan/hasil penggerindaan yang diinginkan.
c) Banyaknya benda kerja yang akan digerinda/tebal tipisnya benda kerja
yang akan dikurangi dalam penggerindaan.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih batu gerinda yang
sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakan adalah:

9
a) Jenis penggerindaan.
b) Material (bahan) yang digerinda.
c) Jenis pengasah dan perekat.
d) Banyaknya bahan yang digerinda.
e) Permukaan/hasil akhir yang diinginkan.
f) Busur singgungan.
g) Kecepatan roda gerinda.
h) Kecepatan benda kerja.
i) Kondisi mesin.
j) Struktur bahan pengasah dan ukuran butiran.

2.5 Pekerjaan Yang Dapat Dilakukan Mesin Gerinda yaitu :

1. Menggerinda Permukaan Sejajar


Saat menggerinda suatu benda kerja kita tidak selalu mendapatkan
benda kerja dalam keadaan yang rata, maka perlu dibuat suatu
pedoman,dalam menggerinda suatu benda kerja yang belum rata sebaiknya
tidak menggunakan cekam magnet pada ragum, baru sesudah kita buat
bidang pedoman kita pindahkan pada cekam magnet.

2. Menggerinda Permukaan Vertikal


Untuk menggerinda dua permukaan vertical pada benda kerja
berturut–turut yaitu :
a) Pilih roda gerinda yang sisinya baik,bila tidak ada maka perbaiki lebih
dahulu permukaan roda gerinda dengan menggunakan pengasah intan
(diamond dresser).
b) Pasang benda kerja pada cekam magnet pada kedudukan yang sesuai
untuk penggerindaan.
c) Periksa kerataan benda kerja dengan menggunakan dial indicator (jam
ukur).
d) Atur pembatas otomatis gerak meja sesuai dengan langkah yang
diinginkan.

10
e) Gerinda permukaan bagian belakang dengan menggunakan gerakan
meja.
f) Pindah roda gerinda kedepan untuk menggerinda permukaan benda
kerja bagian depan dan periksa kedudukan benda kerja.
g) Gerinda sisi muka benda kerja dengan menggunakan gerakkan meja.

3. Menggerinda Pahat
a) Periksa secara visual keadaan sudut potong, pertahankan jika sudah
benar.
b) Pegang pahat dengan tangan kiri dan sangga (sokong) dengan tangan
pada dudukan.
c) Pegang kepala pahat dengan tangan kanan dan gerakkan sehingga sisi
potong perlahan–lahan ke muka dan ke belakang dan gerakkan pahat
melintang bidang roda gerinda.
d) Balikkan pahat dan gerinda sisi potong lain.

Gambar 2.11 Menggerinda Pahat

4. Menggerinda Drill
a) Periksa secara visual keadaan sudut sisi potong dan yakinkan apakah
sudah betul atau masih memerlukan perbaikan.

11
b) Dukung mata bor kira-kira 40 mm dari ujung sisi potong dengan satu
tangan dan pegang tangkai bor dengan tangan lain.
c) Tepatkan sisi potong drill pada roda sedemikian sehingga sejajar
dengan bidang roda.
d) Dekatkan jari sedekat mungkin kepada ujung drill pada dudukan dan
sisi potong sedikit menyentuh tepi roda.
e) Gunakan pendinginan untuk penggerindaan guna mencegah
pemanasan lebih.
f) Berikan tekanan ringan kemuka dan gunakan dudukan sebagai titik
kendali, turunkan perlahan-lahan tangan yang memegang gagang drill
pada saat menekan mata bor.

12
BAB III
ALAT DAN BAHAN

3.1 Alat
Alat yang digunakan pada saat praktikum mesin bubut adalah sebagai berikut
1. micrometer

micrometer berfungsi untuk mengukur diameter benda kerja

Gambar 3.1 micrometer

2. Kuas

Kuas berfungsi untuk membersihkan benda kerja dan mesin.

13
3. kunci L

kunci L berfungsi untur mengencangkan atau membuka baut pengunci yang


ada pada kepala lepas

Gambar 3.2 Kunci L


3.2 Bahan

Bahan yang di butuhkan pada saat praktikum mesin gerinda adalah baja
silindris.

Bagian yang digerinda


memiliki diameter 36,616

Gambar 3.3 baja silindris

14
BAB IV
PROSEDUR KERJA

4.1 Prosedur Umum

1. Alat dan bahan disiapkan.

a. Alat-alat yang digunakan disiapkan


 Kuas

 Micrometer

 Kunci L

b. Bahan disiapkan

Bahan yang di butuhkan pada saat praktikum mesin gerinda adalah


baja silindris

2. Gambar kerja dipahami

3. Benda kerja diletakan dipenjepit atau chuck

4. Mesin grinda Disetting

5. Benda kerja Diseting titik datumnya

4.2 Prosedur kerja


1) Alat dan bahan disiapkan.

2) diameter Benda kerja diukur dengan menggunakan alat micrometer

3) Panel utama diaktifkan

4) Switch pada mesin gerinda diputar pada posisi ON

5) Langkah pemakanan diseting pada satuan mm

15
6) Benda kerja diletakan chuck

7) Tombol spindle ON pada panel utama diaktifkan untuk mengerakan batu


gerinda

8) Tombol hidrolik diaktifkan

9) Tombol Air collant diadaktifkan

10) Titik datum diperoleh dengan cara medekatkan batu gerinda pada benda
kerja secara perlahan-lahan sampai permukanan benda kerja tergores
sedikit

11) Setelah titik datum diperoleh benda kerja dijauhkan dari batu gerinda

12) Kemudian pemakanan diatur pada angka 0,00 mm

13) Langkah kedalaman pemakanan diatur sebesar 0,05 mm

14) Kemudian benda kerja digerakan mendekati batu gerinda maju mundur
untuk proses langkah pemakanan.

15) Setelah selesai, benda kerja dilepaskan dari chuck atau penjepit

16) Kemudian benda kerja diukur dengan menggunakan micrometer

17) Apabila ukuran belum sesuai dengan yang diharapkan , benda kerja
kembali digerinda

18) Setelah benda kerja tepat ukurannya , mesin gerinda dinon-aktifkan

19) Tombol collant dinon-aktifkan

20) Tombol hidrolik dinon-aktifkan

21) Benda kerja dilepaskan dari penjepit atau chuck

22) Setelah itu alat dan bahan kembali dibersihkan dan diletakan pada
tempatnya semula

23) Mesin gerinda dan tempat kerja dibersihkan dari debu ,aircollant dari
beram hasil penggerindaan.

16
BAB V
PEMBAHASAN

5.1 Pembahasan

a. Setelah melakukan penggerindaan pada benda kerja terdapat lekukan


atau ketidak rataan pada benda kerja.

b. Ukuran pemakanan yang direncanakan yaitu 0.016 mm, setelah


penyelesaian penggerindaan ternyata pemakanan yang dilakukan
hanyalah 0,01 mm.

5.2 Analisis

1. Dari pembahasan diatas adanya lekukan atau ketidak rataan yang terdapat
pada benda kerja diakibatkan karena menentukan titik datum tidak tepat
maka terjadi ketidak rataan pada benda kerja

2. ukuran pemakanan yang tidak sesuai dengan yang direncanakan di


akibatkan kurang telitinya operator dalam melakukan pemakanan

17
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari praktikum yang telah dilaksanakan iyalah:


Terjadinya ketidak rataan pada permukaan benda kerja yang di
akibatkan kurang tepatnya menentukan titik datum

6.2 Saran

a. Sebelum melakukan pemakanan pada benda kerja sebaiknya di pahami


dengan teliti bagaimana menyeting mesin gerinda agar pemakanan yang
dilakukan tepat dengan yang direncanaka.

b. Berhati-hati dalam menentukan titik datum karena apabila salah dalam


menentukan titik datum maka mengakibatkan ketidak rataan pada benda
kerja.

18
DAFTAR PUSTAKA

A.R Harun. Love George. Edisi Ketiga Teori dan Praktek Kerja Logam. Erlangga,
Jakarta.
Philip F.ost wald. Manufactur Process and System. Jon willy and son. Inc

19
LAMPIRAN

DAFTAR ISI

20
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ....................................................................................................... 1


BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 22
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 22
1.2 Tujuan ...................................................................................................... 22
BAB II TEORI DASAR..................................................................................... 23
2.1 Pengertian TNC Milling ........................................................................... 23
2.2 Cara kerja TNC Milling. ........................................................................... 23
2.3 Sistem Koordinat ...................................................................................... 23
2.4 Gerakan TNC Milling Aksial ................................................................... 24
2.5 Datum ...................................................................................................... 24
2.6 Kode-Kode dan Simbol Pada TNC Milling............................................... 25
BAB III ALAT DAN BAHAN .......................................................................... 32
Gambar sketsa benda kerja yang akan di buat. ................................................ 32
BAB IV PROSEDUR KERJA ........................................................................... 33
4.1 Prosedur Umum ....................................................................................... 33
4.2 Prosedur Kerja ( Perataan Permukaan ) .................................................... 34
BAB V PEMBAHASAN ................................................................................... 36
5.1 Pembahasan ............................................................................................. 36
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 39
6.1 Kesimpulan .............................................................................................. 39
6.2 Saran ........................................................................................................ 39
DAFTAR FUSTAKA ........................................................................................ 40
LAMPIRAN ........................................................ Error! Bookmark not defined.

21
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) khususnya
dibidang teknologi mesin pada saat ini semakin berkembang. Semua mesin dapat
mengerjakan pekerjaan dengan menggunakan mesin dan komputer, sehingga
dapat menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang singkat tanpa menggunakan
tenaga kerja yang banyak. Mesin TNC adalah mesin yang menggunakan sistem
komputer. Pengetahuan mesin TNC dimengerti oleh banyak orang. Praktikum
teknik mesin TNC dilakukan oleh mahasiswa teknik mesin pada praktikum Proses
Produksi II, agar mahasiswa mengenali alat-alat yang digunakan pada Mesin TNC
dan juga dapat mengetahui fungsi-fungsi dari setiap alat-alat yang digunakan.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktek mesin TNC milling ini adalah:
1. Agar mahasiswa dapat mengoperasikan mesin TNC milling.
2. Agar mahasiwa bisa mengenal arti simbol-simbol dan kode-kode yang
digunakan pada mesin TNC milling .
3. Agar mahasiswa memiliki keahlian dalam penggunaan mesin TNC
milling.
4. Menambah wawasan bagi para mahasiswa tentang mesin TNC milling.
5. Mahasiswa dapat melatih diri untuk dapat membuat benda kerja

22
BAB II
TEORI DASAR

2.1 Pengertian TNC Milling


TNC Milling ( Touch Numerical Countrol ) adalah suatu program yang
telah disimpan didalam komputer dan dijalankan dengan menekan tombol dan
kode yang telah diprogram didalam komputer tersebut. Jadi NC merupakan suatu
pengontrolan pada sebuah mesin dengan cara menekan tombol dan kode yang
telah diprogram kedalam komputer dan mesin akan bekerja dengan sendirinya
menurut perintah dalam program komputer.
2.2 Cara kerja TNC Milling.
Cara kerja TNC Milling hampir sama dengan cara kerja mesin konvensional.
Pada saat proses kerjanya, benda kerja dalam keadaan diam sedangkan pahat
berputar sehingga dapat memotong dan menyayat benda kerja. Perbedaan terdapat
pada saat penanganan dan pengoperasian. Dimana mesin-mesin konvesional lebih
cendrung dioperasikan secara manual sedangkan TNC Milling dioperasikan secara
numerical dan kode-kode yang telah ditentukan.

Gambar 2.1 Mesin TNC milling


2.3 Sistem Koordinat
 Koordinat (X) adalah sumbu meja bergerak kekiri dan kekanan pada eretan.

23
 Koordinat (Y) adalah sumbu spindel bergerak kedepan dan kebelakang
apabila dilihat dari depan.
 Koordinat (Z) merupakan sumbu gerakan meja mengikuti arah naik turun .

Gambar 2.2 Kaedah Tangan Kanan


2.4 Gerakan TNC Milling Aksial
Gerakan aksial dilakukan dalam enam arah, yaitu arah atas dan arah bawah,
gerakan maju mundur dan gerakan ke kiri dan ke kanan. Untuk gerakan maju
mundur dilakukan oleh pahat dan gerakan lainnya dilakukan oleh meja. Gerakan
dilakukan dengan cara menekan tombol-tombol yang berfungsi untuk
menggerakkan meja yang ada pada layar monitor.

2.5 Datum
Sebelum melakukan proses pengerjaan TNC Milling, maka praktikum
harus mencari titik referensi datum (0,0,0), yang berfungsi sebagai patokan tanda
awal benda kerja.
Untuk mencari titik datum. Praktikan hanya menggeser meja dan spindle
secara manual terhadap sumbu x axis, y axis, dan z axis. Datum yang didapatkan
berjarak sedikit sekali yaitu agar pahat menyentuh benda kerja kira-kira setebal

24
kertas. Untuk mencari harga datum sebaiknya menggunakan kertas supaya
permukaan benda kerja tidak rusak karena goresan pahat.
2.6 Kode-Kode dan Simbol Pada TNC Milling
Pada mesin TNC Milling terdapat kode-kode tombol dan simbol yang harus
dimengerti oleh pengguna mesin. Simbol-simbol atau lambang-lambang yang
berfungsi untuk menginput data atau menjalankan program mesin.
Tanda dan lambang biasanya berfungsi untuk mengopersikan mesin secara
manual. Sedangkan kode dan simbol digunakan untuk mengoperasikan mesin
secara otomatis.

25
Table 2.1 Kode-kode TNC Milling
Kode Fungsi

M00 Menghentikan program, spindle dan collant.

M02 Menghentikan program, spindle dan collant kemudian kembali kepada


blok pertama.

M03 Memilih arah putaran spindle searah jarum jam.

M04 Memilih arah putaran spindle berlawanan arah jarum jam.

M05 Menghentikan putaran spindle.

M06 Menghentikan program, putaran spindle dan untuk menukar mata


pahat.

M08 Mengalirkan cairan pendingin.

M09 Mematikan cairan pendingin.

M13 Spindle berputar searah jarum jam dan cairan pendingin mati.
M14 Spindle berputar berlawanan arah jarum jam dan cairan pendingin
mati.

M30 Untuk menghentikan program, spindle, collant dan kembali ke blok


pertama.

26
Table 2.2 Simbol-simbol TNC Milling
Simbol Fungsi

T… Tool misalnya T1 berarti mengambil Tool no 1


S… Putaran spindel
F… Feeding
M… Mengaktifkan salah satu komponen missal M03
menghidupkan putaran spindel dan masih banyak lagi yang
lain
UNTUK DATUM ( BIDANG PATOKAN )

ACLT. Mesin TNC menampilkan harga/ukuran sebenarnya pada


benda kerja
NOML. Mesin TNC manampilkan ukuran nominal
REF Mesin TNC menampilkan posisi yang direferensikan
LAG Mesin TNC menampilkan servo lag
KONTROL AKTIF

 Rem spindle aktif

 Rem spindle tidak aktif

Sumbu dapat digerakan dengan electronic handweel

27
Kode dan lambang yang terdapat pada layar TNC Milling memiliki fungsi
yang berbeda-beda dalam mengaktifkan mesin, antara lain adalah:
1. Pergerakan sumbu coordinate pada TNC Milling, pergerakan terdiri dari
tiga sumbu yaitu x axis, y axis, z axis, yang memiliki arah atau lambang
positif dan negatif .

sumbu fungsi
Z yaitu pergerakan meja kerja yang bergerak keatas
Z+ yaitu pergerakan meja kerja yang bergerak kebawah.
X yaitu pergerakan meja kerja yang bergerak kesamping kanan
X+ yaitu pergerakan meja kerja yang bergerak kesamping kiri
Y yaitu pergerakan spindle maju kedepan
Y+ yaitu pergerakan spindel mundur kebelakang

Gambar 2.3 Tanda pergerakan sumbu coordinate

28
2. Tanda Jenis operasi
Cara memasukan data kedalam suatu program dan menjalankan suatu
program, terdapat beberapa cara dan langkah-langkah yang berbeda.
a. Manual operation : berfungsi untuk melakukan proses kerja secara
manual, tetapi hal ini menghasilkan benda kerja yang kurang efesien
dan ketelitian yang kurang
b. Positioning with MDI : berfungsi untuk melakukan proses kerja secara
otomatis, dimana data yang direncanakan diinput terlebih dahulu
kedalam program. Hal ini menghasilkan suatu pekerjaan yang rapi.
c. Program Run : berfungsi untuk menjalankan / memulai pergerakan
suatu pekerjaan atau masuk kedalam data yang dibuat.
d. Program and editing : berfungsi untuk memasuki tempat pembuatan
program untuk membuat program yang baru atau meng-edit /
memperbaharui progaram yang lama.
e. NC I : berfungsi untuk memulai menjalankan data yang diinput
kedalam program atau tombol eksekusi(M 03).
f. NC 0 : berfungsi untuk menghentikan gerakan pengoperasian atau
menghentikan proses kerja dari suatu data (M 02).
g. Spindle ON : berfungsi untuk mengaktifkan spindle
h. Spindle OFF : berfungsi untuk menghentikan pergerakan spindle

3. Pembuatan Program
Untuk membuat suatu program, maka seorang programer membutuhkan
tombol untuk memasukan angka dan mencari tempat-tempat program tersebut
dimuat.
 MOD : berfungsi untuk mengganti parameter yang digunakan
atau mensetting parameter yang baru
 INFO : berfungsi untuk memberikan informasi kepada
programer jika terjadi suatu kendala dalam suatu proses
pengerjaan.

29
 HELP : berfungsi untuk memecahkan atau memberikan langkah-
langkah tepat jika terjadi suatu proses yang salah atau terjadi
kendala-kendala dalam proses pengerjaan.
 5 tombol pemilih : berfungsi untuk memilih menu yang diajukan
oleh komputer, sesuai dengan fungsi dan data yang dibutuhkan.
 CE : berfungsi untuk menghapus data jika terjadi suatu
kesalahan data dalam suatu program.
 Windows : berfungsi untuk membuka halaman berikutnya atau
kembali kehalaman sebelum untuk menginput suatu data pada
sebuah program.
 Numeric : berfungsi untuk membuat data pada program, agar
program tersebut dapat berjalan.
 : berfungsi untuk mengatur pergerakan dari pengerjaan dengan
arah positif(+), atau negatif(-) pada setiap sumbu.
 ENT : berfungsi untuk memasukan angka yang telah dibuat
kedalam data.
 I : berfungsi untuk melakukan pergerakan awal sewaktu mesin
diaktifkan pada sumbu x axiz, y axis, z axis.
  : berfungsi untuk pindah kemenu yang lain.
 GO TO :berfungsi untuk memblok suatu program

30
Gambar 2.4Pembuatan program

31
BAB III
ALAT DAN BAHAN

Gambar sketsa benda kerja yang akan di buat.

Gambar 3.1 benda kerja dengan tampak atas

Gambar 3.2 benda kerja tampak samping

32
BAB IV
PROSEDUR KERJA

4.1 Prosedur Umum


Adapun proses pengerjaan dengan menggunakan mesin TNC milling
terdapat pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang adapun langkah kerja
yang dilakukan mesin TNC milling adalah sebagai berikut:

1. Alat dan bahan disiapkan


2. Gambar dan benda kerja dipahami
3. Benda kerja diukur dengan jangka sorong
4. Tool dipasang pada spindle
5. Chuck dipasang pada meja kerja
6. Benda kerja dijepit pada chuck dan dikunci dengan kuci chuck
7. Panjang tool diukur dengan menggunakan jangka sorong.
8. Switch ON diputar kearah on untuk mengaktifkan mesin, maka akan keluar
pada panel “Memory Test “
9. Setelah keluar pada layar “Power Interupted” tombol CE ditekan
10. Kemudian tombol I ditekan dan muncul tulisan “Croos Over Reference
Marks”
11. Tombol “NC “ ditekan sebanyak 3x untuk mengaktifkan sumbu X, sumbu
Y, dan sumbu Z
12. Tombol input ditekan untuk memasukan program
13. jalankan program dengan tombol eksekusi “ NC !”
14. Alat dan bahan dibersihkan dan disimpan pada tempatnya
15. Mesin dan ruangan dibersihkan

33
4.2 Prosedur Kerja ( Perataan Permukaan )
1. Alat dan bahan disiapkan
2. Benda kerja digambar pada kertas mm blok
3. Tool dipasang pada spindle menggunakan collet sebagai penjepit tool
4. Benda kerja diukur dengan jangka sorong
5. Chuck dipasang pada meja kerja di kunci dengan menggunakan kunci pas
19.
6. Benda kerja dijepit pada chuck dan dikunci dengan kunci chuck
7. Panjang tool dan diameter tool diukur dengan menggunakan jangka
sorong.
8. Switch ON diputar kearah on untuk mengaktifkan mesin, maka akan keluar
pada panel “Memory Test “ kemudian tombol power suplai I ditekan.
9. Setelah tombol power suplai ditekan, maka akan keluar pada layar “Power
Interupted” tombol CE ditekan
10. Kemudian tombol power suplai ditekan dan muncul tulisan “Croos Over
Reference Marks”
11. Tombol “NC 1 “ ditekan sebanyak 3x untuk mengaktifkan sumbu X,
sumbu Y, dan sumbu Z dan setiap axis akan bergerak
12. Dan akan muncul datum pada layer kiri mesin dan penyetingan mesin
sampai disini
13. Tahap berikutnya yaitu penyetingan tool dengan memencet tombol
“MOD” dan masukan panjang dan diameter pahat pada no table yang
diinginkan.
14. Dan pada blok diarahkan pada no tool yang dipilih dan pencet tombol
“TOOL CALL” dan penyettingan tool selesai sampai disini.
15. Kemudian penyetingan datum yaitu dengan memencet tombol ”MOD” dan
pilih tulisan datum pada layar dan pilih datum namber dan kemudian
masukan nilai datum x,y,z pada awal hidupnya mesin dan tekan lagi
tombol “MOD”
16. Masukan kode M pada layer untuk menghidupkan spindle searah jarum
jam yaitu kode M03 dan tekan tombol “NC 1”

34
17. Dan tekan datum pada pada layer dan kemudian dekatkan tool dengan
menekan tombol X,Y,Z dan kecilkan fiding untuk untuk mencari titik
kordinat x,y,z pada benda kerja.

18. Tekan tombol kembali untuk kembali keposisi semula dan pilih
“JOG INKREMEN” dan nol kan semua kordinat setelah selesai matikan
spindle dengan memasukan kode M05 dan tombol “NC 1” ditekan
19. Tombol program editing ditekan program meneg dipilih dan pilih program
number pilih number yang diinginkan misal no 2
20. Kemudian program di inputkan

35
BAB V
PEMBAHASAN

5.1 Pembahasan
Gambar sketsa benda kerja yang akan di buat.

Gambar 3.1 benda kerja dengan tampak atas

Gambar 3.2 benda kerja tampak samping

36
1. Kemudian program di inputkan
Generate program while machining pocket :
Corner 1 : X = 10 mm Y =10 mm
Corner 2 : X = 10 mm Y = 70 mm
Corner 3 : X = 90 mm Y = 70 mm
Corner 4 : X = 90 mm Y = 10 mm
Pocket depth Z = -20

Rectanguler pocket :
Clearance hight = +80mm
Setup clearence = 2 mm
Work piece surface = +0 mm
Milling depht = -20 mm
Pecking depht = 7 mm
Pecking feed rate = 80 mm/min
Pocket center in x = 50 mm
Pocket center in y = 40 mm
Side leght in x = 60 mm
Side leght in y = 40 mm
Milling feed rate = 100 mm/min
Direction = 0 ; CLIMB
Finishing allowance = 0,5 mm
Hole pattern :
Clearance hight = +40 mm
Setup clearence A = 3 mm
Work piece surface = +0 mm
Hole depht B = -20
Pecking depht C = 5 mm
Dwell time = 0,45 s
Feed rate = 80 mm/min

37
Linier patern data :
X coordinate of hole 1 = 15 mm
Y coordinate of hole 2 = 15 mm
Number of holes perow = 3
Hole spacing = 35 mm
Angle between row and X axis = 0
Number of row =2
Rows spacing = 50 mm

5.2 Analisa
Dalam pelaksanaan praktikum TNC kesalahan yang sering di temui
yaitu menentukan titik datum, menentukan titik datum sering terjadi
tidak tepat berada pada titik koordinat yang kita inginkan. menentukan
arah coordinat sumbu X,Y dan Z yang masih ragu untuk mengarahkan
mata pahat. dan juga dalam penggunaan program yang belum tepat.

38
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat di simpulkan setelah melaksanakan
praktikum pada mesin TNC milling adalah :
1. Kesalahan yang sering terjadi dalam pembuatan benda kerja
dengan menggunakan mesin TNC yaitu menetukan titik datum,
menetukan sumbu koordinat X,Y, dan Z.
2. Mesin TNC milling mampu melakukan gerakkan pemakanan
secara otomatis hingga selesai
3. Penggunaan mesin TNC milling sangat mudah, cepat dan hasil
yang baik

6.2 Saran
1. Sebelum memulai menggunakan mesin TNC alangkah baiknya buat
sketsa benda kerja di kertas grafik
2. Buatlah progam dengan teliti
3. sebelum menjalankan program yang sudah diinput sebaiknya periksa
terlebih dahulu lebih teliti untuk menghindari kesalahan dalam
memasukan program.
4. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam melakukan
pekerjaan sebaiknya praktikan lebih hati-hati dan menggunakan
peralatan keselamatan kerja.

39
DAFTAR FUSTAKA

B.H Amsted.1979.Tegnologi Mekanik.Jakarta


Manual Book TNC Milling 124 HEIDENHEIN
PRIAMBODO, BAMBANG, Ir, MSME. 1995. Teknologi Mekanik. Edisi ketujuh,
Erlangga : Jakarta

Politeknik Mekanik. Teknik Bengkel. Swiss : ITB


R.A HIGGINS, Enggineering metallurgy Parts 1 and 2, The Higner Technikal
Series B. H. Amstead. 1995. Teknologi Mekanik. Edisi ketujuh, Erlangga : Jakarta

40
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ....................................................................................................... 1


KATA PENGANTAR ....................................................................................... 43
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 44
1.1 Latar Belakang..................................................................................... 44
1.2 Tujuan Praktikum ................................................................................ 44
BAB II TEORI DASAR.................................................................................... 45
2.1 Pengertian Mesin CNC ............................................................................. 45
2.2 Prinsip kerja mesin CNC .......................................................................... 45
1. Sistem absolut ...................................................................................... 45
2. Sistem incremental............................................................................... 45
3. Jenis-jenis mein CNC .......................................................................... 45
2.3 Kemampuan CNC .................................................................................... 47
2.4 Sistem Koordinat ...................................................................................... 47
2.5 Pemasukan Data ....................................................................................... 48
2.6 Putaran tetap yang distandarisasikan......................................................... 50
2.7 Datum Mesin ....................................................................................... 50
2.8 Arti Kode Huruf Yang Digunakan ............................................................ 50
BAB III ALAT DAN BAHAN .......................................................................... 55
3.1 Alat .......................................................................................................... 55
3.1.1 komputer Fungsinya sebagai media untuk simulasi program yang
dibuat. ........................................................................................................ 55
3.1.2 Jangka ............................................................................................... 55
3.1.3 Mistar ................................................................................................ 56
3.1.4 Busur ................................................................................................. 56
3.1.5 Pensil Mekanik 0,5 ............................................................................ 56
3.2 Bahan ....................................................................................................... 56
3.2.1 Kertas Grafik ..................................................................................... 56
BAB IV PROSEDUR KERJA ........................................................................... 57
1. Prosedur Harian....................................................................................... 57
a. Menghidupkan Mesin .......................................................................... 57
b. Setting Datum ...................................................................................... 57
c. Mematikan Mesin ................................................................................ 58

41
BAB V PEMBAHASAN ................................................................................... 59
5.1 CNC milling. ........................................................................................... 59
5.1.1 Job Sheet 1 ........................................................................................ 59
5.2 CNC turning ............................................................................................. 66
5.2.1 job sheet 1 ......................................................................................... 66
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................... 69
6.1 Kesimpulan .............................................................................................. 69
6.2 Saran ....................................................................................................... 69
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 70

42
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah


memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
Laporan praktikum proses produksi II “ Mesin CNC milling dan turning ” ini
dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya.
Ucapan terima kasih tidak lupa penulis ucapkan kepada dosen
pembimbing mata kuliah dan asisten yang telah membimbing penulis dalam masa
praktikum dan sampai dalam penyelesaian laporan ini.
Penulis menyadari dalam pembuatan laporan praktikum ini masih
banyak terdapat kesalahan dan kekurangan, hal ini karena keterbatasan ilmu
pengetahuan penulis, karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan laporan ini dimasa yang akan datang.
Akhir kata penulis ucapkan semoga laporan ini berguna bagi kita semua
khususnya bagi penulis sendiri

Pekanbaru, Mei 2011

penulis

43
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


perkembangan teknologi pada saat ini semakin pesat. Hampir semua
teknologi berhubungan dengan yang namanya program dan pada perguruan tinggi
juga membahas dan mempelajari tentang pemograman agar memiliki pengetahuan
yang tidak kalah dengan majunya persaingan industri.
Pada program studi teknik mesin dipelajari teori-teori tentang CNC kemudian
akan dipraktikkan dalam praktikum CNC dimana praktik ini sangat membantu
dalam pelajaran teori-teori sebelumnya terutama tentang mesin CNC Milling dan
mesin CNC turning.

1.2 Tujuan Praktikum


Tujuan dari pelaksanaan praktikum mesin CNC miling dan turning ialah:
1. Mengetahui cara kerja mesin CNC milling dan turning.
2. Dapat membuat program yang tujuannya untuk membentuk suatu benda
kerja yang diinginkan
3. Memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam penggunaan mesin CNC
milling dan turning.

44
BAB II
TEORI DASAR

2.1 Pengertian Mesin CNC


Mesin CNC (computer numerically controlled) adalah sebuah mesin
produksi yang dilengkapi dengan tombol-tombol pada panel intrumen,yang
dioperasikan dengan perintah numerik dalam proses pembuatan benda kerja yang
diinginkan.

2.2 Prinsip kerja mesin CNC


Secara umum, cara mengoperasikan mesin CNC dengan cara memasukkan
perintah numerik melalui tombol-tombol yang tersedia pada panel instrumen
ditiap-tiap mesin. Namun secara garis besar dari karateristik cara mengoperasikan
mesin CNC dapat dilakukan dengan dua macam yaitu:
1. Sistem absolut
Pada sistem ini awal penempatan alat potong yang digunakan
sebagai acuan adalah menetapkan titik referensi yang berlaku tetap selama
operasi mesin berlangsung untuk mesin bubut . titik referensinya
diletakkan pada titik sumbu benda kerja yang akan dikerjakan pada bagian
ujung.
2. Sistem incremental
Pada sistem ini titik awal penempatan alat potong yang digunakan
sebagai acuan adalah selalu berpindah sesuai titik aktual yang dinyatakan
terakhir. Untuk mesin bubut dan mesin freis mempunyai cara yang sama.
Setiap kali satu gerakan pada proses pengerjaan benda kerja berakhir,
maka titik akhir dari gerakan alat potong , itu dianggap sebagai titik awal
gerakan alat potong pada pahat berikutnya.
3. Jenis-jenis mein CNC
Pada industri menengah dan besar akan banyak digunakan mesin
CNC dalam mendukung proses produksi.secara garis besar mesin
CNCdibagi dalam dua macam yaitu:

45
a. Mesin bubut (turning) CNC
Mesin bubut CNC adalah mesin CNC yang khusus melakukan atau
membuat dan membentuk benda kerja sesuai benda kerja yang dapat
dibuat mesin bubut konvensional.

Gambar 2.1 Mesin CNC turning

b. Mesin freis CNC


Mesin freis (milling) CNC adalah mesin CNC yang khusus
menghasilkan produk-produk yang sama seperti hasil dari mesin freis
konvensional.

Gambar 2.2 Mesin CNC Milling

46
2.3 Kemampuan CNC
Hasil-hasil kerja CNC terhadap teknik produksi engineering tradisional telah
dipandang dengan positif. Mesin yang dikontrol secara numeric ini mampu
bekerja berjam-jam setiap hari tanpa perlu diawasi. Mesin ini siap dan dapat
diadaptasikan untuk menghasilkan fasilitas produksi komponen dalam jumlah
besar. Setiap fungsi yang biasanya dilaksanakan oleh operator perlengkapan
mesin standar dapat dilakukan lewat program CNC. Untuk memberikan gambaran
keandalan CNC, hanya memerlukan penjelasan secara singkat melalui keterlibatan
manusia dalam produksi komponen sederhana.

2.4 Sistem Koordinat


Perlengkapan mesin memiliki lebih dari satu jenis pergeseran sehingga
pergeseran perpindahan harus diidentifikasi.
Prinsip kerja dari mesin CNC Turning ini tidak jauh berbeda dengan mesin cnc
milling, perbedaan yang paling mencolok dari keduanya adalah pada mesin cnc
bubut terdapat dua sumbu saja yaitu sumbu x dan sumbu z, sumbu x untuk
menyatakan diameter dari benda kerja dan sumbu z untuk panjang benda kerja.
Sedangkan pada cnc milling terdapat tiga sumbu yaitu x, y, z dimana sumbu x dan
y untuk menentukan lebar dan panjang benda kerja dan sumbu z untuk kedalaman
pemakanan.
Dalam pemakaian sumbu koordinat pada mesin CNC Turning ini ada
beberapa nilai positif dan nilai negatife. Dan titik koordinat 0,0 yang dipakai
terletak pada center point dari benda kerja. jika nilai negatife pada sumbu x akan
berlaku tatal pada benda kerja karena batas akhir sumbu x ini adalah titik 0 karena
lebih dari itu specimen akan putus sedangkanh nilai nilai negative pada sumbu z
akan terjadi pemakanan pada specimen oleh tool atau pergerakan tool mendekati
benda kerja sedangkan jika sumbu z bernilai positif maka itu merupakan titik
bebas dari sumbu z atau pergerakan tool menjauhi benda kerja.

47
2.5 Pemasukan Data
Data dapat dimasukkan kedalam unit kontrol mesin dengan menggunakan
metoda berikut :
1. Pemasukan data secara manual (manual data input atau MDI)
pemasukan data manual digunakan pada saat pengesetan mesin dan
pengeditan program, dan untuk pemasukan program lengkap, walaupun
yang terakhir harus dibatasi untuk program-program yang relatif sederhana
sehingga mesin tidak menganggur terlalu lama selama pemasukan data.
Pemasukan data manual kemesin CNC. Untuk memasukkan data pada unit
kontrol yang tidak terkomputerisasi, operator harus mengeset dial, posisi
saklar, dan sebagainya, sebelum akhirnya mengaktifkan piranti mesin untuk
melaksanakan gerakan yang diperlukan. Hanya sejumlah data yang terbatas
yang dapat dimasukkan pada suatu saat. Fasilitas perekaman data sering
tidak tersedia.
Pemasukan data manual kemesin CNC. Pada unit kontrol yang
terkomputerisasi, dengan menekan tombol yang tepat pada control-kontrol
sejumlah data yang terbatas atau program yang lengkap dapat dimasukkan
dan mesin diaktifkan. Komputer akan menyimpan data dan dapat ditransfer
kemedium perekaman seperti pita atau disc magnetic dan ditransfer kembali
kekomputer bila diperlukan.
3. Pita berlubang
Beberapa waktu yang lalu, kontrol numerik umunya disebut sebagai kontrol
pita, suatu pertanda yang penting bahwa medium pemasukan ini telah
berperan pada pengenbangan teknologi tersebut. Pernyataan ini tidak
sepopuler seperti sebelumnya, tetapi pita berlubang masih digunakan secara
luas.
Dasar dari kontrol pita ini adalah pengalihan informasi kode yang dikandung
pita yang berlubang keunit kontrol mesin lewat pembaca pita. Lebar pita
standar ialah 1” atau 25 mm. Sebelumnya hanya pita kertas yang digunakan,
dan pita ini masih sangat popular, faktor yang menarik adalah harganya yang
murah.

48
Salah satu masalah pita kertas adalah bahwa lubang penggerak yang
digunakan untuk membawa pita kepembaca pita cenderung rusak atau
bahkan sobek. Juga, pita dengan mudah dapat rusak bila bersentuhan dengan
minyak, dimana sering terjadi diudara terbuka dibengkel.
4. Pita Magnetik
Pita magnetic dalam bentuk kaset secara luas digunakan untuk transfer data.
Keuntungannya pita magnetik ini adalah :
a. lebih mudah ditangani
b. penghasilan dan pebacaan lebih cepat
c. program dapat dihapus dan pita dapat digunakan kembali
d. penyuntingan lebih sederhana
e. lebih banyak ruang penyimpanan dari pada pita kertas dengan panjang
sama
f. lebih awet dari pada pita kertas
Aplikasi pita magnetik dahulu melibatkan perekaman yang dibuat sebagai
pengerjaan komponen pertama dengan mesin dilaksanakan secara manual
dari konsol kontrol, satu bentuk pemasukan data manual. Kerugian system
ini adalah bahwa program akhir hanya secepat reaksi manusia untuk
menghasilkannya, dan dengan menggunakan pengesetan dial (dial setting)
dan switching, masih lebih lambat dibandingkan dengan teknik modern.
Kedatangan mesin CNC dan pengujian program yang dipandu komputer
menghasilkan aplikasi pita magnetic yang lebih umum. Untuk merekam
program dengan cara ini melibatkan pemasukan program oleh DI pada unit
kontrol mesin atau lewat papan kunci komputer. Setelah program
dimasukkan maka dapat didaftarkan, disunting dan diuji menggunakan
komputer grafik, seperti yang dibahas sebelumnya. Akhirnya program
direkam seperti perekaman musik pada pita dari radio.
Perekaman pita magnetic memiliki kelemahan yaitu tidak nyata (terlihat)
tanpa penggunaan layar CRT khusus, printer atau plotter. Kelemahan utama
lainnya adalah bahwa informasi dapat dengan mudah dilacak atau rusak bila
ditempatkandengan medan magnet atau piranti mesin.

49
2.6 Putaran tetap yang distandarisasikan
Sejumlah urutan dasar pengerjaan dengan mesin, atau siklus yang biasa
digunakan adalah yang distandarisasikan sejak awal. Rekomendasi ini sering
diadopsi dan terus digunakan sampai sekarang. Siklus pengerjaan dengan mesin
diindentifikasi oleh kode G, dan bila disertakan dalam system kontrol, disebut
sebagai siklus fixed atau canned. Mungkin siklus fixed yang paling banyak
digunakan adalah pada pengeboran lubang. Urutan gerakan pengerjaan dengan
mesin dalam pengeboran lubang adalah sebagai berikut:
1. Memposisikan kelokasi lubang
2. Menurunkan batang putar pada laju kecepatan yang diprogram
3. Mengangkat batang putar dengan cepat keposisi awal

2.7 Datum Mesin


Datum mesin juga disebut zero datum merupakan satu set posisi untuk
geseran mesin, dengan memberikan identitas numerik didalam system kontrol
dengan nol. Semua gerak geser dibuat berhubungan secara dimensional dengan
datum ini seperti yang ditunjukkan sebelumnya, pada saat pembahasan gerak
penentuan posisi absolut dan pertambahan.
Pada beberapa mesin datum nol bisa posisi permanen yang tidak dapat
diubah. Pada mesin lainnya, datum nol telah dibuat dengan menggerakkan geseran
sehingga piranti pemotongan ditempatkan pada posisi yang diinginkan dalam
hubungannya dengan komponen kerja dan kemudian menekan tombol nol yang
sesuai pada konsol kontrol.
2.8 Arti Kode Huruf Yang Digunakan
Seperti telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya bahwa untuk menjalankan
mesin CNC secara otomatis , maka kita harus menginput beberapa kode (bahasa)
program pada mesin cnc yang sering digunakan namun pada kesempatan ini kami
tidak membahasnya secara keseluruhan . beberapa kode huruf yang sering
digunakan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
1. Huruf N , untuk menyatakan nomor urutan block progaram. Contoh N100
artinya block program tersebut berada pada urutan ke 100.

50
2. Huruf X , untuk menyatakan sumbu koordinat x dan juga menyatakan jarak
pergerakan pahat pada sumbu x jika diikuti dengan angka . contoh X 50
artinya pahat bergerak kearah sumbu x sejauh 50 satuan.
3. Huruf Y , untuk menyatakan sumbu koordinat Y dan juga menyatakan jarak
pergerakan pahat pada sumbu Y jika diikuti dengan angka . contoh Y 50
artinya pahat bergerak kearah sumbu Ysejauh 50 satuan
4. Huruf Z , untuk menyatakan sumbu koordinat z dan juga menyatakan jarak
pergerakan pahat pada sumbu z jika diikuti dengan angka , contoh Z 50
artinya pahat bergerak mengikuti sumbu z sejauh 50 satuan
5. Huruf F , untuk menyatakan kecepatan penyayatan (feeding), contoh F60
artinya kecepatan penyayatan adalah 60 satuan persatuan waktu.
6. Huruf S , untuyk menyatakan putaran spindle, contoh S2000 artinya
kewcepatan putaran spindle adalah 2000 satuan kecepatan.
7. Huruf T , untuk menyatakan nomor urutan pahat yang akan digunakan
,contoh T01 artinya pahat yang digunakan adalah pahat nomor 1
8. Huruf M , untuk menyatakan program untuk fasilitas-fasilitas yang ada pada
mesin cnc. Beberapa kode huruf M yang digunakan pada saat pengoperasian
mesin cnc milling.
a. M00 : digunakan untuk menghentikan jalanya progaram
b. M 02 : digunakan untuk menutup progaram
c. M 03 : digunakan untuk putaran spindle searah jarum jam diikuti dengan
kode S untuk kecepatan putaranm dalam mm/menit atau inch/menit.
d. M 04 : digunakan untuk putaran spindle berlawanan arah jarum jam
e. M05 : digunakan untuk menghentikan putaran spindle
f. M06 : digunakan untuk mengganti mata pahat yang akan diikuti dengan
T untuk menyatakan nomor urutan pahat yang akan digunakan
g. M08 : digunakan untuk menghidupkan media pendingin (coolant)
h. M09 : digunakan untuk mematikan media pendingin (coolant)
i. M010 : digunakan untuk membuka ragum benda kerja
j. M11 : digunakan untuk mengunci ragum benda kerja
k. M13 : digunakan untuk kombinasia antara M03 dan M08

51
l. M14 : digunakan untuk kombinasia antara M04 dan M08
m. M20 : digunakan untuk meletakan posisi lengan pengganti pahat sejajar
sumbu Z
n. M21 : digunakan untuk meletakkan posisi lengan penganti pahat
menjauh dari sumbu Z sampai sejajar posisi pengganti pahat normal
o. M22 : digunakan untuk menurunkan posisi lengan pengganti pahat
kepemegang pahat ataupun keposisi normal pengganti pahat
p. M23 : digunakan untuk menaikan posisi lengan pengganti pahat
kepemegang pahat ataupun keposisi normal pengganti pahat
q. M27 : digunakan untuk mengembalikan pahat pengganti keposisi Satu
r. M28 : digunakan untuk mendaftarkan mata pahat keposisi satu
s. M30 : digunakan untuk menutup suatu program
t. M32 : digunakan untuk memutar lengan penggati pahat searah jarum jam
u. M33 : digunakan untuk memutar lengan pengganti mata pahat
berlawanan arah jarum jam
v. M38 : digunakan untuk membuka pintu pelindung pada mesin
w. M39 : digunakan untuk menutup pintu pelindung mesin
9. Huruf G , menyatakan bahasa program untuk melakukan pergerakan pahat
pada benda kerja . adapun beberapa perintah G yang sering digunakan antara
lain:
a. G00 (positioning /rapid transver).
Menggerakan mata pahat dengan jarak gerak cepat untuk mengambil
posisi koordinat tertentu tanpa penyayatan pada benda kerja .(G00 X0.0
Z0.0 yaitu posisi pahat pada tiotik nol benda kerja )
b. G01 (linear interpolation / gtting feed)
Penyayatan pada benda kerja pada satu jarak atau koordinat yang
dinginkan secara satu sumbu ataupun dua sumbu membentuk sudut
c. G02 (circular interpolation CW (clock wise))
Penyayatan pada benda kerja secara melingkar dan searah jarum jam
(G02 X30 Y30 R10 yaitu membuat alur melingkar searah jarum jam
sampai koordinat X30 Y30 dan membentuk sudut radius 10 mm)

52
d. G03 (circular interpolation CCW (contra clock wise))
Penyayatan pada benda kerja secara melingkar dan berlawanan arah
jarum jam (G03 X30 Y30 R10 yaitu membuat alur melingkar
berlawanan arah jarum jam sampai koordinat X30 Y30 dan membentuk
sudut radius 10 mm)
e. G04 Dweel
Mata pahat tiodak melakukan penyayatan pada benda kerja tetapi masih
berputar pada waktu yang kita tentuka.
f. G20 (imperial data input/ inches)
Menyatakan setiap pergerakan mata pahat atau putaran spindle dalam
satuan inchi. Dapat juga digunakan dalam :
 positioning atau mengambil satu titik koordinat dengan
gerakan cepat
 jarak pergerakan penyayatan secarakoordinat atau absolute
atau dengan menghitung jarak dari titik terakhir
 kecepatan penyayatan mata pahat terhadap benda kerja
g. G21 metric data input (milimeter)
Menyatakan setiap pergerakan mata pahat atau putaran spindle dalam
satuan melimeter
h. G28 (referensi point return)
Mengembalikan posisi mata pahat pada nol mesin atau pada koordinat
tertentu hingga koordinat tersebut menjadi nol mesin
i. G40 (cutter compesation cancel)
Untuk membatalkan kompensasi / penyesuaian mata pahat pada program
yang terdahulu
j. G41 (cutter compensation left)
Untuk kompensasi / penyesuaian mata pahat secara otomatis dari
diameter yang besar ke diameter yang lebih kecil , sehingga benda kerja
bergeser kaerah kiri operator untuk menyesuaikan dengan posisi mata
pahat sama dengan posisi mata pahat terdahulu
k. G42 (cutter compensation right)

53
Untuk kompensasi / penyesuaian mata pahat secara otomatis dari
diameter yang kecil ke diameter yang lebih besar , sehingga benda kerja
bergeser kaerah kanan operator untuk menyesuaikan dengan posisi mata
pahat sama dengan posisi mata pahat terdahulu
l. G 43
Untuk kompensasi atau penyesuaian mata pahat secara otomatis dari
pahat yang lebih panjang ke pahat yang lebih pendek, sehingga mata
pahat begerak naik hingga mencapai posisi mata pahat sama dengan
jarak benda kerja dengan pahat sebelumnya
m. G49 (length compensation cancel)
Untuk membatalkan kompensasi atau penyesuaian mata pahat secara
naik atau turun pada program terdahulu
n. G54-G59
Untuk memasukkan data pada titik benda kerja yang dianggap
nol/mengimput datum
o. G90 (absolute zero command)
Mentakan setiap pergerakan mata pahat ataupun benda kerja dihitung
dengan memakai system koordinat / dihitung secara obsolute dari nol
benda kerja
p. G91 (incremental command)
Menyatakan setiap pergerakan mata pahat atau benda kerja dihitung
dengan system jarak atau panjang penyayatan dari posisi koordinat
terakhir/ koordinat terakhir dianggap titik nol
q. G94
Kode ini harus diikuti dengan kode G20 yang menyatakan kecepatan
pergerakan mata pahat atau benda kerja dalam satuan inchi atau menit
dan kode G21 untuk satuan mm/menit

54
BAB III
ALAT DAN BAHAN

3.1 Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum mesin CNC adalah :
3.1.1 komputer Fungsinya sebagai media untuk simulasi program yang dibuat.

Gambar 3.1 computer


3.1.2 Jangka
Untuk menggambar lingkaran dari design yang di berikan pada kertas
grafik

Gambar 3.2 jangka

55
3.1.3 Mistar
Digunakan untuk mengukur dan menggambar garis.

Gambar 3.3 Mistar

3.1.4 Busur
Di gunakan untuk mengukur sudut

3.1.5 Pensil Mekanik 0,5


Di gunakan untuk menggambar garis pada kertas grafik

Gambar 3.4 pensil

3.2 Bahan
3.2.1 Kertas Grafik
Sebagai tempat untuk menggambar benda kerja dan menulis programnya.

56
BAB IV
PROSEDUR KERJA

1. Prosedur Harian
a. Menghidupkan Mesin
 Tombol swith pada mesin dsiputar arah jarum jam pada posisi ON (I)
untuk menghhidupkan mesin
 Skelar angina diputar pada posisi ON sehingga angina mengalir ke
mesin (melalui slang yang telah ditentukan dengan tekanan 6-8 bar)
 Pada control panel , tombol star ditekan 1 kali (tunggu tampilan layer
menunjukan operator masaage )
 Kemudian tombol emergency diputar hinga lapu hijau berkedip
 Pada kontraol panel, tombol star ditekan kembali 1 kali

b. Setting Datum
 Tool disentuhkan pada permukaan benda kerja pada sumbu x ,y, dan
z
 Harga sumbu x, y, dan z dicatat, kemudian posisi tool dibebaskan
 Offset Setting ditekan 2 kali sehingga tampilan dilayar setting
(handy)
 Angka (0) pada para meter write diubah menjadi angka 1 melalui
menu MDI
 Angka APC dan APZ diubah menjadi angka 1
APC APZ APC APZ
0 0 1 1
0 0 1 1
0 0 1 1
 Tekan tombol massage, tungga tampilan (please turn off power)
 Tekan tombol off untuk mematikan mesin pada control panel
 Kemudian swith pada mesin dimatikan
 Kemudian tunggu + 30 sampai dengan + 60 detik

57
 Hidupkan kembali mesin dengan menekan tombol start (hijau)
 Tekan system, input 1815 kemudian tekan no.srh
 Angka 1 pada APC dan APZ dinolkan kembali dan juga 1 pada
Offset Setting
APC APZ APC APZ
1 1 0 0
1 1 0 0
1 1 0 0
 Tekan message disertai reset
 Matikan mesin melalui tombol off (merah)
 Kemudian hidupkan kembalimesin dengan menekan tombol start
(hijau)
 Kemudian perhatikan posisi sumbu dengan menekan tombol pos
Relative Absolute
X 0.000 X 0.000
Y 0.000 Y 0.000
Z 0.000 Z 0.000

Machine Distan To Go
X 0.000 X 0.000
Y 0.000 Y 0.000
Z 0.000 Z 0.000

c. Mematikan Mesin
 Tombol emergency ditekan dan control panel ditekan
 Skelar angin diputar pada posisi off
 Skelar switch diputar kekiri pada posisi off

58
BAB V
PEMBAHASAN

5.1 CNC milling.


5.1.1 Job Sheet 1

Gambar 5.1 benda kerja CNC milling

5.1.1.1 Program CNC:

01308;
[BILLET X100 Y100 Z31;
[TOOLDEF T01 D20;
[TOOLDEF T02 D10;
N1 G21;
N2 G90;
N3 G28;
N4 M13 S100;
N5 M06 T01;
N2 G00 X0 Y0 Z0;
N3 G01 Z-1 F100;
N4 X100;
N5 Y18;
N6 X0;

59
N7 Y36;
N8 X100;
N9 Y54;
N10 X0;
N11 Y72;
N12 X100;
N13 Y91;
N14 X0;
N15 G00 Z0;
N16 G00 X0 Y0 Z0;
N17 G01 Z-6 F100;
N18 G00 X50 Y0 Z-6;
N19 G02 X0 Y50 R50 F100;
N20 G02 X50 Y100 R50F100;
N21 G02 X100 Y50 R50 F100;
N22 G02 X50 Y0 R50 F100;
N23 G00 Z0;
N24 G01 Z-6 F100;
N25 Y0;
N26 X100;
N27 Y100;
N28 X0;
N29 Y0;
N30 G00 Z0;
N31 G00 X50 Y50 Z0;
N32 G01 Z-6 F100;
N33 Y75;
N34 G02 X75 Y50 R25 F100;
N35 G02 X50 Y25 R25 F100;
N36 G02 X25 Y50 R25 F100;
N37 G02 X50 Y75 R25 F100;
N38 G01 X40 Y40 Z-6 F100;
N39 X60;
N40 Y70;
N41 G00 X50 Y50 Z0
N42 G01 Z-12 F100;
N43 Y75;
N44 G02 X75 Y50 R25 F100;
N45 G02 X50 Y25 R25 F100;
N46 G02 X25 Y50 R25 F100;
N47 G02 X50 Y75 R25 F100;
N48 G01 X40 Y40 Z-12 F100;
N49 X60;
N50 Y70;
N51 G00 X50 Y50 Z0
N52 G01 Z-18 F100;

60
N53 Y75;
N54 G02 X75 Y50 R25 F100;
N55 G02 X50 Y25 R25 F100;
N56 G02 X25 Y50 R25 F100;
N57 G02 X50 Y75 R25 F100;
N58 G01 X40 Y40 Z-18 F100;
N59 X60;
N60 Y70;
N61 G00 X50 Y50 Z0
N62 G01 Z-25 F100;
N63 Y75;
N64 G02 X75 Y50 R25 F100;
N65 G02 X50 Y25 R25 F100;
N66 G02 X25 Y50 R25 F100;
N67 G02 X50 Y75 R25 F100;
N68 G01 X40 Y40 Z-25 F100;
N69 X60;
N80 Y70;
N81 G00 Z0;
N82 G00 X0 Y0 Z0;
N83 G01 Z-12 F100;
N84 G00 X50 Y0 Z-12;
N85 G02 X0 Y50 R50 F100;
N86 G02 X50 Y100 R50F100;
N87 G02 X100 Y50 R50 F100;
N88 G02 X50 Y0 R50 F100;
N89 G00 Z0;
N90 G01 Z-12 F100;
N91 Y0;
N92 X100;
N93 Y100;
N94 X0;
N95 Y0;
N96 G00 Z0;
N97 G00 X0 Y0 Z0;
N98 G01 Z-18 F100;
N99 G00 X50 Y0 Z-18;
N100 G02 X0 Y50 R50 F100;
N101 G02 X50 Y100 R50F100;
N102 G02 X100 Y50 R50 F100;
N103 G02 X50 Y0 R50 F100;
N104 G00 Z0;
N105 G01 Z-18 F100;
N106 Y0;
N107 X100;
N108 Y100;

61
N109 X0;
N110 Y0;
N111 G00 Z0;
N112 G00 X0 Y0 Z0;
N113 M06 T02;
N114 G00 X0 Y0 Z0;
N115 G00 X10 Y10 Z0;
N116 G01 Z-6 F100;
N117 Z0;
N118 Z-12;
N119 Z0;
N120 Z-18;
N121 Z0;
N122 Z-25;
N123 Z0;
N124 Z-31;
N125 Z0;
N126 G00 X90 Y10 Z0;
N127 G01 Z-6 F100;
N128 Z0;
N129 Z-12;
N130 Z0;
N131 Z-18;
N132 Z0;
N133 Z-25;
N134 Z0;
N135 Z-31;
N136 Z0;
N137 G00 X90 Y90 Z0;
N138 G01 Z-6 F100;
N139 Z0;
N140 Z-12;
N141 Z0;
N142 Z-18;
N143 Z0;
N144 Z-25;
N145 Z0;
N146 Z-31;
N147 Z0;
N148 G00 X10 Y90 Z0;
N149 G01 Z-6 F100;
N150 Z0;
N151 Z-12;
N152 Z0;
N153 Z-18;
N154 Z0;

62
N155 Z-25;
N156 Z0;
N157 Z-31;
N158 Z0;
N159 G00 X20 Y0 Z0;
N160 G01 Z-31 F100;
N161 X80;
N162 Z0;
N163 G00 X100 Y20 Z0;
N164 G01 Z-31 F100;
N165 Y80;
N166 Z0;
N167 G00 X80 Y100 Z0;
N168 G01 Z-31 F100;
N169 X20;
N170 Z0;
N172 G00 X0 Y80 Z0;
N173 G01 Z-31 F100;
N174 Y20;
N175 Z0;
N176 G00 X0 Y0 Z0;
N177 G00 X30 Y27.64 Z0;
N178 G01 Z-31 F100;
N179 Y72.36;
N180 G01 X30 Y27.64 Z-30;
N181 G03 X50 Y20 R50 F100;
N182 G01 X50 Y27.64 Z-30 F100;
N183VY80;
N184 G02 X80 Y50 R50 F100;
N185 G01 X50 Y50 F100;
N186 Z0;
N187 G00 X57.07 Y50 Z0;
N188 G01 Z-31;
N189 G01 X74.45 Y32.62 Z-31;
N190 M30;
N191 M05;

63
5.1.1.2 Tahap-tahap pengerjaan
A. Tahap-1.
Merupakan proses facing dengan kedalaman potong 1mm, Posisi
awal pahat berada pada X0 Y0 Z0.

Gambar 5.2 Tahap-1 beserta posisi awal pahat pada CNC Milling

B. Tahap-2 & 3
Merupakan pembuatan lingkaran dan pemotongan permukaan
sedalam 6mm-24mm. posisi pahat awal berada pada X0 Y0 Z0.
Garis Lingkaran warna hijau merupakan jalur gerak makan mata
pahat dalam pemakanan dalam bentuk lingkaran luar. Garis
lingkaran dan segitiga warna biru merupakan jalur pemakanan mata
pahat dalam pemakanan bagian lingkaran dalam.

Gambar 5.3 tahap 2 & 3

64
C. Tahap 4 & 5
Merupakan pembuatan huruf UR yang berada dalam
lubang/lingkaran dengan kedalaman pemakanan 30 mm.

Gambar 5.4 tahap 4 & 5

65
5.2 CNC turning
5.2.1 job sheet 1

Gambar 5.5 job sheet turning

5.2.1.1 program CNC turning

O1308
[BILLET X25.4 Z70;
N1 G21;
N2 G98;
N3 M13S1000;
N4 M06T0101;
N5 G00X0Z1;
N6 G01Z0F200;
N7 X26;
N8 X24;
N9 Z-52;
N1 0G00X26Z0;
N11 G01X22F200;

66
N12 Z-52;
N13 G00X24Z0;
N14 G01X20F200;
N15 Z-52;
N16 G00X20Z-13.5;
N17 G01X19.5F100;
N18 Z-41.5;
N19 G00X20Z-14.5;
N20 G01X19F200;
N21 Z-41.5;
N22 G00X20Z-15.5;
N23 G01X18.5F200;
N24 Z-41.5;
N25 G00X20Z-16.5;
N26 G01X18F200;
N27 Z-41.5;
N28 G00X20Z-17.5;
N29 G01X17F200;
N30 Z-41.5;
N31 G00X20Z-18.5;
N32 G01X16F200;
N33 Z-40.5;
N34 G00X18Z-20;
N35 G01X14F200;
N36 Z-39;
N37 G00X26Z0;
N38 G01X19F200;
N39 Z-5;
N40 G00X22Z0;
N41 G01X17F200;
N42 Z-2.5;

67
N43 G00X20Z0;
N44 G01X15F200;
N45 Z-1;
N46 G28;
N47 M06T0303;
N48 G00X0Z0;
N49 G03X20Z-10R10F50;
N50 Z-13;
N51 G03X16Z-21F50;
N52 G01x14Z-37F50;
N53 G02X20Z-42F50;
N54 G01Z-55;
N55 G28;
N56 M06T0303;
N57 G00X22Z-55;
N58 G01X0F20;
N59 G00X30;
N60 G28;
N61 M30;
N62 M05;

68
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan setelah melakukan praktikum mesin CNC adalah :
1. pada dasarnya CNC Milling dan CNC Turning tidak jauh beda dengan
proses Milling dan Turning secara manual. Hanya saja dalam CNC kita di
wajibkan untuk menggunakan Metode numerik dan program-program.
2. CNC Milling mengunakan 3 sumbu, yaitu X untuk panjang benda kerja, Y
ketinggian benda kerja dan Z untuk kedalaman potong. Sedangkan CNCN
Turning hanya memiliki 2 sumbu yang digunakan, yaitu X untuk diameter
benda kerja, dan Z untuk panjang pemotongan.
3. proses pada CNC Milling dan CNC Turning memiliki perbedaan dalam
pengunaan kode seperti kode dalam pergantian tool.
4. Dalam pembuatan suatu benda kerja dengan menggunakan mesin CNC lebih
bagus hasil pengerjaannya dibandingkan mesin konvensional.

6.2 Saran
1. Langkah awal yang harus dikerjakan dalam pembuatan benda kerja
ialah menggambar benda kerja dikertas grafik agar dalam pembuatan
program dapat dilihat titik acuan yang akan dilakukan pemakanan.
2. Dalam menggunakan mesin CNC pahami program-program yang
harus digunakan bedakan program turning dan milling.
3. Pahami benda kerja dalam pembuatan program untuk pemakanan pada
benda kerja.

69
DAFTAR PUSTAKA

Menggambar Mesin Menurut Standar Iso. Takeshi Sato, G. Sugiarto H, N.


PT.Pradnya Paramita. Jakarta.
Dasar-Dasar Teknik Dan Pemrograman CNC. Gibbs David Dan M.Crandell.
Thomas. 1991. PT Rosda Jayaputra Jakarta.

70