Anda di halaman 1dari 7

KOMUNIKASI PADA ANAK

Disusun untuk memenuhi tugas keperawatan anak


Dosen pengampu: Dwining Handayani, S.Kep., M.Kes

Kelompok 6

Dimas Putra Aziz 202303102027


Riski Aprian Suharjono 202303102030
Desy Rahmadaningtyas 202303102031

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
KAMPUS KOTA PASURUAN
2022/2023
TUGAS

1. Sebutkan masalah perkembangan yang umum pada toddler


Jawab :
➢ Gangguan perkembangan motoric
• Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar yang
dipengaruhi oleh usia, berat badan, dan perkembangan anak secara fisik. Pada
anak-anak, gangguan perkembangan motorik kasar bisa dilihat dari gerakan
yang tidak terkontrol atau tidak seimbang. Misalnya, gerakan tidak seimbang
antara anggota tubuh bagian kanan dan kiri, gangguan refleks tubuh, serta
gangguan tonus otot.

• Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar yang
dipengaruhi oleh usia, berat badan, dan perkembangan anak secara fisik. Pada
anak-anak, gangguan perkembangan motorik kasar bisa dilihat dari gerakan
yang tidak terkontrol atau tidak seimbang. Misalnya, gerakan tidak seimbang
antara anggota tubuh bagian kanan dan kiri, gangguan refleks tubuh, serta
gangguan tonus otot.

➢ Gangguan perkembangan kognitif


• Di usia 2 bulan kurang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu atau
seseorang.
• Di usia 4 bulan belum bisa mengikuti gerak benda.
• Di usia 6 bulan belum bisa merespons atau mencari sumber suara.
• Di usia 9 bulan belum mampu babbling atau mengucap kata “mama” atau
“baba”.
• Di usia 24 bulan belum mampu mengucapkan kata yang memiliki arti.
• Di usia 36 bulan belum bisa merangkai tiga kata.

➢ Gangguan perkembangan sosial-emosional


• Di usia 6 bulan jarang menunjukkan senyum atau ekspresi kesenangan lain.
• Di usia 9 bulan kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah.
• Di usia 12 bulan sering tidak merespons panggilan namanya.
• Di usia 15 bulan belum bisa mengeluarkan kata.
• Di usia 24 bulan belum bisa mengeluarkan gabungan dua kata yang berarti.
• Di segala usia tidak memiliki kemampuan bersosialisasi atau berinteraksi.
➢ Gangguan perkembangan bicara dan bahasa
gangguan perkembangan ini ditandai dengan minimnya kemampuan seorang anak
untuk menunjuk dan memperlihatkan ketertarikannya pada sesuatu atau seseorang,
bahkan hingga ia berusia 20 bulan. Ketika memasuki usia 30 bulan, orangtua masih
sulit mengerti perkataan anak. Ini karena anak tidak konsisten dalam respons suara
atau bunyi. Misalnya, ia tidak memberikan respons saat dipanggil.

2. Bagaimana meningkatkan disiplin yang tepat pada toddler


Jawab :
• Menerapkan Aturan
Cara terbaik untuk meletakkan dasar disiplin adalah membuat semua aturan di rumah
terasa sederhana dan jelas. Contohnya, “Tidak boleh memukul,” atau, “Tidak boleh naik-
naik ke meja.”

• Menangani Perilaku Buruk


Pilih hal-hal apa saja yang mau Anda masalahkan. Putuskan apakah suatu reaksi yang
Anda lakukan itu perlu dilakukan. Jika Anda keras terhadap segala hal, dari anak
merengek saat mau tidur sampai menggigit orang lain, Anda hanya akan membuat siapa
pun kesal. Dan, usaha Anda untuk menerapkan disiplin akan sangat jauh dari efektif, jika
Anda fokus kepada hal-hal yang menjadi masalah Anda saja.

• Katakan Tidak
Jika anak melakukan kesalahan, seperti memukul temannya, katakan segera dengan
tegas, “Tidak boleh memukul.” Jika anak sudah lebih besar, Anda juga bisa meminta dia
meminta maaf. Walaupun begitu, batasi penggunaan kata “tidak” hanya untuk perilaku
buruknya saja. Karena, kalau tidak, anak akan mengabaikan Anda. Jika dia melakukan
sesuatu yang tidak Anda sukai, yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya atau menyakiti
siapa pun (misalnya, mencoret-coret tangannya dengan spidol), katakan saja, “Kalau mau
menggambar, di kertas saja, ya, Nak.”

• Buat Konsekuensi
Carilah konsekuensi yang berpengaruh terhadap anak. Ini bisa saja mengambil atau
menahan satu hal istimewa yang dia miliki, atau meminta dia melakukan sesuatu yang
tidak dia sukai. Anak usia 2 tahun ke atas bisa khawatir dengan sebuah peringatan,
seperti, “Kalau kamu terus-terusan melempar-lempar pasir, kamu tidak boleh main di
kotak pasir itu.” Anda harus serius dengan konsekuensi yang sudah Anda katakan. Anak
tidak akan menganggap Anda serius, kalau Anda sendiri juga tidak serius.
• Konsisten
Anak-anak senang menguji Anda, dan tanpa konsistensi, aturan-aturan akan sangat
mudah dirobohkan. Jika Anda teguh dengan aturan-aturan yang sudah dibuat, pada
akhirnya anak akan menyadari bahwa tingkah polahnya yang tidak Anda sukai
mempunyai konsekuensi yang dia tidak suka.

• Miliki Empati
Tunjukkan kepada anak bahwa Anda tahu perasaannya. “Mama tahu bagaimana kesalnya
kamu. Mama juga ingin, sih, bisa bermain di taman sepanjang hari, tetapi….” Tahu
bahwa Anda memahami dia, akan membuat anak lebih tenang.

• Buat Kesepakatan
Jika anak tidak juga mau tidur, tawarkan kepada dia apakah lampu di lorong depan
kamarnya tetap menyala. Contoh lainnya, alih-alih menawari dia sogokan, misalnya
memberi dia permen, jika dia berhenti menangis, berikan penghargaan untuk perilakunya
yang baik. Misalnya, jika dia tetap berada di sisi Anda saat berbelanja di supermarket,
Anda berjanji akan berhenti di sebuah taman dalam perjalanan pulang nanti.

• Tawarkan Opsi Lain.


Saat anak melanggar sebuah peraturan, tunjukkan sebanyak mungkin perilaku alternatif
yang bisa diterima. Jadi, saat Anda mengatakan, “Jangan buang-buang dompet Mama,
dong!” ikuti dengan nasihat, “Yuk, buang kayu-kayu mainan ini saja….”

• Berikan Pujian
Bentuk disiplin yang paling kuat adalah memberikan pujian terhadap perilaku baik, dan
ini berlaku untuk semua usia anak. Makin sering dipuji, anak makin kuat keinginannya
untuk berperilaku baik.

3. Sebutkan dampak negative dari hukuman fisik pada toddler


Jawab :
1. Membuat Anak Belajar Mengenai Kekerasaan Fisik
2. Trauma
3. Terganggunya Proses Belajar Mengajar
4. Menimbulkan Luka
5. Mempengaruhi Psikologis Anak
6. Meningkatnya Keagresifan Siswa
7. Anak Menjadi Fobia Sekolah
8. Prestasi Belajar Menurun
9. Pembangkangan Terhadap Guru
10. Bunuh Diri
Ilustrasi 1
Ny. D mempunyai anak berusia 6 bulan, tetapi selama 6 bulan beliau tidak tahu tentang
kebutuhan gizi yang baik untuk anaknya, beliau ingin anaknya tumbuh dengan sehat dan
mendapatkan gizi yang baik untuk pertumbuhannya. Akhirnya Ny. D dating ke Rumah sakit
untuk konseling kepada perawat tentang kebutuhan gizi yang baik bagi anaknya.
Ibu pasien : Assalamualaikum, permisi saya kesini mau memeriksakan anak saya
Perawat : Waalaikumsallam Iya buk, ada keluhan apa?
Ibu pasien : Jadi begini, anak saya sudah berusia 6 bulan, saya masih bingung apa yang
harus saya lakukan untuk kebutuhan gizi bayi saya setalah 6 bulan ke atas nanti.
Perawat : baik saya jelaskan ya bu, jadi gini bu untuk memenuhi kebutuhan bayi ibu, dapat
dilakukan pemberian asi sekitar 0,5 liter ASI atau susu formula setiap 3 jam.
Ibu Pasien : lalu untuk tumbuh kembang nya sendiri itu bagaimana ya, seperti berat
badannya masih tidak ada perubahan kira-kira apa saja ya dampaknya jika berat
badannya kurang?
Perawat : jika berat badannya tidak dapat bertambah, ini berisiko mengalami masalah
tumbuh kembang bu, baik perkembangan otak, pertumbuhan fisik, hingga organ
metabolik yang berdampak bagi masa depannya.
Perawat : Apakah selama ibu menyusui sudah memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan?
Ibu pasien : Iya, saya sudah memberikan ASI saya selama 6 bulan
Perawat : Apakah selama ini bayi anda sudah mendapatkan imunisasi secara teratur sesuai
dengan tahap usianya?
Ibu pasien : Iya, saya sudah memberikan imunisasi anak saya sesuai dengan usianya.
Perawat : Apakah ibu sudah memberikan makanan pengganti ASI untuk bayi anda?
Ibu pasien : Belum
Perawat : Untuk memenuhi nutrisi pada bayi ibuk, saya sarankan ibuk harus giat
memberikan ASI setiap 2 jam sekali, harus rutin menyusui bayinya, dan saya
sarankan untuk bayinya jika ibu tidak ada kendala dalam pemberian asinya itu
jangan menggunakan susu formula lainya, kecuali atas rekomendasi dokter, lalu
ajarkan bayi makan yang baik seperti buah buahan (pisang, apel dan alpukat).
variasikan nilai gizi dalam MPASI-nya, Aktif mengajak bayi bergerak supaya
tumbuh kembangnya berjalan
Ibu pasien : Oh jadi begitu, baik terimakasih atas saran yang telah diberikan, saya rasa sangat
jelas. pamit dulu ya, assalamuaikum
Perawat : Waalaikumsallam iya buk sama-sama.
Ilustrasi 2

Seorang anak laki laki berusia 1 tahun dibawa ibunya ke posyandu untuk control dan
pemberian vitamin A bagi tumbuh kembang anak tersebut.
Perawat : assalamualaikum bu
Ibu pasien : waalaikumsalam
Perawat : baik apa benar nama anak ibu Dimas?
Ibu pasien : iya benar
Perawat : sesuai buku kesehatan ibu dan anak (KIA) untuk hari ini anak ibu akan
diberikan obat vitamin A.
Ibu pasien : oh begitu ya, apa fungsi vitamin A untuk anak saya?
Perawat : obat tersebut berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan
infeksi seperti campak dan diare. Membantu proses penglihatan dalam adaptasi
terang ke tempat yang gelap. Dan membantu pertumbuhan anak ibu.
Anak : (melihat obat kemudian menangis)
Ibu pasien : kenapa menangis, tidak apa-apa, itu sama mas nya diberikan permen, kamu mau
permen?
Anak : (tetap menangis sambil menggelengkan kepala)
Perawat : adek, ini saya punya permen rasa jeruk, adek mau enak loh?
Anak : (menggelengkan kepala)
Perawat : kenapa tidak mau?
Ibu pasien : tidak usah takut, itu dikasih permen sama mas, diambil rasanya manis kok
Perawat : iya benar
Anak : emen manis?
Perawat : iya rasanya manis, ayo dibuka mulutnya dimakan, nanti kalo habis saya belikan
lagi. coba dibuka mulutnya aaaaa (sambill mengarahkan vitamin A ke mulut
pasien)

Anak : aaaaaa (sambil membuka mulutnya)

Perawat : pintar sekalii, manis kan rasanya, adek suka?

Anak : iya (sambil mengangguk)


Perawat : baik bu pemberian vitaminnya sudah selesai, nantik ibu silahkan kembali sesuai
tanggal control ya

Ibu pasien : baik, terimakasih