Anda di halaman 1dari 4

Royali, April 1997, hIm. 23-26 Vol 4, No.

1
ISSN 0854-8587

Komponen Kimia Minyak Atsiri Kayu Manis Halmabera


( Components of Essential Oil From Kayu Manis Halmahera)
ANDRIA AGUSTA*, YULIASRI JAMAL, DAN MINDARTI HARAPINI
Laboratorium Treub, Puslitbang Bi%g; L1PI, Jalan Ir. H. Juanda 22, Bogor 16122

Diterima 4 Desember 1996lDisetujui 15 Januari 1997


Leaves and stem barks of Kayu lIIIUIis Itallllllhera collected from Tanah Putih, Balmahera island have strong
odor. Steam distillation resulted in 1.86-;_ and 1,0% essential oil from the leaves and stem barks, respectively. GeMS
analysis of essential oil identified 11 components from the leaves. Three of which were major components, i. e. sineol
(17.97-1.), 3,7-dimethyl-3,6-0ctadien-J-oI (10.41-1.) and safrol (41.11-;_). Twelve of 19 components from stem barks
were the same as those ofthe leaves. Essential oil from stem barks had only 1 major components, i. e. sineol (14.90%)
and safrol (55.79-;_).

PENDAHULUAN ·a-kubebena dan metoksieu- genol (Agusta, sedang dikirim-


kan).
Dari hasil wawancara dengan beberapa penduduk
sekitar lokasi dikoleksinya tumbuhan kayu man;s halma- BAHAN DAN METODE
hera yaitu desa Sidangoli, Halmahera, Maluku Utara, tidak
ada di antara mereka yang mengetahui nama lokal dari Bahan. Bahan penelitian berupa daun dan kulit batang
tumbuhan ini, begitu haJnya dari penelusuran Iiteratur yang kayu Manis halmahera dikoleksi dari kawasan hutan Tanah
telah dilakukan. Maka untuk selanjutnya dalam tulisan ini Putih, Sidangoli, Halmahera, Maluku. Adapun determinasi
kayu Manis yang dikoleksi di Halmahera disebut dengan jenisnya dilakukan di Herbarium Bogoriense, Bogor.
nama kayu Manis halmahera. Seberat 160 g serbuk kering daun dan 225 g serbuk
Kayu Manis halmahera belumlah termasuk salah satu kulit batang kayu Manis halmahera masing-masing didis-
dari sekian banyak tumbuhan y~g dibudidayakan. Di In- tilasi secara distilasi uap selama lebih kurang tiga jam.
donesia tumbuhan ini hanya dapat ditemukan hidup liar di Minyak atsiri yang diperoleh ini tidak memberikan bidang
hutan-hutan yang tersebar di berbagai pulau. Potensi tum- batas yang nyata dengan lapisan air. Kemudian diekstraksi
buhan ini, baik sebagai bahan obat tradisional maupun se- secara ekstraksi partisi cair-cair dengan dietil eter. Fraksi
bagai salah satu bahan baku industri, belum ada yang di- eter yang diperoleh dikeringkan dengan natrium sulfat
publikasikan. anhidrat (Na2S04) dan selanjutnya diuapkan pelarutnya de
Untuk itu perlu diungkap potensi yang dimiliki oleh ngan penguap putar pada suhu kamar sehingga diperoleh
tumbuhan ini, dengan melakukan analisis terbadap kom- minyak yang berwama kuning terang.
ponen kimia yang terkandUJ;lg pada minyak atsiri daun dan Analisis. Minyak atsiri tersebut kemudian dianalisis
kulit batangnya. Hal ini dilakukan karena dari hasil analisis dengan kromatografi gas dan spektrometri Massa (GeMS)
GeMS komponen kimia yang terdapat pada ekstrak heksa- dengan volume injeksi 0.1 f.lL. Spektrum Massa masing-
na kulit batang tumbuhan ini, mengandung beberapa jenis
senyawa monoterpena, seskuiterpena dan turunan fenol Kondisi Kromatografi Gas dan Spektrometer Massa
yang biasanya terdapat pada berbagai jenis minyak atsiri GeMS : Shimadzu QP-sooo
alami. Di samping itu, daun dan kulit batangnya memiliki Kolom : Shimadzu CBP-S
aroma yang sangat merangsang akan tetapi berbeda dengan (p:2S M; =().2S mM)
Gas pembawa : He
aroma yang dihasilkan oleh tumbuhan sekerabatnya, C. Tekanan gas pembawa: : 70 Psi
burmannii BI. Suhu awal : SO"C
Komponen kimia utama yang terdapat pada ekstrak Suhu tahap I : 80"C
Suhu tahap akhir : 200"C
heksana kulit batang kayu Manis halmahera ialah a-terpi- Suhu injektor : 1So"C
neol; safrol; isoeugenol; kopaena; metileugenol; aloaroma- Suhu antar fase : 270"C
dendren; a-guaiena; kadinen; 1,2,3,4, 4a,5,6,8a-oktahi- Kecepatan kenaikan suhu tahap I: 2"Clmenit
Kecepatan kenaikan suhu tahap 2: 3"Clmenit
dr0-4a,8-dimetil-2-( I-metiletenil) naftalena; a-muurolena; Kccepatan aliran gas pembawa : 10 mUmenit
Voltase detektor : 1.2S kV
• Penulis untuk korespondensi
24 AGUSTA ET AL. Hayali

masing puncak hasil analisis GeMS selanjutnya diiden- Komponen kimia yang terdeteksi pada minyak atsiri
tiflkasi dengan spektrum massa senyawa yang telah dike- dari· kuHt batang kayu man is halmahera lebih banyak
tahui yang terdapat pada data National Institute jenisnya dari yang terdeteksi pada minyak atsiri dari
Standard of Technology (NIST) library. daunnya, yaitu 19 komponen (Gambar Ib). Hanya dua
HASIL komponen yang merupakan komponen utama yaitu puncak
3 dan puncak 8.
Minyak Atsiri Daun. Dari distilasi minyak atsiri Hasil identifikasi dengan data NIST library me-
daun, diketahui daunnya mengandung minyak atsiri sekitar nunjukkan bahwa komponen kimia yang terkandung pada
1.86 %. Analisis kromatografi gas menunjukkan bahwa minyak atsiri dari kuHt batang ini terdiri atas senyawa-
minyak atsiri dari daun ini memiliki dua belas komponen senyawa dari golongan monoterpena (sineol; 1,7,7-trime-
kimia (Gambar I a). Tiga komponen di antaranya meru- tilsikI0-2,2, 1,0(2,6) heptana [13]; 3,7-dimetil-3,6-oktadien
pakan komponen utama yaitu puncak 3, 4 dan S. -3-01; mirsenol [15]; kamfor; p-Iinalool; a-terpineol) ses-
Identiflkasi spektrum massa yang diperoleh dari hasil kuiterpena (kopaena, isoka-riofilena, emerofilena [16], ka-
analisis spektrometer massa dengan spektrum massa dinena [17], a-muuro- lena [IS], a-kubebena [19], guaikol
senyawa-senyawa yang telah diketahui yang terdapat pada [20], elemol [21]), turunan fenol (safrol, isoeugenol, metil-
bank data NIST library menunjukkan bahwa minyak atsiri eugenol), hidrokarbon aromatik (2-metil-p-etiltoluena), at-
dari daun kayu manis halmahera ini terdiri atas senyawa- kana rantai pendek (n-dekana) dan hidrokarbon teroksi-
senyawa monoterpena (sineol) [3]; 3,7-dimetil-3,6-okta- gen (3,3-dimetilbutil oksirana [14]).
dien-3-ol [4]; kamfor [5]; p-linalool [6]; a-terpineol [7]) Minyak atsiri dari kulit batang ini hanya memilki dua
seskuiterpena (kopaena [10], isokariofilena [12]), turunan komponen utama yaitu sineol dan safrol.
fenol (safrol [8], isoeugenol [9], metileugenol [11]), hidro-
karbon aromatik (2-metil-p-etiltoluena [2]), dan alkana PEMBAHASAN
rantai pendek (n-dekana [1]). Adapun komponen utama
pada minyak atsiri dari daun ini adalah sineol, kamfor, dan Secara fisik minyak atsiri yang berasal dari daun mau-
safrol. pun dari kuHt batang kayu man is halmahera ini tidak me-
Minyak Atsiri Kulit Batang. Kulit batang kayu miliki perbedaan, baik wama maupun aroma yang ditim-
manis halmahera memiliki kandungan minyak atsiri yang bulkannya. Akan tetapi dilihat dari segi komponen kimia
lebih tinggi dibandingkan kandungan pada daun yaitu
sekitar 2'()%. Tabel I. Komponen Kimia Minyak Atsiri Daun dan Kulit
Batang Kayu Manis Halmahera

Dlun No. Puncak Namkomponen kimia Kadar(%)


8
Daun Kulit batang
3 I. n-Dekana 3.07 1.22
2. 2-Metil-p-etiltoluena 1.11 ••
3. Sineol 17.97 14.90

10
, ~

IS 20
i .J 2S 30
im I
lS
12

40 4S SO
4.
5.
6.
7.
3,7-Dimetil-3,6-oktadien-3-o1 20.42
Kamfor
-Linalool
-Terpineol
1.82
2.06
5.17
••
3.55
2.34
5.75
Woktu_i 8. Safrol 41.22 55.79
9. lsoeugenol 3.63 8.50
10. Kopaena 0.55 0.57
8 .....S
II. Metileugenol 2.32 2.04
12. Isokariofilen 0.67 0.28
13. 1,7,7-Trimetiltrisiklo-2,2,I,o( •• 0.43
2,6)heptana
14. 3,3-Dimetilbutil oksirana •• 0.90
,7 19
15. Mirsenol •• 0.43
J>..AJ .1
13
i 15
b ~ '1 ~ 2' 16~ Emerofilen •• 0.23
... A..
.f< 1
17. Kadinena •• 1.43
10 20 2S ]0 40 4S SO
18. -Muurolen •• 0.22
Woktu mensi
19. -Kubeben •• 0.93
Gambar I. Kromatogram hasil anal isis GeMS minyak atsiri 20. Guaiol •• 0.27
kayu manis halmahera. 21. Elemol , •• 0.20
Vol. 4,1997 KOMPONEN KIMIA MINYAK ATSIRI 25

yang terlcandung pada minyak atsiri tersebut jelas sekali (29.9%) dan dihidrokarveol asetat (21.8%) (Moestafa
terlihat perbedaannya. Minyak atsiri dari daun hanya me- 1988, Chairul 1994). Dengan demikian khasiat obat mau-
ngandung sepuluh kom ponen kimia, sedangkan minyak pun kegunaan kedua minyak atsiri ini dalam bidang indus-
yang didistilasi dari kulit batang terdiri atas 19 komponen tri jelas juga berbeda.
kUnia. Sepuluh komponen di antara 19 komponen kimia Minyak atsiri dari kayu manis halmahera sebaiknya
yang terlcandung pada minyak dari kulit batang ini sama tidak untuk dikonsumsi karena senyawa safrol yang meru-
dengan komponen kimia yang terdapat pada minyak yang pakan senyawa paling tinggi kandungannya pada kedua je-
berasal dari daun. Kesepuluh komponen kimia tersebut nis minyak atsiri ini merupakan senyawa yang dapat memi-
ialah n-dekana; 2-metil-p-etiltoluena; sineol;3,7-dimetil-3,6 cu tumbuhnya kanker pada hati (Quissumbing 19SI,
-oktadien-3-o1; kamfor; p-linalool; a-terpi neol; safrol; Lewis 1976, Perry 1980).
isoeugenol; kopaena; metileugenol dan isokariofilen Dalam industri kimia senyawa safrol digunakan seba-
(Tabell). gai salah satu bahan dasar untuk pembuatan parfum, pewa-
Dalam hal ko~ponen kimia utama, kedua minyak at- ngi sabun dan pembuatan heliotropin. Sedangkan dalam in-
siri ini juga berbeda. Minyak atsiri daun mengandung tiga dustri farmasi, selain sebagai antiseptik dan karminatif,
komponen kimia utama yaitu sineol (17.97%); 3,7-dimetil safrol ini rnerupakan bahan dasar untuk sintesis ~yawa­
-3,6-0ktadien-3-o1 (20.42%) dan safrol (41.22%). Sedang- senyawa turunan amfetamin yang memiliki aktivitas biola-
kan minyak yang berasal dari kulit batang hanya memiliki gi sebagai fisikoaktif. Beberapa di antara senyawa tersebut
dua komponen kimia utama yaitu sineol (14.90%) dan ialah 3,4-metilendioksi amfetamin (MDA); 3,4-metil-
safrol (SS.7901o). endioksi-N-etanamin (MOE); 2,S-dimetoksi -3,4-dimetoksi
Perbedaan komponen kimia ini juga dapat men- amfetamin (DMMDA); S,6-dimetoksi-3,4-metilendioksi
jelaskan perbedaan dari aroma yang ditimbulkan minyak amfetamin (DMMDA-2) dan lain sebagainya (Gambar 3).
atsiri C. burmannii dan kayu man is halmahera seperti yang Sedangkan senyawa yang paling populer yang dapat di-
disinggung dalam bab pendahu luan. sintesis dari safrol ini ialah 3,4-metilendioksi-N-metil-
Diketahui pula bahwa minyak atsiri yang berasal dari amfetamin (MDMA) atau yang lebih akrab disebut dengan
C. burmannnii memiliki komponen utama sinamaldehida nama "ecstacy" yang saat ini banyak diperdagangkan seca-
ra i1egal (Eisner 1994).
Sineol atau eukaliptol memiliki aktivitas sebagai
penolak kecoa (lipas) disarnping sebagai flavor (Windholz
1983). Sineol juga merupakan rnerupakan komponen uta-
rna pada minyak atsiri kayu putih (Melaleuca leucaJen-
dron) yang berkhasiat sebagai obat gosok.

1,7,"'" p.

~~~~~
.....
-... ~

Gambar 2. Struktur komponen kimia minyak atsiri daun dan Gambar 3. Beberapa senyawa fisikoaktif yang dapat disintesis
kulit batang kayu manis halmahera. dari safrol.
26 AGUSTA ET AL. Hayoti

Senyawa 3,7-dimetil-3,6-oktadien-3-ol memiliki for- Jika dibandingkan dengan hasil anal isis komponen
mula molekul yang sama dengan linalool, hanya berbeda kimia yang terkandung pada ekstrak heksana kulit batang
struktur ruangnya. Senyawa ini memiliki aroma yang tumbuhan ini (Agusta, sedang dikirimkan), mw untuk
wangi sehingga banyak digunakan dalam fonnulasi memperoleh minyak atsiri dari kulit batang tumbuhan ini,
parfum atau pewangi. metode distilasi uap kurang cocok digunakan karena
Hasil analisis GCMS minyak atsiri yang berasal dari kompooen kimia yang terisolasi jauh lebih sedikit daripada
kulit batangjika dibandingkan dengan hasil analisis GCMS jumlah yang seharusnya ada dan juga kemungkinan terjadi-
ekstrak heksananya terlihat perbedaan yang sangat men- nya kerusakan pada beberapa komponen kimia yang tidak
colok. Dari 53 komponen kimia yang terdeteksi pada eks- tahan terhadap pemanasan. Untuk mengatasi hal ini dian-
trak heksana kulit batang tersebut, 29 komponen di antara- jurkan untuk menggunakan proses isolasi minyak atsiri
oya adalah kompooen kimia yang biasanya merupakan yang tidak memerlukan pemanasan yang tinggi.
komponen penyusun dari minyak atsiri. Akan tetapi dari
hasil distilasi uap hanya diperoleh 19 komponen. Ada dua DAFfAR PUSTAKA
kemungkinan yang menjadi penyebab tidak berhasil
diperolehnya komponen-komponen minyak atsiri dari kulit Agusta, A. & Y. Jamal. Komponen kimia fraksi nonpolar
batang tumbuhan ini secara lengkap. Pertama, mungkin kayu Manis halmahera. Sedang dikirim untuk pu-
disebabkan karena komponen kimia tersebut merupakan blikasi.
senyawa yang tidak tahan terhadap pemanasan tinggi se- Chairul & A. Agusta. 1994. Komponen penyusun minyak
hingga hilang atau rusak selama proses distilasi berlang- atsiri beberapa Cinnamomum (Lauraceae), him.
sung. Kemungkinan kedua disebabkan karena kurang la- 534-542. Di dalam D. Sitepu, Sudiarto, Supriadi, T.B.
manya waktu penyulingan, sehingga sewaktu penyulingan Murdiati, S.M.D. Rosita, M. Junuwati, H. Moko, A.
dihentikan komponen kimia tersebut belum terisolasi seca- Kardinan & Risfaheri (ed.), Pengembangan Risel dan
ra keseluruhan atau dengan kata lain masih ada beberapa Teknologi Bahan Obat Alami dalam Rangka
komponen kimia yang masih terperangkap dalam sel-sel Peningkatan Kua/itas Sumber Daya Manusia.
jaringan kulit batang tumbuhan tersebut. Untuk memasti- Prosiding Simposium Penelitian Bahan Obat Alami
kannya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jalan VIII. Bogor: Perhimpunan Penelitian Bahan Obat
meragamkan suhu dan lama waktu penyulingan yang dapat Alami dan Balitro.
dilakukan dengan metode penyulingan secara kohobasi Eisner, B. 1994. frstasy, the MDMA Story. Ed. ke-2,
seperti yang diterapkan oleh Moe~tafa [1986] sehingga da- Berkeley: Ronin Publ. Inc.
pat diperoleh minyak atsiri kayu man is halmahera dengan Lewis, L.E. 1976. Medicinal Botany Plants and Affecting
kualitas yang tinggi. Man's Health. New York: John Willey & Sons.
Minyak atsiri dari kuHt batang ini mengandung sejenis Moestafa, A. 1988. Penentuan komponen minyak daun
senyawa siklik beranggota tiga yang beroksigen yaitu 3,3- Cinnamomum sp. dan minyak kayu Manis cina
dimetilbutil oksirana [14]. Senyawa ini tidak ditemukan komersial dengan cara GLC dan GeMS. Pemberitaan
pada ekstrak heksanil kulit batang kayu man is halmahera. Penel. Tan.lndustri. 14: 1-11
Terdapatoya senyawa ini pada minyak atsiri hasil distilasi Moestafa, A. & F. Badeges. 1986. Penyulingan minyak
uap kulit batang tumbuhan diperkirakan karena terjadinya daun kayu Manis (Cinnamomum burmannii. C.
oksidasi atau perubahan struktur senyawa monoterpena zeylanicum dan C. cassia) secara kohobasi dan
akibat pemanasan selama proses distilasi uap berlangsung. identifIkasi komponen minyak atsiri yang dihasilkan.
Hasil analisis komponen kimia minyak atsiri, baik Warta HIP 3: 22-25,
yang berasal dari daun dan kulit batang kayu man is halma- Perry, L. M. & J. Metzger. 1980. Medicinal Plants of
hera membuktikan bahwa tumbuhan ini cukup potensial East and Southeast Asia Attributed Properties and
sebagai salah satu tumbuhan penghasiJ minyak atsiri yang Use. London: The MIT Press
belum dimanfaatkan. Begitu juga dengan komponen kimia Quissumbing E., 1951, Medicinal Plants of Philippines,
yang terkandung pada minyak atsirinya yang dapat dijadi- Manila: Burea of Printing Manila
kan sebagai salah satu bahan dasar altematif pada industri
kimia maupun farmasi.