Anda di halaman 1dari 8

4

dibuat pada tahun 1698. Ternyata de Fer juga menyalin gambar-gambar yang pertama kali
muncul dalam buku-buku yang dibuat oleh Louis Hennepin pada 1697 dan François Du
Creux pada 1664. Pada abad ke 18, para pembuat peta mulai mencantumkan nama sumber
dengan kalimat "After [pembuat asli] on the work".

2.3 Produk-produk kartografi


Produk kartografi dapat diujudkan dalam berbagai bentuk. Adapun macam-macam produk
kartografi adalah sebagai berikut:
a. Sketsa adalah gambar keadaan suatu wilayah sempit dalam bentuk garis besar dan memuat
sedikit informasi. Faktor kebenaran ukuran dan bentuk obyek tidak diutamakan.
b. Peta adalah gambaran suatu objek tertentu pada bidang datar, yang digambar dengan
memperhitungkan kebenaran ukuran, kedudukan, proyeksi, dan arah mata angin (peta ini
biasa disebut peta garis).
c. Peta timbul atau peta relief adalah gambaran suatu wilayah yang diujudkan dalam bentuk 3
dimensi, sehingga bentuk-bentuk relief wilayah tersebut nampak.
d. Maket atau miniatur adalah gambaran suatu wilayah yang diujudkan dalam bentuk 3
dimensi, yang biasanya berskala besar dan menggambarkan daerah sempit serta
kenampakannya  detil dan  mirip dengan objek aslinya (padanya ditambahkan model-
model objek yang ada sepeti: rumah, pohon, mobil, dsb.
e. Atlas adalah buku yang berisi peta-peta negara dan disertai diagram, gambar, data statistik,
uraian penjelasannya dan berwarna.
f.  Peta digital dan atau Ortofoto, yaitu peta hasil teknik penginderaan dari udara atau luar
angkasa. Pada peta digital/foto tidak terjadi seleksi objek karena semua kenampakkan di
lapangan yang tidak tertutup objek lain akan terekam. Dengan demiikian simbul peta juga
tidak dijumpai. Pada peta digital/foto sering ditambahkan keterangan nama-nama jalan,
nama kota atau nama tempat. Peta yang merupakan hasil teknik penginderaan jauh dan
belum dikoreksi kesalahannya disebut citra. Contoh: citra satelit Multi Spektral Scanner
(MSS), citra Thematic Mapper (TM), citra inframerah thermal, citra Ikonos dan
sebagainya.
g. Globe adalah gambaran wilayah permukaan bumi dalam bentuk bola.  Jadi globe bukan
merupakan peta, tetapi model dari bola bumi.

2.4 Pengertian Peta


Peta merupakan gambaran wilayah geografis, biasanya bagian permukaan bumi. Peta
bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak
hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Peta dapat menunjukkan banyak informasi
5

penting, mulai dari supply listrik di daerah Anda sampai daerah Himalaya yang berbukit-bukit
atau sampai kedalaman dasar laut.
Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh wilayah permukaan bumi dengan berbagai
kenampakannya pada suatu bidang datar dengan menggunakan skala tertentu. Peta (map)
berasal dari bahasa Yunani “mappa”, artinya taplak atau kain penutup meja.Pada awalnya
peta hanya menggambarkan kenampakan nyata yang ada di permukaan bumi.Sejalan dengan
perkembangan dunia ilmu pengetahuan, saat ini peta digunakan pula untuk menggambarkan
hal-hal yang bersifat abstrak dan benda angkasa.

2.5 Fungsi Dan Manfaat Peta


Peta berfungsi memberikan informasi kepada pembacanya mengenai:
a. Letak relatif suatu daerah terhadap daerah lainnya di permukaan bumi. Letak
dapat dibedakan seperti: letak astronomis, letak geografis, dan letak administrasi.
b. Ukuran wilayah, misalnya: jarak (panjang), lebar dan luas wilayah, isi atau volume waduk,
volume tanah yang harus digali, dan arah atau sudut.
c. Kondisi fisik dan non-fisik suatu daerah, misalnya jumlah penduduk, kepadatan   
bangunan, dan sebagainya.
d. Sebagai alat bantu penelitian lapangan, operasi militer, jelajah alam, dan sebagainya.
Peta bisa menjadi petunjuk bagi pelancong/wisatawan, atau menjelaskan dunia dengan
menyertakan jenis informasi geogafi khusus. Peta juga dapat mengguakan eksploitasi.
Sebagai contoh, peta berwarna Marquases dengan pelabuhan yang eksotik seperti Hakapehi di
Nuku Niva mungkin kedengaran menark bagi seseorang. Dengan kata lain, peta yang berisi
banyak detail yang menarik dari suatu wilayah/daerah dapat menarik orang lain ke wilayah
tersebut. Peta dapat digambar dengan berbagai gaya, masing-masing menunjukkanpermukaan
yang berbeda untuk subjek yang sama yang memungkinkan kitauntuk men-visualisasikan
dunia dengan mudah, informatif dan fungsional.

2.6 Jenis-jenis Peta


Jenis peta dapat dikelompokan berdasarkan pada :
a. Skalanya :
- Peta kadaster berskala antara 1: ( 100 s/d 5.000)
- Peta skala besar berskala antara 1> 5.000 s/d 1:250.000.
- Peta skala sedang berskala antara 1: >250.000 s/d 1: 500.000
- Peta skala kecil berskala antara 1:> 500.000 s/d 1 : 1.000.000,-
- Peta geografi berskala 1:1.000.000 atau lebih
b. Isinya :
6

- Peta umum , yaitu peta yang menggambarkan segala seuatu yang terdapat pada suatu daerah
yang dipetakan , seperti :
 Peta Topografi, yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi dengan titik berat
reliefnya, dengan kata lain berdasarkan tinggi rendahnya permukaan tanah. Data-data
yang terdapat dalam peta topografi/rupabumi antara lain:
a) grid (lintang dan bujur)
b) pola aliran sungai (bila ada sungai
c) relief
d) nama-nama geografi
e) batas wilayah administrasi (propinsi, kabupaten atau kota, dan kecamatan
f) bentuk perhubungan (jalan raya dan rel kereta api
g) permukiman
h) data lain, misalnya hutan, rawa, sawah, dan tanah kosong (bila ada)
 Peta chrorografi yaitu peta yang menggambarkan sebagian atau seluruhnya permukaan
bumi yang bercorak umum dan berskala kecil. Misalnya peta dunia dan atlas.
- Peta khusus atau peta tematik yaitu peta yang menggambakan satu aspek atau
kenampakan tertentu, misalnya :

*. Peta curah hujan


*. Peta iklim
*. Peta tata guna lahan
*. Peta pariwisata
*. Peta jalur penerbangan

2.7 Macam-macam Poyeksi Peta


Secara umum, proyeksi peta dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari cara
pemindahan data topografi dari permukaan Bumi ke atas permukaan peta. Proyeksi Peta
adalah prosedur matematis yang memungkinkan hasil pengukuran yang dilakukan di
permukaan bumi fisis bisa digambarkan diatas bidang datar (peta). Untuk menghindari
terjadinya kesalahan yang lebih besar, dalam ukuran (luas, jarak) bentuk permukaan bumi
pada peta, maka dalam pembuatan peta digunakan proyeksi peta. Proyeksi peta adalah teknik
pemindahan bentuk permukaan bumi yang lengkung (bulat) ke bidang datar
- Peristilahan Dalam Proyeksi Peta                       
Beberapa ketentuan yang berhubungan dengan pemodelan bumi sebagai spheroid adalah:
a. Meridian dan meridian utama
b. Paralel dan paralel NOL atau ekuator.
7

c. Bujur (longitude – j ), Bujur Barat (0° – 180° BB) dan Bujur Timur (0° – 180° BT)
d. Lintang ( latitude – l ), Lintang Utara (0° -90° LU) dan Lintang Selatan (0° –90° LS)
Pada prinsipnya arti proyeksi peta adalah usaha mengubah bentuk bola (bidang lengkung)
ke bentuk bidang datar, denganpersyaratan sebagai berikut ;
1.    Bentuk kenampakan di permukaan bumi tidak berubah atau sama dengan di bola bumi.
2.    Luas permukaan bumi yang di ubah harus tetap.
3.    Jarak antara satu titik dengan titik lain di permukaan bumi yang diubah harus tetap.
Sistem Proyeksi Peta dibuat dan dipilih untuk:
- Menyatakan posisi titik-titik pada permukaan bumi ke dalam sistem koordinat bidang
datar yang nantinya bisa digunakan untuk perhitungan jarak dan arah antar titik.
- Menyajikan secara grafis titik-titik pada permukaan bumi ke dalam sistem koordinat
bidang datar yang selanjutnya bisa digunakan untuk membantu studi dan pengambilan
keputusan berkaitan dengan topografi, iklim, vegetasi, hunian dan lain-lainnya yang
umumnya berkaitan dengan ruang yang luas.

Cara proyeksi peta bisa dipilah sebagai :


- Proyeksi langsung (direct projection): Dari ellipsoid langsung ke bidang proyeksi.
- Proyeksi tidak langsung (double projection): Proyeksi dilakukan menggunakan "bidang"
antara, ellipsoid ke bola dan dari bola ke bidang proyeksi.

Proyeksi peta dapat dibedakan sebagai berikut:


a.  Menurut Bidang Proyeksinya
1. Proyeksi Azimuthal/zenithal/planar bila bidang proyeksinya berupa bidang datar.
Proyeksi ini menyinggung bola bumi dan berpusat pada satu titik.Proyeksi ini
menggambarkan daerah kutub dengan menempatkan titik kutub pada titik pusat
proyeksi.

Gambar 1. Bidang Azimuthal


Ciri-ciri Proyeksi Azimuthal:
a. Garis-garis bujur sebagai garis lurus yang berpusat pada kutub.
8

b.Garis lintang digambarkan dalam bentuk lingkaran yang konsentris mengelilingi


kutub.
c. Sudut antara garis bujur yang satu dengan lainnya pada peta besarnya sama.
d. Seluruh permukaan bumi jika digambarkan dengan proyeksi ini akan berbentuk
lingkaran
Proyeksi Azimuthal dibedakan 3 macam, yaitu:
- Proyeksi Azimut Normal yaitu bidang proyeksinya menyinggung kutub.
- Proyeksi Azimut Transversal yaitu bidang proyeksinya tegak lurus dengan ekuator.
- Proyeksi Azimut Oblique yaitu bidang proyeksinya menyinggung salah satu tempat
antara kutub dan ekuator.

Gambar 2 Macam-macam Bidang Azimuthal


2. Proyeksi silinder bila bidang proyeksinya berupa silinder atau tabung. Proyeksi
Silinder adalah suatu proyeksi permukaan bola bumi yang bidang proyeksinya
berbentuk silinder dan menyinggung bola bumi.

Gambar 2.9. Bidang Silinder


Apabila pada proyeksi ini bidang silinder menyinggung khatulistiwa, maka semua
garis paralel merupakan garis horizontal dan semua garis meridian merupakan garis
lurus vertikal. Penggunaan proyeksi silinder mempunyai beberapa keuntungan yaitu:
- Dapat menggambarkan daerah yang luas.
- Dapat menggambarkan daerah sekitar khatulistiwa.
- Daerah kutub yang berupa titik digambarkan seperti garis lurus.
9

- Makin mendekati kutub, makin luas wilayahnya.

Gambar 4. Proyeksi Cylindrical


3. Proyeksi kerucut bila bidang proyeksinya berupa kerucut atau cone. Proyeksi Kerucut
yaitu pemindahan garis-garis meridian dan paralel dari suatu globe ke sebuah kerucut.
Untuk proyeksi normalnya cocok untuk memproyeksikan daerah lintang tengah
(miring). Proyeksi ini memiliki paralel melingkar dengan meridian berbentuk jari-jari.
Paralel berwujud garis lingkaran sedangkan bujur berupa jari-jari. Proyeksi kerucut
diperoleh dengan memproyeksikan globe pada kerucut yang menyinggung atau
memotong globe kemudian di buka, sehingga bentangnya ditentukan oleh sudut
puncaknya.

Gambar 5. Bidang Kerucut


Proyeksi ini paling tepat untuk menggambar daerah daerah di lintang 45°. Proyeksi
kerucut di bedakan menjadi 3 macam yaitu:
1. Proyeksi Kerucut Normal / Standar, Jika garis singgung bidang kerucut pada bola
bumi terletak pada suatu paralel (Paralel Standar)
2. Proyeksi Kerucut Transversal,Jika kedudukan sumbu kerucut terhadap sumbu bumi
tegak lurus.
3. Proyeksi Kerucut Oblique (Miring), Jika sumbu kerucut terhadap sumbu bumi
terbentuk miring.
10

Gambar 2.12. Proyeksi Kerucut

b.   Menurut Posisi Bidang Proyeksinya Terhadap Bola Bumi


1) Proyeksi tegak atau normal, jika garis karakteristik bidang proyeksi berimpitdengan
sumbu bola bumi.
2) Proyeksi melintang atau transversal atau equatorial, bila garis karakteristik bidang
proyeksi berpotongan tegak lurus dengan umbu bola bumi.
3) Proyeksi oblique atau miring, bila garis karakteristik bidang proyeksinya membentuk
sudut lancip dengan sumbu bola bumi.

c.     Menurut Sifat Distorsinya


1) Proyeksi ekuidistan, bila jarak di permukaan bumi sama dengan jarak di peta menurut
skalanya.
2) Proyeksi konform, bila sudut/bentuk di permukaan bumi sama dengan bentuk di peta.
3) Proyeksi ekuivalen, bila luas di permukaan bumi sama dengan luas di peta setelah
diskalakan.

d.  Menurut Posisi Pusat Proyeksi


1) Proyeksi Gnomonis, bila pusat bola bumi merupakan pusat sumber proyeksi.
2) Proyeksi Stereografis, bila pusat sumber proyeksi terletak pada titik di permukaan
bumi.
3) Proyeksi Ortografis, bila pusat sumber proyeksi berasal atau terletak di tempat yang
sangat jauh tidak terhingga sehingga garis-garis proyeksi dianggap sejajar.

Memilih Proyeksi Peta


Dalam memilih proyeksi peta harus diperhatikan tujuan atau maksud pembuatan peta
tersebut, serta unsur mana yang sangat dituntut bagi kepentingan pemakai peta. Sebagai
contoh:
11

a. Untuk keperluan pelayaran/navigasi: harus dipilih proyeksi konform yang atau sama
bentuk.
b. Untuk para ahli ekonomi, geografi, untuk menggambarkan data statistik dan
menunjukkan penyebaran: pilih proyeksi ekuivalen/sama luas.
c. Untuk keperluan penerbangan yang mementingkan kondisi jarak yang benar, haris
dipilih proyeksi ekuidistan/sama jarak.
d. Untuk mengetahui letak dan bentuk daerah: misalnya letak Indonesia membujur di
dekat equator, sebaiknya dipilih proyeksi silinder. Letak Chili melintang searah
dengan meridian dan terletak di hemisfera selatan, dapat menggunakan proyeksi
kerucut.Indonesia sekarang ini penggambaran peta rupabumi menggunakan
proyeksi Universal Transvers Mercator (UTM).

Proyeksi Universal  Transvers Mercator (UTM)


Proyeksi Transverse Mercator merupakan proyeksi silinder berposisi ekuatorial/transvers,
sering disebut dengan proyeksi UTM.
a. Ciri-cirinya
1. Bidang proyeksinya silinder.
2. Sumbu silinder tegak lurus pada sumbu bumi.
3. Bidang silinder memotong bola bumi pada dua garis meredian dan garis-garis meredian
itu dinamakan meredian standar.
4. Meredian standar diproyeksikan sama jaraknya pada bidang silinder.
5. Bola bumi dibagi dalam zone-zone yang tiap zone lebarnya 6° dan dibatasi oleh
meredian.
6. Tiap zone diproyeksikan pada satu bidang silinder.
7. Ukuran tiap zone adalah lebar 6° dan 8°.
8. Wilayah Indonesia terbagi dalam 9 zone/daerah/lembar.

b. Keuntungan
1. Sudut-sudut pada permukaan bumi konform.
2. Satu bagian zone derajat dengan ukuran 6° x 8° sama dengan 665 km x 885 km
3. Dapat dipakai untuk pembuatan peta penerbangan.

c.    Kerugian
1. Karena pembesaran jarak dan konvergensi meredian, maka unsur ini harus diperhatikan
dalam perhitungan.
2. Walaupun satu bagian derajat meliputi daerah luas akan tetapi masih dibutuhkan
hitungan-hitungan pemindahan bagian derajat, jadi tidak praktis.
3. Konvergensi meredian pada jarak 15 km maksimum dapat mencapai lebih kurang 150
meter.

Anda mungkin juga menyukai