Anda di halaman 1dari 22

Kerja Praktek

PT. PERTAMINA ( Persero)


UP IV CILACAP

KILANG PARAXYLENE
Unit Tatoray

Oleh : Muhammad Sholeh


Kilang Paraxylene
Produksi Paraxylene untuk bahan baku
Pusat Aromatik Plaju dan Export.
• Bahan Baku : heavy naptha
• Produk Utama : Benzene dan
Paraxylene
• Produk Samping : LPG, Fuel Gas,
Rafinate, dan Heavy Aromat
Kilang Paraxylene terdiri dari :

1.Feed Preparation Unit


Naphtha Hydrotreating Unit
2.Production Unit
CCR and Platforming Unit
3.Product Separator Unit
Sulfolane Unit
Xylene Fractionation Unit
Parex Unit
4.Product Increasing Unit
Tatoray Unit
Isomar Process Unit
Blok Diagram Paraxylene
Gas/LPG

NHT/Platformer
Sulfolane Benzene

Heavy Tatoray
Naphta
Xyl.Col Parex Paraxylene

Isomar

Heavy Aromat
Unit Tatoray

Unit Konversi untuk meningkatkan


kualitas produk
Konversi toluene dan C9A
benzene dan xylene
Terdiri dari : reaktor tatoray, produk
separator, stripper column, benzene
column, toluene column
Feed :
Toluene dari overhead toluene column
unit
Toluene dari overhead finishing kolom
pada unit parex
C9 Aromatik dari heavy aromatik kolom
unit Xylene
Proses Kimia Unit Tatoray

Reaksi TDP :

CH3 (CH3)3
(CH3)2
+ + +
Heavy Aromatik
• Reaksi Transalkylasi

CH3
(CH3)3 (CH3)2

+ + Heavy Aromatik
Evaluasi Kinerja Katalis TA-20

Unit Tatoray
KILANG PARAXYLENE
Evaluasi Kinerja Katalis TA-20
Dapat diketahui dari aktivitasnya antara
lain:
– konversi
– yield benzene
– yield C8 Aromatik
Untuk mengetahui kinerja katalis TA-20
maka variabel operasi harus di atur dan
disesuaikan dengan kondisi desainnya.
Guarantee Agreement
Unit tatoray mengolah feed : toluene min 65% wt
dan C9A balance pada 35% dengan kapasitas feed
1735 t/d.
Pada kondisi ini target yang ingin dicapai :
Konversi : 48.7 – 50% mol
Yield benzene : 23.8 % wt nominal
Yield C8A : 69.5%wt
Yield total benzene + C8A : min 91.8%
Guarantee Agreement vs Aktual

Guarantee Aktual
Agreement

Konversi 48.7 – 50% 48-49.58%

Yield Benzene 23.8 % 21.6–25.7 %

Yield C8A 69.5% 64.13–68.36 %


PERLU
EVALUASI VARIABEL PROSES
Variabel Proses
Unit Tatoray
Temperature
Tekanan Dan Flow Rate Recycle
Gas
Liquid Hourly Space Velocity (
LHSV )
Feed
Temperature
Variabel utama untuk mengatur
konversi
Untuk menjaga konversi yang
dicapai sama maka RIT harus
dinaikkan secara bertahap
mengikuti laju deaktivasi katalis.
Dari data aktual mulai tanggal 1
September 2004 terlihat bahwa kenaikan
RIT diikuti dengan kenaikan konversi.
Saat ini RIT masih rendah yaitu sekitar
360 oC mengingat unit baru saja SOR
sehingga temperatur bukan menjadi
batasan kemampuan unit untuk mencapai
konversi tertentu.
Tekanan Dan Flow Rate
Recycle Gas
Reaksi Transalkylasi butuh
Hidrogen,ditandai dengan :
pH2 turun, rate transalkylasi turun
pH2 turun, coke deposit naik
maka recycle gas hydrogen harus
dipertahankan pada rasio H2/HC sesuai
desain (H2/HC = 4 )atau lebih tinggi
Untuk menaikkan rasio H2/HC :
• speed kompressor
• feed charge rate
• tekanan separator
• purity hydrogen rcycle

H2/HC selalu terpenuhi,sehingga


H2/HC bukan menjadi penyebab
tidak tercapainya yield
C8Aromatik.
Liquid Hourly Space
Velocity ( LHSV )
LHSV bukan menjadi sumber masalah
terhadap pencapaian yield C8A
jumlah feed < kapasitas desain karena
tingginya laju konversi
Seluruh feed dikonversi menjadi benzene
dan mixed xylene
Penurunan recycle feed
Feed

Toluene dari overhead toluene


column unit
Toluene dari overhead finishing
kolom pada unit parex
C9 Aromatik dari heavy aromatik
kolom unit Xylene
Komposisi feed sudah sesuai dengan
guarantee agreement
Kesimpulan
Variabel yang paling berpengaruh
terhadap konversi adalah RIT.
Kenaikan RIT diikuti dengan kenaikan
konversi.
Konversi reaksi tercapai tetapi yield
C8 Aromatik tidak tercapai sesuai
guarantee agreement yang dijanjikan.
Jumlah feed tidak mencukupi jika unit
Tatoray beroperasi pada kapasitas
desain 1735 T/D ( 100% desain )
karena tingginya konversi unit.
TERIMA KASIH