Anda di halaman 1dari 20

TUGAS RESUME

DASAR – DASAR BIMBINGAN KONSELING

Dosen Pengampu : Hadi Pranoto, M.Pd

Oleh :

Eliana Cinta Prastiwi

21130053

Program Studi Bimbingan Dan Konseling

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Metro

2021/2022
Resume Materi Kelompok 1

Dasar-dasar BK

Pembahasan konsep konseling

Bimbimgan merupakan bantuan yang di berikan kepada siswa dalam rangka upaya
menemukan pribadi ,mengenl lingkungan dan merencanakan masa depan. Bimbingan dan
konseling merupakan salah satu komponen dalam keseluruhan sistem Pendidikan
khususnya di sekolah,guru sebagai salah satu pendukung unsur pelaksanaan layanan
bimbingan Pendidikan yang mempunyai tanggung jawab sebagai pendukung pelaksanaan
layanan bimbingan Pendidikan di sekolah,di tuntut untuk memiliki wawasan yang
memadai terhadap konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling di sekolah. Tujuan
umum, membantu individu mewujudkan dirinya menjadi jiwa yang lebih baik.Tujuan
khusus, untuk membantu siswa agar mencapai tujuan-tujuan perkembangan aspek-aspek
antara lain: pribadi,social,belajar,dan karir.

Fungsi – fungsi Bimbingan Koenseling

Fungsi pencegahan,fungsi pemahaman,fungsi perbaikan,fungsi pemeliharaan dan


pengembangan,fungsi penyembuhan,fungsi penyesuaian,fungsi penyaluran,fungsi
fasilitas.

Asas – asas Bimbingan Koenseling

kerahasiaan,kesukarelaan,keterbukaan,kegiatan,kemandirian,kekinian,kedinamisan,keterp
aduan,kenormatifan,keahlian,alih tangan kasus,tut wuri handayani.

Materi Resume ke 2
Dasar- dasar Bimbingan Koenseling di Sekolah

Merupakan suatu kegiatan yang terintregasi dalam keseluruhan proses belajar mengajar

A. Pengertian Bimbingan Koenseling


1. Makna Bimbingan Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan oleh
pembimbing kepada individu , agar individu yang dibimbing mencapai pada
kemandiriannya. Dengan mempergunakan berbagai bahan, melalui interaksi dan
pemberian nasihat serta gagasan dalam suasana asuhan bedasarkan norma –
norma yang berlaku .
2. Makna Koenseling Koenseling merupakan suatu sistuasi pertemuan tatap muka
antara konselor dan klien bedasarkan pertimbangan bersama- sama tetapi
penentuan pemecahan masalah dilakukan oleh klien sediri, artinya bukan
konselor yang memecahkan masalah klien .
B. Tujuan Bimbingan dan Koenseling
Tujuan Bimbingan dan Koenseling di Sekolah , tidak terbatas pada siswa- siswa
saja disekolah tetapi mencakup seluruh masyarakat disekolah. Pada umumnya
yaitu kepentingan sekolah ,siswa ,guru ,dan orang tua siswa.
C. Arah dan Pelayanan Bimbingan dan Koenseling
1. Pelayanan dasar, yaitu pelayanan mengarah pada terpenuhinya kebutuhan
peserta didik yang elementer.
2. Pelayan pengembangan, yaitu `pelayanan untuk mengembangkan potensi
peserta didik.
3. Pelayan peminatan study , yaitu pelayanan yang secara khusus bedasarkan
atau lintas minat atau pendalaman yang sesuai dan kontruk sesuai kurikulum
yang ada.
4. Pelayanan teraputik, yaitu pelayanan menangani permasalahan yang
diakibatkan gangguan terhadap tiga gangguan diatas .
5. Pelayanan diperluas , yaitu dengan sasaran diluar diri peserta pada satuan
pendidikan.

Materi Resume ke 3
Pentingnya Bimbingan Konseling dan Pendidikan

A. BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENDIDIKAN


1. Perlunya usaha pelayanan bimbingan dan konseling dalam pendidikan dilatar
belakangi oleh beberapa faktor, antara lain adalah faktor perkembangan
pendidikan , faktor sosio-kultural dan faktor psikologis.Faktor Perkembangan
Pendidikan:Demokratisasi Pendidikan, Perubahan Sistem Pendidikan,
Program Perluasan Pendidikan.
2. Faktor sosial budaya, Faktor ini muncul sebagai akibat dari perubahan sosial
dan budaya yang menimbulkan perbedaan antara satu golongan dengan
golongan lain.
3. Faktor psikologi, Dari segi psikologis anak adalah pribadi yang sedang
berkembang menuju kedewasaan, perubahan tersebut menyebabkan berada
dalam keadaan yang sulit. Untuk itu, mereka perlu mempersiapkan diri dari
segala intelektual emosional.

B. PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENDIDIKAN

Kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan

1. Seperti yang diketahui di dalam kegiatan pendidikan di sekolahatau lembaga


pendidikan formal, umumnya pada dasarnya ada 3 ruang lingkup pendidikan,
yaitu:a. Bidang pengajaran dan kurikulum.bidang ini bertanggung jawab dalam
kegiatan pengajaran dan bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan,
keterampilan dan sikap kepada peserta didik.b. Bidang administrasi dan
kepemimpinan. Bidang ini merupakan bidang kegiatan yang menyangkut
masalah-masalah administrasi dan kepemimpinan, yaitu masalah yang
berhubungan dengan cara melakukan kegiatan secara efisien.c. Bidang
pembinaan pribadi. Bidang ini bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan
agar para peserta didik memperoleh hasil yang baik dan bathiniyah dalam proses
pendidikan yang dicapainya, sehingga mereka dapat mencapai tujuan yang
diharapkan.
2. Pola Kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan.
a. Pola pertama, bimbingan identik dengan pendidikan.
b. Pola kedua, bimbingan sebagai pelengkap pendidikan
c. Pola ketiga, bimbingan dan konseling bagian dari kurikuler
d. Pola keempat, yakni bimbingan dan konseling bagian dari layanan urusan
keseiswaan
e. Pola kelima, BK sebagai sub sisitem pendidikan.
3. Peranan Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan
Peranan pelayanan bimbingan dan konseling dalam pendidikan yaitu sesuai
dengan urgensi dan kedudukannya, maka berperan sebagai penunjang kegiatan
pendidikan lainnya dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah digariskan
melalui Undang-Undang Republik Indonesia No 2 Tahun 1989.

C. Tujuan Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan

Ada 7 kategori besar penekanan tujuan bimbingan yaitu :

1. Pengembangan diri secara maksimal (pengembangan diri maksimal)


2. Arah diri yang sepenuhnya (pengarahan diri tertinggi)
3. Memahami diri (memahami diri sendiri)
4. Membuat keputusan pendidikan dan jabatan
5. Penyesuaian (penyesuaian)
6. Belajar yang optimal di sekolah (pembelajaran sekolah yang optimal)
7. Pernyataan-pernyataan gabungan (omnibum statement)

Secara khusus tujuan bimbingan dan konseling di sekolah yaitu membantu peserta didik :

1. untuk mengembangkan seluruh potensinya seoptimal mungkin


2. untuk mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri

Materi resume ke 4
MENJELASKAN ARTI PENTING PEMAHAMAN INDIVIDU DAN MAMPU
MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN INDIVIDU (SISWA)

PEMAHAMAN INDIVIDU

Pemahaman Individu adalah cara untuk memahami, menilai, atau menaksir karakteristik,
potensi, dan/atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok
individu.

Teknik pemahaman Individu

Teknik pemahaman individu ini dibagi menjadi 2

1. Teknik Non Tes


Seperti melalui wawancara , observasi, angket, sosiometri, catatan anekdot,
inventori, biografi,dan daftar cek masalah.
2. Teknik tes
Dapat melalui Tes intelegensi umum,Tes bakat,Tes kepribadian
,dan Tes hasil belajar.

Tujuan Pemahaman Individu

1. Mampu Menerima
2. Mampu Memperlakukan
3. Mampu Menciptakan Relasi

Materi Resume ke 5
MISKONSEPSI BIMBINGAN KONSELING DI MASYARAKAT DAN DI SEKOLAH

Bimbingan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui


wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu
yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang sedang dihadapi

Namun, di dalam dunia sekolah kebanyakan orang memandang guru BK adalah guru
yang mengatasi siswa-siswa yang nakal, sedangkan fungsi dan kerja guru BK tidak
seperti itu

a. Miskonsepsi Tentang Bimbingan Konseling


Hambatan dan problematika itu sendiri sebenarnya bukan disebabkan faktor
eksternal tetapi pada dasarnya bersumber dari faktor internal. Bimbingan dan
Konseling hingga kini masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
b. Problematika Eksternal (Masyarakat)
disebabkan karena adanya pandangan yang keliru dari
masyarakat. Pandangan yang keliru tersebut antara lain:
1. Layanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan oleh siapa saja.
2. Bimbingan dan Konseling hanya untuk orang yang bermasalah saja.
3. Keberhasilan layanan BK tergantung kepada sarana dan prasarana.
4. Menganggap hasil pekerjaan Bimbingan dan Konseling harus segera
terlihat.
c. Problematika Internal (Konselor)
1. Menyamakan pekerjaan bimbingan dan konseling dengan pekerjaan Dokter
dan Psikiater.
2. Menyama-ratakan cara pemecahan masalah bagi semua klien.
3. Bimbingan konseling mampu bekerja sendiri.
4. Bimbingan dan konseling dianggap sebagai proses pemberian nasihat semata.
d. Problematika Dalam Dunia Pendidikan
1. Bimbingan dan konseling hanya pelengkap kegiatan pendidikan.
2. Guru bimbingan dan konseling di sekolah adalah “Polisi Sekolah”.
3. Bimbingan dan konseling dibatasi hanya untuk siswa tertentu saja.
Materi resume ke 6

ORGANISASI DAN MEKANISME KERJA BIMBINGAN DAN KONSELING DI


SEKOLAH

A. Organisasi dalam Bimbingan dan Konseling


Organisasi merupakan wadah bagi setiap orang yang mempunyai visi, misi dan
tujuan yang sama yang dihimpun menjadi satu untuk mencapai tujuan yang
diharapkan. ganisasi BK adalah tempat yang mengontrol dan mengawasi aktifitas
untuk mencapai segala tujuan yang ada pada pengorganisiran bimbingan.
Sementara mengorganisir BK adalah aktivitas yang mengontrol cara, prosedur,
pola dan mekanisme kinerja dari Bimbingan dan Konseling.
Alat kelengkapan dalam organisasi Bimbingan dan Konseling adalah
1. Kepala sekolah
2. Wakil kepala sekolah
3. Ketua BK
4. Konselor
5. Staff Administrasi
6. Guru pelajaran & guru kelas
B. Tugas-Tugas Guru Dalam Sistem Layanan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah
Sardiman menyatakan bahwa ada sembilan peran guru dalam kegiatan
Bimbingan Konseling yaitu:
1. Informator
2. Organisator
3. Motivator
4. Director
5. Inisiator
6. Transmiter
7. Fasilitator
8. Mediator
9. Evaluator
C. Tugas Bimbingan dan konseling di sekolah
1. Menyusun Program Bk Tugas utama guru pembimbing adalah membuat
persiapan atau rencana pelayanan yang dikenal dengan SATLAN (Satuan
Layanan).
2. Melaksanakan Program Bk
Pelaksanaan kegiatan layanan dilakukan sesuai dengan perencanaan yang
telah dipersiapkan pada bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, karier,
kehidupan keragaman dan kehidupan berkeluarga.
3. Mengevaluasi Pelaksanaan BK Evaluasi pelaksanaan bimbingan dan
konseling merupakan kegiatan menilai keberhasilan layanan dalam bidang
bimbingan dan konseling.
4. Menganalisis Hasil Evaluasi Pelayanan BK
Hasil evaluasi (tahap tiga) perlu dianalisis untuk mengetahui seluk beluk
kemajuan dan perkembangan yang diproleh siswa melalui program satuan
layanan.
5. Tindak Lanjut Pelaksanaan Program
Selanjutnya lebih teknis diatur dalam SK Mendikbud No.025/O/1995 tentang
Juknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya pada ayat ke 5,
D. Mekanisme Kerja BK
Mekanisme seperti halnya BK tentunya tak bisa lepas dari peranan kerja guru
mata pelajaran, wali kelas, guru pembimbing (BK), dan kepala sekolah dalam
proses pembinann siswa di sekolah, tentunya semuanya perlu adanya kerja sama
dari semua personil sekolah yang meliputi guru mata pelajaran, guru pembimbing
(BK), wali kelas, dan juga dari kepala sekolah. Guru mata pelajaran membantu
memberikan informasi tentang data siswa yang meliputi daftar nilai siswa,
observasi dan juga catatan.

Dari pemaparan yang telah di jelaskan di atas bisa disimpulkan bahwa Secara umum
tugas BK disekolah adalah bertanggung jawab untuk memberikan bimbingan pada
peserta didik secara individual sehingga memiliki kepribadian yang matang dan mengenal
potensi dirinya secara menyeluruh. Dengan demikian diharapkan siswa tersebut
mampumembuat keputusan terbaik untuk dirinya, baik dalam memecahkan masalah
mereka sendiri maupun dalam menetapkan karir mereka dimasa yang akan datang ketika
individu tersebut terjun dimasyarakat.
Materi Resume ke 7

LANDASAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Pengertian Landasan Bimbingan Dan Konseling


Landasan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai alas, dasar,
atau tumpuan. Adapun secara istilah, landasan sebagai dasar dikenal pula sebagai
fundasi. Kita dapat memahami bahwa landasan adalah suatu alas atau dasar
pijakan dari sesuatu hal , titik tumpu atau suatu fundasi tempat berdirinya sesuatu
hal.
B. Landasan Bimbingan Dan Konseling
1. Landasan Filosofis
Landasan filosofis merupakan landasan yang dapat memberikan arahan dan
pemahaman khususnya bagi konselor dalam melaksanakan setiap kegiatan
bimbingan dan konseling yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara
logis, etis maupun estetis.
2. Landasan Religius
Berhubungan dengan agama kita yaitu Islam, seperti keyakinan bahwa
manusia dan seluruh alam semesta adalah makhluk Tuhan, sama halnya
dengan kita yang diciptakan oleh Allah SWT.
3. Landasan Psikologis
Dalam bimbingan konseling berarti memberikan pemahaman tentang tingkah
laku individu yang menjadi sasaran layanan (klien). Terkadang ada tingkah
laku yang sejalan dengan norma dan ada yang jauh dari norma agama. Maka
dari itu kita harus mengaitkan semua itu dengan norma-norma yang tepat
dalam ajaran Islam.
4. Landasan Sosial dan Budaya
Kebudayaan akan bimbingan timbul karena terdapat faktor yang menambah
rumitnya keadaan masyarakat dimana individu itu hidup. Faktor-faktor
tersebut seperti perubahan kontelasi keuangan, perkembagan pendidikan,
dunia-dunia kerja, perkembangan komunikasi dan lain-lain.
5. Landasan Ilmiah dan Tekonologi
Pelayanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan professional yang
memiliki dasar-dasar keilmuan, baik yang menyangkut teori-teorinya,
pelaksanaan kegiatannya, maupun pengembangan-pengembangan layanan itu
secara berkelanjutan.
6. Landasan Paedagosis
Pendidikan itu merupakan salah satu lembaga sosial yang universal dan
berfungsi sebagai sarana reproduksi sosial.

Landasan dalam bimbingan dan konseling pada hakekatnya merupakan faktor-faktor yang
harus diperhatikan dan dipertimbangkan khususnya oleh konselor selaku pelaksana utama
dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling.
Materi Resume ke 8

Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling (Teknik Dan Mekanisme Layanan BK


Komprehensif Disekolah)

A. Sejarah Bimbingan Konseling Komprehensif di Indonesia


Kelahiran dan perkembangan konsep serta paradigma layanan bimbingan dan
konseling di Indonesia tidak lain merupakan replikasi dan adopsi model yang
telah berkembang sejak lama di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, latar
kelahiran BK di awal abad 20 bermula dari keprihatinan yang mendalam dari
kalangan pendidikan terhadap carut marutnya perkembangan kepribadian
generasi muda terumata kalangan pelajar di sekolahh yang terkena dampak
gelombang besar industrialisasi di kota-kota besar. Sehingga Gerakan bimbingan
dan konseling ini memberikan pengaruh besar terhadap beberapa negara, di
antaranya Indonesia. Bimbingan Konseling komprehensif adalah suatu program
pendidikan di sekolah yang diberikan oleh konselor sebagai penanggung jawab
dan pelaksana program bimbingan konseling di sekolah. Bimbingan konseling
komprehensif bertujuan untuk memandirikan peserta didik.
B. Hakekat Bimbingan Konseling Komprehensif
Pada hakekatnya, bimbingan dan konseling komprehensif yg sering disebut juga
bimbingan dan konseling perkembangan merupakan sistem kegiatan yang dibuat
guna membantu klien dalam mengembangkan potensi diri seoptimal mungkin.
Bimbingan dan konseling perkembangan merupakan pandangan mutakhir yang
bertitik tolak dari asumsi yang positif tentang potensi manusia. Titik berat
bimbingan dan konseling komprehensif adalah mengarahkan peserta didik agar
mampu mencegah berbagai hal yang dapat menghambat perkembangannya. Agar
terlaksana program bimbingan dan konseling komprehensif berjalan sesuai
dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka kita hanya memahami lima premis
dasar dalam bimbingan dan konseling komprehensif Bowers menurut Gysbers
dan Henderson. Dan Hatch, menegaskan bahwa program bimbingan dan
konseling sekolah tidak hanyaa bersifat komprehensif dalam ruang lingkup,
namun juga harus bersifat preventif dalam disain, dan bersifat pengembangan
dalam tujuannya.
C. Komponen Bimbingan dan Konseling Komprehensif
Pelayanan bimbingan dan konseling komprehensif dikemas dalam empat
komponen :
1.Layanan Dasar Bimbingan Layanan dasar bimbingan merupakan layanan
bantuan bagi peserta didik melalui kegiatan-kegiatan kelas atau di luar
kelas, yang disajikan secara sistematis, dalam rangka membantu siswa
mengembangkan potensinya secara optimal.
2. Layanan Responsif Layanan responsif merupakan layanan bantuan bagi
para siswa yang memiliki kebutuhan atau masalah yang memerlukan
bantuan (pertolongan) dengan segera. Layanan ini lebih bersifat kuratif.
Strategi yang digunakan adalah konseling individual, konseling
kelompok dan konsultasi.
3.Perencanaan Individual Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan
kepada konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang
berkaitan dengan peren-canaan masa depan berdasarkan pemahaman
akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang
dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya.
4.Dukungan Sistem Komponen dukungan sistem mencakup dua bagian,
yaitu program bimbingan konseling dan layanan pendukung. Strategi
yang digunakan dalam dukungan sistem ini berupa:
a. Pengembangan jejaring (networking)
b. Pengembangan konselor yang meliputi pelatihan-pelatihan yang
terkait dengan bimbingan dan konseling.
c. Pemberian layanan.
D. Penyusunan Program Layanan Bimbingan dan Konseling
Komprehensif seorang konselor harus menyadari sepenuhnya bahwa tujuan-
tujuan yang akan ditetapkan dalam perencanaan program bimbingan dan
konseling harus menjadi bagian integral dari tujuan pendidikan nasional pada
umumnya dan visi/misi yang ada di sekolah secara khusus. Sistematika
penyusunan dan pengembangan program bimbingan dan konseling komprehensif
pada dasarnya terdiri dari dua langkah besar, yaitu
1. Pemetaan Kebutuhan, Masalah, dan Konteks Layanan.
2. Desain Program Bimbingan Konseling dan Rencana Aksi (Action Plan).
Materi Resume ke 9

Layanan Peminatan Dalam Bimbingan Kelompok

A. Pengertian Layanan Peminatan


Layanan peminatan merupakan layanan bimbingan dan konseling yang
disediakan untuk mengakomodasi pilihan minat, bakat serta kemampuan peserta
didik dengan orientasi pemusatan, perluasan, dan pendalaman mata pelajaran atau
muatan kejuruan .Dalam dunia pendidikan, peminatan individu atau peserta didik
pertama-tama terarah dan terfokus pada peminatan studi dan karir atau pekerjaan.
Pelayanan Arah Peminatan Studi Peserta Didik merupakan upaya untuk
membantu peserta didik dalam memilih dan menjalani program atau kegiatan
studi dan mencapai hasil sesuai dengan kecenderungan hati atau keinginan yang
cukup atau bahkan sangat kuat terkait dengan program pendidikan/pembelajaran
yang diikuti pada satuan pendidikan dasar dan menengah .
B. Teknik – Teknik Dasar Koenseling
Konseling merupakan suatu proses komunikasi antara konselor dan klien. Agar
proses komunikasi tersebut efektif dan efisien, maka konselor hendaknya
memiliki kemampuan dalam memberikan bantuan terhadap klien. Dalam
berkomunikasi dengan klien, konselor hendaknya menggunakan respon-respon
yang fasilitatif untuk tercapainya tujuan konseling.Teknik-teknik dasar dalam
konseling itu akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Attending (perhatian/menghampiri konseli)
b. Opening(pembukaan)
c. Empati
d. Rertatement(pengulangan)
e. Refleksi
f. Clafication(klarifikasi)
g. Paraphrasing
h. Eksplorasi
i. Konfrontasi(pertentangan)
j. Interprestasi ( penafsiran )
k. Termination(pengakhiran).
C. Mengetahui Teknik – Tenik Dasar Bimbingan Kelompok
a. Teknik Pemberian Informasi
b. Diskusi kelompok
c. Teknik pemecahan masalah
D. Dapat Menjelaskan Media Bimbigan Kelompok
Berikut adalah media dalam bimbingan kelompok :
a. Kelompok media grafis, bahan betak dan gambar diam
b. Kelompok media proyeksi diam , media OHP dan OHT, media Opaque
projektor, media slide , dann media filmstrip
E. Langkah-langkah dalam teknik konseling kelompok
Umumnya konseling kelompok dibagi 4 tahap yaitu : Tahap 1, Pembentukan;
Tahap 2, Peralihan; Tahap 3, Kegiatan; dan Tahap 4, Pengakhiran.
F. Prosedur Bimbingan Kelompok
a. Tahap membentuk kelompok,
b. Tahap inti sebagai kelompok,
c. Tahap pemecahan masalah,
d. Tahap akhir.
Materi Resume ke 10

DASAR-DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Pengertian Profesi
Profesi sebagai pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap
suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi kode
etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang tersebut.
B. Pengertian Profesi Menurut Ahli
Peter jarvis
 Menurut peter jarvis (1983 : 21), Pengertian profesi adalah suatu pekerjaan
yang sesuai dengan studi intelektual atau pelatihan khusus dimana
tujuannya untuk menyediakan pelayanan keterampilan bagi orang lain
dengan upah tertentu.
 Everett Hughes
Menurut Hughes (1963),Pengertian profesi adalah suatu pekerjaan
dibidang tertentu dimana seorang profesional memiliki pengetahuan lebih
baik dari kliennya mengenai sesuatu yang terjadi pada klien tersebut.
 Morris L cogan
Menurut cogan (1983:21), Pengertian profesi adalah suatu keterampilan
khusus dalam prakteknya di dasarkan atas suatu struktur teoritis tertentu
dari beberapa bagian ilmu pengetahuan.

C. Ciri – ciri Profesi


1. Adanya pengetahuan khuus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini
dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang Bertahun-tahun.
2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap
perilaku profesi mendasarkan kegiatan pada kode etik profesi.
D. Pengembangan Profesi BK
Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting
untuk mengembangkan, merubah dan memperbaiki perilaku. Bimbingan dan
konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks dengan mengajar yang
layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi, melainkan layanan
ahli dalam konteks memandirikan peserta didik. Merujuk pada UU N0.20/2003
tentang sistem Pendidikan nasional, sebutan untuk guru pembimbing
dimantapkan menjadi”Konselor”.
Keberadaan konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah
satu kualifikasi pendidik,sejajar dengan kualifikasi guru,dosen,pamong
belajar,tutor, widyaswara,fasilitator dan instruktur (UU N0. 20/2003,Pasal 1 ayat
6).
Materi Resume ke 11

Kualifikasi dan Kompetensi Konselor dalam Pendidikan Konselor

A. Kualifikasi dan Kompetensi Konselor


(UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 6) Menjelasakan bahwa Standar kualifikasi
akademik dan kompetensi konselor dikembangkan dan dirumuskan atas dasar
kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor.
Konteks tugas konselor dalam kawasan pelayanan yang bertujuan
mengembangkan potensi dan memandirikan konslei dalam pengambilan
keputusan dan pilihan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif, sejahtera
dan peduli dengan kemaslahatan umum.Pelayanan dimaksud adalah layanan
bimbingan dan konseling.
a. Pengertian Konselor
Konselor adalah pengampu layanan ahli bimbingan dan konseling, terutama
dalam jalur pendidikan formal dan non formal.
b. Kinerja Konselor
Kinerja konselor dalam pelayanan bimbingan dan konseling digerakkan oleh
motif altruistik, sikap empatik, menghormati keragaman, serta
mengutamakan kepentingan konseli.
Kompetensi dan Kualifikasi konselor mencakup 2 hal yaitu:
1. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan
pelayanan profesional bimbingan dan konseling.
Pembentukan kompetensi akademik konselor ini merupakan proses
pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling,
yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik SarjanaPendidikan
(S.Pd) bidang Bimbingan dan Konseling.
2. Kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan
bimbingan dan konseling yang memandirikan, yang ditumbuhkan serta
diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah
diperoleh dalam kontek sotentik Pendidikan Profesi Konselor yang
berorientasi pada pengalaman dan kemampuan praktik lapangan, dan
tamatannya memperoleh sertifikat profesi bimbingan dan konseling dengan
gelar profesi Konselor, disingkat Kons.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan bahwa “ sebagai seorang pendidik, konselor dipersyaratkan
memiliki kualifikasi akademik S-1 yang mencerminkan penguasa kemampuan
akademik di bidang Bimbingan dan Konseling”.

Bimbingan dan Konseling memiliki tujuan memfasilitasi pembentukan


kompetensi akademik calon konselor.Pembentukan penguasaan kemampuan
profesional yang utuh sebagai penyelenggaraan pelayanan ahli bimbingan dan
konseling yang memandirikan dalam jalur pendidikan formal, diselenggarakan
pendidikan profesi berupa latihan dalam menerapkan kompetensi akademik
dalam Bimbingan dan Konseling dalam konteks otentik khususnya dalam jalur
pendidikan formal.
Sedangkan pendidikan professional konselor merupakan program pendidikan
berkelanjutan terdiri dari 2 jenjang yaitu program sarjana S-1 Bimbingan dan
konseling dan jenjang Pendidikan Profesi Konselor PPK untuk mempersiapkan
peserta didik menjadi Konselor yang memenuhi persyaratan standar sebagaimana
tertuang dalam Peraturan Menteri PendidikanNasionalNomor 27 Tahun 2008. 67
Selanjutnya, dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 15 dijelaskan
bahwa “pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana
yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan
keahlian tertentu.

B. Pengembangan profesi bimbingan dan konseling antara lain melalui standardisasi


untuk kerja profesional konselor dan standardisasi penyiapan konselor.
a. Standardisasi Unjuk Kerja Profesional Konselor
Banyak orang yang memandang bahwa pekerjaan dan bimbingan dan
konseling dapat dilakukan oleh siapa pun juga, asalkan mampu
berkomunikasi dan berwawancara.Anggapan lain mengatakan bahwa
pelayanan bimbingan dan konseling semata-mata diarahkan kepada
pemberian bantuan berkenaan dengan upaya pemecahan masalah dalam arti
yang sempit saja. Ini jelas merupakan anggapan yang keliru.Pelayanan
bimbingan dan konseling tidak semata-mata diarahkan kepada pemecahan
masalah saja, tetapi mencakup berbagai jenis layanan dan kegiatan yang
mengacu pada terwujudnya fungsi-fungsi yang luas.
b. Standardisasi Penyiapan Konselor
Tujuan penyiapan konselor ialah agar para (calon) konselor memiliki
wawasan dan menguasai serta dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya
materi dan ketrampian yang terkandung di dalam butir-butir rumusan unjuk
kerja. Penyiapan konselor itu dilakukan melalui program pendidikan
prajabatan, program penyetaraan, ataupun pendidikan dalam jabatan (seperti
penataran). Khusus tentang penyiapan konselor melalui program pendidikan
dalam jabatan, waktunya cukup lama, dimulai dari seleksi dan penerimaan
calon peserta didik yang akan mengikuti program sampai para lulusannya
diwisuda. Program pendidikan pra jabatan konselor adalah jenjang
pendidikan tinggi.

Anda mungkin juga menyukai