Anda di halaman 1dari 13

Gangguan Perilaku pada Anak

Step 1

Step 2

Kenapa bisa:

• Menciumi kertas?

Baunya enak terdapat gangguan sensorik

Factor kebiasaan

• Mengganggu temanya, Suka permainan yang mengandalkan fisik, Senang


bermain sendiri?

Perilaku hiperaktif,

Termasuk gangguan tingkah laku ( hiperaktif social )

Perilaku social

Genetic

• Suka memukul benda untuk menimbulkan bunyi berulang?

Tingkah laku yang stereotipic

• Tidak dapat konsentrasi?

Ganggun attensi atau perhatian

• Jika meminta sesuatu harus dituruti dan penakut, Tidak sabar menunggu
giliran?

Gangguan mood, gangguan emosional.

impulsif

• Daya ingat sangat kuat?

Daya ingat masih bagus

Apakah ada hubungan vacuum extraksi dengan kelainan pada anak?

Merupakan suatu komplikasi dari persalinan yang mnyebabkan kelainan struktur


anatomi otak.

Bagaimana perkembangan anak normal?


Millestone:

• Motorik kasar:miring, berjalan, berdiri, jongkok

• Motorik halus: menata balok,

• Bahasa: dari kata per kata ke kalimat

• Social: komunikasi lingkungan

Apakah pada scenario itu normal perkembanganya?

Terdapat gangguan perkembangan anak yaitu bahasa dan social

Emosi dan perilaku

Step 3

Kenapa bisa:

• Menciumi kertas?

• Mengganggu temanya?

• Tidak dapat konsentrasi?

• Suka memukul benda?

• Suka permainan yang mengandalkan fisik?

• Jika meminta sesuatu harus dituruti dan penakut?

• Tidak sabar menunggu giliran?

• Daya ingat sangat kuat?

• Senang bermain sendiri?

Apakah ada hubungan vacuum extraksi dengan kelainan pada anak?

Bagaimana perkembangan anak normal?

Apakah pada scenario itu normal perkembanganya?

Gangguan Perkembangan Anak:

Autis

• Definisi
kelainan di bidang interaksi social, komunikasi, serta perilaku.

• Etiologi

Belum diketahui, dikenal factor multifactorial

Teori metalotionin: tidak bias mendeteksi lgam berat

Kadar metabolic meningjat: hormone vanilla acid

• Factor resiko

Genetic

Laki laki

Asupan makanan

Penyiksaan perinatal sampai postnatal

• Klasifikasi

Autism infantile

Autism tidak khas

• Gambaran klinis

Keterlambatan Kominikasi verbal dan non verbal

Gangguan interaksi social

Gangguan dalam bermain

Gangguan berperilaku

Gangguan perasaan dan emosi

Gangguan persepsi dan sensoris

Cirri menonjol:

Suka dengan kesendirian

Ekolalia

Cirri utama:
Gerakan stereotip

Cirri lain:

Menolak bersosialisasi

• Diagnose

Ditemukan sebelum 3tahun

Adanya hendaya komunikasi, interaksi social, perilaku dan minat terbatas


dan berulang

• DD

RM

Skizofrenia pada anak


aspergers

Retts

cdd

• Penatalaksanaan

• Medikamentosa: disesuaikan dengan diagnosis.

Diberikan antagonis dopamine supaya meningkatkan

• Non medikamentosa: terapi bicara, terapi perilaku, pendidikan khusus,


sosial

• Prognosis

IQ > 70 prognosis baik

Autis pada dewasa tergantung pada lingkungan

1-2% dapat hidup normal

RM
• Definisi:

- suatu gangguan heterogen yang terdiri dari gangguan fungsi,


intelektual di bawah rata – rata, dan gangguan pada adaptif yang
ditemukan berusia sebelum 18th

- individu yang mempunyai keterbatasan kepribadian yang


menyebabkan kegagalan untuk mengembangkan kapasitas intelektual

• etiologi:

kegagalan perkembangan otak yang terjadi pada masa kehamilan bias


karena malnutrisi, konsumsi alcohol, atau penyakit infeksi. Terdapat masalah
saat anak dilahirkan seperti vacuum ekstraksi, lilitan tali pusat, gangguan
perkembangan anak, kejang, kecelakaan.

Factor genetic: hubungan dengan defek kromosom pada sindrom down

PERKEMBANGAN PSIKOSEKSUAL

Menurut Sigmun Freud perkembangan psikoseksual

Usia 0-1 tahun  fase oral …. Contoh bayi menyenyut

Usiaa 1-2 tahun  fase anal ….. anak bermain-main saat BAB

Usia 2-4 tahun  fase genital …. (pada anak2 biasanya tidak untuk tujuan
kepuasan seksual, akan tetapi hanya untuk mengisi waktu luang dan kesepian serta
mencari kenikmatan fisik

Usia 4-6 tahun  fase Oedipus ….. dekat/ suka pada orang tua yang berlawan jenis

Usia 6 tahun – remaja  fase Laten ….. suka dengan teman sebaya

Remaja – dewasa  Fase seksual sempurna

Syarat perkembangan :

1. Kematangan jaringan syaraf dan5 indera

2. Peran aktif anak

3. Rangsangan yang berkesinambungan

Aspek Perkembangan

1. Penalaran
2. Emosi

3. Perilaku

4. Sosialisasi

5. Komunikasi

Perkembangan Penalaran

1. Sensorimotor (0-2 tahun)

a. Pengalaman panca indera  kemampuan motorik

2. Pra Operasional (2-7 tahun)

a. Meniru, komunikasi, fantasi

b. Satu arah, memusat pada detail, transduktif, egosentris

3. Operasional Konkrit (7-11 tahun)

a. Memantapkan, mengawetkan, menafsirkan, mengorganisasi

4. Operasional Formal (11-18 tahun)

a. Menelurusur, menyelesaikan masalah secara logis

Perkembangan Emosi

1. Ketergantungan  mandiri

2. Pasif menerima makanan (didulang)  memilih, mengatur menentukan


makanan

3. Ngompol, ngobrol  menahan dan melepaskannya sesuai tempat dan aturan

4. Tergantung dan diurus orang lain  mngurus diri sendiri

5. Egois  toleransi thdp orang lain

6. Kepuasan bermain  kepuasan beraktivitas dan bekerja

Perkembangan Sosialisasi

1. Percaya versus tidak percaya (0-1,5 tahun)

2. Mandiri vs ragu-ragu (1,5 -3 tahun)

3. Merintis (inisiatif) versus rasa tidak mampu (3-6 tahun)


4. Produktif versus lumpuh (6 -12 tahun)

RETARDASI MENTAL

Definisi

Gangguan heterogen yang terdiri dari fungsi intelektual yang di bawah rata-rata
dan gangguan dalam keterampilan adaptif yang ditemukan sebelum orang berusia
18 tahun

Kriteria DIagnostik

A. Fungsi intelektual yang secara bermakna di bawah rata-rata (< 70)

B. Ada deficit atau gangguan yang menyertai dalam fungsi adaptif sekarang
pada sekurangnya dua bidang keterampilan berikut : komunikasi, merawat
diri, di rumah, keterampilan social, menggunakan sarana masyarakat,
mengarahkan diri sendiri, keterampilan akademik fungsional, pekerjaan,
liburan, kesehatan, keamanan

C. Onset sebelum 18 tahun

Derajat keparahan Retardasi Mental

RM ringan IQ 50-55 sampai kira-kira 70

RM sedang IQ 35-40 sampai dengan 50-55

RM berat IQ 25-30 sampai dengan 35-40

RM sangat berat IQ < 20-25

Etiologi RM

1. Kelainan kromosom

a. Sindrom Down (derajat RM sedang sampai berat)

Suatu kelainan kromosom autosomal, berlebihnya jumlah kromosom


nomor 21 (trisomi 21) akibat non disjuctional pada fase pembelahan
sel, translokasi kromosom 21 dan 15, serta moszaicsm
• Wajah dismorfik  kepala kecil, brakisefalik, sutura dan fontanella terlambat
menutup, daerah occipital lebih mendatar, muka lebar, tulang pipi tinggi,
hidung datar (pesek), mata letaknya berjauhan serta sipit dan miring ke atas.
Lipatan epikantus sangat terlihat, telinga lebih rendah daripada sudut mata,
lidah besar. Kelainan gigi

• Jari tangan pendek, telapak tangan/ kaki terdapat satu garis melintang
(Plantar /palmar crease)

• Alat kelamin kecil

• Otot hipotonik, hiperfleksibilitas

• Disertain congenital heart disease (VSD, PDA)

• Kecepata tumbuh lebih lambat

• Retardasi mental (berat – sedang- ringan)

b. SIndrom Fragile X (derajat RM ringan sampai berat)

Tanda :

Kepala besar dan panjang

Perawakan pendek

Sendi hiperkekstensif

Makroorchidisme pasca pubertas

c. Sindrom Prader Willi

Penghilangan kromosom no.15

Perilaku makan kompulsif,

Obesitas

RM

Hipogonadisme

Perawakan pendek

Hipotoni
Tangan dan kaki kecil

d. Sindrome Cri-du-cat

Kehilangan kromosom no.5

RM berat

Mikrosefali

Angisan seperti kucing  kelainan laring

e. Faktor genetik lain

i. Fenilketonuria

Ketidakmampuan mengubah fenilalanin menjadi paratirosin

Tanda :

RM

Hiperaktif

Perilaku aneh dan tidak dapat diramalkan

Temper tantrum

Menerisme memuntir tangan

Kadang menyerupai anak autis atau skizofren

Koordinasi buruk

ii. Gangguan Rett

iii. Neurofibromatosis

iv. Sklerosis tuberoses

v. SIndrome Lesch-Nyhan

vi. Penyaki Urin Sirup Maple

vii. Gang. Defeisiensi enzim lain


2. Pemaparan prenatal (toksin, infeksi)

3. Trauma Perinatal

4. Kondisi didapat (infeksi, trauma capitis)

5. Factor sosiokultural (kelompok sosioekonomi rendah  perawatan medis


buruk, gizi buruk, bblr, pemaparan toksin, ibu berpendidikan rendah 
stimulasi anak kurang)

GAngguan Perekembangan Pervasif

 Gangguan autistik  GPP dg gambaran autis

limbic (mengatur pusat emosi dan kebiijaksanaan)

 ETIOLOGI
1. Gangguan neurotransmitter karena adanya triptofan yang tidak bisa
dimetabolis oleh tubuh

2. Keracunan mercury, timbale atau logam berat lainnya (antenatal atau


postnatal)

3. Alergi glutein (protein pada gandum/susu sapi)  tdk bisa dimetabolisme


 merusak neurotransmitter

 Gejala Klinis

1. Gangguan kualitatif dalam interaksi social

Kurang sosialisasi

Gangguan mempertahankan percakapan

2. Gangguan kualitatif dalam komunikasi

Tidak/ terlambat berkembang komunikasi verbal/non verbal

Kelainan pola bicara


3. Gangguan perilaku, minat dan aktivitas terbatas dan stereotipik

Gerak tubuh stereotip

Onset kurang dari 3 tahun

Autistik Spektrum Disorder

 Sindrom retts

umumnya terjadi pada perempuan, pernah mengalami perkembangan


normal pada awal kehidupannya, kemudian kehilangan sebagian atau
seluruh kemampuan yang pernah dipunyai (motorik, bahasa, maupun
interaksi sosial), yang paling khas adalah hilangnya kemampuan gerakan
tangan yang bertujuan digantikan dengan munculnya gerakan tangan yang
stereotipik, ditambah beberapa gejala lain seperti kesulitan/gangguan dalam
buang air besar, gangguan pernafasan, perubahan gaya berjalan (gait),
ataksia, skoliosis, spastisitas dan rigiditas otot, dan serangan epileptik, atau
mengecilnya lingkaran kepala.

 Gangguan disintegrasi masa anak

yang berbeda adalah onsetnya, biasanya pada usia yang lebih tua dari onset
pada Autisme tetapi dibawah usia 10 tahun.

a. Pertumbuhan normalselama sekurangnya 2 tahun pertama setelah


lahir

b. Kehilangan bermakna secara klinis keterampilan yang telah dicapai


sebelumnya (sebelum usia 10 tahun) dalam

i. Bahasa ekspresif dan reseptif

ii. Keterampilan social atau perilaku adaptif

iii. Pengendalian usus dan kandung kemih

iv. Bermain

v. Keterampilan motorik

c. Kelainan fungsi dalam sekurangnya dua bidang

i. Interaksi social

ii. Komunikasi
iii. Perilaku, minat dan aktivitas terbatas dan stereotipik

d. Bukan merupakan gang.perkembangan pervasive lain atau skizofren

 Gangguan asperger

beberapa ciri yang khas adalah pada umumnya tidak ada keterlambatan
dalam perkembangan berbahasa serta perkembangan kognitif yang jelas
secara klinis, dan adanya preokupasi serta ketertarikan yang kuat pada
sesuatu hal. Jangan dilupakan walaupun kemampuan berbahasanya relatif
baik, tetapi tetap ada gangguan secara kualitatif dalam kemampuannya
berinteraksi timbal balik dalam komunikasi serta interaksi sosial.

 Gangguan perkembangan pervasif yg tidak tergolongkan

Attention Deficit Hyperactive Disorder

Ditandai oleh TRIAS

Inattention

Hyperactivitiy

Impulsivitas

Onset sebelum usia 7 tahun dan telah berlangsung selama 6 bulan

Terjadi pada 2 setting yang berbeda

Bukan merupakan GPP, skizofren atau gang.psikotik lain

Tipe kombinasi

Tipe predominan inattetif

Tipe predominan hiperaktif

ETIOLOGI

Pemaparan toksin prenatal


Prematuritas

Kerusakan mekanis pada SSP

Penyedap makanan, pewarna, pengawet (tidak ada bukti)

Genetic

Cedera Otak dan PET: disinhibisi pada korteks lobus frontalis

Neurokimiawi