Anda di halaman 1dari 62

PELATIHAN DASAR CALON PNS GOLONGAN III

ANGKATAN I TAHUN 2022

RANCANGAN AKTUALISASI DAN


HABITUASI DOKTER AHLI
PERTAMA

MENINGKATKAN KESADARAN PASIEN DAN


PENGUNJUNG MENGENAI PENGGUNAAN MASKER
SEBAGAI PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT
CORONA VIRUS 2019 MELALUI PAMFLET DAN STIKER
DINDING DI INSTALASI GAWAT DARURAT
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN
BANJARMASIN

Oleh
dr Marliana Sihombing
NIP.
199003082020122016
NDH : 01

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAERAH BANJARBARU

2022
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI


PELATIHAN DASAR CPNS
GOLONGAN III ANGKATAN I

JUDUL : Meningkatkan Kesadaran Pasien dan Pengunjung


Mengenai Penggunaan Masker Sebagai pencegahan
Penularan Penyakit Corona Virus 2019 Melalui Pamflet
dan Stiker Dinding di Instalasi Gawat Darurat RSUD
Ulin Banjarmasin
PENULIS : dr Marliana Sihombing

JABATAN : Dokter Ahli Pertama


UNIT
: Seksi Pelayanan Medik Rawat Jalan
KERJA
RSUD Ulin

NDH : 01

Telah disetujui untuk diseminarkan Pada tanggal Maret 2022 Di


Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarbaru, Maret 2022

Mentor, Coach,

Hajjah Nurhikmah S. ST Zulfatah, S.Pd., MM


198502132006042003 19650412 198902 1 009

ii
LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI
HABITUASI PELATIHAN DASAR CPNS
GOLONGAN II ANGKATAN XI

JUDUL : Meningkatkan Kesadaran Penggunaan Masker Oleh


Meningkatkan Kesadaran Pasien dan Pengunjung
Mengenai Penggunaan Masker Sebagai pencegahan
Penularan Penyakit Corona Virus 2019 Melalui Pamflet
dan Stiker Dinding di Instalasi Gawat Darurat RSUD
Ulin Banjarmasin
PENULIS : dr Marliana Sihombing

JABATAN : Dokter Ahli Pertama


UNIT
: Seksi Pelayanan Medik Rawat Jalan
KERJA
RSUD Ulin

NDH : 01

Telah diseminarkan dan disahkan Pada tanggal Maret 2022 Di


Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarbaru, Maret 2022

Mentor, Coach,

Hajjah Nurhikmah S. ST Zulfatah, S.Pd., MM


198502132006042003 19650412 198902 1 009

Penguji,

iii
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan
curahan rahmat-Nya jualah sehingga penyusun dapat menyelesaikan rancangan
aktualisasi yang berjudul “Meningkatkan Kesadaran Penggunaan Masker Oleh
Pasien dan Pengunjung sebagai pencegahan dan penularan Corona Virus Disease
2019 di Instalasi Gawat Darurat RSUD Ulin Banjarmasin” tepat pada waktunya.
Rancangan aktualisasi ini dibuat untuk memenuhi persyaratan dalam
menyelesaikan Pelatihan Dasar Golongan III angkatan I tahun 2022.Dalam
menyelesaikan laporan ini tidak terlepas dari bimbingan, pengarahan serta
bantuan dari berbagai pihak baik berupa pikiran, motivasi, materi maupun
tenaga.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan petunjuk
dalam menyelesaikan rancangan aktualisasi ini, terutama kepada:
1. Bapak Mujiyat, S.Sn, M.Pd selaku Plt Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
2. Bapak Dr. Abdul Haris, S. Sos, S.H, M.Si. sebagai Kepala Sub Bidang
Kompetensi Jabatan Pimpinan Daerah dan Prajabatan Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
3. Bapak Zulfatah, S.Pd., MM selaku Coach atas segala bimbingan dan
masukannya baik dalam memberikan materi aktualisasi maupun penyusunan
rancangan aktualisasi
4. Ibu Hajjah Nurhikmah S.ST selaku Mentor atas segala bimbingan dan
masukannya sehingga rancangan ini dapat diselesaikan.
5. Bapak dan Ibu seluruh Widyaiswara, panitia, pengasuh, dan staf Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan
yang telah memberikan bantuan selama diklat.
6. Pejabat administrator, pengawas, dan pelaksana pada Badan

iv
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan,
khususnya penyelenggara pendidikan dan latihan dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil GOLONGAN III Angkatan I Tahun2022.
7. Ibu Bapak dan keluarga yang selalu memberikan segala bentuk dukungan,
semangat, dan doa.
8. Seluruh peserta Pendidikan dan Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
GOLONGAN III Angkatan I Kelompok I Tahun 2021 atas kebersamaan,
kekeluargaan, dan kerjasamanya saat pendidikan dan Latihan Dasar Calon
Pegawai Negeri Sipil GOLONGAN III Angkatan I Kelompok I Tahun 2022.
Penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi ini masih jauh dari
kesempurnaan akan tetapi penulis berharap banyak memberikan manfaat bagi
kinerja organisasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Banjarmasin, 10 Maret
2022Penulis,

dr Marliana
Sihombing

v
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN.............................................................................ii
LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................iii
KATA PENGANTAR......................................................................................iv
DAFTAR ISI....................................................................................................vi
DAFTAR TABEL............................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR.......................................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................1
1. Latar Belakang 1
2. Tujuan 3
a. Tujuan Umum 3
b. Tujuan Khusus 4
3. Isu Aktual 4
4. Ruang Lingkup 6
BAB II GAMBARAN UMUM.........................................................................8
1. Gambaran Umum Organisasi...........................................................8
a. Profil RSUD Ulin Banjarmasin 8
b. Tujuan, Sasaran dan Fungsi RSUD Ulin Banjarmasin 10
c. Strategi dan Kebijakan RSUD Ulin Banjarmasin 11
d. Struktur Organisasi RSUD Ulin Banjarmasin 17
2. Visi, Misi dan Nilai-Nilai Organisasi 18
a. Visi 18
b. Misi 18
c. Nilai-Nilai Organisasi 18
3. Tugas Pokok Jabatan Dokter Ahli Pertama 19
4. Sasaran Kerja Pegawai Jabatan Dokter Ahli Pertama 20
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI.....................................................16
1. Landasan Teori 16
2. Rancangan Kegiatan Aktualisasi......................................................30
DAFTRA PUSTAKA.......................................................................................49

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Data Pegawai RSGM Gusti Hasan Aman..........................................9


Tabel 3. 1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi.......................................................31
Tabel 3. 2 Rencana Penjadwalan Kegiatan Aktualisasi.......................................44
Tabel 3. 3 Matriks Penjadwalan Kegiatan Aktualisasi.......................................47

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Tampak depan dan samping RSUD Ulin Banjarmasin.......................8


Gambar 2. 2 Struktur Organisasi RSUD Ulin Banjarmasin...................................17

v
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Menurut Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 aparatur sipil negara yang
selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.
Pegawai aparatur sipil negara yang selanjutnya disebut pegawai ASN adalah
pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang
diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu
jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan
peraturan perundang-undangan.
Keberadaan ASN diharapkan dapat mewujudkan cita-cita besar bangsa
Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang diantaranya yaitu membentuk suatu
Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut
melaksanakan ketertiban dunia. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun
2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, ditetapkan bahwa salah satu jenis
diklat yang strategis untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN yang
profesional sebagaimana tersebut di atas adalah diklat prajabatan yang sekarang
dikenal dengan nama latihan dasar.
Menurut Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, pasal 63 ayat
(3) dan ayat (4) bahwa CPNS wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan
melalui proses diklat terintegrasi untuk membangun integritas, kejujuran,
semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang
unggul dan bertanggung jawab dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi
bidang.
Pelaksanaan latihan dasar CPNS golongan III tahun 2022 dibagi menjadi 3
(tiga) tahapan, yaitu tahap MOOC, tahap Distance Learning, dan Tahap Klasikal.
Tahap MOOC adalah pembelajaran mandiri yang dilakukan
oleh peserta Pelatihan Dasar CPNS secara daring dengan memanfaatkan sistem
pembelajaran yang dikembangkan oleh Lembaga Administrasi Negara. Pada
pembelajaran dalam pelatihan mandiri selama 48 JP atau setara 16 hari kerja dan
bertempat di tempat kedudukan Peserta. Tahap Distance Learning yaitu Pelatihan
Jarak Jauh adalah pembelajaran kolaboratif antara Peserta Pelatihan Dasar CPNS
dan Tenaga Pelatihan dengan memanfaatkan sistem pembelajaran yang
dikembangkan oleh Lembaga Administrasi Negara dan dikelola bersama dengan
lembaga pelatihan pemerintah yang terakreditasi, dalam tahap ini juga peserta
melaksanakan aktualisasi dimasa habituasi. Adapun Jadwal Pelatihan Dasar CPNS
untuk Tahap Distance Learning dari tanggal 14 Februari 2022 sampai 12 Maret
2022, masa habituasi dari tanggal 14 Maret sampai 18
April 2022 dan Klasikal dari tanggal 4 sampai 10 Mei 2022.
Coronavirus Disease 2019 atau penyakit corona virus 19 yang kemudian
disingkat COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh
Coronavirus jenis baru yang berasal dari family yang sama dengan SARS dan
MERS namun memiliki virulensi yang lebih tinggi. Proses penularan yang cepat
membuat WHO menetapkan COVID-19 sebagai Kedaruratan Kesehatan
Masyarakat yang Meresahkan Dunia ( KKMMD). Indonesia melaporkan kasus
pertama COVID-19 pada tanggal 2 Maret 2020 dan jumlahnya terus bertambah
hingga sekarang. Sebanyak 51,5% kasus terjadi pada laki-laki. Kasus paling
banyak terjadi pada rentang usia 45-54 tahun dan paling paling sedikit terjadi pada
usia 0-5 tahun. Angka kematian tertinggi ditemukan pada pasien usia 56-64 tahun.
Berdasarkan virulensi yang tinggi tersebut diperlukan usaha-usaha
pencegahan dan pengendalian infeksi, salah satunya adalah penggunaan masker.
Penggunaan masker merupakan bagian dari rangkaian komprehensif langkah
pencegahan dan pengendalian yang dapat membatasi penyebaran penyakit-
penyakit saluran pernapasan tertentu, termasuk COVID-19. Masker dapat
digunakan baik untuk melindungi orang yang sehat (dipakai untuk melindungi diri
sendiri saat berkontak dengan orang yang sakit) atau untuk mengendalikan
sumber (dipakai oleh orang
yang terinfeksi untuk mencegah penularan lebih lanjut).
Menurut hasil pengamatan penulis selama bekerja di Instalasi Gawat Darurat
(IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin (RSUD Ulin Banjarmasin),
kesadaran penggunaan masker bagi pasien dan pengunjung di IGD RSUD Ulin
Banjarmasin masih kurang, hal itu dibuktikkan dengan masih banyak pasien dan
pengunjung yang tidak menggunakan masker saat berada di lingkungan IGD
RSUD Ulin Banjarmasin, maupun pasien dan pengunjung menggunakan masker
dengan cara yang kurang tepat, misalnya pasien ataupun pengunjung
menurunkan/melepas masker saat berbicara maupun menggunakan masker hanya
di mulut dan tidak menutupi hidung. Hal tersebut memungkinkan penularan
infeksi baik dari sesama pengunjung yang mungkin tidak bergejala, maupun dari
pasien.
Berdasarkan isu tersebut, penulis mengangkat isu kurangnya kesadaran pasien
dan pengunjung mengenai penggunaan masker sebagai pencegahan penularan
penyatkit corona virus 2019 di instalasi gawat darurat RSUD Ulin Banjarmasin.
Gagasan penulis untuk mengatasi isu tersebut adalah meningkatkan kesadaran
tentang penggunaan masker oleh pasien dan pengunjung di Instalasi Gawat
Darurat RSUD Ulin Banjarmasin dalam mencegah penularan infeksi pernapasan
terutama virus covid 19. Selain itu, penulisan rancangan aktualisasi ini merupakan
panduan dalam melakukan aktulisasi dari nilai dasar BerAKHLAK di unit kerja
masing-masing. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengambil judul aktualisasi
: “Meningkatkan Kesadaran Pasien dan Pengunjung Mengenai Penggunaan
Masker Sebagai Pencegahan Penularan Penyatkit Corona Virus 2019 di instalasi
Gawat Darurat RSUD Ulin Banjarmasin”.

2. Tujuan
a. Tujuan Umum
1) Tujuan penyusunan rancangan aktualisasi nilai dasar sebagai
pedoman dan pembiasaan nilai BerAKHLAK yaitu Berorientasi
Pelayanan, Akuntabilitas, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif,
dan Kolaboratif serta berdasarkan kedudukan
dan peran Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) yaitu Manajemen ASN dan Smart ASN
di tempat kerja dalam melakukan pelayanan.
2) Sebagai syarat kelulusan Pelatihan dan Pendidikan Prajabatan
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III dan memperoleh
Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL).
b. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari rancangan aktualisasi yang akan penulis lakukan
adalah meningkatnya kesadaran pasien dan pengunjung mengenai
penggunaan masker sebagai pencegahan penularan penyatkit corona
virus 2019 di instalasi gawat darurat RSUD Ulin Banjarmasin

3. Isu Aktual
Berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagai dokter umum dapat
digambarkan isu-isu strategis dan permasalahan yang mendesak dan harus
diselesaikan/dipecahkan di RSUD Ulin Banjarmasin, Adapun permasalahan
tersebut adalah sebagai berikut:
1. Kurangnya Kesadaran Penggunaan Masker Oleh Pasien dan Pengunjung
sebagai pencegahan penularan penyakit Corona Virus 2019 di Instalasi
Gawat Darurat RSUD Ulin Banjarmasin
2. Kurang optimalnya proses operan pasien oleh dokter jaga pada saat
pergantian shift jaga di IGD RSUD Ulin Banjarmasin
3. Masih banyaknya rekan kerja yang datang tidak tepat waktu di IGD RSUD
Ulin Banjarmasin
Dari tiga isu di atas, untuk menetapkan kualitas isu maka diterapkan metode
kriteria isu; aktual (A), Kekhalayakan (K), problematik (P), dan layak ( L) dan
Urgency (U), Seriousness (S), Growth (G).
Dari tapisan diatas, diperoleh isu “Kurangnya kesadaran pasien dan
pengunjung mengenai penggunaan masker sebagai pencegahan
penularan penyatkit corona virus 2019 di instalasi gawat darurat
RSUD Ulin Banjarmasin” sebagai prioritas untuk ditindaklanjuti.
Isu ini berkaitan dengan tugas pokok penulis yakni memberikan edukasi
medis bagi pasien dan pengunjung yang dalam pelaksanaannya nanti akan
didasari dengan sikap BerAkhlak. Isu ini juga berkaitan dengan pelayanan
publik, whole of government (WoG) dan manajemen ASN. Kurangnya
kesadaran pasien dan pengunjung tersebut membutuhkan kolaborasi dan kerja
sama antar sektor di RSUD Ulin Banjarmasin baik dari sektor pendidikan
maupun pelayanan untuk menunjang visi dan misi RSUD Ulin Banjarmasin.
Peran sektor pendidikan adalah memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi
pasien terkait pentingnya penggunaan masker. Peran sektor pelayanan adalah
memberikan pelayanan secara paripurna kepada pasien melalui upaya promotif,
preventif dan kuratif. Jika kesadaran pasien dan pengunjung RSUD Ulin
Banjarmasin untuk menggunakan masker meningkat, maka pasien dan
pengunjung dapat mengedukasi keluarga dan orang terdekatnya, kemudian
mengedukasi kelompok masyarakat di tempat tinggalnya. Pada akhirnya angka
kasus konfirmasi positif COVID-19 berkurang seiring dengan kepatuhan
masyarakat tersebut. Dengan kolaborasi dan kerja sama yang kuat antara bidang
pendidikan dan bidang pelayanan akan tercipta pengelolaan sumber daya
manusia yang profesional, memiliki nilai dasar dan memiliki etika profesi.
Jika isu tersebut tidak segera diselesaikan maka akan memberikan dampak
sebagai berikut:
1. Meningkatnya kemungkinan resiko penularan penyakit terutama infeksi covid
19 sehingga akan berdampak terhadap peningkatan jumlah kasus infeksi covid
19
2. Membuat masyarakat menjadi acuh dalam menghentikan penyebaran virus
3. Berkurangnya kepatuhan pasien dalam melaksanakan protokol kesehatan,
yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker.
Berdasarkan isu tersebut, penulis membuat rancangan aktualisasi
berupa Meningkatkan Kesadaran Penggunaan Masker Oleh Pasien dan
Pengunjung sebagai pencegahan penularan Corona Virus Disease 2019 di
Instalasi Gawat Darurat RSUD Ulin Banjarmasin. Gagasan pemecahan isu
tersebut dijabarkan dalam beberapa kegiatan. Kegiatan tersebut menghasilkan
media berupa stiker dinding dan pamflet. Media tersebut dipilih karena
disesuaikan dengan karakteristik pasien dan pengunjung IGD RSUD Ulin
Banjarmasin yang memerlukan penyampaian informasi secara cepat dan singkat.
Media tersebut diharapkan mudah dipahami dan digunakan dalam kehidupan
sehari-hari oleh pasien dan pengunjung IGD RSUD Ulin Banjarmasin.

4. Ruang Lingkup
Kegiatan implementasi aktualisasi nilai-nilai dasar ASN ini berfokus pada
tugas dokter ahli pertama dibidang pelayanan kesehatan yang mengacu pada
Tugas Pokok dan Fungsi Dokter Ahli Pertama dan Sasaran Kerja Pegawai (SKP)
yang dilaksanakan di RSUD Ulin Banjarmasin dengan menerapkan nilai-nilai
dasar ASN BerAKHLAK yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabilitas,
Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Kegiatan yang akan dilakukan dalam Rancangan aktualisasi ini sebagai
berikut:
1. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait isu aktual dan gagasan
pemecahan isu
2. Melakukan konsultasi dengan kepala instalasi dan kepala ruangan
mengenai izin pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi
3. Membuat rancangan pamflet dan mengkonsulkan hasil rancangan ke kepala
instalasi dan kepala ruangan
4. Mencetak dan meletakkan pamflet
5. Membuat rancangan stiker dinding dan mengkonsulkan hasil
rancangan ke kepala instalasi dan kepala ruangan
6. Mencetak dan menempel stiker dinding
7. Melaksanakan sosialisasi kepada rekan kerja di IGD RSUD Ulin Banjarmasin
mengenai pamflet dan stiker dinding
8. Melaksanakan sosialisasi kepada pasien dan pengunjung IGD RSUD Ulin
Banjarmasin mengenai pemakaian masker
Kegiatan tersebut sesuai dengan SKP/ tupoksi saya sebagai Dokter Ahli
Pertama yaitu melakukan penyuluhan medis. Kegiatan aktualisasi dan habituasi
dilaksanakan pada masa habituasi selama 30 hari mulai tanggal 14 Maret 2022
sampai dengan 18 April 2022.
BAB II
GAMBARAN UMUM

1. Gambaran Umum Organisasi


a. Profil RSUD Ulin Banjarmasin
Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin beralamat di Jalan A. Yani
Km 2,5 No. 43, Kelurahan Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kode Pos 70233. Rumah Sakit Umum Daerah
Ulin Banjarmasin berdiri di atas lahan seluas 63.920 m2 dan luas bangunan 55.000
m2 dengan batas wilayah sebagai berikut:
a. Sebelah utara berbatasan dengan Jalan Veteran dan Pemukiman Penduduk;
b. Batas sebelah timur berbatasan dengan Jalan Simpang Ulin (Rumah Sakit
Gigi dan Mulut dan Duta Mall);
c. Sebelah barat berbatasan dengan Komplek Veteran;
d. Sebelah selatan berbatasan dengan Jalan A. Yani.

Gambar 2.1 Tampak Depan dan Samping RSUD Ulin Banjarmasin RSUD

Ulin Banjarmasin merupakan rumah sakit pusat rujukan di


Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Hal ini didukung
dengan lokasi rumah sakit yang strategis yang menghubungkannya dengan
daerah/provinsi lain serta fasilitas pelayanan

8
kesehatan dengan dokter spesialis yang lengkap dan peralatan yang canggih.
Pada perkembangannya tahun 1995 sampai tahun 2002 berdasarkan Perda 06
tahun 1995, status RSUD Ulin sebagai Unit Swadana. Meningkatkan kemampuan
jangkauan dan mutu pelayanan maka berdasarkan SK Menkes No.
004/Menkes/SK/I/2013 tanggal 7 Januari 2013 tentang Peningkatan Kelas RSUD
Ulin Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan menjadi Rumah Sakit Umum
dengan klasifikasi Kelas A, serta Kepmendagri No. 445.420-1279 tahun 1999
tentang penetapan RSUD Ulin Banjarmasin sebagai Rumah Sakit Pendidikan
Calon Dokter dan Calon Dokter Spesialis. Dengan demikian tugas dan fungsi
RSUD Ulin Banjarmasin selain mengemban fungsi pelayanan juga melaksanakan
fungsi pendidikan dan penelitian. Sejalan dengan upaya desentralisasi maka
berdasarkan Perda No. 9 tahun 2002 status RSUD Ulin berubah menjadi Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Saat ini RSUD Ulin Banjarmasin sudah menjalani Survei Akreditasi RS:
Akreditasi Penuh Tingkat Lengkap 16 Bidang (SK Menkes 2007
YM.01.10/III/1142/07) dan Akreditasi ulang dengan predikat lulus Penuh 16
Bidang Pelayanan pada tahun 2010. RSUD Ulin Banjarmasin merupakan rumah
sakit pusat rujukan di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan
Timur. Saat ini sebagai Lembaga Teknis Daerah Provinsi Kalimantan Selatan
dengan klasifikasi Kelas A telah ditetapkan sebagai PPK Badan Layanan Umum
Daerah (BLUD) bertahap melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan
No.188.44/0456/Kum/2007 tanggal 27 Desember Tahun 2007. PPK-BLUD Penuh
melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan No.188.44/0464/Kum/2009.
Sebagai RS-BLUD, RSUD Ulin Banjarmasin mempunyai tugas utama
melaksanakan ”Pelayanan Medik, Pendidikan Kesehatan, Penelitian dan
Pengabdian Masyarakat”. Adapun tujuannya adalah terselenggaranya pelayanan
Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) secara efektif dan efisien melalui pelayanan
kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu dengan pelayanan
preventif dan promotif serta pelayanan rujukan, pendidikan, pelatihan dan
penelitian-

9
pengembangan.
Tugas dan fungsi ini dilaksanakan secara tugas simultan, yaitu melaksanakan
upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan
upaya pencegahan, penyembuhan dan pemulihan berbagai penyakit juga
pengobatan bagi penderita penyakit yang mana penanganannya merupakan
prioritas dalam tujuan pembangunan millennium (MDG’s) sebagai bagian dari
program pembangunan nasional.

b. Tujuan, Sasaran dan Fungsi RSUD Ulin Banjarmasin


a. Tujuan
Secara umum pembangunan kesehatan di Provinsi Kalimantan
Selatan bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat di
dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Secara khusus Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin
bertujuan untuk:
1) Meningkatkan kualitas upaya kesehatan perorangan di Rumah
Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin;
2) Meningkatkan mutu dan kemudahan pelayanan medik yang bisa
terjangkau oleh masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin
Banjarmasin;
3) Memberikan pelayanan medik yang profesional memperhatikan
mutu serta keamanan bagi pasien dan petugas medik yang
melayani di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin;
4) Membudayakan perilaku melayani kepada semua pasien yang
datang di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin;
5) Meningkatkan sarana dan prasarana di Rumah Sakit Umum Daerah
Ulin Banjarmasin dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan
medik;
6) Mengembangkan produk layanan unggulan di Rumah Sakit Umum
Daerah Ulin Banjarmasin;

1
7) Meningkatkan sarana dan prasarana untuk penelitian dan
pendidikan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin
Banjarmasin.
b. Sasaran
Sasaran dari Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin
yaitu sebagai berikut:
1) Meningkatnya mutu layanan semua unit pelayanan;
2) Meningkatnya kinerja keuangan;
3) Meningkatnya kepuasan pelanggan.
c. Fungsi
Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin adalah Rumah
Sakit Umum dengan klasifikasi Kelas A yang berfungsi sebagai berikut:
1) Rumah Sakit yang memberikan pelayanan spesialis dan sub
spesialis;
2) Sebagai Rumah Sakit Pusat Rujukan Provinsi Kalimantan Selatan,
juga banyak menerima rujukan dari Provinsi Kalimantan Tengah;
3) RSUD Ulin Banjarmasin merupakan Rumah Sakit pendidikan bagi
tenaga kesehatan dan juga sebagai lahan praktik untuk mahasiswa
khususnya tenaga kesehatan.

C. Strategi dan Kebijakan RSUD Ulin Banjarmasin


Tujuan dan sasaran di dalam Rencana Strategis (Renstra) dapat tercapai
diperlukan strategi. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program
indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Rumusan strategi merupakan
pernyataan yang menjelaskan bagaimana sasaran akan dicapai, yang selanjutnya
diperjelas dengan serangkaian kebijakan. Mengacu pada strategi 3 Pemerintah
Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu Pengingkatan Kualitas Layanan Kesehatan
(KALSEL SEHAT), strategi RSUD Ulin Banjarmasin untuk mencapai visi dan
misinya dihasilkan dari hasil analisis strategis lingkungan yaitu S-O (Strengths-
Opportunity) yang

1
mengarah pada kekuatan atau keunggulan untuk meraih peluang dan tantangan
yang ada. Rumusan strategi merupakan pernyataan yang menjelaskan bagaimana
sasaran akan dicapai, yang selanjutnya diperjelas dengan serangkaian kebijakan.
Kebijakan diambil sebagai arah dalam menentukan bentuk konfigurasi
program kegiatan untuk mencapai tujuan. kebijakan dapat bersifat internal, yaitu
kebijakan dalam mengelola pelaksanaan program-program pembangunan maupun
bersifat eksternal yaitu kebijakan dalam rangka mengatur, mendorong dan
memfasilitasi kegiatan masyarakat. Sebagaiaman strategi 3 kebijakan Pemerintah
Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu meningkatkan pelayanan kesehatan di Rumah
Sakit Pemerintah di Daerah (RS Provinsi), sehingga mampu bersaing dengan
Rumah Sakit swasta melalui penyediaan peralatan rumah sakit, meningkatkan
kualitas SDM kesehatan di rumah sakit, meningkatkan pelayan manajemen yang
handal dan menyusun SPO pelayan pasien di rumah sakit. Strategi dan Kebijakan
untuk mencapai masing-masing sasaran Renstra era Rumah Sakit Umum Daerah
Ulin Banjarmasin dijabarkan sebagai berikut:
a. Strategi pertama yaitu Menyamakan persepsi tentang pentingnya akreditasi
bagi rumah sakit, membentuk tim akreditasi yang solid, melakukan
pengawasan secara berjenjang dan berkesinambungan, melibatkan semua
unsur yang terkait guna mendukung terlaksananya akreditasi, membangun
kerjasama yang baik dari semua pokja akreditasi dan terintegrasi. Strategi
tersebut mempunyai kebijakan sebagai berikut:
1) Penandatanganan fakta integritas tentang komitmen mendukung penuh
terwujudnya akreditasi yang paripurna;
2) Diterbitkannya keputusan Direktur tentang pembentukan tim
akreditasi;
3) Surat edaran Direktur tentang pelaksanaan pengawasan
berjenjang oleh pejabat structural;
4) Surat edaran Direktur tentang dukungan semua pihak;
5) Instruksi Direktur.

1
b. Strategi kedua yaitu membangun budaya keselamatan pasien, memimpin dan
mendukung staf dalam hal melaksanakan program keselamatan pasien,
mengintegrasikan kegiatan-kegiatan manajemen resiko, meningkatkan
kegiatan pelaporan, melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien, belajar dan
berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien, menerapkan solusi-solusi
untuk mencegah cidera. Strategi tersebut mempunyai kebijakan sebagai
berikut:
1) Membuat form kuesioner monitoring dan evaluasi program
keselamatan pasien di rumah sakit;
2) Meningkatkan pengetahuan petugas tentang hak dan kewajiban pasien;
3) Menyediakan sarana dan prasarana fasilitas keselamatan pasien;
4) Membuat jalur evakuasi sebagai antisipasi jika terjadi keadaan
darurat.
c. Strategi ketiga yaitu menyediakan SDM yang memiliki kompetensi sesuai
bidangnya, memberikan pelayanan yang sesuai dengan SPM dan SPO,
menyusun pola tarif yang sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat,
menyediakan obat dan perbekalan kesehatan yang aman, bermutu dan
bermanfaat serta terjangkau oleh masyarakat, menyediakan dana pendamping
untuk pembiayaan pelayanan medik di RS bagi masyarakat kurang mampu.
Startegi tersebut mempunyai kebijakan sebagai berikut:
1) Instruksi Direktur RS kepada tenaga medis untuk memiliki STR
(Surat Tanda Registrasi) dan SIP (Surat Izin Praktik);
2) Peraturan Gubernur Kalsel tentang SPM di rumah sakit dan
menerbitkan SPO oleh Direktur sesuai dengan jenis pelayanan;
3) Membentuk tim tarif untuk menyusun tarif yang sesuai dengan
keadaan ekonomi masyarakat;
4) Mengusulkan adanya ketentuan penggunaan obat generik untuk semua
jenis penyakit dan tindakan medik.
5) Mengusulkan dokumen RKA atau RKA-KL.

1
d. Strategi keempat yaitu melaksanakan kegiatan seminar, workshop, pelatihan,
bimtek secara berkesinambungan baik dilaksanakan secara mandiri maupun
bekerjasama dengan pihak lainnya. Strategi tersebut mempunyai kebijakan
sebagai berikut:
1) Membuat program kerja bidang diklit yang sesuai dengan tujuan yang
diinginkan;
2) Membuat kerjasama dengan instansi pemerintah, lembaga pendidikan
maupun lembaga swasta dalam bidang pendidikan dan penelitian.
e. Strategi kelima yaitu melaksanakan kegiatan pengembangan sub spesialis
sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan, kemajuan ilmu pengetahuan
sesuai dengan perkembangan teknologi kedokteran, menugaskan dokter-
dokter spesialis untuk mengambil sub spesialis, mengikutsertakan SDM
rumah sakit dalam kegiatan-kegiatan seminar nasional maupun internasional.
Strategi tersebut mempunyai kebijakan sebagai berikut:
1) Menyediakan anggaran yang mendukung terlaksananya program
pengembangan sub spesialis;
2) Membuat program tugas belajar bagi para dokter spesialis;
3) Memberikan izin maupun penugasan kepada SDM yang akan mengikuti
kegiatan seminar.
f. Strategi keenam yaitu membuat rencana kerja yang berorientasi pada bisnis,
menyusun tarif berdasarkan unit cost, melaksanakan tata kelola RS secara
transparan, memanfaatkan 14 (empat belas) fleksibilitas yang diberikan oleh
pemerintah daerah yang menerapkan PPK-BLUD. Strategi tersebut
mempunyai kebijakan sebagai berikut:
1) Melaksanakan kegiatan benchmarking;
2) Merekrut tenaga ahli untuk menjadi konsultan dalam menyusun tarif;
3) Melaksanakan kerjasama operasional dengan pihak ketiga;
4) Menyediakan sistem informasi manajemen RS.

1
g. Strategi ketujuh yaitu membuat kebijakan-kebijakan RS yang selalu
dikonsultasikan kepada bidang hukum RS, Membangun kesadaran hukum
bagi manajemen dan tenaga fungsional RS. Strategi tersebut mempunyai
kebijakan sebagai berikut:
1) Menetapkan peraturan Direktur tentang produk hukum RS;
2) Melaksanakan sosialisasi peraturan perundang-undangan dibidang
kesehatan dan perumahsakitan.
h. Strategi kedelapan yaitu mengikut sertakan SDM rumah sakit dalam kegiatan-
kegiatan seminar nasional maupun internasional, membangun pola pikir yang
berorientasi global, menyiapkan SDM yang memiliki kemampuan berbahasa
asing, memprogramkan RS lulus akreditasi JCI (Joint Commission
International), membangun kesadaran moral dan penerapan etika serta
hukum bagi karyawan RS dalam memberikan pelayanan. Strategi tersebut
mempunyai kebijakan sebagai berikut:
1) Memberikan izin maupun penugasan kepada SDM yang akan mengikuti
kegiatan seminar;
2) Menyiapkan tim akreditasi JCI yang solid;
3) Menyelenggarakan kursus bahasa asing;
4) Melakukan studi banding/benchmarking;
5) Penyusunan program character building.
i. Strategi kesembilan yaitu menyusun program dan rencana kegiatan untuk
menunjang pelayanan, membangun sarana dan prasarana, melakukan proses
pengadaan alat kesehatan, melakukan Kerja Sama Operasional (KSO).
Strategi tersebut mempunyai kebijakan sebagai berikut:
1) Mengusulkan dokumen Rencana Kerja Tahunan dan Rencana Kerja
Anggaran;
2) Membuat kontrak kerja sama dengan penyedia.
j. Strategi kesepuluh yaitu menegakan disiplin aparatur RS; membudayakan
perilaku melayani kepada semua pasien yang datang di RS tanpa
membedakan status sosial ataupun latar belakangnya,

1
memberikan penghargaan pada setiap petugas RS yang berprestasi. Strategi
tersebut mempunyai kebijakan sebagai berikut:
1) Menetapkan transparansi reward atau jasa pelayanan dan
penegakan punishment yang tegas;
2) Menetapkan kebijakan dan pedoman hukum kesehatan dan hukum rumah
sakit;
3) Menetapkan pemberlakukan pedoman perilaku (kode etik).
k. Strategi kesebelas yaitu mengikuti pendidikan dan pelatihan atau seminar-
seminar mengenai manajemen RS yang baik, membangun komunikasi dan
koordinasi yang baik antara manajemen dengan petugas pelayanan,
membentuk dan menyelenggarakan Sistem Informasi Manajemen Rumah
Sakit yang optimal. Strategi tersebut mempunyai kebijakan sebagai berikut:
1) Menugaskan atau memberikan izin kepada pejabat struktural untuk
mengikuti pendidikan dan pelatihan atau seminar-seminar mengenai
manajemen RS;
2) Memanfaatkan teknologi komunikasi melalui media internet;
3) Menyediakan fasilitas SIM RS.

1
D. Struktur Organisasi RSUD Ulin Banjarmasin

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin
Sumber: Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 04 Tahun 2009 Tentang
Sistem Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan

1
2. Visi, Misi dan Nilai-Nilai Organisasi
1. Visi
Rumah Sakit Ulin Banjarmasin memiliki visi sebagai berikut: “Terwujudnya
pelayanan rumah sakit yang professional dan mampu bersaing di masyarakat
ekonomi ASEAN”.

2. Misi
Rumah Sakit Ulin Banjarmasin memiliki misi sebagai berikut:
1) Menyelenggarakan pelayanan terakreditasi paripurna yang berorientasi pada
kebutuhan dan keselamatan pasien, bermutu serta terjangkau oleh seluruh
lapisan masyarakat;
2) Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan
sub spesialis sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan, kemajuan ilmu
pengetahuan dan penapisan teknologi kedokteran;
3) Menyelenggarakan manajemen rumah sakit dengan kaidah bisnis yang
sehat, terbuka, efisien efektif, akuntabel sesuai dengan perundang-undangan
yang berlaku;
4) Menyiapkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana dan peralatannya
untuk mampu bersaing dalam era pasar bebas ASEAN;
5) Mengelola dan mengembangkan Sumber Daya Manusia sesuai dengan
kebutuhan pelayanan dan kemampuan Rumah Sakit.

3. Nilai-nilai Organisasi
Nilai- nilai yang diterapkan di RSUD Ulin Banjarmasin adalah:
a. Disiplin
Tindakan yangmenunjukan prilaku tertib dan patuh pada seluruh ketentuan
dan peraturan.
b. Peduli
Melayani masyarakat dengan sepenuh hati, mementingkan nilai-nilai
kemanusiaan dan mempermudah masyarakat dalam menerima pelayanan.
c. Transaparan
Sikap bersedia memberitahukan seluruh informasi mengenai pelayanan
kepada masyarakat khususnya pasien dan keluarga pasien.
d. Integritas Tinggi
Sikap melaksanakan seluruh tugas secara bersungguh-sungguh
sesuai kebijakan yang berlaku.
e. Rahasia
Sikap menjaga seluruh data pasien sesuai aturan yang berlaku.
f. Beretika
Sikap saling menghormati dan menghargai satu dan lainnya.
g. Inovatif
Sikap untuk berfikir dan membuat hal baru yang menunjang
peningkatan pelayanan.

3. Tugas Pokok Jabatan Dokter Ahli Pertama


Tugas pokok dokter adalah memberikan pelayanan kesehatan ada sarana
pelayanan kesehatan yang meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta membina peran serta masyarakat dalam
rangka kemandirian di bidang kesehatan kepada masyarakat. Berdasarkan Keputusan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 139/Kep/M.Pan/11/2003 Tentang
Jabatan Fungsional Dokter dan Angka Kreditnya. Tugas pokok jabatan Dokter Ahli
Pertama sebagai berikut:
1. Melakukan pelayanan medik umum rawat jalan tingkat pertama;
2. Melakukan pelayanan spesialistik rawat jalan tingkat pertama;
3. Melakukan tindakan khusus tingkat sederhana oleh Dokter umum;
4. Melakukan tindakan khusus tingkat sedang oleh Dokter umum;
5. Melakukan tindakan spesialistik tingkat sederhana;
6. Melakukan tindakan spesialistik tingkat sedang;
7. Melakukan tindakan darurat medik/pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
tingkat sederhana;
8. Melakukan kunjungan (visite) kepada pasien rawat inap;
9. Melakukan Pemulihan mental tingkat sederhana;
10. Melakukan Pemulihan mental kompleks tingkat I;
11. Melakukan Pemulihan fisik tingkat sederhana;
12. Melakukan Pemulihan fisik kompleks tingkat I;
13. Melakukan pemeliharaan kesehatan ibu;
14. Melakukan pemeliharaan kesehatan bayi dan balita;
15. Melakukan Pemeliharaan kesehatan anak;
16. Melakukan pelayanan keluarga berencana;
17. Melakukan pelayanan imunisasi;
18. Melakukan pelayanan gizi;
19. Mengumpulkan data dalam rangka pengamatan epidemiologi penyakit;
20. Melakukan penyuluhan medik;
21. Membuat catatan Medik rawat jalan;
22. Membuat catatan Medik rawat inap;
23. Melayani atau menerima konsultasi dari luar atau keluar;
24. Melayani atau menerima konsultasi dari dalam;
25. Menguji kesehatan individu;
26. Menjadi Tim Penguji Kesehatan;
27. Melakukan Visum et repertum tingkat sederhana;
28. Melakukan Visum et repertum kompleks tingkat I;
29. Menjadi saksi ahli;
30. Mengawasi penggalian mayat untuk pemeriksaan;
31. Melakukan otopsi dengan pemeriksaan laboratorium;
32. Melakukan Tugas jaga panggilan/on call;
33. Melakukan tugas jaga di tempat/rumah sakit;
34. Melakukan tugas jaga di tempat sepi pasien;
35. Melakukan kaderisasi masyarakat dalam bidang kesehatan tingkat
sederhana.

4. Sasaran Kerja Pegawai Jabatan Dokter Ahli Pertama


Sasaran Kerja Pegawai (SKP) adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai
oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang di susun dan disepakati bersama antara pejabat
penilai dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dinilai. Sasaran Kerja Pegawai (SKP)
memuat kegiatan tugas jabatan dan target yang harus dicapai dalam kurun waktu
penilaian yang bersifat nyata dan dapat diukur. Dasar hukum Sasaran Kerja Pegawai
(SKP) adalah PERKA BKN No.01 Tahun 2013 dan PP. No. 46 Tahun 2011.
Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil bertujuan untuk menjamin
objektivitas pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang dilakukan berdasarkan sistem
prestasi kerja dan sistem karier yang dititik beratkan pada sistem prestasi kerja.
Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan
pemberian penghargaan dengan berbasis prestasi kerja seperti kenaikan pangkat,
kenaikan gaji atau tunjangan prestasi kerja, promosi atau kompensasi lainnya
(Performance Related Pay). Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil secara
sistemik penekanannya pada pengukuran tingkat capaian Sasaran Kerja Pegawai atau
tingkat capaian hasil kerja (output) yang telah direncanakan dan disepakati antara
Pejabat Penilai dengan Pegawai Negeri Sipil yang dinilai sebagai kontrak prestasi
kerja. Penilaian prestasi kerja
Pegawai Negeri Sipil secara strategis diarahkan sebagai pengendalian perilaku kerja
produktif Pegawai Negeri Sipil.
Daftar kegiatan tugas sesuai Sasaran Kerja Pegawai (SKP) untuk jabatan dokter
ahli pertama di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin sebagai berikut:
1. Melakukan pelayanan medik umum rawat jalan (tugas pokok jabatan ke 1)
2. Melakukan tindakan darurat medik/P3K (pertolongan pertama pada
kecelakaan) tingkat sederhana (tugas pokok jabatan ke 7)
3. Melakukan tindakan khusus tingkat sederhana (tugas pokok jabatan ke 3)
4. Melakukan penyuluhan medik (tugas pokok jabatan ke 20)
5. Membuat catatan medik pasien rawat jalan (tugas pokok jabatan ke 21)
6. Membuat catatan Medik rawat inap (tugas pokok jabatan ke 22)
7. Melayani atau menerima konsultasi dari luar atau ke luar (tugas pokok
jabatan ke 23)
8. Melakukan tugas jaga di rumah sakit (tugas pokok jabatan ke 33)

Rancangan aktualisasi dan rencana kegiatan yang dibuat berhubungan dengan tugas
pokok penulis sebagai dokter ahli pertama, terutama melakukan penyuluhan medik.
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Landasan Teori
Rancangan aktualisasi adalah rancangan yang dibuat sebelum pelaksanaan
habituasi yang telah diseminarkan pada seminar aktualisasi dan juga rancangan
aktualisasi yang dibuat setelah pelaksanaan habituasi melalu persetujuan mentor
dan coach.
Pembuatan rancangan aktualisasi dilakukan dengan cara identifikasi dan
internalisasi nilai-nilai dasar yang wajib dimiliki seorang Aparatur Sipil Negara
(ASN) yaitu BerAkhlak melalui pengalaman belajar dengan cara membaca materi,
diskusi, dan studi kasus.
Nilai dasar merupakan landasan utama dalam bersikap dan berkegiatan
yang sejalan dengan visi, misi dan tujuan organisasi serta unit dimana Aparatur
Sipil Negara (ASN) tersebut bekerja. Setelah dibekali dalam tahap MOOC dan
tahap distance learning pada saat proses pembelajaran, diharapkan peserta latihan
dasar dapat mengimplementasikan nilai-nilai dasar dalam menjalankan tugas dan
fungsi jabatan secara profesional sebagai pelayan masyarakat. Penjabaran nilai-
nilai dasar yang dimaksud sebagai berikut:
1. Berorientasi Pelayanan
Definisi dari pelayanan publik sebagaimana tercantum dalam UU Pelayanan
Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap
warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif
yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.
Pelayanan publik yang berkualitas harus berorientasi kepada pemenuhan
kepuasan pengguna layanan. Apabila dikaitkan dengan tugas ASN dalam
melayani masyarakat, pelayanan yang berorientasi pada customer satisfaction
adalah wujud pelayanan yang terbaik kepada masyarakat atau dikenal dengan
sebutan pelayanan prima. Pelayanan prima didasarkan pada implementasi
standar pelayanan yang
dimiliki oleh penyelenggara.
Penjabaran berikut ini akan mengulas mengenai panduan perilaku/kode etik
dari nilai Berorientasi Pelayanan sebagai pedoman bagi para ASN dalam
pelaksanaan tugas sehari-hari, yaitu:
a. Memahami dan Memenuhi Kebutuhan Masyarakat
Nilai Dasar ASN yang dapat diwujudkan dengan panduan perilaku
Berorientasi Pelayanan yang pertama ini diantaranya:
1. mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia;
2. menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak;
3. membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian; dan
4. menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama.

b. Ramah, Cekatan, Solutif, dan Dapat Diandalkan


Adapun beberapa Nilai Dasar ASN yang dapat diwujudkan dengan panduan
perilaku Berorientasi Pelayanan yang kedua ini diantaranya:
1. memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur;
2. memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah; dan
3. memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat,
berdaya guna, berhasil guna, dan santun.

c. Melakukan Perbaikan Tiada Henti


Nilai Dasar ASN yang dapat diwujudkan dengan panduan perilaku
Berorientasi Pelayanan yang ketiga ini diantaranya:
1) mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik; dan
2) mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.

2. Akuntabel
Akuntabilitas adalah suatu perwujudan pertanggung jawaban dari tugas
yang diberikan ditujukan dari kinerja. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban
setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab dari
amanah

2
yang dipercayakan kepadanya. Amanah seorang ASN menurut SE Meneteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2021
adalah menjamin terwujudnya perilaku yang sesuai dengan Core Values ASN
BerAKHLAK. Dalam konteks Akuntabilitas, perilaku tersebut adalah:
 Kemampuan melaksanaan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat,
disiplin dan berintegritas tinggi
 Kemampuan menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggung jawab, efektif, dan efisien
 Kemampuan menggunakan Kewenangan jabatannya dengan berintegritas
tinggi

3. Kompeten
Penguatan kualitas ASN tersebut sejalan dengan dinamika lingkungan
strategis diantaranya VUCA dan disrupsi teknologi, fenomena demografik
(demographic shifting), dan keterbatasan sumberdaya. Keadaan ini merubah
secara dinamis lingkungan pekerjaan termasuk perubahan karakter dan tuntutan
keahlian (skills). Kenyataan ini menutut setiap elemen atau ASN di setiap
instansi selayaknya meninggalkan pendekatan dan mindset yang bersifat rigit
peraturan atau rule based dan mekanistik, cenderung terpola dalam kerutinan dan
tidak adapatif dengan zamannya. ASN diharapkan memiliki sifat dan
kompetensi dasar, utamanya: inovasi, daya saing, berfikir kedepan, dan adaptif.
Sifat dan kompetensi dasar ini krusial untuk mewujudkan instansi pemerintah
yang responsif dan efektif. Dalam konteks ASN, kompetensi
adalah deskripsi pengetahuan, keterampilan dan
perilaku yang diperlukan dalam melaksanakan tugas jabatan (Pasal 1
PermenpanRB Nomor 38 Tahun 2017), dan kompetensi menjadi faktor penting
untuk mewujudkan pegawai profesional dan kompetitif. Dalam hal ini ASN
sebagai profesi memiliki kewajiban mengelola dan mengembangkan kompetensi
dirinya, termasuk mewujudkannya dalam kinerja.
Sesuai Peraturan Menteri PANRB Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar
Kompetensi ASN, kompetensi meliputi: 1) Kompetensi Teknis adalah
pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur dan

2
dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan; 2)
Kompetensi Manajerial adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku
yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola
unit organisasi; dan 3) Kompetensi Sosial Kultural adalah pengetahuan,
keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan
terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal
agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral,
emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi setiap pemegang Jabatan, untuk
memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi dan Jabatan.
Perilaku kompeten antara lain:
a. Berkinerja dan berAkhlak
b. Meningkatkan kompetensi diri
c. Membantu orang lain belajar
d. Melaksanakan tugas terbaik

4. Harmonis
Dalam mewujudkan suasana harmoni maka ASN harus memiliki
pengetahuan tentang historisitas ke-Indonesia-an sejak awal Indonesia berdiri,
sejarah proses perjuangan dalam mewujudkan persatuan bangsa termasuk pula
berbagai macam gerakan gerakan separatism dan berbagai potensi yang
menimbulkan perpecahaan dan menjadi ancaman bagi persatuan bangsa.
Beberapa peran ASN dalam kehidupan berbangsa dan menciptakan budaya
harmoni dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya adalah sebagai berikut:
a. Posisi PNS sebagai aparatur Negara, dia harus bersikap netral dan adil. Netral
dalam artian tidak memihak kepada salah satu kelompok atau golongan yang
ada. Adil, berarti PNS dalam melaksanakna tugasnya tidak boleh berlaku
diskriminatif dan harus obyektif, jujur, transparan. Dengan bersikap netral
dan adil dalam melaksanakan tugasanya, PNS akan mampu menciptakan
kondisi yang aman, damai, dan tentram dilingkungan kerjanya dan di
masyarakatnya.
b. PNS juga harus bisa mengayomi kepentingan kelompok kelompok minoritas,
dengan tidak membuat kebijakan, peraturan yang mendiskriminasi

2
keberadaan

2
kelompok tersebut. Termasuk didalamnya ketika melakukan rekrutmen
pegawai, penyusunan program tidak berdasarkan kepada kepentingan
golongannya.
c. PNS juga harus memiliki sikap toleran atas perbedaan untuk menunjang sikap
netral dan adil karena tidak berpihak dalam memberikan layanan.
d. Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban PNS juga harus memiliki suka
menolong baik kepada pengguna layanan, juga membantu kolega PNS
lainnya yang membutuhkan pertolongan.
e. PNS menjadi figur dan teladan di lingkungan masyarakatnya. PNS juga harus
menjadi tokoh dan panutan masyarakat. Dia senantiasa menjadi bagian dari
problem solver (pemberi solusi) bukan bagian dari sumber masalah (trouble
maker). Oleh sebab itu, setiap ucapan dan tindakannya senantiasa menjadi
ikutan dan teladan warganya. Dia tidak boleh melakukan tindakan, ucapan,
perilaku yang bertentangan dengan norma norma sosial dan susila,
bertentangan dengan agama dan nilai local yang berkembang di masyarakat.

5. Loyal
Secara etimologis, istilah “loyal” diadaptasi dari bahasa Prancis yaitu
“Loial” yang artinya mutu dari sikap setia. Secara harfiah loyal berarti setia, atau
suatu kesetiaan. Kesetiaan ini timbul tanpa adanya paksaan, tetapi timbul dari
kesadaran sendiri pada masa lalu. Dalam Kamus Oxford Dictionary kata Loyal
didefinisikan sebagai “giving or showing firm and constant support or allegiance
to a person or institution (tindakan memberi atau menunjukkan dukungan dan
kepatuhan yang teguh dan konstan kepada seseorang atau institusi)”
Loyal, merupakan salah satu nilai yang terdapat dalam Core Values ASN
yang dimaknai bahwa setiap ASN harus berdedikasi dan mengutamakan
kepentingan bangsa dan negara, dengan panduan perilaku:
a. Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945, setia kepada NKRI serta pemerintahan yang
sah;
b. Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan instansi dan negara; serta
c. Menjaga rahasia jabatan dan negara.

2
Adapun kata-kata kunci yang dapat digunakan untuk mengaktualisasikan
panduan perilaku loyal tersebut di atas diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Komitmen yang bermakna perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu
atau hubungan keterikatan dan rasa tanggung jawab akan sesuatu.
b. Dedikasi yang bermakna pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi
keberhasilan suatu usaha yang mempunyai tujuan yang mulia, dedikasi ini
bisa juga berarti pengabdian untuk melaksanakan cita-cita yang luhur dan
diperlukan adanya sebuah keyakinan yang teguh.
c. Kontribusi yang bermakna keterlibatan, keikutsertaan, sumbangsih yang
diberikan dalam berbagai bentuk, baik berupa pemikiran, kepemimpinan,
kinerja, profesionalisme, finansial atau, tenaga yang diberikan kepada pihak
lain untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dan efisien.
d. Nasionalisme yang bermakna suatu keadaan atau pikiran yang
mengembangkan keyakinan bahwa kesetiaan terbesar mesti diberikan untuk
negara atau suatu sikap cinta tanah air atau bangsa dan negara sebagai wujud
dari cita-cita dan tujuan yang diikat sikap-sikap politik, ekonomi, sosial, dan
budaya sebagai wujud persatuan atau kemerdekaan nasional dengan prinsip
kebebasan dan kesamarataan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
e. Pengabdian yang bermakna perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat,
ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat,
atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.

6. Adaptif
Adaptif merupakan salah satu karakter penting yang dibutuhkan oleh
individu maupun organisasi untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Terdapat alasan mengapa nilai-nilai adaptif perlu diaktualisasikan dalam
pelaksanaan tugas- tugas jabatan di sektor publik, seperti di antaranya perubahan
lingkungan strategis, kompetisi yang terjadi antar instansi pemerintahan,
perubahan iklim, perkembangan teknologi dan lain sebagainya.
Kemampuan beradaptasi juga memerlukan adanya inovasi dan kreativitas
yang ditumbuhkembangkan dalam diri individu maupun organisasi. Di dalamnya

2
dibedakan mengenai bagaimana individu dalam organisasi dapat berpikir kritis
versus berpikir kreatif.
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) harus selalu adaptif atau
mampu menyesuaikan diri terhadap berbagai keadaan. Contonya, di masa
pandemi Covid-19 saat ini, ASN sejatinya tampil di depan dalam hal
pelayanan masyarakat, terutama ASN yang berada pada garda terdepan
pelayanan publik seperti tenaga kesehatan (nakes).
Panduan Perilaku Adaptif:
a) Cepat menyesiakan diri menghadapi perubahan..
b) Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas.
c) Bertindak proaktif.

7. Kolaboratif
Kolaborasi menjadi hal sangat penting di tengah tantang global yang
dihadapi saat ini. Dyer and Singh (1998, dalam Celik et al, 2019) mengungkapkan
bahwa kolaborasi adalah “ value generated from an alliance between two or more
firms aiming to become more competitive by developing shared routines”.
Panduan Perilaku Kolaboratif:
d) Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk
berkontribussi.
e) Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah.
f) Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan
bersama.

Manajemen ASN
Seorang Aparatur Sipil Negara mempunyai peran yang amat penting dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berbagai tantangan yang dihadapi
oleh Aparatur Sipil Negara dalam mencapai tujuan tersebut semakin banyak dan
berat, baik berasal dari luar maupun dalam negeri yang menuntut Aparatur Sipil
Negara untuk meningkatkan profesionalitasnya.
Perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi menjadikan

2
aksesibilitas semakin mudah. Dalam kenyataannya birokrasi pemerintahan masih
menjadi hambatan dalam pembangunan, yang ditandai dengan masih rendahnya
kinerja pelayanan dan masih tingginya angka korupsi di Indonesia. Selain
menghadapi permasalahan internasional, birokrasi pemerintah juga masih
dihadapkan kepada permasalahan dalam negeri seperti pelayanan kepada
masyarakat yang kurang baik, politisasi birokrasi terutama terjadi semenjak era
desentralisasi dan otonomi daerah, karena birokrasi belum profesional untuk
dapat menjalankan tugas dan fungsinya. Mewujudkan birokrasi yang profesional
dalam menghadapi tantangan- tantangan tersebut, pemerintah melalui Undang-
Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara telah bertekad
untuk mengelola aparatur sipil negara menjadi semakin
profesional, agar mampu
menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat.

Whole of Government
Whole of Government adalah bentuk integrasi aksi dari pemerintah
dalam rangka melakukan pelayanan kepada masyarakat, maknanya saat ini
pemerintah sudah memberikan pelayanan dari tiap organisasi sektor publik atau
organisasi pemerintah kepada masyarakat. Whole of Government memberikan
pelayanan kepada masyarakat dari semua sektor publik untuk menjadi satu
kesatuan.
Tujuan diperlukannya satu kesatuan tersebut yaitu dalam rangka
meningkatkan kepuasan pelayanan terhadap masyarakat. Mengintegrasikan setiap
layanan dari sektor publik (layanan lembaga pemerintah) menjadi satu kesatuan
maka diperlukan adanya indikator kepuasaan masyarakat yaitu layanan lebih
mudah, cepat, tepat dan akurat serta mengetahui dan memahami setiap kebutuhan
masyarakat.

3
B. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi
Rancangan aktualisasi yang penulis buat ini berdasarkan nilai-nilai dasar BerAKHLAK (Berorientasi pelayanan, Akuntabel,
Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dan berdarkan nilai-nilai Pelayanan Publik, Manajemen ASN dan Whole of
Goverment dengan memperhatikan visi dan misi Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin.
Profesi : Dokter Ahli Pertama
Unit Kerja : IGD Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin
Isu aktual : Kurangnya kesadaran pasien dan pengunjung mengenai penggunaan masker
sebagai pencegahan penularan penyatkit corona virus 2019 di instalasi gawat darurat RSUD
Ulin Banjarmasin
Gagasan pemecahan Isu : 1. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait isu aktual dan gagasan
pemecahan isu
2. Melakukan konsultasi dengan kepala instalasi dan kepala ruangan mengenai izin
pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi
3. Membuat rancangan pamflet dan mengkonsulkan hasil rancangan ke kepala
instalasi dan kepala ruangan
4. Mencetak dan meletakkan pamflet
5. Membuat rancangan stiker dinding dan mengkonsulkan hasil rancangan ke kepala
instalasi dan kepala ruangan
6. Mencetak dan menempel stiker dinding
7. Melaksanakan sosialisasi kepada rekan kerja di IGD RSUD Ulin
Banjarmasin mengenai pamflet dan stiker dinding
8. Melaksanakan sosialisasi kepada pasien dan pengunjung IGD RSUD Ulin
Banjarmasin mengenai pemakaian masker
Tabel 3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Keterkaitan dengan
N Tahapan Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-Nilai
Kegiatan Nilai BerAKHLAK
o Kegiatan Kegiatan Visi Misi Organisasi Organisasi
dan SMART ASN
1 2 3 4 5 6 7
1 Melakukan 1. Melakuk 1. Lembar Berorientasi Melakukan konsultasi Dalam melakukan
konsultasi an konsultasi persetujuan pelayanan Dalam dengan mentor terkait isu Melakukan konsultasi
dengan mentor dengan mentor ditandatangani melakukan aktual dan gagasan dengan mentor terkait
terkait isu aktual terkait isu mentor konsultasi, saya akan pemecahan isu merupakan isu aktual dan gagasan
melaksanakan
dan gagasan aktual dan upaya terwujudnya visi pemecahan saya akan
konsultasi diluar shift RSUD Ulin Banjarmasin
pemecahan isu gagasan menetapkan isu aktual
jaga yaitu Terwujudnya
pemecahan isu dan menemukan
2. Mencatat pelayanan Rumah Sakit pemecahan masalah
Akuntabel yang profesional dan
saran dan Dalam melaksanakan dari isu tersebut
masukan dari mampu bersaing di
konsultasi, saya akan masyarakat ekonomi
mentor menyampaikan fakta- ASEAN
fakta mengenai isu yang Serta mendukung
terjadi di lingkungan kerja misi RSUD Ulin
sesuai kondisi yang terjadi Banjarmasin, yaitu
Mengelola dan
Kompeten mengembangkan
Dalam melakukan Sumber Daya Manusia
konsultasi, saya akan sesuai dengan
menyiapkan dan kebutuhan pelayanan
mempelajari bahan dan kemampuan Rumah
diskusi terlebih dahulu Sakit
Harmoni

3
Dalam melakukan
konsultasi, saya dan
mentor akan menggunakan
bahasa Indonesia yang
baik dan benar

Loyal
Dalam melaksanakan
konsultasi, saya akan
menjaga nama baik
instansi tempat saya
bekerja

Adaptif
Dalam melaksanakan
konsultasi, saya mencoba
memahami arahan mentor
dengan tepat dan
menanyakan apabila masih
ada hal dari arahan mentor
yang belum saya pahami

Kolaboratif
Dalam melakukan
konsultasi saya akan
menerima arahan dari
mentor sebaik mungkin
untuk mendapatkan hasil
maksimal

3
2 Melakukan 1. Melakuka 1. Lembar Berorientasi Melakukan konsultasi Dalam melakukan
n konsultasi persetujuan pelayanan Dalam dengan kepala instalasi dan konsultasi dengan
konsultasi
dengan kepala ditandatangani melakukan kepala ruangan mengenai kepala instalasi dan
dengan kepala instalasi dan kepala instalasi konsultasi, saya akan izin pelaksanaan kegiatan kepala ruangan
kepala ruangan dan kepala membuat janji temu agar aktualisasi dan habituasi mengenai izin
instalasi dan
2. Mencatat ruangan tidak mengganggu merupakan upaya pelaksanaan kegiatan
kepala ruangan jika ada saran 2. Dokumentasi pelayanan di IGD RSUD terwujudnya visi RSUD aktualisasi dan habituasi
dan masukan konsultasi Ulin Banjarmasin Ulin Banjarmasin yaitu saya akan meminta izin
mengenai izin
dari kepala Terwujudnya pelayanan dengan sopan santun
pelaksanaan instalasi dan Akuntabel Rumah Sakit yang
kepala ruangan Dalam melaksanakan profesional dan mampu
kegiatan
konsultasi, saya akan bersaing di masyarakat
aktualisasi dan melakukan konsultasi ekonomi ASEAN
tepat waktu sesuai Serta mendukung
habituasi
dengan janji temu yang misi RSUD Ulin
telah dibuat Banjarmasin, yaitu
Mengelola dan
Kompeten mengembangkan
Dalam melakukan Sumber Daya Manusia
konsultasi, saya akan sesuai dengan
menyiapkan bahan kebutuhan pelayanan
diskusi dengan lengkap dan kemampuan Rumah
dan mencacat semua hasil Sakit
diskusi

Harmoni
Dalam melakukan
koordinasi, saya akan
menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan
benar

Loyal

3
Dalam melakukan
kegiatan aktualisasi saya
akan meminta izin kepada
kepala instalasi dan
kepala ruangan
dan akan melaksanakan
dan menyelesaikan
kegiatan dengan baik

Adaptif
Dalam pelaksanaan
kegiatan aktualisasi saya
akan menyesuaikan
kegiatan dengan kondisi
lingkungan kerja saya

Kolaboratif
Dalam melakukan
konsultasi saya
menerima arahan dari
kepala instalasi dan
kepala ruangan sebaik
mungkin untuk
mendapatkan hasil
maksimal

3
3 Membuat 1. Mencari 1. Daftar Berorientasi Membuat rancangan Membuat rancangan
rancangan referensi referensi pelayanan pamflet dan pamflet dan
pamflet dan informasi yang 2. File pamflet Dalam proses mengkonsulkan hasil mengkonsulkan hasil
mengkonsulkan akan 3. Foto mengumpulkan rancangan ke kepala rancangan ke kepala
hasil rancangan dimasukkan kegiatan referensi, saya akan instalasi dan kepala instalasi dan kepala
ke kepala kedalam lakukan diluar jam kerja ruangan merupakan upaya ruangan saya akan
instalasi dan pamflet agar tidak mengganggu terwujudnya visi RSUD melaksanakan dengan
kepala ruangan 2. Membuat pelayanan Ulin Banjarmasin yaitu tekun dan bersungguh-
rancangan Terwujudnya sungguh
bentuk dan Akuntabel pelayanan Rumah Sakit
ukuran pamflet Dalam proses yang profesional dan
3. mengkon mengumpulkan mampu bersaing di
sulkan hasil referensi saya akan masyarakat ekonomi
rancangan ke menggunakan sarana ASEAN
kepala instalasi (laptop dan printer) serta sejalan dengan misi
dan kepala pribadi RSUD Ulin, yaitu
ruangan, dan Menyiapkan sumber
mentor daya manusia, sarana
Kompeten dan prasarana dan
Dalam proses peralatannya untuk
mengumpulkan mampu bersaing dalam
referensi, saya akan era pasar bebas ASEAN
berusaha melakukan
dengan kualitas terbaik

Harmoni
Dalam proses
mengumpulkan
referensi, saya akan
berusaha memilah-milah
informasi agar mudah
dipahami tanpa
memandang latar

3
belakang maupun status
sosial

Adaptif
Dalam proses
mengumpulkan referensi,
saya akan memanfaatkan
aplikasi/ teknologi yang
sesuai

Kolaboratif
Dalam proses
mengumpulkan referensi,
saya akan
berkonsultasi dengan
kepala instalasi, kepala
ruangan dan mentor
untuk mendapatkan hasil
yang terbaik
4 Mencetak dan 1. Mencetak Foto kegiatan Berorientasi Mencetak dan meletakkan Dalam mencetak dan
meletakkan pamflet pelayanan pamflet merupakan upaya meletakkan pamflet
pamflet sesuai Dalam proses terwujudnya visi RSUD Ulin saya akan
dengan mencetak pamflet, saya Banjarmasin yaitu menggunakan waktu
rancangan akan lakukan diluar shift Terwujudnya pelayanan se-efisien mungkin
yang telah kerja agar tidak Rumah Sakit yang
dibuat mengganggu jam profesional dan mampu
2. Meletakk pelayanan bersaing di masyarakat
an pamflet ekonomi ASEAN
di tempat Akuntabel serta sejalan dengan misi
yang telah Dalam proses mencetak RSUD Ulin, yaitu
di setujui pamflet, saya akan Menyiapkan sumber
menggunakan daya manusia, sarana
sarana pribadi dan prasarana dan

3
peralatannya untuk
Kompeten mampu bersaing dalam
Dalam proses mencetak era pasar bebas ASEAN
pamflet, saya akan
berusaha melakukan
dengan kualitas terbaik

Adaptif
Dalam proses mencetak
pamflet, saya akan
memanfaatkan aplikasi/
teknologi yang sesuai

Kolaboratif
Dalam proses
menentukan tempat
pamflet, saya akan
berkonsultasi dengan
kepala instalasi dan
kepala ruangan, serta
berkolaborasi dengan
rekan kerja

5 Membuat 1. Membuat File stiker dinding Berorientasi Membuat rancangan stiker Dalam membuat
rancangan stiker rancangan Foto kegiatan pelayanan dinding dan rancangan stiker
dinding dan bentuk dan Dalam proses membuat mengkonsulkan hasil dinding dan
mengkonsulkan ukuran rancangan stiker dinding, rancangan ke kepala mengkonsulkan hasil
hasil rancangan ke leaflet saya akan lakukan diluar instalasi dan kepala rancangan ke kepala
kepala instalasi 2. mengkon jam kerja agar tidak ruangan merupakan upaya instalasi dan kepala
dan kepala sulkan hasil mengganggu jam terwujudnya visi RSUD ruangan saya akan
ruangan rancangan pelayanan Ulin Banjarmasin melaksanakan dengan

3
ke kepala yaitu Terwujudnya tekun dan bersungguh-
instalasi, Akuntabel pelayanan Rumah Sakit sungguh
kepala Dalam proses membuat yang profesional dan
ruangan rancangan stiker dinding, mampu bersaing di
dan saya akan menggunakan masyarakat ekonomi
mentor sarana pribadi ASEAN
serta sejalan dengan misi
Kompeten RSUD UlinBanjarmasin,
Dalam proses membuat yaitu Menyiapkan
rancangan stiker diniding, sumber daya manusia,
saya akan berusaha sarana dan prasarana
melakukan dengan kualitas dan peralatannya
terbaik untuk mampu bersaing
dalam
Harmoni era pasar bebas ASEAN
Dalam proses membuat
stiker dinding, saya akan
menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan
benar

Adaptif
Dalam proses membuat
rancangan stiker dinding,
saya akan memanfaatkan
aplikasi/ teknologi yang
sesuai

Kolaboratif
Dalam proses membuat
rancangan stiker

3
dinding, saya akan
berkolaborasi dengan
rekan yang dapat
memberikan saran dan
masukan terkait desain
stiker dinding
6 Mencetak dan 1. Mencetak Foto kegiatan Berorientasi Mencetak dan menempel Dalam mencetak dan
menempel stiker stiker pelayanan stiker dinding merupakan menempel stiker dinding
dinding dinding Dalam proses upaya terwujudnya visi saya akan menggunakan
sesuai mencetak stiker saya akan RSUD Ulin Banjarmasin waktu
dengan lakukan diluar jam kerja yaitu Terwujudnya se-efisien mungkin
rancangan agar tidak mengganggu pelayanan Rumah Sakit
yang telah jam pelayanan dan yang profesional dan
dibuat menempel stiker dinding mampu bersaing di
2. Menemp disaat tidak terlalu banyak masyarakat ekonomi
el stiker pasien ASEAN
dinding di serta sejalan dengan misi
tempat yang Akuntabel RSUD UlinBanjarmasin,
telah di Dalam proses mencetak yaitu Menyiapkan
setujui stiker dinding, saya akan sumber daya manusia,
menggunakan sarana sarana dan prasarana
pribadi dan peralatannya
untuk mampu bersaing
Kompeten dalam
Dalam proses mencetak era pasar bebas ASEAN
stiker dinding, saya akan
berusaha melakukan
dengan kualitas terbaik

Adaptif

3
Dalam proses mencetak
stiker dinding, saya akan
memanfaatkan teknologi
yang sesuai

Kolaboratif Dalam
proses menempel
stiker dinding, saya
akan
berkolaborasi dengan
rekan yang dapat
membantu proses
penempelan stiker
dinding

7 Melaksanakan - Menyiap Foto kegiatan Berorientasi Melaksanakan sosialisasi Dalam melaksanakan


sosialisasi kan bahan pelayanan kepada rekan kerja di IGD sosialisasi kepada rekan
kepada rekan sosialisasi Dalam proses RSUD Ulin Banjarmasin kerja di IGD RSUD
kerja di IGD - Dokume sosialisasi saya akan mengenai pamflet dan
lakukan di jam laporan
RSUD Ulin ntasi stiker dinding merupakan Ulin
pagi dan atau di jam
Banjarmasin sosialisasi upaya terwujudnya visi Banjarmasin mengenai
operan agar tidak banyak
mengenai RSUD Ulin Banjarmasin pamflet dan stiker
mengganggu jam
pamflet dan yaitu Terwujudnya dinding saya
pelayanan
stiker dinding pelayanan Rumah Sakit akan berusaha
yang profesional dan mendorong rekan-
Akuntabel
mampu bersaing di
Dalam proses sosialisasi rekan kerja untuk
masyarakat ekonomi
saya akan menyampaikan sama-sama belajar
ASEAN
informasi penting
serta sejalan dengan
mengenai pemakaian
misi RSUD
masker oleh pasien dan
UlinBanjarmasin, yaitu
pengunjung untuk

4
menecegah penularan Menyiapkan sumber
virus covid 19 di daya manusia, sarana
lingkungan RSUD Ulin dan prasarana dan
Banjarmasin peralatannya untuk
mampu bersaing dalam
Kompeten era pasar bebas ASEAN
Dalam proses sosialisas
saya akan memberikan
informasi mengenai
penularan virus covid 19

Harmoni
Dalam proses
sosialisasi, saya akan
menggunakan bahasa
yang mudah dipahami

Adaptif
Dalam proses sosialisasi,
saya akan menyesuaikan
dengan kondisi
lingkungan kerja saat itu

Kolaboratif
Dalam proses
sosialisasi saya akan
meminta
bantuan/pendampingan
dari kepala instalasi
terkait penyampaian
materi

4
8 Melaksanakan - Menyiap Foto kegiatan Berorientasi Melaksanakan sosialisasi Dalam melaksanakan
sosialisasi kan bahan pelayanan kepada pasien dan sosialisasi kepada pasien
kepada pasien sosialisasi Dalam proses pengunjung IGD RSUD dan
dan pengunjung - Membag sosialisasi saya akan Ulin pengunjung IGD
IGD RSUD i pamfflet lakukan di jam jaga, agar Banjarmasin mengenai RSUD Ulin
dapat memberikan
Ulin kepada pemakaian masker Banjarmasin mengenai
pelayanan medis yang
Banjarmasin keluarga dan maksimal
merupakan upaya pemakaian masker saya
mengenai pasien terwujudnya visi RSUD akan
pemakaian - Menunju Akuntabel Ulin Banjarmasin yaitu berusaha membagikan
masker kkan stiker Dalam proses sosialisasi Terwujudnya pelayanan informasi yang
Rumah Sakit yang
dinding untuk saya akan bermanfaat
menyampaikan profesional dan mampu
mengingatka n
informasi penting bersaing di masyarakat
selalu ekonomi ASEAN
memakai mengenai pemakain
masker untuk serta sejalan dengan misi
masker RSUD UlinBanjarmasin,
menecegah penularan
virus covid 19 yaitu Menyiapkan
sumber daya manusia,
Kompeten sarana dan prasarana
Dalam proses sosialisas dan peralatannya
saya akan memberikan untuk mampu bersaing
informasi mengenai dalam
era pasar bebas ASEAN
penularan virus covid 19

Harmoni
Dalam proses
sosialisasi, saya akan
menggunakan bahasa
yang mudah dipahami

Adaptif

4
Dalam proses sosialisasi,
saya akan lakukan sesuai
dengan kondisi
lingkungan kerja saya

Kolaboratif
Dalam proses
sosialisasi kepada
pasien dan pengunjung
saya akan meminta
bantuan kepada semua
rekan kerja di IGD RSUD
Ulin Banjarmasin pada
jam kerja masing-masing

4
Tabel 3. 2 Rencana Penjadwalan Kegiatan Aktualisasi

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Waktu Tempat


(1) (2) (3) (4) (5)
1. Melakukan konsultasi dengan 1. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait 14 Maret RSUD
mentor terkait isu aktual dan isu aktual dan gagasan pemecahan isu 2022 Ulin
gagasan pemecahan isu 2. Mencatat saran dan masukan dari mentor Banjar
masin

2. Melakukan konsultasi dengan kepala 1. Melakukan konsultasi dengan kepala instalasi dan 16-19 Maret RSUD
instalasi dan kepala ruangan mengenai kepala ruangan 2022 Ulin
izin pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan 2. Mencatat jika ada saran dan masukan dari Banjar
habituasi kepala instalasi dan kepala ruangan masin

3. Membuat rancangan pamflet dan 1. Mencari referensi informasi yang akan 21-26 Maret RSUD
mengkonsulkan hasil rancangan ke dimasukkan kedalam pamflet 2022 Ulin
kepala instalasi dan kepala ruangan 2. Membuat rancangan bentuk dan ukuran Banjar
pamflet masin
3. mengkonsulkan hasil rancangan ke kepala
instalasi dan kepala ruangan, dan mentor

4
4. Mencetak dan meletakkan pamflet 1. Mencetak pamflet sesuai dengan rancangan yang 28-29 Maret RSUD
telah dibuat 2022 Ulin
2. Meletakkan pamflet di tempat yang telah di Banjar
setujui masin

5. Membuat rancangan stiker dinding dan 1. Membuat rancangan bentuk dan ukuran leaflet 30 Maret – RSUD
mengkonsulkan hasil rancangan ke 2. mengkonsulkan hasil rancangan ke kepala 2 April 2022 Ulin
kepala instalasi dan kepala ruangan instalasi, kepala ruangan dan mentor Banjar
masin

6. Mencetak dan menempel stiker 1. Mencetak stiker dinding sesuai dengan 4 April – 6 RSUD
dinding rancangan yang telah dibuat April 2022 Ulin
2. Menempel stiker dinding di tempat yang telah d Banjar
setujui masin

4
7. Melaksanakan sosialisasi kepada 1. Menyiapkan bahan sosialisasi 7– 9 April RSUD
rekan kerja di IGD RSUD Ulin 2. Dokumentasi sosialisasi 2022 Ulin
Banjarmasin mengenai pamflet dan Banjar
stiker dinding masin

8. Melaksanakan sosialisasi kepada 1. Menyiapkan bahan sosialisasi 8– 14 April RSUD Ulin


pasien dan pengunjung IGD RSUD 2. Membagi pamfflet kepada keluarga dan 2022 Banjarmasin
Ulin Banjarmasin mengenai pasien
pemakaian masker 3. Menunjukkan stiker dinding untuk
mengingatkan selalu memakai masker

4
Tabel 3. 3 Matriks Penjadwalan Kegiatan Aktualisasi

Maret April

S S R K J S M S S R K J S M S S R K J S M S S R K J S M S S R K J S M s

N Kegiatan
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

O
Persiapan
a Konsultasi
1
dengan Coach
b Konsultasi
dengan Mentor
Pelaksanaan
Melakukan konsultasi
dengan mentor terkait isu
aktual dan gagasan
a pemecahan isu

Melakukan konsultasi
dengan kepala instalasi
b dan kepala ruangan
mengenai izin
pelaksanaan kegiatan
aktualisasi dan habituasi

Membuat rancangan -
c pamflet dan
mengkonsulkan hasil

4
rancangan ke kepala
instalasi dan kepala
ruangan
Mencetak dan
d meletakkan pamflet
2
e Membuat rancangan
stiker dinding dan
mengkonsulkan hasil
rancangan ke kepala
instalasi dan kepala
ruangan

f Mencetak dan
menempel stiker
dinding

g Melaksanakan sosialisasi
kepada rekan kerja di IGD
RSUD Ulin Banjarmasin
mengenai pamflet dan
stiker dinding

h Melaksanakan sosialisasi
kepada pasien dan
pengunjung IGD RSUD
Ulin
Banjarmasin mengenai
pemakaian masker
Evaluasi
a Seminar
3
Rancangan

4
4
Aktualisasi
b Evaluasi
Aktualisasi

5
DAFTRA PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2021. SMART ASN: Modul Adaptif Pelatihan


Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2021. SMART ASN: Modul Akuntabel


Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2021. SMART ASN: Modul Berorientasi


Pelayana Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2021. SMART ASN: Modul Harmonis


Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2021. SMART ASN: Modul Kolaboratif


Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2021. SMART ASN: Modul Kompeten


Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2021. SMART ASN: Modul Loyal Pelatihan


Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2021. SMART ASN: Modul Manajemen ASN
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2021. SMART ASN: Modul SMART ASN


Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.

Undang-undang Republik Indonesia No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipir


Negara tahun 2014

Kementerian Kesehatan RI. 2020. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian


Coronavirus Disease (COVID-19). Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.
World Health Organization. 2020. Anjuran Mengenai Penggunaan Masker
Dalam Konteks COVID-19. Geneva : WHO

40