Anda di halaman 1dari 15

MODUL 1

PENGERTIAN, KONSEP DAN PERKEMBANGAN


TEKNOLOGI BENIH

A. Pendahuluan

Teknologi benih merupakan cabang ilmu pertanian yang membahas tentang


kegiatan - kegiatan untuk memperbaiki sifat genetik dan fisiologi benih tanaman.
Teknologi benih menjadi penting untuk dipelajari, mengingat keberadaan benih yang
bermutu dalam suatu usaha pertanian menjadi mutlak diperlukan karena benih sangat
mempengaruhi produktivitas tanaman. Usaha agronomi yang dilengkapi dengan sarana
produksi yang cukup demi mencapai nilai tambah yang tinggi akan mubazir jika benih
yang digunakan memiliki produktivitas yang rendah.
Teknologi benih merupakan jembatan yang menghubungkan antara pemulia
tanaman dengan petani. Jembatan ini akan berfungsi dengan baik jika didukung oleh
berbagai instansi yang menyalurkan varietas-varietas baru. Hal ini amat penting agar
benih digunakan oleh petani konsumen memiliki kualitas yang sama seperti pada waktu
varietas tersebut diciptakan oleh pemulia. Jumlah benih yang dihasilkan oleh pemulia ini
jumlahnya sangat sedikit dan tidak mungkin akan dapat memenuhi kebutuhan seluruh
petani, sehingga benih tersebut harus diperbanyak lebih dahulu oleh penangkar benih.
Selama proses perbanyakan ini varietas tersebut besar kemungkinan mengalami
perubahan sifat genetis yang disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya
selama proses produksi dan prosesing sebelum akhirnya digunakan oleh petani
konsumen. Perubahan sifat genetis ini tentu akan sangat merugikan petani.
Untuk menghindari perubahan varietas benih tersebut, maka proses produksi dan
pengolahan benih harus diatur. Prosedur yang dapat dipakai untuk menghindari
perubahan varietas yang sangat merugikan petani salah satunya adalah melalui jembatan
teknologi benih.
Deskripsi singkat materi yang akan dibahas pada Modul 1 yaitu : Pengertian Biji
dan Benih; Konsep dan Ruang Lingkup Teknologi Benih; Perkembangan Teknologi

Teknologi Benih Modul 1. 1


Benih dan Kebijakan Pemerintah Luar Negeri; dan Perkembangan Teknologi Benih
dan Kebijakan - kebijakan Indonesia.
Kompetensi Khusus Modul 1 adalah : setelah mengikuti perkuliahan dan
menyelesaikan tugas - tugas untuk pokok bahasan ini, mahasiswa akan mampu :
• Mendefinisikan dan menjelaskan tentang benih.
• Mendefinisikan dan menjelaskan konsep teknologi benih.
• Menggambarkan dan menyimpulkan perkembangan teknologi benih di Indonesia.

Teknologi Benih Modul 1. 2


B. Penyajian

1. Pengertian Biji dan Benih


Biji merupakan alat untuk mempertahankan kelanjutan hidup jenis ( spesies )
suatu tumbuhan yaitu dengan cara mempertahankan atau memperpanjang kehidupan
embryonik axis. Kehidupan embryonik axis dalam biji ini kemudian berubah menjadi
kehidupan bentuk baru sampai bertahun - tahun sesudah tanaman induknya mati.
Biji merupakan suatu unit organisasi yang teratur rapi, mempunyai persediaan
bahan makanan yang cukup untuk melindungi serta memperpanjang kehidupannya. Biji
dihasilkan oleh tumbuhan yang ternasuk dalam kelas angiospermae dan gymnospermae.
Pada tumbuhan angiospermae, terdapat organ ovari yang merupakan bagian bunga yang
berisikan ovule dengan telur atau sel seksual betina. Dalam perkembangannya, ovari
kemudian berkembang menjadi buah,sedangkan ovule menjadi biji.
Kelompok tumbuhan gymnospermae tidak mempunyai ovari, bunga dan buah,
tetapi mempunyai biji. Kelompok tumbuhan ini termasuk tumbuhan biji telanjang, karena
buah dari tumbuhan ini tidak mempunyai struktur tertentu seperti pada angiospermae.
Sebagai ganti ovari, pada gymnospermae terdapat "cone" yaitu suatu organ generatif,
pembawa massa berpasang - pasangan pada permukaan "cone scales". Ovule dibentuk
dalam "male cones". Dengan pertolongan angin, tepung sari yang telah matang di bawa
ke ovule akan berkembang menjadi satu biji telanjang. Contoh tumbuhan gymnospermae
adalah pinus (Pinus sp),cypress (Cupressus sp), dan rewood (Sequoia semparivens).
Berbeda dengan istilah biji yang mempunyai pengertian yang lebih bersifat
bilogis, pengertian benih lebih bersifat agronomis. Dalam hal ini benih dimaksudkan
sebagai fase generatif dari siklus kehidupan tanaman yang dipergunakan untuk
memperbanyak diri secara generatif. Secara struktural, benih sama dengan biji. Dalam hal
ini benih dibatasi hanya berupa biji tumbuhan yang terstruktur dalam anatomi sebagai
bakal biji yang dibuahi. Namun secara fungsional, benih tidak sama dengan biji .Benih
adalah untuk tujuan budidaya sedangkan biji pada umumnya untuk konsumsi. Sebagai
contoh, bila kita melemparkan biji jeruk ke tempat sampah dan tumbuh menjadi
tumbuhan baru,maka biji jeruk tersebut bukanlah benih. tetapi jika biji jeruk itu kita

Teknologi Benih Modul 1. 3


tanam dan pelihara hingga menghasilkan tanaman jeruk, maka biji tersebut dikategorikan
sebagai benih.
Tidak semua jenis tanaman dapat dengan mudah diperbanyak secara generatif.
Selain itu adapula yang atas dasar pertimbangan komersial, tanaman tersebut lebih mudah
dan murah jika di kembangkan secara vegetatif seperti pada tanaman apel, jambu,
kentang, ubi jalar, mawar, dan lain - lain. Walaupun demikian, untuk pemuliaan tanaman
seperti mendapatkan varietas baru yang lebih unggul melalui proses persilangan, dan
untuk pelestarian plasma nuftah, perbanyakkan secara generatif memegang peranan
penting.
Berdasarkan Undang - Undang Republik Indonesia No.12 Tahun 1992 tentang
Sistem Budidaya Pertanian Bab I pasal 1 ayat a, disebutkan benih tanaman selanjutnya di
sebut benih, adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan
atau mengembangbiakan tanaman. Dari definisi ini jelas bahwa benih dapat diperoleh
dari perkembangbiakan secara generatif maupun secara vegetatif. Namun benih yang
akan diuraikan pada pembahasan materi ini terbatas pada benih yang berasal dari
perkembangbiakan secara generatif.
Selain istialh benih dan biji, kita juga mengenal istilah bibit. Bibit adalah benih
yang tumbuh dan siap untuk di pindah tanam. Berdasarkan UU No.12 Tahun 1992, istilah
bibit ini dapat dikategorikan sebagai benih.

2. Konsep dan Ruang Lingkup Teknologi Benih


Dalam konteks agronomi, benih bukan merupakan obyek pasca panen, tetapi
merupakan komoditi pra tanam yang proses produksinya harus dipersiapkan sejak benih
sumber ( yang jelas identitas genetiknya ) ditanam sampai menghasilkan benih yang
bermutu sesuai dengan kaidah Analisis Benih di tangan konsumen benih. Target
pengadaan benih adalah bahwa benih yang dihasilkan harus memiliki mutu tinggi dalam
kualifikasi genetis, fisiologis, dan fisik. Benih merupakan simbol dari suatu permulaan,
sebagai wadah dari calon tanaman yang merupakan inti generasi baru. Peranan benih
yang paling penting adalah dalam menjamin kelangsungan hidup jenisnya.
Benih dalam konsep agronomi harus di upayakan memiliki vigor, baik berupa
kekuatan tumbuh di lapangan, maupun daya simpan dalam ruang simpan dan wadah

Teknologi Benih Modul 1. 4


yang sub kondisional sekalipun. Dalam kondisi optimum, benih harus memiliki produksi
di atas normal atau maksimal.
Benih merupakan wahana teknologi maju karena dilahirkan oleh teknologi yang
maju baik dalam pemuliaannya maupun dalam perbanyakan dan upaya mempertahankan
vigor serta menjaga kemurnian sifat yang unggul. Benih yang dihasilkan harus baik dan
benar. Artinya benih harus bersih dan sehat, serta benar informasinya yang secara terbuka
dinyatakan dalam label kemasannya.
Dalam konteks teknologi benih, batasan pengertian benih cukup panjang. Benih
terstruktur sebagai bakal biji yang dibuahi. Secara fungsional benih merupakan biji yang
diperuntukkan bagi tujuan penanaman , yang dalam konteks agronomi menjadi sarana
produksi untuk mampu mencapai produksi maksimum. Dalam konteks teknologi, benih
mampu melestarikan identitas genetik dengan mencapai derajat kemurnian genetik
setinggi - tingginya.
Secara menyeluruh, teknologi benih meliputi kegiatan produksi di lapangan,
pengolahannya di unit pengolahan, penanganan sesudah di olah, penyimpanan,
transportasi, konservasi sebelum masuk gudang dan sebelum di tanam dan segala
kegiatan dalam penerapan analisis benih untuk pengawasan mutu benih, serta kegiatan
penelitian dan pengembangan sekitar masalah benih dalam berbagai seginya.

3. Teknologi Benih Sebagai Jembatan


Jembatan teknologi benih yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
1. Jembatan teknologi benih mempunyai dua tiang penyangga, yaitu :
• Pengujian varietas dan pendaftaran varietas , artinya pada waktu kita memproduksi
benih suatu varietas, maka sebelum benih tersebut diproduksi maka benih tersebut
harus mengalami pengujian lebih dahulu untuk mengetahui kualitas benih dan
varietas yang diproduksi merupakan varietas yang terdaftar (di Belanda setiap tahun
terbit katalog yang memuat nama-nama varietas unggul yang dapat
direkomendasikan untuk usaha tani).
• Program sertifikasi dan pengujian benih. Benih yang dipasarkan harus memiliki
sertifikat yang merupakan bukti kepastian hukum, jaminan kualitas dan sekaligus
merupakan sumber informasi bagi petani konsumen tentang benih yang akan

Teknologi Benih Modul 1. 5


digunakannya. Suatu tindakan yang kurang bertanggung jawab dan beresiko tinggi
jika usaha tani dilakukan dengan menggunakan benih yang tidak bersertifikat.

SEED TECHNOLOGY
A BRIDGE (WITH OFFICIALSUPPORTS)
Movement Of New Varieties

Gambar 1.1. “Jembatan” Teknologi Benih (beserta daya dukungnya)


[pergerakan/‘aktivitas’ menghasilkan varietas baru]

2. Lantai jembatan teknologi benih terdiri dari beberapa komponen, yaitu :


• Pemeliharaan varietas (Variety Maintenance)
Salah satu langkah yang penting dalam proses produksi benih adalah
pemeliharaan varietas. Pemeliharaan varietas adalah usaha agar varietas yang
diproduksi memiliki sifat yang sama seperti pada waktu varietas ini diciptakan
oleh pemulia tanaman. Banyak faktor dapat menyebabkan terjadinya perubahan
sifat genetis pada waktu proses produksi benih. Perubahan sifat genetis ini akan
berpengaruh pada kepekaan benih terhadap hama, penyakit, faktor ekologis dan
respon terhadap pemupukan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas
dan hasil panen.

Teknologi Benih Modul 1. 6


• Produksi benih (Seed Crop Production)
Produksi benih pada prinsipnya sama dengan produksi biji. Perbedaannya pada
waktu memproduksi benih harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan
oleh BPSB agar benih yang dihasilkan memenuhi persyaratan yang sesuai dengan
kelas benih.
• Pengolahan/Penanganan benih (Seed Processing)
Proses pengolahan benih berbeda dengan proses pengolahan biji. Pada proses
pengolahan benih yang harus diperhatikan adalah bahwa setelah proses ini
berlangsung benih harus tetap hidup dan harus memenuhi persyaratan yang
ditentukan oleh BPSB, antara lain pada batas maksimum kadar air, persentase
viabilitas, kemurnian benih dan kesehatan benih. Hal lain yang perlu
mendapatkan perhatian adalah bahan pengemas dan besarnya kemasan yang harus
disesuaikan dengan luas penguasaan lahan petani.
• Penyimpanan benih (Seed Storage)
Benih yang diproduksi dan diproses seringkali tidak langsung dipakai/ditanam,
tetapi disimpan dahulu untuk digunakan pada musim tanam berikutnya, ada pula
benih yang perlu disimpan dalam waktu tertentu terlebih dahulu sebelum ditanam
(benih yang mengalami after ripening) ataupun kelebihan benih yang tidak dapat
langsung dipasarkan. Untuk menghambat laju deteriorasi benih harus disimpan
dalam waktu tertentu agar benih tidak rusak ataupun penurunan mutu. Selama
penyimpanan benih terus mengalami proses fisiologis, sehingga harus diusahakan
agar proses ini berjalan seminimal mungkin.
• Distribusi dan pemasaran (Seed Distribution and Marketing)
Distribusi dan pemasaran benih dari produsen benih ke petani konsumen harus
diatur sedemikian rupa agar benih dapat sampai ke tangan petani tepat waktu dan
dalam kondisi yang tidak berbeda dengan kondisi benih pada saat benih tersebut
selesai diproses.

4. Perkembangan Teknologi Benih dan Kebijakan Pemerintah Luar Negeri


Teknologi benih merupakan salah satu bidang yang masih muda dalam agronomi.
Di Amerika Serikat, teknologi benih baru berkembang sesudah perang dunia II.

Teknologi Benih Modul 1. 7


Perkembangan bidang teknologi benih diawali oleh bidang di Saxony ( Jerman ) tahun
1869. Stasiun lainnya terdapat di Kopenhagen dan Zurich.
Di dorong oleh makin pesatnya perdagangan benih antar negara dan adanya
ketidakseragaman standard pengujian benih, maka pada tahun 1921 pada pertemuan antar
laboratorium pengujian benih didirikanlah suatu organisasi "The European Seed Testing
Association", dan pada pertemuan keempat tahun 1924 di Cambridge ( ISTA ) yang
mempunyai semboyan "Keseragaman dalam pengujian". Hal yang mendorong berdirinya
ISTA adalah :
(1). Adanya keharusan moral untuk menyajikan benih yang sehat dan bersih ( benih
baik ) dan sesuai catatan sertifikatnya ( benih benar ) kepada petani.
(2). Adanya ketidakseragaman baik dalam metode maupun hasil pengujia benih di
laboratorium.
(3). Semakin meluasnya perdagangan benih antar negara.

5. Perkembangan Teknologi Benih dan Kebijakan - kebijakan Indonesia


Di Indonesia, dengan didirikannya Departemen Pertanian pada tahun 1905, maka
pemerintah berusaha untuk meningkatkan produksi tanaman rakyat yang lebih
diintensifkan. Salah satu langkah yang di tempuh adalah dengan usaha penyebaran benih
unggul khusus padi. Pada taraf ini, usaha yang di lakukan hanya meliputi penyebaran
benih dan produksinya.
Sesudah Indonesia merdeka, usaha penyebaran benih unggul dilaksanakan oleh
Jawatan Pertanian Rakyat Urusan Balai Benih pada tahun 1957. Pada tahun 1960,usaha
ini dilakukan oleh Gabungan Pemancar Bibit sebagai penangkar lanjutan dari Balai
Benih. Benih yang dihasilkan dari Balai benih diperbanyak oleh Gabungan Penangkar
Benih yang terdiri dari petani - petani penggarap. Hasil dari gabungan ini dijual pada
jawatan yang kemudian menjualnya kepada petani yang dibina oleh jawatan.
Tahun 1969, mulailah dirintis proyek benih oleh Direktorat Pengembangan
Produksi Padi Direktorat Jenderal Pertanian Departemen Pertanian yang bertujuan untuk
menjamin benih yang bermutu tinggi secara kontinyu. Tahun 1971 dibentuklah Badan
Benih Nasional yang mempunyai tugas pokok merencanakan dan merumuskan kebijakan
di bidang perbenihan.

Teknologi Benih Modul 1. 8


Kebijakan dasar pemerintah dalam industri benih pada pokoknya merupakan salah
satu dari sekian banyak kebijakan yang diambil dalam rangka peningkatan produksi,
terutama tanaman pangan. Kebijakan dasar pemerintah dalam industri benih adalah :
(1). Mengembangkan dan meningkatkan kemampuan lembaga pembenihan dari
tingkat hulu sampai ke hilir.
(2). Mengalihkan secara bertahap usaha pengadaan dan penyaluran benih komersial
ini dari lembaga pemerintah kepada swasta.
(3). Membimbing, membina dan mengawasi keadaan benih bermutu, dengan
pertimbangan bahwa sertifikasi benih tetap ditangani pemerintah.
(4). Mengusahakan agar pengadaan dan penyaluran benih bermutu dipenuhi oleh
masing - masing daerah.

Kebijakan dasar program industri ini diharapkan dapat : ( 1 ) meletakkan dasar -


dasar pengembangan industri perbenihan. ( 2 ) mengembangkan usaha swasta di bidang
perbenihan, terutama pengolahan dan pemasaran benih, meningkatkan atau mendorong
kesadaran petani untuk menggunakan benih bermutu.
Sasaran kebijakan dasar program industri adalah :
( 1 ) tepat varietas, yakni varietasnya sesuai dengan kondisi tempat yang memerlukan.
( 2 ) tepat jumlah, yakni sesuai dengan kebutuhan.
( 3 ) tepat mutu,yakni bermutu baik.
( 4 ) tepat waktu, yakni tersedia pada saat diperlukan.
( 5 ) tepat lokasi,yakni tersedia di tempat yang memerlukan.
( 6 ) tepat harga, yakni terjangkau oleh petani.

Operasionalisasi kebijakan dasar industri benih dilakukan pemerintah dengan


berbagai kebijakan spesifik di setiap Pelita.
(1). Kebijakan saat pra Pelita, ditandai dengan tidak adanya sistem kualifikasi
mutu benih berdasarkan pengujian mutu, melainkan hanya secara fungsional. Benih
yang dihasilkan oleh Lembaga Penelitian Pertanian (LP3) yang kini disebut Balai
Penelitian Tanaman Pangan (Balitan), dikualifikasikan sebagai benih dasar,
sedangkan yang dihasilkan oleh balai - balai benih di tingkat propinsi
dikualifikasikan sebagai benih pokok.

Teknologi Benih Modul 1. 9


(2). Kebijakan pada Pelita I sampai IV. Secara garis besar tedapat tiga sub sistem
perbenihan yang mulai dibina pada fase awal industri benih, yaitu :
( a ) sub sistem penelitian dan pengembangan (Litbang) ditandai dengan
berdirinya LP3 Cabang Sukamandi dengan tugas utamanya antara lain
adalah memasok benih dasar dan benih pokok bagi Perum Sang Hyang
Seri di Sukamandi.
(b) sub sistem pengadaan benih, Perum Sang Hyang Seri dibantu dengan
Peraturan Pemerintah No.22/1971 untuk menghasilkan benih sebar.
(c) sub sistem pengawasan benih yaitu Dinas Pengawasan dan Sertifikasi
Benih, kini Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) yang
dibentuk melalui SK Menten No.174 / Kpts / Org / 4 / 1971.

Dalam rangka sertifikasi benih di Indonesia, terdapat 4 macam kelas benih


yang urutannya dari tertinggi sampai terendah, yaitu :
Benih penjenis /Breeder Seed (BS),
Benih dasar / Fundation Seed (FS),
Benih pokok / Stock Seed (SS),
Benih sebar/ Extention Seed (ES).

Gambar 1.2. Jenis Sertifikat yang diberikan kepada benih


(benih dasar, benih pokok, benih sebar).

(3). Kebijakan sejak Pelita IV, pembenahan lebih lanjut terhadap sub sistem
Litbang dilaksanakan melalui pembangunan fasilitas penyimpanan dingin di
berbagai Balitan. Pembenahan sub sistem pengadaan benih dilaksanakan melalui

Teknologi Benih Modul 1. 10


penyempurnaan balai benih induk padi dan palawija, pembangunan unit - unit
pengolahan benih, peningkatan organisasi, operasi dan pengolahan Perum Sang
Hyang Seri, PT. Pertani, dan Puskud / KUD.

Pembenahan sub sistem pengawasan benih dilakukan dengan


penyempurnaan balai pengawasan dan sertifikasi benih.

C. Penutup
Latihan Soal :
1. Berikan gambaran beda antara biji dan benih !
2. Gambar bagian-bagian biji/benih !
3. Uraikan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh benih !

Petunjuk Jawaban Latihan Soal


Jika anda merasa kesulitan untuk menjawab soal-soal latihan tersebut, silahkan
cermati kembali teori yang berhubungan dengan pertanyaan di atas.

Rangkuman :
• Biji merupakan alat untuk mempertahankan kelanjutan hidup jenis ( spesies )
suatu tumbuhan yaitu dengan cara mempertahankan atau memperpanjang
kehidupan embryonik axis.
• Benih dimaksudkan sebagai fase generatif dari siklus kehidupan tanaman yang
dipergunakan untuk memperbanyak diri secara generatif.
• Berdasarkan Undang - Undang Republik Indonesia No.12 Tahun 1992 tentang
Sistem Budidaya Pertanian Bab I pasal 1 ayat a, disebutkan benih tanaman
selanjutnya di sebut benih, adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan
untuk memperbanyak dan atau mengembangbiakan tanaman.
• Program sertifikasi dan pengujian benih
• Benih dalam konsep agronomi harus di upayakan memiliki vigor, baik berupa
kekuatan tumbuh di lapangan, maupun daya simpan dalam ruang simpan dan
wadah yang sub kondisional sekalipun. Dalam kondisi optimum, benih harus

Teknologi Benih Modul 1. 11


memiliki produksi di atas normal atau maksimal.
• Jembatan teknologi benih yang perlu diperhatikan adalah :
a. Dua tiang penyangga, yaitu : Pengujian varietas dan pendaftaran varietas ,
Program sertifikasi dan pengujian benih.
b. Lantai jembatan teknologi benih terdiri dari beberapa komponen, yaitu :
~ Pemeliharaan varietas (Variety Maintenance)
~ Produksi benih
~ Pengolahan/Penanganan benih
~ Penyimpanan benih
~ Distribusi dan pemasaran
• Teknologi benih merupakan salah satu bidang yang masih muda dalam
agronomi.
• Di dorong oleh makin pesatnya perdagangan benih antar negara dan adanya
ketidakseragaman standard pengujian benih, maka pada tahun 1921 pada
pertemuan antar laboratorium pengujian benih didirikanlah suatu organisasi
"The European Seed Testing Association" (ISTA), dan pada pertemuan
keempat tahun 1924 di Cambridge mempunyai semboyan "Keseragaman dalam
pengujian".
• Kebijakan dasar pemerintah dalam industri benih adalah : (1). Mengembangkan
dan meningkatkan kemampuan lembaga pembenihan dari tingkat hulu
sampai ke hilir.(2). Mengalihkan secara bertahap usaha pengadaan dan
penyaluran benih komersial ini dari lembaga pemerintah kepada swasta.
(3). Membimbing, membina dan mengawasi keadaan benih bermutu,
dengan pertimbangan bahwa sertifikasi benih tetap ditangani pemerintah.
(4). Mengusahakan agar pengadaan dan penyaluran benih bermutu
dipenuhi oleh masing - masing daerah

Tes Formatif :
Setelah mempelajari secara intensif materi Pengertian, Konsep dan Perkembangan
Teknologi Benih, Pilihlah jawaban yang paling benar dari soal-soal berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan biji ?

Teknologi Benih Modul 1. 12


a. Biji dimaksudkan sebagai fase generatif dari siklus kehidupan tanaman yang
dipergunakan untuk memperbanyak diri secara generatif.
b. Biji merupakan bukan alat untuk mempertahankan kelanjutan hidup jenis ( spesies )
suatu tumbuhan yaitu dengan cara mempertahankan atau memperpanjang
kehidupan embryonik axis
c. Biji merupakan alat untuk mempertahankan kelanjutan hidup jenis ( spesies ) suatu
tumbuhan yaitu dengan cara mempertahankan atau memperpanjang kehidupan
embryonik axis
d. Biji merupakan bagian vegetatif tanaman yang digunakan untuk memperpanjang
kehidupan
2. Jelaskan fungsi benih !
a. Untuk konsumsi,
b. Untuk tujuan budidaya
c. Untuk dimasak
d. Untuk makanan ternak
3. Apa cakupan Benih berdasarkan UU Republik Indonesia No.12 Tahun 1992 tentang
Sistem Budidaya Pertanian Bab I pasal 1 ayat a ?
a. disebutkan benih tanaman selanjutnya di sebut biji, adalah tanaman atau
bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan atau mengembangbiakan
tanaman.
b. disebutkan benih tanaman selanjutnya di sebut benih, adalah tanaman untuk
memperbanyak dan atau mengembangbiakan tanaman.
c. disebutkan benih tanaman selanjutnya di sebut benih, adalah tanaman atau
bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan atau mengembangbiakan
tanaman.
d. disebutkan benih tanaman selanjutnya di sebut benih, adalah tanaman atau
bagiannya generatif yang digunakan untuk memperbanyak dan atau
mengembangbiakan tanaman.
4. Apa maksud dari tidak semua jenis tanaman dapat dengan mudah diperbanyak secara
generatif ? kecuali…………………..
a. tanaman tidak/sedikit menghasilkan biji,

Teknologi Benih Modul 1. 13


b. tanaman penghasil biji, tapi sulit berkecambah (mawar, palem
c. atas dasar pertimbangan tidak komersial,
d. tanaman tersebut lebih mudah dan murah jika di kembangkan secara
vegetatif
5. Sasaran kebijakan dasar program industri benih adalah, kecuali..................
a. tepat varietas, yakni varietasnya sesuai dengan kondisi tempat yang memerlukan.
b. tepat jumlah, yakni tidak sesuai dengan kebutuhan.
c. tepat mutu,yakni bermutu baik.
d. tepat waktu, yakni tersedia pada saat diperlukan.

Umpan Balik
Setelah anda mengerjakan soal latihan, sebaiknya hasilnya dapat anda cocokkan
dengan kunci jawaban. Selanjutnya hitunglah jumlah jawaban yang benar dengan rumus
di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda dalam modul ini. Namun jika
mengalami kesulitan, maka konsultasikan dengan pembimbing.
Rumus :
Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban benar x 100 %
5

Kriteria yang digunakan adalah :


90 % - 100 % artinya sangat baik
80 % - 89 % artinya baik
70 % - 79 % artinya sedang
< 70 % artinya kurang

2.3.3. Tindak Lanjut


Apabila kriteria penguasaan anda di atas 80 %, maka anda dapat melanjutkan ke
modul berikutnya, namun jika penguasaan anda kurang dari 80 %, silahkan anda pelajari
lagi modul 1 ini agar penguasaan anda menjadi lebih baik lagi untuk dapat melanjutkan
ke modul berikutnya.

Teknologi Benih Modul 1. 14


Kunci Jawaban
1. c
2. b
3. c
4. c
5. b

Teknologi Benih Modul 1. 15