Anda di halaman 1dari 147

LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI APOTEKER (PKPA)

PUSKESMAS SISIR
Periode 4 November - 11 November 2020
Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Apoteker di Universitas Muhammadiyah Malang

Disusun Oleh :

Elysa Dwi Putri 201920471011077


Alena Putri Jathy 201920471011080

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2020

i
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lembar Pengesahan

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER


DI PUSKESMAS SISIR
Periode 04 November 2020 – 11 November 2020

Disusun Oleh:

Alena Putri Jathy, S.Farm 201920471011080

Disahkan Oleh:

Pembimbing di Tempat PKPA Dosen Pembimbing PKPA


Puskesmas Sisir Program Studi Apoteker UMM

Apt. Rivany Eiffelendy, S.Farm Apt. Ika Ratna Hidayati, S.Farm., M. Sc.
NIP. 198410052019021002 NIP. 11209070480

Mengetahui

Kepala Program Studi Profesi Apoteker


Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang

Apt. Ika Ratna Hidayati, S.Farm., M. Sc.


NIP. 11209070480

i
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh
Alhamdulillahirabbilalamin, segala Puji bagi Allah SWT Tuhan Semesta
Alam, telah memberi hidayah kepada yang dikehendaki dan mencabut hidayah
kepada yang tidak dikehendaki. Tuhan yang telah memberikan nikmat iman, islam,
kesehatan serta memberikan kemudahan sehingga Penyusun dapat menyelesaikan
kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Puskesmas Sisir, periode 3
November - 10 November 2020 dengan baik dan dapat menyelesaikan laporan ini
sesuai dengan waktu yang telah direncanakan sebagai salah satu syarat dalam
memperoleh gelar Apoteker di Universitas Muhammadiyah Malang.
Dilaksanakannya Praktek Kerja Profesi Apoteker di Puskesmas, diharapkan
mahasiswa dapat mengimplementasikan secara langsung ilmu teoritis yang
diperoleh selama perkuliahan serta memahami cara pengelolaan sediaan farmasi di
Puskesmas tentang aspek manajemen maupun aspek klinis berdasarkan undang-
undang dan kode etik yang berlaku. Dalam PKPA dan laporan ini, tentunya banyak
pihak yang telah memberikan kesempatan, bantuan dan dukungan kepada penyusun.
Oleh karena itu penyusun ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada :
1. Ibu dr. Yuni Astuti selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu yang telah
menerima dan mengizinkan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
untuk melakukan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Puskesmas
Wilayah Kota Batu.
2. Bapak dr. Yongky Orris S.M. selaku Kepala Puskesmas Sisir yang telah
memberikan kesempatan kepada penulis dalam melakukan praktek kerja di
Puskesmas Sisir.
3. Bapak Apt. Rivany Eiffelendy, S.Farm. selaku pembimbing di Puseksmas Sisir
yang dengan penuh kesabaran memberikan ilmu, arahan, dukungan serta
bimbingan kepada penulis selama PKPA berlangsung.

ii
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

4. Ibu Apt. Ibu Ika Ratna Hidayati, M.Sc. selaku Kepala Program Studi Profesi
Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang yang senantiasa memberikan
motivasi, arahan dan nasehat selama PKPA.
5. Ibu Apt. Ibu Ika Ratna Hidayati, M.Sc. Apt. selaku dosen pembimbing
mahasiswa PKPA di Puskesmas Sisir yang telah meluangkan waktu dan tenaga
dalam memberikan bimbingan serta motivasi sehingga dapat menyelesaikan
PKPA ini dengan baik.
6. Dosen Program Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang yang
sudah memberikan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat selama diperkuliahan.
7. Orang tua dan saudara tercinta, atas doa yang selalu dipanjatkan untuk
kesuksesan serta segala bentuk motivasi dan dukungan luar biasa selama
melaksanakan PKPA di Puskesmas.
8. Teman-teman Apoteker UMM Angkatan-6 yang luar biasa, selalu memberikan
support dan kenyamanan. Terima kasih atas kerjasamanya selama ini. Semoga
Allah SWT memberikan jalan yang terbaik untuk kesuksesan kita semua.
9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu atas bantuan dan
dukungan yang diberikan secara langsung maupun tidak langsung dalam
pelaksanaan PKPA di Puskesmas.
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan,
oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk
memperbaiki kekurangan yang ada. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat
dan modal awal penyusun dalam menjalankan tugas sebagai seorang apoteker untuk
melayani masyarakat dengan baik khususnya dibidang kesehatan.
Wassalamu’alaikum, warohmatullahi wabarokaatuh

Malang, 10 November 2020

Penyusun

iii
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

DAFTAR SINGKATAN

DAGUSIBU : Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang


DOEN : Daftar Obat Esensial Nasional
FEFO : First Expired First Out
FIFO : First In First Out
FORNAS : Formularium Nasional
GFK : Gudang Farmasi Kota
JKN : Jaminan Kesehatan Nasional
KIA : Kesehatan Ibu dan Anak
Lansia : Lanjut Usia
LASA : Look Alike Sound Alike
LPLPO : Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat
MESO : Monitoring Efek Samping Obat
MTBS : Manajemen Terpadu Balita Sakit
OOT : Obat-Obat Tertentu
P3K : Pertolongan Pertama pada Kecelakaan
PIO : Pelayanan Informasi Obat
Pustu : Puskesmas Pembantu
SPO : Standar Prosedur Operasional
UGD : Unit Gawat Darurat
UKM : Upaya Kesehatan Masyarakat
UKP : Upaya Kesehatan Perorangan

iv
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ..................................................................................................... i


KATA PENGANTAR ................................................................................................. ii
DAFTAR SINGKATAN ............................................................................................ iv
DAFTAR ISI ................................................................................................................ v
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ viii
DAFTAR TABEL....................................................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................... x
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 1
1.2 Tinjauan Praktik Kerja Profesi............................................................................... 2
1.3 Manfaat Praktik Kerja Profesi Apoteker ................................................................ 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................. 4
2.1 Pengertian Puskesmas ............................................................................................ 4
2.2 Tugas dan Fungsi Puskesmas ................................................................................. 4
2.3 Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas ...................................................... 6
2.3.1 Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai .................... 6
2.3.2 Pelayanan Farmasi Klinik ........................................................................ 11
2.3.3 Pelayanan Informasi Obat ........................................................................ 12
2.3.4 Konseling ................................................................................................. 13
2.3.5 Ronde/Visite Pasien (Khusus Puskesmas Rawat Inap) ............................ 14
2.3.6 Pemantauan dan Pelaporan Efek Samping Obat ...................................... 16
2.3.7 Pemantaun Terapi Obat ............................................................................ 16
2.3.8 Evaluasi Penggunaan Obat ....................................................................... 17
2.4 Sumber Daya Kefarmasian di Puskesmas ............................................................ 18
2.4.1 Sumber Daya Manusia Bidang Apoteker ................................................. 18
2.4.2 Sarana dan Prasarana Yang Diperlukan dalam Penunjang Pelayanan
Kefarmasian ............................................................................................. 20
2.5 Pengendalian Mutu Pelayanan Kefarmasian........................................................ 22

v
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

BAB III KEGIATAN PKPA .................................................................................... 25


3.1 Profil Puskesmas Sisir.......................................................................................... 25
3.1.1 Puskesmas Sisir ........................................................................................ 25
3.1.2 Letak Geografis ........................................................................................ 25
3.1.3 Sarana dan Prasarana ................................................................................ 27
3.1.4 Visi dan Misi Puskesmas Sisir ................................................................. 28
3.1.5 Sistem dan Prosedur Pelayanan di Puskesmas Sisir................................. 29
3.1.6 Struktur Organisasi Puskesmas Sisir ........................................................ 31
3.1.7 Program-Program Puskesmas Sisir .......................................................... 32
3.1.8 Kegiatan Kefarmasian di Puskesmas Sisir ............................................... 32
3.2 Kegiatan yang dilakukan selama PKPA di Puskesmas Sisir ............................... 33
BAB IV TUGAS PKPA ............................................................................................ 43
4.1 Penyuluhan ........................................................................................................... 43
4.1.1 Tujuan Instruksional ................................................................................. 43
4.1.2 Metode dan Media .................................................................................... 43
4.1.3 Kegiatan Penyuluhan................................................................................ 43
4.2 Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai di Puskesmas Sisir
45
4.2.1 Perencanaan dan Permintaan .................................................................... 45
4.2.2 Pengadaan................................................................................................. 45
4.2.3 Penerimaan ................................................................................................. 46
4.2.4 Penyimpanan ............................................................................................ 46
4.2.5 Pendistribusian ......................................................................................... 47
4.2.6 Pemusnahan dan Penarikan ...................................................................... 47
4.3 Ketersediaan Obat-obat di Puskesmas Sisir di bandingkan dengan Formularium
Nasional 2017 dan 2018....................................................................................... 50
BAB V PENUTUP ..................................................................................................... 92
5.1 Kesimpulan .......................................................................................................... 92
5.2 Saran .................................................................................................................... 92
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 93

vi
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

LAMPIRAN ............................................................................................................... 94

vii
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Puskesmas Sisir................................................................................................. 25


Gambar 3.2 Lokasi Puskesmas Sisir ..................................................................................... 26
Gambar 3.3 Alur Pelayanan di Puskesmas Sisir ................................................................... 29
Gambar 3.4 Alur Pelayanan Resep di Puskesmas Sisir ......................................................... 30
Gambar 3.5 Struktur Organisasi Puskesmas Sisir ................................................................. 31

viii
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Kegiatan di Puskesmas ............................................................................................ 33


Tabel 2. Kegiatan Penyuluhan ............................................................................................... 44
Tabel 3. Perbandingan ketersediaan obat FORNAS dengan obat di Puskesmas Sisir ............ 50

ix
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Obat-Obat di Puskesmas Sisir ............................................................... 94


Lampiran 2. Lemari Penyimpanan Prekursor , Obat Obat Tertentu dan Psikotropika .......... 98
Lampiran 3. Rak Penyimpanan Obat pada Ruang Obat ....................................................... 99
Lampiran 4. Lemari Obat pada Ruang Obat ....................................................................... 101
Lampiran 5. Meja Peracikan dan peralatan peracikan ........................................................ 102
Lampiran 6. Penyimpanan Obat Suhu Dingin ................................................................... 103
Lampiran 7. Penyimpanan Alat Kesehatan, Obat, dan Bahan Medis Habis Pakai .............. 104
Lampiran 8. Dokumentasi Penyuluhan ............................................................................... 105
Lampiran 9. Poster Penyuluhan DAGUSIBU .................................................................... 106
Lampiran 10. Perhitungan RKO Puskesmas Sisir .............................................................. 107
Lampiran 11. Laporan Persediaan Puskesmas .................................................................... 117
Lampiran 12. SOP Penyediaan Obat Puskesmas Sisir ........................................................ 126
Lampiran 13. SOP Penyimpanan Obat Puskesmas Sisir..................................................... 128
Lampiran 14. SOP Pemberian Obat Kepada Pasien Dan Pelabelan ................................... 130
Lampiran 15. SOP Pemberian Informasi Obat ................................................................... 132
Lampiran 16. SOP Penanganan Obat Kadaluwarsa / Rusak ............................................... 133
Lampiran 17. SOP Pengendalian Obat ............................................................................... 135

x
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan
nasional. Menurut Undang-undang RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang
disetujui pembangunan kesehatan yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan, dan kemampuan hidup sehat untuk setiap orang yang ingin meningkatkan
derajat kesehatan yang ditetapkan dapat ditingkatkan. Pembangunan kesehatan
merupakan tantangan yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang
bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat untuk
setiap orang agar meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ditetapkan dapat
meningkat.
Sehat merupakan suatu keadaan yang menjelaskan bahwa kondisi jasmani,
rohani dan kehidupan sosial seseorang/kelompok dalam keadaan baik. Kesehatan
menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia, oleh karenanya, upaya dalam
rangka meningkatkan kualitas hidup bermasyarakat, diadakanlah suatu pusat
kesehatan masyarakat yang kemudian disingkat menjadi Puskesmas. Puskesmas
merupakan unit organisasi pelayanan kesehatan yang memiliki misi sebagai pusat
pengembangan pelayanan kesehatan yang lengkap dan terpadu untuk masyarakat
yang tinggal di suatu wilayah kerja tertentu. Puskesmas sebagai salah satu organisasi
fungsional yang menyediakan layanan promotif (peningkatan), preventif (perbaikan),
kuratif (pengobatan), dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan).
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 74 tahun 2016
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, yang disetujui oleh Puskesmas adalah unit
pelaksana dinas kesehatan kabupaten / kota yang bertanggung jawab mengatur
pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Puskesmas merupakan layanan
kesehatan tingkat pertama dan terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan harus
melakukan pelayanan kesehatan wajib dan beberapa pilihan kesehatan yang sesuai
dengan kebutuhan, kebutuhan, dukungan, kemampuan dan inovasi serta kebijakan

1
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

pemerintah daerah. Apoteker sebagai tenaga farmasi dituntut untuk meningkatkan


pengetahuan, keterampilan, dan agar dapat membantu langsung dengan pasien.
Pelayanan kefarmasian melengkapi pengelolaan sumber daya (sumber daya manusia,
sarana dan prasarana, sediaan farmasi, dan perbekalan kesehatan serta administrasi)
dan pelayanan farmasi klinik (penerimaan resep, obat peracikan, penyerahan obat,
informasi obat, dan pencatatan informasi keuangan resep menggunakan
menggunakan tenaga, dana, prasarana, sarana, dan metode tatalaksana yang sesuai
dengan tujuan yang ditetapkan.
Pentingnya tugas dan fungsi seorang Apoteker di Puskesmas serta kecakapan
kemampuan sebagai Apoteker yang profesional dan kompeten di bidangnya, maka
calon apoteker perlu dibekali praktik kerja. Pelatihan ini dilakukan untuk memberikan
peluang bagi apoteker untuk meningkatkan pengetahuan, khususnya Puskesmas, baik
dalam hal pelayanan kesehatan maupun pengelolaan obat.
Oleh karena itu, Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Malang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota
memberikan kesempatan kepada calon Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Malang untuk melakukan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA).
PKPA dilaksanakan di Puskesmas Sisir yang terletak di Jl. Sultan Hasan Halim, Kec.
Batu, Kota Batu, dilaksanakan mulai tanggal 28 Oktober hingga 11 November 2019.
Diharapkan, calon mahasiswa Apoteker memperoleh pengetahuan, keterampilan,
sikap profesionalisme serta wawasan dan pengalaman nyata untuk melakukan praktik
profesi dan pekerjaan kefarmasian di Puskesmas.

1.2 Tinjauan Praktik Kerja Profesi


Adapun tujuan dari Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Puskesmas
yaitu:
a. Meningkatkan pemahaman calon apoteker tentang struktur organisasi, tugas, fungsi
dan wewenang puskesmas.
b. Meningkatkan pemahaman calon apoteker tentang peran dan tanggung
jawabapoteker dalam praktik pelayanan kefarmasian di puskesmas.

2
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

c. Memberikan kesempatan kepada calon apoteker untuk memperoleh pengalaman


praktik mengenai pelayanan kefarmasian di puskesmas.

1.3 Manfaat Praktik Kerja Profesi Apoteker


Adapun Manfaat PKPA bagi mahasiswa adalah:
a. Mengetahui stuktur organisasi, tugas, fungsi dan wewenang puskesmas.
b. Mengetahui dan memahami peran dan tanggung jawab apoteker dalam pelayanan
kefarmasian di puskesmas.
c. Mendapatkan pengalaman praktis mengenai pelayanan kefarmasian di puskesmas.

3
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Puskesmas


Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas adalah unit pelaksana teknis
dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan
pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja (Peraturan Menteri Kesehatan, 2016).
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan
lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi- tingginya di wilayah kerjanya (Depkes, 2016).

2.2 Tugas dan Fungsi Puskesmas


Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk
mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka
mendukung terwujudnya kecamatan sehat. Puskesmas memberikan pelayanan
preventif, promotif, kuratif sampai rehabilitatif baik melalui Upaya Kesehatan
Perorangan (UKP) maupun Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) (Permenkes RI,
2014) Dalam organisasi Puskesmas, yang berperan sebagai penanggungjawab UKP
adalah unit Kefarmasian dan Laboratorium. Puskesmas berperan sebagai
penyelenggara UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya. Dalam menyelenggarakan
fungsi UKP, Puskesmas berwenang untuk:
a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif,
berkesinambungan dan bermutu
b. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan
preventif
c. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat
d. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan keamanan dan
keselamatan pasien, petugas dan pengunjung

4
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

e. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja sama


inter dan antar profesi
f. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses
pelayanan kesehatan
g. Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan Mengkoordinasikan dan
melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah
kerjanya.
h. Melaksanakan program Indonesia sehat untuk meningkatkan jangkauan sasaran
dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan diwilayah kerjanya
dengan mendatangi keluarga. Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan
pelayanan kesehatan di dalam gedung, melainkan juga keluar gedung dengan
mengunjungi keluarga diwilayah kerjanya. Program inidiselenggarakan dari tahun
2015-2019. Program ini merupakan suatu terobosan. untuk memenuhi hak rakyat
akan kesehatan. Untuk menjamin tercapainya peningkatan derajat kesehatan
masyarakat, prioritas harus ke arah promotif-preventif, dengan pemberdayaan
masyarakat dan pembangunan sektor lain yang berwawasan kesehatan. Caranya
adalah dengan mengembangkan indeks keluarga sehat, yang merupakan komposit
indikator dari 12 indikator keluarga sehat, yang dirumuskan dari 4 program
prioritas yaitu :
 Menurunkan angka kematian ibu
 Menurunkan angka kematian bayi dan prevalensi stunting
 Mengendalikan penyakit menular khususnya HIV
(HIDS, tuberkolosis dan malaria)
 Mengendalikan penyakit tidak menular khususnya
hipertensi, diabetes melitus, obesitas, kanker dan
gangguan jiwa.
Melalui pendekatan keluarga, Puskesmas akan mempunyai database keluarga
sehat yang meliputi seluruh keluarga yang tinggal di wilayah kerjanya. Berbasis
database inilah kemudian Puskesmas merancang kegiatan promotif-preventif yang
efektif dan effisien, sehingga terjadi percepatan peningkatan derajat kesehatan

5
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

masyarakat. Bila masyarakat sehat, proporsi yang sakit atau keparahan penyakitnya
akan berkurang, sehingga memperbaiki implementasi JKN di Indonesia (Kemenkes
RI, 2016).
2.3 Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 Tentang
Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, maka standar pelayanan kefarmasian
di Puskesmas meliputi standar:
2.3.1 Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai
Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai merupakan salah
satu kegiatan pelayanan kefarmasian, yang dimulai dari perencanaan, permintaan,
penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan dan pelaporan
serta pemantauan dan evaluasi. Tujuannya adalah untuk menjamin kelangsungan
ketersediaan dan keterjangkauan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai yang
efisien, efektif dan rasional, meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga
kefarmasian, mewujudkan sistem informasi manajemen, dan melaksanakan
pengendalian mutu pelayanan.
a. Perencanaan Kebutuhan
Perencanaan merupakan proses kegiatan seleksi Sediaan Farmasi dan Bahan
Medis Habis Pakai untuk menentukan jenis dan jumlah Sediaan Farmasi dalam
rangka pemenuhan kebutuhan Puskesmas. Tujuan perencanaan adalah untuk
mendapatkan:
1. Perkiraan jenis dan jumlah Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai yang
mendekati kebutuhan
2. Meningkatkan penggunaan Obat secara rasional
3. Meningkatkan efisiensi penggunaan Obat.
Perencanaan kebutuhan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai di
Puskesmas setiap periode dilaksanakan oleh Ruang Farmasi di Puskesmas. Proses
seleksi Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai dilakukan dengan
mempertimbangkan pola penyakit, pola konsumsi Sediaan Farmasi periode
sebelumnya, data mutasi Sediaan Farmasi, dan rencana pengembangan. Proses seleksi

6
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai juga harus mengacu pada Daftar Obat
Esensial Nasional (DOEN) dan Formularium Nasional. Proses perencanaan
kebutuhan Sediaan Farmasi per tahun dilakukan secara berjenjang (bottom-up).

b. Permintaan
Permintaan dilakukan dengan menyediakan data pemakaian Obat dengan
menggunakan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) yang
dibuat oleh Puskesmas. Permintaan diajukan kepada Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan
kebijakan pemerintah daerah setempat.
Selanjutnya Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota akan melakukan kompilasi dan
analisa terhadap kebutuhan Sediaan Farmasi Puskesmas di wilayah kerjanya,
menyesuaikan pada anggaran yang tersedia dan memperhitungkan waktu kekosongan
Obat, buffer stock, serta menghindari stok berlebih.

c. Penerimaan
Penerimaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai adalah suatu
kegiatan dalam menerima Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai dari
Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota atau hasil pengadaan Puskesmas secara mandiri
sesuai dengan permintaan yang telah diajukan. Tujuannya adalah agar Sediaan
Farmasi yang diterima sesuai dengan kebutuhan berdasarkan permintaan yang
diajukan oleh Puskesmas, dan memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu.
Tenaga Kefarmasian wajib melakukan pengecekan terhadap Sediaan Farmasi
dan Bahan Medis Habis Pakai yang diserahkan, mencakup jumlah kemasan/peti, jenis
dan jumlah Sediaan Farmasi, bentuk Sediaan Farmasi sesuai dengan isi dokumen
LPLPO, ditandatangani oleh Tenaga Kefarmasian, dan diketahui oleh Kepala
Puskesmas. Bila tidak memenuhi syarat, maka Tenaga Kefarmasian dapat
mengajukan keberatan. Masa kedaluwarsa minimal dari Sediaan Farmasi yang
diterima disesuaikan dengan periode pengelolaan di Puskesmas ditambah satu bulan.

7
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

d. Penyimpanan Sediaan armasi dan Bahan Medis Habis Pakai


Penyimpanan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai merupakan suatu
kegiatan pengaturan terhadap Sediaan Farmasi yang diterima agar aman (tidak
hilang), terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin,
sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
Tujuannya adalah agar mutu Sediaan Farmasi yang tersedia di Puskesmas dapat
dipertahankan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Penyimpanan Sediaan
Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai
berikut:
1. Bentuk dan jenis sediaan;
2. Kondisi yang dipersyaratkan dalam penandaan di kemasan Sediaan Farmasi,
seperti suhu penyimpanan, cahaya, dan kelembaban;
3. Mudah atau tidaknya meledak/terbakar;
4. Narkotika dan psikotropika disimpan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; dan
5. Tempat penyimpanan Sediaan Farmasi tidak dipergunakan untuk penyimpanan
barang lainnya yang menyebabkan kontaminasi.
e. Pendistribusian
Pendistribusian Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai merupakan
kegiatan pengeluaran dan penyerahan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai
secara merata dan teratur untuk memenuhi kebutuhan sub unit/satelit farmasi
Puskesmas dan jaringannya. Sub-sub unit di Puskesmas dan jaringannya antara lain:
1. Sub unit pelayanan kesehatan di dalam lingkungan Puskesmas;
2. Puskesmas Pembantu;
3. Puskesmas Keliling;
4. Posyandu; dan
5. Polindes.
Pendistribusian ke sub unit (ruang rawat inap, UGD, dan lain-lain) dilakukan
dengan cara pemberian Obat sesuai resep yang diterima (floor stock), pemberian Obat
per sekali minum (peracikan dosis unit) atau kombinasi, sedangkan pendistribusian

8
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

ke jaringan Puskesmas dilakukan dengan cara penyerahan Obat sesuai dengan


kebutuhan (floor stock). Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan Sediaan
Farmasi sub unit pelayanan kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas dengan
jenis, mutu, jumlah dan waktu yang tepat.

f. Pemusnahan dan Penarikan

Penarikan Bahan Medis Habis Pakai dilakukan terhadap produk yang izin
edarnya dicabut oleh Menteri. Pemusnahan dilakukan untuk Sediaan Farmasi dan
Bahan Medis Habis Pakai bila:
1. Produk tidak memenuhi persyaratan mutu
2. Telah kadaluwarsa
3. Tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam
pelayanan kesehatan atau kepentingan ilmu pengetahuan;
dan/atau
4. Dicabut izin edarnya.
Pemusnahan dan penarikan Sediaan Farmasi, dan Bahan Medis Habis Pakai yang
tidak dapat digunakan harus dilaksanakan dengan cara yang sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan. Tahapan pemusnahan Sediaan Farmasi dan Bahan
Medis Habis Pakai terdiri dari:
1. Membuat daftar Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis
Pakai yang akan dimusnahkan;
2. Menyiapkan Berita Acara Pemusnahan;
3. Mengoordinasikan jadwal, metode dan tempat pemusnahan kepada pihak
terkait;
4. Menyiapkan tempat pemusnahan; dan
5. Melakukan pemusnahan disesuaikan dengan jenis dan bentuk sediaan serta
peraturan yang berlaku.

9
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

g. Pengendalian
Pengendalian Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai adalah suatu
kegiatan untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan
strategi dan program yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi kelebihan dan
kekurangan/kekosongan Obat di unit pelayanan kesehatan dasar.
Tujuannya adalah agar tidak terjadi kelebihan dan kekosongan Obat di unit
pelayanan kesehatan dasar. Pengendalian Sediaan Farmasi terdiri dari:
1. Pengendalian persediaan;
2. Pengendalian penggunaan; dan
3. Penanganan Sediaan Farmasi hilang, rusak, dan kadaluwarsa.

h. Pencatatan, Pelaporan, dan Pengarsipan

Administrasi meliputi pencatatan dan pelaporan terhadap seluruh rangkaian


kegiatan dalam pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai, baik
Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai yang diterima, disimpan,
didistribusikan dan digunakan di Puskesmas atau unit pelayanan lainnya.

Tujuan pencatatan dan pelaporan adalah:


1. Bukti bahwa pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai telah
dilakukan;
2. Sumber data untuk melakukan pengaturan dan pengendalian; dan
3. Sumber data untuk pembuatan laporan.

i. Pemantauan dan Evaluasi Pengeloaan


Pemantauan dan evaluasi pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis
Pakai dilakukan secara periodik dengan tujuan untuk:
1. Mengendalikan dan menghindari terjadinya kesalahan dalam pengelolaan
Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai sehingga dapat menjaga
kualitas maupun pemerataan pelayanan;
2. Memperbaiki secara terus-menerus pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan

10
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Medis Habis Pakai; dan


3. Memberikan penilaian terhadap capaian kinerja pengelolaan.
Setiap kegiatan pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai,
harus dilaksanakan sesuai standar prosedur operasional. Standar Prosedur
Operasional (SPO) ditetapkan oleh Kepala Puskesmas. SPO tersebut diletakkan di
tempat yang mudah dilihat.

2.3.2 Pelayanan Farmasi Klinik


Pelayanan farmasi klinik merupakan bagian dari Pelayanan Kefarmasian yang
langsung dan bertanggung jawab kepada pasien berkaitan dengan Obat dan Bahan
Medis Habis Pakai dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan
mutu kehidupan pasien. Pelayanan farmasi klinik bertujuan untuk:
1. Meningkatkan mutu dan memperluas cakupan Pelayanan Kefarmasian di
Puskesmas.
2. Memberikan Pelayanan Kefarmasian yang dapat menjamin efektivitas,
keamanan dan efisiensi Obat dan Bahan Medis Habis Pakai.
3. Meningkatkan kerjasama dengan profesi kesehatan lain dan kepatuhan pasien
yang terkait dalam Pelayanan Kefarmasian.
4. Melaksanakan kebijakan Obat di Puskesmas dalam rangka meningkatkan
penggunaan Obat secara rasional.

Pelayanan farmasi klinik di Puskemas meliputi:


a. Pengkajian Resep, Penyerahan Obat, dan Pemberian Informasi Obat
Kegiatan pengkajian resep dimulai dari seleksi persyaratan administrasi,
persyaratan farmasetik dan persyaratan klinis baik untuk pasien rawat inap maupun
rawat jalan.
 Persyaratan administrasi meliputi:
1. Nama, umur, jenis kelamin dan berat badan pasien.
2. Nama, dan paraf dokter.

11
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

3. Tanggal resep.
4. Ruangan/unit asal resep.
 Persyaratan farmasetik meliputi:
1. Bentuk dan kekuatan sediaan.
2. Dosis dan jumlah Obat.
3. Stabilitas dan ketersediaan.
4. Aturan dan cara penggunaan.
5. Inkompatibilitas (ketidakcampuran Obat).
 Persyaratan klinis meliputi:
1. Ketepatan indikasi, dosis dan waktu penggunaan Obat.
2. Duplikasi pengobatan.
3. Alergi, interaksi dan efek samping Obat.
4. Kontra indikasi.
5. Efek adiktif

Kegiatan Penyerahan (Peracikan) dan Pemberian Informasi Obat merupakan


kegiatan pelayanan yang dimulai dari tahap menyiapkan/meracik Obat, memberikan
label/etiket, menyerahan sediaan farmasi dengan informasi yang memadai disertai
pendokumentasian. Tujuan:
1. Pasien memperoleh Obat sesuai dengan kebutuhan klinis/pengobatan.
2. Pasien memahami tujuan pengobatan dan mematuhi intruksi pengobatan.

2.3.3 Pelayanan Informasi Obat

Merupakan kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh Apoteker untuk


memberikan informasi secara akurat, jelas dan terkini kepada dokter, Apoteker,
perawat, profesi kesehatan lainnya dan pasien. hal ini bertujuan:
1. Menyediakan informasi mengenai Obat kepada tenaga kesehatan lain di
lingkungan Puskesmas, pasien dan masyarakat.
2. Menyediakan informasi untuk membuat kebijakan yang berhubungan

12
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

dengan Obat (contoh: kebijakan permintaan Obat oleh jaringan dengan


mempertimbangkan stabilitas, harus memiliki alat penyimpanan yang
memadai).
 Menunjang penggunaan Obat yang rasional. Kegiatan:
1. Memberikan dan menyebarkan informasi kepada konsumen secara pro
aktif dan pasif.
2. Menjawab pertanyaan dari pasien maupun tenaga kesehatan melalui
telepon, surat atau tatap muka.
3. Membuat buletin, leaflet, label Obat, poster, majalah dinding dan lain-lain.
4. Melakukan kegiatan penyuluhan bagi pasien rawat jalan dan rawat inap,
serta masyarakat.
5. Melakukan pendidikan dan/atau pelatihan bagi tenaga kefarmasian dan
tenaga kesehatan lainnya terkait dengan Obat dan Bahan Medis Habis
Pakai.
6. Mengoordinasikan penelitian terkait Obat dan kegiatan Pelayanan
Kefarmasian.
 Faktor-faktor yang perlu diperhatikan:
1. Sumber informasi Obat.
2. Tempat.
3. Tenaga
4. Perlengkapan

2.3.4 Konseling
Merupakan suatu proses untuk mengidentifikasi dan penyelesaian masalah
pasien yang berkaitan dengan penggunaan Obat pasien rawat jalan dan rawat inap,
serta keluarga pasien. Tujuan dilakukannya konseling adalah memberikan
pemahaman yang benar mengenai Obat kepada pasien/keluarga pasien antara lain
tujuan pengobatan, jadwal pengobatan, cara dan lama penggunaan Obat, efek
samping, tanda-tanda toksisitas, cara penyimpanan dan penggunaan Obat. Kegiatan:
1. Membuka komunikasi antara Apoteker dengan pasien.

13
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

2. Menanyakan hal-hal yang menyangkut Obat yang dikatakan oleh dokter


kepada pasien dengan metode pertanyaan terbuka (open-ended question),
misalnya apa yang dikatakan dokter mengenai Obat, bagaimana cara
pemakaian, apa efek yang diharapkan dari Obat tersebut, dan lain-lain.
3. Memperagakan dan menjelaskan mengenai cara penggunaan Obat
4. Verifikasi akhir, yaitu mengecek pemahaman pasien, mengidentifikasi dan
menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan cara penggunaan Obat
untuk mengoptimalkan tujuan terapi.
 Faktor yang perlu diperhatikan berdasarkan kriteria pasien:
1. Pasien rujukan dokter.
2. Pasien dengan penyakit kronis.
3. Pasien dengan Obat yang berindeks terapetik sempit dan poli farmasi.
4. Pasien geriatrik.
5. Pasien pediatrik.
6. Pasien pulang sesuai dengan kriteria di atas.
7. Sarana dan prasarana: a. Ruangan khusus.
8. Kartu pasien/catatan konseling.
Setelah dilakukan konseling, pasien yang memiliki kemungkinan mendapat
risiko masalah terkait Obat misalnya komorbiditas, lanjut usia, lingkungan sosial,
karateristik Obat, kompleksitas pengobatan, kompleksitas penggunaan Obat,
kebingungan atau kurangnya pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana
menggunakan Obat dan/atau alat kesehatan perlu dilakukan pelayanan kefarmasian di
rumah (Home Pharmacy Care) yang bertujuan tercapainya keberhasilan terapi Obat.

2.3.5 Ronde/Visite Pasien (Khusus Puskesmas Rawat Inap)


Merupakan kegiatan kunjungan ke pasien rawat inap yang dilakukan secara
mandiri atau bersama tim profesi kesehatan lainnya terdiri dari dokter, perawat, ahli
gizi, dan lain-lain. Kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan, pelaksanaan,
pembuatan dokumentasi dan rekomendasi. Kegiatan visite mandiri:

14
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

1. Untuk Pasien Baru


a. Apoteker memperkenalkan diri dan menerangkan tujuan dari kunjungan.
b. Memberikan informasi mengenai sistem pelayanan farmasi dan jadwal
pemberian Obat.
c. Menanyakan Obat yang sedang digunakan atau dibawa dari rumah,
mencatat jenisnya dan melihat instruksi dokter pada catatan pengobatan
pasien.
d. Mengkaji terapi Obat lama dan baru untuk memperkirakan masalah terkait
Obat yang mungkin terjadi.
2. Untuk Pasien Lama dengan Instruksi Baru
a. Menjelaskan indikasi dan cara penggunaan Obat baru.
b. Mengajukan pertanyaan apakah ada keluhan setelah pemberian Obat.
3. Untuk Semua Pasien
a. Memberikan keterangan pada catatan pengobatan pasien.
b. Membuat catatan mengenai permasalahan dan penyelesaian masalah
dalam satu buku yang akan digunakan dalam setiap kunjungan.
 Kegiatan visite bersama tim:
1. Melakukan persiapan yang dibutuhkan seperti memeriksa catatan
pegobatan pasien dan menyiapkan pustaka penunjang.
2. Mengamati dan mencatat komunikasi dokter dengan pasien dan/atau
keluarga pasien terutama tentang Obat.
3. Menjawab pertanyaan dokter tentang Obat.
4. Mencatat semua instruksi atau perubahan instruksi pengobatan, seperti
obat yang dihentikan, obat baru, perubahan dosis dan lain- lain.
 Hal-hal yang perlu diperhatikan:
1. Memahami cara berkomunikasi yang efektif.
2. Memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan pasien dan tim.
3. Memahami teknik edukasi.
4. Mencatat perkembangan pasien.
Pasien rawat inap yang telah pulang ke rumah ada kemungkinan terputusnya

15
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

kelanjutan terapi dan kurangnya kepatuhan penggunaan obat. Untuk itu, perlu juga
dilakukan pelayanan kefarmasian di rumah (Home Pharmacy Care) agar terwujud
komitmen, keterlibatan, dan kemandirian pasien dalam penggunaan obat sehingga
tercapai keberhasilan terapi obat.

2.3.6 Pemantauan dan Pelaporan Efek Samping Obat


Merupakan kegiatan pemantauan setiap respon terhadap obat yang merugikan
atau tidak diharapkan yang terjadi pada dosis normal yang digunakan pada manusia
untuk tujuan profilaksis, diagnosis dan terapi atau memodifikasi fungsi fisiologis.
Tujuan:
1. Menemukan efek samping obat sedini mungkin terutama yang berat, tidak
dikenal dan frekuensinya jarang.
2. Menentukan frekuensi dan insidensi efek samping obat yang sudah sangat
dikenal atau yang baru saja ditemukan.
Kegiatan:
1. Menganalisis laporan efek samping obat.
2. Mengidentifikasi obat dan pasien yang mempunyai resiko tinggi mengalami
efek samping obat.
3. Mengisi formulir Monitoring Efek Samping Obat (MESO).
4. Melaporkan ke Pusat Monitoring Efek Samping Obat Nasional.
Faktor yang perlu diperhatikan:
1. Kerja sama dengan tim kesehatan lain.
2. Ketersediaan formulir Monitoring Efek Samping Obat.

2.3.7 Pemantaun Terapi Obat


Merupakan proses yang memastikan bahwa seorang pasien mendapatkan terapi
obat yang efektif, terjangkau dengan memaksimalkan efikasi dan meminimalkan efek
samping.
Tujuan:
1. Mendeteksi masalah yang terkait dengan obat.

16
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

2. Memberikan rekomendasi penyelesaian masalah yang terkait dengan obat.

Kriteria pasien:
1. Anak-anak dan lanjut usia, ibu hamil dan menyusui.
2. Menerima obat lebih dari 5 (lima) jenis.
3. Adanya multidiagnosis.
4. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati.Menerima obat dengan indeks
terapi sempit.
5. Menerima obat yang sering diketahui menyebabkan reaksi obat yang
merugikan.
Kegiatan:
1. Memilih pasien yang memenuhi kriteria seperti Anak-anak dan lanjut usia,
ibu hamil dan menyusui, menerima Obat lebih dari 5 (lima) jenis, adanya
multidiagnosis, pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati, menerima
Obat dengan indeks terapi sempit, menerima Obat yang sering diketahui
menyebabkan reaksi Obat yang merugikan.
2. Membuat catatan awal.
3. Memperkenalkan diri pada pasien.
4. Memberikan penjelasan pada pasien.
5. Mengambil data yang dibutuhkan.
6. Melakukan evaluasi.
7. Memberikan rekomendasi.

2.3.8 Evaluasi Penggunaan Obat


Merupakan kegiatan untuk mengevaluasi penggunaan obat secara terstruktur
dan berkesinambungan untuk menjamin obat yang digunakan sesuai indikasi, efektif,
aman dan terjangkau (rasional). Hal ini bertujuan untuk:
1. Mendapatkan gambaran pola penggunaan obat pada kasus tertentu.
2. Melakukan evaluasi secara berkala untuk penggunaan obat tertentu.

17
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Setiap kegiatan pelayanan farmasi klinik, harus dilaksanakan sesuai standar


prosedur operasional. Standar Prosedur Operasional (SPO) ditetapkan oleh Kepala
Puskesmas. SPO tersebut diletakkan di tempat yang mudah dilihat.

2.4 Sumber Daya Kefarmasian di Puskesmas


2.4.1 Sumber Daya Manusia Bidang Apoteker
Berdasarkan PP 51 Tahun 2009 Penyelengaraan Pelayanan Kefarmasian di
Puskesmas minimal harus dilaksanakan oleh 1 (satu) orang tenaga Apoteker sebagai
penanggung jawab, yang dapat dibantu oleh Tenaga Teknis Kefarmasian sesuai
kebutuhan. Jumlah kebutuhan Apoteker di Puskesmas dihitung berdasarkan rasio
kunjungan pasien, baik rawat inap maupun rawat jalan serta memperhatikan
pengembangan Puskesmas. Rasio untuk menentukan jumlah Apoteker di Puskesmas
bila memungkinkan diupayakan 1 (satu) Apoteker untuk 50 (lima puluh) pasien
perhari.
Semua tenaga kefarmasian harus memiliki surat tanda registrasi dan surat izin
praktik untuk melaksanakan Pelayanan Kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan
termasuk Puskesmas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.
Setiap tahun dapat dilakukan penilaian kinerja tenaga kefarmasian yang
disampaikan kepada yang bersangkutan dan didokumentasikan secara rahasia. Hasil
penilaian kinerja ini akan digunakan sebagai pertimbangan untuk memberikan
penghargaan dan sanksi (reward and punishment).
Semua tenaga kefarmasian di Puskesmas harus selalu meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan perilaku dalam rangka menjaga dan meningkatkan
kompetensinya. Upaya peningkatan kompetensi tenaga kefarmasian dapat dilakukan
melalui pengembangan profesional berkelanjutan.
a. Pendidikan dan Pelatihan
Pendidikan dan pelatihan adalah salah suatu proses atau upaya peningkatan
pengetahuan dan keterampilan di bidang kefarmasian atau bidang yang berkaitan
dengan kefarmasian secara berkesinambungan untuk mengembangkan potensi dan
produktivitas tenaga kefarmasian secara optimal. Puskesmas dapat menjadi tempat

18
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

pelaksanaan program pendidikan, pelatihan serta penelitian dan pengembangan


bagi calon tenaga kefarmasian dan tenaga kefarmasian unit lain.

 Tujuan Umum:
a. Tersedianya tenaga kefarmasian di Puskesmas yang mampu melaksanakan
rencana strategi Puskesmas.
b. Terfasilitasinya program pendidikan dan pelatihan bagi calon tenaga
kefarmasian dan tenaga kefarmasian unit lain.
c. Terfasilitasinya program penelitian dan pengembangan bagi calon tenaga
kefarmasian dan tenaga kefarmasian unit lain.

 Tujuan Khusus:
a. Tersedianya tenaga kefarmasian yang mampu melakukan pengelolaan
Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai.
b. Tersedianya tenaga kefarmasian yang mampu melakukan Pelayanan
Kefarmasian.
c. Terfasilitasinya studi banding, praktik dan magang bagi calon tenaga
kefarmasian internal maupun eksternal.
d. Tersedianya data Pelayanan Informasi Obat (PIO) dan konseling tentang
obat dan Bahan Medis Habis Pakai.
e. Tersedianya data penggunaan antibiotika dan injeksi.
f. Terwujudnya Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas yang optimal.
g. Tersedianya Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.
h. Terkembangnya kualitasdanjenispelayana ruang farmasi Puskesmas.

b. Pengembangan Sumber Daya Manusia


Pengembangan Tenaga Kefarmasian dan Program Pendidikan Dalam rangka
penyiapan dan pengembangan pengetahuan dan keterampilan tenaga kefarmasian
maka Puskesmas menyelenggarakan aktivitas sebagai berikut:
a. Setiap tenaga kefarmasian di Puskesmas mempunyai kesempatan yang

19
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

sama untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.


b. Apoteker dan/atau Tenaga Teknis Kefarmasian harus memberikan
masukan kepada pimpinan dalam menyusun program pengembangan staf.
c. Staf baru mengikuti orientasi untuk mengetahui tugas, fungsi, wewenang
dan tanggung jawabnya.
d. Melakukan analisis kebutuhan peningkatan pengetahuan dan keterampilan
bagi tenaga kefarmasian.
e. Tenaga kefarmasian difasilitasi untuk mengikuti program yangdiadakan
oleh organisasi profesi dan institusi pengembangan pendidikan
berkelanjutan terkait.
f. Memberikan kesempatan bagi institusi lain untuk melakukan praktik,
magang, dan penelitian tentang pelayanan kefarmasian di Puskesmas.
Pimpinan dan tenaga kefarmasian di ruang farmasi Puskesmas berupaya
berkomunikasi efektif dengan semua pihak dalam rangka optimalisasi dan
pengembangan fungsi ruang farmasi Puskesmas.

2.4.2 Sarana dan Prasarana Yang Diperlukan dalam Penunjang Pelayanan


Kefarmasian
Sarana yang diperlukan untuk menunjang pelayanan kefarmasian di Puskesmas
meliputi sarana yang memiliki fungsi:
a. Ruang penerimaan resep
Ruang penerimaan resep meliputi tempat penerimaan resep, 1 (satu) set meja
dan kursi, serta 1 (satu) set komputer, jika memungkinkan. Ruang penerimaan resep
ditempatkan pada bagian paling depan dan mudah terlihat oleh pasien.
b. Ruang pelayanan resep dan peracikan (produksi sediaan secara terbatas)
Ruang pelayanan resep dan peracikan atau produksi sediaan secara terbatas
meliputi rak obat sesuai kebutuhan dan meja peracikan. Di ruang peracikan
disediakan peralatan peracikan, timbangan obat, air minum (air mineral) untuk
pengencer, sendok obat, bahan pengemas obat, lemari pendingin, termometer ruangan,
blanko salinan resep, etiket dan label obat, buku catatan pelayanan resep, buku-buku

20
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

referensi/standar sesuai kebutuhan, serta alat tulis secukupnya. Ruang ini diatur agar
mendapatkan cahaya dan sirkulasi udara yang cukup. Jika memungkinkan disediakan
pendingin ruangan (air conditioner) sesuai kebutuhan.
c. Ruang penyerahan obat
Ruang penyerahan obat meliputi konter penyerahan obat, buku pencatatan
penyerahan dan pengeluaran obat. Ruang penyerahan obat dapat digabungkan dengan
ruang penerimaan resep.
d. Ruang konseling
Ruang konseling meliputi satu set meja dan kursi konseling, lemari buku,
buku-buku referensi sesuai kebutuhan, leaflet, poster, alat bantu konseling, buku
catatan konseling, formulir jadwal konsumsi obat (lampiran), formulir catatan
pengobatan pasien (lampiran), dan lemari arsip (filling cabinet), serta 1 (satu) set
komputer, jika memungkinkan.
e. Ruang penyimpanan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Ruang penyimpanan harus memperhatikan kondisi sanitasi, temperatur,
kelembaban, ventilasi, pemisahan untuk menjamin mutu produk dan keamanan
petugas. Selain itu juga memungkinkan masuknya cahaya yang cukup. Ruang
penyimpanan yang baik perlu dilengkapi dengan rak/lemari Obat, pallet, pendingin
ruangan (AC), lemari pendingin, lemari penyimpanan khusus narkotika dan
psikotropika, lemari penyimpanan obat khusus, pengukur suhu, dan kartu suhu.
f. Ruang arsip
Ruang arsip dibutuhkan untuk menyimpan dokumen yang berkaitan dengan
pengelolaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai dan Pelayanan Kefarmasian dalam
jangka waktu tertentu. Ruang arsip memerlukan ruangan khusus yang memadai dan
aman untuk memelihara dan menyimpan dokumen dalam rangka untuk menjamin
penyimpanan sesuai hukum, aturan, persyaratan, dan teknik manajemen yang baik.
Istilah “ruang‟ di sini tidak harus diartikan sebagai wujud „ruangan‟ secara
fisik, namun lebih kepada fungsi yang dilakukan. Bila memungkinkan, setiap fungsi
tersebut disediakan ruangan secara tersendiri. Jika tidak, maka dapat digabungkan
lebih dari 1 (satu) fungsi, namun harus terdapat pemisahan yang jelas antar fungsi.

21
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

2.5 Pengendalian Mutu Pelayanan Kefarmasian


Pengendalian mutu Pelayanan Kefarmasian merupakan kegiatan untuk
mencegah terjadinya masalah terkait obat atau mencegahterjadinya kesalahan
pengobatan atau kesalahan pengobatan/medikasi(medication error), yang bertujuan
untuk keselamatan pasien (patient safety). Unsur-unsur yang mempengaruhi mutu
pelayanan:
1. Unsur masukan (input), yaitu sumber daya manusia, sarana dan prasarana,
ketersediaan dana, dan Standar Prosedur Operasional.
2. Unsur proses, yaitu tindakan yang dilakukan, komunikasi, dan kerja sama.
3. Unsur lingkungan, yaitu kebijakan, organisasi, manajemen, budaya,respon dan
tingkat pendidikan masyarakat.
Pengendalian mutu Pelayanan Kefarmasian terintegrasi dengan program
pengendalian mutu pelayanan kesehatan Puskesmas yang dilaksanakan secara
berkesinambungan. Kegiatan pengendalian mutu Pelayanan Kefarmasian meliputi:
1. Perencanaan, yaitu menyusun rencana kerja dan cara monitoringdan evaluasi
untuk peningkatan mutu sesuai standar.
2. Pelaksanaan, yaitu:
a. Monitoring dan evaluasi capaian pelaksanaan rencana kerja
(membandingkan antara capaian dengan rencana kerja); dan
b. memberikan umpan balik terhadap hasil capaian.
3. Tindakan hasil monitoring dan evaluasi, yaitu:
a. melakukan perbaikan kualitas pelayanan sesuai standar; dan
b. meningkatkan kualitas pelayanan jika capaian sudah memuaskan.
Monitoring merupakan kegiatan pemantauan selama proses berlangsung untuk
memastikan bahwa aktivitas berlangsung sesuai dengan yang direncanakan.
Monitoring dapat dilakukan oleh tenaga kefarmasian yang melakukan proses.
Aktivitas monitoring perlu direncanakan untuk mengoptimalkan hasil pemantauan.
Contoh: monitoring pelayanan resep, monitoring penggunaan obat, monitoring

22
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

kinerja tenaga kefarmasian. Untuk menilai hasil atau capaian pelaksanaan Pelayanan
Kefarmasian, dilakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan terhadap data yang
dikumpulkan yang diperoleh melalui metode berdasarkan waktu, cara, dan teknik
pengambilan data. Berdasarkan waktu pengambilan data, terdiri atas:
a. Retrospektif: Pengambilan data dilakukan setelah pelayanan dilaksanakan.
Contoh: survei kepuasan pelanggan, laporan mutasi barang.
b. Prospektif: Pengambilan data dijalankan bersamaan dengan pelaksanaan
pelayanan. Contoh: Waktu pelayanan kefarmasian disesuaikan dengan waktu
pelayanan kesehatan di Puskesmas, sesuai dengan kebutuhan.

 Berdasarkan cara pengambilan data, terdiri atas:


a. Langsung (data primer): Data diperoleh secara langsung dari sumber informasi
oleh pengambil data. Contoh: survei kepuasan pelanggan terhadap kualitas
pelayanan kefarmasian.
b. Tidak Langsung (data sekunder): Data diperoleh dari sumber informasi yang
tidak langsung. Contoh: catatan penggunaan obat, rekapitulasi data pengeluaran
obat.

 Berdasarkan teknik pengumpulan data, evaluasi dapat dibagi menjadi:


a. Survei yaitu pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Contoh: survei
kepuasan pelanggan.
b. Observasi yaitu pengamatan langsung aktivitas atau proses dengan
menggunakan cek list atau perekaman. Contoh: pengamatan konseling pasien.

 Pelaksanaan evaluasi terdiri atas:


1. Audit merupakan usaha untuk menyempurnakan kualitas pelayanan dengan
pengukuran kinerja bagi yang memberikanpelayanan dengan menentukan kinerja
yang berkaitan dengan standar yang dikehendaki dan dengan menyempurnakan

23
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

kinerja tersebut. Oleh karena itu, audit merupakan alat untuk menilai, mengevaluasi,
menyempurnakan pelayanan kefarmasian secara sistematis.

Terdapat 2 macam audit, yaitu:


a. Audit Klinis yaitu analisis kritis sistematis terhadap pelayanan kefarmasian,
meliputi prosedur yang digunakan untuk pelayanan, penggunaan sumber
daya, hasil yang didapat dan kualitas hidup pasien. Audit klinis dikaitkan
dengan pengobatan berbasis bukti.
b. Audit Profesional yaitu analisis kritis pelayanan kefarmasian oleh seluruh
tenaga kefarmasian terkait dengan pencapaiansasaran yang disepakati,
penggunaan sumber daya dan hasilyang diperoleh. Contoh: audit
pelaksanaan sistem manajemen mutu.

2. Review (pengkajian) yaitu tinjauan atau kajian terhadap pelaksanaan


pelayanan kefarmasian tanpa dibandingkan dengan standar. Contoh: kajian
penggunaan antibiotik.

24
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

BAB III
KEGIATAN PKPA

3.1 Profil Puskesmas Sisir


3.1.1 Puskesmas Sisir
Puskesmas Sisir adalah salah satu dari 5 Puskesmas yang ada di kota Batu,
Malang. Puskesmas ini merupakan puskesmas rawat jalan yang terletak di Jalan H.
Sultan hasan halim, Kelurahan Sisir, Kecamatan batu, Kota batu, Jawa Timur.

Gambar 3.1 Puskesmas Sisir

3.1.2 Letak Geografis


Puskesmas Sisir terletak di kecamatan Batu, tepatnya 1 Km sebelah timur alun-
alun Kota Batu. Puskesmas Sisir mempunyai luas wilayah kerja yaitu 17.169 Km2
yang meliputi 2 kelurahan dan satu desa. Terdiri menjadi kelurahan Temas dengan luas
wilayah 2.708 Km2 yang terbagi menjadi 11 Rukun warga (RW) dengan 59 Rukun
Tetangga (RT). Kelurahan Sisir 8.545 Km2 yang terbagi menjadi 13 RW dengan 80
RT dan Desa Sidomulyo dengan luas wilayah 5.916 Km2 yang terbagi menjadi 12
RW dengan 50 RT. Wilayah kerja Puskesmas Sisir berada di lingkungan perkotaan

25
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

dengan komposisi masyarakat yang heterogen serta bermata pencaharian sebagian


besar sebagai pedagang maupun penjual jasa. Adapun batas-batas wilayah kerja UPT
Puskesmas Sisir adalah:
 Utar : Desa Pandanrejo, Desa Punten
 Timur : Desa Torongrejo, Desa Beji
 Selatan : Desa Oro-oro Ombo
 Barat : Kelurahan Ngalik, Desa Sumberejo

Sedangkan data orbitase UPT Puskesmas Sisir Adalah:


 Jarak Puskesmas ke Balai Kota Among Tani : 2,5 km
 Jarak Puskesmas ke DinKes Batu : 3 km
 Jarak Puskesmas ke Kelurahan Sisir : 1,2 km
 Jarak Puskesmas ke Kelurahan Temas : 1,8 km
 Jarak Puskesmas ke Desa Sidomulyo : 2 km
 Jarak Puskesmas ke RS. Karsa Husada Batu : 1,5 km
 Jarak Puskesmas ke RS. Baptis : 6 km

Gambar 3.2 Lokasi Puskesmas Sisir

26
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

3.1.3 Sarana dan Prasarana


a. Sarana Puskesmas Sisir
1. Puskesmas Induk
2. Puskesmas Pembantu
3. Puskesmas KelilingPolindes
4. Pelayanan pemeriksaan umum
5. Pelayanan pemeriksaan gigi dan mulut
6. Pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP
7. Pelayanan tindakan medis yang bersifat gawat darurat
8. Pelayanan MTBS (Manajemen terpadu balita sakit)
9. Pelayanan gizi yang bersifat UKP
10. Pelayanan konseling IMS
11. Pelayanan konseling kesehatan lingkungan (sanitasi)
12. Pelayanan Kefarmasian
13. Pelayanan Laboratorium
14. Pelayanan Profanis
15. Posyandu Balita
16. Posyandu Lansia
17. Pos Bindu dan Pos UKK
18. Saka Bakti Husada

b. Prasarana Puskesmas Sisir


1. Komputer /PC/ Laptop
2. Jaringan LAN/ Internet
3. Perlengkapan pemeriksaan gigi (1 dental unit)
4. Perlengkapan puskesmas keliling
5. Perlengkapan alat pemeriksaan poli umum
6. Perlengkapan gawat darurat
7. Perlengkapan laboratorium
8. Perlengkapan KIA

27
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

9. Perlengkapan KB
10. PHN
11. UKS/UKGS Kit
12. Perlengkapan poli gizi
13. Promkes Kit
14. ECG

3.1.4 Visi dan Misi Puskesmas Sisir


a. Visi Puskesmas Sisir
Visi :“Puskesmas dengan pelayanan prima menuju masyarakat sehat yang
mandiri di wilayah kerja Puskesmas Sisir”.

b. Misi Puskesmas Sisir


1. Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar yang prima, bermutu dan
professional secara berkesinambungan di seluruh lapisan masyarakat.
2. Meninkatkan koordinasi dan bekerjasama dengan seluruh komponen
pendukung pembangunan kesehatan.
3. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan
pengetahuan dan kemampuan hidup sehat sehingga tercapai masyarakat sehat
yang mandiri.
4. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan petugas dalam memberikan
pelayanan kesehatan yang bermutu sehingga tercipta tata kelola Puskesmas
yang baik.

c. Tata nilai :
1. Profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada
pelanggan
2. Ramah petugas menunjukkan sikap sopan santun kepada semua pelanggan
dalam memberikan pelayanan
3. Inovatif dan Inisiatif dalam mencari ide untuk mengembangkan pelayanan

28
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

kesehatan
4. Membangun lintas sector dengan semua komponen pendukung kesehatan
5. Apresiatif dan Aktif cepat tanggap dalam setiap pelayanan kesehatan
masyarakat

3.1.5 Sistem dan Prosedur Pelayanan di Puskesmas Sisir


a. Jam buka pelayanan di Puskesmas Sisir
 Senin - kamis : jam 07.30-12.00
 Jum‟at : jam 08.00-10.30
 Sabtu : jam 07.30-11.00

b. Alur Pelayanan Puskesmas Sisir

Gambar 3.3 Alur Pelayanan di Puskesmas Sisir

Sistem pelayanan di Puskesmas Sisir dilakukan sesuai alur pelayanan pada


Gambar 3.4. Pasien yang datang ke Puskesmas langsung mengambil nomor antrian

29
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

dan menuju loket untuk mendaftar dan menunggu diruang tunggu ruang pelayanan
yang dituju, kemudian petugas kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan dan
keadaan pasien di ruang pelayanan serta melakukan tindakan ataupun cek
laboratorium, pasien kemudian ke apotik membawa resep yang telah ditulis oleh
dokter/dokter gigi untuk diambil obatnya dan dibawa pulang, sedangkan pasien yang
mengalami keadaan gawat akan dirujuk ke RS.

Gambar 3.4 Alur Pelayanan Resep di Puskesmas Sisir

Pasien yang telah mendapatkan resep dari poli pengobatan di Puskesmas Sisir
selanjutnya memberikan resep dan mendapatkan nomor antrian obat pada ruang
farmasi seperti pada Gambar 3.5. Di ruang farmasi resep diterima oleh Apoteker/AA
dengan prinsip 3S (Senyum, Sapa, dan Salam). Setelah resep diterima, Apoteker/AA
melakukan skrining resep, peracikan, dan dilakukan pemeriksaan ulang sebelum
diberikan pada pasien. Resep yang telah dilakukan pemeriksaan ulang, diberikan
kepada pasien dengan memanggil nama pasien beserta nomor antrian pasien. Saat
obat diberikan kepada pasien, Apoteker/AA memberikan KIE kepada pasien.

30
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

3.1.6 Struktur Organisasi Puskesmas Sisir


Struktur organisasi Ruang Farmasi di Puskesmas Sisir pada periode Oktober 2019-sekarang terdiri atas:

Gambar 3.5 Struktur Organisasi Puskesmas Sisir

31
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

3.1.7 Program-Program Puskesmas Sisir


Berikut adalah beberapa program yang terdapat di Puskesmas Sisir:
1. Program promosi kesehatan termasuk UKS
2. Program kesehatan lingkunganProgram KIA-KB yang bersifat UKM
3. Program gizi yang bersifat UKM
4. Program pencegahan dan pengendalian penyakit
5. Program kesehatan masyarakat
6. Program shining health
7. Program TOSS TB

3.1.8 Kegiatan Kefarmasian di Puskesmas Sisir


1. Program TOSS TB : Pemegang program obat TB adalah Dhita, permintaan
obat program TB dengan membuat permintaan LPLPO dan dilaporkan tiap
tanggal 25 tiap bulan ke Dinkes Kota Batu. Dilakukan home pharmacy care
pada pasien TB
2. Program KIA-KB yang bersifat UKM : program ini meliputi imunisasi dan
posyandu, pemegang program ini adalah Yuli, dalam program imunisasi
menggunakan obat-obat chold chain product yang penyimpanannya harus
dimonitor pada suhu 2-8ºC, perencanaan dan pengadaan vaksin ini dengan
mengisi LPLPO yang dilaporkan per tanggal 25 tiap bulan ke Dinkes Kota
Batu.
3. Pendistribusian obat ke Polindes dan Puskesmas Pembantu di Temas
dengan alur, puskesmas pembantu dan polindes membuat LPLPO
kebutuhan obat ke Puskesmas sisir tiap bulan.
4. Perencaan dan pengadaan obat di Puskesmas Sisir dengan mengisi dan
melaporkan LPLPO tiap tanggal 25 per bulan ke Dinkes Kota Batu.
5. Pengelolaan obat-obat expired date dengan diberi plastik warna kuning dan
disisihkan.

32
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

3.2 Kegiatan yang dilakukan selama PKPA di Puskesmas Sisir


Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa selama PKPA di Puskesmas Sisir
meliputi:
Tabel 1. Kegiatan di Puskesmas
No. Hari dan Kegiatan
Tanggal
Selasa, 03/11/20 a. Serah terima dari pembimbing ke Puskesmas Sisir
dan perkenalan diri
b. Mengamati obat di ruang Farmasi di Puskesmas
Sisir, meliputi :
- Penyimpanan obat dalam gudang : disimpan
berdasarkan jenis sediaan dan diurutkan
berdasarkan alfabet. Gudang penyimpanan sirup
tersendiri. Pengelolaan vaksin ada ditempat sendiri
(obat-obatan yang sensitif terhadap suhu disimpan
dikulkas seperti antihemoroid, dll)
- Lemari psikotropika, prekursor dan OOT.
- Rak penyimpanan alkes
- Pemusnahan obat yang expired date atau obat yang
ditarik, dikembalikan ke Dinkes Kota Batu dan
dimusnahkan melalu pihak ketiga yaitu PT. PRIA
Mojokerto
1. c. Pelayanan kefarmasian, meliputi :
- Pelayanan resep : penerimaan resep  pasien
membawa resep dari dokter  pasien diberi
nomor antrian  skrining resep oleh apoteker 
pelayanan resep racikan dan non racikan  KIE
oleh apoteker
- Pelayanan resep sebanyak 26 resep.
- Contoh resep non-racikan :

33
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

2. Rabu, 04/11/20 a. Menata rak obat dan melakukan perbaikan nama


obat-obat di rak yang diurutkan berdasarkan
alfabetis, menggunakan sistem FEFO (First
Expired First Out) dan diberikan penandaan pada
obat-obat LASA (Look Alike Sound Alike) seperti
Amlodipin 5 mg dan amlodipin 10 mg.
b. Pelayanan kefarmasian, meliputi :
- Pelayanan resep : penerimaan resep  pasien
membawa resep dari dokter  pasien diberi
nomor antrian  skrining resep oleh apoteker 
pelayanan resep racikan dan non racikan  KIE

34
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

oleh apoteker
- Pelayanan resep sebanyak 20 resep.
- Contoh resep non-racikan :

c. Mempelajari input data Laporan Pemakaian dan


Lembar Permintaan Obat (LPLPO) per tanggal
20 tiap bulan yang ditujukan ke Dinkes kota
Batu dan melakukan penginputan data dengan
stok akhir bulan september menjadi stok awal
bulan oktober. Stok opname terdiri dari stok
gudang, stok KIA, UGD, Apotek, Pustu,
Lansia, P3K, obat lain, poli gigi.

3. Kamis, 05/11/20 a. Menata rak obat dan melakukan perbaikan nama


obat-obat di rak yang diurutkan berdasarkan
alfabetis, menggunakan sistem FEFO (First
Expired First Out) dan diberikan penandaan pada
obat-obat LASA (Look Alike Sound Alike) seperti

35
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Amlodipin 5 mg dan amlodipin 10 mg.


b. Pelayanan kefarmasian, meliputi :
• Pelayanan resep : penerimaan resep  pasien
membawa resep dari dokter  pasien diberi
nomor antrian  skrining resep oleh apoteker 
pelayanan resep racikan dan non racikan  KIE
oleh apoteker
• Pelayanan resep sebanyak 20 resep.
• Contoh resep racikan:

36
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

• Contoh resep no racikan:

4. Jum’at, 06/11/20 a. Diskusi dan mempelajari alur pemusnahan obat


yang expired date di puskesmas yang akan
dikembalikan ke Dinkes Kota Batu dan
dimusnahkan melalui pihak ketiga yaitu PT. PRIA
Mojokerto. Pelaporan obat expired date di
puskesmas kepada dinkes dilakukan 1 tahun sekali,
kemudian obat diserahkan kepada DINKES Kota
Batu yang kemudian akan dimusnahkan melalui
pihak ketiga yaitu PT. PRIA Mojokerto dengan
saksi apoteker yang ditunjuk dari DINKES kota

37
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Batu.
b. Pelayanan kefarmasian, meliputi :
- Pelayanan resep : penerimaan resep  pasien
membawa resep dari dokter  pasien diberi
nomor antrian  skrining resep oleh apoteker 
pelayanan resep racikan dan non racikan  KIE
oleh apoteker
- Pelayanan resep sebanyak 10 resep.
- Contoh resep non-racikan :

5. Sabtu, 07/11/20 a. Menyiapkan obat-obatan untuk kegiatan imunisasi di


sekolah dasar daerah Puskesmas Sisir.
b. Pelayanan kefarmasian, meliputi :
- Pelayanan resep : penerimaan resep  pasien
membawa resep dari dokter  pasien diberi
nomor antrian  skrining resep oleh apoteker 

38
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

pelayanan resep racikan dan non racikan  KIE


oleh apoteker
- Pelayanan resep sebanyak 12 resep.
- Contoh resep non-racikan :

6. Senin, 09/11/20 a. Pembuatan nomor antrian ruang farmasipuskesmas


Sisir
b. Menyiapkan obat-obatan untuk kegiatan imunisasi di
sekolah dasar daerah Puskesmas Sisir.
c. Pelayanan kefarmasian, meliputi :
- Pelayanan resep : penerimaan resep  pasien
membawa resep dari dokter  pasien diberi
nomor antrian  skrining resep oleh apoteker 
pelayanan resep racikan dan non racikan  KIE
oleh apoteker
- Pelayanan resep sebanyak 23 resep.

39
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

- Contoh resep non-racikan :

7. Selasa, 10/11/20 a. Menata rak obat dan melakukan perbaikan nama


obat-obat di rak yang diurutkan berdasarkan
alfabetis, menggunakan sistem FEFO (First Expired
First Out) dan diberikan penandaan pada obat-obat
LASA (Look Alike Sound Alike)
b. Mempelajari dan mengamati penyimpanan obat-obat
program seperti program imunisasi yang meliputi
produk ccp disimpan dengan suhu 2-8°C dan gudang
penyimpanan sirup dengan dibawah diberi rak palet
dengan jarak 10 cm
c. Pelayanan kefarmasian, meliputi :

40
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

- Pelayanan resep : penerimaan resep  pasien


membawa resep dari dokter  pasien diberi
nomor antrian  skrining resep oleh apoteker 
pelayanan resep racikan dan non racikan  KIE
oleh apoteker
- Pelayanan resep sebanyak 21 resep.
- Contoh resep non-racikan :

8. Rabu, 11/11/19 a. Menata rak obat dan melakukan perbaikan nama


obat-obat di rak yang diurutkan berdasarkan
alfabetis, menggunakan sistem FEFO (First Expired
First Out) dan diberikan penandaan pada obat-obat
LASA (Look Alike Sound Alike)
b. Pelayanan kefarmasian, meliputi :
- Pelayanan resep : penerimaan resep  pasien

41
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

membawa resep dari dokter  pasien diberi


nomor antrian  skrining resep oleh apoteker 
pelayanan resep racikan dan non racikan  KIE
oleh apoteker
- Pelayanan resep sebanyak 26 resep.
- Contoh resep non-racikan :

42
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

BAB IV
TUGAS PKPA

4.1 Penyuluhan
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Dagusibu
Target dan sasaran : Seluruh pasien/keluargapasien
Hari/ Tanggal : Senin, 9 November 2020
Waktu : 9.30-10.00 WIB
Tempat : Ruang tunggu puskesmas Sisir
Pemateri Penyuluhan : Alena Putri Jathy

4.1.1 Tujuan Instruksional


Setelah mendapatkan penjelasan tentang DAGUSIBU pasien dan atau
keluarga pasien diharapkan mendapatkan ilmu pengetahuan yakni mengetahui
bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat agar
terciptanya penggunaan obat dan penggunaan obat secara rasional.

4.1.2 Metode dan Media


a. Metode
 Pemaparan materi
 Tanya jawab
b. Media
 Tanya jawab secara langsung
4.1.3 Kegiatan Penyuluhan
Penyuluhan kali ini dilakukan dengan penyuluhan yang bertemakan
DAGUSIBU, dilakukan dengan melakukan diskusi secara langsung kepada peserta
(pasien/keluarga pasien) yang berada di Puskesmas Sisir, bertempatkan di ruang
tunggu Puskesmas Sisir, sebelum dimulai penyuluhan, dilakukan dengan

43
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

menanyakan kepada peserta apakah pasien/keluarga pasien mengetahui mengenai


DAGUSIBU. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui wawasan peserta penyuluhan
mengenai bagaimana masyarakat mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan
membuang obat yang telah rusak. Setelah itu dilakukan pemaparan materi dengan
dilakukan diskusi secara langsung kepada peserta dan setelah dilakukan pemaparan
materi dilakukan sesi tanya jawab untuk mengetahui peningkatan wawasan dari
peserta penyuluhan.

Tabel 2. Kegiatan Penyuluhan


NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN

Pembukaan :
1. Memperkenalkan diri

1. 2 Menit 2. Menanyakan apakah pasien/keluarga pasien


mengetahui mengenai DAGUSIBU.
3. Menjelaskan tujuan penyuluhan

Pelaksanaan :
1. Menjelaskan pengertian DAGUSIBU
2. Menjelaskan mengenai tujuan adanya
DAGUSIBU bagi masyarakat
2. 15 menit 3. Menjelaskan bagaimana pengaplikasian dan
contoh - contoh DAGUSIBU di masyarakat.
4. Menanyakan apakah ada yang kurang jelas
atau ada pertanyaan lainnya

44
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

4.2 Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai di


Puskesmas Sisir
Selama melakukan PKPA di Puskesmas Sisir terdapat berbagai kegiatan yang
dilakukan yaitu pelayanan di instalasi farmasi dan di gudang farmasi puskesmas.
Pada Puskesmas Sisir memiliki 1 sumber pengadaan sesuai dengan sumber dana,
yakni APBD.
4.2.1 Perencanaan dan Permintaan
Perencanaan obat dan alat kesehatan dilakukan perperiode (7 bulan),
dilakukan proses seleksi dengan mengacu pada Daftar Obat Esensial Nasional
(DOEN) dan Formularium Nasional (Fornas) di sesuaikan dengan
mempertimbangkan pola epidemiologi penyakit, pola konsumsi dan sediaan farmasi
periode sebelumnya di Puskesmas Sisir. Yang biasa digunakan oleh Puskesmas Sisir
adalah kombinasi keduanya.

4.2.2 Pengadaan
Puskesmas Sisir membuat data pemakaian obat dengan menggunakan
Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) yang akan dikirimkan ke
Instalasi Farmasi Kota Batu setiap tanggal 25 tiap bulan sebagai suatu permintaan
untuk kegiatan pengadaan (memenuhi kebutuhan) Sediaan Farmasi dan Bahan Medis
Habis Pakai di puskesmas, selanjutnya (GFK Batu) akan menganalisa LPLPO yang
diterima dari puskesmas-puskesmas diwilayahnya (termasuk Puskesmas Sisir)
menyesuaikan anggaran yang tersedia dan memperhitungkan waktu kekosongan obat,
buffer stock, dan menghindari stok berlebih. Pengadaan obat-obat program seperti TB
MDR dari RS Saiful Anwar Malang. Sedangkan untuk obat program imunisasi
langsung ke GFK Kota Malang dengan meminta BON. Contoh perhitungan rencana
kebutuhan obat yang digunakan pada gudang obat puskesmas dapat dilihat pada
lampiran 10.

45
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

4.2.3 Penerimaan
Penerimaan merupakan hasil pengadaan Puskesmas secara mandiri sesuai
dengan permintaan yang telah diajukan. Pada saat penerimaan, Tenaga Kefarmasian
melakukan pengecekan terhadap Sediaan Farmasi (Obat) dan Bahan Medis Habis
Pakai mencakup jumlah, jenis Sediaan Farmasi sesuai dengan LPLPO, waktu
kadaluarsa, dan no. batch, dokumen penerimaan ditandatangani oleh Tenaga
Kefarmasian (Apoteker) dan diketahui oleh Kepala Puskesmas, hal ini bertujuan
untuk menjamin mutu, khasiat dan keamanan, Bila Sediaan Farmasi tidak memenui
syarat yang telah ditentukan puskesmas (contoh : Exp date memiliki waktu kurang
dari 1 periode pengelolaan) maka sediaan tersebut dapat ditolak untuk meminta tukar
dengan sediaan yang memiliki waktu kadaluarsa yang lebih panjang.

4.2.4 Penyimpanan
Pada Puskesmas Sisir terdapat 2 tempat penyimpanan obat yakni Gudang
Obat dan Ruang Obat (Apotek) pada dasarnya prinsip penyimpanan di Gudang Obat
dan di Ruang Obat yakni sama yaitu diatur sebagai berikut :
a. Obat disusun berdasarkan jenis sediaan (tablet, cair atau salep)
b. Pada Ruang obat : Obat disusun berdasarkan alfabetis
c. Pada Ruang obat : Terdapat laci kecil-kecil untuk mempermudah dalam dispensing
sediaan, sehingga dilakukan pengisian ulang (refill) dari rak obat ke laci kecil
tersebut)
d. Pada Gudang Farmasi : Obat yang disimpan pada lantai harus diletakkan diatas palet
berjarak 10 cm dari lantai
e. Obat dirotasi dengan sistem FIFO (First In First Out) dn FEFO (First Expired First
Out)
Pada penyimpanan obat juga harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
a. Bentuk dan jenis sediaan
b. Kondisi yang dipersyaratkan dalam penandaan dan stabilitas di kemasan
sediaan farmasi (suhu, cahaya dan kelembapan)
c. Mudah atau tidaknya meledak/terbakar

46
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

d. Prekursor, OOT dan psikotropika disimpan dilemari tersendiri yaitu lemari


dengan pintu ganda dan kunci ganda.
e. Tempat penyimpanan Sediaan Farmasi tidak dipergunakan untuk menyimpan
barang lainnya yang dapat menyebabkan kontaminasi.

4.2.5 Pendistribusian
Pendistribusian merupakan kegiatan pengeluaran dan penyerahan Sediaan
Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai secara merata dan teratur. Puskesmas Sisir
mendistribusikan obatnya secara eksternal ke puskesmas pembantu (Pustu) di Temas,
Polindes, Poli Umum, Poli Gigi, KIA, Posyandu Lansia dan Balita.

4.2.6 Pemusnahan dan Penarikan


Penarikan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar/ketentuan peraturan
perundang-undangan dilakukan oleh pemilik izin edar berdasarkan perintah penarikan
oleh BPOM (mandatory recall) atau berdasarkan inisiasi, sukarela oleh pemilik izin
edar (voluntary recall) dengan tetap memberikan laporan kepada Kepala BPOM.
Penarikan Bahan Medis Habis Pakai dilakukan terhadap produk yang izin edarnya
dicabut oleh Menteri. Pemusnahan dilakukan untuk Sediaan Farmasi dan Bahan
Medis Habis Pakai bila:
a. Produk tidak memenuhi persyaratan mutu, contoh: terkontaminasi mikroba pada sediaan
injeksi dan tetes mata, labelnya tidak sesuai dengan kandungan/ kekuatan zat aktif,
brosur/leaflatnya salah informasi atau tidak lengkap, tidak memenuhi spesifikasi
keseragaman kandungan, keseragaman bobot, uji disolusi, uji potensi, kadar, pH,
pemerian, kadar air.
b. Telah kadaluwarsa;
c. Tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam pelayanan kesehatan atau kepentingan
ilmu pengetahuan
d. Dicabut izin edarnya

Tahapan pemusnahan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai terdiri dari:

47
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

a. Membuat daftar Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai yang akan
dimusnahkan
b. Menyiapkan Berita Acara Pemusnahan
c. Mengoordinasikan jadwal, metode dan tempat pemusnahan kepada pihak terkait
d. Menyiapkan tempat pemusnahan
e. Melakukan pemusnahan disesuaikan dengan jenis dan bentuk sediaan serta peraturan
yang berlaku.

Pada Puskesmas Sisir bila ada obat yang telah expired dilakukan pemusnahan.
Pemusnahan obat yang berasal dari Instalasi Farmasi Kota Batu (GFK Batu)
dilakukan dengan cara obat ditarik kembali ke GFK Batu, lalu pihak GFK Batu yang
akan melakukan pemusnahan yang bekerja sama dengan pihak ketiga PT PRIA
Mojokerto.
7. Pengendalian
Pengendalian Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai adalah suatu kegiatan
untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan strategi dan
program yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi kelebihan dan
kekurangan/kekosongan Obat di unit pelayanan kesehatan dasar. Tujuannya adalah
agar tidak terjadi kelebihan dan kekosongan Obat di unit pelayanan kesehatan dasar.
Contoh pengendalian pada Puskesmas Sisir yakni cek stok secara berkala antara
jumlah fisik sediaan di kartu stok dan jumlah fisik di apotek dan gudang obat
puskesmas sisir.
8. Pencatatan dan Pelaporan
Pencatatan pengeluaran obat dilakukan setiap hari, dan akan diakumulasikan setiap 1
bulan sekali untuk dibuat data pelaporan yang akan dilaporkan ke Dinkes Kota Batu.
Pencatatan dan pelaporan secara berkala juga menjadi sumber data untuk melakukan
pengaturan, pengendalian Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai dan juga
sebagai data untuk membuat laporan tahunan.
9. Pemantauan dan Evaluasi

48
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Pemantauan dan evaluasi Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis pakai dilakukan
secara periodik dengan cara melihat data administrasi pencatatan dan pelaporan
bulanan maupun tahunan. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan dan menghindari
kesalahan pada pengelolaan, memperbaiki system pengelolaan bila ada system yang
kurang tepat, dan memberikan enilaian terhadap capaian kinerja pengelolaan (Harus
berdasarkan SPO). Contoh SPO dapat dilihat pada lampiran.

49
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

4.3 Ketersediaan Obat-obat di Puskesmas Sisir di bandingkan dengan Formularium Nasional 2017 dan 2018

Tabel 3. Perbandingan ketersediaan obat FORNAS dengan obat di Puskesmas Sisir


No. Kelas Terapi Sub Kelas Terapi Nama Obat Bentuk Sediaan Fornas Ketersediaan
2017 2018 di Puskesmas
Analgesik Tablet 10 mg √ √ -
Kodein
narkotik Tablet 20 mg √ √ -
Kapsul 250 mg √ - -
Asam mefenamat
Kapsul 500 mg √ - √
Tablet 200 mg √ - -
ANALGESIK,
Tablet 400 mg √ - -
ANTIPIRETIK, Ibuprofen
Suspensi 100 mg/5 mL √ - -
1. ANTIINFLAMASI
Analgesik non Suspensi 200 mg/5 mL √ - -
NON STEROID,
narkotik Tablet salut enterik 25
ANTIPIRAI √ - √
Natrium mg
diklofenak Tablet salut enterik 50
√ - √
mg
Tablet 500 mg √ - √
Parasetamol
Sirup 120 mg/5 mL √ - √

50
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Drops 100 mg/mL √ - √


Tablet 100 mg  - -
Alopurinol
Tablet 300 mg  - √
Antipirai
Kolkisin Tablet 500 mg  - -
Probenesid Tablet 500 mg  - -
Amitriptilin Tablet sal selaput 25 mg  - √
Nyeri Neuropatik
Karbamazepin Tablet 100 mg  - √
Etil Klorida Spray 100 ml  - √
Lodikain Inj 2% (infiltr/p.v)  - -
Anestetik Lokal
Gel 2%  - -
Spray oral 10%  - -
Inj 50 mg/mL (i.v)   -
2. ANESTETIK Anestetik Umum Ketamin
Inj 100 mg/mL (i.v)   -
dan Oksigen
Oksigen Ih, gas dalam tabung   √
Obat untuk Inj 0,25 mg/mL
Atropin  - -
Prosedur Pre (i.v./i.m./s.k.)
Operatif Diazepam Inj 5 mg/mL (i.v./i.m.)  - 
3. ANTIALERGI DAN Antialergi dan Deksametason Inj 5 mg/mL (iv/im) √ - -

51
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

OBAT UNTUK obat untuk Difenhidramin Inj 10 mg/mL (iv/im) √ - -


ANAFILAKSIS anafilaksis Epinefrin Inj 0,1% (iv/sk/im)
√ - 
(adrenalin)
klorfeniramin Tab 4 mg √ - 
Loratadin Tab 10 mg √ - 
Tab 10 mg √ - -
Setirizin
Sir 5mg/5 mL √ - -
Tab 0,5 mg √ - -
Atropine
Inj 0,25 mg/mL √ - -
ANIDOT DAN OBAT Khusus Kalsium glukonat Inj 10% √ - -
4. LAIN UNTUK Natrium Tab 500 mg
√ - -
KERACUNAN bikarbonat
Karbon aktif Tab 0,5 mg √ - -
Umum
Magnesium sulfat serbuk √ - -
Inj 5 mg/mL (iv) √ - -
Antieplepsi - Diazepam Enema 5 mg/2,5 mL √ - -
ANTIEPLEPSI -
5. antikonvulsi Enema 10 mg/2,5 mL √ - -
ANTIKONVULSI
Kaps 30 mg √ √ -
Fenitoin
Kaps 100 mg √ √ √

52
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Inj 50 mg/mL √ √ -
Tab 30 mg √ - -
Fenobarbital
Tab 100 mg √ - -
Tab 200 mg √ - √
Karbamazepin
Sir 100 mg/5 mL √ - -
Inj 20 % (iv) √ - √
Magnesium sulfat
Inj 40 % (iv) √ - √
Tab sal enteric 250 mg √ √ -
Tab lepas lambat 250 mg √ √ -
Valproate
Tab lepas lambat 500 mg √ √ -
Sir 250 mg/5 mL √ √ -
tab 400 mg √ √ -
albendazol
susp 200 mg/5 mL √ √ -
tab 100 mg √ √ -
Antelmintik mebendazol tab 500 mg √ √ -
6. ANTIINFEKSI
Intestinal sir 100 mg/5 mL √ √ √
tab 125 mg √ √ -
pirantel pamoat tab 250 mg √ √ -
susp 125 mg/5 mL √ √ -

53
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

prazikuantel tab 600 mg √ √ -


Antifilaria dietilkarbamazin tab 100 mg √ √ -
Antisistosoma prazikuantel tab 600 mg √ √ -
tab 250 mg √ √ -
tab 500 mg √ √ √
amoksisilin drops 100 mg/mL √ √ -
sir kering 125 mg/5 mL √ √ √
sir kering 250 mg/5 mL √ √ -
serb inj 250 mg (i.m./i.v.) √ √ -
ampisilin
serb inj 1.000 mg (i.v.) √ √ √
benzatin benzil inj 1,2 juta IU/mL (i.m.) √ √ -
7. ANTIBAKTERI Beta laktam
penisilin inj 2,4 juta IU/mL (i.m.) √ √ -
fenoksimetil tab 250 mg √ √ -
penisilin (penisilin tab 500 mg
√ √ -
V)
Prokain Serb inj 3 juta IU (i.m.)
√ - -
benzilpenisilin
Sefadroksil Kaps 250 mg √,
√ -
PP

54
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Kaps 500 mg √,
- √
PP
Sirup kering 125 mg/5ml √,
- √
PP
Sirup kering 250 mg/5ml √,
- -
PP
Doksisiklin kaps 100 mg √ - √
kaps 250 mg √ - -
Tetrasiklin
Tetrasiklin kaps 500 mg √ - -
salep mata 1% - √ -
kaps 250 mg √ - -
susp 125 mg/5 ml √ - -
8. ANTIBAKTERI LAIN √
Kloramfenikol Kloramfenikol tts mata 0,5% - √
tts mata 1% - √ -
salep mata 1% - √ √
Kotrimoksazol
(dewasa)
Sulfametoksazol- √
kombinasi: tab 480 mg √ -
Trimetoprim
sulfametoksazol
400 mg

55
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

trimethoprim 80
mg
Kotrimoksazol
forte (dewasa)
kombinasi:
sulfametoksazol tab 960 mg √ - √
800 mg
trimethoprim 160
Sulfametoksazol- mg
Trimetoprim Kotrimoksazol
kombinasi tiap 5
mL:
sulfametoksazol susp 240 mg √ - √
8. ANTIBAKTERI LAIN 200 mg
trimethoprim 40
mg
kaps 250 mg √ - -
Eritromisin tab 500 mg √ - √
Makrolida sir kering 200 mg/5 mL √ - -
kaps 150 mg √ - √
Klindamisin
kaps 300 mg √ - -
Kuinolon Siprofloksasin Tab sal selaput 500 mg √ - √
Lain-lain Metronidazol Tab 250 mg √ √ √

56
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Tab 500 mg √ √ -
Susp 125 mg/5 ml √ √ √
Infus 5 mg/ml √ √ -
Dapson Tab 100 mg √ -
Klofazimin, Kaps dalam minyak 50
√ - -
Antilepra micronized mg
Klofazimin, Kaps dalam minyak 100
√ - -
micronized mg
Rifampisin Kaps 300 mg √ - -
Tab 250 √ - -
ANTIINFEKSI Etambutol Tab 400 √ - -
9.
KHUSUS Tab 500 - - -
Tab 100 √ √ -
Isoniazid
Anti Tuberculosis Tab 300 √ √ -
4KDT (FDC)
R 150 mg
1 Tab
H 75 mg √ √ √
Z 400 mg
E 275 mg

57
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

2KDT (FDC)
R 150 mg 1 Tab √ √ √
H 150 mg
3 KDT
R 75 mg
1 Tab √ √ √
H 50 mg
Z 150 mg
2 KDT (FDC)
R 75 mg √ √ √
H 50 mg
Kombinasi: Rifampisin kapl 450 mg
Paduan dalam (1 kapl)
bentuk paket Isoniazid tab 300 mg (1
Kombipak untuk tab)
√ √ √
Dewasa. Pirazinamid tab 500 mg
Kombipak II terdiri (3 tab)
dari: Etambutol tab 250 mg (3
tab)
9. ANTIINFEKSI Anti Tuberculosis Kombinasi: Rifampisin 450 mg (1 √ √ √

58
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

KHUSUS Paduan dalam kapl)


bentuk Kombipak Isoniazid 300 mg (2 tab)
untuk dewasa.
Kombipak III
terdiri dari:
Kombinasi: Rifampisin kaps 75 mg
Paduan dalam (2 kaps)
bentuk paket Isoniazid tab 100 mg (1
√ √ √
Kombipak untuk tab)
anak. Kombipak A Pirazinamid tab 200 mg
terdiri dari: (2 tab)
Kombinasi:
Paduan dalam Rifampisin kaps 75 mg
bentuk paket (2 kaps)
√ √ √
Kombipak untuk Isoniazid tab 100 mg (1
anak. Kombipak B tab)
terdiri dari:
pirazinamid tab 500 mg √ √ √
streptomisin serb inj 1.000 mg √ √ √

59
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

asam pipemidat kaps 400 mg √ √ -


metenamin
Antiseptik mandelat
tab sal enterik 500 mg √ - -
Saluran kemih (heksamin
mandelat)
nitrofurantoin tab 50 mg √ - -
Tab 125 mg √ - -
Griseofulvin
Tab 250 mg √ - -
(micronized)
Antifungi Tab 500 mg √ - -
10. ANTIFUNGI
sistemik Ketokonazol Tab 200 mg √ - √
Tab sal gula 500.000 IU √ - -
Nistatin
Susp 100.000 IU/mL √ - √
Tab 250 mg √ √ -
Antiamubiasis Tab 500 mg √ √ √
Metronidazol
dan antigiardiasis Susp 125 mg/5mL √ √ -
11. ANTIPROTOZOA Inf 5mg/mL √ √ -
Antimalaria Doksisiklin Kaps 100 mg √ - √
(untuk Artesunat Inj 60 mg/mL (i.v./i.m.) √ - -
pencegahan) Kombinasi: tab √ - -

60
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Artemether 20 mg
dan lumefantrin
120 mg
Kombinasi (DPH):
dihidroartemisin
Tab sal selaput √ - -
40 mg dan
piperakuin 320 mg
Tab 200 mg √ - -
Kuinin
Inj 25% (i.v.) √ - -
Primakuin Tab 15 mg √ - -
Tab 200 mg √ - -
12. ANTIVIRUS Antiherpes Asiklovir
Tab 400 mg √ - √
Kombinasi: Tablet
a. Zidovudin 300
√ - -
Nucleoside mg
b. Lamivudin 150
Reverse
13. ANTIRETROVIRAL mg
Transcriptase Kombinasi : Tablet
Inhibitor (NRTI) a. Tenofovir 300
√ - -
mg
b. Emtrisitabin 200
mg

61
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lamivudin Tablet 150 mg √ - -


Tablet salur selaput 300
Tenofovir √ - -
mg
Zidovudin Kapsul 100 mg √ - -
Tablet 200 mg √ - -
Efavirenz Tablet salut selaput 600
√ - -
mg
Nevirapin Kapsul/tablet 200 mg √ - -
Kombinasi: tablet

Nucleoside a. Tenofovir 300


mg
Reverse √ - -
b. Lamivudine 300
Transcriptase mg
c. Efavirenz 600
Inhibitor (NRTI) mg
+ Non Nucleoside Dapat diberikan oleh Faskes Tk.1 dengan persyaratan memiliki SK

Reverse Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV dari

Transcriptase Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat.

Inhibitor Kombinasi FDC Tablet dispersible


(NNRTI) (anak): √ - -
a. Zidovudine 60
mg

62
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

b. Lamivudine 30
mg
c. Nevirapin 50
mg
Nucleoside
Reverse
Transcriptase
Inhibitor (NRTI) Dapat diberikan oleh Faskes Tk.1 dengan persyaratan memiliki SK
+ Non Nucleoside Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV dari
Reverse Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat.
Transcriptase
Inhibitor
(NNRTI)
Kombinasi (LPV/r) Tablet salut selaput
a. Lopinavir 200 √ - -
mg
Protease inhibitor b. Ritonavir 50 mg
a. Hanya digunakan sebagai lini kedua terapi antiretroviral.
b. Dapat diberikan oleh Faskes Tk.1 dengan persyaratan memiliki SK
Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV
dari Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat.
ANTIMIGREN DAN Propanolol Tab 10 mg √ - √
14. Antimigren
ANTIVERTIGO Ergotamin Tab 1 mg √ - √

63
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Kombinasi :
Ergotamin 1 mg Tab √ - √
Kafein 50mg
ANTINEOPLASTIK, Tab 0,5 mg √ - √
IMUNOSUPRESAN Hormon dan
15. Deksametason
DAN OBAT UNTUK Antihormon Inj 5 mg/ml √ - -
TERAPI PALIATIF
Kombinasi : Tablet, Tab dispersible
Benserazid 25mg √ - -
Levodopa 100mg
Kombinasi : Tablet
Levodopa 100mg
16. ANTIPARKINSON - - -
Karbidopa 25mg
Entekapon 200mg
Pramikepsol Tablet - - -
Ropirinol Tablet - - -
Triheksifinidil 2mg Tablet √ - -
OBAT yang Antianemi Asam folat 0,4mg, Tablet
17. √ - -
MEMENGARUHI 1mg, 5mg

64
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

DARAH Ferro sulfat Tablet 300mg, syr


- - -
150mg/ml
Kombinasi: Tablet
Ferro sulfat 200mg √ - √
Asam folat 0,25mg
low molecule ferri inj 50 mg/mL
- - -
sucrose
sianokobalamin Tablet 50mcg, inj
√ - -
(vitamin B12) 500mcg/ml
Obat yang asam traneksamat tab sal selaput 500 mg,
Memengaruhi inj 50 mg/mL, - - -
Koagulasi inj 100 mg/mL
dabigatran eteksilat kaps 75 mg
- - -
kaps 110 mg
enoksaparin inj 20 mg/0,2 mL
sodium inj 40 mg/0,4 mL - - -
inj 60 mg/0,6 mL
faktor koagulasi II, serb inj 250 IU/10 mL
- √ -
faktor koagulasi serb inj 500 IU/10 mL

65
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

VII, faktor
koagulasi IX,
factor koagulasi X
OBAT yang Obat yang Tab sal gula 10 mg √ - √
Fitomenadion
18. MEMENGARUHI Memengaruhi Inj 2 mg/mL (i.m) √ - √
(Vitamin K1)
DARAH Koagulasi Inj 10 mg/mL (i.m) √ - -
Natrium Inj 200 mg/ml (i.v.)
Ginjal √ - -
Aminohipurat
Tetes mata 2,5 mg/ml √ - -
19. TES FUNGSI Mata Fluoresin
Inj 100 mg/ml √ - -
Tuberkulin protein Serbu inj 2 TU/0,1 ml
Tes Kulit √ - -
purified derivative
Hidrogen proksida Cairan 3% √ - -
Lar 5% (untuk
Antiseptik Klorheksidin diencerkan bila akan √ - -
ANTISEPTIK dan
20. digunakan)
DESINFEKTAN
Povidon iodin Lar 100 mg/ml √ - √
Etanol 70% Cairan 70% √ - √
Disinfektan
Kalsium hipoklorit Serbuk √ - -

66
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lain-lain Paraformaldehid Tab 1 g √ - -


Eugenol Cairan √ - -
Formokresol Cairan √ - -
Gutta percha dan 15-40 mm √ - -
paper points 45-80 mm √ - -
Kalsium
Bubuk, pasta √ - -
hidroksida
Klorfenol kamfer
Cairan √ - -
Antiseptik dan mentol (CHKM)
OBAT dan BAHAN bahan untuk Klorheksidin Cairan √ - -
21.
UNTUK GIGI perawatan saluran Kombinasi:
akar gigi Deksametason
asetat 0.1%
Thymol 5% Cairan √ - -
Paraklophenol
30%
Campor 64%
Kombinasi
Cairan √ - -
Lidokain

67
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Medisinal creosote
phenol
Eugenol
Benzyl alcohol
Natrium hipoklorit Cairan konsentrat 5% √ - -
Pasta pengisi
Pasta √ - -
saluran akar
Antifungi
Nystatin Suspense 100.00 IU/ml √ - -
orofaringeal
Obat untuk Kapl 1 mg dan sediaan
Fluor √ - -
pencegahan karies topikal
Bahan tumpatan
Larutan dan serbuk √ - -
sementara
Glass ionomer
Bahan tumpat ART (Atraumatic Serbuk, larutan fan cocoa
√ - -
Restorative butter 5g
Treatment)

Komposit resin Set √ - -

21. OBAT dan BAHAN Preparat lainnya Anestetik local gigi Injeksi 2 ml √ - -

68
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

UNTUK GIGI kombinasi:


Lidokain 2% +
epinefrin 1 :
80.000
Aquadest Cairan 500 ml √ - -
Kertas warna penanda
Articulating paper √ - -
oklusi
Etil klorida Spray 100 ml √ - -
Ferrakrilum Cairan 1% √ - -
Kombinasi:
Triamsinolon
asetonid Pasta √ - -
Dementilklortetrasi
klin
Injeksi 2%, salep 5%,
Lidokain √ - -
spray oral 10%
Pasta devitalisasi
Pasta √ - -
(non arsen)
Surgical gingival Pasta √ - -

69
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

pack
Tablet 40 mg dan inj
Furosemide √ - √
mg/ml (IV/IM)
DIURETIK dan OBAT Tab 12.5 mg dan tab 25
Hidroklorotiazid √ - √
22. untuk HIPERTROFI Diuretik mg
PROSTAT Mannitol Inf 20% √ - √
Tab 25 mg dan tab 100
Spironolakton √ - √
mg
Tablet 2,5 mg √ √ √
Glibenklamid
Tablet 5 mg √ √ √
Antidiabetes Tablet 1 mg √ √ -
HORMON, OBAT Glimepirid
23. ENDOKRIN LAIN dan (Antidiabetes Tablet 2 mg √ √ √
KONTRASEPSI Oral) Glipizid Tablet 5 mg √ -

Tablet 500 mg √ √ √
Metformin
Tablet 850 mg √ √ √
HORMON KELAMIN Etinilestradiol 30
tab sal gula √ - -
dan OBAT yang Kontrasepsi mcg
24.
MEMENGARUHI Linestrenol tab 0,5 mg √ - -
FERTILITAS Kontrasepsi, Catatan: inj 150 mg / 3 mL √ - -

70
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Parenteral Disediakan oleh


program BKKBN.

medroksi
progesteron asetat
Catatan:
Disediakan oleh
program BKKBN. set √ - √
Kontrasepsi,
AKDR (IUD)
copper T
IUD Cu T 380 A set √ - √
IUD levonorgestrel set √ - √
Etonogestrel implan 68 mg √ -
Catatan:
Kontrasepsi, Disediakan oleh
implan 2 rods, 75 mg (3-
Implan program BKKBN. √ - √
4 tahun)

Levonorgestrel
25. HORMON TIROID dan Hormon Tiroid lugol larutan √ - -

71
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

ANTITIROID dan Antitiroid Propiltiouresil Tablet 10 mg √ - -


Tablet 0,5 mg √ - √
Dexametasone
Inj 5 mg/ml √ - -
26. KORTIKOSTEROID Kortikosteroid
Hidrokortison Ser inj. 100 mg √ - -
Prednison Tablet 5 mg √ - -
Diltiazem Tablet 30 mg √ √ -
Antiangina Gliseril trinitrat Tablet 0,5 mg √ √ -
Isosorbit dinitrat Tablet 5 mg √ √ -
27. KARDIOVASKULAR
Digoxin Tablet 0,25 mg √ - -
Antiaritmia Diltiazem Serb inj 50 mg √ - -
Propranolol Tablet 10 mg √ - √
Antimigren
Propranolol tab 10 mg √ - √
(Profilaksis)
ANTIMIGREN dan Ergotamin tab 1 mg √ - √
28.
ANTIVERTIGO Antimigren Kombinasi:
(Serangan Akut) a. Ergotamin 1 mg tab √ - -
Kafein 50 mg

ANTINEOPLASTIK, Hormon dan tab 0,5 mg √ - √


29. Deksametason
IMUNOSUPRESAN dan Antihormon inj 5 mg/mL √ - -

72
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

OBAT untuk TERAPI


PALIATIF
Asam
ANTI AGRESI Anti Agresi
30. asetilsalisilat(Aseto Tab 80mg √ - √
PLATELET Platelet
sal*)
Tab 0,25 mg*
Hanya untuk gagal
Digoksin jantung dengan atrial √ √ -
fibrilasi atau
sinus takikardia.
tab 40 mg* √ √ √
Furosemid
OBAT untuk GAGAL inj 10 mg/mL (i.v./i.m.) √ √ -
31.
JANTUNG tab 12,5 mg √ √ -
Kaptopril*
tab 25 mg √ √ √
karvedilol Kapsul 6,25 mg √ √ -
Tab 25 mg √ √ -
ramipril Tab 5 mg √ √ -
Tab 10 mg √ √ -
spironolacton Tab 25 mg √ √ √

73
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Inj 12,5 mg/ml √ - -


dobutamin Inj 25 mg/ml √ - -
OBAT untuk SYOK
Inj. 50 mg/ml √ - -
32. KARDIOGENIK DAN
Dopamin Inj 40 mg/ml √ - -
SEPSIS
Epinefrin Inj 0,1% √ - √
Noreprinefrin Inj 1 mg/ml √ - √
Tab salut selaput 10 mg √ - -
atorvastatin
Tab salut selaput 20 mg √ - -
Kaps 100 mg √ - -
Fenofibrat
Kaps 300 mg √ - -
Kaps 300 mg √ - -
gemfibrozil
OBAT Kaps 600 mg √ - -
33. antihiperlipidemia kolestiramin Serbuk 4 g √ - -
KARDIOVASKULER
Tab 10 mg √ - -
pravastin
Tab 20 mg √ - -
- Tablet salut selaput 10
mg
Simvastatin - Tablet salut selaput 20 √ √ √
mg
- Tablet salut selaput 40
mg

74
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Fermisetin sulfat Tulle 1 % √ -


Kloramfenikol Salep 2 % - √
Antibakteri perak sulfadiazine
Hanya untuk luka krim 1% √ - -
bakar
Kombinasi:
1. Asam bensoat
6% salep √ - -
2. Asam salisilat
OBAT TOPIKAL untuk
34. 3%
KULIT
Antifungi Krim 2% √ - √
Ketokonazol
Scalp sol 2%
√ - -
Pada pitiriasis yang luas.
Serb 2% √ - -
Mikonazol
Krim 2% √ - -
Nistatin tab vaginal 100.000 IU √ - -
Krim 0,05% √ - √
Antiinflamasi dan
betametason Krim 0,1% √ - -
Antipruritik
Salep 0,1% √ - -

75
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Hidrokortison Krim 2,5% √ - √


Kalamin Lotio √ - -
Antiskabies dan
Permetrin Salep 5% √ - -
Antipedikulosis
salep 2-4,
kombinasi:
Antiskabies dan 1. Asam salisilat
Salep √ - √
Antipedikulosis 2%
2. belerang endap
4%
perak nitrat Lar 20% √ - -
OBAT TOPIKAL untuk
34. Podofilin
KULIT
a). Tidak boleh
diberikan pada
Kaustik wanita hamil.
b). Hanya diberikan Tingtur 25% √ - -
oleh dokter dan
dilakukan di
fasilitas
pelayanan
kesehatan.
Keratolitik dan Asam salisilat Salep 2% √ - -

76
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Keratoplastik Salep 5% √ - -
Salep 10% √ - -
liquor carbonis
Lar 5% √ - -
detergens
asam salisilat Lar 0,1% √ - -
bedak salisil Serb 2% √ - -
Lain-lain Krim 10% √ - -

urea Krim 20% √ -


-

Garam Oralit
kombinasi:
Natrium klorida
LARUTAN 0,52 g
ELEKTROLIT, Kalium klorida
35. Oral Serbuk √ √ √
NUTRISI dan LAIN- 0,30 g
LAIN Trinatrium sitrat
dihidrat 0,58 g
Glukosa anhidrat
2,70 g

77
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Natrium
Tablet 500 mg √ √ √
bikarbonat
Zinc Drops 10 mg/ml √ √ √
Larutan
mengandung √ √ -
Elektrolit
Larutan
mengandung √ √ -
Parenteral
Karbohidrat
Larutan
mengandung
√ √ -
Karbohidrat +
Elektrolit
Lain-Lain Air untuk injeksi Cairan injeksi √ √ -
Anestetik Lokal Tetrakain Tetes mata 0,5 % √ √ -
Salep mata 0,3 % √ √ -
Gentamisin
36. OBAT untuk MATA Tetes mata 0,3 % √ √ -
Antimikroba
Tetes mata 0,5 % √ √ -
Kloramfenikol
Tetes mata 1 % √ √ -

78
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Salep mata 1 % √ √ -
Oksitetrasiklin Salep mata - √ -
Anestetik Lokal Siprofloksasin Tetes mata 3 mg/ml √ √ -
Antimikroba Tetrasiklin Salep mata 1 % √ √ √
betametason tts mata 1 mg/mL √ √ -
Antiinflamasi
natrium diklofenak tts mata 1 mg/mL √ √ -
olopatadin tts mata 0,1% √ √ -

Pilokarpin

36. OBAT untuk MATA Dapat diberikan di


Faskes Tk. 1 yang tts mata 2% √ √ -
Miotik dan
memiliki fasilitas
Antiglaukoma
untuk mengukur
tekanan
intraokuler.
tts mata 0,25% √ √ √
Timolol
tts mata 0,5% √ √ √

79
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Dapat diberikan di
Faskes Tk. 1 yang
memiliki fasilitas
untuk mengukur
tekanan
intraokuler.
tab sal selaput 0,125 mg √ - √
metilergometrin
- inj 0,2 mg/mL √ - -
37. OKSITOSIK
oksitosin inj 10 IU/mL √ - -
Oksitosin Oksitosin Inj 10 IU/ml  - -
Tab 2 mg  - √
Antiansietas Diazepam Tab 5 mg  - -
Inj 5 mg/ml (i.v.)  - -
38.
Tab 0,5 mg  - -
PSIKOFARMAKA
Antiansietas Lorazepam Tab 1 mg  - -
Tab 2 mg  - -
Amitriptilin Tab sal selaput 25 mg  - √
Antidepresi
Fluoksetin Kaps 10 mg  - -

80
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Kaps 20 mg  - -
Antiobsesi Kaps 10 mg  - -
Fluoksetin
Kompulsi Kaps 20 mg  - -
Flufenazin Inj 25 mg/ml (i.m.)  - -
Tab 1,5 mg*  - √
Tab 2 mg*  - -
Tab 5 mg*  - √
Haloperidol
Drops 2 mg/ml  - -
Inj 5 mg/ml (i.m.)  - -
Antipsikosis Inj 50 mg/ml  - √
Tab sal 25 mg  - -
Klorpromazin Tab sal selaput 100 mg*  - √
Inj 5 mg/ml (i.m.)  - -
Klozapin Tab 25 mg √ - -
Tab 100 mg √ - -
Risperidon Tab 1 mg √ - -
Obat untuk Tab salut enteric 250 mg √ √ -
Valproat
gangguan bipolar Tab lepas lambat 250 mg √ √ -

81
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Tab lepas lambat 500 mg √ √ -


OBAT untuk
39. PROGRAM Metadon sir 50 mg/5 mL √ - -
KETERGANTUNGAN
Antasida,
Kombinasi:
tab kunyah
aluminium
susp √ - √
hidroksida 200mg
magnesium
hidroksida 200mg
kaps 20 mg √ - √
OBAT untuk Antasida dan Omeprazol
40. serb inj 40mg √ - -
SALURAN CERNA Antiulkus
Ranitidin tab 150 mg √ - √
dimenhidrinat tab 50 mg √ - √
tab 10 mg √ - √
domperidon
sir 5 mg/5 mL √ - √
tab sal 25 mg √ - -
klorpromazin inj 5 mg/mL (im) √ - -
inj 25 mg/mL (im) √ - -

82
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

tab 5 mg √ - √
metoklopramid tab 10 mg √ - √
inj 5 mg/mL √ - -
antihemoroid, sup
kombinasi:
a.bismut subgalat
Antihemoroid √ - -
b.heksaklorofen
c.lidokain
d.seng oksida
atropine tab 0,5 mg √ - -
inj 0,25 mg/mL
√ - -
Antispasmodik (im/iv/sc)
hiosin tab 10 mg
√ - -
butilbromida
OBAT Untuk atapulgit tab
√ - √
DIARE
garam oralit,
kombinasi : serb √ - √
a.natrium klorid

83
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

0,52 g
b.kalium klorida
0,30 g
c.trinatrium sitrat
dihidrat 0,58 g
d.glukosa anhidrat
2,7 g
kombinasi
kaolin 550 mg tab √ - -
pectin 20 mg
tab dispersible 20 mg √ - √
zinc sir 20 mg/5 mL √ - -
serb 10 mg √ - -
tab sal 5 mg √ - -
bisakodil sup 5 mg √ - -
sup 10 mg √ - -
Katartik
cairan obat luar 100
gliserin √ - -
mg/mL
laktulosa sir 3,335 g/5 mL √ - -

84
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

tab 150 mg √ - √
Aminofilin tab 200 mg √ - -
inj 24 mg/mL √ - -
serb ih 100 mcg/dosis  - -
serb ih 200 mcg/dosis  - -
Budesonid
cairan ih 0,25 mg/mL  - -
cairan ih 0,5 mg/mL  - -
tab 0,5 mg  - √
Deksametason
OBAT untuk inj 5 mg/mL (i.v.)  - -
41. ANTIASMA
SALURAN NAPAS Epinefrin
inj 0,1%  - √
(adrenalin)
ipratropium
ih 20 mcg/puff   -
bromida
Kombinasi
a. Ipratropium
Cairan inhlasi √ √ -
bromida (0,5mg)
b. Salbutamol
(2,5mg)
Metilprednisolon Tablet 4mg √ - √
Salbutamol Tablet 2mg √ - -

85
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Tablet 4mg √ - √
Cairan inhalasi 1mg/ml √ - -
Injeksi 0,5mg/mL
√ - -
(s.k/i.v)
Terbutalin
Cairan inhalasi
√ - -
2,5mg/mL
Antitusif Kodein Tablet 10 mg √ - -
Ekspektoran n-asetil sistein Kapsul 200 mg √ - √
Tidak untuk Ipratropium Aerosol 20 mcg/semprot √ √ -

OBAT untuk jangka panjang Bromida Cairan inhalasi 0,025% √ √ -

PENYAKIT PARU Kombinasi


42. SOPT (Sindrom
OBSTRUKSI KRONIS - Ipratropium
Obstruksi Pasca Bromida 0,5 Cairan inhalasi √ √ -
(PPOK) mg
Tuberkulosis)
- Salbutamol 2,5
mg
Hepatitis B Injeksi 150 IU/1,5 mL
√ - √
OBAT yang Serum dan Imunoglobulin
43. MEMPENGARUHI Imunoglobulin (human) Injeksi 220 IU/mL √ - √
SISTEM IMUN Human tetanus Injeksi 250 IU √ - -
imunoglobulin Injeksi 500 IU √ - -

86
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

A.B.U. I (khusus
ular dari luar inj (i.m./i.v.) √ - -
Papua)
A.B.U.II (khusus
inj (i.m./i.v.) √ - -
ular dari Papua)
inj 100 IU/mL √ - -
Serum Antirabies
inj 200-400 IU/mL √ - -
Untuk pencegahan :
√ - -
inj 1.500 IU/mL (i.m.)
Serum
inj 5.000 IU/mL (i.m.) √ - -
Antitetanus
Untuk pengobatan :
(A.T.S) √ - -
inj 10.000 IU (i.m/i.v.)
inj 20.000 IU (i.m/i.v.) √ - -
Tetanus Toxoid inj √ - √
serb inj 0,75 mg/mL +
Vaksin BCG √ - -
pelarut (i.k.)
44. VAKSIN Vaksin Campak serb inj + pelarut (s.k.) √ - -
Vaksin Hepatitis inj Prefilled Injection
√ - -
Rekombinan Device (Uniject) 0,5 mL

87
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

(i.m.)
Vaksin
Kombinasi DPT- inj (i.m.)  - √
HB-Hib
Vaksin Jerap
Difteri Tetanus inj 40/15 lf per mL (i.m.) √ - -
(DT)
Vaksin Jerap inj 15/4 lf per mL (i.m.)
Tetanus Difteri √ - -
(Td)
44. VAKSIN Vaksin Measles inj 0,5 mL (s.k.)
√ - -
Rubella (MR)
Vaksin Bivalen drops 10 dosis
√ - -
OPV (B-OPV)
Vaksin Polio IPV inj 0,5 mL (i.m.) √ - -
Vaksin Rabies, serb inj + booster (s.k.) √ - -
Untuk Manusia serb inj 2,5 IU (s.k.) √ - -
OBAT untuk TELINGA, Asam Asetat tts telinga 2% √ - -
45.
HIDUNG, dan Antiseptic Hydrogen cairan √ - -

88
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

TENGGOROK peroksida cairan


3%
Serumenolitik Karbogliserin Tetes telinga √ - -
Antibiotic Kloramfenikol Tetes telinga √ - √
Anastesi lokal Lidokain 10% Spray oral √ -
Oksimetazolin
Dekongestan Tetes hidung √ - -
0,025%
Oksimetazolin
Dekongestan Tetes hidung √ - -
0,050%
Vitamin C tablet
Tablet √ - √
50 mg
VITAMIN dan Vitamin C tablet
46. Defisiensi vitamin Tablet √ - √
MINERAL 250 mg
Ergokalsiferol
Kapsul √ - -
kapsul 50.000 IU
Fornas Ketersediaan
No. Kelas Terapi Sub Kelas Terapi Nama Obat Bentuk Sediaan
2017 2018 di Puskesmas
VITAMIN dan Ergokalsiferol
46. Defisiensi vitamin Suspense √ - -
MINERAL suspense 10.000

89
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

IU/mL
Ferro Fumarat
kapsul lunak 300 Kapsul lunak √ - -
Defisiensi zat besi mg
Ferro sulfat tablet
Tablet salut √ - √
salut 300 mg
Kalsium glukonat
Tablet √ - √
tablet 500 mg
Kalsium karbonat
Suplemen Tablet √ - √
tablet 500 mg
makanan
Kalsium laktat
(kalk) tablet 500 Tablet √ - √
mg
Piridoksin (vit B6) Tab 10 mg √ - -
Piridoksin (vit B6) Tab 25 mg √ - -
Piridoksin (vit B6) inj. 50 mg/ml √ - √
Vitamin
Kapsul Lunak 100.000
√ - -
Retinol (vit. A) IU
Kapsul Lunak 200.000 √ - -

90
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

IU
Sianokobalamin
tab 50 mcg √ - √
(vit B12)
Tiamin (vit B1) tab 50 mg √ - √
Vitamin B
tab √ - √
komplek

91
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di
Puskesmas Sisir yang dilaksanakan pada tanggal 04 November 2020 hingga 11
November 2020, dapat disimpulkan bahwa :
1. Mahasiswa mampu membuat keputusan profesi, menetapkan tindakan
profesi, serta melakukan pekerjaan kefarmasian
2. Mahasiswa mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan tenaga
kesehatan lain, pasien, dan masyarakat
3. Mahasiswa mampu bertindak secara bertanggungjawab dalam
lingkungan kerja sesuai dengan norma dan etik

5.2 Saran
Guna meningkatkan keahlian seorang calon apoteker maka kami memberikan
masukan sebagai berikut :
1. Calon apoteker harus lebih aktif dalam melaksanakan tugas dan tanggung
jawab secara manajerial maupun klinis di pelayanan kefarmasian
puskesmas.
2. Calon apoteker harus lebih meningkatkan ketelitian dalam praktik
kefarmasian.
3. Calon apoteker harus meningkatkan communication skill kepada tenaga
kesehatan lain, pasien maupun masyarakat.

92
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI, 2016, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas,
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Depkes RI, 2014, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Departemen
Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Kementrian Kesehatan RI, 2016. Pedoman Umum Program Indonesia Sehat
dengan Pendekatan Keluarga Sehat. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, Jakarta

93
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Obat-Obat di Puskesmas Sisir


NO Nama Obat Satuan
1 Acyclovir 200 mg Tab
2 Acyclovir 5% Salep
3 Attapulgit 630 mg Tab
4 Atorvastatin 20 mg Tab
5 Adalat Oros 20 mg Tab
6 Allopurinol 300mg Tab
7 Amitripthylin 25mg Tab
8 Amlodipin 5 mg Tab
9 Amlodipin 10 mg Tab
10 Amoxycillin 500mg Tab
11 Amoxycillin Syrup Fls
12 Antalgin Tab
13 Antasida Tab
14 Antasida syrup Fls
15 Anti Hemoroid Supp
16 Antifungi SK Tube
17 Asam Mefanamat Tab
18 Ambroksol syrup 15 mg/5 ml Fls
19 Betametason cr Tube
20 Captopril 25mg Tab
21 Carbamazepin 200 Tab
22 Cefadroxil 500 kaps Kaps
23 Chloramphenicol SM Tube
24 Chloramphenicol TT Tube
25 Ciprofloxacin Tab

94
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

26 Citirizin Tab
27 Clindamycin Kaps
28 Clopidogrel Tab
29 Cotrimoxazol Tab
30 Cotrimoxazol syr Fls
31 CPZ 100mg Tab
32 CTM Tab
33 Dexamethason Tab
34 Diazepam 2 mg; 5 mg Tab
35 Digoksin 0,25 mg Tab
36 Dimenhidrinat Tab
37 Domperidon 10mg Tab
38 Domperidon syr Fls
39 Ergotamin caffein Tab
40 Erytromycin 500 mg Tab
41 Ethambuthol Tab
42 Fenitoin 100mg Tab
43 Fenol Gliserol TT 10% Fls
44 Furosemid 40 mg Tab
45 Gemfibrosil 600mg Kaps
46 Gentamycin SK Tube
47 Glibenclamid Tab
48 Glimepiride 2 mg Tab
49 Glyceryl Guaiaculat Tab
50 Haloperidol 1.5mg Tab
51 Haloperidol 5mg Tab
52 HCT Tab
53 Hidrocortison SK Tube

95
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

54 INH (Isoniazid) Tab


55 ISDN 5mg Tab
56 KALK Tab
57 Kasa 2x80cm Set
58 Ketokonazole 200 Tab
59 Ketokonazole Cr Tube
60 Klorpromazine inj 25 mg/ml Ampul
61 Kotrimoksazole 480 mg Tab
62 Kotrimoksazole syrup Fls
63 Loratadin Tab
64 Lidocain inj Ampul
65 Loperamide 2 mg Tab
66 Luminal Tab
67 Masker Set
68 Meloxicam 15 mg Tab
69 Metformin 500mg Tab
70 Methylergometrin Tab
71 Methylprednisolon Tab
72 Metoclopramid Tab
73 Metronidazol 250mg Tab
74 Metronidazol syr Fls
75 Miniaspi Tab
76 MgSO4 inj 20% Ampul
77 MgSO4 inj 40% Ampul
78 Myconazol SK Tube
79 Natrium diclofenak Tab
80 Nifedipin 10mg Tab
81 Nistatin Vaginal Tab Vag

96
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

82 OBH syr Fls


83 Omeprazole 20mg Kaps
84 Oralit Sach
85 Paracetamol 500mg Tab
86 Paracetamol Drop Fls
87 Paracetamol syr Fls
88 Piracetam 800mg Tab
89 Propanolol Tab
90 Phenitoin Kapsul
91 Ranitidin 150mg Tab
92 Salbutamol 2 mg Tab
93 Salep 2-4 Tube
94 Salicyl talk Dos
95 Scabicid Tube
96 Simvastatin Tab
97 Spironolacton Tab
98 Sulfas Ferosus Tab
99 Sefadroksil Syrup 125 mg/5 ml Fls
100 Trihexiphenidil Tab
101 Vit B-1 Tab
102 Vit B-6 Tab
103 Vit B-complex Tab
104 Vit C Tab
105 Vit K Tab
106 Zinc 20mg Tab
107 Clozapin Tab
108 Acetil Sistein Tab
109 B12 Tab

97
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 2. Lemari Penyimpanan Prekursor , Obat Obat Tertentu dan Psikotropika

98
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 3. Rak Penyimpanan Obat pada Ruang Obat

99
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

100
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 4. Lemari Obat pada Ruang Obat

101
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 5. Meja Peracikan dan peralatan peracikan

102
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 6. Penyimpanan Obat Suhu Dingin

103
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 7. Penyimpanan Alat Kesehatan, Obat, dan Bahan Medis Habis Pakai

104
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 8. Dokumentasi Penyuluhan

105
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 9. Poster Penyuluhan DAGUSIBU

106
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 10. Perhitungan Rancangan Kebutuhan Obat (RKO) Puskesmas Sisir

107
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

108
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

109
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

110
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

111
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

112
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

113
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

114
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Keterangan :

Kode Keterangan
2 Nama Obat
3 Jenis Sediaan
4 Saldo Akhir Februari 2020
5 Pemakaian Bulan Juli 2019
6 Pemakaian Bulan Agustus 2019
7 Pemakaian Bulan September 2019
8 Pemakaian Bulan Oktober 2019
9 Pemakaian Bulan November 2019
10 Pemakaian Bulan Desember 2019
11 Pemakaian Bulan Januari 2020
12 Pemakaian Bulan Februari 2020
13 Total Pemakaian Bulan Juli 2019 – Bulan Februari 2020
14 Rata-Rata Perbulan (Total Pemakaian/total Bulan)
15 Kebutuhan untuk 18 Bulan (1 Tahun + 6 bulan)
15 - 4 Estimasi Kebutuhan (Kebutuhan Untuk 18 Bulan – Saldo akhir)

115
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Keterangan Rumus Perhitungan :


1. Total Pemakaian (13) = Pemakaian bulan Juli 2019 (5) + Pemakaian bulan Agustus 2019 (6) +
Pemakaian bulan September 2019 (7) + Pemakaian bulan Oktober 2019 (8) +
Pemakaian bulan November 2019 (9) + Pemakaian bulan Desember 2019 (10) +
Pemakaian bulan Januari 2020 (11) + Pemakaian bulan Februari 2020 (12)
2. Pemakaian Rata-rata perbulan (14) = Total pemakaian (13) / 8 Bulan (Total Bulan)
3. Kebutuhan 18 bulan (15) = Pemakaian Rata-rata perbulan x 18 (1 Tahun + 6 Bulan sebagai safety stock)
4. Estimasi Kebutuhan (15-4) = Kebutuhan 18 bulan (15) - Saldo akhir Juli 2020 (4)

116
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 11. Laporan Persediaan Puskesmas

117
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

118
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

119
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

120
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

121
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

122
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

123
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

124
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

125
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 12. SOP Penyediaan Obat Puskesmas Sisir

PENYEDIAAN OBAT YANG MENJAMIN


KETERSEDIAAN SOP
No. Dokumen SOP/VIII/2.1.4/440/
2017
SOP No. revisi 00
Tanggal Terbit 27/02/2017
Halaman 1/2
UPT dr. ICANG
PUSKESMAS SARRAZIN
SISIR NIP. 19730323
201001 1 009
Pengertian Penyediaan obat adalah proses kegiatan meliputi perencanaan,
permintaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, pelayanan,
pengendalian obat, pencatatan dan pelaporan.
Tujuan Sebagai acuan dalam proses penyediaan obat guna menjamin
kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan obat yang
efisien, efektif dan rasionaL.
Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Sisir No.440/286/422.107.05/2017
tentang Pelayanan Kefarmasian di UPT Puskesmas Sisir.
Referensi 1. Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di
Puskesmas. Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian dan Alat
Kesehatan, Depkes RI Jakarta, 2002.
2. Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Dirjen Bina Farmasi
Komunitas dan Klinik, Departemen Kesehatan RI, tahun 2006.
Prosedur / 1. Petugas Farmasi melakukan stok opname setiap bulannya di tanggal
Langkah - 25.
langkah 2. Petugas Farmasi menganalisa kesesuaian data dengan jumlah fisik
obat setelah stok opname.
3. Petugas Farmasi mengajukan permintaan melalui LPLPO kepada
Dinas Kesehatan Kota dan melakukan penerimaan sesuai jadwal
yang telah direncanakan.
4. Petugas Farmasi melakukan pengecekan terhadap jenis, jumlah,
tanggal kadaluwarsa, dan no batch untuk setiap jenis obat yang
diterima.
5. Petugas Farmasi melakukan distribusi obat ke ruang pelayanan yang
membutuhkan, Puskesmas Pembantu, dan Polindes sesuai kebutuhan
atau dengan menyesuaikan terhadap jumlah obat yang tersedia di
Gudang Obat, dan memperhatikan pemakaian dari bulan
sebelumnya.
6. Petugas Farmasi menyampaikan kepada dokter/ dokter gigi tentang

126
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

obat-obat yang tersedia dalam jumlah lebih, obat-obat yang


mendekati batas kadaluwarsa, obat-obat yang tersedia dalam jumlah
terbatas.
7. Petugas berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan apabila ada obat
yang dibutuhkan namun tidak tersedia di Puskesmas. Petugas
Farmasi dapat pula berkoordinasi dengan Petugas Farmasi di
Puskesmas lain apabila memungkinkan adanya relokasi obat.
Bagan Alir -
Unit Terkait 1. Gudang Obat Dinas Kesehatan
2. Gudang Obat Puskesmas
3. Ruang Pemeriksaan Umum
4. Ruang PemeriksaanKIA/KB
5. Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut
6. Ruang Imunisasi
7. Ruang Laboratorium
8. Ruang Tindakan
9. Ruang Farmasi
10. Puskesmas Keliling
11. Posyandu
12. Polindes
13. Puskesmas Pembantu

127
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 13. SOP Penyimpanan Obat Puskesmas Sisir

PENYIMPANAN OBAT
No. Dokumen SOP/VIII/2.1.4/440/ SOP
2017
SOP No. revisi 00
Tanggal Terbit 27/02/2017
Halaman 1/2

UPT dr.ICANG
PUSKESMAS SARRAZIN
SISIR NIP. 19730323
201001 1 009
Pengertian Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara
dengan cara menempatkan obat-obatan yang diterima pada tempat
yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat
merusak mutu obat.
Tujuan Sebagai acuan dalam penyimpanan obat sehingga mutu obat terjaga,
terhindar dari penyalahgunaan, dan memudahkan pencarian dan
pengawasan.
Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Sisir
No.440/286/422.107.05/2017 tentang Pelayanan Kefarmasian di UPT
Puskesmas Sisir.
Referensi 1. Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di
Puskesmas. Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian dan Alat
Kesehatan, Depkes RI Jakarta, 2002.
2. Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Dirjen Bina
Farmasi Komunitas dan Klinik, Departemen Kesehatan RI, tahun
2006.

Prosedur / 1. Menyiapkan gudang yang memenuhi syarat :


Langkah -  Ruangan kering dan tidak lembab
langkah  Memiliki ventilasi yang cukup
 Jendela harus mempunyai pelindung untuk menghindarkan adanya
cahaya langsung.
 Bila tidak menggunakan rak maka obat yang diletakkan di lantai
dengan diberi alas papan (palet)
 Mempunyai pintu yang dilengkapi kunci
 Menyiapkan pengaturan penyimpanan obat :
 Obat disusun secara alfabetis
 Obat dirotasi dengan sistem FIFO dan FEFO
 Obat disimpan pada rak dan almari
 Obat yang disimpan di lantai harus diletakkan di atas palet

128
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

 Obat dikelompokkan berdasarkan bentuk sediaan dan suhu


penyimpanan
 Mencatat sumber penerimaan, jumlah, No batch, ED obat yang
diterima dalam kartu stok dan diberi paraf.
 Meletakkan kartu stok di dekat obatnya
2. Menjaga mutu obat dengan cara memperhatikan faktor-faktor
sebagai berikut :
 Kelembaban : ventilasi harus baik, simpan obat di tempat yang
kering, wadah harus selalu tertutup rapat jangan dibiarkan terbuka,
biarkan pengering tetap dalam wadah tablet/kapsul, bila
memungkinkan pasang kipas angin atau AC, kalau ada atap yang
bocor harus segera diperbaiki.
 Sinar matahari : kebanyakan cairan, larutan dan injeksi cepat rusak
karena pengaruh sinar matahari, jadi obat yang penting disimpan
dalam almari.
 Temperatur / panas : obat seperti salep, krim sangat sensitif
terhadap pengaruh panas,jadi hindarkan obat dari udara panas,
pasang ventilasi udara, jika memungkinkan dipasang exhaust fan
atau AC. Kerusakan fisik : dus obat jangan ditumpuk terlalu tinggi
karenaobat yang ada di dalam dus bagian tengah ke bawah dapat
pecah/rusak dan juga akan menyulitkan pengambilan obat, hindari
kontak dengan benda-benda yang tajam.
 Kontaminasi bakteri : wadah obat harus selalu tertutup rapat
sehingga tidak mudah tercemar oleh bakteri atau jamur.
 Pengotoran : ruangan yang kotor dapat mengundang tikus dan
serangga lain yang kemudian merusak obat, etiket yang kotor akan
sulit terbaca, jadi bersihkan ruangan paling sedikit seminggu
sekali, lantai disapu dan di pel, dinding dan rak dibersihkan.
Bagan Alir -
Unit Terkait Gudang Obat Puskesmas

129
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 14. SOP Pemberian Obat Kepada Pasien Dan Pelabelan

PEMBERIAN OBAT KEPADA PASIEN DAN


PELABELAN SOP
No. Dokumen SOP/VIII/2.1.4/440/
2017
SOP No. revisi 00
Tanggal Terbit 27/02/2017
Halaman 1/2
UPT dr. ICANG
PUSKESMAS SARRAZIN
SISIR NIP. 19730323
201001 1 009
Pengertian Pemberian obat kepada pasien dan pelabelan adalah proses kegiatan
yang meliputi aspek teknis dan non teknis yang harus dikerjakan
mulai dari menerima resep dokter, pelabelan sampai penyerahan obat
kepada pasien.
Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah petugas agar pasien
mendapat obat sesuai dengan resep dokter dan mendapat informasi
bagaimana menggunakannya.
Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Sisir
No.440/286/422.107.05/2017 tentang Pelayanan Kefarmasian di UPT
Puskesmas Sisir.
Referensi 1. Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di
Puskesmas. Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian dan Alat
Kesehatan, Depkes RI Jakarta, 2002.
2. Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Dirjen Bina Farmasi
Komunitas dan Klinik, Departemen Kesehatan RI, tahun 2006.
Prosedur / 1. Kegiatan Peresepan dimulai pukul 07.30 WIB
Langkah - 2. Petugas farmasi menerima resep dan menuliskan nomor urut sesuai
langkah urutan awal pasien memberikan resep.
3. Petugas farmasi melakukan skrining resep, meliputi :
 Tanggal penulisan resep
 Nama dokter, dan paraf dokter
 Nama, jumlah obat, dan aturan pemakaian Nama, umur, alamat
lengkap pasien
4. Apabila ditemukan ketidak lengkapan dan ketidakjelasan resep,
konsultasikan kembali kepada penulis resep.
5. Apabila obat tidak tersedia di puskesmas maka diberikan resep luar
kepada pasien.
6. Bila resep sudah benar dan obat tersedia maka disiapkan obat sesuai
dalam resep.
7. Beri etiket sesuai dengan resep (putih = obat pemakaian oral, biru =

130
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

obat pemakaian luar) dengan mencantumkan nama pasien, tanggal


pembuatan resep, cara penggunaan obat, jumlah obat yang harus
dikonsumsi dan instruksi lain sesuai perintah di resep.
8. Obat yang sudah diberi etiket dan dikemas diteliti kembali untuk
diserahkan kepada pasien. Cek tanggal kadaluwarsa masing-masing
obat.
9. Panggil nama pasien dan pastikan kembali kebenaran identitasnya,
kemudian obat diserahkan.
10. Beri informasi kepada pasien tentang nama dan jenis obat, cara
pemakaian obat, penyimpanan obat, kegunaan obat, dan
kemungkinan adanya efek samping, cara penyimpanan, serta
informasi lain yang diperlukan pasien.
11. Tanyakan kepada pasien apakah informasi yang diberikan sudah
dimengerti dan tanyakan apakah ada hal lain yang berkenaan dengan
pemakaian obat yang ingin ditanyakan.
Bagan Alir -
Unit Terkait Ruang Farmasi

131
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 15. SOP Pemberian Informasi Obat


PEMBERIAN INFORMASI OBAT
No. Dokumen SOP/VIII/2.1.4/440/ SOP
2017
No. revisi 00
SOP
Tanggal Terbit 27/02/2017
Halaman 1/2

UPT dr. ICANG


PUSKESMAS SARRAZIN
SISIR NIP. 19730323
201001 1 009
Pengertian Pemberian Informasi Obat adalah proses penyampaian informasi agar
pasien/keluarga pasien mendapat informasi yang tepat mengenai cara
penggunaan obat yang diterima
Tujuan Sebagai acuan dalam pemberian informasi penggunaan obat yang
tepat kepada pasien..
Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Sisir
No.440/286/422.107.05/2017 tentang Pelayanan Kefarmasian di UPT
Puskesmas Sisir.
Referensi Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Dirjen Bina Farmasi
Komunitas dan Klinik, Departemen Kesehatan RI, tahun 2006.
Prosedur / 1. Petugas Farmasi memanggil nama pasien dan memastikan kembali
Langkah - kebenaran identitasnya.
langkah 2. Petugas Farmasi menyerahkan obat kepada pasien atau keluarga
pasien.
3. Petugas Farmasi menyampaikan informasi mengenai obat yang
diterima kepada pasien/keluarga pasien.Informasi yang perlu
disampaikan kepada pasien meliputi:
 Jumlah, jenis dan kegunaan masing-masing obat Waktu
penggunaan obat
 Lama penggunaan obat
 Cara penggunaan obat
 Efek samping obat
 Bagaimana cara mengatasi jika terjadi masalah efek samping
obat
 Tata cara penyimpanan obat
 Pentingnya kepatuhan penggunaan obat
4. Petugas Farmasi memastikan pasien sudah memahami informasi
yang sudah disampaikan.
Bagan Alir -
Unit Terkait Ruang Farmasi

132
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 16. SOP Penanganan Obat Kadaluwarsa / Rusak

PENANGANAN OBAT KADALUWARSA/ RUSAK


No. Dokumen SOP/VIII/2.1.4/440/ SOP
2017
No. revisi 00
SOP
Tanggal Terbit 27/02/2017
Halaman 1/2

UPT dr. ICANG


PUSKESMAS SARRAZIN
SISIR NIP. 19730323
201001 1 009
Pengertian Obat Kadaluwarsa obat adalah obat yang berakhir batas aktifnya dan
tidak lagi dijamin mutunya oleh produsennya.
Obat rusak adalah obat yang mengalami perubahan fisik sebelum
batas kadaluwarsa.
Penanganan obat kadaluwarsa/ rusak adalah rangkaian prosedur
mulai dari identifikasi obat kadaluwarsa, mengumpulkan,
memisahkan sampai pemusnahan obat kadaluwarsa.
Tujuan Sebagai acuan dalam penanganan obat kadaluwarsa atau rusak di
Puskesmas.
Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Sisir
No.440/286/422.107.05/2017 tentang Pelayanan Kefarmasian di UPT
Puskesmas Sisir.
Referensi 1. Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di
Puskesmas. Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian dan Alat
Kesehatan, Depkes RI Jakarta, 2002.
2. Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Dirjen Bina Farmasi
Komunitas dan Klinik, Departemen Kesehatan RI, tahun 2006.

Prosedur / 1. Petugas melakukan pengecekan terhadap item obat dan


Langkah - mengidentifikasi semua obat yang kadaluwarsa/ rusak di ruang
langkah farmasi, gudang obat dan memisahkan obat dari obat lainnya.
2. Petugas mencatat jumlah, nomor bacth dan tanggal kadaluwarsanya.
3. Petugas menginformasikan ke ruang pelayanan lain di Puskesmas
atau ke Pustu dan Polindes tentang jenis obat yang kadaluwarsa/ rusak
untuk dilakukan pengecekan dan meminta untuk dikirimkan kembali
kepada petugas Farmasi Puskesmas.
4. Petugas mengidentifikasi obat yang kadaluwarsa/ rusak dari ruang
pelayanan di Puskesmas yang telah dikirimkan kembali ke petugas
farmasi dan mencatat jumlah, nomor bacth dan tanggal
kadaluwarsanya.

133
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

5. Petugas memisahkan obat kadaluwarsa/ rusak dari penyimpanan obat


lainnya.
6. Obat yang rusak dilaporkan dalam LPLPO, dan Setiap 1 tahun
sekali.
7. Petugas membuat Laporan dan berita acara obat kadaluwarsa/ rusak
dengan lampiran jenis dan jumlah obat yang kadaluarsa/ rusak lalu
diserahkan ke Dinas Kesehatan Kota.
8. Obat – obat yang kadaluwarsa/ rusak yang sudah dipisah dikirim
kembali ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kota sesuai instruksi
untuk dimusnahkan.
Bagan Alir -
Unit Terkait 1. Ruang Farmasi
2. Gudang Obat Puskesmas
3. Dinas Kesehatan Kota Batu

134
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

Lampiran 17. SOP Pengendalian Obat


PENGENDALIAN OBAT
No. Dokumen SOP/VIII/2.1.4/440/ SOP
2017
No. revisi 00
SOP
Tanggal Terbit 27/02/2017
Halaman 1/2

UPT dr. ICANG


PUSKESMAS SARRAZIN
SISIR NIP. 19730323
201001 1 009
Pengertian Pengendalian adalah suatu kegiatan untuk memastikan tercapainya
sasaran yang diinginkan sesuai dengan strategi dan program yang
telah ditetapkan sehingga tidak terjadi kelebihan dan
kekurangan/kekosongan obat di unit pelayanan kesehatan dasar.
Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan pengendalian oba d Puskesmas.
Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Sisir
No.440/286/422.107.05/2017 tentang Pelayanan Kefarmasian di
UPT Puskesmas Sisir.
Referensi 1. Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di
Puskesmas. Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian dan Alat
Kesehatan, Depkes RI Jakarta, 2002.
2. Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Dirjen Bina
Farmasi Komunitas dan Klinik, Departemen Kesehatan RI, tahun
2006.
Prosedur / 1. Perencanaan Obat
Langkah -  Petugas Farmasi menganalisa kebutuhan obat dalam 1 tahun
langkah menggunakan pola konsumsi dengan memperhitungkan rata- rata
pemakaian per bulan, memperkirakan waktu tunggu, dan
bufferstok.
 Petugas Farmasi menentukan jenis obat yang diminta dalam
Rencana Kebutuhan Obat (RKO) dengan mengacu pada
Formularium Nasional dan Formularium Puskesmas.
 Petugas Farmasi berkomunikasi dengan tenaga pelayanan klinis
di Puskesmas untuk menentukan apabila terdapat obat lain yang
diperlukan dalam pelayanan namun belum tersedia di tahun
sebelumnya, atau belum tercantum dalam Formularium
Puskesmas di tahun sebelumnya.
2. Penyediaan Obat
 Petugas Farmasi merekap pemakaian obat selama 1 bulan sekali.
Petugas Farmasi membuat LPLPO berdasarkan pemakaian obat
dalam 1 bulan dan mengajukan permintaan obat yang diperlukan
setiap satu bulan sekali.

135
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Sisir
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang

 Petugas Farmasi melaporkan LPLPO ke Dinas Kesehatan Kota..


Penggunaan Obat.
 Petugas Farmasi mendistribusikan obat ke ruang pelayanan
dengan mempertimangkan ketersediaan obat dan analisa terhadap
kesesuaian permintaan dan pemakaian dalam LPLPO.
3. Pengendalian Obat
 Petugas Farmasi melakukan entri data resep setiap harinya ke
dalam software Rekapan Pemakaian Harian.
 Petugas Farmasi melakukan pencatatan Obat Rasional pada kasus
ISPA, Diare, dan Myalgia.
 Petugas Farmasi melakukan pengawasan dan tertib administrasi
terhadap penggunaan psikotropika dan narkotika di Puskesmas.
Bagan Alir -
Unit Terkait 1. Gudang Obat Dinas Kesehatan
2. Gudang Obat Puskesmas
3. Ruang Farmasi
4. Ruang Periksa
5. Ruang KIA
6. Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut
7. Ruang Tindakan
8. Ruang Laboratorium

136

Anda mungkin juga menyukai