Anda di halaman 1dari 5

FORMULASI SABUN MANDI CAIR DENGAN LENDIR DAUN LIDAH BUAYA

(Aloe vera Linn.)

Boesro Soebagio, Sriwidodo, Irni Anggraini


Jurusan Farmasi FMIPA UNPAD, Jatinangor-Sumedang

ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi sabun mandi cair dengan lendir daun lidah
buaya (Aloe vera Linn.) berbagai konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat
formula sabun mandi cair dengan berbagai persentase lendir daun Aloe vera sehingga dapat
berguna untuk melembabkan dan menghaluskan kulit yang kering. Pengujian kualitas sabun
mandi cair yang telah dibuat disesuaikan dengan aturan Standar Nasional Indonesia (SNI)
yang meliputi pengamatan organoleptik, kadar alkali bebas, kadar bahan aktif, angka lempeng
total, dan pH selama waktu penyimpanan. Dari hasil penelitian kestabilan fisika,kimia, dan
mikrobiologi diketahui bahwa lendir daun lidah buaya dan sabun mandi cair relatif stabil
selama 56 hari waktu penyimpanan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sabun mandi
cair dengan lendir daun lidah buaya dengan konsentrasi 3, 6, dan 9% aman untuk digunakan.
Sabun mandi cair dengan lendir daun lidah buaya dengan konsentrasi 6% dan 9% mempunyai
aktivitas untuk melembabkan dan menghaluskan kulit yang kering.

Kata kunci: Sabun mandi cair, Jel, Aloe vera

ABSTRACT
The formulation of liquid bath soap containing various concentration of Aloe vera gel had
been carried out. The objective of this research was to formulate liquid bath soap containing
various concentration of Aloe vera gel so that it could be used to make skin smooth and soft.
The investigation of liquid bath soap quality was adjusted with Standar Nasional Indonesia
(SNI)’s rule such as organoleptic, free alkali content, active ingredient content, total plaque
value and pH at storage time. The stability of physical, chemical and microbiology test
showed that liquid bath soap containing gel were stable for 56 storage days. The results
showed that at 3.6 nad 9% concebtrations it also safe to be used. At 6 and 9% concentrations
it also gave smoothing and sotfening activity.

Keywords: Liqiud bath soap, Gel Aloe vera

PENDAHULUAN atau terendam karena licin ketika digunakan


atau ditempatkan sehingga menyebabkan
Salah satu tanaman yang berkhasiat untuk sabun menjadi kotor atau rusak. Selain itu
menjaga kesehatan kulit adalah lidah buaya. proses pembuatannya yang relatif lebih
Lidah buaya (Aloe vera Linn.) berasal dari mudah dan biaya produksinya relatif lebih
famili Liliacea. Aloe vera merupakan salah murah dibandingkan proses pembuatan
satu tanaman yang memiliki beberapa sabun mandi batang. Sabun mandi cair juga
keuntungan, diantaranya adalah sebagai mudah digunakan, dibawa dan disimpan,
bahan yang berguna untuk regenerasi sel tidak mudah rusak atau kotor, dan
kulit, antioksidan, adstringen, dan antiseptik. penampilan kemasan yang eksklusif .
Sabun mandi cair memiliki kelebihan
apabila dibandingkan dengan sabun mandi METODE
batang karena sabun batang mudah jatuh

40
1. Pengumpulan dan Determinasi Lidah e) Dimasukkan butil hidroksi anisol,
Buaya lalu diaduk hingga homogen.
f) Dimasukkan lendir daun lidah buaya,
2 . Pengumpulan Lendir Lidah Buaya diaduk hingga homogen.
3. Uji Kualitas Lendir Lidah Buaya g) Sabun cair ditambahkan dengan
a) Organoleptik aquades hingga volumenya 100 ml,
b) Bobot jenis lalu diaduk hingga homogen.
c) Kadar Air h) Masukkan ke dalam wadah bersih
d) Kadar Abu yang telah disiapkan
e) Viskositas 6. Uji Kualitas Sabun Mandi Cair
f) pH a) Organoleptik
4. Formula Sabun Mandi Cair b) pH
Formula yang digunakan dalam c) Alkali Bebas
membuat sabun mandi cair : d) Bahan Aktif
e) Bobot Jenis
a. Minyak kelapa 30 ml f) Angka Lempeng Total
KOH 16 ml 7. Ujian Efektivitas Sabun Mandi Cair
Na CMC 1 gram Dengan Lendir Daun Lidah Buaya
Asam stearat 0,5 gram 8. Uji Keamanan Sabun Mandi cair Dengan
BHA 1 gram Lendir Daun Lidah Buaya
Lendir daun lidah buaya 6 gram
Aquades ad 100 ml HASIL DAN PEMBAHASAN
b. Minyak zaitun 30 ml
KOH 16 ml Pengumpulan Bahan
Na CMC 1 gram Bahan adalah berupa daun lidah buaya
Asam stearat 0,5 gram yang berwarna hijau muda dengan garis
BHA 1 gram tengah + 6 cm, dan panjang + 60 cm yang
Lendir daun lidah buaya 6 gram telah dibuat lendir.
Aquades ad 100 ml Determinasi Tanaman
5. Pembuatan Sabun Mandi Cair Tanaman yang digunakan dalam
a) Semua bahan ditimbang dengan penelitian adalah :
seksama. Suku : Liliaceae
b) Dimasukkan minyak kelapa atau Jenis : Aloe
minyak zaitun sebanyak 30 ml ke Spesies : Aloe barbadensis Mill.
dalam gelas kimia, kemudian Uji Kualitas Lendir Lidah Buaya
ditambahkan dengan kalium 1. Organoleptik
hidroksida 40% sebanyak 16 ml Lendir berubah dari kekuningan menjadi
sedikit demi sedikit sambil terus hijau pucat. Getah lidah buaya yang
dipanaskan pada suhu 50°C hingga terkandung dalam lendir bersifat koloidal
mendapatkan sabun pasta. seperti lendir, terutama jika pH-nya
c) Sabun pasta ditambahkan dengan + mendekati basa (saat daun masih segar),
25 ml aquades, lalu dimasukkan bentuknya berupa gel (mirip agar-agar) yang
natrium karboksi metil selulosa yang lekat. Namun, jika pH-nya mendekati asam
telah dikembangkan dalam aquades (saat daun mulai layu), akan berubah wujud
panas, diaduk hingga homogen. menjadi sol yang bersifat lebih encer seperti
d) Kemudian ditambahkan asam stearat, sirup.
diaduk hingga homogen.

2
2. Bobot Jenis, Kadar Air dan Kadar penambahan lendir 9% lebih besar. Dari
Abu hasil pengujian dapat dilihat bahwa nilai
Lendir lidah buaya yang digunakan kadar alkali bebas sebanding dengan
memiliki bobot jenis 1,0139. Pada penambahan lendir lidah buaya. Hal ini
percobaan yang telah dilakukan lendir lidah dikarenakan semakin besar persentase lendir
buaya yang digunakan memiliki kadar air yang ditambahkan, maka akan semakin
98,62%. Lendir lidah buaya yang digunakan besar pula kadar senyawa anorganik
memiliki kadar abu 0,135%. (kalsium, natrium, dan kalium) golongan
3. Viskositas logam alkali yang terdapat pada sabun
Terdapat perbedaan viskositas yang nyata mandi cair.
(signifikan) pada lendir lidah buaya selama 3. Kadar Bahan Aktif
penyimpanan 56 hari. Viskositas lendir Minyak kelapa atau minyak zaitun yang
tanpa penambahan pengawet dan zat berfungsi sebagai basis juga memiliki
penstabilisasi ini mengalami penurunan pH kandungan bahan aktif, yaitu golongan asam
secara bertahap. lemak seperti asam stearat, asam palmitat,
4. pH dan asam laurat. Apabila dibandingkan
Terdapat perbedaan pH yang nyata dengan sabun mandi cair dengan
(signifikan) pada lendir lidah buaya selama penambahan lendir lidah buaya 3% dan 6%,
penyimpanan 56 hari. maka kadar bahan aktif pada sabun mandi
Uji Kualitas Sabun Mandi Cair cair dengan penambahan lendir 9% lebih
1. pH besar. Hal ini disebabkan karena semakin
Terdapat perbedaan pH yang nyata banyak persentase lendir lidah buaya yang
(signifikan) pada sabun mandi cair selama ditambahkan, maka semakin besar pula
penyimpanan 56 hari. jumlah bahan aktif yang terdapat di dalam
Apabila ketiga pH sabun mandi cair yang sabun mandi cair.
mengandung berbagai konsentrasi lendir 4. Bobot Jenis
lidah buaya diukur, maka pH yang paling Bobot jenis sabun mandi cair yang
tinggi terletak pada sabun mandi yang berasal dari basis minyak kelapa dan kalium
mengandung konsentrasi lendir lidah buaya hidroksida lebih tinggi daripada sabun
yang paling tinggi. Hal ini terjadi karena mandi yang berasal dari basis minyak zaitun
semakin banyak lendir yang ditambahkan dan kalium hidroksida . Hal ini disebabkan
maka sabun madi akan semakin basa yang karena nilai bobot jenis minyak kelapa
mengakibatkan pH sabun mandi juga (0,940 sampai 0,950) lebih besar daripada
semakin tinggi. bobot jenis minyak zaitun (0,910 sampai
pH sabun mandi cair yang menggunakan 0,913).
basis minyak kelapa dan kalium hidroksida 5. Angka Lempeng Total
rata-rata lebih rendah (asam) apabila Pada percobaan yang telah dilakukan,
dibandingkan dengan pH sabun mandi cair pada sabun mandi cair yang dibuat masih
dengan basis minyak zaitun dan kalium terdapat pertumbuhan bakteri, kecuali pada
hidroksida. sabun mandi dengan penambahan 9% lendir
2. Kadar Alkali Bebas lidah buaya.
Pada sabun mandi cair blangko dengan Pada sabun mandi cair yang tidak
basis minyak kelapa/minyak zaitun dan ditambahkan lendir lidah buaya,
kalium hidroksida tidak terdapat alkali pertumbuhan bakteri relatif lebih cepat
bebas. Apabila dibandingkan dengan kadar dibandingkan dengan sabun mandi yang
rata-rata alkali bebas pada sabun mandi cair ditambahkan dengan lendir. Hal ini
dengan penambahan lendir 3% dan 6%, dikarenakan pada sabun mandi blangko
maka kadar rata-rata alkali bebas dengan (tanpa lendir) tidak ditambahkan suatu zat

3
yang dapat menghambat pertumbuhan kalium hidroksida dengan lendir daun lidah
bakteri. buaya berbagai konsentrasi yang berbeda
6. Organoleptik (6% dan 9%) memberikan hasil yang cukup
Pada sediaan sabun mandi cair yang baik, yaitu memberikan efek untuk
berasal dari basis minyak kelapa dan kalium mengurangi kulit yang kering setelah 35 hari
hidroksida, sabun mandi berwarna merah pemakaian. Begitu juga pada sabun mandi
muda, hal ini disebabkan karena cair dari basis minyak kelapa dan kalium
ditambahkannya pengawet BHA (Butil hidroksida dengan lendir daun lidah buaya
Hidroksi Anisol) yang memiliki warna berbagai konsentrasi yang berbeda (6% dan
serbuk merah muda, sehingga apabila 9%) memberikan hasil yang cukup baik,
pengawet BHA ini ditambahkan ke dalam yaitu memberikan efek untuk mengurangi
suatu sediaan, maka akan menyebabkan kulit yang kering setelah 56 hari pemakaian.
warna dari sediaan yang dibuat berubah Sebaliknya, efek berbeda ditunjukkan pada
menjadi merah muda. sabun mandi cair tanpa penambahan lendir
Bau sabun mandi yang dibuat masih dan dengan penambahan lendir daun lidah
sedikit beraroma minyak kelapa murni. Bau buaya sebanyak 3% dan tanpa penambahan
minyak kelapa dapat berkurang karena lendir lidah buaya, yaitu belum dapat
minyak kelapa sudah dicampur dengan memberikan efek untuk mengurangi kulit
kalium hidroksida. Kalium hidroksida dibuat yang kering selama 56 hari pemakaian. Pada
dengan cara mencampurkan KOH dengan pengolesan dengan produk inovator, hasil
etanol (95%) dan aquades. Karena yang didapat adalah cukup baik untuk
penambahan etanol inilah wangi asli dari beberapa sukarelawan, tetapi untuk yang
minyak kelapa dapat berkurang, karena lain tidak menunjukkan adanya perbaikan.
terjadi peristiwa esterifikasi antar minyak Hal tersebut dapat dimungkinkan karena
kelapa dan etanol. kekurang disiplinan sukarelawan tersebut
Pada sediaan sabun mandi cair yang dalam memakai produk inovator.
berasal dari basis minyak zaitun dan kalium
hidroksida, sabun mandi berwarna kuning Uji Keamanan Sabun Mandi Cair dengan
yang merupakan warna khas dari basisnya, Lendir daun Lidah Buaya Konsentrasi
yaitu minyak zaitun. Bau sabun mandi yang Terbesar
dibuat masih berbau minyak zaitun. Bau Sabun mandi cair dari kedua basis tanpa
minyak zaitun sangat kuat sehingga hasil penambahan lendir daun lidah buaya
esterifikasi yang biasanya berbau harum maupun dengan penambahan lendir daun
menjadi tidak timbul (bau hasil esterifikasi lidah buaya konsentrasi terbesar (9%) tidak
dikalahkan oleh bau minyak zaitun itu menimbulkan iritasi pada kulit, baik iritasi
sendiri). primer maupun iritasi sekunder.

Uji Efektivitas Sabun Mandi Cair KESIMPULAN


Sebagai Pelembut Kulit dengan Lendir
Daun Lidah Buaya Berbagai Konsentrasi Dari hasil penelitian formulasi sabun
Pengujian dilakukan dengan cara mandi cair yang mengandung lendir daun
mengoleskan masing-masing sediaan pada lidah buaya dengan konsentrasi 3%, 6%, dan
bagian kulit tangan atau kaki sukarelawan 9% dapat disimpulkan bahwa :
yang berbeda setiap hari selama 56 hari. 1. Sabun mandi cair dengan lendir daun
Seorang sukarelawan untuk satu tipe sabun lidah buaya dengan konsentrasi 3%, 6%,
mandi cair dengan satu konsentrasi lendir 9% secara organoleptis stabil selama 56
daun lidah buaya. Sabun mandi cair sebagai hari penyimpanan, kecuali pH
pelembut kulit dari basis minyak zaitun dan mengalami perubahan.

4
2. Sabun mandi cair dengan lendir daun kalium hidroksida 6% dan 9%
lidah buaya basis minyak zaitun dan memberikan hasil yang jelas untuk
kalium hidroksida 6% dan 9% mengurangi kekeringan pada kulit
memberikan hasil yang jelas untuk setelah lima puluh enam hari pemakaian.
mengurangi kekeringan pada kulit 4. Sabun mandi cair dengan lendir daun
setelah tiga puluh lima hari pemakaian. lidah buaya (3%, 6%, 9%), aman untuk
3. Sabun mandi cair dengan lendir daun digunakan.
lidah buaya basis minyak kelapa dan

DAFTAR PUSTAKA

Furnawanthi, I. 2002. Khasiat dan Manfaat Lidah Buaya. Edisi Pertama. Jakarta:Agro
Media Pustaka.

Marshall,J.M. 1990. Aloe vera Gel:Whats is The Evidence?. NewYork:The Pharmaceutical


Journal.Hal 360-362.

Purbaya, Rio. 2003. Mengenal dan Memanfaatkan Khasiat Aloe Vera. Cetakan Pertama.
Bandung:Pionir Jaya.

SB, Srivasta. 1998. Soap Detergent and Perfume Industry. Small Industry Research. Institute
Roop Nagar. Delhi:Journal of Soap.

Suryowidodo,W.C.1988.Lidah Buaya (Aloe vera Linn) Sebagai Bahan Baku Industri. Warta
IHP.Journal of Agro-based industry.

W., Prof HM Hembing. 2004. Lidah Buaya.http://www.pondokrenungan.com.15 Desember


2004

___________. 1985. Formularium Kosmetika Nasional Indonesia. Cetakan Pertama.


Jakarta:Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

___________. 1996. Mutu dan Cara Uji Sabun Mandi. Jakarta : Departemen Kesehatan
Republik Indonesia.

___________. 2002. Tanaman Obat Indonesia. IPTEKnet.


http:// Aloe%20Vera.htm. 15 Desember 2004