Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN

PENGGALANGAN DUKUNGAN SOSIAL PADA SASARAN INDIVIDU


“STUNTING”
DI UPT PUSKESMAS KOTAPINANG

Disusun Oleh :
TETI MAY SARAH SIREGAR, SKM
NIP. 198701172010012020

UPT PUSKESMAS KOTAPINANG


2022
BAB I

A. PENDAHULUAN

Kependekan atau Stunting yang terjadi pada anak balita merupakan salah satu bentuk
gizi kurang. Dibandingkan dengan gizi kurang lainnya, balita pendek banyak ditemukan.
Prevalensi balita pendek yang tinggi menjadi masalah kesehatan masyarakat hampir
desemua Negara berkembang.

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan adanya malnutrisi


asupan zat gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang yang ditunjukkan
dengan nilai z-score tinggi badan menurut usia (TB/U) kurang dari -2 standar deviasi
(SD) berdasarkan standar World Health Organization (WHO).

Menurut WHO, terdapat kurang lebih 162 juta anak bawah 5 tahun yang pendek
(WHO 2014). Besarnya masalah kependekan pada anak balita dan dampak yang
ditimbulkan membuat badan kesehatan dunia (WHO) melalui World Health Assembliy
(WHA) menargetkan prevalensi kependekan pada tahun 2025 menurun sebesar 40%
disemua Negara mempunyai masalah kependekan termasuk Indonesia (IFRI 2014).

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 untuk mengetahui bahwa
di Indonesia 23 juta balita sekitar 7,6 juta anak balita tergolong Stunting (35,6%) terdiri
dari 18,5% balita sangat pendek dan 17,1% balita pendek (Riskesdas, 2013).

Prevalensi balita Stunting di Indonesia mencapai 35,6% dengan kejadian yang tinggi
pada balita usia 24 – 36 bulan (41,$%). Prevalensi Stunting tersebut lebih tinggi
dibandingkan angka prevalensi gizi kurang dan buruk (17,9%), balita kurus (13,3%) serta
balita gemuk (14%).

Oleh karena itu, sangat diharapkan parisipasi dari masyarakat terkhusus kader
untukmembantu dalam kegiatan penurunan angka kasus stunting ini.
B. TUJUAN PENULISAN LAPORAN
1. Untuk mengkaji faktor resiko status pengetahuan orang tua,ekonomi orang tua
terhadap kejadian stunting pada balita di UPT Puskesmas Kotapinang.
2. Memberikan informasi tentang stunting kepada ibuhamil, ibu balita dan keluarga.

C. NAMA KEGIATAN

Nama kegiatan ini adalah pelaksanaan penggalangan dukungan sosial terhadap kader di
wilayah sekitaranUPT Puskesma Kotapinang.

D. SASARAN

Sasaran dalam kegiatan ini adalah kader.

E. WAKTU PELAKSANAAN

Waktu kegiatan ini yaitu padabulan April 2022

F. PELAKSANAAN KEGIATAN

Pelaksanaan kegiatan ini adalah petugas program kesehatan UPT Puskesmas Kotapinang
yang dilakukan di Kantor Kepala Desa A.

G. SUMBER BIAYA

Sumber biaya kegiatan ini adalah dari dana bantuan operasional kesehatan.
BAB II

A. DESKRIPSI DAN HASIL KEGIATAN

1. Melakukan Rancangan Kegiatan Dukungan Sosial

a. Menentukan tujuan dari kegiatan

 Kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting di wilayah sekitar


UPT Puskesmas Kotapinang.

 Meningkatkan pengetahuan ibu hamil, ibu yang memiliki batita serta ibu yang
memiliki bayi di bawah garis merah mengenai apa itu stunting.

b. Menentukan kader sebagai sasaran dalam penggalangan dukungan sosial


terhadap percepatan penurunan angka stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas
Koapinang.

c. Bentuk upaya yang akan dilakukan kader yaitu membantu dalam mendata ibu
hamil, membantu dalam mendata ibu yang memiliki batita, serta melakukan
pendataan terhadap bayi yang dibawah garis merah.

d. Kegiatan akan dilakukan secara door to door ke rumah-rumah masyarakat

e. Petugas Program Kesehatan akan melakukan pertemuan terhadap kader stunting,


membuat jadwal pertemuan, menyiapkan bahan sosialisasi stunting.

f. Membuat surat izin kepada kepala desa untuk melakukan kegiatan survey secara
door to door.

Tujuan Sasaran Bentuk Langkah Dukungan Waktu Mitra Peran Hasil yang
Mobilisasi sosial Upaya Kegiatan Sumber Pelaksa Poten Mitra Di
Mobsos Daya Yg naan & sial Harapkan
Dibutuhkan Tempat
- Meningkatkan Kader Mendata Melakukan Biaya Bulai Kepal Memban Menurunka
pengetahuan keluarga kunjungan April a tu dalam n angka
ibu mengenai yang rumah Media 2022 Desa, pendataa stunting
stunting memiliki kepada komunikasi dilakuk Lurah, n batita
- Menurunkan anak dibawah ibu/keluarga /brosur an Ibu BGM Meningkatk
angka stunting garis merah yang secara PKK an
memiliki door to Memban pengetahua
Melakukan batita door tu n ibu dan
edukasi menyedi keluarga
kepada ibu Melakukan akan tentang
batita pencatatan dana stunting
mengenai batita BGM
stunting Memban Terjalin
tu kerja sama
memberi yang baik
kan dengan
sosialisai mitra
stunting

2. Pelaksanaan Kegiatan

a. Membuat SPT Petugas.

b. Membuat jadwal pertemuan kader.

c. Membuat surat undangan kepada kader.

d. Melaksanakan kegiatan yang di buka dengan salam.

e. Memaparkan tentang stunting.

f. Membuka kesempatan untuk Tanya – Jawab.

g. Membuat kesepakatan dan komitmen terhadap kader untuk siap membatu dalam
pengumpulan data stunting serta sosialisasi stunting terhadap ibu hamil, ibu yang
memiliki batita, ibu yang memiliki balita di bawah garis merah.

No Sasaran Tujuan Kegiatan Metode Indikator


1. Kader Mendata ibu/keluarga yang Pendataan dan Tatap muka Ada data ibu/ keluarga yang
memiliki balita sosialisasi memiliki balita

Mendata ibu hamil Ada data ibu hamil

Mendata ibu/ keluarga yang Ada data ibu/ keluarga yang


memiliki bayi di bawah memiliki bayi di bawah garis
garis merah merah

Adanya Narasumber

Adanya notulen

Adanya materi

Ada peningkatan pengetahuan


tentang stunting

Adanya komitmen
B. DUKUNGAN / HAMBATAN KEGIATAN

1. Dukungan
Kegiatan ini membutuhkan dukungan dari pihak puskesmas kotapinang selaku
penanggung jawab dari kegiatan penggalangan dukungan sosial ini, serta dibutuhkan juga
dukungan dari kader selaku sasaran dari penggalangan dukungan sosial dan juga dibutuhkan
dukungan dari kepala desa beserta kepala lingkungan guna mendukung agar kegiatan
percepatan penurunan stunting bisa terlasana dengan baik di UPT Puskesmas Kotapinang.

2. Hambatan
Hambatan dari kegiatan dukungan sosial oleh kader adalah:
a. Kader kurang aktif
b. Tidak adanya dukungan yang konkrit dari desa
c. Kekurangan sumber daya dalam hal biaya
BAB III

A. KESIMPULAN

Kependekan atau Stunting yang terjadi pada anak balita merupakan salah satu bentuk gizi
kurang. Dibandingkan dengan gizi kurang lainnya, balita pendek banyak ditemukan.
Prevalensi balita pendek yang tinggi menjadi masalah kesehatan masyarakat hampir
desemua Negara berkembang. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi tentang stunting serta
perlu di lakukan pendataan kepada ibu hamil, ibu yang memiliki balita serta ibu yang memiliki anak
di bawah garis merah. Penggalangan dukungan sosial dilakukan dengan sasaran yaitu kader. Kader
disini diharapkan dapat menjalankan pendataan stunting serta mampu menyosialisasikan tentang
stunting ini kepada masyarakat dimana dukungan dari kepala desa, ibu-ibu PKK serta kepala
lingkungan juga di butuhkan.

B. SARAN

Diharapkan juga setiap ibu hamil, ibu yang memiliki batita selalu memperhatikan asupan gizi
anaknya. Kader juga diharapkan mendapatkan pelatihan yang lebih mengenai stunting sehingga
setiap kader mampu melakukan pendataan dengan baik serta mampu melakukan sosialisasi terhadap
masyarakat mengenai stunting.
DAFTAR PUSTAKA

Lamid, 2015. Masalah Kependekan (Stunting)Pada Anak Balita. Bogor: IPB Press.

Depkes RI, 2009. Profil Kesehatan Indonesia. Departemen Republik Indonesia. Jakarta.

UNICEF. 2013. Ringkasan Kajian Gizi Oktober 2012. Jakarta: UNICEF Indonesia.