Anda di halaman 1dari 16

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

“HUTAMA ABDI HUSADA”


Ijin Pendirian Mendiknas RI Nomor : 113/D/O/2009

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo Telp./Fax: 0355-322738


Tulungagung 66224
Alamat E-mail : stikeshahta@yahoo.co.id

PENGKAJIAN DATA DASAR DAN FOKUS

Pengkajian diambil tgl : 29 Agustus 2021 Jam : 09.00


Tanggal Masuk : 28 Agusutus 2021 No. reg : 998877
Ruangan / Kelas : Abu Bakar
No. Kamar : 02
Diagnosa Masuk :-
Diagnosa Medis : Thalasemia beta mayor

I. IDENTITAS
1. Nama : An. D
2. Umur : 6 Tahun
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Agama : Islam
5. Suku / Bangsa : Indonesia
6. Bahasa : Indonesia
7. Pendidikan : SD
8. Pekerjaan : Pelajar
9. Alamat : Tulungagung
10. Alamat yg mudah dihubungi : Tulungagung
11. Ditanggung oleh : Askes / Astek / Jamsostek / JPS / Sendiri
II. RIWAYAT KESEHATAN KLIEN
1. Keluhan utama / Alasan Masuk Rumah Sakit :
a. Alasan Masuk Rumah Sakit :Pucat dan lemah
b. Keluhan Utama : Pusing dan berdebar-debar
2. Riwayat Penyakit Sekarang ( PQRST ) :
Ditemukan splenomegali, anemia hipokromik mikrositik, sel target, konjungtiva anemis, dan
abdomen tampak membesar. Konjungtiva anemis dengan kadar hemoglobin 8,0 mg/dl.
CRT>3detik dengan akral teraba dingin dan turgor kulit menurun. Intake makan 2xsehari
setengah porsi. Bising usus hiperaktif >35x/menit. Kekuatan otot menurun dengan skala 4.
Frekuensi jantung meningkat >20% dan gambaran EKG menunjukkan aritmia. TTV: S 36,5oC,
RR 36 x/menit, N 100x/menit, TD 130x/menit. BB 17 kg dan TB 100 cm.

ASKEP KMB
3. Riwayat Kesehatan Yang Lalu:
Ibu pasien mengatakan sejak setahun terakhir anaknya terlihat pucat. Kulit pucat, mudah lelah,
terlihat lemah, pusing, dan berdebar-debar. Ibu juga mengatakan anaknya tidak nafsu makan,
sariawan dan rambut rontok berlebihan. Anak juga mengalami gangguan pertumbuhan dan
sering menjalani transfusi.
4. Riwayat Kesehatan Keluarga:
Ibu pasien mengatakan mempunyai riwayat hipertensi. Tidak pernah menderita penyakit
seperti yang diderita pasien. Akan tetapi ibu pasien mengatakan paman pasien menderita
penyakit yang sama dengan pasien.
Genogram:

Keterangan:
= Laki-laki
= Perempuan
= Meninggal dunia

= Garis pernikahan

= Pasien

= Tinggal satu rumah

= Meninggal karena thalasemia

III. POLA AKTIFITAS SEHARI-HARI

SEBELUM MASUK RS DI RUMAH SAKIT

A. Pola Tidur / Istirahat


1. Waktu Tidur 21.00 20.00

2. Waktu Bangun 06.00 06.00

3. Masalah Tidur - -

4. Hal-hal yang -
mempermudah tidur -

ASKEP KMB
5. Hal-hal yang
mempermudah pasien - -
terbangun

B. Pola Eliminasi
1. B A B
- Warna Kuning kecoklatan Kuning kecoklatan
- Bau Biasa Biasa
- Konsistensi Lunak Lunak
- Jumlah Biasa Biasa
- Frekwensi 1x sehari 1xsehari
- Kesulitan BAB - -
- Upaya mengatasi - -

2. B A K
- Warna Gelap Gelap
- Bau Biasa Biasa
- Konsistensi Gelap Gelap
- Jumlah Normal Normal
- Frekwensi 4-6xsehari 3-5xsehari
- Kesulitan BAK - -
- Upaya mengatasi - -

C. Pola Makan dan Minum


1. Makan
- Frekwensi 2xsehari setengah porsi 3xsehari setengah porsi
- Jenis Nasi, lauk Nasi, sayur, lauk
- Diit - -
- Pantangan - -
- Yang Disukai - -
- Yang Tdk disukai - -
- Alergi - -
- Masalah makan Kurang napsu -
- Upaya mengatasi - -

2. Minum
- Frekwensi Sering Sering
- Jenis Air mineral, susu Air mineral, susu
- Diit - -
- Pantangan - -
- Yang Disukai Susu Susu
- Yang Tdk disukai - -
- Alergi - -
- Masalah minum - -
- Upaya mengatasi - -

D. Kebersihan diri / personal .


hygiene :
1. Mandi Mandiri Dibantu orang lain
2. Keramas Mandiri Dibantu orang lain
3. Pemeliharaan gigi dan Mandiri Dibantu orang lain
mulut
4. Pemeliharaan kuku Dibantu orang lain Dibantu orang lain
5. Ganti pakaian Mandiri Dibantu orang lain
Mudah merasa lelah bila Aktivitas dilakukan secara
E. Pola Kegiatan / Aktifitas beraktivitas terlalu banyak bertahap
Lain

ASKEP KMB
F. Kebiasaan
- Merokok - -
- Alkohol - -
- Jamu, dll - -

IV. DATA PSIKO SOSIAL


A. Pola Komunikasi : baik
B. Orang yang paling dekat dengan klien :ibu
C. Rekreasi
Hobby : bersepeda
Penggunaan Waktu Senggang : main
D. Dampak dirawat di Rumah Sakit :Aktivitas terbatas
E. Hubungan dengan orang lain / interaksi sosial :baik
F. Keluarga yang dihubungi bila diperlukan :ibu

V. KONSEP DIRI
A. Gambaran Diri
Pasien laki-laki berusia 6 tahun dengan keluhan utama kulit pucat dan mudah lelah
B. Harga Diri
Pasien marasa tubuhnya lemah dan sakit tetapi ia yakin bahwa bisa sembuh
C. Ideal Diri
Pasien berusaha menerima keadaanya saat ini dan yakin bisa sembuh
D. Identitas Diri
Pasien merupakan seorang pelajar
E. Peran
Pasien merupakan seorang anak
VI. DATA SPIRITUAL
A. Ketaatan Beribadah :baik
B. Keyakinan terhadap sehat / sakit :baik
C. Keyakinan terhadap penyembuhan :baik

VII. PEMERIKSAAN FISIK


A. Kesan Umum / Keadaan Umum
An. D terlihat pucat dan lemah
B. Tanda – tanda vital
Suhu Tubuh : 36,5oC Nadi : 65x/menit
Tekanan darah : 130x/menit Respirasi : 36x/menit
Tinggi Badan : 100 cm Berat Badan : 17 kg
C. Pemeriksaan Kepala dan Leher
1. Kepala dan rambut
a. Bentuk Kepala : simetris
Ubun-ubun : datar
Kulit kepala : tidak ada luka, bersih, tidak ada ketombe
b. Rambut
Penyebaran dan keadaan rambut : tidak rata dan rontok
Bau : wangi
Warna : hitam
c. Wajah
Warna Kulit : pucat
Struktur Wajah : facies cooly
2. Mata
ASKEP KMB
a. Kelengkapan dan kesimetrisan :simetris/normal tidak ada kelaianan
b. Kelopak Mata ( Palpebra ) :tidak ada edema palpebra
c. Konjuctiva dan sklera : konjungtiva anemis, sklera ikterus
d. Pupil :isokor
e. Kornea dan iris :gerakan normal, tidak ada peradangan
f. Ketajaman penglihatan / visus:normal, mampu melihat dengan hitungan jari
g. Tekanan bola mata :16mmHg
3. Hidung
a. Tulang hidung dan posisi septum nasi :tulang hidung masuk kedalam
b. Lubang Hidung :tidak ada sumbatan/sekret
c. Cuping hidung :tidak ada pernapasan cuping hidung
4. Telinga
a. Bentuk telinga : simetris
Ukuran telinga : kecil
Ketenggangan telinga : normal
b. Lubang telinga : tidak ada serumen/benda asing/perdarahan
c. Ketajaman pendengaran: normal
5. Mulut dan faring
a. Keadaan bibir :sianosis
b. Keadaan gusi dan gigi :ada pembengkakan gusi, ada karies gigi
c. Keadaan lidah :kotor berwarna putih
d. Orofarings :ada luka
6. Leher
a. Posisi trakhea : simetris
b. Tiroid : tidak ada pembengkakan
c. Suara : suara dan denyutan arteri karotis lemah
d. Kelenjar Lymphe : tidak ada perbesaran
e. Vena jugularis : tidak ada perbesaran
f. Denyut nadi coratis : lemah
D. Pemeriksaan Integumen ( Kulit )
a. Kebersihan : bersih
b. Kehangatan : dingin
c. Warna : sianosis
d. Turgor : crt >3detik
e. Tekstur : normal
f. Kelembaban : kering
g. Kelainan pada kulit : tidak ada
E. Pemeriksaan payudara dan ketiak
a. Ukuran dan bentuk payudara :
normal, tidak ada pembengkakan/benjolan
b. Warna payudara dan areola :
normal, tidak ada perubahan warna/gelap
c. Kelainan-kelainan payudara dan puting :
tidak ada
d. Axila dan clavicula :
normal, tidak ada pembesaran

F. Pemeriksaan Thorak / dada


1. Inspeksi Thorak
ASKEP KMB
a. Bentuk Thorak : Barrel chest
b. Pernafasan
Frekwensi : takipnea: 36x/menit
Irama : tidak teratur
c. Tanda-tanda kesulitan bernafas : ada, retraksi interkostal
2. Pemeriksaan Paru
a. Palpasi getaran suara ( vocal fremitus ): normal, getaran kedua sisi sama
b. Perkusi :sonor
c. Auskultasi
Suara Nafas :wheezing
Suara Ucapan : normal, intensitas dan kualitas suara kanan kiri sama
Suara Tambahan: wheezing
3. Pemeriksaan Jantung
a. Inspeksi dan Palpasi
- Pulsasi : normal
- Ictus cordis : secara inspeksi tidak nampak, palpasi teraba di ICS IV
MCL sinistra
b. Perkusi
Batas-batas jantung :
Batas atas: ICS II Mid sternalis, Batas bawah: ICS V, Batas kiri: ICS
Midclavicula kiri, Batas kanan: ICS IV Midsternalis kanan. Batas atas kanan: ICS 2
linea sternalis kanan, Batas atas kiri: ICS II-III, Batas kiri bawah: line media
clavicularis ICS ke V kiri. Batas kanan bawah: ICS III-IV kanan di linea
parasternalis kanan.
c. Auskultasi
- Bunyi jantung I : Lub, katub tricuspidalis di ICS V linea sternalis
kiri. Katub mitral di ICS V linea medio clavicula kiri
- Bunyi jantung II : Dub, katub aorta di ICS 2 linea sternalis kanan.
Katub pulmonalis di ICS 2 ICS 3 linea sternalis kiri
- Bunyi jantung Tambahan : tidak ada
- Bising / Murmur : tidak ada
- Frekwensi denyut jantung : tidak normal, 65x/menit

G. Pemeriksaan Abdomen
a. Inspeksi
- Bentuk abdomen : asimetris
- Benjolan / Massa : ada
- Bayangan pembuluh darah pada abdomen :Tidak ada
b. Auskultasi
- Peristaltik Usus : hiperaktif >35x/menit
c. Palpasi
- Tanda nyeri tekan : ada, abdomen kiri atas
- Benjolan / massa : ada
- Tanda-tanda ascites : tidak ada
- Hepar : normal
- Lien : ada pembesaran, berat bertambah 100 gr dengan uk
bertambah 2cm
- Titik Mc. Burne : tidak ada
d. Perkusi
- Suara Abdomen :Suara timpani
- Pemeriksaan Ascites :tidak ada

H. Pemeriksaan Kelamin dan Daerah Sekitarnya


1. Genetalia
a. Kelainan – kelainan pada genetalia eksterna dan daerah inguinal
normal
2. Anus dan Perineum
a. Lubang anus :normal
ASKEP KMB
b. Kelainan – kelainan pada anus dan perineum :tidak ada

I. Pemeriksaan Muskuloskeletal ( Ekstrimitas )


a. Kesimetrisan Otot :normal
b. Pemeriksaan Oedem :tidak ada
c. Kekuatan Otot :normal
d. Kelainan – kelainan pada ekstrimitas dan kuku :
normal, tidak ada pembengkakan

J. Pemeriksaan Neurologi
1. Tingkat kesadaran ( secara kuantitatif ) / GCS :
Composmentis, GCS 13
2. Tanda – tanda rangsangan otak ( meningeal sign ) :
normal
3. Syaraf otak( Nervus cranialis ) :
normal
4. Fungsi Motorik :baik
5. Fungsi Sensorik : baik
6. Refleks :
a. Refleks Fisiologis :baik
b. Refleks Patologis :baik

K. Pemeriksaan Status Mental


a. Kondisi Emosi / Perasaan
Cemas
b. Orientasi
Baik
c. Proses berfikir ( ingatan, atensi, keputusan, perhitungan )
Baik
d. Motivasi ( Kemauan )
Baik, semangat untuk sembuh
e. Persepsi
Baik, yakin bisa sembuh
f. Bahasa
Baik

PEMERIKSAAN PENUNJANG
A. Diagnosa Medis : Thalasemia beta mayor
B. Pemeriksaan Diagnostik / Penunjang Medis :
1. Laboratorium
MCV < Normal (< 8O fL): rerata 70,8 fL,(SB 8,9), MCH < Normal (< 27 pg): Rerata 24,1
pg, (SB 3,9), Hb < Normal (10 mg/dl.): rerata 8 mg/dl.
2. Rontgen

a. Rontgen tulang kepala: gambaran hair on end menyerupai rambut berdiri potongan
pendek, korteks menipis, diploe melebar dengan trabekula tegak lurus pada korteks.

3. E C G

ASKEP KMB
Hipertropi ventrikel kiri, aritmia (takikardi).

4. U S G
Limpa tampak membesar

5. Lain – lain
CT scan abdomen dan blood smear

PENATALAKSANAAN DAN TERAPI


1. Medikamentosa
a. Pemberian iron chelating agent (desferoxamine): diberikan setelah kadar feritin serum sudah
mencapai 1000 g/l atau saturasi transferin lebih 50%, atau sekitar 10-20 kali transfusi darah.
b. Desferoxamine, dosis 25-50 mg/kg berat badan/hari subkutan melalui pompa infus dalam waktu
8-12 jam dengan minimal selama 5 hari berturut setiap selesai transfusi darah.
c. Vitamin C 100-250 mg/hari selama pemberian kelasi besi, untuk meningkatkan efek kelasi besi
d. Asam folat 2-5 mg/hari untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat.
e. Vitamin E 200-400 IU setiap hari sebagai antioksidan dapat memperpanjang umur sel darah
merah.

2. Transfusi darah :

a. Hb penderita dipertahankan antara 8 g/dl sampai 9,5 g/dl. Dengan kedaan ini akan memberikan
supresi sumsum tualang yang adekuat, menurunkan tingkat akumulasi besi,  dan dapat
mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan penderita.
b. Pemberian darah dalam bentuk PRC (packed red cell), 3 ml/kg BB untuk setiap kenaikan Hb 1
g/dl.
3. Terapi
a. Pemeriksaan kadar feritin setiap 1-3 bulan, karena kecenderungan kelebihan besi sebagai akibat 
absorbsi besi meningkat  dan transfusi darah berulang.
b. Efek samping kelasi besi yang dipantau: demam, sakit perut, sakit kepala, gatal, sukar bernapas.
Bila hal ini terjadi kelasi besi dihentikan.

Mahasiswa

Hanim Kurniawati
NIM. 1711B0027

ASKEP KMB
ANALISA DATA
Nama pasien : An. D
Umur : 6 Tahun
No. Register : 998877

NO KELOMPOK DATA PENYEBAB MASALAH KEPERAWATAN


1. Mayor: Penurunan konsentrasi Perfusi perifer tidak efektif
Ds:- hemoglobin
Do:
- Pengisian kapiler >3 detik Pengikatan O2 berkurang
- Nadi perifer menurun
-Akral teraba dingin
- Warna kulit pucat
Ketidakseimbangan suplai
- Turgor kulit menurun O2 dan kebutuhan

Minor Perfusi perifer tidak efektif


Ds:
- Mudah lelah dan pusing
- Sering menjalani transfusi
Do:
- Konjungtiva anemis
- Abdomen tampak membesar
- Anemia hipokromik mikrositik
-- Splenomegali
-- TTV: N 65x/menit
RR 36 x/menit,
TD 130x/menit.
- Hb 8,0 mg/dl

2.
Mayor Faktor psikologis (napsu Defisit nutrisi
Ds: - makan menurun)
Do:
-Berat badan menurun minimal Kelemahan
10% dibawah rentang ideal
Defisit nutrisi
Minor
Ds:
- Tidak napsu makan
- Mengalami gangguan
pertumbuhan
-Mengeluh lemah
Do:
- Bising usus hiperaktif
>35x/menit
- Tampak pucat
- Konjungtiva anemis
-Sariawan
- Intake makan 2xsetengah
porsi
- BB: 17 kg, TB: 100 cm
-Rambut rontok berlebihan
-- TTV: N 65x/menit
RR 36 x/menit,
TD 130x/menit.
- Hb 8,0 mg/dl

ASKEP KMB
3. Ketidakseimbangan antara Intoleransi aktivitas
Mayor suplai O2 dan kebutuhan
Ds: oksigen
-Mengeluh lelah
Do: O2 darah dan produksi RBC
-Frekuensi jantung meningkat menurun
>20% dari kondisi istirahat
Aliran darah ke organ vital
Minor dan jaringan menurun
Ds:
- Mengeluh lemah dan O2 menurun dan nutrisi
berdebar-debar ditransport tidak adekuat
Do:
- Tekanan darah berubah >20% Intoleransi aktivitas
dari kondisi istirahat
-Gambaran EKG menunjukkan
aritmia
-Kekuatan otot menurun
dengan skala 4
- Anemia hipokromik
mikrositik
- - TTV: N 65x/menit
RR 36 x/menit,
TD 130x/menit.
- Hb 8,0 mg/dl

DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nama pasien : An. D


Umur : 6 Th
No. Register : 998877

TANGGAL
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN
MUNCUL

ASKEP KMB
1. 29 Agustus 2021 Perfusi perifer tidak efektif b/d penurunan konsentrasi hemoglobin

2. 29 Agustus 2021 Defisit nutrisi b/d faktor psikologis d.d napsu makan menurun

3. 29 Agustus 2021 Intoleransi aktivitas b/d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Nama pasien : An. D
Umur : 6 Th
No. Register : 998877
DIAGNOSA
NO LUARAN (SLKI) INTERVENSI (SIKI)
KEPERAWATAN
Setelah dilakukan asuhan Perawatan sirkulasi
1. Perfusi perifer tidak efektif b/d keperawatan selama 3x24 Observasi:

ASKEP KMB
penurunan konsentrasi jam, maka diharapkan 1. Periksa sirkulasi perifer
hemoglobin perfusi perifer tidak efektif 2.Identifikasi faktor resiko gangguan
teratasi dengan kriteria hasil : sirkulasi
1. Denyut nadi perifer Terapeutik:
meningkat 1.Hindari pemasangan infus atau
2. Warna Kulit Pucat pengambilan darah di area
menurun keterbatasan perfusi
3. Pengisian Kapiler 2.Hindari pengukuran tekanan darah
membaik pada ekstremitas dengan keterbatasan
4. Akral membaik perfusi
5. Turgor Kulit membaik 3.Lakukan hidrasi
Edukasi:
1.Anjurkan minum obat pengontrol
tekanan darah secara teratur
2.Anjurkan program diet untuk
memperbaiki sirkulasi
3.Informasikan tanda dan gejala
darurat yang harus dilaporkan

2. Defisit nutrisi b/d faktor Manajemen Nutrisi


psikologis d.d napsu makan Setelah dilakukan asuhan Observasi:
menurun keperawatan selama 3x24 1. Identifikasi status nutrisi
jam, maka diharapkan status 2. Identifikasi alergi dan
nutrisi membaik dengan intoleransi makanan
kriteria hasil : 3. Identifikasi makanan yang
1. Porsi makanan yang disukai
dihabiskan meningkat 4. Identifikasi kebutuhan kalori
2. Berat badan membaik dan jenis nutrient
3. Indeks Massa Tubuh 5. Monitor asupan makanan
(IMT) membaik 6. Monitor berat badan
4. Rambut rontok menurun 7. Monitor hasil pemeriksaaan
5. Napsu makan membaik laboratorium
6. Bising usus membaik Terapeutik:
7. Membran mukosa 1. Sajikan makanan secara
membaik menarik dan suhu yang sesuai
8. Sariawan membaik 2. Berikan makanan tinggi kalori
dan tinggi protein
3. Berikan suplemen makanan,
jika perlu
Edukasi:
1.Ajarkan diet yang diprogramkan
Kolaborasi:
1. Kolaborasi dengan ahli gizi
untuk menentukan jumlah
kalori dan jenis nutriien yang
dibutuhkan, jika perlu

3. Intoleransi aktivitas b/d Manajemen energi


ketidakseimbangan antara Setelah dilakukan asuhan Observasi:
suplai dan kebutuhan oksigen keperawatan selama 3x24 1. Identifikasi gangguan fungsi tubuh
jam, maka diharapkan yang mengakibatkan kelelahan
intoleransi aktivitas teratasi 2. Monitor kelelahan fisik dan
dengan kriteria hasil : Emosional
1. Frekuensi nadi meningkat Terapeutik:
2. Keluhan lelah menurun 1. Lakukan latihan rentang gerak pasif
3. Dispnea saat dan setelah dan/atau aktif
aktivitas menurun 2. Berikan aktivitas distraksi yang
ASKEP KMB
4. Aritmia saat dan setelah Menenangkan
aktivitas menurun Edukasi:
5. Sianosis menurun 1. Anjurkan melakukan aktivitas
6. Tekanan darah membaik secara
7. Frekuensi napas membaik bertahap
2. Anjurkan menghubungi perawat
jika
tanda dan gejala kelelahan tidak
berkurang
3. Ajarkan strategi koping untuk
mengurangi kelelahan
Kolaborasi:
1. Kolaboraasi dengan ahli gizi
tentang
cara meningkatkan asupan makanan

ASKEP KMB
TINDAKAN KEPERAWATAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama Pasien : AN. D Umur : 6 Th No. Register : 998877 Kasus : Thalasemia Beta Mayor

TANGGAL/ TANDA TANGGAL/ TANDA


NO NO. DX IMPLEMENTASI EVALUASI
JAM TANGAN JAM TANGAN
1. Perfusi perifer 29-08-2021 Perawatan sirkulasi 31-08-2021/ S: An. D mengatakan pusing dan lelah mulai
tidak efektif 09.00 WIB 1. Memeriksa sirkulasi perifer 12.00 WIB berkurang
b/d penurunan 2. Mengidentifikasi faktor resiko gangguan sirkulasi O: 1. TD : 110/70 mmHg
konsentrasi 3.Menghindari pemasangan infus atau pengambilan 2. RR : 24x/menit
darah di area keterbatasan perfusi 3. N : 100x/menit
hemoglobin
4.Menghindari pengukuran Tekanan darah pada 3. Konjungtiva ananemis
ektremitas dengan keterbatasan perfusi 4. An. D tampak lebih semangat
5.Menganjurkan program diet untuk memperbaiki A : Masalah Perfusi perifer tidak
sirkulasi efektif teratasi sebagian
6. Menginformasikan tanda dan gejala darurat yang P : Mendiskusikan dengan ibu pasien untuk
harus dilaporkan. selalu tepat waktu melaksanakan program rutin
transfusi darahnya.

2. Defisit nutrisi 29-08- Manajemen Nutrisi 31-08-2021/


2021/11.00 1. Mengidentifikasi status nutrisi 15.00 WIB S: Napsu makan AN.D tampak meningkat
b/d faktor O: 1. BB meningkat
psikologis d.d WIB 2. Mengidentifikasi makanan yang disukai
2.Konjungtiva ananemis
napsu makan 3. Memonitor asupan makanan
4. Memonitor berat badan A: Masalah defisit nutrisi teratasi sebagian
menurun intervensi dilanjutkan
5. Memonitor hasil pemeriksaaan laboratorium
6. Memberikan makanan tinggi kalori dan tinggi P: Mendiskusikan dengan ibu pasien untuk
protein monitor asupan makanan An.D
7. Memerikan suplemen makanan, jika perlu
8. Mengajarkan diet yang diprogramkan
9. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan
jumlah kalori dan jenis nutriien yang
dibutuhkan, jika perlu
3. 29-08- Manajemen energy 31-08-2021/ S : Ibu pasien mengatakan An.D melakukan
Intoleransi
2021/15.00 1. Mengidentifikasi gangguan fungsi tubuh yang 17.00 WIB kegiatannya secara bertahap
aktivitas
ASKEP KMB
berhubungan WIB mengakibatkan kelelahan O :1. TD : 110/70 mmHg
dengan 2. Memonitor kelelahan fisik dan emosional 2. RR: 24x/menit
ketidakseimban 3. Memberikan aktivitas distraksi yang menenangkan
gan antara 4. Menganjurkan melakukan aktivitas secara 3. An. D tampak lebih semangat
suplai dan bertahap
A : Masalah Intoleransi aktivitas teratasi
kebutuhan 5. Anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan
oksigen gejala kelelahan tidak berkurang
sebagian intervensi dilanjutkan
6. Mengajarkan strategi koping untuk P : Mendiskusikan dengan ibu pasien
mengurangi kelelahan untuk menghubungi perawat bila An.D merasa
7.Kolaboraasi dengan ahli gizi tentang cara kelelahan atau keletihan
meningkatkan asupan makanan

FORMAT PENYULUHAN KESEHATAN

Topik : ………………………………..
Sasaran : ………………………………..
Ruang : ………………………...……...

TUJUAN UMUM TUJUAN KHUSUS POKOK BAHASAN MATERI METODE AVA EVALUASI

ASKEP KMB
ASKEP KMB