Anda di halaman 1dari 13

1

Daftar Pustaka Injeksi Micellar Polymer

PENINGKATAN PEROLEHAN MINYAK


DENGAN INJEKSI MICELLAR-POLYMER

Eko Sumber Siswoyo


Mahasiswa Teknik Perminyakan
UPN “Veteran” Yogyakarta

Hasil Evaluasi dari proses produksi konvensional tahap lanjut (terutama pada injeksi
air) menunjukkan bahwa besarnya gaya kapiler yang terjadi mengakibatkan tidak
tersapunya fluida minyak secara merata. Gaya kapiler terjadi karena adanya tegangan antar
muka (inter-facial tension, IFT) minyak – air yang timbul dari pengaruh gaya viscous yang
menyebabkan tertinggalnya fluida minyak dibelakang zona penyapuan air injeksi (by-
passed oil). Dengan injeksi Micellar-Polymer, diharapkan dapat menyapu dan mendorong by
passed oil dengan mengurangi tegangan antar muka antara minyak dengan air.

I. PENDAHULUAN 5. Memecahkan rigide batuan


sehingga fluida dapat mengalir
Dalam tahap produksi primer
dengan mudah.
dan produksi sekunder, minyak tidak
Dengan adanya injeksi zat
dapat sepenuhnya dikuras habis. Hal
kimia tersebut, berarti akan terjadi
tersebut berarti, bahwa pada saat
perubahan pada sifat fisik fluida dan
proses produksi berakhir, masih
batuan reservoir yang berpengaruh
terdapat sisa minyak yang tertinggal
terhadap efisiensi pendesakan dan
di dalam reservoir. Hal ini disebabkan
efisiensi penyapuan.
karena tidak sempurnanya efisiensi
Metode injeksi zat kimia yang
penyapuan reservoir dan terjebaknya
dibahas pada paper kali ini adalah
minyak dalam matriks batuan.
injeksi micellar-polymer, sering
Penjebakan minyak tersebut
disebut juga dengan injeksi
dipengaruhi oleh tekanan kapiler,
surfaktan-polimer atau injeksi emulsi
wettabilitas reservoir, serta sifat fisik
mikro
fluida dan batuan reservoir lainnya.
Usaha untuk menguras sisa
II. DASAR TEORI
minyak yang tertinggal tersebut,
2.1. Konsep Pendesakan
dilakukan dengan metode EOR
(Enhanced Oil Recovery). Salah satu Suatu fluida yang terdapat di
metode EOR yang dapat dipakai dalam reservoir apabila didesak oleh
adalah metode injeksi kimia. Metode fluida lainnya, maka akan terdapat
injeksi zat kimia ini dapat mengatasi suatu zona transisi atau zona
masalah tersebut antara lain dengan campuran. Zona tersebut mempunyai
cara-cara sebagai berikut : perubahan saturasi dari fluida
1. Mengurangi mobilitas ratio pendesak dan fluida yang didesaknya
antara air dengan minyak dengan jarak yang cukup jelas,
sehingga dapat meningkatkan seperti yang terlihat pada Gambar 1.
efisiensi penyapuan. Zona transisi akan mempunyai
2. Meningkatkan efisiensi perubahan saturasi fluida dengan
pendesakan dengan mengurangi variasi 100% fluida pendesak sampai
gaya-gaya kapiler dan 100% fluida yang didesak. Bagian
menurunkan tegangan antar reservoir yang diisi oleh fluida
muka fluida. pendesak terus bertambah besar dan
3. Memperbesar porositas dan minyak yang terdesak terus
permeabilitas batuan sehingga berkurang, karena sebagian mulai
dapat menghilangkan adanya terproduksi dari sumur produksinya.
tortuocity.
4. Meningkatkan transmisibility 2.1.1. Pendesakan Tak Tercampur
batuan.
Pendesakan tak tercampur
(immicible displacement) adalah
proses pendesakan dengan
2
Daftar Pustaka Injeksi Micellar Polymer

menginjeksikan fluida yang perbedaan porositas yang sangat


mempunyai sifat tidak mencampur besar pada reservoir tersebut, maka
dengan fluida reservoir 3). zona transisinya akan semakin besar
Apabila fluida pendesak bersifat dan bidang front antara fluida
tidak membasahi, maka akan pendesak dengan fluida yang didesak
terbentuk suatu bidang antar tidak tampak dengan jelas. Di
permukaan, antara fluida yang samping itu suatu penerobosan fluida
membasahi dan fluida yang bersifat pendesak lebih mungkin terjadi,
tidak membasahi. Fluida injeksi harus sehingga akan meninggalkan residu
melalui bidang antar muka tersebut fluida yang didesak oleh minyak.
supaya dapat masuk ke reservoir, Ilustrasi mengenai proses geometri
untuk itu diperlukan suatu gradien aliran, dapat dilihat pada Gambar 2.
tekanan pendesakan (displacement Asumsi – asumsi yang
pressure). Pada lubang pori-pori yang digunakan dalam persamaan fraksi
kecil saja gradien tekanan yang aliran adalah 3) :
diperlukan sangat besar, terutama 1. Aliran mantap (steady state),
pada lubang bor. Dengan demikian, 2. Sistem pendesakan dari dua
pada umumnya injeksi fluida yang fluida yang tidak larut satu sama
bersifat tidak membasahi akan lebih lain (immiscible),
efisien jika digunakan pada daerah 3. Fluida tidak dapat
yang mempunyai lubang pori-pori dimampatkan, dan
yang besar. 4. Aliran terjadi pada media
Apabila fluida pendesak bersifat berpori yang homogen.
membasahi, maka gradien tekanan Persamaan yang digunakan
pendesakan tidak mutlak diperlukan. untuk meng-hitung efisiensi
Proses pendesakan akan terus pendesakan dikembangkan pertama
berlangsung selama fluida yang kali oleh Buckley-Leverret.
didesak masih terus mengalir hingga Untuk pendesakan satu dimensi
dicapai suatu keadaan dimana fluida di dalam media berpori, fraksi aliran
yang didesak akan merupakan fasa fluida pendesak adalah :
tidak kontinyu dan mempunyai harga
permeabilitas efektif mendekati M λ Δρgsinα λ 1∇Pc
harga nol yang sudah dapat mengalir f1 = − 1 +
1+ M ν(1 + M) ν(1 + M)
lagi.
Proses pendesakan oleh fluida .......... (2-1)
membasahi lebih efisien jika λ1 k r1μ 2
M= = .........................
dibandingkan dengan pendesakan λ2 k r2μ 1
oleh fluida yang tidak membasahi.
Hal ini terjadi karena adanya efek ................ (2-2)
kapiler, gradien saturasi di belakang
Fraksi aliran fluida yang didesak
front, zona transisi yang sempit dan
dapat dihitung dari persamaan fraksi
saturasi fluida yang diinjeksi lebih
aliran fluida pendesak, sebagai
sempit.
berikut :
Apabila fluida pendesak lebih
viscous daripada fluida yang didesak μ1
(seperti air mendesak gas atau f1 = ..................................
minyak ringan) dan perbedaan μ1 +μ 2
porositas yang terdapat pada batuan ................ (2-3)
reservoir tidak begitu banyak, maka f 2 = 1 − f1 .................................
bidang front akan lebih jelas nampak.
Jadi semua fluida yang didesak, baik .................... (2-4)
gas ataupun minyak akan mengalir di Fraksi aliran adalah fungsi dari
depan front sedangkan di belakang saturasi sepanjang variasi
front hanya terdapat saturasi sisa permeabilitas relatif. Plot antara
dari fluida-fluida yang didesak fraksi aliran versus saturasi fluida
tersebut. pendesak disebut kurva fraksi aliran
Apabila air yang merupakan (fractional flow curve), yang biasanya
fluida pendesak kurang viscous jika bebrbentuk kurva – S. Bentuk
dibandingkan dengan fluida yang sebenarnya dari kurva ini dan
didesak (misalnya minyak yang posisinya tergantung dari kurva
sangat berat) atau terdapatnya suatu
3
Daftar Pustaka Injeksi Micellar Polymer

permeabilitas relatif, viskositas fluida, Suku kedua menyajikan


densitas, sudut kemiringan dan perbandingan antara gaya
hubungan saturasi-tekanan kapiler. gravitasional dan gaya viscous. Hal
Kemajuan front pendesakan tak ini dapat ditulis lagi sebagai Bilangan
tercampur dapat ditentukan dengan Gravitasi (Ng), untuk kasus ini
menghitung saturasi fluida pendesak tekanan kapiler dapat diabaikan,
sebagai fungsi waktu dan jarak dari adalah :
slope kurva fractional flow. Termasuk
juga waktu breakthrough pada saat
fluida pendesak tiba di ujung media
f1 =
M
M +1
[ ]
1 − N g sin α ................
berpori dan kemudian terproduksi
............ (2-6)
water cut. Saturasi fluida pendesak
rata-rata sebelum breakthrough λ 2Δρg
ditentukan dengan material balance Ng = ..................................
untuk media berpori, setelah u
brekthrough ditentukan dengan ........... (2-7)
perluasan tangen terhadap kurva
fractional flow pada satu titik yang Jika harga (Ng sin α ) berarti,
menghubungkan kondisi di ujung gaya gravitasional akan cukup
jalan keluar. berpengaruh kuat terhadap kurva
Hal ini dapat dilakukan pada fraksi aliran. Harga positif yang lebih
waktu yang berbeda-beda sampai tinggi dari Ng sin α menurunkan
producing cut (yang sama dengan fraksi aliran fluida pendesak pada
harga f1 pada ujung jalan keluar) saturasinya. Jadi pengaruh gaya
tercapai batas yang telah ditentukan. gravitasional positif sama dengan
Efisiensi pendesakan minyak pengaruh mobilitas rasio yang kecil.
(ED), jika terdapat dua fluida di dalam Gambar 3 menunjukkan pengaruh
proses pendesakan tak tercampur mobilitas rasio dan gaya gravitasional
(immiscible) seperti yang terhadap efisiensi pendesakan.
digambarkan di atas, dapat
3. Tekanan Kapiler
dirumuskan sebagai berikut :
Pada suku ketiga persamaan
So Bα fraksi aliran, menunjukkan
ED = 1 − ............................... perbandingan gaya kapiler dan gaya
Sα Bo
viscous. Gradien tekanan tekanan
............ (2-5) kapiler dalam arah aliran adalah
positif, karena gradien saturasi air
Berdasarkan persamaan fraksi
dan turunan tekanan kapiler
aliran, maka faktor yang
berkenaan dengan saturasi air adalah
memperngaruhi pendesakan
negatif. Oleh karena itu pengaruh
taktercampur adalah :
tekanan kapiler adalah untuk
1. Mobilitas rasio
menaikkan aliran fraksional fluida
Pada suku pertama dalam pendesak pada saturasi air yang
persamaan, yang menunjukkan gaya diberikan.
viscous merupakan faktor yang Pengaruh ini lebih nyata pada
berpengaruh pada fraksi aliran. Pada saturasi air yang lebih luas, seperti
harga saturasi tertentu, fraksi aliran didekat flood front. Akibatnya, jika
fluida pendesak lebih kecil pada tekanan kapiler cukup, maka saturasi
mobilitas rasio yang kecil. Akibatnya front akan menyebar di atas jarak
terjadi keterlambatan breakthrough tertentu. Gambar 4 menunjukkan
dan meningkatkan efisiensi pengaruh tekanan kapiler terhadap
pendesakan pada volume yang profil saturasi dalam pendesakan tak
diinjeksikan. Dengan kata lain, tercampur.
efisiensi pendesakan pada
abandonment akan lebih tinggi pada 2.1.2. Distribusi Saturasi saat
mobilitas rasio yang lebih kecil
Pendesakan
karena berkurangnya producing cut
dari fluida pendesak. Pada saat injeksi fluida mulai
dilaksanakan melalui suatu sumur
2. Gaya Gravitasional injeksi, maka fluida injeksi tersebut
akan mengisi pori-pori yang semula
4
Daftar Pustaka Injeksi Micellar Polymer

ditempati oleh fluida yang gaya kapiler dan tidak sempurnanya


didesaknya. Fluida yang didesak efisiensi penyapuan dan pendesakan.
tersebut akan berusaha menuju Cadangan minyak sisa dapat
sumur produksi dengan mendesak dibedakan menjadi dua 5), yaitu :
fluida yang terdesak didepannya. 1. Unrecovered mobile oil,
Pada zona transisi akan yaitu cadangan minyak sisa karena
terdapat suatu perkembangan berkurangnya kemampuan
saturasi, dari saturasi fluida pendesak reservoir untuk mengangkatnya
di belakang dan saturasi fluida yang keatas, berkaitan dengan
didesak di bagian depannya. penurunan tekanan dan
Perubahan saturasi ini tidak dialami temperatur reservoir. Cadangan ini
oleh bagian reservoir yang tidak dapat diproduksi dengan proses
tersapu oleh fluida pendesak. Apabila konvensional, yaitu dengan
fluida yang dapat didorong yang memperbaiki ataupun menambah
terdapat di muka front lebih dari satu kinerja tekanan reservoir, misalnya
seperti minyak dan gas, maka dengan menggunakan metode
distribusi saturasi yang berada di Artificial Lift, seperti Electric
depan front akan lebih kompleks jika Submersible Pump dan Gas Lift,
dibandingkan dengan hanya satu ataupun dengan metode injeksi air
fluida saja. (water flood).
Contohnya adalah proses 2. Immobile oil, merupakan
pendesakan air pada reservoir cadangan minyak yang tersisa dari
solution gas drive. Minyak dan gas produksi primer dan sekunder.
yang ada dalam reservoir, keduanya Minyak ini hanya dapat diproduksi
dapat bergerak. Gas umumnya dengan metode produksi tahap
mempunyai viskositas yang lebih lanjut (Enhanced Oil Recovery,
kecil dan mobilitas yang lebih besar EOR)
dari minyak, sehingga gas akan lebih Tahap produksi primer hanya
cepat bergerak meninggalkan dapat memproduksi 1/3 dari OOIP,
minyak. Perbedaan mobilitas ini dimana 2/3 dari OOIP tidak dapat
membentuk zona tertentu didepan diproduksi dengan teknologi
front yang mempunyai saturasi konvensional. Penerapan teknologi
minyak yang lebih besar. Zona ini EOR diharapkan dapat memproduksi
disebut zona “oil bank”. sekitar 20% - 30% dari cadangan
Dalam zona transisi fluida minyak sisa tersebut, seperti yang
pendesak dan fluida yang didesak, terlihat pada Gambar 5.
saturasi dan fraksi aliran fluida
pendesak akan bertambah besar ke 2.3. Mobilitas Fluida
arah sumur injeksi, kemudian
saturasi dan fraksi aliran fluida yang Mobilitas fluida adalah suatu
didesak akan bertambah besar ke ukuran yang menunjukkan
arah sumur produksi. Pada beberapa kemudahan suatu fluida untuk
proses injeksi, fluida yang mengalir melalui media berpori
diinjeksikan akan mengisi semua dengan suatu gradien tekanan
ruangan pori-pori di daerah reservoir tertentu.
yang tersapu. Ada juga kemungkinan Mobilitas Fluida didefinisikan
bahwa fluida yang diinjeksikan tidak sebagai perbandingan antara
dapat mengisi semua pori-porinya, permeabilitas efektif fluida tersebut
karena pori-pori tersebut ditempati terhadap viskositasnya pada kondisi
oleh minyak, air atau gas yang reservoir, sesuai dengan persamaan
4)
merupakan suatu saturasi residu. :

2.2. Cadangan Minyak Sisa Kf


λf = ........................................
Cadangan minyak sisa
µf
merupakan cadangan minyak yang .............. (2-8)
belum dapat terproduksi pada tahap (Subscript f menunjukkan fluida-fluida
produksi primer, karena cadangan tertentu, seperti minyak, air dan gas.)
minyak sisa tersebut terjebak dalam Mobilitas merupakan fungsi dari
matrik batuan 5). Penjebakan minyak sifat-sifat fluida batuannya, harganya
ini disebabkan oleh adanya gaya- bervariasi sesuai dengan saturasi,
5
Daftar Pustaka Injeksi Micellar Polymer

tekanan dan temperaturnya. Efisiensi pendesakan adalah


Mobilitas fluida akan berbeda-beda perbandingan antara volume
tergantung pada tempat fluida itu hidrokarbon yang dapat didesak dari
berada dan waktu pelaksanaan pori-pori dengan volume hidrokarbon
injeksi fluidanya. Mobilitas fluida total dalam pori-pori tersebut3).
kadang-kadang tidak beraneka Dalam kenyataannya, efisiensi
ragam harganya untuk suatu pendesakan merupakan fraksi
reservoir pada saat proses minyak atau gas yang dapat didesak
pendesakan berlangsung, tetapi bila setelah dilalui oleh front dan zona
terjadi perubahan biasanya dicari transisinya.
harga rata-ratanya sehingga dapat Pada kasus pendesakan linier,
digunakan untuk perhitungan. contohnya media berpori berbentuk
Mobilitas rasio didefinisikan silinder seperti Gambar 2, kemudian
sebagai perbandingan mobilitas semua pori-pori di belakang front
minyak dengan mobilitas fluida dapat diisi oleh fluida pendesaknya,
pendesak. Mobilitas rasio air maka efisiensi volumetrik akan
terhadap minyak dinyatakan mencapai 100% dan hubungan
sebagai : umum yang menunjukkan efisiensi
pendesakan adalah sebagai berikut :
λw k μ
M w,o = = rw x o ............ Soi − Sor
λo k ro μw Ed = ..............................
Soi
............ (2-7)
............. (2-9)
Persamaan diatas menggunakan
asumsi-asumsi : Dalam kenyataan, harga Sor dan
1. Pendesakannya seperti Ed akan konstan sampai pada bidang
pendesakan piston (piston like front mencapai titik produksinya.
displacement), yaitu saturasi fluida Pada saat dan sebelum breaktrough
yang didesak berkurang dengan terjadi, efisiensi pendesakan
tajam dari saturasi awal sampai ditunjukkan oleh persamaan :
dengan ke saturasi residunya
S − (Sor ) BT
setelah dilalui bidang front. (E d ) BT = oi ....................
2. Pada daerah yang belum Soi
tersapu oleh fluida pendesak
hanya terdapat satu aliran fluida ........ (2-10)
saja yaitu fluida yang didesak, Harga Sor akan berkurang dan
sedangkan pada daerah yang Ed akan bertambah dengan terus
tersapu juga terdapat aliran satu berlalunya zona transisi melalui
macam fluida yaitu fluida yang sumur produksi, sehingga setelah
merupakan fluida pendesak. zona transisi ini berlalu akan
3. Seluruh batuan reservoir diperoleh harga Sor minimum yang
mempunyai spesifik permeabilitas merupakan harga saturasi minyak
yang sama (reservoir homogen irreducible dan efisiensi pendesakan
isotropik) mencapai harga maksimum, sesuai
4. Viskositas, permeabilitas dengan persamaan :
efektif, mobilitas fluida pendesak
dan fluida yang didesak dianggap S − (Sor ) min
tetap selama pendesakan (E d ) max = oi .................
Soi
berlangsung.
5. Apabila proses
pendesakannya oleh fluida yang ......... (2-11)
tercampur, maka permeabilitas
efektif fluida pendesak dan fluida 2.5. Efisiensi Penyapuan
yang didesak adalah sama. Efisiensi penyapuan
Dengan demikian mobilitas didefinisikan sebagai perbandingan
rasionya dapat disederhanakan antara luas daerah hidrokarbon yang
menjadi perbandingan visko- telah didesak di depan front dengan
sitasnya saja. luas daerah hidrokarbon seluruh
reservoir atau dengan luas daerah
2.4. Efisiensi Pendesakan
6
Daftar Pustaka Injeksi Micellar Polymer

hidrokarbon yang terdapat pada variation) atau hetero-genitas


suatu pola. tertentu.
Pada kebanyakan korelasi
2.5.1. Efisiensi Penyapuan Areal penyapuan areal, perbandingan
mobilitas dihitung dengan
Efisiensi penyapuan areal
memakai permeabilitas relatif end-
didefinisikan sebagai perbandingan
point, yang akan menghasilkan
antara luasan reservoir yang kontak
mobilitas rasio rata-rata. Mobilitas
dengan fluida pendesak terhadap
rasio didefinisikan sebagai perban-
luas areal total atau fraksional dari
dingan antara mobilitas total fluida
reservoir yang tersapu oleh fluida
dibelakang front pendesakan
injeksi. Pada pola sumur yang
dengan di depan front pendesakan,
terbatasi, efisiensi tersebut dapat
dirumuskan dengan persamaan :
diperkirakan sebagai fungsi dari
bentuk pola, volume pori yang (λ r1 + λ r2 ) b
diinjeksikan dan perbandingan M= ........................
mobilitas. Kegiatan perolehan minyak (λ r1 + λ r2 ) a
tahap lanjut tidak semuanya
........ (2-12)
menggunakan pola sumur terbatasi,
sehingga efisiensi penyapuan areal Subskrip b dan a berturut-turut
akan lebih rendah dari coverage menunjukkan kondisi pada saturasi
factor. rata-rata di belakang front dan
saturasi awal didepan front.
a. Faktor Cakupan (coverage factor)
c. Pengaruh Viscous Fingering
Coverage factor (faktor cakupan)
adalah perbandingan sederhana Front pendesakan yang tidak stabil
antara volume reservoir pada akan menyebabkan fluida
sumur dengan pola yang teratur, pendesak tersembul di dalam lebar
dengan volume reservoir total, finger yang kecil melewati fluida
seperti terlihat pada Gambar 6. terdesak. Sebagai hasilnya fluida
Volume reservoir digunakan terdesak tertinggal di belakang
sebagai pengganti areal untuk front pendesakan. Keadaan seperti
memasukkan variasi ketebalan ini terjadi di dalam reservoir yang
lapisan. homogen dan terlebih lagi pada
heterogenitas reservoir. Viscous
b. Korelasi Efisiensi Penyapuan Areal fingering berhubungan langsung
Untuk sumur dengan pola yang dengan perbedaan viskositas
teratur pada reservoir yang antara fluida pendesak dengan
homogen, diperlukan korelasi fluida terdesak.
efisiensi penyapuan areal. Korelasi Keberadaan viscous fingering pada
ini dipersiapkan untuk pengujian proses pendesakan akan
pendesakan dan dibantu dengan berpengaruh pada penentuan
beberapa pertimbangan analitik. efisiensi pendesakan. Jika
Efisiensi penyapuan areal pada pengaruh viscous fingering tidak
volume pori yang telah diinjeksi, memasukkan pada perhitungan
akan berkurang dengan naiknya efisiensi pendesakan, dan
perbandingan mobilitas. diketahui pengaruh tersebut ada,
Perbandingan mobilitas akan maka harus dilakukan beberapa
meningkat dengan naiknya volume koreksi pada penentuan efisiensi
yang telah diinjeksikan, sehingga penyapuan vertikal dan areal.
harga akhir untuk efisiensi Jika pengaruh viscous fingering
penyapuan areal akan diambil dimasukkan dalam perhitungan
pada harga volume pori yang telah efisiensi pendesakan, maka
diinjeksikan dihubungkan dengan volume yang tersapu sama dengan
limiting cut yang ditentukan dalam daerah terinvasi (invaded region).
produksi. Sedangkan jika tidak, maka volume
Hal yang perlu dicatat adalah penyapuan hanya merupakan
daerah harga efisiensi penyapuan daerah yang terkena kontak
yang ditentukan dari korelasi tidak dengan fluida pendesak (contacted
dapat menunjukkan beberapa region). Perbedaan antara invaded
anisotropi (directional permeability
7
Daftar Pustaka Injeksi Micellar Polymer

dan contacted region terdapat front atau zona transisi adalah bidang
pada Gambar 7. front akan bergerak lebih cepat pada
daerah dengan permeabilitas yang
2.5.2. Efisiensi Penyapuan Vertikal tinggi, sehingga breakthrough air
akan lebih dahulu terjadi pada
Efisiensi penyapuan vertikal
lapisan yang lebih permeabel.
didefinisikan sebagai fraksi dari
bagian vertikal pada reservoir yang
III. INJEKSI ZAT KIMIA
tersapu oleh fluida injeksi. Efisiensi
penyapuan vertikal dipengaruhi oleh Injeksi zat kimia adalah salah
gravitasi dan hetero-genitas lapisan satu metode EOR (Enhanced Oil
reservoir. Pengaruh gravitasi Recovery) dengan meng-injeksikan
disebabkan oleh perbedaan densitas zat kimia ke dalam reservoir, dengan
antara fluida pendesak dengan fluida tujuan utama untuk mengubah sifat
terdesak. Jadi pengaruh gravitasi fisik fluida dan batuan reservoir yang
dapat terjadi di semua reservoir berpengaruh terhadap peningkatan
(homogen dan heterogen). Gas akan efisiensi pendesakan dan penyapuan.
mendahului minyak lewat bagian atas Untuk meningkatkan efisiensi
(over-rides) dan air akan mendahului penyapuan dapat dilakukan dengan
minyak pada bagian bawah (under- mengurangi perbandingan mobilitas
runs), karena itu terjadi breakthrough antara fluida injeksi dengan fluida
lebih awal di bagian atas dan bawah reservoir, sedangkan untuk
reservoir. Secara teori, stabilitas front meningkatkan efisiensi pendesakan
pendesakan dan sudut ke arah mana dapat dilakukan dengan mengurangi
menghadap (terhadap arah aliran) gaya kapiler. Di samping itu, injeksi
berhubungan dengan laju zat kimia juga dapat memperbesar
penginjeksian, mobilitas fluida dan porositas dan permeabilitas batuan
perbedaan densitas. sehingga dapat menghilangkan
Jika reservoir menunjukkan adanya tortuocity, meningkatkan
variasi permeabilitas dan porositas transmisibilitas, serta memecahkan
terhadap kedalaman, heterogenitas rigide batuan
lapisan, flood front akan terpengaruh
oleh variasi tersebut. Fluida pendesak 3.1. Jenis Zat Kimia
akan bergerak lebih cepat dilapisan 3.1.1. Surfaktan
dengan permeabilitas yang tinggi dan
Tipikal monomer surfaktan
breakthrough terjadi lebih awal
kutub nonpolar (lypophile moiety)
dalam sumur produksi.
dan kutub polar (hydrophile moiety),
atau disebut juga amphiphile.
2.6. Efisiensi Invasi
Struktur kimia monomer
Efisiensi invasi didefinisikan surfaktan secara umum
sebagai perbandingan antara volume dilambangkan dengan ‘tadpole’,
hidrokarbon dalam pori-pori yang dimana ekornya adalah kutub
telah didesak oleh fluida atau front nonpolar dan kepalanya sebagai
terhadap volume hidrokarbon yang kutub polar, seperti terlihat pada
masih tertinggal di belakang front. Gambar 8.
Pada efisiensi penyapuan, seolah- Jenis-jenis Surfactant yang
olah dianggap bahwa yang sedang biasa digunakan dalam injeksi zat
mengalami proses pendesakan kimia adalah sodium dodecyl sulfate
mempunyai sifat merata (uniform) ke dan sulfonate, seperti terlihat pada
arah vertikal. Pada keadaan yang Gambar 9 dan Gambar 10.
sebenarnya, dalam reservoir jarang Berdasarkan pada jenis
terjadi hal seperti itu. Oleh karena kutubnya, surfactant dapat
itu, supaya pengaruh aliran ke arah dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu
vertikal turut diperhitungkan, maka
harus diketahui efisiensi invasi. Jenis Contoh
Pengaruh perubahan sifat Sulfonates, Sulfa-tes,
batuan ke arah vertikal dinyatakan Carboxyla-tes,
dengan adanya perlapisan dalam Anionics Phosphates.
reservoir yang sifat batuannya Quaternary am-monium
berbeda terutama permeabilitasnya. organics, Pyridinum,
Pengaruh perlapisan terhadap bidang Cationics Imida-zolinium, Piperidi-
8
Daftar Pustaka Injeksi Micellar Polymer

nium. Jika permeabilitas batuan reservoir


Alkyl-, Alkyl- acyl- Acyl-, rendah, maka polimer dengan
Acylamin-do-, Aminepoly- konsentrasi rendah dapat
Nonionics glycol. digunakan untuk memperoleh
kestabilan mobilitas yang sama 4).
Aminocarboxylie Acids
Amphoterics 2. Polysacharide
Polysacharide terbentuk dari
proses fermentasi pada bakteri
3.1.2. Polimer
(biopolimer). Jenis polysacharide
Jenis-jenis polimer yang dapat yang digunakan dalam proses
digunakan dalam proses injeksi injeksi adalah xanthan gum, yang
polimer antara lain adalah xanthan merupakan kotoran extracellular
gum, hydrolized polyacrylamide yang terbentuk pada permukaan
(HPAM), polimer gabungan sel mikroba. Xanthan Gum
(copolymer) antara monomer asam dihasilkan dari aktivitas bakteri
akrilik (acrylic acid) dengan xanthomonas campsentris pada
acrylamide, gabungan polimer antara media karbohidrat, dengan
acrylamide dengan 2-acrylamide 2- tambahan protein dan zat
metil propana sulfonat (AM/AMPS), anorganik dari nitrogen.
hydroxyethylcellulose (HEC), Pemanasan dilakukan untuk
carboxymethyl-hydroxyethylcellulose mematikan bakteri xanthomonas
(CMHEC), polyacrylamide (PAM), campsentris, dan setelah itu
polyacrylic acid, glucan, dextran polimer diendapkan dari kaldu
polyacrylic oxide (PEO), dan polyvinyl dengan penambahan alkohol
alcohol. Dari semua jenis tersbut, tertentu. Berat molekul ± 5 juta
jenis polimer yang banyak digunakan dan memiliki kerentanan yang
dalam aplikasi lapangan adalah relatif lebih besar terhadap bakteri
xanthan gum, hydrolized jika di bandingkan dengan
polyacrylamide dan copolymer polyacrylamide.
acrylic acid-acrylamide. Xanthan Gum tidak sensitif
Secara garis besar, jenis terhadap salinitas dan tahan
polimer yang beredar di pasaran terhadap kerusakan mekanik,
dapat digolongkan menjadi dua jenis, sehingga lebih mudah
yaitu polyacrylamide dan menanganinya dalam
polysacharide. hubungannya dengan peralatan di
lapangan.
1. Polyacrylamide
Kelemahan dari Xanthan Gum
Molekul polyacrylamide adalah adalah menyebabkan adanya
rangkaian molekul yang sangat penyumbatan formasi dan lemah
panjang dari unit molekul terhadap serangan bakteri.
acrylamide. Struktur kimia unit Problem pernyumbatan formasi
acrylamide dan polimer dapat diperbaiki dengan filtrasi
polyacrylamide dapat dilihat pada atau proses penambahan dan
Gambar 11. bactericides dapat untuk
Berat molekul dari polyacrylamide mencegah degradasi oleh bakteri.
antara 1 sampai 10 juta dan Temperatur yang cocok untuk
bersifat tahan terhadap serangan Xanthan Gum adalah 160 °F 4).
bakteri. Polyacrylamide mudah Struktur kimia dari polysacharide
terkena kerusakan mekanik karena dapat dilihat pada Gambar 12.
rantainya yang sangat panjang
sehingga mudah putus, pecah. 3.2. Mekanisme Injeksi
Polyacrylamide lebih sensitif 3.2.1. Proses Injeksi Micellar Surfactan
terhadap salinitas tetapi lebih
tahan terhadap serangan bakteri. Pencampuran antara surfaktan
Pada penambahannya untuk dengan minyak akan membentuk
menaikkan viskositas, emulsi yang akan mengurangi
polyacrylamide merubah tekanan kapiler. Pada injeksi micellar-
permeabilitas batuan reservoir, polymer kita tidak perlu
dan ini juga menurunkan mobilitas menginjeksikan zat kimia secara
air injeksi. menerus, tetapi diikuti dengan fluida
9
Daftar Pustaka Injeksi Micellar Polymer

pendorong lainnya, yaitu air untuk mengandung garam. Air garam


meningkatkan efisiensi penyapuan menurunkan viskositas polimer.
dan air pendorong. Skema injeksi Jadi injeksi polimer tidak menurunkan
surfaktan (micellar) – polimer standar saturasi minyak sisa, tetapi
dapat dilihat pada Gambar 13. memperbaiki perolehan minyak yang
Secara garis besar, injeksi micellar – lebih dari injeksi air dengan
polimer terdiri dari menaikkan volume reservoir yang
• Chase water , digunakan berhubungan.
sebagai tenaga pendorong fluida
injeksi dari sumur injeksi ke sumur 3.2.2. Hal-hal yang mempengaruhi
produksi. Mekanisme Pendesakan
• Polimer slug, penggunaan Didasarkan pada sifat dan
polimer dalam injeksi surfactan karakteristik reservoir, serta sifat
berfungsi sebagai mobility buffer, fluida injeksi, terdapat hal-hal yang
yaitu sebagai pengontrol mobilitas akan berpengaruh terhadap
surfaktan dalam rangka effisiensi mekanisme pendesakan pada injeksi
penyapuan dan melindungi micellar-polymer.
surfaktan dari fluida pendorong. Hal-hal tersebut antara lain adalah :
Mobility buffer biasanya berupa 1. Adsorbsi batuan reservoir
campuran dari 250 – 2500 gr/cm3
polymer, 0 - 1% alkohol, stabilizers Adsorbsi batuan reservoir
dan biocide, dimana volumenya cenderung mengadsorbsi surfaktan
berkisar antara 1 – 100% dari dengan berat ekivalen yang tinggi
volume pori injersi (Vpf). (500 atau lebih). Hal ini
menyebabkan adanya friknisasi,
• Micellar (Surfactan) Solution,
semakin jauh dari titik injeksi berat
berupa surfactan dan tambahan oil
ekivalent semakin kecil. Jenis
recovering agent yang berupa
friksinasi ini yang menyebabkan
alkohol (0-5%), cosurfactan (0-5%),
recovery minyak semakin kecil,
minyak, dan polimer. Volume
karena fungsi petroleum sulfonat
larutan berkisar antara 5 – 20% Vpf.
menjadi kurang aktif.
• Preflush, merupakan larutan Adsorbsi batuan reservoir
pembuka yang berupa air garam disebabkan karena gaya tarik-
(Na+, Ca2+) yang berfungsi untuk menarik antara molekul surfaktan
menurunkan salinitas air formasi, dengan batuan reservoir. Besarnya
sehingga memungkinkan gaya ini tergantung dari afinitas
terjadinya percampuran antara air batuan reservoir terhadap
formasi dengan surfaktan yang surfaktan.
diinjeksikan. Volume dari preflush
berkisar antara 0 – 100% Vpf. 2. Clay

Larutan surfaktan yang Sifat clay yang suka air akan


diinjeksikan ke dalam reservoir akan menyebabkan adsorbsi yang
bersinggungan dengan permukaaan terjadi besar sekali. Untuk reservoir
gelembung minyak, surfaktan bekerja yang mempunyai salinitas rendah,
sebagai zat aktif permukaan untuk peranan clay sangat dominan.
menurunkan tegangan permukaan 3. Salinitas
minyak-air.
Molekul surfaktan (R . SO3H)
terurai menjadi RSO3-3 dan H-2, ion
RSO-3 akan bersinggungan dengan
permukaan gelembung minyak dan
membentuk ikatan yang semakin
kuat, gaya adhesi kecil sehingga
terbentuk oil bank untuk didorong
dan diproduksikan.
Slug polimer yang diinjeksikan
diantara slug fresh water adalah
untuk mengurangi kontak langsung
dengan air reservoir yang
10
Daftar Pustaka Injeksi Micellar Polymer

Salinitas formasi berpengaruh adsorpsi dan volume pori yang


terhadap penurunan tegangan tidak dapat dimasuki. Adsorpsi
permukaan minyak-air. Pada cenderung membentuk ujung slug
konsentrasi NaCl tertentu akan polimer bergerak dengan
mengakibatkan penurunan kecepatan lebih rendah dari water
tegangan permukaan minyak-air bank. Volume pori yang tidak
menjadi tidak efektif lagi. Hal ini dapat dimasuki cenderung
disebabkan karena ikatan kimia membuat slug polimer bergerak
yang membentuk NaCl adalah ion dengan kecepatan lebih rendah
yang sangat mudah terurai dari water bank.
menjadi Na++ dan Cl- , demikian
juga dengan molekul surfaktan 3.3. Kriteria Teknis dan Batasan
dalam air akan terurai menjadi R .
Proses screening pada injeksi
SO3-3 dan H+.
micellar-polymer meliputi pemilihan
Konsekuensinya, bila dalam
unuk kriteria sifat dan karakteristik
surfaktan flooding terdapat garam
reservoir, baik batuan maupun fluida
NaCl, maka akan membentuk HCl
reservoir. Hal-hal yang
dan R . SO3 Na, dimana keduanya
dipertimbangkan pada proses
bukan merupakan zat permukaan
screening untuk pelaksanaan injeksi
dan tidak dapat menurunkan
micellar-polymer, antara lain adalah
tegangan permukaan minyak-air.
mobilitas rasio, temperatur reservoir,
4. Konsentrasi slug surfaktan saturasi mobile oil, permeabilitas
reservoir, serta jenis dan kedalaman
Konsentrasi surfaktan akan reservoir 2).
mempengaruhi adsorbsi. Semakin a. Mobilitas Rasio
pekat konsentrasi surfaktan, maka
akan semakin besar adsorbsi yang Reservoir yang memiliki mobilitas
dihasilkan hingga mencapai titik rasio minyak-air dengan kategori
jenuh dimana batuan reservoir sangat tinggi (diatas 50) ataupun
tidak lagi mengadsorbsi surfaktan. sangat rendah (kurang dari 1)
5. Kelakuan Polimer merupakan kriteria yang harus
dihindari dalam pelaksanaan
Polyacrylamide dan polysacharide injeksi micellar-polymer. Dari uji
dikelom-pokkan dalam fluida non- coba dihasilkan hahwa injeksi
newtonian karena kelakuan micellar-polymer mempunyai
alirannya terlalu kompleks yang kinerja yang optimal pada
tidak dapat dicirikan oleh satu reservoir dengan mobilitas rasio
parameter yaitu viskocitas. minyak-air pada kisaran harga 1
Perbandingan shear rate dan shear sampai 42. Indikasi lain yang dapat
stress tidak konstan. Karakteristik dijadikan patokan untuk kriteria
mobilitas pengontrol dapat mobilitas rasio adalah viscositas
ditentukan dengan mengukur minyak. Viskositas minyak pada
viskositas dan faktor screening. reservoir yang dianjurkan untuk
6. Adsorpsi Polimer injeksi micellar-polymer adalah
antara 5 – 125 cp (maksimum pada
Adsorpsi polimer tergantung dari harga 200).
jenis polimer dan batuan
permukaan. Adsorpsi akan naik
b. Temperatur Reservoir.
sejalan dengan naiknya salinitas.
Screening pada temperatur
7. Polimer Retention reservoir didasarkan pada
Retensi polimer dibawah kondisi penurunan performance kinerja
reservoir akan selalu lebih rendah polimer yang berhubungan dengan
dari harga yang terukur di temperatur. Seabagai catatan,
laboratorium. polyacrylamide akan mengalami
penurunan pada temperatur diatas
8. Volume pori yang tidak dapat 250 oF, sedangkan xanthan gum
dimasuki pada temperatur diatas 175 oF.
Polimer mengalir melalui media c. Saturasi Mobile Oil
berpori dengan kecepatan yang
berbeda dengan air, karena
11
Daftar Pustaka Injeksi Micellar Polymer

Reservoir yang dianjurkan untuk kadar Cl (dalam air formasi) 20000


pelaksanaan injeksi micellar- ppm dan kadar ion Ca++ dan Mg++
polymer adalah reservoir dengan 500 ppm.
harga saturasi mobile oil diatas 15
% PV. IV. CONTOH APLIKASI LAPANGAN
d. Permeabilitas Reservoir. Aplikasi lapangan yang akan
dibahas pada kesempatan ini adalah
Berdasarkan pada rendahnya pada Loudon Pilot Field, United
mobilitas zat kimia injeksi States, tahun 1988.
(terutama polimer), jika Loudon field digunakan sebagai
dibandingkan dengan air injeksi lapangan uji coba injeksi micellar-
ataupun air formasi, maka injeksi polymer dengan menggunakan pola
micellar-polymer tidak akan effektif five spot (4 sumur injeksi dan 1
jika diterapkan pada reservoir yang sumur produksi ditengah, dengan
memiliki permeabilitas rendah. jarak masing-masing 0,68-acre).
Besarnya permeabilitas reservoir
yang dianjurkan untuk injeksi 4.1. Karakteristik Reservoir
micellar-polymer adalah diatas 20
mD (angka minimum pada 10 mD). Karaktersitik batuan :
Lapisan : Missisipi
e. Jenis Reservoir. Chester
Sebagian besar injeksi micellar- Ketebalan Rata- (batupasir)
polymer dilaksanakan pada formasi rata : 13-ft
batu pasir, walaupun tidak Kedalaman : 1550-ft
menutup kemungkinan Permeabilitas
pelaksanaannya pada formasi Rata-rata : 150 mD
karbonat, walaupun dengan Porositas : 19 %
memperhatikan batasan yang Var. Permeabilitas
berkaitan dengan heterogenitas (Dykstra-Parson) : 0,42
reservoir, dan besarnya kandungan
kalsium dan magnesium karbonat. Karaktersitik fluida :
Satu hal yang harus dihindari Saturasi minyak
adalah reservoir yang mempunyai sisa : 25,5 %
rekah yang besar. (setelah injeksi : 5-cp @ 78o F
air) : 104.000
f. Kedalaman Reservoir. Viskositas ppm@TDS
Kedalaman reservoir yang terlalu Salinitas air
dangkal tidak efektif untuk formasi
pelaksanaan injeksi micellar-
polymer, demikian juga dengan 4.2. Desain Fluida Injeksi
reservoir yang terlalu dalam. Fluida injeksi dirancang untuk
Batasan pada reservoir yang dapat optimal dan effektif pada
dangkal berkaitan dengan tekanan reservoir dengan kadar salinitas air
injeksi yang akan digunakan. Hal formasi yang tinggi (yang perlu
ini juga akan berhubungan dengan diperhatikan adalah perlunya pre-
permeabilitas reservoir. Sedangkan flush dan larutan tidak mengandung
pada reservoir yang dalam petroleum sulfonate surfactant)
cenderung memiliki temperatur Desain pokok dari fluida injeksi
reservoir salinitas air formasi yang yang digunakan pada Loudon Field
tinggi. adalah sebagai berikut :
Micellar- - 40 % Volume pori
Sedangkan batasan-batasan pada Polimer (Vpf)
injeksi micellar-polymer, meliputi : Slug - Viskositas 28-cp
a. Sifat formasi yang relatif
- Terdiri dari
homogen
b. Tingginya kandungan anhidrit, campuran 2,3 wt
surfaktan (selain
gipsum dan lempung dalam
formasi petroleum sulfonate)
dengan air garam
c. Surfaktan yang ada saat ini, yang mengandung
terbatas pada kondisi dimana biopolimer dengan
12
Daftar Pustaka Injeksi Micellar Polymer

konsentrasi 1000 • masalah adsorpsi,


ppm. • interaksi antara surfaktan dan
- polimer, serta
Polimer - Viskositas 38-cp • degradasi kimiawi pada
Slug - Berupa air garam temperatur yang tinggi.
(sebagai yang mengandung 4. Injeksi micellar-polymer akan
buffer) biopolimer dengan efektif pada reservoir jenis batu
konsentrasi 1000 pasir dengan komposisi fluida
ppm. minyak yang menengah-ringan,
Tambaha - Oxigen dan tidak efektif pada reservoir
n Scavenger yang memiliki temperatur serta
- Larutan Asam, salinitas air formasi yang tinggi.
dan
- Well Tracers
TATA NAMA SIMBOL DAN SATUAN
4.3. Hasil Uji Coba
M = mobilitas rasio,
Hasil dari proses injeksi, mulai
terlihat setelah 25 % Vpf terproduksi, λ 1 = mobilitas fluida pendesak,
yang ditandai dengan peningkatan oil m2/Pa s
cut. Oil cut maksimum pada angka λ 2 = mobilitas fluida yang didesak,
0,26 tercapai pada saat 70 % Vpf m2/Pa s
terproduksi (Gambar 14). Setelah ∆ ρ = perbedaan densitas, kg/m3
produksi mencapai 225 % Vpf , ν = kecepatan superficial
tercatat bahwa 60 % dari OOIP telah (permukaan), m/s
terproduksi. g = kecepatan gravitasi, m/s2
Pada interpretasi log induksi α = sudut kemiringan, derajat
menunjukkan bahwa lapisan bagian ∇ Pc = gradien tekanan kapiler
bawah memiliki effisiensi penyapuan kr1 = permeabilitas relatif fluida
yang lebih besar jika dibandingkan pendesak,
dengan bagian atas. kr2 = permeabilitas relatif fluida
Sedangkan dari penelitian fluida yang didesak
produksi diperoleh data adanya µ 1 = viskositas fluida pendesak, Pa
penurunan viscositas polimer yang s
sangat besar serta pengurangan µ 2 = viskositas fluida yang didesak,
konsentrasi bakteri biopolimer. Pa s
Pada akhir proses tercatat So = saturasi minyak rata-rata
bahwa 60 % dari fluida injeksi ikut
terproduksi ke permukaan. Sα = saturasi minyak awal rata-rata
Bo = faktor volume formasi minyak,
V. KESIMPULAN RB/STB
Bα = faktor volume formasi minyak
1. Injeksi micellar-polymer awal, RB/STB
merupakan penyem-urnaan dari Ed = efisiensi pendesakan, fraksi
injeksi air, terutama yang Soi = saturasi minyak mula, fraksi
berkaitan dengan effisiensi
penyapuan dan peningkatan
mobilitas. DAFTAR PUSTAKA
2. Injeksi micellar-polymer dapat
meningkatkan perolehan minyak 1. Carcoana, Aurel, “Applied
dengan jalan Enhanched Oil Recovery”,
a. menurunkan tegangan Englewood Cliffs, Prentice
permukaan antara minyak-air, Hall, New Jersey, 1992.
b. membentuk emulsi
minyak, dan 2. Chang, H.L., “Polymer Flooding
c. memperbaiki mobilitas. Technology : Yesterday,
3. Masalah yangs sering dihadapi Today and Tomorrow”, SPE
dalam pelaksanaan injeksi 7043, Central Expwy,
micellar-polymer antara lain adalah Dallas, Texas, 1978.
:
• proses yang mahal dan sukar,
13
Daftar Pustaka Injeksi Micellar Polymer

3. Dedy K., “Pengantar Metode


Produksi Tahap Lanjut”, 5. Pinczewski, W.V. , “Enhanced Oil
Jurusan Teknik Recovery”, University of
Perminyakan, UPN New South Wales Sydney,
“Veteran” Yogyakarta, 1994.
Yogyakarta, 1994.
6. Van Pollen, H.K., and Associates
4. Lake, W.L., “Enhanched Oil Inc., “Fundamental of
Recovery”, Englewood Enhanched Oil Recovery”,
Cliffs, Prentice Hall, New PennWell Books Co., Tulsa,
Jersey, 1989. Oklahoma, 1980.