Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

WILAYAH STUDI MODAL SOSIAL


Makalah ini disusun untuk memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Kajian Modal Sosial
Dosen Pengampu : Yunita, M.Pd

Disusun Oleh:

1. Audri Yanti (1908104112)


2. Elis Saelina (1908104092)
3. Vina Aprilia (1908104120)
4. Eriko Jamaro (1908104091)

TADRIS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL / 6C


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SYEKH NURJATI
2022
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, senantiasa kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang hingga
saat ini masih memberikan kita nikmat iman dan kesehatan, sehingga kami diberi kesempatan
yang luar biasa ini yaitu kesempatan untuk menyelesaikan tugas penulisan makalah tentang
“Proses Sosial dan Interaksi Sosial”.

Shalawat serta salam tidak lupa selalu kami haturkan untuk junjungan nabi agung
kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan petunjuk dari Allah SWT untuk
kita semua, yang merupakan sebuah petunjuk yang paling benar yakni Syariat agama Islam
yang sempurna dan merupakan satu-satunya karunia paling besar bagi seluruh alam semesta.
Adapun penulisan makalah ini merupakan bentuk dari pemenuhan Tugas Terstruktur dari
mata kuliah “Kajian Modal Sosial”.

Kami juga berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi setiap
pembaca. Tak lupa dengan seluruh kerendahan hati, kami meminta kesediaan pembaca untuk
memberikan kritik serta saran yang membangun mengenai penulisan makalah kami ini, untuk
kemudian kami akan merevisi kembali pembuatan makalah ini di waktu berikutnya.

Indramayu, 20 Maret 2022

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...........................................................................................
B. Rumusan Masalah......................................................................................
C. Tujuan Masalah..........................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi Proses Sosial dan Interaksi Sosial................................................
B. Ciri-ciri dan Tujuan Interaksi Sosial...................................................................
C. Faktor-Faktor yang Mendasari Proses Terbentuknya Interaksi Sosial.......................
D. Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial..................................................
E. Kehidupan Yang Terasing..........................................................................
F. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial...................................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................................
B. Saran...........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Proses sosial merupakan aspek dinamis dari kehidupan masyarakat. Dimana di


dalamnya terdapat suatu proses hubungan antara manusia dengan yang lainnya. Proses
hubungan tersebut berupa antar aksi sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari secara
terus menerus. Antar aksi (interaksi) sosial, dimaksudkan sebagai pengaruh timbal balik
antara dua belah pihak, yaitu antara individu satu dengan individu atau kelompok lainnya
dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Proses sosial pada dasarnya merupakan siklus
perkembangan dari struktur sosial yang merupakan aspek dinamis dalam kehidupan
masyarakat.

Perkembangan inilah yang merupakan dinamika yang tumbuh dari pola- pola perilaku
manusia yang berbeda menurut situasi dan kepentingannya masing-masing, yang diwujudkan
dalam proses hubungan sosial. Hubungan-hubungan sosial itu pada awalnya merupakan
proses penyesuaian nilai-nilai sosial dalam kehidupan masyarakat. Kemudian meningkat
menjadi semacam pergaulan yang tidak hanya sekedar pertemuan secara fisik, melainkan
merupakan pergaulan yang ditandai adanya saling mengerti tentang maksud dan tujuan
masing-masing pihak dalam hubungan tersebut. Misalnya saling berbicara (komunikasi),
bekerja sama dalam memecahkan suatu masalah, atau mungkin pertemuan dalam suatu
pertikaian dan lain sebagainya. Secara singkat, dapat dikatakan bahwa proses sosial itu adalah
hubungan-hubungan sosial yang dinamis dalam kehidupan masyarakat.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah proses sosial dan interaksi sosial itu?
2. Bagaimana ciri-ciri dan tujuan interaksi sosial?
3. Faktor apa saja yang mendasari proses terbentuknya interaksi sosial?
4. Apa saja syarat-syarat terjadinya interaksi sosial?
5. Apakah kehidupan terasing itu?
6. Apa saja bentuk-bentuk interaksi sosial?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui definisi proses sosial dna interaksi sosial.
2. Untuk mengetahui ciri-ciri dan tujuan interaksi sosial.
3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendasari proses terbentuknya interaksi
sosial.
4. Untuk mengetahui syarat-syarat terjadinya interaksi sosial.
5. Untuk mengetahui penjelasan kehidupan terasing.
6. Untuk mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Proses Sosial dan Interaksi Sosial

Dalam membahas mengenai proses sosial dan interaksi sosial, sebelumnya perlu
diketahui apa itu pengertiannya. Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli mengenai
pengertian proses sosial dan interaksi sosial :

a. Adham Nasution; proses sosial adalah proses kelompok-kelompok dan individu-


individu saling berhubungan, yang merupakan bentuk antara aksi sosial, ialah bentuk-
bentuk yang nampak kalau kelompok-kelompok manusia atau orang perorangan
mengadakan hubungan satu sama lain. Kemudian ditegaskan lagi, bahwa proses sosial
adalah rangkaian sikap/tindakan manusia (human actions) yang merupakan aksi dan
reaksi atau challenge dan respons di dalam hubungannya satu sama lain.
b. Abu Ahmadi; Dengan proses sosial dimaksudkan cara-cara interaksi (aksi dan reaksi)
yang dapat diamati apabila perubahan-perubahan mengganggu cara hidup yang telah
ada. Dengan konsep interaksi sosial, ia memberikan batasan proses sosial sebagai
pengaruh timbal balik antara individu dan golongan di dalam usaha mereka untuk
memecahkan persoalan yang dihadapi dan di dalam usaha mereka untuk mencapai
tujuannya.
c. Soerdjono Dirdjosisworo; mengartikan proses sosial sebagai pengaruh timbal balik
antara berbagai segi kehidupan bersama. Ia kemudian memperinci pengertian
rumusan ini sebagai berikut :
1) Pengaruh timbal balik sebagai akibat hubungan timbal balik antara individu
dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok mengenai berbagai aspek
kehidupan manusia seperti politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan.
2) Berbagai segi kehidupan tersebut adalah penerapan aspek-aspek utama dalam
kehidupan sosial yang mewarnai bahkan menentukan perkembangan dalam
kehidupan bersama. Interaksi sosial sendiri diartikan sebagai hubungan-
hubungan sosial timbal balik yang dinamis, yang menyangkut hubungan
antara orang-orang secara perorangan, antara kelompok-kelompok manusia,
maupun antara orang dengan kelompok-kelompok manusia.
d. Roucek dan Warren; Interaksi adalah suatu proses melalui tindak balas tiap-tiap
kelompok berturut-turut menjadi unsur penggerak bagi tindak balas dari kelompok
yang lain. Ia adalah suatu proses timbal balik, yang mana satu kelompok dipengaruhi
tingkah laku reaktif pihak lain dan dengan berbuat demikian ia mempengaruhi tingkah
laku orang lain.
e. Gillin dan Gillin; proses-proses sosial adalah cara berhubungan yang dapat dilihat
apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan
menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi
apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang
telah ada.
f. Robert M.Z.; mengemukakan Definisi perubahan sosial yaitu proses dimana dalam
suatu sistem sosial terdapat perbedaan yang dapat diukur yang terjadi dalam suatu
kurun waktu tertentu.

B. Ciri-Ciri dan Tujuan Interaksi Sosial

Menurut Charles P. Loomis, sebuah hubungan itu bisa dikatakan interaksi sosial jika
memiliki ciri-ciri hubungan sebagai berikut :

a. Jumlah pelakunya adalah dua orang atau lebih


b. Adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang-lambang
c. Adanya suatu dimensi waktu yang meliputi masa lalu, masa kini dan masa yang akan
datang
d. Adanya tujuan yang hendak dicapai

Sedangkan tujuan yang hendak dicapai dari interaksi sosial itu adalah sebagai berikut :

a. Terciptanya hubungan yang harmonis


b. Tercapainya tujuan hubungan dan kepentingan
c. Sebagai sarana dalam mewujudkan keteraturan hidup (kehidupan sosial masyarakat)
C. Faktor-Faktor yang Mendasari Proses Terbentuknya Interaksi Sosial
a. Faktor Internal

Adapun yang menjadi dorongan dari dalam diri seseorang untuk berinteraksi sosial
meliputi hal-hal berikut :

1) Dorongan untuk meneruskan keturunan


2) Dorongan untuk memenuhi kebutuhan
3) Dorongan untuk mempertahankan kehidupan
4) Dorongan untuk berkomunikasi

b. Faktor Eksternal

Terdiri dari :

1) Faktor Imitasi

Yaitu proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain, baik sikap
penampilan, gaya hidupnya, bahkan apa-apa yang dimilikinya. Imitasi pertama kali muncul di
lingkungan tetangga dan lingkungan masyarakat.

2) Faktor Sugesti

Adalah rangsangan, pengaruh, stimulus yang diberikan seorang individu kepada


individu lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti atau melaksanakan tanpa berpikir
kritis dan rasional.

3) Faktor Identifikasi

Adalah upaya yang dilakukan oleh seseorang individu untuk menjadi sama (identik)
dengan individu lain yang ditirunya. Proses identifikasi tidak hanya terjadi melalui
serangkaian proses peniruan pola perilaku saja, tetapi juga melalui proses kejiawaan yang
sangat mendalam.

4) Faktor Simpati

Yaitu proses kejiwaan dimana seorang individu merasa tertarik kepada seseorang atau
kelompok orang dikarenakan sikapnya, penampilannya, wibawanya atau perbuatannya yang
sedemikian rupa.
5) Faktor Motivasi

Yaitu rangsangan, pengaruh, stimulus yang diberikan seorang individu kepada


individu lain, sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang
dimotivasikan secara kritis, rasional dan penuh rasa tanggung jawab. Motivasi biasanya
diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa. Contohnya :
motivasi dari seorang ayah kepada anaknya dan dari seorang guru kepada siswa.

6) Faktor Empati

Faktor empati mirip dengan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan
saja. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat dalam (intens).

D. Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Terjadinya interaksi sosial sebagaimana dimaksud, karena adanya saling mengerti


tentang maksud dan tujuan masing-masing pihak dalam suatu hubungan sosial. Dalam proses
sosial baru dapat dikatakan terjadi interaksi sosial, apabila telah memenuhi persyaratan
sebagai aspek kehidupan bersama, yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi sosial.

a. Kontak Sosial (Social Contact)

Kontak sosial adalah hubungan antara satu orang atau lebih, melalui percakapan
dengan saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing dalam kehidupan
masyarakat. Kontak sosial dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung antara pihak
satu dengan pihak lainnya. Kontak sosial tidak langsung adalah kontak sosial yang
menggunakan alat sebagai perantaranya. Misalnya : melalui telepon, radio, surat, dan lain-
lain.

b. Komunikasi (Communication)

Menurut Soerjono Soekanto, komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan


tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah atau
sikap) perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut. Dengan
adanya komunikasi, maka sikap dan perasaan di satu pihak orang atau sekelompok orang
dapat diketahui dan dipahami.

E. Kehidupan Yang Terasing


Pentingnya kontak dan komunikasi bagi terwujudnya interaksi sosial dapat diuji
terhadap suatu kehidupan yang terasing (isolation). Kehidupan terasing yang sempurna
ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengadakan interaksi sosial dengan pihak-pihak
lain. Sudah tentu seseorang yang hidup terasing sama sekali dapat melakukan tindakan-
tindakan, misalnya terhadap alam sekitarnya, akan tetapi hal itu tak akan mendapatkan
tanggapan apa-apa. Kehidupan yang terasing dapat terjadi oleh beberapa sebab, antara lain
sebagai berikut:

1. Kehidupan terasing dapat disebabkan karena secara badaniah seseorang sama sekali
diasingkan dari hubungan dengan orang-orang lainnya.
2. Terasingnya seseorang dapat pula disebabkan oleh karena cacat pada salah-satu
inderanya.
3. Terasingnya seseorang, mungkin juga disebabkan karena pengaruh perbedaan ras atau
kebudayaan yang kemudian menimbulkan prasangka-prasangka.

Pada beberapa suku bangsa di Indonesia yang tertutup atau terasing dan kurang
mengadakan hubungan dengan dunia luar, agak sulit juga untuk mengadakan suatu interaksi
sosial. Hal ini disebabkan oleh karena adanya suatu prasangka buruk terhadap warga suku
bangsa lain, dan juga terhadap pengaruh-pengaruh yang masuk dari luar, yang dikhawatirkan
akan dapat merusak norma-norma yang tradisional. Atas dasar prasangka demikian, sulit
untuk mengadakan interaksi sosial, oleh karena komunikasi tak dapat berlangsung dengan
baik.

F. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk, yaitu kerja sama, persaingan,
pertikaian atau pertentangan dan akomodasi. Bentuk-bentuk tersebut dapat terjadi secara
berantai terus-menerus, bahkan dapat berlangsung seperti lingkaran tanpa berujung. Misalnya
suatu pertikaian untuk sementara waktu dapat diselesaikan (akomodasi), kemudian dapat
bekerja sama, berubah menjadi persaingan dan apabila persaingan ini memuncak maka dapat
terjadi pertikaian. Proses-proses interaksi yang pokok adalah sebagai berikut :

a. Proses-proses yang Asosiatif


a. Kerja Sama (Cooperation)

Kerja sama adalah suatu bentuk proses sosial, dimana di dalamnya terdapat aktivitas
tertentu yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling
memahami terhadap aktivitas masing-masing. Roucek dan Warren mengatakan bahwa kerja
sama berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.

Menurut Charles Horton Cooley, kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa
mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan
mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi
kepentingan-kepentingan tersebut melalui kerja sama.

Menurut James D. Thompson dan William J. Mc Ewen ada 5 (lima) bentuk kerja
sama yaitu :

 Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong-menolong.


 Bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan
jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih.
 Kooptasi (Cooptation), yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam
kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara
untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang
bersangkutan.
 Koalisi (Coalition), yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai
tujuan-tujuan yang sama.
 Joint Venture, yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu. Misalnya
pengeboran minyak, perhotelan perfilman, pengelolaan pelabuhan dan lain
sebagainya.

b. Akomodasi (Accomodation)

Akomodasi adalah suatu keadaan hubungan antara kedua belah pihak yang
menunjukkan keseimbangan yang berhubungan dengan nilai dan norma-norma sosial yang
berlaku dalam masyarakat. Menurut Soedjono, akomodasi adalah suatu keadaan dimana suatu
pertikaian atau konflik mendapat penyelesaian sehingga terjalin kerja sama yang baik
kembali.

Tujuan akomodasi (menurut Soerjono Soekanto) dapat berbeda-beda sesuai dengan


situasi yang dihadapi yaitu :

 Untuk mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok


manusia sebagai akibat perbedaan paham.
 Untuk mencegah meledaknya suatu pertentangan, baik sementara waktu maupun
secara temporer.
 Untuk memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang
sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan, hidupnya terpisah,
seperti misalnya yang dijumpai pada masyarakat-masyarakat dengan sistem berkasta.
 Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah, misalnya
melalui perkawinan campuran.

c. Asimilasi (Assimilation)

Menurut Gillin & Gillin, Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut,
ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara
orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk
mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan
kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.

 Koentjaraningrat berpendapat bahwa proses asimilasi timbul bila ada :


 Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
 Orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan
insentif untuk waktu yang lama.
 Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok manusia tersebut masing-masing berubah
dan aling menyeseuaikan diri.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan-penjelasan dan pemaparan yang telah disebutkan sebelumnya dapat
diamati apabila sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam
masyarakat, interaksi sosial akan berlangsung secara baik. Sebaliknya, apabila interaksi sosial
tidak dilakukan sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat
maka interaksi sosial akan berlangsung kurang baik bahkan bisa saja sangat buruk.

B. Saran
Hendaknya masyarakat (manusia) dapat menyadari, sebagai makhluk sosial tidak
dapat untuk berdiri sendiri dalam artian perlu berhubungan dengan individu atau pun
kelompok lain yang dalam ilmu sosiologi disebut proses sosial dan bentuk umum dari proses
sosial itu adalah interaksi sosial. Maka dari itu, terapkanlah interaksi sosial yang sesuai
dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat agar hubungan-
hubungan sesama makhluk sosial dapat berlangsung dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

http://ziaulmuhammad.blogspot.com/2016/02/makalah-proses-sosial.html?m=1

https://docplayer.info/66471191-Makalah-proses-sosial-dan-interaksi-sosial.html

https://www.academia.edu/30059543/PROSES_SOSIAL_DAN_INTERAKSI_SOSIAL

https://text-id.123dok.com/document/wye9d0x1q-kehidupan-yang-terasing-pengertian-
kontraversi-atau-contravertion.html

Anda mungkin juga menyukai