Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN

PRAKTIKUM
LARUTAN ASAM DAN BASA

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat


Memperoleh Nilai Mata Pelajaran Kimia

DEVI SRI WAHYUNI


‘089655420462

MADRASAH ALIYAH AL-FALAH


KP. BABAKAN PADANG DESA MEKARJAYA
KECAMATAN SUKALUYU KABUPATEN CIANJUR
JAWA BARAT
2022
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ............................................................................................................1
I. JUDUL PERCOBAAN .....................................................................................2
II. TUJUAN PERCOBAAN ...................................................................................2
III. LANDASAN TEORI .........................................................................................2
a. Asam ............................................................................................................2
b. Basa .............................................................................................................3
c. Garam ..........................................................................................................4
d. Indikator Asam dan Basa ............................................................................5
IV. ALAT DAN BAHAN .......................................................................................6
a. Alat ..............................................................................................................6
b. Bahan ..........................................................................................................6
V. LANGKAH KERJA ........................................................................................6
VI. DATA HASIL PENGAMATAN ......................................................................7
VII. JAWABAN PERTANYAAN ..........................................................................7
VIII. KESIMPULAN .................................................................................................7

1
I. JUDUL PERCOBAAN
Praktikum Asam dan Basa

II. TUJUAN PERCOBAAN


Menguji sifat larutan asam dan basa dengan indikator kertas lakmus.

III. LANDASAN TEORI


Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka.
Seperti diketahui, zat utama dalam cuka adalah asam asetat. Basa (alkali)
berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Seperti halnya dengan sabun, basa
bersifat kaustik (licin), selain itu basa juga bersifat alkali (bereaksi dengan
protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian). Rasa
pahit merupakan salah satu sifat zat yang bersifat basa.
Kita dapat mengenali asam dan basa dari rasanya. Namun, kita dilarang
mengenali asam dan basa dengan cara mencicipi karena cara tersebut bukan
merupakan cara yang aman. Untuk mengidentifikasi asam dan basa yang baik
dan aman dapat dengan menggunakan indikator. Indikator yaitu suatu bahan
yang dapat bereaksi dengan asam, basa, atau garam sehingga akan
menimbulkan perubahan warna.
1. Asam
Asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan
makanan dan minuman, misalnya cuka, keju, dan buah-buahan. Menurut
Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan melepaskan ion H+.
Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+ (ion hidrogen), sehingga rumus
kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. Ion adalah atom atau
sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang
bermuatan listrik positif. Adapun anion adalah ion yang bermuatan listrik
negatif.
Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan dalam 2 golongan,
yaitu asam organik dan asam anorganik. Asam organik umumnya
bersifat asam lemah, korosif, dan banyak terdapat di alam.Asam
anorganik umumnya bersifat asam kuat dan korosif. Karena sifat-
sifatnya itulah, maka asam-asam anorganik banyak digunakan di
berbagai kebutuhan manusia.

(Buah yang bersifat Asam)

2
Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan
berbagai bahan seperti logam, marmer, dan keramik. Reaksi antara asam
dengan logam bersifat korosif. Contohnya, logam besi dapat bereaksi
cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk Besi (II) klorida (FeCl2).

(Tabel Asam Kehidupan Sehari-hari)


2. Basa
Dalam keadaan murni, basa umumnya berupa kristal padat dan
bersifat kaustik. Beberapa produk rumah tangga seperti deodoran, obat
maag (antacid) dan sabun serta deterjen mengandung basa.
Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan)
dapat melepaskan ion hidroksida (OH-). Oleh karena itu, semua rumus
kimia basa umumnya mengandung gugus OH. Jika diketahui rumus
kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa, cukup dengan
menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.

(Tabel Basa Kehidupan Sehari-hari)

3
Perbedaan Sifat Asam dan Basa

3. Garam
Orang mengalami sakit perut disebabkan asam lambung yang
meningkat. Untuk menetralkan asam lambung (HCl) digunakan antacid.
Antacid mengandung basa yang dapat menetralkan kelebihan asam
lambung (HCl). Umumnya zat-zat dengan sifat yang berlawanan, seperti
asam dan basa cenderung bereaksi membentuk zat baru. Bila larutan
asam direaksikan dengan larutan basa, maka ion H+ dari asam akan
bereaksi dengan ion OH- dari basa membentuk molekul air.
H+ (aq) + OH- (aq) —> H2O (ℓ)

Asam Basa Air

Karena air bersifat netral, maka reaksi asam dengan basa disebut
reaksi penetralan. Walaupun reaksi asam dengan basa disebut reaksi
penetralan, tetapi hasil reaksi (garam) tidak selalu bersifat netral. Sifat
asam basa dari larutan garam bergantung pada kekuatan asam dan basa
penyusunnya.

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral,
disebut garam normal, contohnya NaCl dan KNO3. Garam yang berasal
dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam dan disebut garam asam,
contohnya adalah NH4 Cl. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa
kuat bersifat basa dan disebut garam basa, contohnya adalah

4
CH3COONa. Contoh asam kuat adalah HCl, HNO3, H2SO4. Adapun
KOH, NaOH, Ca(OH)2 termasuk basa kuat.

(Tabel Garam Kehidupan Sehari-hari)

4. Indikator Asam dan Basa


Indikator asam basa adalah suatu zat yang dapat memberikan
perubahan warna sesuai dengan pH larutan yang diidentifikasi serta dapat
mengetahui sifat asam dan basa suatu larutan tersebut. Indikator sintetis
yang biasa digunakan antara lain fenolftalein, kertas lakmus, brom timol
biru dan metil merah Penggunaan indikator sintetik memiliki
kertebatasan seperti harganya yang relatif mahal dan dapat menyebabkan
pencemaran lingkungan.
Kertas litmus 1 paket merah dan biru masing-masing isi 100
lembar. Lakmus merah adalah indikator asam, sedangkan lakmus biru
adalah indikator basa. Jika lakmus merah dimasukkan kedalam suatu zat
dan warnannya tetap merah, zat tersebut adalah asam. Jika warnanya
berubah menjadi biru, maka zat tersebut adalah basa. Sebaliknya, jika
lakmus biru dicelupkan ke dalam suatu zat dan warnanya tetap, maka zat
tersebut adalah basa. Jika warnanya berubah menjadi merah maka zat
tersebut adalah asam.

5
IV. ALAT DAN BAHAN
a. Alat
Gelas Beaker 100 mL

Kertas Lakmus Merah dan Kertas Lakmus Biru 600 mL

b. Bahan
Air Sumur 60 mL
Kopi 60 mL
Markisa 60 mL
Sabun 60 mL
Sampo 60 mL
Pewangi 60 mL

V. LANGKAH KERJA
Membuat larutan Pengujian dengan kertas lakmus.
Mencelupkan kertas lakmus merah dan biru pada air sumur.
Mengamati perubahan yang terjadi pada kertas lakmus.
Menggunakan cara yang sama untuk menguji larutan kopi, markisa, sabun,
sampo, dan pewangi.
Menyatakan larutan bersifat asam, basa, ataupun netral.

6
VI. DATA HASIL PENGAMATAN

Perubahan Warna Sifat Larutan


No Larutan
Lakmus Merah Lakmus Biru Asam Basa Netral
1 Air Sumur Merah Biru √
2 Kopi Merah Merah √
3 Markisa Merah Merah √
4 Sabun Merah Biru √
5 Sampo Merah Biru √
6 Pewangi Merah Biru √

VII. JAWABAN PERTANYAAN


1. Larutan manakah yang mengubah warna lakmus merah menjadi biru?
Jawab: Tidak ada.
2. Larutan manakah yang mengubah lakmus biru menjadi merah?
Jawab: Kopi dan Markisa.
3. Larutan manakah yang tidak mengubah warna kertas lakmus merah
maupun biru?
Jawab: Air Sumur, Sabun, Sampo, dan Pewangi.
4. Sebutkan larutan manakah yang bersifat asam, basa, atau netral.
Jawab:
a. Asam
Kopi dan Markisa.
b. Basa
Tidak ada.
c. Netral
Air Sumur, Sabun, Sampo, dan Pewangi.

VIII. KESIMPULAN
Dengan mengidentifikasi larutan asam basa pada praktikum kali ini kita
dapat mengetahui indikator buatan. Pada identifikasi larutan asam basa dengan
indikator buatan, salah satu contohnya adalah indikator asam basa dengan
menggunakan kertas lakmus. Dengan percobaan yang dilakukan dapat
diketahui bahwa markisa bersifat asam, pewangi pakaian konsentrat bersifat
basa lemah, dan air sumur bersifat netral.