Anda di halaman 1dari 4

BAB 4

PENGUJIAN KETAHANAN LUNTUR WARNA TERHADAP GOSOKAN

Maksud dan Tujuan

Mahasiswa memiliki kemampuan mengetahui, memahami dan menguji tahan luntur warna kain
hasil pencelupan atau pencapan terhadap gosokan, baik gosokan kering maupun gosokan
basah.

Dasar Teori

Pengujian ini meliputi cara uji penodaan dari bahan berwarna pada kain lain yang disebabkan
karena gosokan. Cara ini dapat dipakai untuk bahan tekstil berwarna dari segala macam serat
baik alam bentuk benang maupun kain. Pengujian dilakukan dua kali yaitu gosokan dengan
kain kering dan gosokan dengan kain basah.

Prinsip pengujian tersebut adalah sebagai berikut yaitu contoh uji dipasang pada Crockmeter,
kemudian padanya digosokan kain putih kering dengan kondisi tertentu. Penggosokan ini
diulangi dengan kain putih basah. Penodaan pada kain putih dinilai dengan mempergunakan
staining scale.

Nilai Kekhromatikan Adam ( skala gray scale dan staining scale)

Toleransi untuk
Perbedaan warna
Nilai tahan luntur warna standar
(CIE; l.a.b.)
Kerja (CIE; l.a.b.)
5 0 0.2

4–5 2.2 0,3

4 4,3 0,3

3–4 6,0 0,4

3 8,5 0,5
2–3 12,0 0,7
2 16,9 1,0
1–2 24,0 1,5
1 34,1
2,0

Staining scale terdiri dari satu pasangan standar lempeng putih dan delapan pasang
standar lempeng abu-abu dan putih. Dan setiap pasang mewakili perbedaan warna atau
kekontrasan warna (shade and strength) sesuai dengan penilaian penodaan dengan angka.
Staining scale digunakan untuk mengevaluasi penodaan pada kain putih pada pengujian tahan
luntur warna. Spesifikasi kolorimetrik yang tepat dari staining scale diberikan sebagai nilai
yang tetap untuk membandingkan terhadap standar-standar yang mungkin telah berubah.
Keawetan kain (serviceability) adalah lamanya suatu kain bisa dipakai sampai tidak bisa dipakai
lagi, karena suatu sifat penting telah rusak. Misalnya karena warna sudah berubah, mengkeret
atau cembung pada siku atau lutut. Keawetan kain tenda misalnya ditentukan oleh daya tembus
air, keawetan kain kanvas atau kain sepatu benar benar ditentukan oleh keusangan. Jadi
keawetan tidak diuji dan ia tergantung dari lamanya dipakai atau jumlah kali pakai. Sedangkan
keusangan (wear) adalah jumlah kerusakan kain karena serat-seratnya putus atau lepas. Dalam
hal-hal tertentu, misalnya kain belt keawetan dan keusangan mungkin sama, tetapi dalam
banyak hal lainnya berbeda. Keusangan juga merupakan suatu mutu kain yang tidak diuji sebab
kondisi-kondisi sangat bervariasi disamping tidak dapat diketahui secara kuantitatif pengaruh
macam-macam faktor terhadap keusangan.

Alat dan Bahan

1. Crockmeter,
- Penggosok diameter 1,6 ± 0,01 cm
- Jarak gosok 10,4 cm
- Gaya tekanan 900 gram.
2. Staining Scale (SNI ISO 105-A03:2010)
3. Kain contoh uji berukuran 5 x 15 cm dengan panjang miring terhadap lusi dan pakan
4. Air suling
5. Kain kapas yang telah diputihkan, ukuran 5 cm x 5 cm.
6. Dua helai kain putih dimana sehelai dari serat yang sejenis dengan vahan yang diuji,
sedangkan yang sehelai lagi dari serat pasangan seperti dibawah ini

Bila yang sehelai : Maka helai yang lain :


Kapas Wol Catatan : yang dimaksud dengan
Wol Kapas kain putih untuk kapas, wol, sutera,
Sutera Kapas dan linen adalah kain grey yang
Linen Wol diputihkan.
Rayon Viskosa Wol
Poliamida Wol / Rayon Viskosa
Poliéster Wol / Kapas
Akrilat Wol / Kapas
Asetat Rayon Viskosa

Cara Kerja
A. Persiapan
a. Potong kain penggosok dengan ukuran (kain kapas) 5 cm x 5 cm.
b. Potong contoh uji dengan ukuran 5 cm x 20 cm arah diagonal.

20 cm 1,5 cm

5 cm
B. Proses Pengujian
a. Cara Uji Gosokan Kering
1. Contoh uji diletakan rata diatas alat penguji dengan sisi panjang, searah dengan
arah gosokan.
2. Jari Crockmeter dibungkus dengan kain putih kering dengan anyamannya miring
terhadap arah gosokan.
3. Kemudian digosokan 10 kali maju mundur (20 kali gosokan) dengan memutar alat
pemutar 10 kali dengan kecepatan satu putaran per detik.
4. Kain putih diambil dan dievaluasi dengan grey scale.
b. Cara Uji Gosokan Basah
1. Kain putih dibasahi denganair suling, kemudian diperas diantara kertas saring,
sehingga kadar air dalam kain menjadi 65 ± 5 % terhadap berat kain pada kondisi
standar kelembaban relatif 65 ± 2 % dan suhu 27 ± 2 oC.
2. Kemudian dikerjakan eperti pada cara gosok kering secepat mungkkin untuk
menghindari penguapan. Kain putih dikeringkan diudara sebelum dievaluasi.

Data dan Perhitungan

Pengujian tahan luntur warna terhadap terhadap gosokan


 Nama Alat : Crockmeter
 Banyaknya gosokkan : 10 kali putaran (maju mundur) 20 Gosokan tiap 1 kain
Staining Scale
No. Contoh Uji
Kering Basah
1 1 4-5 5
2 2 4-5 5
Diskusi

Pengujian tahan luntur warna terhadap gosokan, dilakukan untuk mengetahui ketahanan
bahan terhadap gosokan, karena ketika dipakai baju yang digunakan akan terkena gesekan
secara fisika dengan benda mati disekitar. Ketika terkena gosokan, maka kain harus memiliki
ketahanan yang baik agar tidak mudah luntur atau menodai. Oleh karena itu dilakukan uji
gosokan kering yang dilakukan terhadap kain kapas kering dengan alat Crockmeter. Hasil
penodaan dari kedua contoh uji pada keadaan kering yang di dapat yaitu 4 – 5 yang artinya
ketahanan warna dari kain ini dapat dikatakan baik atau bahkan sangat baik. Kain ini sudah
layak digunakan sebagai tekstil sandang. Pada uji gosok basah dilakukan terhadap kapas
basah kemudian dilihat penodaannya. Hasil yang didapat dari kedua contoh uji yaitu 3 yang
artinya cukup baik. Pada uji gosokan basah, penodaan yang didapat lebih banyak. Hal
tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor diantaranya tegangan yang dikenakan pada
kain yang digosok tidak sama. Sehingga berakibat pada tekanan yang akan dialami oleh kain
penggosok. Dengan demikian, setelah dilakukan penilaian secara keseluruhan kain ini
memiliki ketahanan luntur warna terhadap gosokan yang baik.

Kesimpulan

Dari hasil pengujian ketahanan luntur kain terhadap penggosokan pada keadaan kering dan
basah didapat dari standar evaluasi staining scale, didapat nilai 4 – 5 pada keadaan kering dan
nilai 5 pada keadaan basah. Hal ini menunjukan ketahanan luntur yang baik pada keadaan
kering dan basah berdasarkan SNI 0051:2008 kain contoh uji ini memenuhi standar untuk
membuat kain kemeja.

Sample Kain