Anda di halaman 1dari 13

JADWAL PRA KLINIK KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH I

TINGKAT II
PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
TAHUN AKADEMIK 2021/2022
16 - 17 MARET 2022

TIM PRA KLINIK KMB 1

1. Mutarobin, S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.Kep.MB (PJMA)


2. Tarwoto, S.Kep., Ners., M.Kep
3. Uun Nurulhuda, S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.Kep.MB
4. Tri Endah, S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.Kep.MB
5. Kartikaningtyas Kusumastuti, S.Kep., Ners
6. Dwi Setiadi, S.Kep., Ners
7. Emilza Maisar, S.Kep., Ners
8. Nurul Miftahul Jannah, S.Kep., Ners
9. Alvianti Pratiwi P, Amd.Kep
10. Bekthi , Amd.Kep

No Hari / Tanggal Kegiatan PJ

1 KONDISIONAL 1. Menonton Video Secara Mandiri


▪ Anamnesa dan pemeriksaan fisik sistem kardiovaskular Mutarobin
+ Pengambilan AGD/Analisa Gas Darah
▪ Anamnesa dan pemeriksaan fisik sistem pernafasan +
Perawatan WSD
▪ Anamnesa dan pemeriksaan fisik sistem pencernaan +
Pemasangan Transfusi Darah
▪ Anamnesa dan pemeriksaan fisik sistem persarafan
▪ Perawatan trakeostomi + Memberikan oksigen RM dan
NRM

2. Membuat Laporan Pendahuluan Individu


a. Asuhan keperawatan gangguan pernafasan
▪ Peradangan/infeksi (TB, Pneumonia, Tonsilitis)
▪ Obstruksi (COPD, Asma Bronchiale)
▪ Neoplasma (Ca Nasopharing, Ca Paru)
▪ Trauma Thoraks (Pneumothorax, Hemothorax)

b. Asuhan Keperawatan gangguan kardiovaskuler


▪ Gangguan pompa jantung (CHF dan hipertensi)
▪ Acute Lung Odema
▪ PJK (ACS, ischemia miokard, infark miokard akut)

2. Rabu, 16 Maret 2022 1. DISKUSI KASUS daring (via Zoom) PJMA


08.00 – 08.45 a. Gagal Jantung
08.45 – 09.30 b. COPD
09.30 – 10.15 c. Stroke
10.15 – 11.00 d. Colelithiasis

Catatan: TIM dimohon hadir saat diskusi kasus via zoom


11.00 – 19.00 2. Membuat laporan Pendahuluan Individu
a. Asuhan Keperawatan gangguan persyarafan
▪ Stroke
▪ Infeksi (Meningitis dan Enchepalitis)
▪ Trauma kepala
▪ Tumor
b. Asuhan gangguan gastrointestinal
▪ Peradangan : gastritis, enterokolitis, thypoid
▪ Neoplasma : Ca. Gaster, Ca. Kolon, Ca. Lidah
▪ Obstruktif : Ileus paralitik/obstruktif, Hernia,
Cholelitiasis
▪ Metabolisme : Hepatitis, Chirosis Hepatis

2 Kamis, 17 Maret 2022 BIMBINGAN KELOMPOK LURING (Di Laboratorium) TIM


Shift 1: 08.00 – 11.00 1. Pemeriksaan fisik sistem kardiovaskular
Shift 2: 12.30 – 15.30 2. Pemeriksaan fisik sistem pernafasan
3. Pemeriksaan fisik sistem pencernaan
4. Pemeriksaan fisik sistem persarafan

LINK VIDEO PROSEDUR TINDAKAN

NO PROSEDUR LINK VIDEO


1. Pemeriksaan fisik sistem kardiovaskular https://youtu.be/CIv76PxSz1c
2. Pengambilan AGD/Analisa Gas Darah https://youtu.be/JxD5_LDxVfA
3. Pemeriksaan fisik sistem pernafasan https://youtu.be/AES7hvTgQjs
4. Perawatan WSD https://youtu.be/F8ToWuS1s8o
5. Pemeriksaan fisik sistem pencernaan https://youtu.be/6BHxN8krWXM
6. Pemasangan Transfusi Darah https://youtu.be/aQZXymryhzo
7. Pemeriksaan fisik sistem persarafan https://youtu.be/3BwgAlr4nOQ
8. Perawatan trakeostomi part 1: https://youtu.be/TNokX_WKCpY
Part 2: https://youtu.be/EWAA_saUDSo
9. Memberikan oksigen RM dan NRM https://youtu.be/2FqcinTrvY0
PEMBAGIAN KELOMPOK PRA-KLINIK PK-KMB I NERS

A. KELOMPOK DISKUSI KASUS (16 Maret 2022)

Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4


1. Adhitya Damar 1. Azhar Ramadhan 1. Junilla Manisa 1. Nagita Nabila
2. Adinda Mutiara Ayu 2. Desvita Fitriannur 2. Karina 2. Najmi Afifah
3. Adista Aulia N 3. Elfira Rosa Apriia 3. Kasana Setiya Puji 3. Nurmala Sepiani
4. Afifah Delfia Putri 4. Farah Ramadhini 4. Khansa Qonitah 4. Oktaviyana Tri H
5. Ahmad Rangga H 5. Fikri Maulaanaa H 5. Kiana Rani N 5. Ranti Fauziyah
6. Anisa Umi Rizaz 6. Hafifah Ayunda 6. Nada Nadidah 6. Regifa Octafirani
7. Ayu Azahra Citra D 7. Hilmiyah Niswati 7. Nada Sya'bany 7. Reni Setyo H
8. Riska Wulandare 8. Syam Sokhibul Izar 8. Yumna Qurrota A 8. Zahwah Luthfiyyah
9. Shifa Dwi Saputri 9. Yesi Merwanda

B. KELOMPOK BIMBINGAN LABORATORIUM (17 Maret 2022)

Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4


1. Adhitya Damar 1. Azhar Ramadhan 1. Junilla Manisa 1. Nagita Nabila
2. Adinda Mutiara Ayu 2. Desvita Fitriannur 2. Karina 2. Najmi Afifah
3. Adista Aulia N 3. Elfira Rosa Apriia 3. Kasana Setiya Puji 3. Nurmala Sepiani
4. Afifah Delfia Putri 4. Farah Ramadhini 4. Khansa Qonitah 4. Oktaviyana Tri H
5. Ahmad Rangga H 5. Fikri Maulaanaa H

Kelompok 5 Kelompok 6 Kelompok 7 Kelompok 8


1. Anisa Umi Rizaz 1. Hafifah Ayunda 1. Kiana Rani N 1. Ranti Fauziyah
2. Ayu Azahra Citra D 2. Hilmiyah Niswati 2. Nada Nadidah 2. Regifa Octafirani
3. Riska Wulandare 3. Syam Sokhibul Izar 3. Nada Sya'bany 3. Reni Setyo H
4. Shifa Dwi Saputri 4. Yesi Merwanda 4. Yumna Qurrota A 4. Zahwah Luthfiyyah
JADWAL BIMBINGAN KELOMPOK LURING PRA-KLINIK PK KMB I NERS
(KAMIS, 17 MARET 2022)

SESI I (08.00-11.00 WIB)


Ruang KMB Ruang KEPDAS Ruang MATERNITAS Ruang ANAK
Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4
Pembimbing: Pembimbing: Pembimbing: Pembimbing:
Mutarobin Tri Endah P Dwi Setiadi Nurul MJ
1. Pemeriksaan fisik 1. Pemeriksaan fisik 1. Pemeriksaan fisik 1. Pemeriksaan fisik
sistem pernafasan sistem pernafasan sistem pernafasan sistem pernafasan
(30’) (30’) (30’) (30’)
2. Pemeriksaan fisik 2. Pemeriksaan fisik 2. Pemeriksaan fisik 2. Pemeriksaan fisik
sistem kardiovaskular sistem kardiovaskular sistem sistem kardiovaskular
(30’) ( 30’) kardiovaskular ( 30’) ( 30’)
3. Pemeriksaan fisik 3. Pemeriksaan fisik 3. Pemeriksaan fisik 3. Pemeriksaan fisik
sistem pencernaan sistem pencernaan sistem pencernaan sistem pencernaan
(30) (30) (30) (30)
4. Pemeriksaan fisik 4. Pemeriksaan fisik 4. Pemeriksaan fisik 4. Pemeriksaan fisik
sistem persyarafan sistem persyarafan sistem persyarafan sistem persyarafan
(30’) (30’) (30’) (30’)
LATIHAN MANDIRI ( 60 menit)

SESI II (12.30 - 15.30 WIB)


Ruang KMB Ruang KEPDAS Ruang MATERNITAS Ruang ANAK
Kelompok 5 Kelompok 6 Kelompok 7 Kelompok 8
Pembimbing: Pembimbing: Pembimbing: Pembimbing:
Uun Nurulhuda Tarwoto Emilza Maizar Kartikaningtyas
1. Pemeriksaan fisik 1. Pemeriksaan fisik 1. Pemeriksaan fisik 1. Pemeriksaan fisik
sistem pernafasan sistem pernafasan sistem pernafasan sistem pernafasan
(30’) (30’) (30’) (30’)
2. Pemeriksaan fisik 2. Pemeriksaan fisik 2. Pemeriksaan fisik 2. Pemeriksaan fisik
sistem kardiovaskular sistem kardiovaskular sistem sistem kardiovaskular
(30’) ( 30’) kardiovaskular ( 30’) ( 30’)
3. Pemeriksaan fisik 3. Pemeriksaan fisik 3. Pemeriksaan fisik 3. Pemeriksaan fisik
sistem pencernaan sistem pencernaan sistem pencernaan sistem pencernaan
(30’) (30’) (30’) (30’)
4. Pemeriksaan fisik 4. Pemeriksaan fisik 4. Pemeriksaan fisik 4. Pemeriksaan fisik
sistem persyarafan sistem persyarafan sistem persyarafan sistem persyarafan
(30’) (30’) (30’) (30’)
LATIHAN MANDIRI ( 60 menit)
JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES JAKARTA I Nomor : LAB.NS/KMB/01/02

PENILAIAN PENAMPILAN KERJA Tanggal terbit: 04/11/2019


KETERAMPILAN: PEMERIKSAAN FISIK
SISTEM PERNAFASAN Revisi ke- : 00
Nama Mahasiswa :

Dilakukan
ASPEK KETRAMPILAN YANG DINILAI Tgl : Tgl : Tgl : Ket.
Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
1. PERSIAPAN ALAT (* = wajib ada)
▪ Stetoskop*
▪ Mistar/met line dan spidol*

PERSIAPAN KLIEN
2. Beri salam terapeutik, perkenalkan diri, dan cek
identitas klien
3. Jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan
4. Atur posisi klien fowler (jika memungkinkan)

PERSIAPAN LINGKUNGAN
5. Jaga privasi klien

LANGKAH-LANGKAH PENGKAJIAN
6. Cuci tangan

INSPEKSI KEADAAN UMUM, DADA ANTERIOR-POSTERIOR:


7. Inspeksi keadaan umum klien, tingkat kesadaran
diperiksa
8. Inspeksi warna bibir, konjungtiva, dan kulit secara
umum
9. Inspeksi ada/ tidaknya pernapasan cuping hidung
10. Inspeksi Retraksi otot bantu pernapasan (sterno- kleido
mastoideus, intercostae)
11. Inspeksi frekuensi, irama dan kedalaman pernapasan
(pola napas)
12. Inspeksi Konfigurasi dinding dada (tofografi thorak &
otot-otot pernapasan)
13. Inspeksi Kesimetrisan dada saat istirahat dan saat
menarik napas
14. Inspeksi Ada/ tidaknya massa/ benjolan, hematom,
luka, dll.

PALPASI DADA POSTERIOR:


15. Dada bagian posterior dipalpasi untuk mengevaluasi/
identifikasi:
- Kondisi servikal ke-7 dan thorakal ke-1
- Tekstur dan temperatur kulit
- Kondisi dinding dada
- Adanya tenderness/ nyeri
16. Lakukan Taktil/ vocal fremitus paru kanan & kiri
17. Palpasi pengembangan diafragma paru belakang
dievaluasi

PERKUSI DADA POSTERIOR:


18. Klien diinstruksikan untuk menyilangkan kedua
tangannya di atas bantal, dan bahu membungkuk ke
depan
19. Dinding dada belakang diperkusi (untuk mengkaji
intensitas & kualitas bunyi/ resonansi abnormal dan
batas cairan massa pada rongga thorax)

AUSKULTASI DADA POSTERIOR:


20. Intruksikan/ bantu klien duduk tegak. Dada bagian
belakang diauskultasi mulai dari bagian apek sampai ke
bagian paru bawah.
21. Klien diinstruksikan untuk napas dalam secara perlahan
melalui hidung, dan mengeluarkannya melalui mulut.
Dan teknik napas dalam didemonstrasikan pada klien.
22. Bunyi napas setiap bagian paru pada saat inspirasi dan
ekspirasi diauskultasi (mengkaji dan analisis suara
pernapasan)
23. Vocal resonan dievaluasi dengan cara mendengarkan
suara paru saat klien bicara (jika ada kelainan pada tactil
fremitus)

PALPASI DADA ANTERIOR:


24. Klien ditidurkan dan pemeriksa pindah ke hadapan
klien.
25. Dada/thorax bagian depan dan posisi trakea dipalpa
26. Taktil/ vocal fremitus paru kanan & Kiri dikaji/ dipalpasi

PERKUSI DADA ANTERIOR:


27. Klien diinstruksikan/ dibantu untuk duduk tegak,
dengan bahu ditarik ke belakang, atau klien tidur
telentang.
28. Dinding dada diperkusi mulai dari atas menuju ke
bawah dengan sistematis

AUSKULTASI DADA ANTERIOR:


29. Dada bagian depan diauskultasi, mulai dari apek sampai
ke bagian paru bawah.
30. Klien dinstruksikan untuk napas dalam secara perlahan
melalui hidung, dan mengeluarkannya melalui mulut.
31. Bunyi napas pada saat inspirasi dan ekspirasi
diauskultasi
32. Vocal resonan dikaji (jika ada kelainan pada tactil
fremitus)

EVALUASI BAGIAN LATERAL THORAK DAN PARU


33. Klien diinstruksikan untuk mengabduksikan tangan
(tangan ke atas) dan bagian lateral thorax kanan
diperkusi dan diauskultasi
34. Bagian lateral thorax kiri diperkusi dan diauskultasi

35. Beri reinforcement positif


36. Cuci tangan
37. Dokumentasikan hasil pemeriksaan fisik

Sikap
38. Menerapkan prinsip “hand hyigene / hand wash”
sebelum dan sesudah tindakan
39. Melakukan tindakan dengan sistematis
40. Komunikatif dengan klien
41. Percaya diri

Keterangan:
● Ya = 1 (dilakukan dengan benar)
● Tdk= 0 (tidak dilakukan/ dilakukan dengan tidak/ kurang benar)

KriteriaPenilaian:
● Baik sekali : 100
● Baik : 81 - 99
● Kurang/ TL : < 80

JumlahTindakan yang dilakukan (Ya)


Nilai = ---------------------------------------------- x 100 = ………………………….
41

Tanggal: Tanggal:
Nilai : Nilai :
Pembimbing: Pembimbing:

Mahasiswa: Mahasiswa:
JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES JAKARTA I Nomor : LAB.NS/KMB/02/02

PENILAIAN PENAMPILAN KERJA Tanggal terbit: 04/11/2019


KETERAMPILAN: MELAKUKAN PEMERIKSAAN FISIK
SISTEM PERNCERNAAN (ABDOMEN) Revisi ke- : 00
Nama Mahasiswa :

Dilakukan
ASPEK KETRAMPILAN YANG DINILAI Tgl : Tgl : Tgl : KET
Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
1. PERSIAPAN ALAT (* = wajib ada)
▪ Stetoskop*
▪ Jam tangan/stop watch*
▪ Mistar/met line*
▪ Spidol*

PERSIAPAN KLIEN
2. Beri salam terapeutik, perkenalkan diri, dan cek
identitas klien
3. Jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan
4. Atur posisi klien

PERSIAPAN LINGKUNGAN
5. Jaga privasi klien

PERSIAPAN PERAWAT
6. Cuci tangan

PELAKSANAAN PENGKAJIAN
INSPEKSI
7. Inspeksi :
▪ Bentuk dan kontur
▪ Simetris
▪ Pergerakan dinding abdomen / peristaltik
▪ Massa

AUSKULTASI
8. Auskultasi bising usus (hitung frekuensi dan karakter
bising usus selama 1 menit, menggunakan stetoskop
diafragma, mulai di RLQ ke semua kuadran)
9. Auskultasi pembuluh darah (aorta, arteri renalis kanan
kiri, arteri iliaka kanan kiri) dengan memakai stetoskop
bell. Amati adanya friction rub

PERKUSI (kaji adanya nyeri ketok)


10. Perkusi seluruh kuadran (suara dullness dan timpani)
11. Perkusi hepar (untuk mengukur batas bawah dan atas
hati)
Cara :
▪ Dari arah iliaka sejajar midklavikula (suara yang
pertama kali didengar adalah timpani) dan dari arah
dada ICS 4-5 sejajar midklavikula (suara yang
pertama kali terdengar adalah resonan karena
terdapat paru). Beri tanda titik ketika didengar
dullness (suara hepar normal adalah dullness,
ukuran normal 6-12 cm)
▪ Dari arah atas umbilikus sejajar sternum dan dari
arah dada di bawah sternum. Beri tanda titik ketika
didengar dullness. Ukuran normal 4-9 cm
12. Perkusi limpa (sepanjang bagian bawah kiri dada
anterior) sampai ditemui suara dullness. Normal akan
didengar suara dullness antara ICS 6-10

PALPASI
13. Palpasi seluruh kuadran. Kaji adanya nyeri tekan.
Kedalaman palpasi adalah 6 cm
14. Palpasi hepar
▪ Letakkan tangan kiri di bawah thorax posterior
kanan pada ICS 11-12 (pinggang)
▪ Letakkan tangan kanan pada abomen RUQ atau di
bawah batas bawah hepar, kemudian tekan ke dalam
dan ke atas sepanjang batas lengkung tulang rusuk.
▪ Normal : Hepar tidak teraba

15. Bila pada palpasi kita dapat meraba adanya pembesaran


hati, maka deskripsikan :
▪ Berapa lebar jari tangan di bawah lengkung iga
kanan ?
▪ Bagaimana keadaan tepi hati.
▪ Bagaimana konsistensinya?
▪ Apakah teraba nyeri tekan ?

16. Palpasi limpa


▪ Pembesaran limpa diukur dengan menggunakan
garis Schuffner. Dimulai dari regio iliaka kanan (titik
Schufner 8), melewati umbilikus, menuju ke
lengkung iga kiri (titik Schufner 1)
▪ Instruksikan klien untuk inspirasi dalam melalui
mulut (agar diafragma akan turun dan limpa
bergerak ke arah ujung-ujung jari tangan pemeriksa)
▪ Setelah tepi bawah limpa teraba, maka dilakukan
deskripsi :
✔ Berapa jauh dari lengkung iga kiri pada garis
Schuffner (S1 sd S8)
✔ Bagaimana konsistensinya ?
▪ Normal : limpa tidak teraba

17. Beri reinforcement positif


18. Cuci tangan
19. Dokumentasikan hasil pemeriksaan fisik

Sikap
20. Menerapkan prinsip “hand hyigene / hand wash”
sebelum dan sesudah tindakan
21. Melakukan tindakan dengan sistematis
22. Komunikatif dengan klien
23. Percaya diri

Keterangan:
● Ya = 1 (dilakukan dengan benar)
● Tdk= 0 (tidak dilakukan/ dilakukan dengan tidak/ kurang benar)

KriteriaPenilaian:
● Baik sekali : 100
● Baik : 81 - 99
● Kurang/ TL : < 80

JumlahTindakan yang dilakukan (Ya)


Nilai = ---------------------------------------------- x 100 = ………………………….
23

Tanggal: Tanggal:
Nilai : Nilai :
Pembimbing: Pembimbing:

Mahasiswa: Mahasiswa:
JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES JAKARTA I Nomor : LAB.NS/KMB/03/02

PENILAIAN PENAMPILAN KERJA Tanggal terbit: 04/11/2019


KETERAMPILAN: PEMERIKSAAN FISIK
SISTEM KARDIOVAKSULER Revisi ke- : 00
Nama Mahasiswa :

Dilakukan
ASPEK KETRAMPILAN YANG DINILAI Tgl : Tgl : Tgl : KET
Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
1. PERSIAPAN ALAT (* = wajib ada)
▪ Stetoskop*
▪ Mistar/penggaris 2 buah*

PERSIAPAN KLIEN
2. Beri salam terapeutik, perkenalkan diri, dan cek
identitas klien
3. Jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan
4. Atur posisi klien

PERSIAPAN LINGKUNGAN
5. Jaga privasi klien

PERSIAPAN PERAWAT
6. Cuci tangan

PELAKSANAAN PENGKAJIAN
PEMERIKSAAN JVP
7. Tinggikan posisi kepala bed 30o. Biarkan pasien relaks
dan otot leher (sternomastoid) tetap rileks
8. Temukan vena jugularis eksterna, dan cari pulsasi vena
jugularis interna.
9. Fokus pada vena jugularis interna kanan, lihat pulsasi di
suprasternal notch, terletak diantara perlekatan otot
sternomastoid pada tulang sternum dan klavikula.
10. Temukan titik tertinggi undulasi vena jugularis interna,
tarik garis horizontal menggunakan mistar ke-1, dan
mistar ke-2 diletakkan tegak lurus pada sudut sternal
(titik Angulus Ludovici)
11. Ukur jarak vertikal pada mistar kedua (dalam cm) tegak
lurus sudut sternal.

INSPEKSI
12. Inspeksi :
▪ Punctum Maximum Impuls (PMI),
▪ Gerakan jantung pada BJ 3 dan BJ 4
▪ Ictus Cordis. Dapat dilihat dengan posisi pasien
telentang (supine) pada area sela iga 5 sejajar
midklavikula atau dua jari dibawah titik M.

AUSKULTASI
13. Auskultasi :
▪ Area Aortic (sela iga kedua sejajar garis sternal
kanan)
▪ Area Pulmonik (sela iga kedua sejajar garis sternal
kiri)
▪ Area Trikuspid (sela iga keempat sejajar garis sternal
kiri)
▪ Area Mitral atau apeks (sela iga kelima sejajar mid
klavikula kiri)

PERKUSI
14. Perkusi jantung
Cara : Tempelkan jari tengah pemeriksa pada intercosta
klien dan mengetuk dengan jari tangan yang satunya,
suara dinding torak saat diperkusi, normalnya adalah
bunyi sonor.
Dilakukan terutama untuk menentukan besar dan
bentuk jantung secara kasar.

PALPASI
15. Palpasi jantung
Cara : Letakkan seluruh telapak tangan pada dinding
toraks dengan tekanan lembut. Temukan adanya
penyimpangan dari kondisi normal jantung, meliputi:
▪ Heaves : ditemukan rabaan menggelombang pd
permukaan telapak tangan.
▪ Ventricular lift : daerah pulsasi lebar dan teraba
pukulan-pukulan pada telapak tangan.
▪ Thrill : Teraba adanya getaran yang menandakan
adanya bising jantung (murmur).
▪ Pericardial friction rub: teraba sbg gesekan atau
fremitus yang sinkron dg bunyi jantung.
▪ Ictus cordis yang tidak ditemukaan saat inspeksi dpt
dikaji saat palpasi. Kaji apakah denyut teraba kuat
atau lemah.

16. Beri reinforcement positif


17. Cuci tangan
18. Dokumentasikan hasil pemeriksaan fisik

Sikap
19. Menerapkan prinsip “hand hyigene / hand wash”
sebelum dan sesudah tindakan
20. Melakukan tindakan dengan sistematis
21. Komunikatif dengan klien
22. Percaya diri

Keterangan:
● Ya = 1 (dilakukan dengan benar)
● Tdk= 0 (tidak dilakukan/ dilakukan dengan tidak/ kurang benar)

KriteriaPenilaian:
● Baik sekali : 100
● Baik : 81 - 99
● Kurang/ TL : < 80

JumlahTindakan yang dilakukan (Ya)


Nilai = ---------------------------------------------- x 100 = ………………………….
22

Tanggal: Tanggal:
Nilai : Nilai :
Pembimbing: Pembimbing:

Mahasiswa: Mahasiswa:
JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES JAKARTA I Nomor : LAB.NS/KMB/04/02

PENILAIAN PENAMPILAN KERJA Tanggal terbit: 04/11/2019


KETERAMPILAN: PEMERIKSAAN FISIK
SISTEM PERSARAFAN Revisi ke- : 00
Nama Mahasiswa :

Dilakukan KET
ASPEK KETRAMPILAN YANG DINILAI Tgl : Tgl : Tgl :
Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
Assessment (A) : Pengkajian
1. Kaji adanya kebutuhan klien terhadap pemeriksaan fisik
sistem persarafan
2. Review catatan medis dokter tentang gangguan
persarafan klien
3. Kaji kesiapan psikologis klien untuk menjalani
pemeriksaan fisik persarafan

Planning (P) : Perencanaan


4. PERSIAPAN ALAT (* = wajib ada)
▪ Bahan kopi, teh, tembakau*
▪ Botol air panas/dingin*
▪ Snellen chart*
▪ Penlight*
▪ Air gula/ air garam*
▪ Garpu tala*
▪ Alroji*
▪ Kapas*
▪ Pipet/sedotan*

PERSIAPAN KLIEN
5. Beri salam terapeutik, perkenalkan diri, dan cek
identitas klien
6. Jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan
7. Atur posisi klien senyaman mungkin

PERSIAPAN LINGKUNGAN
8. Jaga privasi klien
Implementation (I) : Implementasi
9. Cuci tangan

Pemeriksaan GCS
10. Respon Membuka Mata (E)
a. Observasi keadaan mata adakah edema
b. Respon membuka mata spontan
c. Ucapkan salam/sebut nama pasien jika respon
membuka mata tidak spontan atau
d. Rangsang nyeri pada ibu jari tangan/ibu jari
kaki/sternum/dahi

11. Respon verbal (V)


a. Tanyakan nama, waktu, lokasi, orang
b. Observasi respon bicara
c. Observasi adanya aphasia

12. Respon motoric (M)


a. Pasien diminta untuk mengangkat tanganya atau
b. Lakukan sensasi nyeri dengan menstimulasi nyeri
pada sternum/dahi atau
c. Lakukan sensasi nyeri pada ibu jari tangan/ ibu jari
kaki
d. Observasi adanya fleksi abnormal
e. Observasi adanya ekstensi abnormal
f. Observasi adannya parse/plegia

Pemeriksaan saraf kranial


13. Saraf kranial I ( Alfaktorius)
a. Observasi keadaan hidung pasien
b. Pasien diminta untuk memejamkan mata dan
menutup salah satu hidungnya
c. Dekatkan bau-bauan seperti kopi/teh/tembakau
d. Tanyakan bau apa
e. Lakukan hal yang sama pada hidung yg lain.

14. Saraf Kranial II (Optikus)


a. Lakukan pemeriksaan dengan snellen chart atau
diminta membaca tulisan
b. Lakukan pemeriksaan lapang pandang

15. Saraf Kranial III, IV, VI (Okulomotorius, trochlearis,


abducen)
a. Lakukan pemeriksaan pupil dengan penlight
b. Observasi gerakan bola mata dengan cara pasien
diminta mengikuti gerakan jari/bolpen ke lateral,
medial dan atas, bawah dengan kepala tidak
bergerak.

16. Saraf Kranial V (Trigeminus)


a. Pasien diminta memejamkan mata
b. Usap dengan kapas pada bagian dahi, pipi dan dagu
c. Tanyakan pada pasien terasa atau tidak
d. Pasien diminta mengatupkan giginya periksa adanya
kontraksi otot maseter
e. Lakukan pemeriksaan reflex kornea dengan
mengoreskan ujung kapas pada sclera

17. Saraf Kranial VII (Fasialis)


a. Pasien diminta meringis, tersenyum, bersiul
b. Pasien diminta memencongkan mulutnya kanan dan
kiri, mengembungkan pipi dan memperlihatkan gigi
c. Pasien diminta mengeryitkan dahi, mengangkat alis,
menutup rapat matanya
d. Pasien diminta merasakan rasa asin/ manis

18. Saraf Krania VIII (Vestibulo Koklearis)


a. Lakukan test rhinne/weber
b. Lakukan test berbisik dengan meminta pasien
menutup mata, gosokkan tangan atau alroji pada
dekat telinga, tanyakan terdengar atau tidak

19. Saraf Kranial IX, X (Gloso faringeus, vagus)


a. Pasien diminta untuk menelan dan cek adanya reflex
menelan

20. Saraf Kranial XI (Aksesorius)


a. Cek kekuatan otot sternokleidomastoideus dengan
pasien dimnta menoleh ke salah satu sisi melawan
tangan pemeriksa
b. Cek kekuatan otot trapezius dengan pasien disuruh
mengangkat bahu, pemeriksa menahan ke bawah.

21. Saraf Kranial XII (Hipoglosus)


a. Pasien diminta untuk menjulurkan lidah observasi
adanya deviasi
b. Pasien diminta untuk menonjolkan lidah pada salah
satu pipinya dan lakukan penekanan

22. Pemeriksaan Sensorik


a. Pasien diminta untuk memejamkan matanya
b. Dengan menggunakan kasa/benda tumpul/air
hangat/air dingin digoreskan dari ujung kaki kearah
atas, tanyakan terasa atau tidak

23. Pemeriksaan Motorik


a. Genggam kedua tangan pasien dengan kuat,
bandingkan kekuatan ototnya
b. Lakukan pemeriksaan kekuatan otot pada
pergelangan tangan, siku dan bahu
c. Lakukan pemeriksaan kekuatan otot pada jari-jari
kaki, pergelangan kaki, lutut dan hip

24. Rapikan alat dan klien


25. Beri reinforcement positif
26. Cuci tangan
27. Dokumentasi

Evaluation (E) : Evaluasi


28. Evaluasi klien terhadap hasil pemeriksaan fisik sistem
persarafan
29. Evaluasi respon klien terhadap tindakan

Sikap
30. Menerapkan prinsip “hand hyigene / hand wash”
sebelum dan sesudah tindakan
31. Melakukan tindakan dengan sistematis
32. Komunikatif dengan klien
33. Percaya diri

Keterangan:
● Ya = 1 (dilakukan dengan benar)
● Tdk= 0 (tidak dilakukan/ dilakukan dengan tidak/ kurang benar)

KriteriaPenilaian:
● Baik sekali : 100
● Baik : 81 - 99
● Kurang/ TL : < 80

JumlahTindakan yang dilakukan (Ya)


Nilai = ---------------------------------------------- x 100 = ………………………….
33

Tanggal: Tanggal:
Nilai : Nilai :
Pembimbing: Pembimbing:

Mahasiswa: Mahasiswa:

Anda mungkin juga menyukai