Anda di halaman 1dari 13

NAMA PESERTA : BATARA ENDRA JAYA, A.Md.

AK

NIP : 19940621 202012 1 004

PANGKAT / GOL : PENGATUR / (II/c)

JABATAN : PELAKSANA TERAMPIL – PRANATA LABORATORIUM

INSTANSI : UPT PUSKESMAS RANUYOSO

JENIS DIKLAT : PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN V

DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG

KELOMPOK : IV (EMPAT)

AGENDA I

A. WAWASAN KEBANGSAAN DAN NILAI – NILAI BELA NEGARA   

Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri


dan lingkungannyayang sarwa nusantara. Artinya, antara aspek fisik yang terdiri dari
Letak dan kondisi geografis, jumlah dan kemampuan penduduk serta jumalh sumber
kekayaan alam dengankondisi kehidupan sosial yang terdiri dari penerapan Ideologi
Pancasila, kehidupan politik,kehidupan ekonomi, kehidupan sosial budaya dan
kemampuan pertahanan dan keamanan adalah sebagai satu kesatuan yang bulat
dan utuh dan tidak terpisahkan satu sama lain.

Konsensus dasar berbangsa dan bernegara:

1. Pancasila

2. Undang – undang dasar 1995

3. Bhinneka Tunggal Ika

4. Negara Kesatuan Republik Indonesia

Bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu, kebangsaan Indonesia


merupakan jati diri bangsa dan identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Keempat simbol tersebut menjadi sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi

RANGKUMAN MATERI LATSAR AGENDA 1,2 DAN 3 TAHUN 2022-KELOMPOK IV_6_BATARA_ENDRA_JAYA


bangsa yang menjadi symbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana
diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

B. ISU KONTEMPORER   

isu-isu kontemporer adalah suatu pokok persoalan yang terjadi pada masa


sekarang atau menjadi trending topik pada saat ini jadi solusi penyelesaian nya
harus sesuai dengan masa sekarang . Isu yang menyita ruang publik yang terkait
isu-isu strategis kontemporer diantaranya; korupsi, narkoba, paham radikalisme/
terorisme, money laundry, proxy war, dan kejahatan komunikasi    masal seperti
cyber crime, Hate Speech, dan Hoax, dan lain    sebagainya. Isu-isu yang akan
diuraikan berikut ini:       

1. korupsi       

Beberapa gejala umum tumbuh suburnya korupsi    disebabkan oleh hal-hal


berikut:   

a. membengkaknya urusan pemerintahan sehingga membuka peluang


korupsi dalam skala yang lebih besar dan lebih    tinggi;           

b. lahirnya generasi pemimpin yang rendah marabat moralnya dan beberapa


diantaranya bersikap masa bodoh; dan       

c. terjadinya menipulasi serta intrik-intrik melalui politik, kekuatan keuangan


dan kepentingan bisnis asing.       

Peningkatan kasus tindak pidana korupsi di Indonesia membuat


pemerintah memberikan respon dengan terus melakukan perbaikan-
perbaikan dalam hal pengaturan    tentang tindak pidana korupsi. Tidak hanya
dalam perundang-undangan nasional, bukti keseriusan pemerintah Indonesia
dalam memerangi korupsi pada tahun 2003 dengan    turut berpartisipasi
dalam Konvensi Perserikatan    Bangsa-Bangsa (United Nations Convention
Against    Corruption/UNCAC) untuk menentang Korupsi di dunia.      

2. Narkoba

Di kalangan masyarakat luas atau secara umum dikenal    istilah


Narkoba atau Napza, dimana keduanya istilah tersebut    mempunyai
kandungan makna yang sama. Kedua istilah tersebut sama-sama digunakan

RANGKUMAN MATERI LATSAR AGENDA 1,2 DAN 3 TAHUN 2022-KELOMPOK IV_6_BATARA_ENDRA_JAYA


dalam dunia obat-obatan atau untuk    menyebutkan suatu hal yang bersifat
adiktif, yaitu dapat    mengakibatkan ketergantungan (addiction) apabila
disalahgunakan atau penggunaannya tidak sesuai dosis yang    dianjurkan
oleh dokter. Institusi yang mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk
melaksanakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan
peredaran    gelap narkoba (P4GN) di Indonesia menggunakan Istilah Badan
Narkotika Nasional (BNN).     

Perkembangan globalisasi tidak selamanya membawa dampak yang


positif, tetapi dapat juga menjadi celah dan peluang yang dimanfaatkan untuk
melakukan kejahatan antar negara atau kejahatan lintas batas diseluruh
belahan dunia (Transnational Crime), dimana kejahatan tersebut diantaranya
adalah penyalahgunaan dan peredaran gelap    narkotika.       

3. Terorisme dan radikalisme     

Istilah radikalisme diartikan sebagai tantangan    politik yang bersifat


mendasar atau ekstrem terhadap tatanan    yang sudah mapan. Aksi terorisme
dapat dilakukan oleh individu, sekelompok orang atau negara sebagai
alternatif dari pernyataan perang secara terbuka.    Indonesia memiliki potensi
terorisme yang sangat besar dan diperlukan langkah antisipasi yang ekstra
cermat.    Kebijakan-kebijakan pemerintah yang kadang tidak dipahami oleh
orang tertentu cukup dijadikan alasan untuk melakukan teror.    Berikut ini
adalah potensi-potensi terorisme:       

a. Terorisme yang dilakukan oleh negara lain di daerah perbatasan


Indonesia.     

b. Terorisme yang dilakukan oleh warga negara yang tidak puas atas
kebijakan negara. Misalnya bentuk-bentuk teror di Papua yang dilakukan
oleh OPM.     

c. Terorisme yang dilakukan oleh organisasi dengan dogma dan ideologi


tertentu. Pemikiran sempit dan pendek bahwa ideologi dan dogma yang
berbeda perlu ditumpas menjadi latar belakang terorisme. Pelaku
terorisme ini biasanya    menjadikan orang asing dan pemeluk agama lain
sebagai    sasaran.       

RANGKUMAN MATERI LATSAR AGENDA 1,2 DAN 3 TAHUN 2022-KELOMPOK IV_6_BATARA_ENDRA_JAYA


d. Terorisme yang dilakukan oleh kaum kapitalis ketika    memaksakan
bentuk atau pola bisnis dan investasi kepada    masyarakat. Contoh nyata
adalah pembebasan lahan    masyarakat yang digunakan untuk
perkebunan atau    pertambangan tidak jarang dilakukan dengan cara
yang tidak    elegan.     

e. Teror yang dilakukan oleh masyarakat kepada dunia usaha, beberapa


demonstrasi oleh masyarakat yang ditunggangi oleh provokator terjadi
secara anarkis dan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi
perusahaan

Upaya menimbulkan peranan aktif individu dan/atau kelompok


masyarakat dalam membangun kesadaran antiterorisme yang dapat
dilakukan adalah, sebagai berikut :

a. Menanamkan pemahaman bahwa terorisme sangat merugikan;

b. Menciptakan kolaborasi antar organisasi kemasyarakatan dan pemerintah


untuk mencegah tersebarnya pemahaman ideologi    ekstrim di lingkungan
masyarakat;

c. Membangun dukungan masyarakat dalam deteksi dini potensi radikalisasi


dan terorisme;   

d. Mensosialisasikan teknik deteksi dini terhadap serangan teroris, kepada


kelompok-kelompok masyarakat yang terpilih;   

e. Penanaman materi terkait bahaya terorisme pada pendidikan formal dan


informal terkait dengan peran dan posisi Negara:   

1) Negara ini dibentuk berdasarkan kesepakatan dan kesetaraan, di


mana di dalamnya tidak boleh ada yang merasa sebagai pemegang
saham utama, atau warga kelas satu.

2) Aturan main dalam bernegara telah disepakati, dan Negara memiliki


kedaulatan penuh untuk menertibkan anggota negaranya yang
berusaha secara sistematis untuk merubah tatanan, dengan cara-cara
yang melawan hukum.   

RANGKUMAN MATERI LATSAR AGENDA 1,2 DAN 3 TAHUN 2022-KELOMPOK IV_6_BATARA_ENDRA_JAYA


3) Negara memberikan perlindungan, kesempatan, masa depan dan
pengayoman seimbang untuk meraih tujuan nasional masyarakat adil
dan makmur, sejahtera, aman, berkeadaban dan merdeka   

4) Melibatkan peran serta media nasional untuk membantu menyebarkan


pemahaman terkait ancaman terorisme dan upaya pencegahan yang
dapat dilakukan oleh masyarakat;   

5) Membangun kesadaran keamanan bersama yang terkoordinasi


dengan aparat keamanan/pemerintahan yang berada di sekitar wilayah
tempat tinggal.   

3. KESIAPSIAGAAN BELA NEGARA   

Kesiapsiagaan bela negara adalah suatu keadaan siap siaga yang dimiliki
oleh seseorang baik secara fisik, mental, maupun sosial dalam menghadapi situasi
kerja yang beragam yang dilakukan berdasarkan kebulatan sikap dan tekad secara
ikhlas dan sadar disertai kerelaan berkorban sepenuh jiwa raga yang dilandasi oleh
kecintaan terhadap NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD NKRI 1945 untuk
menjaga, merawat, dan menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Kesiapsiagaan jasmani adalah kegiatan atau kesanggupan seseorang untuk


melaksanakan tugas atau kegiatan fisik secara lebih baik dan efisien. Kesiapsiagaan
jasmani merupakan serangkaian kemampuan jasmani atau fisik yang dimiliki oleh
seorang ASN. Sasaran latihan kesiapsiagaan jasmani adalah mengembangkan
dan/atau memaksimalkan kekuatan fisik, dengan melatih kekuatan fisik yang
menghasilkan power, endurance, muscle strength, speed, accuracy,
agility,coordination, balance, flexibity.

Kesiapsiagaan mental adalah kesiapsiagaan seseorang dengan memahami


kondisi mental, perkembangan mental, dan proses menyesuaikan diri terhadap
berbagai tuntutan sesuai dengan perkembangan mental/jiwa(kedewasaan) nya, baik
tuntutan dalam diri sendiri maupun luar dirinya sendiri, seperti menyesuaikan diri
dengan lingkungan rumah, sekolah, lingkungan kerja dan masyarakat. Sasaran
latihan kesiapsiagaan mental adalah dengan mengembangkan dan/atau
memaksimalkan kekuatan mental dengan memperhatikan modal insani.

RANGKUMAN MATERI LATSAR AGENDA 1,2 DAN 3 TAHUN 2022-KELOMPOK IV_6_BATARA_ENDRA_JAYA


Kemampuan kewaspadaan dini ialah kemampuan yang dikembangkan untuk
mendukung sinergisme penyelenggaraan pertahanan militer dan pertahanan
nirmiliter secara optimal, sehingga terwujud kepekaan, kesiagaan, dan antisipasi
setiap warga negara dalam menghadapi potensi ancaman. Intelijen Negara berperan
melakukan upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan untuk deteksi dini dan
peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan
terhadap setiap hakikat ancaman kepentingan dan keamanan nasional. Hal- hal
mengenai intelijen negara diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2011.

Unsur-unsur bela negara:

1. Cinta tanah air

2. Kesadaran berbangsa dan bernegara.

3. Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara.

4. Rela berkorban untuk bangsa dan negara

5. Memiliki kemampuan awal bela negara

AGENDA II

RANGKUMAN MATERI LATSAR AGENDA 1,2 DAN 3 TAHUN 2022-KELOMPOK IV_6_BATARA_ENDRA_JAYA


CORE VALUES ASN 2021 “BerAKHLAK” Core Values ASN (Aparatur Sipil
Negara) atau nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh seluruh ASN di Indonesia
tanpa terkecuali. Nilai-nilai dasar tersebut nantinya sangat berpengaruh terhadap
jalannya fungsi dan peran sebagai ASN dalam melaksanakan tugas pelayanan
setiap harinya. Sebelum diperkenalkannya Core Values “ BerAKHLAK”, ASN di
Indonesia mengenal atau memahami Core Values “ANEKA” yaitu (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi).

Seiring berkembangnya jaman, dilakukanlah monitoring evaluasi terhadap


nilai-nilai dasar tersebut. Hingga diputuskan dan dilaunching Core Values ASN
terbaru oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo pada 27 Juli 2021
yaitu Core Values ASN “BerAKHLAK” (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel,
Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). Core Values terbaru tertuang
dalam SE MENPANRB Nomor 20 Tahun 2021 tentang Implementasi Core Values
dan Employer Branding ASN. Pembaharuan tersebut dilatarbelakangi karena
adanya penerjemahan yang berbeda-beda terhadap nilai-nilai dasar serta kode etik
dan kode perilaku ASN yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar Nomor 5 Tahun
2014 tentang ASN. Adapun penjelasan singkat dari Core Values ASN terbaru yaitu :

1. Berorietasi Pelayanan, yaitu sebagai ASN harus bisa menempatkan diri sebagai
pelayan publik dan pelayan masyarakat mengedepankan kepentingan
masyarakat diatas kepentingan pribadi dengan tidak melupakan nila-nilai dasar
pancasila, contohnya :

a. Memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

b. Menumbuhkan rasa bangga untuk berkontribusi dalam melayani bangsa.

c. Memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa adanya diskriminatif.

d. Ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan.

e. Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

f. Meningkatkan kepuasan masyarakat.

2. Akuntabel, yaitu memiliki rasa tanggung jawab dan integeritas diri yang kuat atas
beban tugas dan jabatan yang ditanggung sebagai ASN sehingga apapun tugas
yang diberikan dapat dikerjakan dengan bailk, contohnya:

RANGKUMAN MATERI LATSAR AGENDA 1,2 DAN 3 TAHUN 2022-KELOMPOK IV_6_BATARA_ENDRA_JAYA


a. Berkewajiban untuk bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas.
Tanggungjawab tersebut tidak hanya pada pekerjaan saja, melainkan ASN
berkewajiban untuk bertanggungjawab kepada atasan, instansi atau lembaga
pembina, serta kepada publik atau masyarakat.

b. Dapat dipercaya saat memberikan pelayanan atau melaksanakan tugas.

c. Cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi.

d. Tidak menyalahgunakan wewenang.

3. Kompeten, yaitu seorang ASN sudah pasti akan menempati jabatan di dalam
pekerjaanya dan memiliki kedudukan fungsi sebagaimana uraian tugas yang
sudah ditetapkan, untuk memastikan peyanan yang diberikan memenuhi standar
mutu maka ASN diwajibkan untuk terus bisa belajar mengasah diri, contohnya:

a. ASN diharuskan bekerja sesuai dengan prinsip keahlian profesi yang dimiliki.

b. Meningkatkan kompetensi diri untuk bertanggungjawab pada tindakan dan


kinerja saat memberikan pelayanan atau melaksanakan tugas, dengan
banyak cara diantaranya :

1) Mengikuti diklat atau pelatihan yang diadakan oleh badan diklat atau
badan pelatihan yang memiliki ijin dan diakui oleh kementerian.

2) ASN IJIN BELAJAR atau ASN bersekolah atau berkuliah lagi untuk
meningkatkan strata pendidikan. Dalam prakteknya, biaya ASN IJIN
BELAJAR sepenuhnya ditanggung oleh ASN yang bersangkutan.

3) ASN TUGAS BELAJAR atau ASN bersekolah atau berkuliah lagi untuk
meningkatkan strata pendidikan karena adanya utusan dari atasan atau
instansi, selain itu karena ASN yang bersangkutan lulus dalam
penjaringan beasiswa LBDP, BAPPENAS, MENPANRB. Dalam
praktenya, biaya ASN TUGAS BELAJAR sepenuhnya dibiayai oleh
negara.

c. Saling membantu satu sama lain dalam belajar atau upgrading ilmu keahlian
sesuai profesi.

d. ASN diharuskan melaksanakan tugas dengan baik.

RANGKUMAN MATERI LATSAR AGENDA 1,2 DAN 3 TAHUN 2022-KELOMPOK IV_6_BATARA_ENDRA_JAYA


4. Harmonis, yaitu dalam kesehariannya ASN dalam bekerja akan selalu
berhubungan dengan masyarakat secara langsung maupun tidak langsung,
kontak dengan berbagai macam latar belakang seseorang makan seorang ASN
harus memiliki sikap saling menghormati antar perbedaan tanpa membeda
bedakan dan memanusiakan masnusia, contohnya:

a. ASN diharuskan mampu bekerja dalam tim.

b. Saling menghargai sesama dengan beragam latar belakang.

c. Saling tolong menolong.

d. Menciptakan suasana lingkungan kerja yang kondusif.

5. Loyal, yaitu kesetiaan terhadap simbol simbol negara indonesia dan mampu
mengaplikasikannya di dalam keseharian seorang ASN, contohnya:

a. Setia.

b. Berdedikasi.

c. Berkontribusi.

d. Mengutamakan kepentingan umum dalam hal ini adalah kepentingan publik


atau bangsa.

e. Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi, dan negara.

6. Adaptif, yaitu seorang ASN pasti akann dihadaplan oleh suat perubahan entah
itu tang dari dalam dan luar sehinggan ada perubahan peraturan, tempat kerja,
dan lain sebagaianya sehinggan diharuskan memiliki kemampuan
menyesuaijkan dengan cepat, contohnya:

a. Berinovasi.

b. Mengembangkan kreatifitas.

c. Mampu menyesuaikan diri dalam segala perubahan.

d. Proaktif.

7. Kolaboratif, di dalam pekerjaannya ASN akan berada dalam suatu intansi yang
membinanya dan dalam dalam dunia birokrasi terdapat banyak sekali intansi

RANGKUMAN MATERI LATSAR AGENDA 1,2 DAN 3 TAHUN 2022-KELOMPOK IV_6_BATARA_ENDRA_JAYA


dan satuan kerja untuk mejaga kesinambungan perintah dan kebijakan dari atas
sampai dapat diterima dan siaplikasikan oleh masayrakat maka diperlukan
kerjasama antar satuan kerja tersebut yang tentunya melibatkan ASN
berkoordinasi didalamnya. Contohnya:

a. ASN harus mampu bekerjasama dengan sesama ASN, lintas program, lintas
sektoral, lintas dinas atau instansi diluar OPD yang menaungi ASN. b.

b. Bersatu meningkatkan pemafaatan sumber daya manusia (SDM) guna


mencapai tujuan bersama.

Dengan adanya Core Values terbaru mengharuskan semua ASN di Indonesia


melakukan internalisasi dari Core Values lama ke Core Values terbaru. Internalisasi
tersebut tidak hanya dilakukan pada saat melaksanakan tugas pelayanan,
melainkan harus diinternalisasikan pada seluruh aspek kehidupan. Core Values
tersebut merupakan alat ukur untuk mengontrol apakah peran ASN berjalan sesuai
nilai-nilai dasar yang ada atau bahkan semakin merosot. Adapun peran ASN
diantaranya :

1. Sebagai pelaksana kebijakan publik;

2. Sebagai pemberi pelayanan publik;

3. Sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

Selain adanya pembaharuan pada Core Values ASN, pembaharuan lain


dilakukan pada Employer Branding ASN yaitu “Bangga Melayani Bangsa”.

RANGKUMAN MATERI LATSAR AGENDA 1,2 DAN 3 TAHUN 2022-KELOMPOK IV_6_BATARA_ENDRA_JAYA


AGENDA III

A. MANAGEMEN ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai


ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi
politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.    Manajemen ASN lebih
menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar
selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan
perkembangan jaman. Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri atas:

a) Pegawai Negeri Sipil (PNS); dan

b) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan


kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas
dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Untuk
menjalankan kedudukannya tersebut, maka Pegawai ASN berfungsi sebagai
berikut:

1. Pelaksana kebijakan publik;

2. Pelayan publik;

3. Perekat dan pemersatu bangsa.

ASN diberikan hak. Sesuai dengan asas proposionalitas, ASN yang telah
memperoleh hak tentu harus menjalankan kewajibannya sesuai dengan tugas
dan tanggungjawab. gar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
dengan baik dapat meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN
dan akuntabel. PNS berhak memperoleh:

1. gaji, tunjangan, dan fasilitas;

2. cuti;

3. jaminan pensiun dan jaminan hari tua;

4. perlindungan; dan

5. pengembangan kompetensi

RANGKUMAN MATERI LATSAR AGENDA 1,2 DAN 3 TAHUN 2022-KELOMPOK IV_6_BATARA_ENDRA_JAYA


Selanjutnya Pegawai ASN bertugas untuk:

a. Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian


sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini, ASN
harus mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas serta
mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik.

b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas ASN dituntut


untuk professional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.; dan

c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


ASN senantiasa dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, Negara
dan Pemerintah. Selain itu, ASN juga senantiasa menjunjung tinggi martabat
ASN serta senantiasa mengutamakan kepentingan Negara daripada
kepentingan diri sendiri, seseorang dan golongan.

B. SISTEM MERIT

sistem merit adalah konsepsi dalam manajemen SDM yang


menggambarkan diterapkannya obyektifitas dalam keseluruhan semua proses
dalam pengelolaan ASN yakni pada pertimbangan kemampuan dan prestasi
individu untuk melaksanakan pekerjaanya (kompetensi dan kinerja). Sistem Merit
adalah kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi,
kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar
belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status
pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan

Penerapan sistem merit dalam pengelolaan ASN mendukung pencapaian


tujuan dan sasaran organisasi serta memberikan ruang bagi tranparansi,
akuntabilitas, obyektivitas dan keadilan. Adapun Kriteria Penilaian Penerapan
Sistem Merit tsb adalah:

1. Mempunyai rencana kebutuhan ASN untuk 5 tahun yang dirinci menurut


jenis dan jenjang jabatan dan disusun berdasarkan Analisa Jabatan
(disusun berdasarkan Anjab dan ABK), dengan mempertimbangkan
pegawai yang memasuki masa pensiun.
2. Melakukan rekrutmen pegawai secara terbuka dan kompetitif, baik dari
jalur CPNS, PPPK, dan juga dari PNS yang berasal dari instansi lain.

RANGKUMAN MATERI LATSAR AGENDA 1,2 DAN 3 TAHUN 2022-KELOMPOK IV_6_BATARA_ENDRA_JAYA


3. Mempunyai kebijakan dan program pengembangan karier yang dimulai
dengan pemetaan talenta, analisis kesenjangan kompetensi dan
kesenjangan kinerja, strategi dan program untuk mengatasi kesenjangan,
serta pembentukan talent pool dan rencana suksesi.
4. Menerapkan manajemen kinerja yang dimulai dengan penetapan target
kinerja, evaluasi kinerja secara berkala dengan menggunakan metode
yang obyektif, menganalisis kesenjangan kinerja, dan mempunyai strategi
untuk mengatasinya.
5. Mengaitkan kebijakan penggajian, pemberian penghargaan, dan promosi
dengan kinerja dan disiplin.
6. Melaksanakan promosi, mutasi secara obyektif dan transparan
didasarkan pada kesesuaian kualifikasi, kompetensi dan kinerja dengan
memanfaatkan talent pool.
7. Memberi perlindungan agar pegawai dapat melaksanakan tugas dengan
baik dan memberi pelayanan kepada publik.
8. Mempunyai sistem pendukung seperti sistem informasi kepegawaian
yang terintegrasi, assessment center, dan aplikasi lainnya yang
mendukung pelaksanaan manajemen ASN.
 

RANGKUMAN MATERI LATSAR AGENDA 1,2 DAN 3 TAHUN 2022-KELOMPOK IV_6_BATARA_ENDRA_JAYA