Anda di halaman 1dari 33

Significant Energy Use (SEU) dan

Energy Performance Indicator (EnPI)

Titovianto
PENDAHULUAN
PROSES
MANAJEMEN
ENERGI (ISO
50001)
PROSES
PERENC ANAAN
SIGNIFICANT ENERGY USE (SEU)
IDENTIFIKASI SIGNIFICANT ENERGY USE

• Organisasikan data pada keseimbangan energi atau metode lain untuk identifikasi peralatan
dan proses
• Gunakan pengetahuan dari tim internal untuk membuat daftar
• Teknik-teknik :
• Keseimbangan energi
• Metode peringkat
• Six sigma tools
• Metode analisa lainnya
• Ingat aturan Pareto (80/20)
• Mulai dengan beberapa 6
PENGGUNAAN
PERINGKAT
JUMLAH
KONSUMSI

7
PENGARUH
TERHADAP
KINERJA ENERGI
POTENSI
PENGHEMATAN
RUGI RUGI PADA
BANGUNAN
METODE RATING

Deskripsi Rating
Kriteria
1 2 3 4

Presentase
konsumsi 0-10% 11-25% 26-50% 51-100%
energi

Nilai
penghematan Less than $10,000- $25,000- Greater than
yang $10,000/year $25,000/year $100,000/year $100,000/year
diharapkan
ENERGY PERFORMANCE
INDICATOR (ENPI)
ENERGY PERFORMANCE INDICATOR
ENERGY PERFORMANCE INDICATOR
PENGGUNAAN ENPI

• Untuk mendapatkan perkiraan yang realistis dan objektif tentang kinerja energi.
• Untuk membuat keputusan berdasarkan informasi tentang sumber daya, manajemen proses, dan
investasi.
• Untuk menilai apakah tujuan dan komitmen keberlanjutan internal dan eksternal telah terpenuhi.
• Untuk mendemonstrasikan peningkatan kinerja energi sesuai dengan persyaratan standar sistem
manajemen, seperti ISO 50001.
• Untuk mendeteksi penyimpangan yang tidak terduga, tingkatkan reaksi untuk menghindari pemborosan
energi.
• Untuk mendeteksi peluang penghematan melalui analisis periode yang menunjukkan kinerja energi
yang lebih baik dari rerata
• Untuk menentukan penghematan dan/atau nilai ekonomis dari proyek atau investasi efisiensi energi
tertentu.
• Untuk membuat bechmark industri, regional atau nasional
• Untuk mengukur nilai investasi tambahan proyek efisiensi energi.
Bentuk indikator kinerja utama (KIP)

Mengukur proses kinerja proses dalam organisasi

Kinerja umum

INDIKATOR Kinerja kualitas


KINERJA
ENERGI Kinerja biaya

Kinerja jasa

Kinerja waktu
Analisis data energi
INDIKATOR KINERJA ENERGI (EnPI)
Identifikasi SEU

Menetapkan driver
Tentukan EnPI untuk setiap SEU
energi
• EnPI Fasilitas
Menetapkan EnPI,
baseload, baseline
• Per Proses (Spesifik Output, Spesifik proses), kWh/m2,
kWh/siswa, kWh/bed
Identifikasi peluang
peningkatan kinerja
• Sistem Energi/peralatan
– HVAC, TR/m2
Mengembangan
tujuan dan target
– Tata cahaya, Watt/m2
– Pompa, Watt/m3
Mengembangkan
rencana aksi
Analisis data energi
INDIKATOR KINERJA ENERGI (EnPI)
Identifikasi SEU

Pilihan EnPI tergantung dari kompleksitas sistem


Menetapkan driver
energi  Sederhana:
 Konsumsi bulan lalu vs bulan yang sama tahun lalu
Menetapkan EnPI,
baseload, baseline  Konsumsi aktual vs budget
 Tren tahunan biaya dan konsumsi energi
Identifikasi peluang
peningkatan kinerja
 Lebih kompleks
 Penggunaan energi per unit output
Mengembangan
tujuan dan target
 Analisis regresi
 lebih komplek, namun mampu menghitung efek driver
 Cumulative sum untuk monitoring
Mengembangkan
rencana aksi
INDIKATOR KINERJA ENERGI ( ENPI)
Analisis data energi
Simple EnPI (organisasi)
[Konsumsi energi tahunan] / [Luas ruangan]
Identifikasi SEU (kWh/thn) / (m2/thn)
• Perhitungan sederhana

Menetapkan driver • Cukup jika tidak ada variabel lain yang mempengaruhi konsumsi energi
energi • KISS : Keep as simpel as possible

Menetapkan EnPI,
baseload, baseline

Identifikasi peluang
peningkatan kinerja
EnPI sistem/peralatan diperlukan :
• Jika ada pengaruh variable lain yang signifikan
Mengembangan tujuan
dan target • Untuk mengetahui perubahan kinerja energi lebih rinci

Mengembangkan
rencana aksi
SEBAR AN DAN
MEDIAN
INT ENSITAS
ENER GI
GEDUNG
P EMER INTAH

2017 2018 2019


CONTOH PENETAPAN EnPI (SUMBER EXCEED)
Indikator kinerja energi pada bangunan

1. Overall heating consumption per floor area


2. Total cooling energy consumption per floor area
3. Heating consumption per square meter and heating degree days
4. Total cooling consumption per square meter and cooling degree days
5. Max power of generator (used for heating) normalized by square meter
6. Max power of generator (used for cooling) normalized by square meter
7. Number of overheating hours during the heating season
8. Number of overheating hours during the cooling season
9. Number of overcooling hours during cooling season
10.Overall electricity consumption of the building per square meter
11.Overall electricity consumption for lighting per square meter
12.Electricity consumption of indoor lighting per square meter
13.Overall electricity consumption of appliances per square meter
Indikator kinerja energi pada bangunan
14. Electricity consumption of mechanical ventilation systems normalized by square meter
15.Flow rate of mechanical ventilation normalized by square meter
16.Heat pump seasonal efficiency
17.CO2 concentration ranges
18.Percentage of the time CO2 exceeds limit
19.Energy production of solar thermal system vs Thermal energy consumption of the building
20.Electricity production of photovoltaic system vs overall electricity consumption of the building
21.Energy production of renewable energy system vs overall energy consumption of the building
22.Primary energy generated by Renewable energy system vs primary energy consumed by the building
23.Energy Signature
24.Visual Comfort
25.Temperature profile
26.Humidity profile
27.Energy performance rate
MENETA PK A N B AS EL OAD DA N B AS EL IN E ENERGI

Analisis data energi Baseload energi adalah basis energi yang dikonsumsi ketika
tidak ada aktivitas
Identifikasi SEU

Menetapkan driver
energi

Menetapkan EnPI,
baseload, baseline

Identifikasi peluang
peningkatan kinerja

Mengembangan tujuan
dan target

Mengembangkan
rencana aksi
EVALUASI KONSUMSI ENERGI AKTUAL DAN B ASELINE ENERGI

Analisis data energi  Baseline energi adalah basis perbandingan penggunaan energi untuk
mengevaluasi kinerja energi
 untuk keseluruhan fasilitas
Identifikasi SEU
 untuk sistem dan peralatan
 untuk SEU
Menetapkan driver
energi

Menetapkan EnPI,
baseload, baseline

Identifikasi peluang
peningkatan kinerja

Mengembangan tujuan
dan target

Mengembangkan
rencana aksi
ANALISIS INTENSITAS LISTRIK (METODE ANNUALIZED )
MENGUKUR KINERJA ENERGI TERHADAP B ASELINE (KASUS REGRESI)

o Gunakan data yang ada untuk inisiasi


Analisis data energi ➢ Data penggunaan energi
➢ Data konsumsi energi
o Tentukan kurun waktu dan lokasi pengukuran
Identifikasi SEU ➢ Poin in time
➢ Periond in time
o Ukur peningkatan kinerja terhadap baseline
Menetapkan driver
energi  Cumulative Saving

Menetapkan EnPI,
baseload, baseline

Identifikasi peluang
peningkatan kinerja

Mengembangan tujuan
dan target

Mengembangkan
rencana aksi
METODE DAN KASUS PEMILIHAN EnPI
ANALISIS
REGRESI

• Persamaan regresi dapat


juga digunakan sebagai :
• Baseline untuk
menentukan target
(persamaan baru)
• Tool untuk monitor
kinerja energi,
Contoh konsumsi energi berkaitan dengan
variable penggerak
Contoh konsumsi energi berkaitan dengan variable penggerak
Contoh konsumsi energi berkaitan dengan multi variable penggerak
TERIMA KASIH