Anda di halaman 1dari 32

April 2022

April 2022

Para Mitra terkasih,


Salah satu hal yang membuat kita bersemangat adalah ketika
memikirkan komitmen strategis kita dalam gerakan rohani membantu
menggenapkan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus dalam generasi
ini. Dan kita fokus pada kekuatan kita. Kita diberkati dengan
banyak kekuatan yang kita miliki seperti strategi pendekatan
terhadap audiens di lingkup pengaruh kita. Kita juga memiliki
pelatihan-pelatihan yang terus dikembangkan dengan baik untuk
membawa jutaan orang pada Injil.
Memikirkan kekuatan, kita langsung teringat Mazmur 28:7:
“TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya
…” Kita tidak boleh kehilangan fokus kita pada kebenaran yang
luar biasa ini. Dia adalah kekuatan kita di atas segalanya. Kita
tidak ingin fokus pada kekuatan kita tanpa mengakui Dia
sebagai kekuatan terbesar kita dan sumber dari semua yang lain.
Pada kesempatan ini pula, kami ingin mengatakan bahwa kami
ingin terus bersama Bapak/Ibu/Sdr untuk setiap waktu. Kebersamaan
kita dalam doa yang kita panjatkan setiap hari merupakan
persembahan serta dedikasi yang tak ternilai tingginya dan bersifat
kekal.
Kerinduan kita, kita bersama-sama menjadi bagian penggerak dari
pelayanan strategis kita (Student Led Movements, Leader Impact,
Global Church Movements dan Digital) sehingga menghasilkan buah,
yaitu yang terhilang diselamatkan menjadi kenyataan. Christ Center
Multiplying Disciples muncul tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Redaksi

Penanggung Jawab:
William Wairata ; Koord. Doa: Elisa Aprilia
Tim Penyusun:
Tegoeh H. Santoso, Tri Yulianto, Esther Yuliani, Chandra Leonando Silitonga, Terry Oktovianus.
Kontributor:
Boy Borang; Dondi Sijabat; Iyan Satar; Jerry Tamburian; Lamroida Silalahi;
Rini Djatikoesoemomo; Sutiyanto; Taliks Eduart Sambode; Tegoeh H. Santoso;
Terry Oktovianus; Wahju Djatikoesoemo; Wilfred Soplantila;
Yapada Haekase; Yeskiel Lanmai; Yulius Wahyudi; Yunus Siang
Alamat Redaksi:
Jl. Penataran 10, Menteng; Jakarta 10320. Telp: (021) 3900933-4. Fax: 31930637.
Rekening:
Bank Mandiri LPMI 006-0093757486
Jumat, 1 April 2022
MELEWATI PADANG GURUN
Penulis: Dondi Sijabat.
Firman Tuhan: Kejadian 12:1-20

Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari


sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan
Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang
besar, dan mem-berkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan
engkau akan menjadi berkat (1-2).

Pernakah Saudara melewati padang gurun yang panas, kering


dan berdebu? Pasti sangat tidak nyaman dan melelahkan bukan? Pernakah
Saudara menghadapi padang gurun penderitaan/krisis di dalam kehidupan?
John of the Cross menyebutnya Dark Night of the Soul (masa gelap
dalam perjalanan batin). Pasti Saudara berfikir untuk menghindari dan
melarikan diri dari padang gurun itu bukan?
Abraham dipanggil Tuhan untuk meninggalkan negerinya,
sanak saudaranya pada usia ke 75 tahun ke negeri yang akan ditunjukkan
Allah. Al-lah menjanjikan bahwa keturunannya akan seperti bintang di langit
dan pasir di lautan. Pada waktu itu masa depannya tidak jelas. Alih-alih
akan menjadi bangsa yang besar, Abraham dan Sara bergumul untuk
memiliki anak karena Abraham sudah lanjut usia dan Sara-pun telah mati
haid. Akhirnya Ishak lahir dari rahim Sara. Abraham berusia 100 tahun pada
saat itu. Setelah Ishak la-hir, Abraham masih harus mendapatkan ujian
kesetiaan dengan mengor-bankan Ishak. Abraham mengalami padang gurun
kehidupan. Namun Abraham tidak escape (melarikan diri) tetapi
menghadapinya sehingga Abraham dan keturunannya menjadi bangsa yang
besar.
Di dalam bukunya yang berjudul: Perjalanan Kritis: Tahapan Iman Kris-
ten, Janet Hagberg dan Robert Guelich mengembangkan sebuah model
yang memberi tempat penting bagi tembok/padang pasir di dalam
perjalanan iman. Tahapan-tahapan iman tersebut adalah sebagai
berikut: Tahap 1 kesadaran akan Allah yang mengubah hidup. Tahap 2
pemuridan, tahap 3 hidup yang aktif dalam pelayanan, setelah itu ada
tembok atau padang pasir yang akan menghadang. Tahap 4 perjalanan
batin, tahap 5 perjalanan la-hiriah, dan tahap 6 diubahkan ke dalam kasih.
Setiap orang percaya yang mau bertumbuh ke arah Kristus pasti menghadapi
padang pasir. Padang pasir dipa-kai oleh Tuhan untuk melatih, meregangkan
dan menguatkan iman. Padang pasir membuat kita semakin bergantung
kepada Tuhan. Yang sering menjadi masalah adalah orang Kristen
mengundurkan diri ketika menghadapi krisis. Bisa dengan cara mundur,
diam/staknan, atau mencari jalan pintas bukan menembus/melewati
padang gurun tersebut.
Inspirasi: Jika saat ini Saudara mengalami tembok penderitaan, padang
gurun, dark night of the soul (masa gelap perjalanan batin) janganlah
mun-dur, diam atau mencari jalan lain. Lanjutkan perjalanan iman Saudara
karena sesungguhnya Saudara akan masuk ke tahap-tahap perjalanan iman
selanjut-nya yang lebih tinggi. Selamat melewati padang gurun bersama
Tuhan.

POKOK DOA:
Mengucap syukur untuk pemeliharaan dan penyertaan Tuhan dalam hidup, keluarga
dan pelayanan kita di sepanjang bulam Maret, mari kita terus bergantung penuh pada
Tuhan memasuki bulan April sehingga nama Tuhan kita beritakan dan muliakan
dalam hidup kita tiap-tiap hari.
KEMISKINAN YANG MEMPERKAYA Sabtu, 2 April 2022

Penulis : Boy Borang


Firman Tuhan : 2 Korintus 6:2-10

“Sebagai orang berdukacita namun sesungguhnya; namun sesunggguhnya


bersukacita; sebagai orang miskin namun memperkaya banyak orang; sebagai
orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.” (2 Korintus
6:10)

Pada suatu hari seorang pengkhotbah bertanya, “Di dunia ini sebenarnya
siapakah yang paling kaya?” Jemaatnya mulai mengingat konglomerat dunia,
mulai dari Bill Gates, dan lain-lain. Setelah beberapa saat, sang pengkhotbah
itu memberitahu bahwa orang yang paling kaya itu sebenarnya adalah setiap
orang Kristen. Sayangnya hanya sebagian kecil saja yang menyadarinya. Ya,
mungkin kalau dia adalah orang Kristen sekedar agama, belum mengalami
hidup baru dalam Kristus, pantas saja ia tak mengerti hal itu. Ada sebuah
definisi sederhana pernah kita dengar, “Orang kaya adalah dia yang
mempunyai sesuatu yang cukup untuk dirinya dan juga dapat membagi pada
orang lain. Kalau dia tidak memperkaya orang lain, itu berarti mempermiskin
orang lain.
Perkataan Paulus bahwa, meskipun ia dianggap miskin tetapi justru
memperkaya banyak orang, ini pernyataan yang agak lucu bagi orang duniawi.
Mindset orang dunia tentang orang kaya tidak mungkin bertemu dengan
perspektif alkitabiah. Justru di dalam Alkitab ada beberapa orang, yang
dianggap kaya (harta) tetapi hatinya miskin (rohani). Dia merasa dia punya
apa-apa tetapi sebenarnya tidak punya apa-apa di hadapan Allah (cf. Lukas
18:18-27). Allah tidak melihat harta materi sebagai simbol kekayaan tetapi Ia
melihat hati orang yang merasa dirinya miskin (Mat.5:3), dan itulah orang
kaya sebenarnya. Memang ada orang Kristen kaya secara materi dan juga kaya
rohani, tetapi sayang tidak banyak. Paulus melihat penderitaannya dalam
melayani Tuhan sebagai kekayaan. Ia sudah menerima banyak dari Tuhan (cf.
Efesus 1:3-14), maka ia memiliki sesuatu yang termahal. Mulai dari
keselamatan, karunia rohani, dan kesempatan melayani, bahkan bisa
mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, itu satu harta baginya. Tentang
sikap Paulus ini, David Lowery, penafsir surat 2 Korintus, menulis, “Though
materially he had nothing, yet he was possessing everything by way of
spiritual blessings (1 Cor 3:21-23; Eph.1:3).”
Sebagai anak Tuhan atau hamba Tuhan, pencobaan untuk kita mengukur
kekayaan dari segi materi, kadang-kadang masih muncul dalam pikiran bukan?
Kita perlu berdoa agar menyadari posisi kita sebagai orang-orang yang
“memiliki segala segala sesuatu” sehingga benar-benar memperkaya banyak
orang.
Inspirasi: Orang yang kaya (materi) tanpa membagi, jauh lebih miskin
daripada orang yang miskin (materi) tetapi suka membagi, bahkan ialah orang
kaya karena bisa memperkaya orang lain baik rohani maupun jasmani.

POKOK DOA:
Balikpapan. Mengucap syukur untuk pembinaan dengan professional kunci
dan pembekalan dalam rangka Mission Trip Mahakam Hulu dengan para
mahasiswa yang sudah berjalan. Doakan: 1.) Kelanjutan pembinaan setiap
dua minggu sekali agar berjalan dengan baik. 2.) Untuk rencana
Building City Movement pada bulan April 2022, doakan untuk rekruting
peserta.
BERTUMBUH DALAM KESABARAN Minggu, 3 April 2022

Penulis : Jerry Tamburian


Firman Tuhan : Yakobus 1:3-4
“karena, jika jalan kehidupan itu sulit, kesabaran saudara memperoleh
kesempatan untuk tumbuh sebab itu, biarkanlah kesabaran Saudara tumbuh,
dan janganlah melarikan diri dari persoalan yang Saudara hadapi. Karena
apabila kesabaran Saudara telah berkembang sepenuhnya, maka Saudara
akan sanggup menghadapai segala sesuatu. Saudara akan berwatak kuat,
tanpa cela atau kekuarangan suatu apa pun.” Terjemahan Firman Allah Yang
Hidup (FAYH)

Selagi saya menjadi majelis gereja, saya mempunyai rekan kerja majelis
yang kebanyakan dari mereka sudah senior. Saya banyak belajar dari mereka,
secara khusus, ketika mereka menghadapi kesulitan-kesulitan dalam hidup
mereka baik pribadi, keluarga maupun dalam pelayanan kepada jemaat.
Mereka selalu menghadapi kesulitan itu dengan tenang. Saya bertanya dalam
hati saya: apa rahasianya sehingga mereka begitu sabar menghadapi
kesulitan-kesulitan hidup? Dari percakapan dengan mereka, saya mendapat
jawabannya yaitu pertama, kedekatan mereka dekat dengan Tuhan dan
kedua, mereka memiliki pengalaman-pengalaman penderitaan yang Tuhan
pekenankan mereka alami menolong mereka lebih sabar menghadapi
kesulitan yang datang kepada mereka.
Dalam bagian firman Tuhan kita hari ini, Yakobus menulis satu bagian
penting dalam proses kedewasaan karakter kita yaitu kesabaran. Yakobus
memberikan nasihat kepada orang percaya yang mengalami kesulitan-
kesulitan hidup, agar mereka menghadapi dan memandang bahwa hal itu
menolong mereka untuk bertumbuh dalam kesabaran (ayat 3), tidak
melarikan diri dari persoalan yang mereka hadapi sebab persoalan-persoalan
hidup akan membentuk mereka menjadi pribadi-pribadi yang sanggup
menghadapi segala sesuatu yang datang kepada mereka (ayat 4). Hal yang
sama dilakukan Rasul Paulus ketika dia menguatkan jemaat di Roma:
“Demikian juga kita dapat bersukacita, pada waktu kita mengalami kesulitan
dan cobaan, sebab kita tahu hal itu baik bagi kita karena menolong kita
belajar bersabar,”(Roma 5:3 FAYH). Dalam buku yang berjudul Benar di
dalam Kristus, Warren W Wiersbe menulis, “Bagi orang-orang percaya
pencobaan-pencobaan bekerja untuk dia dan bukan melawan dia. Tidak ada
kesengsaraan yang dapat memisahkan kita dari Tuhan (Roma 8:35-39);
pencobaan-pencobaan malahan lebih mendekatkan kita kepada Tuhan dan
menjadikan kita semakin menyerupai Kristus.”
Inspirasi: Kesulitan hidup menolong kita bertumbuh dalam kesabaran,
mendekatkan kita kepada Tuhan dan menjadikan kita semakin menyerupai
Kristus.

POKOK DOA:
Jesus Film. Mengucap syukur Dubbing Film Yesus di Kalimantan Utara yang
sedang berlangsung dari tgl 18 Maret - 30 April 2022 ( bahasa Punan, bahasa
Lundayeh, Kenyah, bahasa Agabag, bahasa Balusu) dan Papua Barat ( Sougb, Hatam,
Meyah) dari 20 Maret - 20 April. Doakan:1.) tim yang melayani; Kaltara( Hery Susanto,
Tina susanto, Agus Eliana dan Imel )dan tim Papua( Denny Kawenas, Ichi
Kawenas, Wawan dan Irna). 2.) Perlindungan dalam perjalanan dan selama tugas
pelayanan dan juga kembalinya. 3.) Hikmat untuk mengatasi berbagai kemungkinan
tantangan dan jalan keluarnya. 4.) Koordinasi dengan Tim lokal dapat berjalan baik.
5.) Tuhan pertemukan dengan pengisi suara yang tepat Dari tiap-tiap bahasa yang
akan di dubbing. 6.) Semua alat dubbing berfungsi dengan baik. 7.) Keefektifan
penggunaan Film Yesus bahasa daerah ke depannya 8.) Banyak jiwa yang
mendengar kasih-Nya dan menerima anugerah-Nya.
MENJADI JEMAAT YANG KUDUS Senin, 4 April 2022

Penulis : Yapada Haekase


Firman Tuhan : 1 Korintus 1:1-2
Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus,
dan dari Sostenes, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu
mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi
orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru
kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.

Dalam salam pembuka dari tulisannya kepada jemaat di Korintus, Rasul


Paulus mengatakan "yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus
Yesus" untuk menegaskan kepada jemaat bahwa pelayanan yang ia kerjakan
bukan atas dasar kemauannya sendiri, melainkan oleh karena Tuhan yang
menugaskan tugas mulia itu kepadanya. Oleh sebab itu kalimat itu sebagai
penegasan bahwa ia adalah wakil Kristus atau sebagai duta Kristus untuk
menyampaikan kehendak Tuhan bagi jemaat di Korintus.
Penegasan yang ia berikan bukan hanya untuk dirinya, tetapi status
jemaat pun ditegaskan olehnya dengan menyatakan "jemaat Allah di
Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang
dipanggil menjadi orang-orang kudus". Tujuan penegasan akan status jemaat
adalah agar jemaat menyadari dan mengerti secara baik dan benar bahwa
mereka yang tadinya tidak kudus atau hidup di dalam dosa, telah dikuduskan
di dalam Kristus oleh karena itu menjadi wajib bagi mereka untuk menjaga
dan memelihara kekudusan hidup mereka.
Dari sini dapat dikatakan bahwa kekudusan hidup merupakan salah satu
tujuan utama dari pemberitaan firman Tuhan dalam jemaat.
Pertanyaan refleksi: Sebagai jemaat Tuhan, yang telah dikuduskan di
dalam Kristus Yesus, apakah saya telah menjaga dan memelihara kekudusan
itu/hidup kudus?
Saudaraku, apabila ternyata kita lalai dalam memelihara kekudusan
itu, artinya kita telah hidup di dalam dosa, dan satu-satunya jalan untuk
kembali mendapatkan kekudusan itu adalah dengan merendahkan diri di kaki
Tuhan dan memohon ampun atas sikap perilaku kita yg tidak seturut dengan
kehendak-Nya, niscaya Tuhan yang adalah pengasih dan penyayang akan
mengampuni kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh. 1: 9).
Inspirasi: Dengan datang kepada Tuhan, memohon tuntunan dan
pimpinan-Nya melalui Roh Kudus, maka tentu kita akan dimampukan untuk
hidup kudus bagi-Nya. Terpujilah nama Tuhan, Haleluya Amin.

POKOK DOA:
Bengkulu. Mengucap syukur : 1.) Pelayanan yang berjalan di sepanjang awal
tahun 2022. 2.) penghiburan yang sejati kepada staf dan mahasiswa LPMI
Bengkulu atas berpulangnya sdri Risma (staf LPMI) ke rumah Bapa di Sorga. Doakan:
1.) LPMD (Latihan Pemuridan Mahasiswa tingkat Dasar) yang
sedang berlangsung dari 19 Maret - 9 April, 15 Peserta dengan 9 Pelatih & Pengajar.
2.) staf yang melayani Ayu dan Team SLM/Mahasiswa (Julfitri & team) agar
Tuhan menganugerahkan hikmat agar gerakan benar-benar terjadi di Bengkulu)
MAKE CHOICES WITH GOD Selasa, 5 April 2022

Penulis: Dondi Sijabat


Firman Tuhan: Efesus 5:15-18

Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti
kehendak Tuhan (17).

Salah mengambil keputusan dapat menyebabkan penyesalan. Kata


orang, penyesalan setahun adalah ketika seseorang malas belajar sehingga
tidak naik kelas. Ia kehilangan kesempatan setahun dan harus belajar keras
untuk mengejar ketertinggalan. Penyesalan seumur hidup adalah saat
seseorang salah memilih pasangan hidup. Hari-harinya akan dipenuhi dengan
kesulitan dan kepahitan. Tetapi penyesalan yang lebih menyedihkan adalah
penyesalan kekal, yaitu ketika seseorang mengambil keputusan yang salah
dalam memilih jalan keselamatan. Kita perlu melibatkan Allah dalam setiap
peroses pengambilan keputusan kita. Mengerti kehendak Allah, memang tid-
aklah mudah. Kita perlu terus belajar mengerti dan melakukan kehendak-
Nya.
Di dalam Efesus 5:15-18, Paulus memerintahkan orang-orang Kristen di
Efesus untuk hidup sebagai anak-anak Terang. Ada tiga perbandingan yang
digunakan Paulus. Yang pertama: orang bebal vs orang arif. Janganlah hidup
seperti orang yang bebal (keras kepala), melainkan seperti orang arif
(bijaksana). Yang kedua: bodoh vs mengerti kehendak Allah. Usahakanlah
kamu mengerti kehendak Allah, jangan seperti orang bodoh yang tidak peduli
pada kehendak Allah. Dan yang ketiga: mabuk anggur vs penuh dengan Roh.
Janganlah mabuk anggur, hendaklah kamu penuh dengan Roh. Ini artinya:
janganlah kamu dipimpin dan dikuasai oleh anggur, tetapi hendaklah kamu
dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kudus.
Pastor Edmund Chan dalam bukunya, Cultivating Your Inner Life
(Memupuk Kehidupan Batinmu) menjelaskan 3 pergumulan hebat orang Kris-
ten terkait dengan kehendak Allah. Yang pertama: bergumul melawan ke-
hendak Allah. Sering kali, kita dengan sengaja menolak atau melawan ke-
hendak Allah. Kita tahu kehendak Allah tentang pernikahan yaitu agar kita
menikah dengan sesama Kristen yang sepadan. Namun kenyataannya,
perintah ini banyak dilangar. Yang kedua: bergumul mengerti kehendak Allah.
Dibutuhkan kepekaan melalui doa dan pembacaan Firman Tuhan serta arahan
dari orang Kristen yang dewasa rohani. Yang ketiga: bergumul melakukan ke-
hendak Allah. Meski kita sudah tahu kehendak-Nya, itu belum cukup, kita
perlu komitmen untuk dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kudus agar sanggup
melakukan kehendak Allah tersebut.
Inspirasi: Sebagai orang Kristen, tentulah kita tidak mau disebut sebagai
orang bebal, orang bodoh dan mabuk anggur. Kita senang disebut sebagai
orang arif, orang yang mengerti kehendak Allah dan penuh dengan Roh
bukan? Oleh karena itu make choices with God.

POKOK DOA:
DENPASAR. Mengucap syukur: 1.) Pembaptisan jiwa-jiwa baru: 2.) orang di Ta-
banan dan 3 orang di Mataram. Pelayanan DS online mentoring terus dilakukan dalam
menjangkau banyak jiwa di tengah pandemi. 3.) Koordinasi staf kampus dengan maha-
siswa pengurus SLM berjalan dengan baik. Adanya penambahan mitra-mitra baru yang
mendukung pelayanan di Bali & NTB. Doakan: 1.) Agar Tuhan mencukupkan kebutuhan
dana operasional pelayanan kampus di tahun 2022-2023. 2.) Pembinaan dalam
kelompok-kelompok hidup baru (KHB) dan persiapan baptisan 4 orang di Tabanan
dan 5 orang di Bima. 3.) Para mentor online kiranya diberi kesetiaan dan kesehatan
serta hikmat dalam melayani banyak jiwa (para mentee) agar menerima Kristus
secara pribadi. 4.) Pelayanan di kalangan pemimpin khususnya di bidang
pendidikan, dikoordinir oleh Bapak Wayan Ruspendi dan di bidang bisnis dikoordinir
oleh Bapak Trisna Putra.
KEKUATAN SEBUAH KOMITMEN Rabu, 6 April 2022

Penulis : Yapada Haekase


Firman Tuhan : Ezra 4:1-2 (TB)

Ketika lawan orang Yehuda dan Benyamin mendengar, bahwa orang-orang


yang pulang dari pembuangan itu sedang membangun Bait Suci bagi TUHAN, Allah
Israel, maka mereka mendekati Zerubabel serta para kepala kaum keluarga dan
berkata kepada mereka: "Biarlah kami turut membangun bersama-sama dengan
kamu, karena kami pun berbakti kepada Allahmu sama seperti kamu; lagipula
kami selalu mempersembahkan korban kepada-Nya sejak zaman Esar-Hadon, raja
Asyur, yang memindahkan kami ke mari."

Ketika para lawan mendengar dan melihat bahwa Bait Suci sedang
dibangun kembali, maka mereka beriktiar untuk mengacaukannya dengan
cara menawarkan diri untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan/
pekerjaan itu, dengan mengatakan bahwa kami juga menyembah kepada
Allah yang sama. Mereka ini adalah keturunan bangsa asing yang kawin
mawin dengan orang israel, tetapi sesungguhnya mereka tidaklah
menyembah kepada Allah, melainkan kepada ilah-ilah lain.
Dalam 1 perikop ini (Ezra 4:1-24), kita melihat bahwa musuh-musuh itu
datang untuk merintangi pembangunan Bait Suci melalui tiga cara, yakni:
1. Membujuk orang Yahudi untuk bersekutu. "Biarlah kami turut
membangun bersama-sama dengan kamu" (ayat 2).
2. Merintangi secara terang-terangan dengan melemahkan semangat
dan membuat orang Yahudi ketakutan (ayat 4).
3. Membuat surat pengaduan palsu. Mereka menyogok para penasihat
untuk melawan orang-orang Yehuda itu (ayat 5).
Walaupun pembangunan Bait Suci sempat terjeda oleh karena situasi
yang ada, namun orang-orang Yahudi tetap bersemangat dan tidak berputus
asa, alhasil beberapa tahun kemudian dalam kepemimpinan raja Darius
pembangunan Bait Suci diselesaikan.
Bagaimana dengan kita selaku umat Tuhan dimasa kini dalam
melakukan tugas dan tanggung jawab atau pekerjaan yang dipercayakan-Nya
bagi kita? Adakah kita tetap berdiri teguh, kuat dan kokoh dalam komitmen
kita kepada Tuhan? Bila kita telah melakukannya dengan setia, kita harus
tetap waspada terhadap segala kemungkinan dengan meningkatkan kepekaan
kita di dalam Tuhan, terutama dalam menghadapi keadaan dunia dewasa ini,
banyak ujian hidup yang bisa saja meruntuhkan iman kita.
Inspirasi: Patut bagi kita dan selayaknya demikian untuk berpegang
teguh pada TUHAN dan firman-Nya, setia dan taat dalam melaksanakan
setiap tugas dan tanggung jawab yang dipercayakannya bagi kita tanpa
komproni dengan hasutan/tawaran/ikhtiar dunia ini. Haleluya, Amin.

POKOK DOA:
New Staff Training Indonesia. Bersyukur Proses mentoring bagi setiap Trainee
dan pelayanan di lapangan serta DMPD oleh Mentor bersama tim di setiap kota
perwakilan selama 3 bulan. Doakan: 1.) Tim NST (Trainees, Mentors dan
Trainers) terus memiliki hati yang berbelas kasih untuk jiwa-jiwa yang terhilang
dan terus bekerja bersama membangun gerakan PI/Pemuridan di kampus target
area Jakarta. 2.) Kelas IBS (Inductive Bible Study) yang akan diadakan
12-25 April 2022 oleh pak Boy Borang agar dianugerahkan hikmat dan
kesehatan yang baik bersama peserta IBS.
KETEGUHAN HATI PADA JALAN Kamis, 7 April 2022
YANG TIDAK MUDAH
Penulis : Yulius Wahyudi
Firman Tuhan : Daniel 6:1-28

Kita sudah dua tahun, mengalami pandemi covid-19. Jika kita


diminta mendeskripsikan, bagaimana menggambarkan kehidupan kita
saat ini, mungkin banyak yang mengatakan “bahwa tidak mudah
menjalani kehidupan dalam situasi pandemi”. Ada banyak korban dan
bahkan kesulitan-kesulitan yang ditimbulkannya. Tentu saja di lain
pihak ada juga kesempatan-kesempatan baru, bahkan budaya baru
yang dimunculkan karena kondisi pandemi ini.
Kisah Daniel, semenjak usia muda sampai dengan usia lanjutnya
di negeri pembuangan Daniel melewati jalan-jalan yang tidak mudah.
Namun demikian kisah Daniel menunjukan keberhasilannya dalam
berbagai aspek kehidupannya karena kesetiaannya kepada Tuhan.
Daniel pasal yang keenam ini, diawali sebuah kerajaan baru yang
berkuasa yaitu kerajaan Persia yang telah menaklukan kerajaan
Babel. Reputasi Daniel yang baik, menjadikan Daniel menjadi orang
kepercayaan Raja. Hal ini, membuat para administrator yang lain
menjadi iri hati. Akhirnya mereka bersekongkol dan memasukan
Daniel ke gua singa. Atas karunia Tuhan, Daniel dibebaskan dari gua
Singa dan Raja Darius memerintahkan seluruh rakyatnya agar takut
dan gentar kepada Allahnya Daniel.
Apa yang menjadi keteguhan Daniel dalam menjalani jalan yang
tidak mudah? Ada beberapa kriteria yang dimilikinya antara lain:
Kejujurannya
Kesetiaannya
Konsistensinya
Menjaga kata-katanya
Dan kemurnian hatinya.
Belajar dari kisah Daniel tersebut, adalah mungkin bagi kita
untuk tetap hidup murni dan suci di tengah-tengah kesulitan
dan tantangan. Tuhan adalah setia dan mampu menolong dalam
setiap situasi. Tuhan bisa memakai kesaksian hidup kita untuk
menyentuh hidup orang lain. Amin.

POKOK DOA:
Manado. 1.) Bersyukur untuk Training Penginjilan BKK FISIPOL UNSRAT pada
17 Februari 2022, 2.) Bersyukur untuk regenerasi SLM UNIMA (Rifana,Maria, Gratia)
dan TOT pada 25-27 Maret 22. Doakan:1.) Untuk pelaksanaan Pelayanan kasih
ke desa-desa yang sementara dipersiapkan. 2.) Rencana regenerasi pengurus
SLM UNSRAT pada akhir Mei'22. 3.) Doakan Training Intercessor pada 8-9 April
2022 dan LPM pada 23 April- 21 Mei'22
KEKUDUSAN ADALAH PROSES Jumat, 8 April 2022
SEUMUR HIDUP
Penulis : Yunus Siang
Firman Tuhan : 1 Petrus 1:13-20

“Sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1:16)

Kekudusan dari kata dasarnya kudus yang memiliki sinonim suci, murni
atau tanpa noda. Dalam Bahasa Ibrani Kekudusan di kenal dengan istilah
qadosy, dan dalam bahasa Yunani dikenal dg istila hagios yang memiliki
arti sama suci atau murni. Dalam Alkitab PL dan PB kudus atau qadosy
memiliki arti dipisahkan, dikhususkan atau terpisah, bisa kita lihat dari dua
ayat ini: Kel 3:5 “Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat:
tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri
itu, adalah tanah yang kudus” dan 1 Petrus 2:9 “Tetapi kamulah bangsa
yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah
sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari
Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya
yang ajaib” Apakah jenis tanah yang dipijak Musa berbeda dari tanah
disekitarnya atau apakah bangsa Israel semuanya kudus? Jawabanya tanah
yang dipijak Musa sama dengan jenis tanah disekitarnya. Dan bangsa Israel
sama juga dengan bangsa-bangsa lainnya ada orang jahat dan ada orang baik,
tetapi mengapa Tuhan katakan itu kudus, karena dipisahkan atau dikhsuskan
oleh Allah untuk tujuan Allah sendiri.
Kekudusan merupakan perintah dari Tuhan dan memiliki standar yang
sangat tinggi, standar kekudusan orang Kristen adalah Tuhan Yesus sendiri,
seperti yang tertulis dalam 1 Petrus 1:16 Kuduslah kamu sebab Aku kudus.
Apakah bisa saya kudus seperti Tuhan Yesus, jawabannya pasti bisa. Proses
kekudusan dimulai dari pembenaran (justification) kapan itu terjadi? ketika
seseorang mengerti dan memahami karya keselamatan yang sudah dikerjakan
oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib, dan dengan kesadaran pribadi mau
membuka hati mengundang Yesus untuk menguasai hidup sebagai Tuhan dan
jurusselamat.
Mengapa kekudusan menjadi proses seumur hidup? Sebab tidak
ada seorangpun yang kebal terhadap dosa. Dengan kedua tangan kita
pakai memuji Tuhan, tetapi dengan tangan yang sama kita pakai berbuat
dosa, dengan mulut kita memuji Tuhan, tetapi dengan mulut yang sama kita
pakai mencaci maki sesama. Lalu apa yang kita lakukan ketika kita sadar
bahwa kita telah berdosa? lakukanlah pernapasan rohani dengan jalan
mengakui setiap dosa dengan penyesalan tidak akan mengulangi dosa yang
sama di dalam doa, dan yakinlah sesuai dengan janjiNya dalam 1 Yoh 1:9
“ Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia
akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala
kejahatan” Tuhan pasti mengampuni setiap dosa yang kita perbuat,
tetapi jangan dengan alasan Tuhan mengampuni dosa kemudian
seenaknya berbuat dosa. Ibrani 10:26 “Sebab jika kita sengaja berbuat
dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada
lagi korban untuk menghapus dosa itu”.
Inspirasi. Keledai merupakan hewan yang bodoh, tetapi sebodoh
bodonya keledai tidak pernah jatuh di lubang yang sama, karena itu jangan
menjadi manusia yang lebih bodoh dari keledai dengan selalu jatuh di lubang
dosa yang sama.

POKOK DOA:
Magelang. Bersyukur atas kesehatan dan perlindungan Tuhan bagi staf, tim
MBB, murid dan mitra. Doakan: 1.) Terbentuk kelompok-kelompok pemuridan di
area target. 2.) Jiwa2 baru yang dalam pembinaan supaya terus dapat
bertumbuh secara rohani dan setia mengikut Kristus.
BEBAS HAMBATAN? Sabtu, 9 April 2022

Penulis : Lamroida Silalahi


Firman Tuhan : Ezra 4

Maka penduduk negeri itu melemahkan semangat orang-orang Yehuda dan


membuat mereka takut membangun. Bahkan, selama zaman Koresh, raja
negeri Persia, sampai zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia,
mereka menyogok para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu
dan menggagalkan rancangan mereka. (Ezra 4:4-5).

Dalam ketaatan untuk melakukan kehendak Tuhan adalah sangat


mungkin akan berhadapan dengan tantangan dan hambatan. Seperti yang
dialami oleh bangsa Israel ketika mereka akan kembali ke Yerusalem sesuai
janji Tuhan. Setelah tujuh tahun berada di pembuangan di Babel, Tuhan
menggenapi firman yang disampaikan kepada Israel melalui Yeremia
(Yeremia 29:10). Tuhan menggerakkan hati Koresh raja negeri Persia. Atas
perintah raja Koresh, kepada umat Tuhan diserukan agar mereka kembali ke
Yerusalem untuk membangun kembali bait suci.
Pada tahun kedua sesudah mereka sampai ke rumah Allah di Yerusalem,
dalam bulan yang kedua, mereka memulai pekerjaaan membangun rumah
Tuhan (Ezra 3:8). Melihat pembangunan telah dimulai, musuh umat Israel
berusaha untuk menggagalkan. Mereka melemahkan semangat orang-orang
Yehuda dan membuat mereka takut untuk membangun. Mereka menyogok
para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda. Kemudian mereka
menulis surat tuduhan bahwa pembangunan kota Yerusalem kembali hanya
akan membawa kerugian bagi raja-raja dan akan memunculkan
pemberontakan. Maka pekerjaan membangun rumah Tuhan terhenti sampai
tahun kedua zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia.
Setelah dikuatkan oleh nubuatan dari nabi Hagai dan Zakharia,
pekerjaan pembangunan dimulai kembali (Ezra 5:1-2). Tindakan umat Israel
kembali dipertanyakan. Namun kali ini dengan berani mereka menyampaikan
bahwa pembangunan dilakukan atas perintah raja Koresh. Kemudian Darius
mendukung sepenuhnya kelanjutan pembangunan bait suci (Ezra 6: 12).
Inspirasi: Di saat janji Tuhan digenapi dalam hidup Saudara dan
Saudara taat melakukan apa yang menjadi bagian Saudara, bukan berarti
akan selalu bebas hambatan. Berpegang pada janji dan penyertaan-Nya akan
membuat Saudara dapat terus melangkah meskipun ada hambatan dan
tantangan.

POKOK DOA:
Jayapura. Bersyukur: 1.) Konsultasi Doa Kampus tanggal 7 Maret 2022. 2.)
Kegiatan "Santai tapi pasti " suatu kegiatan Penginjilan yang dilaksanakan oleh Tim
GCM Sion Bersaksi pada tanggal 12 Maret 2022. Doakan: 1.) Seminar Doa pada
tanggal 23 April 2022 dengan target 30 orang. 2.) Pelayanan Film Yesus yang
dilaksanakan oleh Tim GCM dalam rangka Paskah dengan menjangkau wilayah
Holtekamp, Abe Pantai, Koya dan Dok.
BERKAT MENURUT SAUDARA APA? Minggu, 10 April 2022

Penulis : Iyan Satar


Firman Tuhan : Ayub 1:1-22

Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan


telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi,
TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1:21)

Banyak orang Kristen memahami berkat sebagai kekayaan


materi yang berkelimpahan. Waktu kita berdoa meminta berkat dan
kemudian Tuhan menjawab doa kita dengan memberikan rezeki yang
berlimpah kita merasa telah mendapatkan curahan berkat. Ada pula
pengajaran yang berkembang saat ini bahwa jika seseorang yang
dikenan Tuhan pasti diberkati dengan kekayaan yang melimpah.
Sebaliknya, orang yang hidup menderita dianggap sedang mendapatkan
hukuman Tuhan. Apakah benar demikian?
Saya menyakini bahwa Ayub adalah seorang yang diberkati
Tuhan. Ayub diberkati karena ia orang yang saleh, jujur, takut akan
Allah, dan menjauhi segala kejahatan. Tetapi sewaktu Iblis mengambil
semua kekayaannya dan membuat hidupnya menderita, apakah kita
menyebut Ayub sebagai orang yang tidak lagi diberkati Tuhan? Dalam
situasi yang sulit seperti itu, Ayub berkata, “Tuhan yang memberi,
Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” Bagi Ayub, justru
penderitaan yang dialaminya itu membawanya kepada pengenalan
yang benar akan Allah. Penderitaan itu memurnikan hatinya. Ayub pun
mengakui bahwa penderitaan adalah berkat Tuhan. mengapa berkat?
karena lewat penderitaanlah ia bisa mengenal Allah.
Berkat tak selalu berupa materi seperti uang, emas, atau
banyaknya investasi kita. Berkat adalah ketika kita tetap kuat dan
mempu berdiri teguh dalam keadaan yang melemahkan, mampu
mengucap syukur kepada Allah ketika tidak mempunyai apa-apa,
mampu untuk tersenyum saat diremehkan, dan tetap taat kepada Allah
walaupun keadaan tidak baik-baik saja.
INSPIRASI HARI INI : pengenalan yang mendalam tentang siapa
Allah yang sejati adalah berkat bagi kita orang percaya.

POKOK DOA:
Batam. Doakan: 1.) Training Penginjilan untuk Mahasiswa STTII Batam. 2.)
Praktek PI (Try Out) setiap minggu. 3.) Peserta sekitar 40 mahasiswa. 4.) Follow
Kerjasama Latihan PI dengan Gereja Methodis Indonesia (GMI) Distrik Kepri
MEMPERBAIKI DIRI Senin, 11 April 2022

Penulis : Iyan Satar


Firman Tuhan : Matius 7:1-5

“Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada Saudaramu: Biarlah aku


mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam
matamu.” (Matius 7:4)

Filsuf Yunani kuno Socrates mengatakan, "Hidup yang tidak diuji tidak
layak untuk dijalani." Namun kenyataannya, banyak orang menjalani hidup
yang tidak pernah diuji. Saudara, hidup ini semestinya diuji agar kita bisa
memperbaiki diri semakin lebih baik. Kita hidup di dunia yang berkembang
dengan sangat pesat. Telepon pintar kita selalu memberi notifikasi hal-hal
baru yang masuk. Banyak hal yang terlihat lebih menarik daripada melakukan
refleksi diri/perbaikan diri. Padahal, bila tidak memiliki perspektif yang jelas
mengenai diri sendiri, kita tidak bisa memiliki gambaran yang jelas untuk
berkembang, belajar, menikmati, dan menghargai diri.
Banyak orang tidak bisa memperbaiki dirinya sendiri, namun malah
menghakimi dan mau memperbaiki orang lain dan merasa orang lain itu
salah. Sebaliknya, ia menganggap dirinya pasti sudah benar. Padahal,
benarkah demikian, bahwa kita orang yang selalu benar? Tentu saja, sebagai
manusia, kita masih rentan melakukan kesalahan. Saudara, mari perhatikan
sikap Yesus terhadap hal ini. Dalam Yohanes 8:1-11, Suatu saat ada banyak
orang yang ingin menghukum perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
Mereka bertanya kepada Tuhan Yesus, “Apakah boleh menghukum
perempuan itu dengan merajam dengan batu seperti hukum Musa?” Yesus
menjawab, ”Siapa yang tidak pernah berbuat dosa, lemparlah batu pertama
kali kepada perempuan berdosa tersebut!” Siapa kita sehingga berani
menghakimi orang lain?
Bagian Firman Tuhan yang kita baca hari ini tidak bermaksud
mengajarkan bahwa kalau ada orang bersalah kita biarkan saja. Firman ini
menekankan tentang pentingnya kita memperbaiki diri sebelum menuding
dan mempersalahkan orang lain. Doa saya kiranya Roh Kudus akan menolong
kita untuk menyelaraskan kelakuan dengan kebenaran firman Tuhan,
bukannya sibuk menghakimi orang lain.
Inspirasi hari ini : Orang yang bijak akan selalu melakukan perbaikan
dalam dirinya agar semakin lebih baik.

POKOK DOA:
Lampung: Pelayanan bersama Gereja /GCM : Bersyukur: 1.) 42 anak M DMK &
pemuridan 2.) Latihan PI maret di GMI Bandarjo & sukadami 75 orang 3.)
Kesetiaan tim PI Natar melakukan gerakan. Doakan : 1.) Penjangkauan anak
bersama GSJA Natar, Bimbel Baradatu , GPIN balam, 2 Pos PI krjsma dg OCC
Amerika. 2.) FU latihan PI . 3.) PI melalui doa pelepasan
Pelayanan kampus. Mengucap syukur kerjasama Rektorat Itera dan Pembina
serta Pengurus PMK Itera yang sudah di sepakati pada 23 Februari lalu dalam
penjangkauan mahasiswa Kristen Itera. Doakan: 1.) Pembuatan Kurikulum
pembinaan yang akan di sampaikan ke Rektorat ITERA. 2.) Untuk tempat (RIMA/
Rumah Ibadah Multi Agama) yang di berikan oleh kampus sebagai sarana
pembinaan, dapat di gunakan secara maksimal. 3.) Pembinaan dalam kelompok kecil
di semua kampus di Bandar Lampung berjalan dengan baik.
HIDUP YANG Selasa, 12 April 2022

BERKENAN BAGI TUHAN


Penulis : Yapada Haekase
Firman Tuhan : Ezra 7: 1-27 (TB)

“Ezra ini berangkat pulang dari Babel. Ia adalah seorang ahli kitab,
mahir dalam Taurat Musa yang diberikan TUHAN, Allah Israel. Dan raja
memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan TUHAN,
Allahnya, melindungi dia”. Ay’ 1.

Hidup sebagai bangsa tawanan (dalam pembuangan) tidak membuat


Ezra terpuruk atau putus asa, tidak memberontak atau komplain kepada
Tuhan, melainkan ia memberi sikap yang sangat baik, bahkan
bersukacita dalam menjalaani hari-hari hidupnya di Babelonia. Hal ini
sangat terlihat dalam diri Ezra bahwa ia sangat meyakini firman Tuhan, ia
selalu menyediakan waktu untuk menyelidiki firman Tuhan, ia berkomitmen
untuk menaati firman Tuhan dan bahkan ia mengajarkan firman Tuhan.
Dari firman Tuhan dalam Ezra pasal 7 ini kita dapat melihat
bahwa Kesetiaan dan Ketaatan kepada TUHAN inilah yang membawa Ezra
mengalami pertolongan Tuhan saat ia pulang dari Babelonia dan tiba di
Yerusalem (ayat 1 -9). Raja malah memberi segala yang diinginkan Ezra (ayat
6b). Raja memberi kuasa kepada Ezra untuk mengatur kebaktian di dalam
Rumah Allah. Bahkan seluruh keperluannya didukung oleh perbendaharaan
kerajaan (ayat 15-26).
Kehidupan Ezra menjadi contoh bagi kita untuk tetap
memelihara kesetiaan kita dalam mengikut Tuhan, bahkan saat
pengharapan itu terasa jauh dan tak terlintas dalam pikiran. Hanya
dengan keyakinan bahwa akan ada waktunya bagi Tuhan untuk
menyatakan uluran tangan-Nya dan bahwa pertolongan Tuhan akan
nyata menyertai umat-Nya yang menunjukkan kesetiaan kepada Dia.
Saudaraku, adakah kita sungguh-sungguh meyakini firman Tuhan, selalu
menyediakan waktu untuk menyelidikinya, menaatinya dan mengajarkannya?
Kiranya Tuhan menolong kita dalam membangun
suatu konsep hidup yang benar di mata Tuhan. Tiada yg mustahil
Tuhan akan menyatakan hal-hal yang tak terpikirkan atau tak
terbayangkan sebagaimana yang dialami Ezra.
Inspirasi: Kita memiliki Allah dan Tuhan yang sama
dengan Ezra, oleh karena itu yakin dan percayalah bahwa Tuhan tidak
tinggal diam ketika kita mau selalu hidup berkenan pada-Nya. Mujuzat
itu masih ada dan Tuhan dapat melakukannya bagi kita. Haleluya, Amin

POKOK DOA:
Fund Development. Mengucap syukur untuk beberapa mitra coorporate
yang sudah merealisasikan dukungan mereka, Doakan: 1.) untuk Follow up
Mitra coorporate yang belum realisasi. 2.) agar semua staf dan NST mencapai
100% usaha dananya. 3.) Rencana Tim Building Fund Dev, pada 12 -15
april yang tujuannya evaluasi, perencanaan dan koordinasi dalam rangka
kemandirian.
KELEMAHAN YANG MENGUATKAN Rabu, 13 April 2022

Penulis : Boy Borang


Firman Tuhan : 2 Korintus 12:1-10

“Karena itu aku senang dan rela dalam kelemahan, di dalam siksaan, di
dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus.
Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” 2 Korintus 12:10)

Seorang dosen bertanya pada mahasiswanya “Apakah Allah itu


Mahabijaksana? Perhatikan lima jari saudara; di sana ada jari jempol,
telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking. Manakah yang dianggap
paling lemah tak begitu berarti? Perhatikan bahwa sebenarnya tidak ada yang
paling lemah. Coba saudara bayangkan jika tidak ada jari kelingking, apa
yang terjadi? Justru kelingking yang dianggap terkecil malah berfungsi
memberi kekuatan kepada jari lainnya.”
Paulus bukan saja mau berkata bahwa, di saat ia lemah justru ia kuat,
tetapi juga kelemahan (keterbatasannya), menguatkan orang lain. Ini juga
merupakan pernyataan yang tak masuk akal bagi mereka yang di luar Kristus.
Tetapi yang terjadi adalah, makin ia menderita, makin banyak orang
terbangun iman dan semangatnya (Filipi 1:12-14). Sama dengan apa yang
terjadi pada Petrus, saat ia dipenjarakan, malah jemaat makin berani dan
berdoa memohon kekuatan dari Tuhan (Kis. 4). Mari kita pandang dengan
iman ke 2000 an tahun yang lalu, apa yang terjadi saat Yesus disalibkan?
Kepala pasukan yang menyalibkan-Nya itu, malah menjadi sadar dan
mengakui bahwa Yesus adalah orang benar (Lukas 23:47). Maka dapat
dikatakan, bahwa Yesus Kristus yang kelihatan ‘lemah’ itu justru kuat dan
berkuasa mengubah hati orang. Paulus kini mengerti dan bisa
membandingkan, tatkala ia belum berjumpa dengan Kristus, ia sering merasa
kuat. Saat sudah dijamah oleh Kristus, ia yang lemah menjadi kuat. Lowery
menulis tentang Paulus, “When he was weak, then Christ, by His strength,
could make Paul spiritually strong.”
Mungkin kita juga, di saat-saat banyak tantangan dan pergumulan,
tanpa kita sadar justru itu menguatkan banyak orang. Mengapa? Mereka tentu
menyaksikan bahwa karena di dalam kita ada Kristus, kita sanggup menerima
segala sesuatu dengan besar hati dan ucapan syukur (cf. Filipi 4:13).
Sebaliknya, apa yang terjadi dengan orang lain, tatkala melihat kita lemah
dan putus asa? Mereka bisa mencibir, “begitukah orang Kristen?”
Inspirasi: Prinsip logika berkata: “Yang lemah pastilah lemah, yang kuat
pastilah kuat.” Firman Tuhan yang ajaib berkata lain: “Orang yang merasa
dirinya lemah justru dialah yang kuat, karena Kristus sumber kekuatan ada di
dalamnya.”

POKOK DOA:
Surakarta. Mengucap Syukur: 1.) Kekuatan dan kesehatan serta pemeliharaan
Tuhan atas seluruh keluarga staf. 2.) Para mitra pelayanan dan para mitra baru yang
setia mendukung pelayanan staf dan volunteer LPMI Solo. Doakan; 1.) Kehidupan
rohani, kesehatian, kreatifitas bagi anggota staf untuk menjangkau Solo Raya
bagi Kristus. 2.) Kemitraan LPMI Solo dengan gereja-gereja, lembaga-lembaga
pelayanan dan para profesional melalui pelayanan Film Yesus, PI dan Pemuridan,
sehingga banyak orang terlibat dlm penggenapan Amanat Agung.
KEHANCURAN YANG MEMBANGUN Kamis, 14 April 2022

Penulis : Boy Borang


Firman Tuhan : Lukas 22:54-62
“Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.” (Lukas 22:62)

Seorang mantan napi, saat bebas dari masa hukumannya, menyatakan


penyesalannya yang amat sangat. Ia meminta ampun pada
orangtuanya, karena tidak menggubris nasihat mereka. Ia benar-benar
merasa hancur-hancuran. Namun satu hal yang ia syukuri, orang tuanya
masih menerimanya dengan kasih sayang yang besar. Sang anak pun bertekad,
akan mengisi waktu -waktu hidupnya yang sisa, jika masih diberi
kesempatan, untuk memuliakan Tuhan serta mengasihi orangtuanya.
Coba kita perhatikan, pada waktu Petrus tersadar bahwa ia
telah melakukan sesuatu yang menyakitkan, menyangkal Yesus, ia sangat
menyesal. Pada saat-saat Yesus mulai disesah dan disiksa, dengan cambuk
yang tajam mencabik daging-Nya, di situ Petrus menangis tersedu-
sedu, menyesali kelakuannya. John Martin menggambarkan, “Peter
realized what he had done. His bitter weeping showed he was
heartbroken over the fact he had denied Jesus.” Ia benar-benar merasa
hancur hati, apa mau dikata, kecuali ia mau bertobat, memohon kasih dan
pengampunan Allah (cf. Mazmur 51:19). Dan tatkala ia bangkit dari
kehancuran itu, ia siap menderita bagi Sang Raja, bagi Dia Juruselamat
yang penuh kasih itu. Tradisi memberitahu, Petrus akhirnya siap disalib
terbalik sekalipun. Ia merasa tak layak disalib seperti Tuhan yang sudah
berkorban baginya. Tadinya menyangkal, berubah menjadi militan bagi
Kristus. Ini kelihatan dalam isi suratnya kepada jemaat di negeri rantau; 1
Petrus 2:18-25, ia mendorong orang percaya siap menderita bagi Kristus.
Petrus bukan saja bangkit, tetapi juga mendapat kepercayaan mulia untuk
membangun dan menggembalakan domba-domba-Nya (Yohanes 21:15-19).
Siapakah kita? Kita pun tak ada bedanya dengan Petrus bukan? Kita benar -
benar pernah merasa hancur, tatkala kita sadar bahwa kita juga orang
berdosa, yang melukai hati Tuhan. Mari bangkit, berjalanlah sesuai kehendak-
Nya, dan siap melayani Dia.
Inspirasi: Kehancuran hati Petrus telah membuatnya menjadi seperti
batu yang kuat tak bergeser, tatkala Kristus Batu Penjuru itu masuk dan
bertahta di hatinya.

POKOK DOA:
Palembang. Pelayanan Mahasiswa. 1.) Mengucap syukur untuk 4
pemimpin kelompok (mahasiswa) yang ada saat ini: Arini, Erika, Regina &
Yonatan. Doakan supaya 1.) Tuhan terus memberikan hikmat, kekuatan &
semangat di dalam membina anggota kelompok mereka dan Tuhan menolong
mereka sehingga dapat mengatur waktu dengan baik antara Pelayanan &
Pengerjaan skripsi yang saat ini sedang mereka kerjakan. 2.) Semua mahasiswa
yang sedang dibina agar mereka dapat mengalami pertumbuhan secara rohani
& menangkap visi sehingga mereka memiliki kerinduan untuk melakukan hal yang
sama yaitu PI & Pemuridan.
TIDAK AKAN PERNAH Jumat, 15 April 2022
DITINGGALKAN LAGI
Penulis: Taliks Eduart Sambode
Firman Tuhan: Matius 27:45-46

Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam
tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli,
lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau
meninggalkan Aku? (Matius 27:45-46).

Anak saya Wesley, sering berteriak ketakutan ketika bangun tidur lalu
mendapati kamar dalam keadaan gelap dan papa serta mamanya tidak ada di
sampingnya. Salah satu kebiasaanya sebelum tidur Ketika lampu kamar sudah
dimatikan adalah memegang tangan papa atau mamanya erat-erat sampai
tertidur.
Teks bacaan Alkitab kita hari ini mengisahkan peristiwa yang sangat
memilukan yang dialami oleh Yesus yaitu ditinggalkan oleh BapaNya.
Sebelum kisah penyaliban terjadi, Yesus dikhianati oleh Yudas Iskariot
(Matius 26:14-16), dan ketika Yesus ditangkap semua orang-orang
terdekatnya yaitu murid-murid-Nya lari meninggalkan-Nya (Matius 26:56).
Yesus mengalami penderitaan yang luar biasa. Ia dihina, dipukul, dicambuk,
ditelanjangi, tangan dan kakinya dipaku di kayu salib. Namun penderitaan
yang lebih menyakitkan yang dialami Yesus adalah ditinggalkan oleh Bapa-
Nya. Di tengah-tengah kegelapan yang mencekam Yesus berteriak dengan
suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” (Allahku, Allahku, mengapa
Engkau meninggalkan Aku?). Bukankah Yesus memiliki hubungan yang begitu
dekat dengan Bapa-Nya? Mengapa Yesus justru ditinggalkan oleh Bapa-Nya
dipuncak penderitaan-Nya?
Yesus harus ditinggalkan oleh Bapa-Nya karena Ia memikul hukuman
dosa kita. Ia menanggung hukuman yaitu murka Allah terhadap dosa-dosa
kita. Bukankah dosa yang memisahkan kita dari Allah? (Kej. 3:23-24; Yes.
59:1-2; Mat.25:41; Roma 6:23; 2 Tes. 1:9; Wah. 21:8). Karena itu, kalau
Yesus mau memikul hukuman dosa kita, Ia harus mengalami keterpisahan itu.
Yesus harus ditinggalkan oleh Bapa-Nya supaya kita dapat diterima oleh Allah
Bapa menjadi anak-anak-Nya. Yesus harus ditinggalkan oleh Bapa-Nya supaya
kita Kembali diperdamaikan dan memiliki hubungan yang harmonis dengan
Allah. Yesus harus ditinggalkan Bapa-Nya supaya kita tidak terpisahkan lagi
dari Allah. Yesus harus ditinggalkan Bapa-Nya supaya kita mengalami
penyertaan Allah sampai selama-lamanya. Ibrani 13:5b menegaskan
penyertaan Allah bagi kita: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau
dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Bagi kita yang setia
melaksanakan Amanat Agung-Nya, kita juga pasti mengalami penyertaan
Allah: “..., Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir
zaman." (Matius 28:20). Bukankah ini sesuatu yang indah dan Ajaib? Kita
tidak akan pernah ditinggalkan oleh Allah. Dia menyertai kita sampai selama-
lamanya.
Inspirasi hari ini: Di atas kayu salib, Yesus ditinggalkan Bapa-Nya,
supaya kita diterima menjadi anak-anak Allah dan disertai oleh Allah untuk
selama-lamanya.

POKOK DOA:
JUMAT AGUNG. Doakan peringatan Jumat Agung di berbagai gereja di Indonesia,
agar berjalan dengan aman dan damai. Doakan juga agar jemaat tidak hanya
memperingati secara ceremonial saja tapi sumgguh-sungguh ada menghayati arti
penebusan Tuhan Yesus melalui kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib dan
mereka menjadi jemaat misioner.
IKUTLAH MENDERITA Sabtu, 16 April 2022

Penulis : Yeskiel Lanmai


Firman Tuhan : 2 Timotius 2:1-13

“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.” (2
Timotius 2:3).

Desember 2002, saya mendampingi Tim Mission Trip dari STT Jafray
Makassar, ke desa Miallo Tanah Toraja, SulSel. Tim terdiri dari 13 mahasiswa
1 dosen senior dan saya Tim Fim Yesus dari LPMI. Jarak tempuh sekitar 270-an
KM dari Kota Makassar dengan bus. Curah hujan cukup lebat sehingga kami
harus bermalam di kota kecamatan di rumah seorang warga. Keesokan harinya
setelah Ibadah dan sarapan pagi, Tim melanjutkan perjalanan dengan
berjalan kaki menuju daerah target, barang-barang peserta diangkut Dua ekor
kuda, Lima orang cowok bersama saya memikul alat-alat proyektor Film
Jesus.
Tujuh jam perjalanan menyusuri lereng gunung dan bukit melalui jalan
setapak, kondisi jalan lincin sehingga beberapa kali kami terjatuh, saya mulai
mengeluh karena beratnya beban, “Waduh kalau saya tahu sengsara begini
saya tidak ikut, bawa diri saja sudah mau mati rasanya ditambah beban
seberat ini”, lalu sang dosen senior tua ini merespon dari depan: “Melayani
Tuhan Yesus harus ikut menderita, ini baru pikul alat Film lebih berat kalau
pikul balok besar yang kasar, itulah yang Tuhan Yesus lakukan, dosa kita lebih
berat dan tajam dari pada paku di kaki tangan dan tombak yang menikam
lambung-Nya.” Kata-kata itu membuat saya terus merenung sepanjang
perjalanan, bahkan sampai saat ini tetap setia melayani, meskipun ada begitu
banyak tantangan yang mesti saya alami.
Sebagai pembanding sebelum dan sesudah saya menerima Kristus;
dulunya, saya bisa berbuat sesuka hati, setelah percaya Tuhan, malah
menjadi lebih repot, ketika diusir, disindir dan dicurangi, tidak bisa
membalas; saat disakiti, tidak bisa memaki dan menyimpan dendam. Apa
alasannya? Karena Kristus telah menanggung penderitaan saya, saya siap ikut
menderita, inilah harga yang harus dibayar.
Paulus menegaskan agar kita tidak hanya menjadi seorang Kristen saja,
tetapi harus ikut menderita demi Kristus. Ia memberikan gambaran sebagai
seorang prajurit yang sedang berjuang sungguh-sungguh akan berkenan
kepada komandannya, seorang olahragawan yang bertanding menurut
peraturan-peraturan olahraga meraih juara dan mendapat medali, seorang
petani yang bekerja keras akan menikmati hasil usahanya (ayat 4-6).
Ispiration: Tetaplah setia mengiring Kristus, ikut menderita dan bertekun
karena upahmu besar di Sorga.

POKOK DOA:
Malang. Bersyukur utk pengurus Ikatan Mah Kristen /Imakris UM yang sedang
dimuridkan. Doakan: 1.) Supaya semester berikutnya para pengurus bisa memuridkan
mahasiswa semester baru. 2.) beberapa kelompok pemuridan yang sudah mulai
pertemuan onsite.
KEMATIAN YANG MENGHIDUPKAN Minggu, 17 April 2022

Penulis : Boy Borang


Firman Tuhan : Roma 6:1-14

“Jadi jika telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup
juga dengan Dia.” (Roma 6:8)

Situs Website cukup rinci mencatat riwayat hidup para tokoh agama,
termasuk Buddha Gautama, yang konon lahir di Nepal dekat Himalaya (563
SM), kemudian meninggal (483 SM) di India. Bila orang ingin melihat situs
tempat mereka lahir dan mati, tentu saja bisa ditemukan. Mereka telah mati
sebagaimana semua manusia pada umumnya dan tidak berdaya untuk
menghidupkan orang lain. Dia bukan saja tak berdaya menyelamatkan diri,
tetapi justru dia sendiri memerlukan keselamatan. Namun sayang sudah
terlambat, karena menerima Juruselamat itu ketika orang masih hidup.
Kematian Yesus di salib itu menyebabkan kehidupan bagi orang yang
percaya, ini satu hal yang sulit dipahami. Meskipun Ia telah mati tetapi Ia
bangkit lagi, membuktikan Dia adalah Hidup itu sendiri. Ini adalah suatu
berita yang dianggap berbenturan dengan akal sehat. Apalagi kalau
mendengar perkataan rasul Paulus, bahwa mereka yang telah mati dengan
Kristus, akan hidup bersama-Nya selama-lamanya. Mengenai hal ini John
Witmer menulis, “The sharing of the resurrection life of Christ begins at the
moment of regeneration, but it will continue as a believer shares eternity
with the Lord.”
Orang duniawi tidak bisa mengerti hal ini, karena mereka tidak bisa
menerima perkara-perkara rohani. Mengapa? Karena matahatinya sudah
dibutakan (1 Kor. 2:14; 2 Kor. 4:4). Ada cerita tentang 2 ekor anak ayam
berdebat tentang apa yang mereka lihat. Yang sudah menetas berkata
kepada yang belum menetas, “Coba kau lihat, langit itu biru!” Tetapi apa
kata yang satu: “Aku tidak percaya langit itu biru karena apa yang aku lihat
semuanya gelap.” Akhirnya, setelah yang satu itu menetas, ia pun berkata:
“Betul sekali apa yang kau bilang. Aku memang tidak bisa melihat langit itu
biru, karena saya belum menetas.” Kita melihat di sini bahwa, pengakuan
akan kebenaran selalu terjadi setelah seseorang mengalami kebenaran itu.
Ketika Paulus belum ditangkap oleh Kristus, tidaklah mungkin ia berkata-kata
tentang mati dan hidup di dalam Kristus. Itu ranahnya pikiran orang yang
sudah dilahirkan kembali (Yohanes 3:3,5). Bagaimana dengan kita? Kita
bukanlah orang yang sekedar mengerti doktrin keselamatan, tetapi sudah
mengalami keselamatan itu. Haleluya!
Inspirasi: Orang mati rohani tidak akan pernah sehati sepikir dengan
orang yang hidup secara rohani, kecuali ia sudah menerima Dia sumber hidup
sejati itu.

POKOK DOA:
Bangsa dan Negara. Berdoa untuk bapak Presiden, wakil Presiden dan para
Menteri, agar mereka dapat melaksanakan tugas pemerintahan dan dapat
menemukan solusi yang terbaik di masa-masa yang tidak mudah ini, sehingga seluruh
rakyat Indonesia memiliki hidup damai dan sejahtera, Doakan juga keamanan seluruh
wilayah di Indonesia sehingga peringatan Paskah hari ini berjalan dengan damai
sejahtera.
KESUKARAN YANG MENYUKAKAN Senin, 18 April 2022

Penulis : Boy Borang


Firman Tuhan : 2 Korintus 4:1-15
Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya
kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.” (2 Korintus
4:10).

Dalam suatu kesempatan ketika berbicara di LSN LPMI, Pdt. Dr. Peter
Wongso bertanya, “Saudara, di dunia ini apa yang paling sukar?” Waktu itu
tidak ada yang segera menjawab. Setelah menunggu beberapa saat, beliau
memberitahu jawabannya. Ia berkata, “Hal yang paling sukar di dunia ini
adalah kesukaran.” Sontak semua tersadar, “Oh..ya ternyata itu
jawabannya.” Pertanyaan itu sederhana dan singkat tetapi agak filosofis.
Bagi orang dunia ini, kesukaran itu selalu berarti negatif, namun orang
Kristen selalu belajar bahwa kesukaran itu harus dipandang dari sisi
positifnya.
Seperti rasul Paulus, andaikata ia diwawancarai, tentu saja banyak
yang akan dia sampaikan. Kita dapat membaca dari surat-suratnya, termasuk
2 Korintus 4:10 ini. Setelah dia menjadi seorang hamba Kristus yang setia dan
militan, ia mengakui bahwa apa yang dialami Yesus, yaitu siksa dan sengsara
yang ditimpakan kepada-Nya, juga dialaminya. Meskipun ia lemah dan tak
berdaya, tetapi ada kuasa Kristus yang hidup di dalam dirinya. Kuasa
Kristuslah yang membuat ia mampu menanggung segala penderitaan dan
kesukaran. Apakah itu kesukaran secara fisik, mental, batiniah, ia dapat
menangungnya di dalam Kristus (Filipi 4:13). Misalnya, bagaimana ia masih
bisa bernyanyi bersama Silas di penjara Filipi, sembari dibelenggu dan
dipasung di ruang yang paling tengah? (Kis. 16:24). Juga bagaimana mungkin
ia bicara bersukacita padahal ia sendiri berada di penjara? Dunia memang
merasa aneh, bagaimana mungkin di saat-saat sukar masih saja mendorong
orang lain bersukacita? Ingatkah ketika ketiga pria, Sadrakh,Mesakh,
Abednego, dimasukkan ke dalam perapian, tetapi mereka tetap kelihatan
tenang (Daniel 3)? Bagi mereka mungkin ruang perapian itu seperti ruang
sejuk. Begitu pula Daniel, gua singa rasanya seperti ruang yang nyaman
(Daniel 6).
Bagaimana kita menyikapi kesukaran yang kita alami? Belajar dari Nic
Vujisic, ia tidak lagi memandang cacat fisiknya sebagai masalah. Belajar dari
Fanny Crosby, yang seolah-olah lupa dengan kebutaannya, ketika hatinya
memandang ke sorga, sambil menulis ribuan lagu. Kita berani menerima
kesukaran untuk kebaikan kita.
Inspirasi: Kesukaran memang fakta yang tak dapat dihindari, tetapi yang
penting bagaimana menyikapinya. “Di kala kita muda kita berlari kearah
kesukaran, ketika sudah tua, kesukaran berlari mendekati kita.” (Josh
Billings).

POKOK DOA:
Semarang. Pelayanan radio di daerah Tegal.Dalam rangka menyambut Paskah,
siaran renungan Kisah Yesus akan mengambil tema seputar penyaliban dan
kebangkitan. Doakan agar rencana siaran di 5 stasiun Radio dapat terlaksana dengan
baik, dan menjadi berkat bagi para pendengar di daerah tersebut. Doakan seorang
mitra pelayanan yang menjadi penghubung ke stasiun-stasiun radio tersebut dan
yang akan melakukan follow up bagi pendengar yang memberikan respon agar
senantiasa diberkati dalam kehidupan dan pelayanannya.
KEBAHAGIAAN DALAM PENCOBAAN Selasa, 19 April 2022

Penulis : Jerry Tamburian


Firman Tuhan : Yakobus 1:2

“Saudra-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu


jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.”

Bagaimana respon saudara ketika menghadapi pencobaan dan kesulitan


hidup? Pertanyaan tersebut saya ajukan kepada beberapa mahasiswa
dalam sebuah kelompok PA. Seorang mahasiswa menjawab, bahwa dia
takut dan kuatir karena situasi Covid-19 dewasa ini. Mahasiswa
yang lain mengatakan, bersyukur dengan situasi tersebut dan yang lain
menjawab menyerahkan kepada Tuhan melalui doa.
Apa kata firman Tuhan ketika kita menghadapi berbagai-
bagai pencobaan? Yaitu “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu
jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.” (Yakobus 1:2). Yakobus
menyadari keadaan jemaat pada waktu ia menulis surat ini, yaitu dalam
kondisi sulit oleh karena berbagai bagai pencobaan yang datang kepada
mereka. Dan Yakobus tahu persis bahwa solusi terhadap situasi sulit itu
adalah hati yang berbahagia (Yakobus 1:2), kemudian dalam ayat 12 dari
Yakobus pasal 1, ia kembali menasihatkan jemaat : “Berbahagialah orang
yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji,
ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah
kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”
Rasul Paulus juga menulis hal yang sama kepada jemaat di Roma untuk
tetap bersukacita apabila mengalami berbagai macam kesulitan dan cobaan,
tertulis dalam Roma 5:3“Demikian juga kita dapat bersukacita, pada
waktu kita mengalami kesulitan dan cobaan, sebab kita tahu hal itu
baik bagi kita karena menolong kita belajar bersabar.” (FAYH).
Demikian juga rasul Petrus menulis kepada orang-orang pendatang yang
sudah percaya kepada Tuhan yang tersebar di Pontus, Galatia,
Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, segaimana teertulis dalam 1
Petrus 1:6: “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini
kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.”
Setiap kita sebagai pribadi masing-masing memiliki berbagai-
bagai pencobaan atau situasi yang sulit saat-saat ini, apakah karena masalah
sakit, ekonomi, pekerjaan, hubungan dalam keluarga dan ada
banyak hal lagi. Kebenaran firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk tetap
berbahagia. Cara yang terbaik bagi kita untuk tetap berbahagia
adalah dengan cara menyerahkan semua persoalan kita kepada Tuhan
dalam doa (1 Petrus 5:7), tetap bersyukur dalam situasi apapun
(1Tesalonika 5:18) dan ijinkan Roh Kudus memimpin hidup kita tiap-tiap
saat (Efesus 5:18).
Inspirasi: Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi
semangat yang patah mengeringkan tulang. Amsal 17:22

POKOK DOA:
Surabaya. Mengucap syukur untuk pembinaan rutin di PDAM dan Pemkot bagi
karyawan kristen. Doakan: 1.) Pembinaan rutin tersebut memberi dorongan bagi
mereka untuk berdampak bagi LIFE mereka. 2.) Pertemuan doa rutin pada hari Jumat
untuk pencapaian 514 kota kabupaten dan pergumulan bangsa negara. 3.) Adik adik
binaan yang mulai kuliah secara tatap muka kiranya terus diberikan kesehatan dan
tetap terus semangat membangun gerakan di kampus mereka masing masing. Leader
Impact Surabaya. Doakan, Para Leader yang sedang dibina dalam pengenalan
kepada Kristus, agar Kristus memberikan kerinduan yang dalam untuk mengenal
Yesus, doakan juga keluarga dan pekerjaan mereka.
SUSAH MELIHAT Rabu, 20 April 2022
ORANG LAIN SENANG
Penulis : Dondi Sijabat
Firman Tuhan : Lukas 15:25-32

Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih
anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka
marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk lalu ayahnya keluar dan
berbicara dengan dia (27-28).

Kecenderungan manusia berdosa adalah 4 S. Senang melihat orang lain


susah, susah melihat orang lain senang. Selalu mementingkan diri sendiri dan
iri melihat orang lain berhasil.
Di dalam perumpamaan tentang anak yang hilang (Lukas 15:11-32)
diceritakan bahwa anak yang sulung marah kepada bapanya ketika
mengetahui bahwa adiknya, si bungsu yang sudah memboroskan harta
kekayaan bapanya dengan berfoya-foya, diterima begitu saja untuk kembali
ke rumah bapanya. Anak yang sulung bahkan menambahkan frase bersama-
sama dengan pelacur-pelacur sebagai cara si bungsu memboroskan harta
miliknya. Sementara di ayat-ayat sebelumnya hanya dikatakakan dengan
hidup berfoya foya-lah si bungsu memboroskan harta milik bapanya itu. Tidak
hanya marah kepada bapanya, anak yang sulung juga telah menunjukkan
kebanggaan pada dirinya bahwa ia telah bertahun-tahun melayani dan belum
pernah melanggar perintah bapanya. Ia mulai membanding-bandingkan. Jika
adiknya saja mendapatkan anak lembu tambun sekembalinya dari hidup
berfoya-foya, Anak sulung itu merasa pantas untuk minimal mendapatkan
seeokor anak kambing untuk bersuka cita dengan sahabat-sahabatnya.
Sikap yang ditunjukkan oleh si sulung di dalam perumpamaan ini juga
pernah terjadi pada diri saya. Saya berfikir dan berkata dalam hati: “Enak
saja! Setelah kesalahan besar yang kamu lakukan, semudah itu kah saya harus
memaafkan dan melupakan?” Saat itu saya susah melihat orang lain senang.
Suatu saat Roh Kudus menginsafkan saya. Saya seperti dibukakan kembali
rekaman kehidupan lama saya yang sering kali menyakiti hati Allah, minta
ampun dan selalu dimaafkan-Nya. Saya bertobat. Saat ini, saya belajar terus
untuk senang melihat orang lain senang dan susah melihat orang lain susah
(artinya saya mau berempati kepada mereka yang susah dan berusaha hadir di
dalam kesusahan orang lain).
Inspirasi: Siapapun Saudara yang saat ini sedang jauh meninggalkan
persekutuan dengan Bapa, segeralah kembali kepada kasih Bapa! Jika ada
orang Kristen di sekitarmu yang tidak suka dengan pertobatanmu, tidak apa-
apa. Ampuni saja dia! Tetapkanlah langkahmu untuk kembali kepada
persekutuan dengan Bapa! Karena Bapa tidak sekadar akan menunggu, tetapi
Ia akan berlari menghampiri Saudara.

POKOK DOA:
Pati. Mengucap syukur: 1.) UNTUK bulan DMPD ini TUHAN tambahkan Tim misi yang
baru untuk mendukung pelayanan tim LPMI Pati. 2.) Sharing visi di GEREJA
GITJ TOMPO MULYO pada bulan Maret. Doakan: 1.) Tim misi yang baru
mereka sungguh-sungguh berkomitmen mendukung pelayanan dalam rangka
menjangkau jiwa-jiwa bagi Kristus. 2.) Pemuridan kerjasama dengan PPA
Tlogowungu agar dapat menghasilkan murid-murid yang berlipat ganda.
TAKUT KALAH Kamis, 21 April 2022
SEBELUM BERPERANG
Penulis : Wilfred Soplantila
Firman Tuhan : 1 Samuel 17 : 19 – 24

Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari
padanya dengan sangat ketakutan. (1 Samuel 17 : 24)

Apakah Saudara pernah menyerah sebelum mencoba melakukan


sesuatu karena takut gagal? Orang Israel pernah mengalami hal itu. Ketika
orang Israel melawan orang Filistin mereka diliputi suasana ketakutan
setiap kali Goliat tampil menantang mereka. Ayat mas hari ini
mencatat mereka lari dengan sangat ketakutan.
Terkadang keadaan membuat kita menyerah dan mundur
dari pertandingan dalam meraih kesuksesan yang kita impikan. Betapa
sering kita mudah tergoda untuk takut dan merasa kalah sebelum
berperang. Rasanya lebih aman untuk menyerah daripada terus
berjuang. Sebaliknya, Daud memiliki sikap yang berbeda, ia melawan
takut dengan iman. Ia tidak melihat besarnya tantangan tetapi melihat
besarnya kuasa Allah yang dasyat.
Pernahkah saudara mendengar kisah seorang petualang terkenal
bernama Hernando Cortes? Ia adalah seorang komandan tentara angkatan
Laut Spanyol. Pada tahun 1519, ia mendarat di Pantai Veracruz,
Meksiko. Waktu itu ia bersama pasukannya ingin merebut tanah itu
untuk Spanyol. Ia menghadapi pertarungan hebat dengan musuh yang
agresif, penyakit yang ganas, serta fasilitas yang minim.� Suatu saat tiba-
tiba �Cortes menyuruh salah satu letnannya untuk kembali ke pantai dengan
satu perintah: �"Bakar kapal kita..." Maksud dari perintah ini jelas: Ap�apun
yang terjadi, kita tak akan kembali, kita rebut tempat ini atau kita mati
di sini.�
Apakah definisi sukses dari Tuhan bagi panggilan yang diberikan-Nya
pada Saudara? Panggilan Allah selalu ada tantangan. Bagaimana
Saudara menanggapinya? Maju dan menang atau Saudara memilih jalan lain
menghindari tantangan? Daud mengandalkan iman, Cortez membakar
semangat prajuritnya untuk maju. Siapkah Saudara membakar "kapal" dan
memilih maju dan bukan melarikan diri? Melarikan diri dan menghindari
tantangan dapat saja Saudara hindarkan tetapi Saudara gagal meraih
sukses memenuhi panggilan Allah bagi Saudara.
Percayalah bersama Tuhan kita sanggup mengalahkan berbagai
tantangan dan masalah dalam hidup ini. Karena kemenangan adalah
jaminan yang DIA berikan bagi kita.
Inspirasi: Lawan takut dengan iman. Lihat Allah yang besar dari
pada tantangan yang besar. Jangan menyerah sebelum berperang, karena
Allah ada dipihak kita.

POKOK DOA:
Purwokerto. Mengucap syukur untuk mitra baru sebagai hasil dari
Pengembangan Mitra Pelayanan di bulan Februari 2020. Doakan: 1.) Kehidupan
rohani, kesehatan dan pekerjaan para mitra. 2.) Penjangkauan komunitas
orang yang belum percaya dan pembinaan rohani orang percaya baru.
DAPAT TIDUR DENGAN NYENYAK Jumat, 22 April 2022

Penulis : Wilfred Soplantila


Firman Tuhan : Mazmur 3

Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang
aku! (Mazmur 3 : 6)

Kata banyak orang, aktivitas tidur adalah hal yang menyenangkan


apalagi setelah melakukan banyak kegiatan yang sifatnya menguras tenaga
kita. Namun, ada banyak orang yang dapat mengalami insomnia karena
terlalu banyak hal yang dipikirkan. Ketika ada masalah, orang memang sulit
untuk tidur sehingga tidak heran banyak orang hidupnya menjadi tidak
maksimal karena mengabaikan tidur yang merupakan upaya hidup sehat.
Apakah Saudara mengalami hal itu? Jika ya, belajarlah dari Daud. Ia dapat
tidur nyenyak di tengah masalah & persoalan yang dihadapi. Dapat tidur pada
saat sedang dalam pengejaran. Daud saat diserang oleh Absalom, anaknya
sendiri (ayat 1) dan ia menganggap ini permasalahan yang sangat berat untuk
dihadapinya (ayat 2-3, 7-8) sehingga harapan Daud tertuju hanya kepada
Allah saja yang sanggup memberikan pertolongan. Walaupun menghadapi
kondisi yang tertekan karena banyaknya musuh menyerang, Daud tetap dapat
tidur dan percaya bahwa Tuhanlah yang akan menopang kehidupannya (ayat
6). Inilah iman Daud ketika dia menyadari masih ada Tuhan dalam hidupnya.
Ketakutan Daud tidak seberapa dibanding dengan imannya akan kekuasaan
Tuhan yang jauh lebih besar dari musuh-musuhnya.
Masalah boleh datang melanda kehidupan orang percaya, namun tetap
ingatlah bahwa masih ada Tuhan yang sanggup menolong kita, mengapa kita
harus membuat diri kita sakit karena terlalu memikirkannya dan tidak
mengambil waktu untuk tidur?
Inspirasi : Jika kita tahu bahwa Allah menyertai dan menopang kita
anak-anak-Nya, maka dalam berbagai masalah dan tantangan mestinya kita
dapat beristirahat, tidur dengan nyenyak. Karena kita tahu Allah pasti
menolong.

POKOK DOA:
Jember. Doakan: 1.) Kesehatan dan kesehatian staf dan murid -murid kiranya
Tuhan jagai. 2.) Staf dan murid kunci terus memiliki kasih mula-mula dan menjadi
teladan. 3.) Semangat staf dan murid untuk melakukan PI dan pemuridan.
KENALILAH MUSUHMU DALAM Sabtu, 23 April 2022
MENGHADAPI PERTEMPURAN
Penulis : Wilfred Soplantila
Firman Tuhan : 1 Samuel 17 : 45 – 51

Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai


lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya,
yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya.
Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. (1 Samuel 17 : 40)

Dulu Ketika saya membaca ayat mas hari ini, saya bertanya, mengapa
Daud mengambil lima batu? Apakah dia takut bidikannya meleset, sehingga
membutuhkan lebih dari satu batu untuk menaklukkan Goliat? Namun dalam
kenyataannya tidak, dalam bacaan hari ini (ayat 49) dengan sekali bidik,
tepat mengenai dahi Goliat dan matilah dia. Lalu untuk apa empat batu yang
lain. Dalam bacaan perikop ini tidak dijelaskan, namun saya yakin Daud pasti
memiliki tujuan mengambil lima batu itu.
Dr. Michael Youseff pembicara terkenal yang sering berbicara di
Malakoot Shine TV, dalam sebuah khotbahnya memberikan sebuah penjelasan
yang kemudian membuka pikiran saya. Rupanya ketika Daud berkeliling
berbicara dengan para prajurit Israel, salah satu pertanyaannya adalah siapa
saja prajurit-prajurit musuh yang hebat dan ditakuti. Sehingga dia
mengetahui bahwa selain Goliat masih ada empat raksasa lain.
Dalam bacaan hari ini kita hanya mengetahui hanya Goliat yang
dikalahkan oleh Daud. Namun dalam kenyataannya ada 4 raksasa lain dari Gat
selain Goliat. (Dalam 2 Samuel 21 : 22 dikatakan : Keempat orang ini
termasuk keturunan raksasa di Gat; mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh
tangan orang-orangnya.)
Dalam kehidupan ini, kita memiliki musuh-musuh – Kelemahan,
kebiasaan buruk, dosa yang sering membuat kita jatuh, keakuan, egois, dan
masih banyak yang lain. Kenalilah musuh-musuh itu dengan baik, agar ketika
dia datang menyerang kita tahu bagaimana mengalahkannya.
Inspirasi: Jika kita mengenal musuh-musuh kita dengan baik dan
menyadari penyertaan Tuhan yang akan menopang dan menolong. Jangan
pernah takut untuk maju berperang, karena kemenangan adalah jaminannya.

POKOK DOA:
Palembang. Pelayanan bersama gereja. Doakan:1.) Kerjasama LPMI dgn GMI
Bethlehem ,Palembang.dalam pertumbuhan dan penanaman pos PI. Do'akan Gembala
Sidang GMI Bethlehem, Pdt. Sadikin Gunawan beserta tim Misi gereja. 2.) Tim MC2 Di
daerah Suku Anak Dalam, Musi Rawas. Doakan Pak Winarman dan ibu Kristianingsih
yang memimpin gereja rumah dan juga penjangkauan jiwa jiwa di pelosok perkebunan.
3.) Follow-up training online Digital dan Jesus Film bersama STTII Pematang Siantar.
Rektor: Pdt.Imanuel Ndoen. Doakan alat Proclamer dapat difungsikan dengan
maksimal di daerah yang membutuhkan. 4.) Gereja gereja mitra LPMI Palembang: GBI
Musi Palem Mankunegara (Pdt.Sapta Tandi) ;GSJA Maranatha (Pdt.Surya Atmadja);
Gereja Baptis (Pdt.Imanuel Rajiono) & GMI Bethlehem (Pdt.Sadikin Gunawan).
UP GRADE Minggu, 24 April 2022

Penulis : Sutiyanto
Firman Tuhan : Kolose 3: 23

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, seperti
untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Pernahkah Saudara bermain permainan “Ular Tangga”? Saya


yakin Saudara pernah, sebab ini permainan yang populer di Indonesia.
Dalam permainan “Ular Tangga” semua pemain yang ikut
dalam permainan tersebut ketika menggoncang dadu dan
mengharapakan angka dadu pas dengan hitungan naik tangga dan
harapannya terus naik tangga sehingga paling cepat berada pada
puncak. Dalam permainan saja mengharapkan adanya peningkatan.
Sama halnya dengan kehidupan di dunia nyata. Setiap orang
ingin mengalami peningkatan dalam hidupnya. Siswa dan
mahasiswa tidak ada yang mau tertinggal kelas, orang yang bekerja
ingin naik posisi dan ada kenaikan gaji. Bagaimanakah kita terus dapat
mengalami peningkatan dalam hidup ini? Peningkatan yang
memungkinkan kita mencapai tujuan Allah bagi hidup kita?
Rasul Paulus memberikan tip-tip bagi orang percaya agar orang-
orang percaya bisa mengalami peningkatan. Saya menguraikan
satu tip yang berdasarkan pembacaan ayat hari ini. Nats kita
hari ini mengatakan “Apa pun juga yang kamu perbuat...” segala
sesuatu yang kita perbuat bisa juga yang sedang kita alami, jadikan
sebagai proses dari Tuhan untuk peningkatan; bisa meningkatkan
ketahanan emosi - sabar, meningkatan ketrampilan ketika dikatakan
tidak becus, meningkatan wawasan ketika dikatakan kamu bodoh dll.
Proses peningkatan itu kuncinya penerimaan segala sesuatu sebagai
proses dari Allah untuk meningkatkan suatu kualitas dalam hidup kita.
Dalam satu materi tentang Etos Kerja ada ilustrasi yang
baik sebagai gambaran bagi kita. Suatu pagi seseorang mendapat
bingkisan, dibingkisan tersebut tertulis pengirim dari tentangga
sebelah. Alangkah kaget setelah dibuka ternyata kotoran manusia.
Dengan peristiwa itu ada dua sikap yang bisa muncul
yaitu untuk membalas dengan melemparkan empat kalilipat kantong
kotoran ke tetangga atau mengambil sikap bahwa itu sebagai
proses bahwa Tuhan sedang meningkatkan kesabarannya, dia bisa
mengatakan, “Puji Tuhan... saya dikirimi pupuk dari tetangga pas tomat
saya membutuhkan pupuk” ...beberapa hari kemudian tomat subur
bahkan berbuah lebat, dan saudara dengan sukacita dapat mengirimkan
sebagian buah tomat ke tetangga, bukan sebaliknya saling mengumpat,
dendam yang bertahun-tahun karena saling membalas satu dengan yang
lain. Namun ketika seseorang mampu menerima segala peristiwa
dari perspektif Allah bahwa itu sebagai bentuk untuk meningkatkan
kasihnya, emosinya dll, maka akan dimampukan untuk menerima sesuatu
sebagai proses untuk meningkatkanya dan pasti buahnya menyenangkan
Tuhan juga diri serta orang lain.
Inspirasi: sulit untuk menerima hal-hal yang bertetangan
dengan keinginan hati kita, tetapi ketika kita menerima bahwa itu
salah satu proses dari Tuhan maka Saudara sedang di Up-Grade - ditingkatkan
POKOK DOA:
Manokwari. Mengucap syukur: 1.) Untuk kampus UNIPA yang telah
mempercayakan kepada LPMI untuk membina 10 asrama kampus : Petromaks,
Veteran, Stratum, Citra,Tectona, Rusunawa 1 dan 2, Asting blok 1-4,
dan sudah berjalan kurang lebih satu bulan.2.) Reatreat pengurus dan
sekaligus pergantian pengurus SLM Manokwari pada 19 Maret 2022. Doakan: 1.)
Persiapan lokakarya pelatih LPM pada bulan April- Mei setiap Minggu. Ke-4.
Doakan staf yang melayani yaitu Bpk Abimelek dan Ibu Yuli serta NST yaitu
Thonny. 2.) Para mitra, Leader, Alumni dan mahasiswa kunci supaya terus
bergandengan tangan dalam melayani bersama.
PREDESTINASI & PENGINJILAN Senin, 25 April 2022

Penulis : Terry Oktovianus


Firman Tuhan : Roma 9-11

Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku
turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu
bersedih hati. Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi
saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani (Roma 9:1-3).

Apakah doktrin predestinasi menghambat pemberitaan Injil? Menurut


doktrin itu Allah dalam kedaulatan-Nya memilih orang-orang tertentu untuk
diselamatkan. Keberatan paling umum mengenai doktrin predestinasi ini
bahwa Allah dianggap tidak adil. Mengapa Allah memilih individu-individu
tertentu dan bukan yang lainnya? Jika Allah sudah memilih, mengapa saya
harus memberitakan Injil? Tanpa penginjilanpun mereka pasti akan
diselamatkan, sebab Allah sudah memilih mereka.
Sebaliknya, doktrin ini justru seharusnya mendorong kita dalam
memberitakan Injil, mengapa? Sebab kita tahu pasti bahwa dalam
pemberitaan kita, akan ada orang pilihan yang akan merespon secara positif
dan menerima Kristus. Pemberitaan Injil menjadi sebuah panggilan bagi
orang-orang pilihan dan harus kita kerjakan, karena hasilnya ada dan pasti.
Melalui surat ini, Paulus dalam pemberitaan Injilnya mendapati
tanggapan yang berbeda ketika benih injil ditaburkan kepada orang Yahudi
dan orang non-Yahudi. Orang Yahudi banyak yang menolak, tetapi orang
non-Yahudi banyak yang menerima Kristus dan diselamatkan. Terjadilah
konflik yang disebabkan oleh kesombongan orang non-Yahudi, seakan-akan
mereka lebih diberi anugerah oleh Allah.
Paulus dalam perikop ini berusaha menyelesaikan konflik yang terjadi
antara orang Kristen Yahudi dan non Yahudi sehingga tidak ada lagi
pemisahan antara mereka tetapi yang ada hanyalah satu umat, yaitu tubuh
Kristus. Untuk menyelesaikan konflik di antara dua kubu ini, Paulus memulai
pembelaan terhadap orang Yahudi, baik yang sudah menjadi Kristen maupun
belum. Paulus menyatakan perasaan dukacita terhadap sikap tegar tengkuk
orang Israel. Mereka selama ini diberkati oleh firman dan kebenaran.
Kemudian, Allah mengutus para nabi untuk menegur dosa-dosa Israel
sekaligus Allah menjanjikan Mesias yang akan membebaskan mereka dari
hukuman dosa. Tetapi ketika Mesias itu datang, justru mereka menyalibkan
Sang Mesias itu. Berita kebangkitan Kristus yang dikumandangkan para rasul
pun tetap tidak membuat mereka bertobat. Mereka justru gencar ingin
menangkap Paulus. Inilah gambaran kesedihan Paulus. Betapa mereka dekat
dengan kebenaran, tetapi tidak sampai kepada-Nya (Rm 9:31).
Walaupun Paulus dipanggil sebagai rasul bagi orang non-Yahudi, tetapi
ia tidak meninggalkan begitu saja kesempatan untuk memberitakan Injil bagi
kawan sebangsanya. Ia bahkan bersedih hati bagi orang Yahudi yang terus
menolak berita Injil. Respon seperti inilah yang Paulus harapkan dari orang-
orang non-Yahudi, ia juga berharap orang Kristen non-Yahudi juga dapat
menyatakan perasaan yang sama seperti dia, yaitu di dalam cinta kasih dan
bukan kesombongan diri. Allah memilih umat-Nya dari golongan, suku atau
bangsa apapun. Jadi penginjilan harus kita lakukan pada siapa saja dan
kapan saja.
Inspirasi hari ini: Beritakan Injil kepada siapa saja, di mana saja, sebab
saudara tidak tahu dan mungkin saja orang yang saudara anggap tidak layak
menerima, ternyata adalah orang pilihan Allah.

POKOK DOA:
Gedung Kantor LPMI. Mengucap syukur untuk keamanan gedung kantor LPMI
yang ada di Jakarta, Surabaya, Medan, Manado, Makasar, Semarang dan di berbagai
kota perwakilan di Indonesia. Doakan agar Tuhan menyediakan dana untuk
pemeliharaan gedung tersebut.
BERGANTUNG PENUH PADA ALLAH Selasa, 26 April 2022

Penulis : Rini Djatikoesoemo


Bacaan : Matius 4 : 1-4

“ . . . Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang
keluar dari mulut Allah”. (Matius 4 : 4)

Saat mengakhiri doa puasa 3 hari untuk menyerahkan pergumulan


penyakit anaknya yang menderita hernia di usia 2,5 tahun, justru dokter
spesialis bedah anak memutuskan segera mengoperasi. Dan anak kecil
tersebut harus menjalani puasa dari sore hari hingga siang sekitar jam 12.00
masuk operasi. Puasa sebagai orang tua memohon mukjizat kesembuhan
dilanjutkan si anak harus berpuasa menjalani operasi. Ujian iman itu ada
dalam kendali kuasa kasih-Nya,. Ternyata dokter bedah anak bukan hanya
mengoperasi hernia tetapi juga menemukan 2 benjolan daging tumbuh di
antara kandung kemih dan saluran sperma yang bisa membuat anak tersebut
menderita lebih parah.
Ujian di atas tidak seberapa dibandingkan dengan cobaan yang dialami
Tuhan Yesus di padang gurun. Mari kita merenungkan bersama:
Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia
merendahkan diri & hati-Nya untuk bersekutu dengan Bapa-Nya. Ia
mempersiapkan diri menjalani rancangan Bapa-Nya. Ia menunjukkan
kemenangan yang gemilang menghadapi iblis. Ia memberi teladan
menyucikan hidup-Nya, dalam menghadapi pergumulan berat dengan
sepenuh hati-Nya. Ia melakukannya dalam pimpinan Roh.
Setelah selesai puasa 40 hari 40 malam Ia pun menjadi lapar. Hal ini
menunjukkan bahwa Ia benar-benar manusia sejati. Ia merasakan dan
menanggung kelemahan kita, supaya Ia bisa menebus kita. Meski lapar tapi Ia
tidak jatuh dalam dosa karena makanan.
Iblis mencobai, menyerang “Jika Engkau Anak Allah perintahkan supaya
batu-batu ini menjadi roti!” Tuhan Yesus tidak terjebak oleh kelicikan Iblis,
Ia tetap teguh berpegang pada firman Allah.
Dengan tegas Ia menjawab “. . . Manusia hidup bukan dari roti saja
tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Ia menghempaskan
tipu daya si Jahat dengan bergantung penuh pada kuasa Allah melalu firman-
Nya.
Mungkin kita sedang didera sakit penyakit, usaha terpuruk, dan gagal
fokus melihat kuasa Allah. Kita harus tahu persis siapa lawan dan apa akar
permasalahan yang sesungguhnya, sehingga lebih spesifik berseru dan
memohon pertolongan-Nya. Kita akan dimampukan melewati semua ujian
dan pencobaan, asal bergantung sepenuhnya pada kuasa kasih Allah.
Inspirasi : Semua pencobaan di dunia ini mampu kita lewati dengan
berseru, berserah, & bergantung penuh pada kuasa Allah.

POKOK DOA:
Keluarga Kristen. Berdoa untuk keluarga-keluarga Kristen di Indonesia agar mereka
mereka memiliki persekutuan yang manis dengan Tuhan sehingga keluarga- keluarga
ini dapat menjaga kekudusan dan menjadi keluarga yang harmonis sehingga bisa
menjadi berkat bagi keluarga-keluarga lain.
INVESTASI TERBAIK Rabu, 27 April 2022

Penulis : Rini Djatikoesoemo


Firman Tuhan : Matius 6 : 19-24

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi. Di bumi ngengat dan karat


merusakkannya . . . ” (Matius 6 : 19)

Seorang yang sukses, saat dipanggil Tuhan terkuaklah


profesinya sebagai lintah darat. Ada banyak surat berharga yang masih
ditahan karena hutang yang belum selesai. Hartanya berlimpah (mobil,
rumah, sawah, tanah, motor besar, dan setumpuk uang) ditinggalkan
begitu saja. Cara dia mengumpulkan harta dengan menggunakan uang
menjadi buah bibir berhari-hari.
Perikop hari ini, mengingatkan kita agar tidak egois dalam hal harta.
Sehingga kita bisa memahami sebagai berikut.
Tuhan melarang kita mengumpulkan harta dibumi. “Janganlah
kamu mengumpulkan harta dibumi.” (ayat 19a). Berbagai versi bahasa
Inggris, umumnya menerjemahkan for yourselves treasures.
Kristus tidak bertujuan mengambil harta kita, tetapi Ia mengarahkan
agar dikelola seturut kehendak-Nya. Sebab si Jahat berusaha merusak
jiwa manusia melalui harta duniawi. Jangan mengandalkan
harta, menimbun untuk kesombongan, dan mengumpulkan secara egois
tanpa tujuan. Harta tidak bisa memberi kebahagiaan yang
sesungguhnya.. Boleh menabung secara wajar dalam kendali
Tuhan, tak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah
mengelolanya dalam otoritas Tuhan, sehingga menjadi berharga &
bernilai. Kristuslah yang memegang masa depan.
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga, (ayat 20a).
Caranya menabung di sorga adalah: Minimal 10 % salurkan berkat
tiap bulan untuk pekerjaan Tuhan / hamba-Nya dan berbagi untuk
sesama yang membutuhkan sesuai kemampuan.
Mari terus belajar berinvestasi, mengumpulkan harta di sorga.
Meski saat meninggal harta itu tidak dibawa, namun ketika kita
berinvestasi untuk kemulian nama-Nya maka nilainya ikut ke sorga.
Tempat paling aman dan bernilai kekal adalah memberikan/
mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan dan sesama dengan tulus
hati.
Inspirasi: Mengumpulkan harta di sorga dengan cara-Nya pasti
bahagia dan berlimpah berkat. Hal ini adalah rahasia kita dengan Tuhan.
Hanya Dia yang tahu kemurahan hati kita.

POKOK DOA:
Leader Impact MANADO: Bersyukur untuk keterbukaan penjangkauan
dan pembinaan Iman di kantor Kejaksaan Tinggi SULUT. Doakan:
1.) Rencana pembinaan Iman bagi para Jaksa di kantor Kejaksaan
Tinggi SULUT, kiranya boleh menjangkau lebih banyak Pemimpin di kantor
ini. 2.) Rencana Leader Forum yang masih tertunda, kerjasama dengan
Pemda Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Minahasa.
KENYATAAN, DOSA DAN DAMAI Kamis, 28 April 2022
SEJAHTERA
Penulis : Wahju Djatikoesoemo
Firman Tuhan : Lukas 13: 1-5

Tidak! Kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua
akan biasa atas cara demikian.” (Lukas 13: 5)

Saat Republik Indonesia lahir, dua kerajaan di Solo adalah yang pertama
kali menyatakan diri bergabung dengan NKRI berupa DIS. Dalam perjalanan
sejarah eksistensi keduanya justru terpuruk, tinggal pernik-pernik simbol
kebudayaan semata. Namun itu lebih baik dibanding kesultanan lain yang
petingginya dibunuh secara massal dan dibumihanguskan tanpa sisa. Di tahun
60an praktis hampir semua keraton nusantara telah terhapus secara politik,
dan tersisa di Yogyakarta semata saat ini. Di era keterbukaan ini ada banyak
fakta kelabu sejarah yang tersingkap, namun tidaklah bijak bahkan percuma
menggugat rezim dan oknum/ lembaga tertentu di masa lalu.
Saat Yesus melayani terjadi kasus dan ada banyak pertanyaan,
apakah mereka yang teraniaya itu lebih berdosa? Ini logika umum
yang sering dipakai, bahkan ada gereja / jemaat ikut serta
mempraktekkannya. Penderitaan identik dengan dosa dan harus bertobat,
ini sangat berbahaya apalagi maksudnya adalah untuk mendapatkan berkat
dan kemakmuran dari Tuhan. Salah satu wujud dosa yang dilakukan manusia
adalah penindasan dan ketidakadilan. Namun itu tidak ada hubungan sama
sekali dengan anugerah keselamatan dan pilihan Allah. Betapapun
menderitanya korban ketidakadilan, jika tanpa Kristus tetaplah
menderita dalam kekekalan. Sebaliknya sejahat apapun dia ketika bertobat
dan menerima Kristus dia pasti diselamatkan. Lalu bagaimana kita bersikap
pada pelaku ketidakadilan bahkan kebengisan? Setidaknya kita tidak boleh
membenci dia, dan mendoakan agar Tuhan menjamah hatinya, bahkan
berkenan memberi anugerah keselamatan seperti Paulus sang penganiaya
jemaat yang diterima dan dibabtis Ananias.
Setiap kita memiliki masa lalu baik pahit maupun manis. Tapi The Show
must Go on dan sikap kita saat ini yang menentukan masa depan kekal kita.
Selanjutnya adalah menentukan damai sejahtera itu sendiri ketika kita
belajar mengampuni, bahkan menjadi pendoa syafaat bagi mereka yang
menyakiti. Hidup ini penuh dengan pilihan dengan konsekuensinya sendiri,
namun percayalah, Roh Kudus sebagai Penolong kita senantiasa siap sedia
menolong dan menuntun kita mengambil pilihan yang benar dalam kedaulatan
Tuhan.
Inspirasi: Kenyataan itu sering menyakitkan atau menipu,
dengan melihat dan merenungkannya bersama Tuhan akan menolong kita
memilih respon yang benar.

POKOK DOA:
Jakarta. Pelayanan Mahasiswa/SLM JAKARTA-DEPOK.
Doakan: 1.) Staf yang melayani di kampus-kampus yang ada di Jakarta-Depok
(Roy (Koordinator), Victor/Dinda, Lisma, Stevy/Ice, Ida Rohani, Jetty, Juni, Sonia,
Zuri, Joseph/Lin, Ibrahim/Ayu agar tetap setia untuk mengerjakan visi Amanat
Agung, membangun gerakan rohani di kampus-kampus target. 2.) Agar tim staf dan
mahasiswa sehati sepikir dalam membangun gerakan rohani di kampus-kampus.
Doakan juga agar gerakan rohani benar-benar terjadi di kampus target (UI,UKI, UNJ,
Trisakti, Untar).
TUHANPUN DIKHIANATI Jumat, 29 April 2022
APALAGI MANUSIA!
Penulis : Wahju Djatikoesoemo
Firman Tuhan : 2 Tawarikh 16:1-14

Bukankah tentara orang Etiopia dan Libia besar jumlahnya, kereta dan orang
berkudanya sangat banyak? Namun Tuhan telah menyerahkan mereka
kedalam tanganmu, karena engkau bersandar kepada-Nya (2 Tawarikh 16: 8)

“Ra kuwat nyangga derajat” adalah ungkapan Jawa bagi seorang


yang sukses atau meningkat derajatnya lalu perangainya menjadi
buruk. Fenomena ini masih terjadi, karena waktu bisa banyak merubah
seseorang. Ironisnya orang tersebut masih merasa pribadinya tetap
baik seperti sebelumnya.
Raja Asa adalah pribadi yang hebat selama 35 tahun pemerintahannya.
Ia terbukti mengasihi Tuhan Allahnya, menikmati mujizat dari Tuhan,
dan membawa kemakmuran bagi kerajaan Yehuda/ Israel selatan.
Namun di tahun ke 36 pemerintahannya, saat Baesa raja Israel menyerang
dia dengan tentara tidak sebanyak tentara Etiopi dahulu ( kurang dari sejuta
laskar) Asa justru tidak mengandalkan Tuhan, namun mengandalkan
kekayaan (hasil jarahan dari Etiopia dulu- ps 14) dan koneksi (dengan
raja Aram) sehingga Tuhan menghukumnya dengan peperangan. Saat
ditegur Hanani (pelihat) bukannya bertobat dia justru sakit hati lalu
memenjarakannya (ay 10 a). Dia menambah kejahatan lagi dengan
menganiaya rakyat (ay 10 b), saat sakit bukannya mencari Tuhan tapi
berobat pada tabib (ay 12). Dia mati dalam ketidaktaatan dan Alkitab
TIDAK MENCATAT pertobatannya. Meskipun demikian toh dia tetap
dihormati manusia dalam kematiannya (ay 14).
Pelajaran bagi kita saat ini adalah, jangan sembrono dan
sombong dengan prestasi masa lalu atau posisi saat ini. Kita semua
TIDAK LEBIH HEBAT dari raja Asa dengan pengalaman rohaninya
yang hebat. Janganlah kita melawan kebenaraan dengan
mengandalkan kekayaan, koneksi ataupun memanipulasi orang lain dan
posisi kita untuk menjalankan ambisi pribadi, bahkan yang dibungkus
aktivitas/ pelayanan rohani sekalipun. Dunia kerja dan situasi sosial,
(termasuk pelayanan rohani) yang penuh percaturan nilai harus kita
waspadai agar kita tidak kehilangan fokus pada Tuhan kita. Tetaplah
rendah hati, mau menerima masukan dan bahkan ditegur agar kita tidak
berkeras dalam kejatuhan seperti Asa. Ingat, sukses rohani masa lalupun
bukan jaminan dan modal sukses rohani masa kini dan masa depan.
Inspirasi: Penghormatan manusia dan tidak berubahnya kedudukan,
bukan bukti/ konfirmasi perkenan Tuhan! Waspadalah untuk tidak
jatuh dosa sekalipun hidup tetap mulia.

POKOK DOA:
Tobelo. Mengucap syukur untuk bulan DMPD yg sdh berjalan dng baik
dengan beberapa mitra baru. Doakan: 1.) Kelompok- kelompok city team dan
kelompok PA yg terus berjalan agar tetap setia dalam membangun gerakan
pelayanan PI, PA, dan PD. Doakan: 1.) tim SLM ( pelayanan Mahasiswa)
Uniera dalam rencana pembentukan pengurus baru. 2.) Pembangunan kantor
yang sedang berjalan, agar Tuhan mencukupkan semua yang dibutuhkan.
MISI-MU ADALAH MISIKU Sabtu, 30 April 2022

Penulis : Tegoeh H. Santoso


Firman Tuhan : Kisah Para Rasul 1:1-9

Pernahkah Saudara bertanya, “mengapa saya melakukan apa yang saya


lakukan, mengatakan apa yang saya katakan”? Motivasi dibalik perkataan-
perkataan dan perbuatan-perbuatan kita didasari oleh sebuah keyakinan.
Seorang tabib yang terpanggil untuk mengikuti pelayanan para murid Kristus
dan mencatatnya, yaitu Lukas, menulis Kisah para Rasul, dan di pasal 1 dia
menceritakan kembali saat-saat terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya
sebelum naik ke sorga. Para murid bertanya, "Tuhan, maukah Engkau pada
masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" (ayat 6) dan Yesus menjawab
bahwa situ bukan urusan mereka dengan menjawab, "Engkau tidak perlu
mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-
Nya.” (ayat 7) Kemudian Yesus melanjutkan dengan mengatakan apa yang
seharusnya mereka pikirkan dan akan lakukan yaitu menjadi saksi-Nya. Yesus
mengatakan, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke
atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh
Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Ayat 8)
Beberapa kali Yesus meluruskan keyakinan para murid bahwa Ia datang
bukan untuk tujuan politik seperti membebaskan Israel dari penjajahan
Romawi dan memulihkan kerajaan Israel. Tetapi setelah kebangkitan-Nya,
tetap saja ada yang bertanya tentang pemulihan kerajaan Israel. Yesus
menegaskan sesuatu yang harus menjadi dasar keyakinan mereka, yaitu Ye-
sus menjadikan mereka saksi-saksi-Nya dan memberitakan bahwa anugerah
dan pengampunan Allah tersedia bagi setiap orang di Yudea, Samaria sampai
ke ujung dunia.
Apakah kehidupan kekristenan Saudara juga didasarkan pada tujuan
Yesus? Menjadi saksi sampai ujung-ujung dunia? Apakah gereja Saudara
memiliki misi seperti Yesus? Berapa sumber daya dan sumber dana yang di-
anggarkan untuk misi? Seharusnya jika seseorang atau gereja meyakini dan
melakukan misi Yesus, maka sumber daya dan dana akan menduduki porsi
besar dalam anggaran tahunan mereka. Di Indonesia masih banyak suku-suku
di pelosok-pelosok yang belum terjangkau dengan Injil. Jika misi yang
diberikan Yesus menjadi misi Saudara, maka saudara akan terbeban untuk
penjangkauan mereka.
Inspirasi hari ini: Menjadi saksi sampai ujung dunia adalah misi Yesus
untuk semua murid-murid-Nya, bagi saya dan gereja-Nya.

POKOK DOA:
MADIUN. Mengucap syukur untuk para petobat baru yang sedang dilayani Bp.
Sugito & Bp. Winaryo. Doakan: 1.) Para mahasiswa setia terus dalam pembinaan.
2.) Dan pembinaan para petobat baru agar semakin bertumbuh secara rohani dan
berbuah. 3.) Pelatihan penginjilan yang bekerja sama dengan gereja-gereja di Madiun