Anda di halaman 1dari 29

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMA Negeri 2 Salang


Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia
Kelas/ Semester : XI/ Ganjil
Materi Pokok : Sultan Agung VS JP Coen
Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit (pertemuan 6)

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar, Nilai Karakter dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Nilai Karakter Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2 Menganalisis strategi perlawanan 1. Religius 3.2.1 Mendeskripsikan alasan
bangsa Indonesia terhadap penjajahan 2. Nasionalisme Sultan Agung melawan VOC
bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, 3. Gotong Royong 3.2.2 Mendeskripsikan bentuk
Belanda, Inggris) sampai dengan abad 4. Integritas perlawanan Sultan Agung
ke-20. 5. Mandiri terhadap VOC (JP. Coen)
3.2.3 Menganalisis Dampak
Kekalahan Sultan Agung
Bagi Mataram
4.2 Mengolah informasi tentang strategi 4.2.1 Menyajikan hasil informasi
perlawanan bangsa Indonesia terhadap tentang perlawanan
penjajahan bangsa Eropa (Portugis, Sultan Agung terhadap VOC
Spanyol, Belanda, Inggris) sampai dalam bentuk presentasi
dengan abad ke-20 dan menyajikannya
dalam bentuk cerita sejarah.

C. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pengetahuan
1. Melalui Tanya Jawab Peserta didik dapat Menyebutkan Raja-Raja Mataram Islam
2. Melalui diskusi kelompok Peserta didik dapat menyebutkan alasan Sultan Agung
melakukan perlawanan terhadap VOC
3. Melalui diskusi Peserta didik dapat Mendeskripsikan bentuk perlawanan Sultan
Agung terhadap VOC (JP. Coen) 1628 dan 1629
4. Melalui diskusi Peserta didik dapat Menganalisis Dampak Kekalahan Sultan Agung
Bagi Mataram Islam

Tujuan Keterampilan
1. Melalu diskusi Peserta didik dapat Menyajikan hasil informasi tetntang perlawanan
Sultan Agung terhadap VOC dalam bentuk presentasi

D. Materi Pembelajaran
Sultan Agung Vs VOC (J.P Coen)
 Alasan perlawanan Sultan Agung terhadap VOC (J.P Coen)
 Bentuk Perlawanan Sultan Agung terhadap VOC
 Dampak kekalahan Sultan Agung terhadap VOC

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan pembelajaran : scientific
2. Model pembelajaran : discovery learning
3. Metode pembelajaran : ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan

F. Media dan Alat Pembelajaran


1. Media : PPT berisi gambar dan video perlawanan Sultan Agung Vs VOC (J.P Coen)
2. Alat : Lcd proyektor, laptop, spidol, papan tulis

G. Sumber Belajar
1. Tim penyusun. 2006. Buku Guru Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X
Revisi 2017. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. hal 80-83
2. Tim penyusun. 2006. Buku Peserta didik Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK
Kelas X Revisi 2017.Jakarta. hal 136-144
3. Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto. 2008. Sejarah Nasional
Indonesia jilid IV. Jakarta: Balai Pustaka. hal 184-287

H. Langkah-langkah Pembelajaran

Aktivitas
4 C, Unsur PPK Alokasi
Langkah Pembelajaran Deskripsi Kegiatan
dan pembelajaran Waktu
HOTS
Pendahuluan 1. Memberi salam Unsur PPK: 10
2. Peserta didik berdoa, nasionalisme menit
sebagai wujud
syukur menjadi Komunikasi
orang Indonesia. Menggali
3. Guru mempresensi informasi dari
Peserta didik peserta didik
4. Guru tentang materi
mempersiapkan yang akan
kelas, agar lebih
kondusif dengan
memeriksa
kebersihan dan
kerapian.
diajarkan.
5. Peserta didik diberi
motivasi dengan
diberikan salam
semangat, dan
4C:Menggali
menegaskan
informasi dari
pentingnya topik
peserta didik
pembelajaran
tentang materi yang
6. Guru memberikan
telah dibahas pada
apersepsi dengan
pertemuan
menampilkan
sebelumnya.
gambar Sultan
Agung dan J.P
Coen?
7. Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran
70
Inti
Menit
1. Peserta didik diminta
mengamati video
tentang perlawanan
Sultan Agung
melawan VOC
2. Guru mendorong Unsur PPK:
agar para peserta nasionalsme
didik bertanya
tentang Komunikasi
Stimulation  (stimulasi/ pemberian 10
gambar/video Peserta didik
rangsangan) menit
tersebut merespon stimulus
3. Guru memberi yang berikan oleh
komentar tentang guru untuk
beberapa pertanyaan membuat hipotesis
yang muncul, untuk
kemudian
mengaitkan dengan
pembahasan fokus
pembelajaran
Problem statement  4. Guru membagi Komunikasi 2 menit
(pernyataan/identifikasi masalah) peserta didik kreatif
menjadi 4 kolaborasi
kelompok.masing- berfikir kritis
masing kelompok Peserta didik
diberi topik yang merespon stimulus
berbeda. yang berikan oleh
a) Kelompok 1 guru untuk
alasan membuat hipotesis
perlawanan dan untuk
Sultan Agung membuktikan
terhadap VOC, hipotesis mereka
b) kelompok 2 berdiskusi, saling
bentuk perlawan memberikan
1628, tanggapan beradu
c) kelompok 3 argumen,
bentuk bekerjasama
perlawanan
1629, kelompok
4 dampak
kekalahan
5. Peserta didik diberi
kesempatan untuk
mengidentifikasi
sebanyak mungkin
agenda-agenda
masalah yang
relevan dengan
bahan pelajaran
berdasarkan hasil
stimulasi,
6. Guru memberikan
LKS kepada
masing-masing
kelompok
7. Peserta didik Kegiatan Literasi:
mengumpulkan Mencari informasi
informasi baik dari, dan kesimpulan di
internet, hingga web maupun di
buku pembelajaran buku
sebanyak banyaknya
Data collection  (Pengumpulan yang relevan untuk
13
Data) membuktikan benar
menit
atau tidaknya
hipotesis. Peserta
didik juga
diperbolehkan ke
perpustakaan untuk
mencari sumber.

Data Processing  (Pengolahan 8. Peserta didik Unsur PPK: 40


Data) mengolah data Gotong royong menit
maupun temuan
yang sudah Komunikasi
didapatkan untuk kreatif
didiskusikan pada kolaborasi
teman sekelompok berfikir kritis
dan Peserta didik
9. Masing-masing berdiskusi, saling
kelompok memberikan
mendeskripsikan tanggapan beradu
hasil temuan data argumen,
dengan bekerjasama
mempresentasikan
didepan kelas
dengan
mempresentasikanya
di depan kelas dan
membuat laporan
diskusi.
10 Peserta didik Komunikasi,
melaporkan hasil Kolaborasi
diskusinya secara Peserta didik yang
lisan/ presentasi, ditunjuk sebagai
Kelompok lain perwakilan
dipersilahkan untuk kelompok
bertanya, mempresentasikan
Verification  (Pembuktian) menambahkan/ hasil temuan
menanggapi
jawaban
11 Dalam menunjuk
kelompok yang
maju presentasi guru
menggunakan model
permainan
sederhana
12. Peserta didik Komunikasi
bersama guru mereview dari
menyimpulkan hasil semua hasil diskusi
pembelajaran hari kelompok
Generalization(menarik
ini, serta guru serta dalam bentuk 5 menit
kesimpulan/generalisasi
mendorong Peserta kesimpulan secara
didik untuk selalu umum
bersyukur menjadi
orang Indonesia
Penutup 1. Sebagai refleksi PPK:meningkatkan 10
Guru bersama siswa semangat siswa menit
menyimpulkan untuk berprestasi
tentang pelajaran
yang baru saja
berlangsung serta
menanyakan kepada
siswa apa manfaat
yang dapat kita
peroleh setelah
belajar topik ini.
Guru menegaskan
pentingnya
perlawanan terhadap
dominasi asing.
2. Guru dapat
menanyakan apakah
siswa sudah
memahami materi
tersebut dengan
mengajukan
beberapa pertanyaan
secara klasikal.
Kenapa Sultan
Agung Menyerang
VOC? Bagaimana
Strategi Sultan
Agung dalam
melawan VOC di

I. Penilaian Hasil Belajar


1. Penilaian pengetahuan
a. Teknik Penilaian : Laporan Diskusi
b. Bentuk Penilaian : Lembar Kerja Siswa (LKS)
c. Kisi-kisi
(Terlampir pada lampiran 2)
d. Instrumen penilaian
(Terlampir pada lampiran 2)
e. Rubrik Penilaian Pengetahuan
(Terlampir pada lampiran 2)

2. Penilaian keterampilan
a. Teknik Penilaian : Non Tes
b. Bentuk Penilaian : Penilaian Keterampilan Diskusi
c. Kisi-kisi :
(Terlampir pada lampiran 3)
d. Instrumen penilaian
(Terlampir pada lampiran 3)
e. Rubrik Penilaian Pengetahuan
(Terlampir pada lampiran 3)

Mengetahui, Salang, 20 Juli 2019


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Safri Ali, S. Pd Afrianda Mizaska, S. Pd,


Gr
NIP. 19830305 2006041 007 NIP. 19930411 2019031
009
LAMPIRAN 1
Materi Pembelajaran
PERLAWANAN SULTAN AGUNG TERHADAP VOC

A. PENYEBAB PERLAWANAN SULTAN AGUNG TERHADAP VOC


Sultan Agung
adalah Raja yang paling
terkenal dari Kerajaan
Mataram. Pada masa
pemerintahan Sultan
Agung, Mataram
mencapai zaman
keemasan. Cita-cita
Sultan Agung antara lain:
(1) mempersatukan
seluruh tanah Jawa, dan
(2) mengusir kekuasaan
asing dari bumi Nusantara.
Terkait dengan cita-
citanya ini maka Sultan
Agung sangat menentang
keberadaan kekuatan VOC
di Jawa. Apalagi tindakan
VOC yang terus
memaksakan kehendak
untuk melakukan
monopoli perdagangan
membuat para pedagang
Pribumi mengalami
kemunduran. Kebijakan
monopoli itu juga dapat
membawa penderitaan rakyat. Oleh karena itu, Sultan Agung merencanakan serangan ke
Batavia. Perlawanan Sultan Agung terhadap VOC di Batavia dilakukan pada tahun 1628
dan 1629. Perlawanan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, yaitu pertama, Sultan
Agung menyadari bahwa kehadiran Kompeni Belanda di Batavia dapat membahayakan
kesatuan Negara yang dalam hal ini terutama Pulau Jawa1. Pihak Belanda telah melakukan
apa yang telah diperingatkan oleh Sultan Agung agar tidak mereka lakukan yakni mereka
telah merebut suatu bagian Pulau Jawa yang ingin diperintahnya sendiri sebagai penguasa
tunggal. Padahal, sejak awal Sultan Agung telah memperingatkan kepada pihak Belanda
bahwa persahabatan yang sama-sama mereka inginkan tidak akan mungkin terlaksana
apabila VOC berusaha merebut tanah Jawa. Hal itu disebabkan karena pola pemerintahan
Sultan Agung adalah Ia tidak pernah mau berkompromi dengan Belanda atau penjajah
lainnya. Prinsip Mataram yang diembannya adalah bagaimana pun Belanda tidak boleh
unggul di atas Mataram. Sementara itu, di bidang kerjasama perdagangan misalnya, sejauh
masih tetap menguntungkan Mataram, Sultan Agung masih memberikan kelonggaran
kepada Belanda. Oleh sebab itu, Jayakarta (Batavia) diserbu Sultan Agung pada masa
pemerintahannya.
Kedua, Sultan Agung sempat mengajukan beberapa tawaran kepada VOC, tetapi
ditolak. Pada tahun 1621, personel VOC yang ditawan dipulangkan ke Batavia beserta
pengiriman beras. VOC mengirimkan perutusan-perutusannya kepada Sultan Agung pada
tahun 1622, 1623, dan tahun 1624, tetapi permintaan Sultan Agung akan bantuan
angkatan laut VOC dalam rangka melawan Surabaya, Banten, maupun Banjarmasin ditolak
oleh pihak VOC. Karena VOC tidak bersedia memberikan bantuan angkatan laut
kepadanya, maka tidak ada satu alasan pun bagi Sultan Agung untuk membiarkan
kehadiran mereka di Pulau Jawa.
Ketiga, bagi Sultan Agung, Batavia merupakan kota yang dapat merugikan
keRajaannya. Hubungan antara Mataram dan Malaka dipersukar oleh Batavia. Sultan
Agung menganggap bahwa hanya ada satu cara untuk melepaskan diri dari Batavia yaitu
dengan mengahancurkan kota tersebut. Sudah berkali-kali ia mengirim utusan kepada VOC
untuk mengirim wakil kepadanya, tetapi hal itu tidak dilakukan oleh pihak VOC. Atas
dasar inilah Raja Mataram mengadakan persiapan untuk menyerbu Batavia.
Keempat, Imperialisme Belanda dengan VOC nya mempunyai dua rencana
kejahatan. Pertama, dalam proses mempercepat perebutan kekuasaan ekonomi Islam.
Kedua, berlomba-lomba untuk memperoleh hegemoni antar Imperialis Barat di Nusantara
dan KeRajaan Katolik Portugis juga Spanyol serta KeRajaan Protestan Anglikan Inggris.
Di bawah kondisi tantangan Imperialis Protestan Belanda ini, Sultan Agung melancarkan
serangan ke Batavia pada tahun 1628-1629.

B. BENTUK PERLAWANAN SULTAN AGUNG TERHADAP VOC


1. Perlawanan Pertama, 1628.
Tanda-tanda pertama bahwa orang Mataram akan merencakan sesuatu yang
luar biasa adalah penutupan hampir seluruh pantai Jawa atas perintah Tumenggung
Baureksa dari Kendal. Penutupan ini telah dimulai pada awal tahun 1628. Berita
tentang penyerangan Raja Mataram terhadap Batavia dengan 48.000 atau 100.000
pasukan masih tetap gencar. Pada tanggal 13 April 1628, Kia Rangga tiba di Batavia
dengan 14 kapal yang bermuatan beras. Ia memohon bantuan kepada Belanda agar
membantu Sultan Agung melawan Banten. Permohonan pertama dipertimbangkan
oleh pemerintah pusat, tetapi permohonan selanjutnya ditolak karena semua pelabuhan
jelas ditutup dengan ketat. Pada tanggal 22 Agustus 1628, Tumenggung Baureksa
(Panglima tertinggi armada Jawa) tiba di pelabuhan Batavia dengan 50 kapal yang
lengkap dengan perbekalan yang sangat banyak. Perbekalan tersebut terdiri dari 50
gorab dan kapal-kapal yang memuat 150 ekor ternak, 120 last beras, 10.600 ikat padi,
26.000 kelapa, 5.900 ikat batang gula, dan sebagianya dilengkapi dengan tidak kurang
dari 900 awak kapal. Hal ini membuat VOC sangat prihatin, sehingga sebagian hewan
diturunkan dan sebagian kapal-kapal besar ditahan di luar pelabuhan yang
menimbulkan kemarahan pasukan Mataram. Pada tanggal 24 Agustus, tiba lagi kapal
dengan tujuan Malaka. Pihak Belanda berusaha memisahkan kapal ini dari kapal-kapal
lainnya agar tidak sempat memberikan senjata kepada teman-temannya. Akan tetapi,
usaha ini gagal, kapal-kapal akhirnya dapat berkumpul. Pada pagi hari 20 buah perahu
menyerang pasar dan benteng. Orang-orang Mataram yang dengan perahu itu naik ke
darat dan mereka berhasil mencapai benteng. Penyerbuan ini berlangsung sampai pagi.
Banyak korban yang jatuh. Tujuh perahu yang datang pada tanggal 24 Agustus
mendarat di Marunda dan tidak mau mendekati Batavia setelah mengetahui
penyerbuan ke benteng tersebut memakan banyak korban. Keesokan harinya, 26
Agustus 1628, datang sebuah pasukan besar di bawah pimpinan Tumenggung
Baureksa.
Dalam menghadapi kekuatan Mataram, Belanda mengorbankan daerah sekitar
benteng. Kampung disekitarnya dibakar dan diratakan dengan tanah. Pada waktu
pasukan Mataram hendak mendekati benteng, dengan mudahnya Belanda mengusir
mereka karena pihak Mataram tidak mendapat tempat persembunyian. Akhirnya,
dengan terpaksa pasukan Mataram menarik diri ke daerah-daerah yang agak jauh yang
berpohon dan membuat benteng-benteng dari anyaman bambu. Meskipun demikian,
mereka berhasil maju karena mereka menggali parit-parit dan membuat benteng-
benteng seperti di atas. Adapun taktik VOC untuk menghadapi pasukan Mataram ini
adalah dengan mengirim sejumlah tentara yang dilindungi oleh 150 penembak
sehingga mereka berhasil mengusir pasukan Mataram dari parit-parit ini. Korban yang
tercatat pada peristiwa ini diperkirakan antara tiga puluh sampai empat puluh orang.
Pada tanggal 21 September pasukan Mataram mulai menyerang benteng Hollandia.
Semalam penuh mereka berusaha untuk dapat menaikinya dengan tangga. Akan tetapi,
24 seradadu Belanda dapat mempertahankannya dengan gigih hingga semua peluru
telah habis tertembak. Ketika diketahui bahwa yang menjadi sasaran hanya Hollandi
saja, Belanda mulai melancarkan serangan besar dengan 300 serdadu dan 100 orang
sipil. Bahkan dalam perkemahan pasukan Mataram ditimbulkan kekacauan. Seluruh
pos terdepan orang Mataram dirusak dan dibakar. Kerugian mereka diperkirakan
1.200 sampai 1.300 orang yang gugur, dan dua sampai tiga ribu ditawan. Angka tinggi
yang terakhir ini dapat menunjukkan bahwa pasukan Mataram tercerai-berai. Pihak
Belanda mendengar kabar bahwa masih tersisa pasukan Mataram sekitar tiga sampai
empat ribu orang, dan masih banyak yang berkeliaran di hutan untuk mencari makan.
Oleh karena itu, pada 21 Oktober diadakan serangan umum yang dipimpin komandan
Batavia, Jacqus Lefebre. Ia dapat mengerahkan kekuatan tentara sebanyak 2.866
orang. Sebuah armada yang terdiri dari dua sampai dengan tujuh sekoci dan beberapa
kapal berawak 150 orang dikatakan akan menyerang perkemahan musuh dari sungai,
sedangkan pasukan musuh yang lain akan diserbu oleh angkatan darat. Pada
pertempuran ini Tumenggung Baureksa beserta putraya dan sekitar 200 pasukan
Mataram gugur. Akhirnya, pasukan Mataram yang kedua telah tiba untuk memperkuat
pasukan sebelumnya. Pertempuran ini hampir mengalahkan Belanda, karena pasukan
Belanda kebanyakan kehabisan peluru. Di pihak Belanda 60 orang gugur dan
kehilangan senjata.
Panglima pasukan yang baru bernama Tumenggung Sura Agul-Agul dibantu
oleh Tumenggung Mandurareja dan Tumenggung Upasanta. Mereka dikatakan tiba di
ambang Batavia dengan harapan kota telah ditaklukkan sehingga mereka hanya
tinggal menyita pakaian-pakaian dan beberapa uang. Angkatan kedua ini mengubah
taktik dan hendak menjalankan taktik seperti yang digunakan terhadap Surabaya, yaitu
dengan membendung Sungai Ciliwung dengan maksud agar Batavia kekurangan air.
Namun, usaha ini gagal karena musim penghujan mulai datang. Jatuhnya musim
penghujan itu membuat Batavia sangat beruntung, tetapi bagi pasukan Mataram
merupakan suatu kerugian, sebab segera timbul macam-macam penyakit. Selain itu
pasukan Mataram banyak yang menderita kelaparan dan serba kekurangan. Padahal,
telah diperkerjakan sebanyak 3.000 orang selama satu bulan sejauh satu mil dari kota
untuk dapat membendung kota, tetapi kemajuan sangat lambat, rakyat merasa lemas
karena kelaparan dan serba kekurangan. Satu-satunya serangan pada bagian kedua
pengepungan ini adalah usaha baru untuk merebut benteng Hollandia. Hal ini
dilakukan pada malam 27 November. Pertama-tama dikerahkan sebanyak 100
pasukan, kemudian dengan 300 pasukan, tetapi beberapa di antara mereka mati
tertembak dan sisa pasukan yang lain melarikan diri. Sehingga serangan terhadap
Hollandia mengalami kegagalan. Oleh sebab itu, pada tanggal 1 Desember
Tumenggung Sura Agul-Agul memerintahkan agar mengikat Mandurareja dan Upa
Santa beserta anak buahnya, atas perintah Sultan mereka dihukum mati karena Batavia
gagal ditaklukkannya dan karena mereka dianggap tidak bertempur mati-matian.
Beberapa di antara mereka dipancung, kebanyakan ditikam dengan tombak dan keris.
Ketika pasukan meninggalkan Batavia, mayat-mayat dibiarkan di tanah dan menjadi
tontonan eksekusi yang kejam. VOC menemukan 744 mayat prajurit Jawa yang tidak
dikuburkan, beberapa di antaranya tanpa kepala. Demikianlah berakhir pengepungan
Batavia yang pertama, yang akan diulang pada tahun berikutnya oleh Sultan Agung.

2. Serangan Kedua, 1629


Persiapan untuk serangan kedua dijalankan jauh sebelum serangan itu dimulai
dan perhatian dipusatkan pada persoalan logistik kecuali masalah persenjataan dan
pengangkutan, yang sangat vital fungsinya adalah beras. Di beberapa tempat
sepanjang rute perjalanan barisan diadakan tempat persediaan beras, antara lain di
Tegal dan Cirebon. 16 Sementara itu berita tentang persiapan Mataram untuk
mengulang pengepungan sudah lama terdengar sampai di Batavia. Raja Cirebon, baik
Raja Sepuh maupun Raja Anom dikatakan mengirim informasi secara rahasia ke
Batavia.Serangan yang kedua dilakukan pada tahun 1629, akan tetapi serangan yang
kedua ini merupakan malapetaka bagi Sultan Agung dan pasukannya. Sebelum
pertempuran dimulai, utusan Mataram yang bernama Warga, menawarkan perdamaian
dengan VOC, tetapi setelah diketahui maksud Mataram yang sebenarnya, dia dihukum
mati. Angkatan perang Sultan Agung berangkat dalam dua gelombang, yang pertama
terdiri atas artileri dan amunisi yang berangkat pada pertengahan Mei 1629, adapun
gelombang kedua ialah pasukan infanteri yang berangkat pada tanggal 20 juni 1629.
Pasukan itu dipimpin oleh Kyai Adipati Juminah, K.A. Purbaya, dan K.A. Puger.
Mereka dibantu oleh Tumenggung Singaranu, Raden Aria Wiranatapada,
Tumenggung Madiun dan K.A. Sumenep.
Pada tanggal 4 Juli pihak VOC mulai memusnahkan 200 kapal, 400 rumah,
dan satu gunungan padi. Rasa takut timbul sedemikian hebat sehingga tidak ada satu
pun kapal milik orang Mataram yang berani muncul. Beberapa minggu kemudian,
gunungan padi kedua di Cirebon dimusnahkan. Dengan melihat kejadian-kejadian ini,
sebenarnya hasil peperangan sudah dapat diketahui. Apapun usaha dan kemahiran
yang dilancarkan pasukan Sultan Agung terhadap VOC, pihak Mataram tetap saja
menerima kekalahan. Hal ini disebabkan karena dengan kekurangan makanan seluruh
pengepungan hanya bertahan satu bulan. Pada tanggal 8 September pihak yang
dikepung melihat bahwa orang Mataram dengan parit perlindungan yang sangat
diperkuat telah mendekati benteng Hollandia. Hanya dengan satu sergapan saja, parit-
parit pertahanan tersebut dapat dihancurkan. pada tanggal 12 September, benteng
Bommel diserbu 200 orang, delapan hingga sembilan orang mulai memanjat dan
langsung dipukul mundur. Pada tanggal 14 dan 15 September datang gerobak-gerobak
berisi meriam yang ditarik dengan menggunakan 12 sampai dengan 18 ekor kerbau.
Pada tanngal 17 September pihak VOC merencakan sebuah sergapan di bawah
pimpinan Antonio van Diemen. Sebagian pertahanan pihak Mataram dibakar. Akan
tetapi, hujan menolong pihak Mataram dalam usahanya untuk memadamkan
kebakaran. Pada hari-hari berikutnya pihak Mataram mempersiapkan persenjataan
mereka. Sehingga pada tanggal 21 September, tepat sebulan sesudah orang Mataram
pertama muncul di Batavia, tembakan pertama dapat dilepaskan. Pada tanggal 20
September Gubernur Jenderal Jan Pietersz. Coen meninggal dunia karena mendadak
sakit. Tepat pada tanggal 27 September pihak Belanda memutuskan untuk tidak lagi
mengadakan serangan umum, karena pihak Mataram yang ditawan memberi
keterangan tentang bahaya kelaparan yang semakin mengancam. Pada serangan kecil
yang terjadi pada 1 Oktober, pihak Mataram kelihatan tidak bersemangat lagi.
Keesokan harinya penarikan mundur dimulai. Pasukan yang mundur ini meninggalkan
mayat-mayat dan korban, gerobak-gerobak kosong beserta barang-barang yang lain,
dan semakin jauh dari kota semakin banyak jumlahnya. Penyerangan di tahun 1629 ini
mengakibatkan pihak Mataram mengalami banyak penderitaan yang disebabkan oleh
penyakit dan kelaparan, tentarannya pun bercerai-berai dalam perjalanan pulang
mereka. Sedangkan VOC hanya menderita sedikit kerugian. Ambisi Sultan Agung
tidak seimbang dengan kemampuan militer dan logistiknya sehingga telah membawa
dirinya ke dalam kehancuran di depan Batavia. Semenjak itu, tentara Mataram tidak
pernah lagi menyerang Batavia. Menurut Graff, penyebab kegagalan pihak Mataram
terletak pada kurangnya perawatan, kurangnya daya tembak dibandingkan dengan
kemampuan orang Eropa, serta postur tubuh orang Jawa yang lebih kecil jika
dibandingkan dengan orang Belanda. Juga benteng pertahanan Eropa, bagaimanapun
primitif dan kurang efisiensinya, sangat menyulitkan mereka. Misalnya saja serbuan
mereka yang gagal terhadap benteng kecil yang dipertahankan oleh kurang lebih 12
orang saja. Meskipun demikian, pasukan Mataram ternyata sangat berdisiplin, mereka
berani bertempur, dan dapat menyesuaikan diri dengan cara-cara tempur yang asing
baginya, misalnya pengepungan terhadap kota yang diperkuat secara Eropa. Hanya
pada detik-detik terakhir, ketika keadaan serba kekurangan mulai terasa dan penyakit
meRajalela, semangat dan daya tahan mereka mulai berkurang.

C. DAMPAK KEKALAHAN SULTAN AGUNG BAGI Mataram


Kegagalan yang sampai dua kali dialami pasukan Mataram di Batavia tentu
meninggalkan kesan yang mendalam terhadap Mataram khususnya bagi Sultan Agung.
Setelah musibah di Batavia, Sultan Agung memang patut cemas. Pertama, rakyat
Priangan melepaskan diri dari kekuasaan Raja karena menyesalkan petaka di Batavia yang
meminta banyak korban. Di samping itu, mulai terjadi sejumlah pergolakan di sekitar
pusat keRajaan yang mungkin lebih berbahaya. Musibah yang terjadi pada tahun 1628 dan
tahun 1629 jelas mencemaskan lapisan masyarakat Mataram. Suatu rangkaian
kemenangan yang tidak ada putusnya, sekarang tiba-tiba berhenti. Dikabarkan bahwa
suluruh bangsawan Mataram diliputi rasa takut terhadap Batavia, dan mereka menasehati
Sultan Agung agar tidak lagi memerintahkan untuk kembali ke Batavia, kecuali bila
Sultan Agung ikut serta. Pada tahun 1630, Sultan tidak mampu berbuat sesuatu yang luar
biasa. Sepertinya ekspedisi pada tahun-tahun sebelumnya dan terutama pada tahun 1629
sangat melelahkan Sultan Agung sehingga terkesan ia tidak berhasrat untuk berperang
lagi, dan ia membutuhkan waktu untuk istirahat sejenak.
Kekalahan Sultan Agung di Batavia juga telah menghancurkan mitos bahwa
dirinya tidak dapat dikalahkan. KeRajaannya yang rapuh harus dipersatukan kembali
dengan kekuatan militer. Kekalahan tersebut juga mengakibatkanVOC di Jawa semakin
kuat dan meRajalela. Sehingga keRajaan Mataram dipaksa untuk mengakuinya. Dengan
demikian, visi Sultan Agung untuk menyatukan seluruh pesisir Pulau Jawa gagal
terpenuhi. Sementara VOC mengontrol wilayah pesisir Jawa. VOC juga meletakkan
fondasi bagi penjajahan oleh pemerintahan Belanda selanjutnya, tidak hanya di Jawa,
tetapi juga hampir di seluruh wilayah Nusantara. Pasca kegagalan Sultan Agung untuk
merebut Batavia, pihak VOC mulai melancarkan serangan dan secara berkala memperluas
wilayah dengan mengambil alih kekuasaan Raja-Raja pribumi. Selain Sultan Agung,
tidak ada lagi seorang pun Raja Jawa yang menjadi ancaman serius bagi Belanda hingga
masa Pangeran Mangkubumi, dan tidak akan ada lagi kekuatan Jawa yang mengepung
Batavia.

D. Mataram PASCA KEKALAHAN DI BATAVIA


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kekalahan di Batavia menyebabkan
daerah-daerah bawahan Mataram melakukan pemberontakan untuk merdeka. Diawali
dengan pemberotakan yang dipimpin oleh para guru agama dari daerah Tembayat, pada
tahun 1630 Sultan Agung membantai habis-habisan kaum pemberontak tersebut. Pada
tahun 1631, Sultan Agung menumpas pusat-pusat perlawanan di Sumedang dan Ukur di
Jawa Barat. Kemudian di tahun 1636 terjadi pemberontakan di Giri. Sultan Agung
mengutus Pangeran Pekik untuk menaklukkan Giri dan pada tahun 1640 berhasil
menundukkan Blambangan. Akhirnya, pada tahun 1646 kira-kira antara awal bulan
Februari dan awal bulan April, Sultan Agung wafat. Hal ini diduga karena Sultan
Agung terserang suatu penyakit. Pintu-pintu gerbang yang menuju ke istana ditutup untuk
mencegah terjadinya kudeta, dan putranya dinyatakan sebagai penggangtinya dengan
gelar Susuhunan Amangkurat I. Dalam Babad Tanah Jawi disebutkan bahwa sebelum
Sultan wafat, ia berpesan kepada Pangeran Purbaya:
Uwa Purbaya, rasa-rasanya saat ini saya sudah waktunya untuk menghadap Allah.
Saya hanya berpesan, bahwa yang pantas menjadi Sultan di Mataram ini adalah putra saya
yang tua, yaitu pangeran Adipati Arya Mataram, sedangkan putra saya yang muda biarlah
turut serta mulia bersama. Uwa saya minta untuk dapat membimbing cucu, putra saya serta
seluruh kerabat. Selamat tinggal. Pada masa Amangkurat I (Pengganti Sultan Agung),
pengejaran terhadap Giri terus dilakukan dan sebanyak 6000 santri dibantai di alun-alun
Plered. ketika Giri telah dikuasai, maka tidak ada satu pun daerah pesisir yang merdeka. Inilah
yang kemudian disebut sebagai pemisahan antara agama dan Negara. Jika pada masa-masa
sebelumnya, ulama pesisir banyak yang menjadi penasehat Raja, maka semenjak itu ulama-
ulama pesisir tidak lagi menjadi penasehat Raja.Amangkurat I memang berbeda dengan
ayahnya yakni Sultan Agung yang sangat menentang VOC. Amangkurat I bersikap anti
ulama dan melakukan pendekatan serta kerja sama dengan VOC. Sepeninggal Sultan Agung,
perpecahan, persaingan, perebutan kekuasaan dan kepentingan pribadi di antara penguasa-
penguasa daerah dan di antara kaum bangsawan kembali berkecamuk. Seperti itulah kondisi
Mataram pasca pemerintahan Sultan Agung.
LAMPIRAN 2
1. Penilaian Pengetahuan
1.1 Kisi-kisi
Kompetensi Dasar Materi Indikator Ranah
Kognitif
3.2 Menganalisis strategi Sultan Agung Vs VOC Mendeskripsikan alasan
perlawanan bangsa (J.P Coen) Sultan Agung melawan C4
Indonesia terhadap 1. Alasan perlawanan VOC
penjajahan bangsa Sultan Agung Mendeskripsikan bentuk
Eropa (Portugis, terhadap VOC (J.P perlawanan Sultan Agung C4
Spanyol, Belanda, Coen) terhadap VOC (JP. Coen)
Inggris) sampai 2. Bentuk Perlawanan Menganalisis Dampak
dengan abad ke-20. Sultan Agung Kekalahan Sultan Agung
terhadap VOC Bagi Mataram
C4
3. Dampak kekalahan
Sultan Agung
terhadap VOC

1.2 Instrumen Soal


Ranah Skor Teknik
No. Indikator
Kognitif Nilai
Menyebutkan Raja-Raja Mataram Islam C1 10 Tanya
1
sebelum dan sesudah Sultan Agung Jawab
Mendeskripsikan alasan Sultan Agung C2 100
2 Diskusi
melakukan perlawanan terhadap VOC
Mendeskripsikan bentuk perlawanan Sultan C2 100
3 Diskusi
Agung terhadap VOC 1628 (yang pertama)
Mendeskripsikan bentuk perlawanan Sultan C2 100
4 Diskusi
Agung terhadap VOC 1629 (yang kedua)
Menganalisis Dampak Kekalahan Sultan C4 100
5 Diskusi
Agung Bagi Mataram

1.3 Teknik penskoran

NA = N1+N2+N3, dst = 100

Keterangan :
- NA: Nilai Akhir
- N1 : Soal Nomor 1
- N2 : Soal Nomor 2
- N3 : Soal Nomor 3

Masing-masing nilai diisi dengan kriteria :


86– 100 = Baik Sekali (A) 40– 59 = Kurang Baik (D)
70– 85 = Baik (B) 0 – 39 = Kurang Sekali (E)
60– 69 = Cukup Baik (C)

1.4 Grade Penilaian Pengetahuan


KKM: 75
Interval Kategori Grade
86– 100 Sangat Baik A
70 – 85 Baik B
60 – 69 Cukup C
59 – 50 Kurang D
49 – 40 Sangat Kurang E

1.5 Instrumen penilaian kinerja Kelompok

ASPEK PENILAIAN
Penyampaian

Tidak Plagiasi
Sistematika

Pengusaan

NAMA TOTAL
NO Penulisan SKOR KET
Materi

Kelompok NILAI
Gaya

1 Kelompok 1
2 Kelompok 2
3 Kelompok 3
4 Kelompok 4
Dst

1.6 Rubrik Penilaian Hasil Diskusi Kelompok


ASPEK SKOR
NO YANG
DINILAI 1 2 3 4
1 Sistematika Hanya berhasi Berhasil Berhasil Berhasil
Penyampaian lmendapatkan mendapatkan mendapatkan 3 mendapatkan
1 substansi 2 substansi substansi lebih dari 4
materi dari materi dari materi dari substansi
informasi yang informasi informasi yang materi dari
telah yang telah telah informasi yang
ditentukan ditentukan dikumpulkan telah
dikumpulkan
2 Penguasaan Tidak Materi belum Materi Substansi
Materi menguasai mengarah mengarah pada materi
materi pada substansi tersampaikan
substansi namun belum secara jelas dan
tujuan yang lengkap holistik
dimaksud
3 Gaya Tidak Kurang Menggunakan Menggunakan
Penulisan menggunakan menggunakan bahasa bahasa Ilmiah
bahasa yang bahasa yang Indonesia yang dan sesuai
baik dan benar baik dan baik dan benar dengan EYD
serta tidak benar namun namun dan
sesuai EYD sesuai EYD sesuai EYD
4 Tidak Plagiasi Ada unsur Ada unsur Ada unsur Tidak ada
plagiasi 100% plagiasi 60% plagiasi 30% unsur plagiasi
( daftar ( hanya ada (ada daftar
pustaka tidak salah satu pustaka,
sesuai dengan daftar pustaka, catatan
kutipan catatan kaki/kutipan)
ataupun kaki/kutipan)
catatan kaki)
LAMPIRAN 3
2. Penilaian keterampilan
2.1 Teknik penilaian : Non Tes
2.2 Bentuk penilaian : Penilaian Keterampilan Diskusi
2.3 Kisi-kisi

No. Indikator Teknik

1 Mampu mengumpulkan informasi Observasi

2 Mampu mengkritisi pernyataan dan informsi Observasi

3 Mampu bertanya untuk mendapatkan pendalaman materi Observasi

4 Mampu bekerja sama dengan baik dalam proses diskusi Observasi

5 Mampu mempresentasikan hasil diskusi maupun temuan yang


sudah didapatkan Observasi

2.4 Instrumen Penilaian Observasi Unjuk Kerja Diskusi


Pernyataan / Indikator Scoring
N Nilai
Nama Berpendapat Berpikir Bertanya Kerjasama Jumlah
O Akhir
(1-5) kritis (1-5) (1-5) (1-5)
1 Siswa 1
2 Siswa 2
3 Siswa 3
4 Siswa 4
5 Siswa 5
6 Siswa 6
8 Siswa 7
9 Siswa 8
10 Siswa 9

Rentang Skor:
4= Sangat Baik 2= Cukup Baik
3= Baik 1= Kurang

2.5 Rubrik Penilaian Keterampilan

Kriteria Skor Indikator


Berpendapat 5 Mampu menyampaikan informasi dan menjawab
pertanyaan dan menghargai pendapat orang lain.
4 Mampu menyampaikan informasi dan tidak
mampu menjawab pertanyaan tetapi menghargai
pendapat orang lain.
3 Mampu menyampaikan informasi dan menjawab
pertanyaan dan kurang menghargai pendapat
orang lain
2 Mampu menyampaikan informasi dan tidak
mampu menjawab pertanyaan dan kurang
menghargai pendapat orang lain.
1 Tidak mampu menyampaikan informasi dan tidak
mampu menjawab pertanyaan dan kurang
menghargai pendapat orang lain.
Berpikir kritis 5 Mampu menyampaikan pendapat sesuai dengan
konsep materi bahasan dan mampu
menyampaikan sumber lain yang relevan
4 Mampu menyampaikan pendapat sesuai dengan
konsep materi bahasan tetapi tidak mampu
menyampaikan sumber lain yang relevan
3 Turut serta dalam menyimpulkan dan merefleksi
pembelajaran
2 Menyampaikan pendapat tapi kurang tepat dengan
konsep materi bahasan.
1 Tidak sesuai dengan konsep materi bahasan.
Bertanya 5 Pertanyaan mudah dipahami, pilihan kata tepat
dan ejaan semua benar.
4 Pertanyaan mudah dipahami, pilihan kata tepat,
beberapa ejaan salah.
3 Pertanyaan kurang dapat dipahami, pilihan kata
kurang tepat dan beberapa ejaan salah.
2 Tidak mudah dipahami, pilihan kata kurang tepat,
dan banyak ejaan yang salah.
Kerjasama 1 Aktif dalam mengumpulkan informasi saat
kegiatan diskusi berlangsung.
4 Berperan serta dalam penerapan model dan
metode pembelajaran
3 Aktif dalam berdiskusi
2 Menunjukan kesiapan dalam belajar
1 Pasif dalam berdiskusi dan mengumpulkan
informasi saat kegiatan diskusi berlangsung

2.6 Teknik Penilaian Keterampilan

Penilaian
Jumlah nilai yang diperoleh
Nilai= X 100=Nilai Akhir
nilai maksimal

2.7 Grade Penilaian Keterampilan

Indikator Nilai Kulitatif


> 81,25 - 100 Sangat Baik (A)
>62,5 – 81,25 Baik (B)
>43,75 – 62,5 Cukup (C)
>25 – 43, 75 Kurang Baik (D)
LAMPIRAN 4
LEMBAR KERJA KELOMPOK DAN MANDIRI

Lembar Diskusi Siswa

Nama Siswa : 1.
2. KELOMPOK
3.
4.

SOAL :
Diskusikan dengan Teman Anda tentang alasan Sultan Agung melakukan perlawanan terhadap
VOC di Batavia, (1). Sebutkan apa yang menjadi cita-cita dari Sultan Agung (2). Mengapa
Sultan Agung melakukan perlawanan terhadap VOC di Batavia

Jawaban :
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
………………………………………………………………………………………………………….

Lembar Diskusi Siswa

Nama Siswa : 1.
2. KELOMPOK
3.
4.

SOAL :
Diskusikan dengan teman sekelompok anda tentang bentuk perlawanan Sultan Agung terhadap
VOC 1628 (yang pertama) (1) sebutkan panglima perang dari Mataram (2) jelaskan secara runtut
dimulai bulan agustus hingga desember 1628, tentang pristiwa-peristiwa yang terjadi dalam
perlawanan tersebut.
Jawaban :
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.

Lembar Diskusi Siswa

Nama Siswa : 1.
2. KELOMPOK
3.
4.

SOAL :
Diskusikan dengan teman sekelompok anda tentang bentuk perlawanan Sultan Agung
terhadap VOC 1629 (yang kedua) (1) sebutkan panglima perang dari Mataram (2) jelaskan
secara runtut dimulai bulan mei hingga oktober 1629, tentang pristiwa-peristiwa yang terjadi
dalam perlawanan tersebut.
Jawaban :
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
………………………………………………………………………………………………………
…...
……………………………………………………………………………………………………
Lembar Diskusi Siswa

Nama Siswa : 1.
2. KELOMPOK
3.
4.

SOAL :
Diskusikan dengan teman sekelompok anda tentang (1) Dampak Kekalahan Sultan Agung Bagi
Mataram. (2) jelaskan secara singkat juga kepemimpinan Raja Mataram setelah Sultan Agung
wafat (Amangkurat 1). (3) mengapa terjadi banyak pemberontakan.
Jawaban :
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
…………………………………………………………………………………………………………..
.
LEMBAR KERJA SISWA

1. Menyebutkan Raja-Raja Mataram Islam sebelum dan sesudah Sultan Agung


2. Mendeskripsikan alasan Sultan Agung melakukan perlawanan terhadap VOC
3. Mendeskripsikan bentuk perlawanan Sultan Agung terhadap VOC 1628 (yang pertama)
4. Mendeskripsikan bentuk perlawanan Sultan Agung terhadap VOC 1629 (yang kedua)
5. Menganalisis Dampak Kekalahan Sultan Agung Bagi Mataram

Penyelesaian :
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________
___________________________________________