PT.

PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI

1. PENDAHULUAN 1.1. UMUM

Prosedur Tetap (Protap) Operasi Bersama ini disusun untuk dipergunakan sebagai pedoman operasional bersama pada pelaksanaan Pengendalian pengendalian pengoperasian yang Sistem dimaksud Kendari. adalah

pengoperasian

pengoperasian pembangkitan dan switching peralatan sistem tenaga listrik Tegangan Menengah 20 kV Sistem Kendari dan Lambuya. Protap ini dipergunakan sebagai panduan bagi

Pelaksana tugas operasional pada : 1. Pengendali Operasi Pembangkit (Operator PLTD) 2. Pengendali Operasi UPB Kendari. 3. Pengendali Operasi (Dispatcher) DCC Kendari. 4. Piket Distribusi (PIDIS) Cabang Kendari. Protap tersebut mengatur operasional tegangan menengah baik pada kondisi normal, kondisi gangguan, dan pemadaman akibat defisit daya. Kondisi-kondisi tersebut perlu diatur dalam suatu Pedoman Operasional bersama, dengan tujuan menghindari kerusakan peralatan instalasi, ekonomis, dan menjaga kontinuitas suplai.

PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI

1.2.

TANGGUNG-JAWAB PENGOPERASIAN

1. Pengendali Operasi Pembangkit (Operator PLTD) Pengendali Operasi Pembangkit (Operator PLTD) adalah : a. Operator Kontrol Listrik (ELCON) dan operator ruang mesin pada unit pembangkit di PLTD 1 Uwa-uwa, PLTD Poasia, PLTD Sewatama dan PLTD Lambuya yang bertugas melaksanakan pengoperasian instalasi unit pembangkitan terkait dan menjamin terselenggaranya kontinuitas tenaga listrik b. Sektor Kendari mengirimkan Laporan Daya mampu pembangkitan harian, mingguan, bulanan kepada UPB Kendari c. Apabila terjadi maka gangguan sektor mesin kendari yang harus bersifat segera

emergency

menginformasikan kondisi tersebut ke UPB Kendari d. Dalam tugasnya menerima instruksi pengoperasian sistem Kendari dari UPB Kendari 2. Pengendali Operasi UPB Kendari Tugas dan tanggung jawab Pengendali Operasi UPB Kendari adalah sebagai berikut :

Berkoordinasi dengan Pengendali operasi UPB Kendari dalam mengupayakan kelangsungan pasokan listrik secara real time b. 3. Melakukan tindakan yang terbaik bila kondisi sistem telah menyimpang dari Rencana Harian Tenaga Listrik setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Piket Penyelia c. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI a. Pengendali Operasi (Dispatcher) DCC Kendari Tugas dan tanggung jawab Pengendali Operasi (Dispatcher) DCC Kendari adalah sebagai berikut : a.PT. Berkoordinasi dengan DCC Kendari untuk mengupayakan penormalan sistem / gangguan instalasi sesingkat mungkin. Mengatur sistem pembangkitan Kendari dengan memberi instruksi kepada operator PLTD dengan berpedoman pada Rencana Operasi Harian yang telah ditetapkan untuk mencapai sistem ketenagalistrikan yang handal. bermutu baik dan ekonomis sehingga didapatkan kinerja pembangkitan yang sesuai dengan target kinerja sektor. Memberikan pandan kepada PIDIS Cabang Kendari dalam memulihkan sistem kelistrikan Kendari dari . Mengoperasikan secara remote PMT 20 kV Feeder dan LBS maupun Recloser yang terpasang di Jaringan Distribusi Tegangan Menengah 20 kV (KECUALI TIE LINE) c. b.

d. 1. Piket Distribusi (PIDIS) Cabang Kendari Piket Distribusi (PIDIS) Cabang Kendari adalah Piket PIDIS di Cabang Kendari yang bertugas berkomunikasi dengan DCC Kendari dalam menjamin terselenggaranya kontinuitas dan pelayanan listrik ke konsumen dan pemulihan jaringan distribusi tegangan menengah yang terganggu.PT. PERUBAHAN TAHAPAN UFR Under frequency Relay (UFR) pada penyulang distribusi adalah mekanisme pelepasan beban ( load shedding ) untuk mempertahankan frekuensi sistem yang kritis akibat tripnya unit pembangkit. . Sehingga perubahan terhadap setting atau tahapan UFR menjadi kewenangan UPB Kendari sebagai pelaksana operasi di grid Sistem Kendari. Menganalis sebab-sebab penyimpangan kondisi real ime dari rencana operasi harian termasuk analisa terhadap gangguan sistem atau gangguan instalasi 4.3. dengan tetap berkoordinasi DCC Kendari dan Cabang Kendari. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI gangguan serta memberikan arahan tentang tindakan yang terbaik bila kondisi sistem telah menyimpang dari Rencana Operasi Harian akibat gangguan sistem / instalasi. Mengawasi pelaksanaan operasi real time sistem jaringan distribusi Tegangan Menengah 20 kV sesuai dengan rencana operasi e. 1.

2. Posisi tahapan UFR akan dikembalikan lagi ke posisi normal sesuai Lampiran-3. ALUR KOMUNIKASI OPERASI .PT. 4. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI 2. selanjutnya DCC Kendari secara lisan ke UPB Kendari untuk kemudian menginstruksikan kepada Operator PLTD. Permintahan perubahan tahapan UFR penyulang distribusi yang bersifat tetap ke tahapan prioritas dilakukan secara tertulis ke Bagian Operasi PLN UPB KENDARI. Selector switch Under Frequency Relay ( UFR ) penyulang distribusi berada pada tahap sesuai dengan Lampiran-3. 3. Perubahan tahapan UFR yang bersifat sementara karena permintaan Cabang Kendari disampaikan ke DCC Kendari.

675 MHz.PT.800 MHz) .725 MHz) RANTING BENU-BENUA RAYON WUA-WUA CHANNEL APD-PIDIS (165. Rx = 167.250 MHz) CHANNEL PIDIS (165. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI PLTD WUA-WUA PLTD POASIA PLTD SEWATAMA AP2B PLTD LAMBUYA APD RANTING UNAAHA PIDIS KENDARI KETERANGAN : CHANNEL APD (Tx = 172.

3. Jika pekerjaan pembebasan tegangan melibatkan unit lain maka diperlukan Surat Permintaan Izin Pekerjaan . PEMELIHARAAN / ENERGIZED PERALATAN 3. 3. pembebasan tersebut mengakibatkan pemadaman pada penyulang 20 kV. Jika pekerjaan pembebasan tegangan tidak melibatkan unit lain maka tidak perlu mengirim surat permintaan izin pekerjaan. dilakukan setelah dari mendapat UPB izin pekerjaan dan jika pembebasan tegangan Kendari. maka perlu koordinasi pada DCC Kendari dan PIDIS Kendari. Manuver pembebasan tegangan pada instalasi Kubikel PLTD. Hal yang dimaksud berlaku juga untuk pemberian tegangan (energized) dan pembebanan peralatan atau instalasi yang baru beroperasi. DEFINISI Yang dimaksud dengan Kondisi Pemeliharaan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mempertahankan atau mengembalikan unjuk kerja peralatan/instalasi. 2.2. PEMBEBASAN TEGANGAN 1.PT.1. cukup dengan menginformasikan secara lisan melalui media komunikasi radio voice ke DCC Kendari. Kegiatan tersebut kemungkinan menyebabkan pemadaman pada peralatan yang akan dipelihara atau berubahnya kondisi normal pada instalasi (manuver). PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI 3.

minimal 3 (tiga) hari sebelum pekerjaan pemeliharaan dilakukan. . PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI Pembebasan Tegangan yang disampaikan secara tertulis.PT. 4. Manuver pembebasan tegangan pada instalasi PLTD dilaksanakan sesuai dengan urutan manuver pembebasan tegangan yang diterbitkan oleh UPB Kendari.

Dan jika manuver tersebut mengakibatkan pemadaman pada penyulang 20kV.4. maka perlu koordinasi dengan DCC Kendari & PIDIS Kendari. Manuver pemberian tegangan pada instalasi PLTD. MANUVER JARINGAN DISTRIBUSI 1. minimal 3 (tiga) hari sebelumnya. 2. 3. Dan jika pemberian tegangan tersebut mengakibatkan pemadaman pada penyulang 20kV. Manuver pada jaringan distribusi untuk pekerjaan terencana dilakukan setelah PIDIS Kendari mengirimkan izin pekerjaan dan konfigurasi jaringan ke DCC Kendari. minimal sehari sebelum pekerjaan pemberian tegangan dilakukan. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI 3.3. 2. Surat Izin Pekerjaan pemberian tegangan disampaikan secara tertulis. Manuver jaringan distribusi untuk pekerjaan korektif pada jaringan distribusi yang memerlukan pelepasan PMT Penyulang 20 kV di PLTD dilakukan setelah Dispatcher DCC Kendari memberitahu Dispatcher UPB Kendari dan Operator PLTD terkait . dilakukan setelah mendapat izin pekerjaan. maka perlu berkoordinasi dengan DCC Kendari & PIDIS Kendari. PEMBERIAN TEGANGAN 1.PT.

peralatan Bantu. 4.  Mencatat semua kejadian sebelum dan saat terjadi gangguan (jika ada) . serta beroperasi tidak sesuai dengan konfigurasi seperti yang ditetapkan pada kondisi normal. A. KONDISI GANGGUAN Yang dimaksud dengan kondisi gangguan adalah suatu keadaan operasional yang menyatakan keluarnya peralatan distribusi tegangan menengah (TM) yang terganggu oleh keadaan tertentu. Gangguan Padam Total (Black-out) 1. dan peralatan pendukung dapat dioperasikan sesuai batas-batas keamanan pengusahaan serta sesuai dengan fungsinya. Kondisi normal Sistem Kendari terlampir.1. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI 4. KONFIGURASI JARINGAN SISTEM 4.2. adalah suatu keadaan dimana semua peralatan utama. Tindakan yang dilakukan oleh Pengendali Operasi UPB Kendari adalah sebagai berikut :  Menginformasikan kondisi tersebut kepada dispatcher DCC Kendari dan operator PLTD WuaWua dan Poasia.PT. sehingga fungsi penyaluran atau distribusi tenaga listrik ke konsumen menjadi tidak optimal. KONDISI NORMAL Yang dimaksud dengan Kondisi Normal .

PT.  DCC Kendari melepas LBS/Recloser remote dan untuk LBS/Recloser ke manual PIDIS pertama DCC Kendari dari Kendari untuk pangkal menginformasikan melepas LBS/Recloser penyulang.  Mencatat indikasi relay dan signal yang muncul pada monitor SCADA untuk PLTD yang terkait dengan area DCC Kendari. kecuali PMT Penyulang Tie Line menunggu koordinasi dengan UPB Kendari. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI  Mencatat indikasi relay dan signal yang muncul pada monitor Display  2. Melakukan tindakan pemulihan Tindakan yang dilakukan oleh Pengendali Operasi (Dispatcher) DCC Kendari adalah sebagai berikut :  Menginformasikan kondisi tersebut ke Piket Distribusi (PIDIS) Cabang Kendari. Untuk pemulihan menunggu informasi selanjutnya dari Dispatcher UPB Kendari dengan memperhatikan frekuensi sistem dan berdasarkan urutan prioritas .  Mencatat semua kejadian sebelum dan saat terjadi gangguan (jika ada)  Membuka semua PMT 20 kV Penyulang Distribusi pada PLTD terkait dengan area DCC Kendari.

Tindakan yang dilakukan oleh Operator PLTD adalah sebagai berikut :  Mencatat semua kejadian sebelum dan saat terjadi gangguan (jika ada)  Mencatat indikasi relay dan signal yang muncul pada panel control dan panel pengaman kemudian reset alarm dan signal. B. Gangguan Pembangkit . PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI 3.PT. Untuk pemulihan menunggu informasi selanjutnya dari Dispatcher DCC. Untuk pemulihan menunggu informasi selanjutnya dari Pengendali Operasi UPB Kendari.  Menginformasikan ke Kantor Rayon atau Ranting untuk mendahulukan Penyulang .  Melakukan tindakan seperti dimaksud pada SOP Pengoperasian Mesin PLTD.penyulang yang diprioritaskan agar nantinya bisa dinormalkan secara bertahap. 4. Tindakan yang dilakukan oleh Piket Distribusi (PIDIS) Kendari adalah sebagai berikut :  Menginformasikan ke Kantor Rayon atau Ranting bahwa terjadi gangguan Black Out dan minta untuk melepas LBS/Recloser manual yang diperlukan yang terdekat dari Pangkal Penyulang.

Tindakan yang dilakukan oleh Pengendali Operasi UPB Kendari adalah sebagai berikut :  Menginformasikan kondisi tersebut ke Dispatcher DCC Kendari. Tindakan yang dilakukan oleh DCC Kendari adalah sebagai berikut : . 1. koordinasi dengan Operator PLTD dimana terjadi gangguan Pembangkit. 2.PT.  Dilakukan langkah-langkah seperti kondisi gangguan pemadaman total pada point 1 diatas. Tindakan yang dilakukan oleh Pengendali Operasi (Dispatcher) DCC Kendari adalah sebagai berikut :  Menginformasikan kondisi tersebut ke Piket Pelayanan (PIDIS) Kendari  Piket PIDIS Kendari menyampaikan ke Rayon atau Ranting yang berada dalam area penyulang yang terkena dampak gangguan. Gangguan Penyulang Tindakan-tindakan berikut berlaku pada Jaringan Distribusi Tegangan Menengah 20 kV yang dilengkapi dengan LBS & Recloser remote maupun LBS & Recloser motorize yang masih dioperasikan secara manual. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI 1.  Informasi dari UPB Kendari sesuai dengan kondisi kesiapan Pembangkit C.

Jam keluar masuk PMT / LBS dan menyebabkan gangguan.  Lakukan manuver untuk mengurangi pemadaman.PT.  Lepaskan LBS. Signal. Informasikan ke Dispatcher UPB Kendari untuk dicoba masukkan PMT Penyulang. dengan terlebih dahulu menginformasikan ke Dispatcher UPB KENDARI untuk mengecek kesiapan Pembangkit apakah bisa menampung beban yang masuk bila dimanuver dan memungkinkan bagi jaringan distribusi. atau Motoraise Remote. informasikan ke Piket Pelayanan (PIDIS) Cabang Kendari untuk memeriksa jaringan distribusinya.  Masukkan kembali PMT Penyulang jika ada pernyataan aman dari PIDIS Cabang Kendari. Rec. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI  Informasikan kondisi tersebut ke Dispatcher UPB Kendari. Tindakan yang dilakukan oleh UPB KENDARI (PIKUT) adalah sebagai berikut : .  Jika masuk kembali. 2. informasikan ke Dispatcher UPB KENDARI untuk mengecek kesiapan pembangkit apakah bisa menampung beban yang masuk bila LBS dimasukkan.  Catat indikasi Relay.  Jika gagal.

koordinasi dengan operator PLTD. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI  Mengecek beban yang akan dimasukkan sesuai dengan kemampuan pembangkit. lepas LBS terdekat dari pangkal penyulang atau LBS sebelum LBS remote atau LBS pada area jaringan distribusi yang gangguan dengan Koordinasi dengan Rayon atau Ranting dalam area Penyulang yang gangguan tersebut. Tindakan yang dilakukan oleh Operator PLTD :  Menginformasikan ke Dispatcher UPB KENDARI mengenai kondisi pembangkit. menginformasikan ke DCC Kendari.  Setelah dilakukan pemeriksaan. 4. 3. jam keluar masuk PMT dan penyebab gangguan. Tindakan yang dilakukan oleh PIDIS Cabang Kendari adalah sebagai berikut :  Jika ada informasi dari Dispatcher DCC.PT.  Menginformasikan ke Dispatcher DCC apabila Pembangkit sudah siap untuk dibebani.  Mencatat indikasi relay. signal. .

90-50. hanya jika hal tersebut sangat diperlukan untuk mencegah timbulnya bahaya atau kerugian yang lebih besar.1. 5.10 Hz .2. Profil tegangan busbar 20 kV sistem Kendari berada pada range 19.PT. DEFINISI Yang dimaksud dengan Kondisi Darurat atau Emergency adalah kejadian musibah. KEADAAN DARURAT 5. Dalam TINDAKAN kondisi darurat (emergency). angin kencang. operator PLTD dapat langsung melakukan pelepasan / pembebasan tegangan pada instalasi yang terganggu. pendudukan/huru-hara yang dapat membahayakan jiwa manusia dan kerusakan peralatan instalasi listrik asset PLN.3 kV (profil tegangan diatur oleh UPB Kendari dengan referensi dari penunjukan metering SCADA DCC Kendari. yang belum bisa dimonioring UPB Kendari) Profil Frekuensi 20kV sistem Kendari berada pada range 49. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI 5. misalnya : kebakaran. bencana alam (berupa banjir & gempa).520. Operator PLTD segera menginformasikan ke Pengendali Operasi UPB KENDARI setelah tindakan darurat dilakukan.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh defisit daya atau defisit energi pada pembangkitan. DEFINISI Yang dimaksud dengan ³Pemadaman akibat Defisit Daya´ adalah kondisi dimana tidak tersedianya daya pembangkitan untuk melayani beban sistem pada suatu kurun waktu tertentu. Pada kondisi ini. Pemadaman paksa yang dimaksud adalah kondisi defisit daya yang disebabkan oleh gagal paralel pada unit pembangkit yang sebelumnya telah dinyatakan siap operasi. Keluar paksa akibat faktor internal unit pembangkit yang sedang beroperasi maupun faktor eksternal 3.2. . 6.PT. Dispatcher UPB menyampaikan kondisi tersebut ke operator PLTD dan Dispatcher DCC Kendari sebelum pelepasan beban (load curtailment) dilakukan.1. PEMADAMAN AKIBAT DEFISIT DAYA 6. PEMADAMAN PAKSA 1. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI 6. 2.

Protap ini dibuat di Kendari pada tanggal 19 Maret 2009 dan berlaku sejak tanggal 20 Maret 2009. . 2.PT. 1. Protap ini akan diperbaharui bila ada penambahan instalasi dan atau tidak sesuai lagi dengan perkembangan kondisi sistem. maka akan disempurnakan melalui mekanisme perubahan protap dikemudian hari. PENUTUP. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI 7. 3. maka prosedur bersama pada tegangan menengah lainnya dinyatakan tidak berlaku. 4. Jika terdapat hal-hal lain yang dianggap perlu dan belum diatur oleh Protap ini. Dengan berlakunya protap ini.

DCC Kendari Supv. Syamsuddin ST Ridwan Kamaruddin Jabatan DM SCADATEL Engineer SCADATEL Wilayah Asman Opsis AP2B Sistem Sulsel Asman Distribusi Cabang Kendari Asman Teknik APD Makassar Asman Engineering Sektor Kendari Asman Operasi Sektor Kendari Supv.PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI Tim Perumus Protap Dibuat Oleh H. Azis Thaha Syamhur Ery Juniarta P Tauhid Ali 19 Maret 09 19 Maret 09 19 Maret 09 19 Maret 09 Nopem 19 Maret 09 . Husain MB. Harliskon Sektor Kendari Supv. Abd.ST 19 Maret 09 Teguh Budi P 19 Maret 09 H. ST 19 Maret 09 Samsahri 19 Maret 09 Achmadi Muchtar. UPB Kendari Supv. Operasi Unit PLTD Wua-wua Tanda Tangan Tanggal 19 Maret 09 19 Maret 09 H.

Hardist Cabang Kendari Staff DCC Kendari Engineer SCADA DCC Makassar 19 Maret 09 19 Maret 09 19 Maret 09 .PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI Suharkan Ismail Nuryasin Rizky AB Supv.

A. Puguh Wedotomo Ir. Agung Setijawan . PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL & SULTRA PROSEDUR TETAP OPERASI BERSAMA PADA TEGANGAN MENENGAH SISTEM KENDARI LEMBAR PENGESAHAN Dibuat Oleh Ir. Lakipadadah Ir. Fauzi Arubusman Ir.PT. Indra Permana Ir. Mursalin Jabatan Manajer Bidang TND Manajer Bidang Pembangkitan Manajer AP2B Sistem Sulsel Manajer APD Makassar Manajer Cabang Kendari Manajer Sektor Kendari Tanda Tangan Tanggal Ir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful