Anda di halaman 1dari 19

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
“Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan
fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam
konteks keruangan” seminar dan lokakarya, Semarang: 1988. Fenomena-
fenomena tersebut selalu terkait dengan ruang di permukaan bumi. Fenomena-
fenomena ini disebut fenomena geosfer yang terdiri dari beberapa lapisan yaitu
litosfer (lapisan batuan yang menyelimuti bumi), atmosfer (lapisan udara yang
menyelimuti bumi), hidrosfer (lapisan air yang menyelimuti bumi), pedosfer
(lapisan tanah di permukaan bumi), biosfer (lapisan tempat tinggal makhluk
hidup), dan antroposfer (lapisan yang terdiri oleh beragam manusia). Sehingga
semua yang terjadi di permukaan bumi merupakan objek studi geografi.
Umumnya dalam penyampaian materi pelajaran geografi hanya
dilaksanakan di dalam kelas. Namun pelajaran geografi yang mempelajari
fenomena-fenomena permukaan bumi dirasa kurang efektif bila hanya
dilaksanakan di kelas. Apalagi kebanyakan guru geografi dalam menyampaikan
materinya menggunakan metode ceramah, sehingga mata pelajaran ini kurang
diminati dan geografi merupakan mata pelajaran yang dianggap membosankan
untuk dipelajari. Hal ini terjadi karena dalam menyuguhkan materinya, Geografi
kurang memperhatikan bagaimana agar siswa bisa tertarik dengan pembelajaran
Geografi. Dari segi pengajar atau pemberi materi biasanya hanya menyuruh
peserta didiknya untuk membaca buku ataupun memahami isi dari materi buku
sehingga didapat suatu rasa bosan terhadap mata pelajaran ini karena terkesan
sebagai mata pelajaran menghafal.
Pada akhir-akhir ini banyak para pengajar mata pelajaran geografi
mencoba untuk menampilkan sesuatu yang beda agar siswa lebih tertarik dengan
geografi karena kita tahu bahwa sekarang mata pelajaran geografi sudah
dimasukkan dalam ujian nasional. Maka cara yang dirasa sangat efektif untuk
mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Media

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
2

pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai


peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Pemanfaatan media
seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru / fasilitator
dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru / fasilitator perlu
mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat
mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
Secara spesifik media yang digunakan adalah sebuah rancangan pembelajaran
dengan mengedepankan kemampuan visual siswa sehingga siswa bisa melihat
secara nyata (tidak menghayal) pada materi yang dipelajari. Dengan demikian
kemampuan daya ingat siswa dapat semakin dikembangkan.
Untuk itu dalam laporan ini, penyusun menggunakan media visual
(media mengandalkan kemampuan penglihatan) agar menjadi media atau alat
yang sangat berguna bagi guru dalam penyampaian materi biosfer di kelas XI-IPS
4 SMA Negeri 19 Surabaya

B. Rumusan Masalah
Dari uraian Latar Belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu
permasalahan sebagai berikut “Bagaimana pengaruh penggunaan media visual
terhadap minat belajar pada materi biosfer dalam mata pelajaran geografi siswa
kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya?”.

C. Tujuan
Berdasarkan permasalahan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual terhap minat belajar
pada mata pelajaran geografi siswa kelas XI-IPS4 SMA Negeri 19 Surabaya.

D. Metode
Laporan ini ada pada dua sumber yaitu pustaka dan data lapangan.
Penelitian ini diawali dengan studi observasi ke sekolah SMA Negeri 19

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
3

Surabaya untuk mengkaji permasalahan yang mungkin dapat dijabarkan dalam


laporan. Berdasarkan pada kenyataan di lapangan dan pengalaman, pihak-pihak
yang terkait dalam penelitian ini menyadari akan adanya pengaruh penggunaan
media visual terhadap minat belajar.
Langkah berikutnya adalah berusaha untuk memastikan kebenaran akan
adanya permasalahan tersebut, juga untuk membuktikan adanya pengaruh
yang terjadi dengan melakukan penggumpulan data. Disini hipotesis yang telah
dibuat akan dibuktikan dengan penggalian data awal yang berhubungan dengan
tujuan penelitian. Data awal ini diambil menggunakan metode angket dan
observasi.

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
4

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Melalui proses komunikasi, pesan atau informasi dapat diserap dan


dihayati orang lain. Agar tidak terjadi kesesatan dalam proses komunikasi perlu
digunakan sarana yang membantu proses komunikasi yang disebut media. Dalam
proses belajar mengajar, media yang digunakan untuk memperlancar komunikasi
belajar mengajar disebut media pendidikan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong
upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses
belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat
disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut
sesuai dengan perkembangan dan tuntutan jaman. Guru sekurang-kurangnya dapat
mengunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja
tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang
diharapkan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media tidak dapat
dipisahkan dari proses belajar mengajar. Ketidakjelasan materi pelajaran yang
disampaikan oleh guru dapat dibantu dan disederhanakan dengan bantuan media.
Berdasarkan hal tersebut penulis mencoba meneliti apakah penggunaan
media visual berpengaruh terhadap minat belajar pada mata pelajaran geografi.

A. Pengertian Media
Ada beberapa ahli yang memberi batasan tentang media dengan
pengertian media sendiri yang sangat luas, seperti dari beberapa ahli yang
mengemukakan pengertian media tersebut, media sebaiknya diberi batasan yang
cukup sempit sehingga hanya mencakup media yang digunakan secara efektif
untuk melaksanakan proses pembelajaran yang direncanakan dengan baik,
sehingga Romiszowski mengemukakan bahwa media adalah pembawa pesan yang
berasal dari suatu sumber pesan kepada penerima pesan. (Romiszowski:1988)

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
5

Pada dasarnya media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari
pengirim ke penerima.

B.Karakteristik Media
Rudi Bretz mengklasifikasikan media atas karakteristik utamanya yaitu
suara, bentuk visual (gambar, garis dan simbol) serta gerak, di samping itu dia
juga membedakan media transmisi dan media rekaman semua digolongkan
menjadi 7 kelas yaitu media audio visual gerak, media visual diam, media audio
semi gerak, media visual gerak, media visual diam, media audio, dan media cetak.
Berbeda lagi dengan L.J.Briggs (1970) menggolongkan media tersebut
dengan mengkaitkan kesesuaian karakteristik rangsangan yang dapat ditimbulkan
oleh media tersebut dengan:
a) Karakteristik siswa.
b) Persyaratan tugas.
c) Materi, dan
d) Trasmisinya.
Dia juga mengidentifikasikan 13 macam media pengajaran yaitu obyek,
model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pengajaran terprogram,
papan tulis,media transparansi, film rangkai, film, televisi dan gambar. Semakin
lebih jelas bahwa karakteristik media sangat menentukan hasil penggolongan
media pengajaran.

C. Kelebihan Media
Media dapat digunakan dalam proses belajar mengajar dengan dua cara,
yaitu sebagai alat bantu mengajar (dependent media) yaitu efektifitas media itu
sangat tergantung kepada kemampuan guru yang memakainya, kedua sebagai
media belajar yang dapat digunakan sendiri oleh siswa (independent) yaitu media
itu dirancang, dikembangkan, dan diproduksi secara sistematik, serta dapat
menyalurkan informasi secara terarah untuk mencapai tujuan intruksional tertentu.

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
6

1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki


oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda,
tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak,
seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media
pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak
mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang
dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur,
model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio
visual dan audial.
2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang
tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik
tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b)
obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang
bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang
bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi.
Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan
kepada peserta didik.
3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta
didik dengan lingkungannya.
4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit
sampai dengan abstrak

D.Kekurangan Media
Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal
yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta
didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena :
(a) obyek terlalu besar;

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
7

(b) obyek terlalu kecil;


(c) obyek yang bergerak terlalu lambat;
(d) obyek yang bergerak terlalu cepat;
(e) obyek yang terlalu kompleks;
(f) obyek yang bunyinya terlalu halus;
(g) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi.
Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat
disajikan kepada peserta didik.

E. Macam-macam Media
Terdapat berbagai jenis media pembelajaran, diantaranya:

1. Media audio
Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber
penerima pesan, jenis-jenis media audio antara lain:
• Radio
• Tape Recorder dan Pita Audio
• laboratorium bahasa, dan sejenisnya

2. Media Visual
Media Visual adalah media yang dapat diamati oleh setiap orang yang
memandangnya sebagai wujud perpindahan dari keadaan yang sebenarnya, baik
mengenai pemandangan, benda-benda, barang-barang atau suasana kehidupan
(Cece Wijaya, 1991: 40).
Gambar merupakan bahasa umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati
dimana saja. Menurut Sujono dan Rivai (1990 : 46) bahwa gambar, lukisan,
kartun, ilustrasi dan foto bias digunakan oleh guru secara efektif dalam proses
belajar mengajar. Media gambar selain murah dan mudah pengadaannya dapat
mempermudah menyampaikan materi pelajaran dan juga dapat mendorong minat
siswa dalam belajar.

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
8

Selain itu gambar juga dapat diartikan sebagai dua dimensi yang
merupakan gambar dari tempat, orang atau suatu kejadian dan peristiwa
(Latuheru, 1988). Demikian juga dengan pengertian yang dikemukakan
Poerdaminto (1987) bahwa gambar adalah foto atau sejenisnya yang
menampakkan orang, bingatang, tempat atau benda. Kemampuan media gambar
dalam pembelajaran juga dikemukakan oleh Nana Sudjana (1992 : 70) dimana
media gambar dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan
berbahasa, kegiatan seni dan pernyataan kreatifitas dalam bercerita, dramatisasi,
bacaan, penuliasan, melukis dan menggambar serta membantu mereka
menafsirkan dan mengingat-ingat isi materi. Selain itu media gambar dapat
digunakan oleh guru secara efektif dalam proses belajar-mengajar untuk setiap
jenjang pendidikan dan berbagai disiplin ilmu.
Menurut Daryanto (1993 :41) dalam bukunya yang berjudul Media
Visual menyebutkan bahwa jenis media gambar ada 2 yaitu:
a. Media Gambar Tunggal
Adalah suatu kesatuan iformasi yang dituangkan atau dijelaskan dalam
satu lembar kertas
b. Media Gambar Seri
Adalah suatu kesatuan inforamasi yang dituangkan ke dalam beberapa
tahapan atau dibuat berseri dalam satu lembar sehingga dalam satu kesatuan
informasi memerlukan beberapa gambar.
Peneliti memilih media gambar tunggal, alasannya penggunaan media
gambar tunggal akan lebih memudahkan bagi siswa karena mereka tidak harus
terikat dengan gambar lainnya dan tidak harus mencari kalimat penghubung yang
tepat, agar gambar-gambar tersebut dapat menjadi suatu certa seperti halnya jika
menggunakan gambar seri. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ngalim Purwanto
(1997 :48) gambar seri lebih sukar digunakan oleh siswa karena terikat, mereka
harus mencari kalimat penghubung yang tepat, agar gambar-gambar tersebut
menjadi suatu cerita.
Penggunaan media dalam proses pembelajaran adalah untuk
memudahkan siswa dalam menerima materi, akan tetapi dalam pemanfaatan atau
penggunaan media harus dilihat dan dipahami karakteristik dari media tersebut.

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
9

Sebelum dipiih dan digunakan dalam suatu ppembelajaran agar tujuan yang
diharapkan dapat tercapai yaitu dapat membantu dalam kegiatan pembelajaran.
Begitu juga dengan pemanfaatan media gambar perlu diketahuhi kelebihan dan
kelemahannya.
Menurut Oemar Hamalik dalam bukunya yang berjudul Media
Pendidikan (1989: 97) menjelaskan bahwa gambar mempunyai nilai dalam
pendidikan, beberapa alas an atau kelebihan sebagai dasar penggunaan media
gambar adalah :
Kelebihan
1. Gambar bersifat konkrit. Melalui gambar para siswa dapat melihat dengan
jelas sesuatu yang sedang dibicarakan atau didiskusikan dalam kelas.
2. Gambar dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. Tidak semua benda,
obyek atau peristiwa dapat dibawa ke dalam kelas. Artinya dimungkinkan
adanya benda atau obyek yang ukurannya terlalu besar sehingga tidak
memungkinkan untuk dibawa ke dalam kelas.
3. Gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan pada obyek atau benda-
benda yang ukurannya terlalu kecil, sangat terbatas untuk diamati dengan
indera kita misalnya: sel-sel merupakan bagian terkecil dari makhluk hidup
sehingga untuk dapat mengajarkannya dapat menggunakan media gambar.
4. Dari segi biaya media gambar termasuk media yang paling murah
5. Gambar dapat mengembangkan minat atau perhatian siswa
6. Membuat pelajarn lebih menjadi lebih baku, setiap pelajar yang melihat akan
menerima esan yang sama atau mencegah tafsiran yang berbeda-beda.
7. Membuat pelajaran lebih menarik, sebagai perhatian dan membuat siswa
tetap memperhatikan dan dapat menimbulkan keingintahuan yang
menybabkan sisa berpikir.
Kekurangan
1. Penggunaan media gambar hanya menekankan pada persepsi indera
penglihatan.
2. Ukuran sangat terbta bila digunakan untuk kelompok yang besar.
Sedangkan menurut Nana Sudjana (1991:70) menyatakan bahwa gambar
atau fotografi pada dasarnya mendorong siswa membangkitkan minatnya pada

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
10

pelajaran dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, kegiatan seni, drama,


bacaan, penulisan serta membantu mereka mengingat-ingat isi bacaan dari buku
teks.
Pendapat lain juga dikemukakan oleh Sudjono dan Rivai (1990 :14)
bahwa media gambar dapat membangkitakan siswa terhadap materi yang
diberikan dan membantu mereka dalam mengembangkan ilustrasi kemampuan
berbahasa dan dapat menafsirkan materi dalam buku teks.
Selain itu menurut Oemar Hamalik (1989 : 69) dalam memilih
gambar-gambar yang baik, pada lazimnya criteria-kriteria dibawah ini dapat
digunakan:
a. Keaslian gambar
Gambar menunjukkan situasi yag sebenarnya seperti melihat keadaan atau
benda yang sesungguhnya
b. Kesederhanaan
Gambar sederhana dalam pewarnaan, menimbulkan kesan tertentu, jangan
sampai anak menjadi bingung dan tidak tertarik dengan gambar tersebut

3. Media Audio Visual


Dengan karakteritik yang lebih lengkap, media audio visual memiliki
kemampuan untuk dapat mengatasi kekurangan dari media audio atau media
visual semata, misalnya film bingkai dilengkapi dengan media suara. Menurut
karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi dua yaitu media audio
visual diam (slow scan TV, time shared TV, TV diam, film rangkai bersuara,
halaman bersuara, dan buku bersuara), dan media audio visual gerak (film
bersuara, pita video, film Tv, TV, holografi, video tapes, dan gambar bersuara).
Televisi adalah media yang menyampaikan pesan melalui gambar gerak
yang dilengkapi suara, TV memiliki kekurangan yaitu guru tidak dapat memilih
atau mengontrol program yang relevan dan tidak bisa menyesuaikan jadwal siaran
dengan jadwal sekolah. Sedangkan kelebihannya dapat memanfaatkan sumber-
sumber lokal untuk kepentingan pengajaran, dan dapat mengatasi kekurangan
sarana dan prasarana.

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
11

Film juga sepertihalnya TV yang dapat dimanfaatkan untuk pengajaran,


kelebibihan dari film ini adalah lebih mendekati realitas, lebih menarik perhatian
siswa, dapat mengatasi keterbatasan intra penglihatan, dapat diputar ulang, dapat
menambah wawasan anak, dapat mengatasi keterbatasan waktu dan ruang, dapat
menampilkan gerak yang dipercepat atau diperlambat, dan dapat menggunakan
proses. Sedangkan kelemahannya biaya produksinya tinggi dan pemakaiannya
perlu ruang gelap.
Video media ini sangat populer di masyarakat, kelebihan dari media ini
yaitu penyajiannya tidak memerlukan ruang gelap, program dapat diputar
berulang-ulang, progam yang rumit atau berbahaya dapat direka terlebih dahulu,
dan mudah dikontrol oleh guru. Sedangkan keterbatasannya antara lain daya
jangkaunya terbatas, sifat komunikasinya satu arah, dan peralatannya cukup
mahal.

4. Media Serbaneka
Karena begitu beragamnya media maka ada pula perbedaan
karakteristiknya dan karena itu tidak digolongkan ke media audio, media visual
maupun media audio visual, beberapa media yang digolongkan kedalam media
serbaneka antara lain:
a) papan tulis (chalkboard, papan buletin (bulletin board), papan flannel (flanned
board), papan magnetik (magnetic board), papan listrik (electric board)
b) media tiga dimensi yaitu media yang dapat memberikan perasaan akan realita,
media tiga dimensi yang banyak digunakan dalam pengajaran adalah model
dan mock-ups ( mewujudkan suatu benda secara terskala, yang ukurannya
mungkin sama, lebih kecil atau lebih besar dari aslinya), diorama
(pemandangan tiga dimensi mini dari suatu obyek, kejadian atau proses yang
disusun atas berbagai simbul dan bahan-bahan nyata yang bertujuan untuk
menggambarkan pemandangan yang sebenarnya.
c) Realita adalah benda-benda nyata apa adanya atau aslinya tanpa perubahan, tapi
ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh guru dalam penggunaan
media ini yaitu benda nyata memiliki banyak macamnya, bagaimana cara agar

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
12

benda nyata itu sesuai dengan praktek belajar mengajar dikelas, dari mana kita
memperoleh benda-benda nyata tersebut.
d) Sumber belajar pada masyarakat, begitu banyaknya sumberbelajar dan kegiatan
yang dapat dimanfaatkan dari masyarakat sebagai sumber informasi bagi siswa,
memang untuk dapat menemukanya guru harus cukup energik dan imajinatif,
karena pemanfaatan sumber belajar pada masyarakat tidak saja akan
melibatkan orang, tempat, benda-benda tetapi juga ide-ide dan semua itu akan
menambah vitalitas dan realitas belajar. Sumber belajar ini bisa melalui karya
wisata atau kemah kerja.

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
13

BAB III
PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

A. Penyajian Data
Untuk mengumpulkan data di lapangan, peneliti menggunakan dua
macam metode, yaitu melalui angket dan observasi. Berikut perolehan data
dengan menggunakan metode pertama yaitu melalui angket (responden 38
siswa):
1. Apakah merupakan Geografi pelajaran yang menarik?
a. Ya = 9 siswa
b. Tidak = 29 siswa
2. Jika tidak, apa alasan Anda?
a. Pelajaran hafalan = 11 siswa
b. Sukar dimengerti = 14 siswa
c. Lain-lain = 4 siswa
3. Apa yang kamu inginkan supaya pelajaran geografi tidak membosankan?
a. Menggunakan media gambar = 17 siswa
b. Dibuat permainan = 10 siswa
c. Dibentuk kelompok diskusi = 7 siswa
d. Lain-lain = 4 siswa

Sedangkan pada pengumpulan data dengan metode kedua pada saat


setelah menggunakan media visual pada materi biosfer diperoleh hasil sebagai
berikut (responden 38 siswa):
Jumlah siswa
Minat / tertarik Tidak minat / tidak
Minat belajar (dengan bertanya & tertarik (tidak bertanya &
menjawab tidak menjawab
pertanyaan) pertanyaan)
Tanpa media visual 9 siswa 29 siswa
Dengan media visual 23 siswa 15 siswa

NILAI PARTISIPASI

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
14

Kelas : XI-IPS 4
Tgl : 3 Agustus 2010

Partisipasi
N NI
NAMA 1 2
O S
Tanya Jawab Tanya Jawab
805 Ery Febrianty *
1
5
806 Lathoiful Minan
2
1
807 Shariya Novita
3
2
808 Alsha Yulchikita *
4
4
809 FajarRizky Arifan *
5
5
810 Jakaria Irfanni *
6
1
811 Putri Sulistya Ningrum *
7
1
812 Dany Bagus
8
6 Kurniawan
812 Dewy Purwaningsih *
9
8
814 Martini Inne Carella *
10
0
814 Moh. Reza Setiawan
11
1
815 Shendy Yanuar K. *
12
2
815 Syeila Dina Camelia *
13
4
825 Ravika Megarisma *
14
7
815 Rido
15
8
816 Didin Eva Riani *
16
5
817 Gusti Prayoga
17
5
818 Ratna Wulandari *
18
3
818 Rio Chandra
19
5
819 Asmaul Husna
20
9
820 Diana Tofan Fatchana *
21
4
22 822 Novi Suryani *

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
15

0
822 Ratih Lancar Sari *
23
2
823 Ella Ratna Johari *
24
9
826 Yeni Rahma Mei S. *
25
4
829 Renita Nendi A.
26
2
829 Rizal Putra P.
27
4
829 Sella Kurniawati *
28
7
830 Wisnu Wardhana *
29
3
831 Dita Ayu Trisnawati *
30
0
831 Edwin Denis Hartono
31
3
832 Moch. Nur Riski A.
32
1
832 Much. Muzzammil
33
2
833 Siti Rahma *
34
3
835 Farah Ihya U.H.
35
6
835 Indah Suryaning R. *
36
8
837 Mutiara Megasari
37
0
837 Rio Adi Santoso *
38
5

B. Analisis Data
Melalui pengumpulan data menggunakan metode angket terhadap 38
siswa XI-IPS4 SMA Negeri 19 Surabaya tentang pengaruh penggunaan media
visual minat belajar pada mata pelajaran geografi, saat sebelum menggunakan
media visual terdapat 29 siswa (61%) tidak minat / tidak tertarik. Dengan alasan
merupakan pelajaran hafalan (11 siswa), sukar dimengerti (14 siswa) dan lain-lain
(4 siswa) . Untuk lebih jelasnya, berikut diagram lingkaran hasil perolehan data
dari kelas XI-IPS4

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
16

Diagram 1. Minat Siswa terhadap geografi ketika tidak menggunakan media


visual

Diagram 2. Alasan siswa tidak minat

Melalui pengumpulan data menggunakan metodei observasi tentang


pengaruh penggunaan media visual minat belajar pada mata pelajaran geografi,
setelah menggunakan media visual terdapat 23 siswa (61%) minat / tertarik
(dengan bertanya dan menjawab pertanyaan) dan 15 sisanya (39%) tidak minat /
tidak tertarik (dengan tidak bertanya & tidak menjawab pertanyaan). Untuk 23
siswa yang minat / tertarik 14 diantaranya bertanya dan 9 menjawab pertanyaan.
Untuk lebih jelasnya, berikut diagram lingkaran hasil perolehan data dari kelas
XI-IPS4

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
17

Diagram 3. Minat Siswa terhadap geografi ketika menggunakan media visual

Diagram 4. Siswa yang minat terhadap geografi

BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
18

Berdasarkan analisis data menggunakan metode angket terhadap 38


siswa XI-IPS4 SMA Negeri 19 Surabaya, dapat diketahui bahwa untuk
menumbuhkan minat/ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran geografi
dapat dilakukan secara efektif dengan cara menggunakan media visual baik
dalam bentuk slide-slide gambar dan video. Melalui media visual siswa
minat/tertarik terhadap mata pelajaran geografi, terbukti sebelum
menggunakan media visual hanya terdapat 9 siswa yang minat/tertarik.
Namun setelah menggunakan media visual terdapat 23 siswa yang
minat/tertarik.

B. Saran
Karena minat siswa/ketertarikan dapat mempengaruhi tingkat
pemahaman siswa akan pelajaran geografi hendaknya guru memiliki daya
kretifitas yang tinggi agar dapat membuat bermacam-macam media.
Untuk perolehan data yang lebih valid, hendaknya kuantitas
responden dalam proses pengambilan data lebih ditingkatkan.
Sebaiknya dalam proses pengambilan data tidak hanya sekali, tetapi
lebih dari sekali sehingga didapatkan data yang lebih valid yang dapat
dipertanggung jawabkan

DAFTAR PUSTAKA

1. Asyad. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta : Grafindo Persada

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa
19

2. Sudjana, Nana.1992. Media Pengajaran. Bandung : CV Sinar Baru


Bandung.
3. Sudjana dan Rivai. 1990. Media Pengajaran. Bandung : CV Sinar
Baru.
4. Yeni Mayang Sari. 2009. Media Visual Untuk Pembelajaran
Geografi. (http://yenimayangsarii.blogspot.com/) diunduh pada
tanggal 16 september 2010.
5. Kurnia. 2010. Pembelajaran geografi. (http://kurnia-
geografi.blogspot.com/) diunduh pada tanggal 16 september 2010.

Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Minat Belajar pada Materi Biosfer dalam Mata Pelajaran Geografi
Siswa Kelas XI-IPS 4 SMA Negeri 19 Surabaya
asMauLfauZiaH – Pend. Geografi Unesa