Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang masalah

Brunei Darussalam adalah negara yang letaknya berbatasan langsung dengan


pulau Kalimantan sebelah utara menjadikannya sebagai salah satu negara tetangga
terdekat Indonesia. Dengan luas hanya ± 5.765 km² dan jumlah penduduk sekitar
388.190 jiwa (menurut data tahun 2009) memiliki stabilitas ekonomi dan politik
yang tinggi, hal itu menjadikan Brunei Darussalam sebagai salah satu negara tingkat
kemakmuran yang tinggi, dan sangat berbeda jauh dengan indonesia karena Brunei
termasuk salah satu Negara yang bertumpu pada sector minyak bumi dan gas, dan
memiliki pendapatan nasional yang termasuk tinggi di dunia.

Untuk itu indonesia merasa perlu menjalin hubungan bilateral terhadap negara
tetangganya tersebut yang berdasar atas hubungan comparative advantage guna
berupaya meningkatkan stabilitas politik, ekonomi, kebudayaan dan pertahanan
keamanan masing – masing negara khususnya dan pada umumnya menjadi partner
indonesia dalam konstelasi politik di Asia Tenggara juga dalam PBB. Inilah salah
satu alasan penulis merasa tertarik mengangkat dan meneliti Brunei Darussalam yang
notabene adalah negara kecil yang memiliki latar belakang budaya , historis yang
sama, serta memiki kemakmuran dan potensi menjadi mitra strategis Indonesia di
dalam percaturan politik yang cenderung anarkis. Juga daripada itu penulis melihat
sangat kurangnya minat mahasiswa jurusan Hubungan Internasional Universitas
Hasanuddin Makassar untuk meneliti lebih lanjut tentang negara tetangga Indonesia
terdekat ini.

Adapun awal dibukanya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Brunei


Darussalam sebenarnya telah ditandai dengan adanya saling kunjung secara tidak

1
resmi antara pejabat tinggi kedua negara. Menjelang kemerdekaan Brunei
Darussalam pada tahun 1984, Sultan Brunei Darussalam melakukan kunjungan tidak
resmi ke Indonesia pada tahun 1981. Sementara itu Menteri Luar Negeri Republik
Indonesia Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, SH juga telah melakukan kunjungan ke
Brunei Darussalam pada tahun 1982. Sejak pembukaan hubungan diplomatik
Indonesia-Brunei Darussalam tanggal 1 Januari 1984, hubungan bilateral kedua
negara terus berkembang dengan baik di segala bidang.1

Pada tahun 1959, Brunei mendeklarasikan kerajaan baru yang berkuasa


memerintah kecuali dalam isu hubungan luar negeri, keamanan dan pertahanan di
mana isu-isu ini menjadi tanggung jawab Britania. Percobaan untuk membentuk
sebuah badan perundangan pada tahun 1962 terpaksa dilupakan karena terjadi
pemberontakan oleh partai oposisi yaitu Partai Rakyat Brunei dan dengan bantuan
Britania, pemberontakan ini berhasil diberantas.2 Pada akhir 1950 dan awal 1960,
kerajaan Brunei ketika itu menolak rencana ( walaupun pada awalnya menunjukkan
minat) untuk bergabung dengan Singapura, Sabah, Sarawak, dan Tanah
Melayu untuk membentuk Malaysia dan akhirnya Sultan Brunei ketika itu
berkehendak untuk membentuk sebuah negara yang merdeka.3

BAB II
1
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/kerjasama-bilateral-ri-brunei-darussalam/ diakses pada
tanggal 28 mei 2011
2
http://www.history-centre.gov.bn/book-road_to_independence.htm diakses pada tanggal 28 mei
2011
3
http://www.history-centre.gov.bn/sultanbrunei.htm diakses pada tanggal 28 mei 2011

2
Pembahasan

1. Aspek politik

Pada 1967, Omar Ali Saifuddin III telah turun dari takhta dan melantik putra
sulungnya Hassanal Bolkiah, menjadi Sultan Brunei ke-29. Baginda juga berkenan
menjadi Menteri Pertahanan setelah Brunei mencapai kemerdekaan penuh dan
disandangkan gelar Paduka Seri Begawan Sultan. Pada tahun 1970, pusat
pemerintahan negeri Brunei Town, telah diubah namanya menjadi Bandar Seri
Begawan untuk mengenang jasa baginda. Baginda mangkat pada tahun 1986. Pada 4
Januari 1979, Brunei dan Britania Raya telah menandatangani Perjanjian Kerjasama
dan Persahabatan. Pada 1 Januari 1984, Brunei Darussalam telah berhasil mencapai
kemerdekaan sepenuhnya. Saat ini Brunei memiliki wilayah yang lebih kecil daripada
masa lalu, dengan berbatasan dengan Serawak dari sebelah barat sampai timur
wilayah itu, serta sebelah utara berbatasan dengan Laut Cina Selatan.

Kedekatan hubungan Indonesia dan Brunei Darussalam ditandai dengan terus


berlangsungnya saling kunjung antar para pejabat negara, pengusaha dan rakyat
kedua negara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terakhir kali berkunjung ke
Brunei Darussalam pada bulan Februari 2006. Sedangkan Sultan Brunei Darussalam
ke Indonesia terakhir berkunjung ke Indonesia pada 9 – 11 November 2008.4

Pada bulan November 1999 kedua negara sepakat untuk membentuk Komisi
Bersama pada tingkat Menlu untuk menggali berbagai potensi kerjasama di antara
kedua negara. Pertemuan Komisi Bersama yang pertama berlangsung di Jakarta
tanggal 25 Juli 2003, sementara pertemuan kedua (terakhir) diadakan di Bandar Seri
Begawan tanggal 18 Agustus 2006. Pada kesempatan tersebut, kedua negara sepakat
untuk meningkatkan kerjasama di berbagai bidang antara lain perdagangan,

4
http://www.deplu.go.id/Pages/Embassies.aspx?IDP=3051&l=id diakses pada tanggal 28 mei 2011

3
kebudayaan, pertahanan, kesehatan, penerangan, ketenagakerjaan serta mendorong
peningkatan hubungan antarswasta dan masyarakat kedua negara.5

Hubungan kerjasama bilateral Indonesia - Brunei Darussalam secara politis


mencapai bobot yang cukup tinggi dengan kunjungan kenegaraan Sultan Haji
Hassanal Bolkiah ke Indonesia pada tanggal 22-24 April 2008. Kunjungan tersebut
untuk membalas kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke
Brunei Darussalam tanggal 27-28 Pebruari 2006. Pada kunjungan Sultan Brunei
Darussalam bulan April 2008 tersebut telah berlangsung antara lain kegiatan sebagai
berikut:6

 Pertemuan Bilateral Indonesia – Brunei Darussalam pada tanggal 22 April


2008.

 Penandatanganan MoU on Cultural Cooperation antara Republik Indonesia


dengan Brunei Darussalam oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI dan
Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan Negara Brunei Darussalam di Jakarta pada
tanggal 22 April 2008.
 Penyematan Wing Kehormatan Penerbang TNI Angkatan Udara dan
pengukuhan sebagai Anggota Kehormatan Korps Pasukan Khas TNI Angkatan
Udara (Korpaskhasau) kepada Sultan Haji Hassanal Bolkiah di Markas Besar TNI
Angkatan Udara, Cilangkap, Jakarta, tanggal 23 April 2008.

2. Aspek militer dan pertahanan

5
http://www.deplu.go.id/bandarseribegawan/Pages/CountryProfile.aspx?l=id diakses pada tanggal
28 mei 2011
6
http://www.indonesia.org.bn/org/indonesia/bi/bi_info.htm diakses pada tanggal 28 mei 2011

4
Brunei Darussalam ikut juga berpartisipasi dalam pengiriman pasukan yang
tergabung dalam misi perdamaian Aceh Monitoring Mission (AMM). Brunei
Darussalam memberi bantuan terhadap proses rekonstruksi Nanggroe Aceh
Darussalam pasca tsunami tanggal 26 Desember 2004, yang ditunjukkan oleh
Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah dengan pemberian bantuan pembangunan
proyek infra-struktur di Desa Memplan, Aceh yang dikenal dengan “Brunei Village”
senilai B$ 2 juta.

3. Aspek ekonomi

Hubungan perdagangan kedua negara mengalami peningkatan setiap


tahunnya. Nilai total perdagangan antara Indonesia dan Brunei Darussalam pada
tahun 2008 mencapai US$ 2,476 milyar, naik dari total perdagangan tahun 2007, yaitu
sejumlah US$ 1,9 milyar. Neraca perdagangan kedua negara khususnya selama lima
tahun terakhir menunjukan defisit bagi Indonesia. Hal ini karena Indonesia banyak
mengimpor minyak dari Brunei Darussalam. Namun secara statistik kegiatan
perdagangan antar kedua Negara terus meningkat, berikut tabel neraca perdagangan:

Neraca Perdagangan Indonesia–Brunei Darussalam (dalam B$)

NEGARA 2004 2005 2006 2007 2008


Indonesia 52.565.690 56.177.022 73.769.901 93.100.000 >43.000.000
Brunei
534.919.9594 1.935.298.053 2.405.219.060 2.792.400.0007 1.551.000.000
Darussalam
Total 587.465.649 1.991.475.075 2.478.988.961 2.885.500.000 1.594.000.000

Sumber: www.deplu.go.id

EKSPOR INDONESIA KE BRUNEI DARUSSALAM (dalam B$)


5
Jenis Komoditi 2002 2003 2004 2005 2006
Food 15.162.111 18,296.111 14,637.556 14,573.052 14,179.043
Beverages & Tobacco 856.877 1,622.836 3,151.826 4,036.470 2,145.293
Crude Material 649.849 153.849 48.202 111.603 56.705
Mineral Fuel 2.941 6.980 3.853 7.763 253.473
Animal & Vegetable Oil & FatsY 47.622 207.604 304.109 371.314 460.622
Chemicals 4,592.683 4,196.686 4,435.002 3,639.882 4,476.830
Manufactured goods 16,823.566 18,366.245 20,575.995 12,752.730 23,151.741
Machinery & transport equipment 20,058.641 10,266.55 3,489.927 14,985.434 22,500.925
Misc. Manufactured Articles 9,099.184 8,303.423 5,654.495 5,448.156 6,158.664
Misc. TransactionsY 73.861 336.734 254.725 250.618 88.605
Jumlah 61,716.818 52.555.690 56.177.022 73.769.901

Dari table diatas dan berita terbaru mengenai pembicaraan pengembangan


investasi antara Indonesia dan Brunei menunjukan hubungan bilateral Indonesia yang
sangat baik dengan Brunei. Berbagai kerjasama baik investasi maupun perdagangan
telah dilakukan oleh kedua Negara. Kegiatan-kegiatan yang mendukung promosi
perdagangan dan investasi. Dari kerjasama di bidang perdaganagn antara kedua belah
Negara juga menunjukan hubungan yang saling menguntungkan. Pada tahun 2008
nilai perdagangan (ekspor) Indonesia ke Brunei lebih dari B$ 43.000.000, sedangkan
perdagangan (ekspor) Brunei Darussalam ke Indonesia berjumlah B$ 1.551.000.000.
Memang nilai ekspor Indonesia lebih kecil di bandingkan Brunei. Hal ini dikarenakan
komoditi yang di ekspor Brunei ke Indonesia merupakan Mineral Fuel yang
jumlahnya sangat besar mengingat Brunei merupakan Negara yang sangat
mengandalkan minyak.

EKSPOR BRUNEI DARUSSALAM ke INDONESIA (dalam $B)


Jenis Komoditi 2002 2003 2004 2005 2006
Food 5.145 31,208 12.459 3.828 1.030
Beverages & Tobacco - - 13.817 264 -
Crude Material - - 734 9.398 187
Mineral Fuel 55,422.568 194,748.920 532,363.298 1,933.406.628 2,404.725.435
Animal & Vegetable Oil & FatsY - - - - 768
Chemicals 6.263 86.803 49.259 31.014 12.207

6
Manufactured goods 117.998 873.808 1,1176.553 587.917 67.203
Machinery & transport equipment 589.669 653.956 871.085 725.407 150.396
Misc. Manufactured Articles 53.353 127.823 145.576 73.087 43.716
Misc. TransactionsY 71.882 167.424 287.178 460.510 218.079
Jumlah 56,266.817 196,689.942 534.919.959 1,935.298.053 2,405.219.060
Sumber: www.deplu.go.id

Ekspor utama Brunei ke Indonesia adalah minyak mentah, transport


equipment, cashed head petroleum, dan machinery. Sedangkan Indonesia lebih
banyak mengekspor komoditi “kecil “ seperti mie instan, makana bayi, minuman
ringan, obat-obatan, jamu, kosmetik, alat-alat listrik dan elektronik, tekstil, dan
garment, furniture, water dispenser, bahan bangunan, peralatan olah raga, rokok,
cassette/VCD/DVD lagu dan film. Namun Indonesia juga mengekspor komoditi lain
seperti produk teknologi perminyakan, kendaraan bermotor serta suku cadangnya,
seperti Toyota Kijang, Daihatsu, Mitsubishi, Isuzu dan lain-lain.

4. Aspek Sosial-Budaya

Bidang sosial-budaya merupakan potensi kerjasama yang terlihat cenderung


makin meningkat diantara RI dan Brunei Darussalam, diantaranya ditandai dengan
kunjungan misi budaya/kesenian kedua negara pada berbagai kesempatan. Pada
tanggal 22 April 2008 di Jakarta, Indonesia dan Brunei Darussalam telah
menandatangani MoU Kerjasama di bidang Kebudayaan.
Pada Sidang I Komisi Bersama Indonesia-Brunei Darussalam di Jakarta, Juli
2003, kedua pihak sepakat pentingnya Lembaga Persahabatan Indonesia – Brunei
Darussalam untuk meningkatkan saling pengertian dan kerjasama di bidang sosial
budaya. Pada tanggal 24 Maret 2009 di Brunei Darussalam, telah diresmikan Brunei
Darussalam – Indonesia Friendship Association (BRUDIFA). BRUDIFA sebagai
sarana second-track diplomacy antara Indonesia dan Brunei Darussalam bertujuan

7
untuk lebih mempererat hubungan dan meningkatkan kerjasama kedua negara di
bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, sosial, pendidikan dan kebudayaan.
Sebagai tetangga dan sesama anggota ASEAN, pemerintah dan rakyat negara
yang terletak di pantai barat laut Pulau Kalimantan itu berulang kali menunjukkan
simpatinya pada Indonesia ketika bencana alam melanda sejumlah daerah di Tanah
Air, termasuk bencana tsunami Aceh (2004) dan gempa Sumatera Barat (2009).
MoFAT Brunei menyebutkan, pasca-bencana tsunami Aceh, pemerintahnya
memberikan bantuan senilai 100 ribu dolar AS kepada Indonesia serta dana
641.793,40 dolar Brunei untuk perbaikan Masjid Baiturrahim Ulee Lhee. Brunei juga
menyumbang 100 ribu dolar AS untuk membantu meringankan beban korban gempa
Sumbar