Anda di halaman 1dari 19

Soal Post Test Topik 9

1. Produksi melalui usaha dimana produk suatu departemen mungkin ditransfer ke


departemen yang berbeda tergantung pada hasil yang diinginkan adalah teori
Aliran produk selektif.

2. Akun-akun yang dikreditkan untuk pendapatan yang diperoleh dari penjualan


bahan baku sisa adalah sebagai Berikut kecuali Pendapatan jasa.

3. Apa pengertian dari anggaran ? Pernyataan terkuantifikasi dan tertulis dari


rencana manajemen.

4. PT. Bahana menghasilkan produk K.L. dan M dari suatu proses Bersama.
Infomasi tambahan adalah sebagai berikut :

Apabila diasumsikan bahwa biaya produk Bersama dialokasikan dengan


menggunakan pendekatan nilai jual relative pada titk pisah, berapa jumlah biaya
bersama yang dialokasi kepada produk L
a.       Rp. 28.000
b.       Rp. 30.000
c.       Rp. 34.000
d.       Rp. 51.000
Silahkan Jawab dengan disertai jalannya.
Jawab :
Biaya Nilai Alokasi Harga
Unit Yang Total Biaya
Produk Nilai Pasar Pemrosesan Pasar Biaya Pokok Per
Diproduksi Pasar Hipotesis
Lebih Lanjut Relatif Bersama Unit
K 8.000 unit Rp.140.00 Rp. 14.000 Rp. 1.119.986.000 76,71% Rp. 92.052 Rp. 11,5065
0
L 4.000 unit Rp. 60.000 Rp. 10.000 Rp. 239.990.000 16,44% Rp. 19.728 Rp. 4,932
M 2.000 unit Rp. 50.000 Rp. 6.000 Rp. 99.994.000 6,85% Rp. 8.220 Rp. 4,11
14.000 unit Rp. 1.459.970.000 100% Rp.120.000

 Biaya per unit =Rp. 120.000


14.000
= Rp. 8,5
 Alokasi biaya bersama yang dialokasi kepada produk L yaitu :

Produk L = 4.000 x Rp. 8,5 = Rp. 34.000 (C).

5. PT. Asana menghasilkan produk F, G dan H dari suatu proses Bersama. Biaya
Bersama dialokasikan atas dasar nilai jual relative pada saat titik pisah. Informasi
tambahan enutk aktivitas produksi bulan Juni 2021 adalah sebagai berikut :

Apabila diasumsikan bahwa 10.000 unit produk H diproses lebih lanjut dan dijual
dengan harga Rp. 78.000, berapakah laba kotor perusahaan dari penjualan
tersebut ?
a.       Rp. 21.000
b.       Rp. 28.500
c.       Rp. 30.000
d.       Rp. 60.000
Silahkan Jawab dengan disertai jalannya.
Jawab :
G H Total
F
Nilai jual total produksi pada 21.000.000.00 10.800.000.00 600.000.00 32.400.000.00
titik pisah 0 0 0 0
(50.000 x 420.000)
(40.000 x 270.000)
(10.000 x 60.000)
Berat 0,65 0,33 0,02  
(21.000.000.000/32.400.000.0
00)
(10.800.000.000/32.400.000.0
00)
(600.000.000/32.400.000.000)
Biaya bersama dialokasi 292.500 148.500 9.000  
(0,65 x 450.000)
(0,33 x 450.000)
(0,02 x 450.000)
Biaya produksi bersama per 5,85 3,7125 0,9  
unit
(292.500/50.000)
(148.500/40.000)
(9.000/10.000)

Laporan laba rugi F G H Total


Pendapatan 538.000 320.000 78.000 936.000
Harga pokok penjualan (Biaya 292.500 148.500 9.000 450.000
bersama) :
Biaya produksi (0,65 x 450.000)
 (0,33 x 450.000)
(0,02 x 450.000)
Biaya pemrosesan lebih lanjut 88.000 30.000 12.000 130.000
Total 380.500 178.500 21.000 580.000
Harga pokok penjualan 88.000 30.000 12.000 130.000
Laba Kotor 450.000 290.000 66.000 806.000
Jadi, laba kotor perusahaan dari penjualan untuk produk H adalah Rp. 66.000

Soal Post Test Topik 10


1. Sebutkan tahap-tahap yang dilalui dengan menggunakan table nafte toy company
Semua benar.
Tahap 1 : Menganalisis Arus Fisik dari Unit produksi,
Tahap 2 : Mengalkulasikan Unit Ekuivalen untuk Setiap Elemen Biaya
Produksi,
Tahap 3 : Menentukan Total Biaya untuk Setiap Elemen Biaya Produksi,
Tahap 4 : Menghitung Biaya Per Unit Ekuivalen
Tahap 5 : Membebankan Total Biaya Produksi ke Unit yang Telah Selesai dan
Barang dalam Proses Akhir

2. Yang bukan perencanaan proses produksi adalah Biaya tidak langsung (indirect
cost).

3. Kos adalah Pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh barang atau jasa
yang diharapkan memberi manfaat sekarang atau masa yang akan datang.
4. Kegiatan utama perusahaan manufaktur adalah Membeli bahan serta komponen
dan mengubahnya menjadi berbagai barang jadi.

5. Pengendalian berfungsi untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi. Aktivitas


manajerial ini memonitor implementasi suatu rencana dan melakukan tindakan
koreksi yang diperlukan. Proses ini pengertian dari Pengendalian (controlling).

6. Adapun perencanaan proses produksi adalah : Komersial produk.

7. Berdasarkan perilakunya, kategori biaya yang salah adalah Biaya langsung.

8. Sebutkan karakteristik pengumpulan biaya produksi metode harga pokok pesanan,


kecuali Semua salah.

9. Proses produksi melalui usaha yang bersambungan/berurutan secara terus-


menerus merupakan teori Aliran produk berurutan.

10. Karakteristik pengumpulan biaya produksi metode harga pokok pesanan adalah :
Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung dibebankan secara
langsung terhadap pesanan yang bersangkutan.

11. Perbedaan antara job order costing dan process costing terletak pada : Aliran unit
dalam sistem perhitungan biaya (sesuai pekerjaan/ pesanan vs terus-
menerus).

12. Menentukan seberapa banyak uang yang dikeluarkan pada persediaan awal barang
dalam proses dan produksi pada periode bersangkutan untuk bahan baku langsung,
tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Table dibawah ini meringkas total
biaya produksi yang akan diperhitungkan. Menentukan Total Biaya untuk Setiap
Elemen Biaya Produksi.

13. Perusahaan menggunakan metode biaya pesanan akan mencatat biaya depresiasi
peralatan pabrik dengan cara Debit ke akun biaya overhead pabrik
sesungguhnya.

14. Setelah biaya transfer keluar dihitung maka sisa biaya di departemen tersebut tetap
tinggal sebagai Persediaan akhir.

15. PRIMA comp. menerima pesanan produk yang berbahan dasar logam. Bulan
oktober, penjualan bahan baku sisa sebesar $550 dan terdapat 200 unit barang
salah dalam proses pemotongan. Meskipun barang tersebut cacat, tapi masih dapat
dijual dengan harga $0,40/unit. Adapun biaya 200 unit barang tersebut adalah :
Bahan baku $ 1300
Tenga kerja $ 18
Overhead pabrik $ 52
Total biaya $ 1370
Buat ayat jurnal untuk mencatat penjualan secara kredit dan atas unit barang cacat
yang dibukukan pada pertanyaan.
Piutang Usaha $630
      Penjualan Bahan Baku Sisa $550
           Persediaan Barang Cacat                        $80

16. Setelah dilakukan perhitungan biaya, setelah itu biaya per unit ekuivalen dihitung
untuk Setiap elemen biaya.

17. Setelah menghitung ekuivalen biaya per unit, selanjutnya dihitung biaya yang
ditransfer keluar dari departemen tersebut kemudian ditentukan dengan Mengalikan
total biaya per unit ekuivalen dengan jumlah unit yang ditransfer keluar.

18. Menurut weighted average method, biaya per unit dihitung dengan cara Membagi
antara total biaya produksi dengan unit ekuivalen masing-masing elemen
biaya produksi.

19. Suatu produk dapat berpindah di pabrik dengan tiga format alur fisik produksi, yakni
kecuali Aliran produk pesanan.

20. Sebutkan syarat penentuan harga pokok pesanan Semua benar.


1) Setiap pesanan produk harus dapat dipisahkan identitasnya dengan jelas
dan harus dilakukan penentuan harga pokok pesanan secara individu.
2) Biaya produksi dibagi menjadi dua golongan, yaitu biaya produksi
langsung yang terdiri dari biaya bahan baku dan tenaga kerja, serta biaya
produksi tidak langsung yang terdiri dari biaya-biaya produksi selain biaya
bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
3) Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung dibebankan langsung
pada pesanan, sedangkan biaya produksi tidak langsung dibebankan pada
pesanan tertentu atas dasar tarif yang ditentukan di muka.
4) Harga pokok setiap pesanan ditentukan saat selesai pengerjaan.
5) Harga pokok persatuan produk dihitung dengan membagi jumlah biaya
produksi yang dibebankan pada pesanan tertentu dengan jumlah satuan
produk dalam pesanan terkait.
21. Proses produksi melalui usaha dimana bagian/departemen perusahaan tertentu
dikerjakan secara bersama-sama, baru kemudian digabung dalam satu proses
berikutnya merupakan teori Aliran produk pararel.
22. PT. PRIMA memproduksi tas berbahan kulit untuk diekspor. Rata-rata kebutuhan
bahan baku kulit per tahun adalah 8.000 meter. Rata-rata penggunaan kulit per hari
32 meter. Estimasi waktu tunggu 10 hari dan persediaan pengamaan 500 meter.
Harga beli per meter kulit adalah Rp. 40.000  BIaya Pesan Rp. 400.000 setiap kali
pesan dan biaya simpannya adalah 10% dari harga beli per meter kulit
Diminta :
1. Hitunglah titik pesan
2. Hitunglah EOQ
3. Hitunglah Frekuensi pemesanan bahan selama satu tahun.
4. Hitunglah jumlah biaya pesan dan biaya simpan pada titik EOQ
Jawab :
1) Menghitung titik pesan :
ROP = (AU x LT) + SSQ
= (32 meter x 10 hari) + 500 meter
= 820 meter.

2) Menghitung EQQ :
EQQ =

2 x RU x CO
CU x CC

=
√ 2 x 8.000 x 400.000
40.000 x 10 %

=
√ 6.400 .000.000
4.000

= √ 1.600.000

= 1.265 unit

3) Menghitung frekuensi pemesanan bahan selama satu tahun :


RU 8.000
= = 6 kali pemesanan.
EQQ 1.265

4) Menghitung jumlah biaya pesan dan biaya simpan pada titik EQQ :
 Biaya pesan pada titik EQQ :
CO x Ru 400.000 x 8.000
=
EQQ 1.265
3.200.000 .000
=
1.265

= Rp. 2.529.644
 Biaya simpan pada titik EQQ :

{EQQ +SSQ
2 }
x CU x CC

= {1.265
2
+500 } x 40.000 x 10%

= (1.132,5) x 40.000 x 10%


= Rp. 4.530.000

Soal Post Test Topik 11


1. Kecacatan yang tidak dapat dihindarkan dari proses produksi tertentu dan tetap ada
walaupun dalam kondisi operasi yang efisien, merupakan kecacatan Cacat normal.

2. Kerugian produksi di sistem perhitungan biaya berdasarkan proses juga termasuk


hal-hal dibawah ini, kecuali Biaya penyusutan barang cacat.

3. Apa yang dimaksud dengan metode first in first out (FIFO)? Metode ini
mengasumsikan bahwa pekerjaan pertama yang dilakukan adalah untuk
menyelesaikan persediaan dalam proses awal. Sehingga, semua persediaan
dalam proses awal diasumsikan akan selesai sebelum akhir periode berjalan.

4. Scheduling adalah Menetapkan maupun menentukan jadwal proses operasi


produksi yang disernigikan sebagai suatu kesatuan.

5. Menerapkan metode perhitungan biaya yang memungkinkan pengontrolan kegiatan


mengurangi biaya dan memperbaiki kualitas.
Mengendalikan kuantitas fisik dari persediaan dan menentukan biaya dari semua
produk dan jasa yang dihasilkan, untuk tujuan penetapan harga serta untuk evaluasi
kinerja dari sebuah produk, departemen, atau divisi.
Memilih biaya dan juga laba perusahaan dalam periode akuntansi satu tahun atau
untuk periode lain yang lebih pendek. Hal ini termasuk menentukan nilai persedian
dan harga pokok penjualan sesuai dengan aturan pelaporan eksternal.
Memilih di antara dua atau lebih alternatif jangka pendek maupun jangka panjang,
yang bisa merubah pendapatan atau biaya.”
Merupakan peranan akuntansi bagian adalah Penganggaran.

6. Dalam metode ini, harga pokok persediaan produk dalam proses awal ditambahkan
kepada biaya produksi sekarang, dan jumlahnya kemudian dibagi dengan unit
ekuivalensi produk untuk mendapatkan harga pokok rata-rata tertimbang. Dan
digunakan untuk menentukan harga pokok produk jadi yang ditransfer ke
departemen berikutnya atau ke gudang atau dengan cara mengalikannya dengan
jumlah kuantitasnya. Termasuk kedalam metode? Metode rata-rata tertimbang.

7. Biaya produksi meliputi, kecuali Harga pokok penjualan.

8. Berdasarkan fungsi pokok, kategori biaya adalah, kecuali Biaya periodik.

9. Karyawan diupah sebesar Rp. 1.200 per jam untuk setiap orang. Standar produksi
untuk satu jam adalah 12 unit per orang. Sebuah seksi di departemen produksi yang
berisi 6 karyawan menghasilkan 528 unit produk dalam sehari yang berisi 8 jam
kerja. Dengan menggunakan group bonus plan, jam kerja standar adalah 44 jam.
Jumlah Jam kerja
produks standar
i 2 = 1/12 unit
1
528 unit 44 jam

10. Karyawan diupah sebesar Rp. 1.200 per jam untuk setiap orang. Standar produksi
untuk satu jam adalah 12 unit per orang. Sebuah seksi di departemen produksi yang
berisi 6 karyawan menghasilkan 528 unit produk dalam sehari yang berisi 8 jam
kerja. Dengan menggunakan group bonus plan, jam kerja sesungguhnya adalah 48
jam.
Jumlah Jam kerja Jam kerja
produks standar sesungguhnya
i 2 = 1/12 unit 3
1
528 unit 44 jam 48 jam
11. Karyawan diupah sebesar Rp. 1.200 per jam untuk setiap orang. Standar produksi
untuk satu jam adalah 12 unit per orang. Sebuah seksi di departemen produksi yang
berisi 6 karyawan menghasilkan 528 unit produk dalam sehari yang berisi 8 jam
kerja. Dengan menggunakan group bonus plan, upah regular grup adalah Rp
57.600.
Jumlah Jam kerja Jam kerja Upah grup
produksi standar sesungguhnya regular
1 2 = 1/12 unit 3 4 = 3xRp1.200
528 unit 44 jam 48 jam Rp57.600
12. Karyawan diupah sebesar Rp. 1.200 per jam untuk setiap orang. Standar produksi
untuk satu jam adalah 12 unit per orang. Sebuah seksi di departemen produksi yang
berisi 6 karyawan menghasilkan 528 unit produk dalam sehari yang berisi 8 jam
kerja. Dengan menggunakan group bonus plan, bonus untuk grup adalah Rp0.
Jumlah Jam kerja Jam kerja Upah grup Bonus group
produks standar sesungguhnya regular 5 = (2-3)xRp1.200
i 2 = 1/12 3 4=
1 unit 3xRp1.200
528 unit 44 jam 48 jam Rp57.600 Rp0

Soal Post Test Topik 12


1. Karakteristik proses produksi berdasarkan pesanan sebagai Berikut : Bentuk
produksi : sesuai dengan spesifikasi pesanan.

2. Perusahaan yang menggunakan metode biaya pesanan akan mencatat distribusi


biaya tenaga kerja langsung sebagai kenaikan dari akun Barang dalam proses.

3. Sebutkan manfaat dari kartu harga pokok (job order cost sheet), kecuali Kartu ini
merupakan kartu yang memberi tahu job deskripsi dan orang bagian produksi.
Manfaat dari kartu harga pokok (job order cost sheet) :
a. Kartu Harga pokok merupakan catatan yang penting dalam metode harga
pokok pesanan.
b. Kartu ini berfungsi sebagai rekening pembantu yang digunakan untuk
mengumpulkan biaya produksi tiap pesanan produk.
c. Biaya Produksi untuk mengerjakan tiap pesanan tertentu dicatat secara
rinci di dalam kartu harga pokok pesanan yang bersangkutan.

4. Yang bukan karakteristik proses produksi berdasarkan pesanan sebagai Berikut :


Metode untuk mencapai tujuan.

5. Kegiatan utama perusahaan dagang adalah Membeli barang dan menjualnya


kembali tanpa merubah bentuk dasarnya atau menambah manfaat dari barang
tersebut.

6. Metode biaya pesanan dalam aturannya memperlakukan produk jadi yang belum
terjual dengan cara Merupakan bagian dari saldo akun barang jadi.
7. Untuk mempermudah penyusunan laporan harga pokok produksi, ada 2 asumsi
yang dipakai, yaitu Produk hilang pada awal proses dan produk hilang pada
akhir proses.

8. Apa yang dimaksud dengan process costing? Sistem kalkulasi biaya yang
digunakan oleh perusahaan yang memproduksi produk yang sama secara
kontinu.

9. Dalam rangka merencanakan, menganalisis, mengendalikan atau mengevaluasi


biaya pada tingkat aktivitas yang berbeda, biaya tetap dan biaya variabel harus
Dipisahkan.

10. Akuntansi untuk bahan baku sisa dapat dibagi menjadi 3 yaitu : Semua benar.
a. Serbuk sisa yang tertinggal setelah bahan baku diproses
b. Bagian-bagian yang rusak akibat kecerobohan karyawan atau kegagalan
c. Bahan baku cacat yang tidak dapat digunakan maupun di retur ke
pemasok.

11. Metode penentuan harga pokok produk dengan cara mengumpulkan biaya produksi
yang terjadi selama 1 periode tertentu kemudian dibagi sama rata kepada produk
yang dihasilkan pada periode yang bersangkutan. Termasuk kedalam metode?
Metode harga pokok proses.

12. Produk, pelanggan, departemen, proyek, aktivitas atau lainnya yang kepadanya
biaya diukur dan dibebankan sebagai Objek biaya.

13. PT. Mariska adalah perusahaan yang memproduksi cookware yang menjual
produknya di toko-toko seluruh wilayah Jawa Tengah. Berikut ini data estimasi biaya
overhead pabrik tahun 2020
BOP Tetap                         Rp. 40.000.000
BOP Variabel                    Rp. 50.000.000
BOP Semivariabel            Rp. 10.000.000
Tahun 2020 diperkirakan perusahaan mampu memproduksi  400.000 unit produk
dengan menggunakan 200.000 jam kerja langsung dan bahan baku sejumlah Rp.
250.000.000
Diminta :
1. Hitunglah tarif BOP dengan menggunakan dasar pembebanan
a. Unit produksi
b. Jam kerja langsung
c. Biaya bahan baku
2. Pada Januari 2020, perusahaan berhasil memproduksi 15.000 unit dengan
menggunakan 20.000 jam kerja langsung dan menyerap biaya bahan baku Rp.
30.000.000
a. HItunglah BOP dibebankan dengan dasar unit produksi, jam kerja langsung
dan biaya bahan baku yang digunakan
b. Buatlah Jurnal pembebanan biaya overhead pabrik untuk butir (a)

Jawab :
1. a) unit diproduksi :
Estimasi jumlah biaya overhead pabrik
Estimasi unit produksi
= Rp 100.000.000
400.000 unit
= Rp 250 per unit.

b) Jam kerja langsung :


Estimasi jumlah biaya overhead pabrik
Estimasi jumlah kerja langsung
= Rp 100.000.000
Rp 200.000
= Rp 500 per jam kerja langsung.

c) Biaya bahan baku :


Estimasi jumlah biaya overhead pabrik dalam suatu periode
x 100%
Estimasi biaya bahan baku dalam periode yang bersangkutan

= Rp 100.000.000
x 100%
Rp 250.000.000

= 40%.

2. a. menghitung unit produksi, jam kerja langsung, dan biaya bahan baku yang
digunakan :
 unit produksi :
Estimasi jumlah biaya overhead pabrik
Estimasi unit produksi
= Rp 100.000.000
15.000 unit
= Rp 6.666,67 per unit.

 Jam kerja langsung :


Estimasi jumlah biaya overhead pabrik
Estimasi jumlah kerja langsung
= Rp 100.000.000
Rp 20.000
= Rp 5.000 per jam kerja langsung.

 Biaya bahan baku :


Estimasi jumlah biaya overhead pabrik dalam suatu periode
x 100%
Estimasi biaya bahan baku dalam periode yang bersangkutan

= Rp 100.000.000
x 100%
Rp 30.000.000

= 333,33%.

b. Jurnal pembebanan biaya overhead pabrik untuk butir 2a :


Persediaan produk jadi 5.339,99
BDP-BB 333,33
BDP-BTK 5.000
BDP-BOP 6.666,67

Soal Post Test Topik 13


1. Jika perhitungan biaya dengan metode harga pokok rata-rata tertimbang yang
digunakan, maka yang dihitung adalah Biaya di persediaan awal ditambahkan
dengan biaya yang dibebankan ke perusahaan tersebut selama periode
berjalan dan periode yang telah lewat, kemudian unit ekuivalen untuk setiap
elemen biaya ditentukan.

2. Harga pokok produksi adalah Biaya barang yang terpakai selama proses
produksi dalam periode akuntansi berjalan.

3. Sebutkan komponen biaya untuk menghitung biaya persatuan Semua benar.

4. PT Hurricane menggunakan biaya overhead pabrik dibebankan dalam menghitung


biaya produknya. Tarif BOP variabel per unit Rp 5.000 dan biaya tetap total Rp
3.000.000. Tarif dihitung pada kapasitas normal 4.000 unit.
Diminta :
1. Hitunglah tarif BOP pada kapasitas normal.
2. Perusahaan memproduksi 3.900 unit. Hitunglah BOP dibebankan.
3. Buatlah jurnal pembebanan BOP.
4. Berkaitan dengan pertanyaan poin b, jika BOP sesungguhnya ditentukan
sebesar Rp24.000.000, hitunglah selisih pembebanan BOP.
5. Buatlah jurnal untuk mencatat selisih BOP jika BOP ditutup ke akun harga pokok
penjualan.
Jawab :
1. Tarif BOP pada kapasitas normal :
 Tarif BOP variabel = Rp 5.000
4.000 unit
= Rp 1,25

 Tarif BOP tetap = Rp 3.000.000


4.000 unit
= Rp 750

 Tarif BOP total = Rp 1,25 + Rp 750


= Rp 751,25

2. BOP dibebankan = Rp 751,25 x 3.900 unit


= Rp 2.929.875

3. Jurnal pembebanan BOP :


Barang dalam proses biaya overhead pabrik Rp 2.929.875
Biaya overhead pabrik dibebankan Rp 2.929.875

4. Selisih pembebanan BOP = BOP sesungguhnya – BOP dibebankan


= Rp 24.000.000 – Rp 2.929.875
= Rp 21.070.125

5. jurnal untuk mencatat selisih BOP jika BOP ditutup ke akun harga pokok
penjualan:
Harga pokok penjualan Rp 21.070.125
BOP sesungguhnya Rp 21.070.125

5. PT Sukses menetapkan kapasitas normal pada 120.000 jam kerja langsung. Tingkat
operasi yang diharapkan pada periode yang telah berakhir adalah 90.000 jam kerja
langsung. Pada tingkat kapasitas sesungguhnya diharapkan tersebut, biaya
overhead pabrik variabel ditaksir sebesar Rp 117.000.000 dan biaya overhead tetap
sebesar Rp 72.000.000. keadaan sesungguhnya menunjukkan penggunaan selama
94.000 jam kerja langsung dan total biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp
192.000.000 selama satu periode.
Diminta :
1. Hitunglah tarif biaya overhead pabrik pada kapasitas normal.
2. Hitunglah tarif biaya overhead pabrik pada kapasitas sesungguhnya diharapkan.
3. Hitunglah jumlah BOP dibebankan dengan menggunakan tarif kapasitas normal.
4. Hitunglah jumlah BOP dibebankan pada dengan menggunakan tarif kapasitas
sesungguhnya diharapkan.
5. Hitunglah selisih biaya overhad pabrik dibebankan lebih atau kurang dengan
menggunakan tarif pada kapasitas normal.
6. Hitunglah selisih biaya overhad pabrik dibebankan lebih atau kurang dengan
menggunakan tarif pada kapasitas sesungguhnya diharapkan.
Jawab :
1. Tarif biaya overhead pabrik pada kapasitas normal :
 Tarif BOP tetap = Rp 72.000.000
120.000
= Rp 600

 Tarif BOP variabel = Rp 117.000.000


120.000
= Rp 975

 Tarif BOP total = Rp 600 + Rp 975


= Rp 1.575

2. Tarif biaya overhead pabrik pada kapasitas sesungguhnya diharapkan :


 Tarif BOP tetap = Rp 72.000.000
90.000
= Rp 800

 Tarif BOP variabel = Rp 117.000.000


90.000
= Rp 1.300

 Tarif BOP total = Rp 800 + Rp 1.300


= Rp 2.100
3. Jumlah BOP dibebankan dengan menggunakan tarif kapasitas normal
= Rp 1.575 x 94.000 jam
= Rp 148.050.000

4. Jumlah BOP dibebankan dengan menggunakan tarif kapasitas sesungguhnya


diharapkan
= Rp 1.300 x 94.000 jam
= Rp 122.200.000

5. Selisih biaya overhad pabrik dibebankan lebih atau kurang dengan


menggunakan tarif pada kapasitas normal
= Rp 192.000.000 – Rp 148.050.000
= Rp 43.950.000

6. Selisih biaya overhad pabrik dibebankan lebih atau kurang dengan


menggunakan tarif pada kapasitas sesungguhnya diharapkan
= Rp 192.000.000 – Rp 122.200.000
= Rp 69.800.000
Soal Post Test Topik 14

1. Apa yang dimaksud dengan akumulasi biaya proses? Sebuah metode dalam
pengumpulan harga pokok produk dengan mengumpulkan biaya untuk setiap
satuan waktu tertentu. Akumulasi biaya proses ini bisa diterapkan pada
perusahaan yang memakai proses produksi terus menerus.

2. Persyaratan yang harus dipenuhi agar proses produksi akan berjalan dengan baik
ialah Adanya para karyawan yang dapat mengerjakan proses produksi.

3. Biaya produksi meliputi, kecuali Harga pokok penjualan.

4. Sebutkan pengertian dari metode harga pokok proses Metode harga pokok proses
adalah metode penentuan harga pokok produk dengan cara mengumpulkan
biaya produksi yang terjadi selama 1 periode tertentu kemudian dibagi sama
rata kepada produk yang dihasilkan pada periode yang bersangkutan.

5. PT Berjaya memiliki dua departemen produksi, yaitu A dan B dan memiliki tiga
departemen jasa, yaitu X,Y, dan Z.
Data anggaran biaya overhead pabrik departemen produksi sebagai berikut.
Departemen A Rp 5.480.000
Departemen B Rp 6.460.000
Data anggaran biaya departemen jasa sebagai berikut.
Departemen X Rp 3.498.000
Departemen Y Rp 4.860.000
Departemen Z Rp 4.800.000
Untuk penyusunan tarif pembebanan BOP, anggaran biaya di Departemen X
dialokasikan berdasarkan luas lantai, Departemen Y berdasarkan jumlah tenaga kerja,
dan Departemen Z berdasarkan jam pemeliharaan. Berikut ini data masing-masing
departemen (estimasi).
Departemen Luas lantai Jumlah tenaga Jam Jam kerja
(m2) kerja pemeliharaan mesin
X 300 m2 50 orang 200 jam -
Y 400 m2 50 orang 160 jam -
Z 300 m2 100 orang 180 jam -
A 500 m2 350 orang 600 jam 850 jam
B 600 m2 150 orang 400 jam 900 jam
Diminta :
1. Alokasikan biaya overhead pabrik departemen jasa dengan metode langsung dan
hitunglah tarif pembebanan biaya overhead pabrik departemen produksi atas dasar
jam kerja mesin.
2. Alokasikan biaya departemen jasa dengan menggunakan alokasi bertahap dimulai
dari departemen Z,X, dan terakhir Y.
Jawab :
1.
Departemen produksi Departemen jasa
Keterangan
A B X Y Z
Anggaran BOP Rp Rp - - -
sebelum 5.480.000 6.460.000
alokasi
Anggaran biaya - - Rp Rp Rp
departemen 3.498.000 4.860.000 4.800.000
jasa
Dasar alokasi :
Departemen X 500 m2 600 m2 300 m2 400 m2 300 m2
(luas lantai)
Departemen Y 350 orang 150 orang 50 orang 50 orang 100 orang
(jumlah tenaga
kerja)
Departemen Z 600 jam 400 jam 200 jam 160 jam 180 jam
(jumlah jam
pemeliharaan)
Tabel Alokasi Biaya Departemen Jasa (Metode Langsung)
Departemen produksi Departemen jasa
Keterangan
A B X Y Z
Biaya Rp Rp - - -
sebelum 5.480.000 6.460.000
alokasi
Biaya - - Rp Rp Rp
departemen 3.498.000 4.860.000 4.800.000
jasa
Alokasi
departemen
jasa
Departemen Rp Rp (Rp - -
X 1.590.000 1.908.000 3.498.000)
Departemen Rp Rp - (Rp -
Y 3.402.000 1.458.000 4.860.000)
Departemen Rp Rp - - (Rp
Z 2.880.000 1.920.000 4.800.000)
BOP Rp Rp 0 0 0
setelah 13.352.000 11.746.000
alokasi

X-A = 500m2/1100m2 x Rp.3.498.000 = Rp.1.590.000


X-B = 600m2/1100m2 x Rp.3.498.000 = Rp.1.908.000

Y-A = 350 org/500 org x Rp.4.860.000 = Rp.3.402.000


Y-B = 150 org/500 org x Rp.4.860.000 = Rp.1.458.000

Z-A = 600 jam/1000 jam x Rp.4.800.000 = Rp.2.880.000


Z-B = 400 jam/1000 jam x Rp.4.800.000 = Rp.1.920.000
Tarif Pembebanan
Dasar Pembebanan: Dept. A=850 JKM
Dept. B=900 JKM
Tarif BOP : Dept. A= Rp 13.352.000/850 JKM= Rp 15.708,23/JKM
Dept. B= Rp 11.746.000/900 JKM= Rp 13.051,11/JKM
2.
Departemen Departemen Departemen Departemen Departemen
Keterangan
A B Jasa X Jasa Y Z
Anggaran Rp Rp 6.460.000 - - -
BOP 5.480.000
Anggara - - Rp Rp Rp
Biaya 3.498.000 4.860.000 4.800.000
Alokasi
Departemen
Jasa
Departemen Z Rp Rp 1.411.765 Rp 750.882 Rp 564.705 (Rp
2.117.647 480.000)
Departemen X Rp Rp 1.681.553 (Rp Rp -
1.401.294 4.203.882) 1.121.035
Departemen Y Rp Rp 1.963.722 - (Rp -
4.582.018 6.545.740)
Anggaran Rp Rp 0 0 0
BOP Setelah 13.580.959 11.517.040
Alokasi

PERHITUNGAN
Dari departemen Z
Dep A = 600 jam/1.360 jam x Rp. 4.800.000 = Rp. 2.117.647,05
Dep B = 400 jam/1.360 jam x Rp. 4.800.000 = Rp. 1.411.764,70
Dep X = 200 jam/1.360 jam x Rp. 4.800.000 = Rp. 705.882,35
Dep Y = 180 jam/1.360 jam x Rp. 4.800.000 = Rp. 564.705,88
Dari departemen X
Dep A = 500 m2/1500 m2 x Rp. 4.203.882 = Rp. 1.401.294
Dep B = 600 m2/ 1500 m2 x Rp. 4.203.882 = Rp. 1.681.552,8
Dep Y = 400 m2/ 1500 m2 x Rp. 4.203.882 = Rp. 1.121.035,2
Dari departemen Y
Dep A = 350 org/500 org x Rp. 6.545.740 = Rp. 4.582.018
Dep B = 150 org/500 org x Rp. 6.545.740 = Rp. 1.963.722
Soal Post Test Topik 15
1. Dispatching adalah menetapkan dan menentukan proses dimana pemberian
perintah utuk mulai dilaksanakan operasi proses produksi yang telah
direncanakan didalam routing maupun scheduling.

2. Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan (job order costing atau job
costing), dimana biaya produksi Diakumulasikan untuk setiap pesanan yang
terpisah.

3. Asumsi dari produk hilang pada awal proses antara lain, kecuali Unit yang hilang
akan menjadi beban produk jadi.

4. Apa persyaratan yang harus dipenuhi agar proses produksi akan berjalan dengan
baik, kecuali Adanya estimasi fundamental ekonomi.

5. Jelaskan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang harga standar


Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang harga standar
yaitu :
1. Konfigurasi peralatan. Biaya standar yang dirancang sebaiknya
mempertimbangkan konfigurasi peralatan produksi yang digunakan karena
konfigurasi peralatan dapat mempengaruhi biaya overhead pabrik. 
2. Volume produksi. Production run yang panjang akan membagi biaya setup
pada lebih banyak unit produksi, sebaliknya production run yang pendek akan
mengakibatkan biaya setup per unit. 
3. Kondisi peralatan. Pemeliharaan yang tidak memadai dapat menyebabkan
mesin hanya mampu beroperasi dalam jangka waktu pendek sehingga akan
mengurangi kemampuan produksi yang tersedia. 
4. Negosiasi dengan serikat kerja. Hal ini dapat mempengaruhi tarif upah tenaga
kerja langsung
5. Pengalaman dan pelatihan karyawan. Karyawan yang berpengalaman dan
terlatih baik akan meningkatkan efisiensi produksi.