Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI

A. PERKEMBANGAN
Hasil dari interaksi yang meliputi faktor budaya, kelembagaan, sejarah dan
faktor ekonomi yang bisa mengakibatkan munculnya perbedaan antar Negara itulah
yang ada pada praktik akuntansi.
Perbedaan akuntansi setiap bangsa dipengaruhi oleh factor-faktor
perkembangan akuntansi nasional. Berikut ini merupakan faktor-faktor yang
melatarbelakangi perkembangan akuntansi.
1. Sistem hukum
Interaksi yang terjadi pada lembaga maupun individu didasari oleh sistem hukum.
Di dalam dunia barat mempunyai dua orientasi dasar hukum umum (kasus) dan
kodifikasi hukum (sipil). Berbagai sektor swasta menerapkan aturan akuntansi.
Maka yang terjadi peraturan akuntansi itu inovatif serta adaftif.
Di dalam kodifikasinya hukum (norma hukum) akuntansi lebih fokus kedalam
bentuk (resmi) legalnya, sedangkan hukum akuntansi umum lebih fokus pada isi
ekonomi. Misalnya, sewa guna usaha pada ketentuan hukum umum tidak
dikapitalisasi. Namun, pada sewa guna usaha dalam hukum umum dapat di
kapitalisasi jika hal tersebut menjadi bagian dari pembelian propertii.
2. Ikatan ekonomi dan politik.
Teknologi serta ide akuntansi di alihkan kedalam perdagangan, penaklukan, dan
kekuatan sejenis. Pada tahun 1400-an berawal di italia sistem pencatatan
berasangan (double entry) perlahan meluas di Eropa bersama pada acuan
pembaruan (renaissance), pada semua wilayah inggris mengekspor akuntan serta
konsep akuntansi. Setelah perang dunia II penduduk jepang mengakibatkan
penerapan Plan Comptable pada penduduk perancis. Berbagai banyak Negara
yang memakai sistem akuntansi yang di kembangkan di tempat lain misalnya di
Negara tersebut meliputi eropa timur atau india saat ini menirukan (EU) atau
sistem akuntansi yang menurut aturan uni eropa
3. Tingkat pendidikan
Dalam tingkat pendidikan standar ini serta praktik akuntansi sangat rumit
(soplinsticated) jadi tidak ada kegunaanya kalau di salah arti maupun di
salahgunakan. Misalnya, pelaporan tekniis terkait perilaku biaya tidak ada artinya
jika semua pembaca mengerti akuntansi biaya. Resiko efek derivatif akan
informative kalau di baca pada pihak yang berkompetensi. Sebaliknya, jika suatu
Negara taraf pendidikan nya rendah maka pendidikan akuntansi juga akan sulit
dicapai. Permasalahan yang telah berhasil ditanggulangi adalah Negara Meksiko.
Dalam situasi lainnya, suatu negara harus mengirim warganya atau tenaga pelatih
ke negara lain seperti yang diterapkan oleh Cina agar memperoleh kualifikasi
yang baik.
4. Sumber pendanaan
Di berbagai Negara dengan pasar yang besar misalnya, Negara inggris dan
Amerika Serikat akuntansi lebih fokus pada manajemen perusahaan di dalam
profitabilitasnya agar bisa membantu para investor dalam menganalisis arus kas
serta resiko masa mendatang. Di dalam system berbasis kredit, pengungkapan
dilakukan untuk memenuhi aturan kepemilikan publik yang luas. Bank adalah
sumber utama pendanaan yang mana akuntansi meminimalkan pembayaran
dividen serta menjaga sumber pendanaan agar dapat mencukupi para peminjam.
Dengan begitu suatu lembaga keuangan mempunyai jalan pada informasi apapun
yang di inginkan pada pengungkapan publik yang luas. Misalnya swiss
5. Tingkat Perkembangan Ekonomi
Tingkat perkembangan ekonomi ini bisa berpengaruh karena jenis transaksi usaha
yang di laksanakan pada suatu perekonomian serta menentukan yang pertama.
Dalam jenis transaksi menentukan masalah akuntansi yang dihadapi.Misalnya,
kompensasi perusahaan dalam saham atau sekuritas aset adalah suatu yang jarang
terjadi dalam perekonomian dengan pasar modal yang kurang berkembang.
Sekarang ini, banyak perekonomian industri berubah menjadi perekonomian jasa.
Masalah akuntansi yang terjadi seperti penilaian asset tetap dan pencatatan
depresiasi yang sangat relevan dalam sektor manufaktur menjadi kurang penting.
Di dalam perkembangan ekonomi tantangan yang dihadapi misalnya dan sumber
daya manusia yang semakin mengalami perkembangan.
6. Inflasi
Inflasi menyebabkan biaya historis akuntansi turun berlebih pada nilai aset dan
beban yang ikut dan meningkat pada pendapatan. Dengan inflasi yang tinggi
negara sering menuntut perusahaan melakukan berbagai perubahan harga ke
dalam penghitungan keuangan mereka. Meksiko dan Negara seperti amerika
selatan menggunakan akuntansi umum karena yang mereka alami dengan
hiperinflasi, pada akhir tahun 1970-an, dengan tingkat inflasi yang tidak
melambung tinggi, Inggris dan AS melakukan eksperimen dengan pelaporan
perubahan harga.
7. Perpajakan
Di dalam keperluan pajak banyak negara secara efektif harus mencatat beban dan
pendapatan dalam akun mereka untuk mengklaim agar dapat menentukan standar
akuntansi.
Dengan kata lain bahwa, pajak lainnya pada akuntansi keuangan dan pajak
berbeda: laba terkena pajak adalah laba akuntansi keuangan yang sudah sesuai
pada perbedaan dalam hukumnya pajak. Jadi, saat pajak terpisah serta akuntansi
keuangan kemungkinan peraturan pajak harus menerapkan prinsip akuntansi itu.
(last-in, first-out LIFO) adalah contoh dalam menilai persediaan yang masuk
akhir keluar pertama.
8. Budaya.
Dalam faktor ini budaya dimaksudkan sebagai munculnya perilaku yang dibawa
pada masyarakat. Dalam budaya berisi ketentuan disuatu negara (misalnya ssstem
hukum). Hofstede mendasari empat dimensi budaya nasional (nilai sosial): (1)
jarak kekuasaan, (2), individualism (3), penghindaran ketidakpastian (4).
Maskulinitas.
Dari dasar yang dibawa Hofstede Gray mengemukakan suatu gambaran yang
mendasari akuntansi serta budaya. Berikut adalah 4 dimensi nilai akuntansi yang
berpengaruh pada praktik pelaporan keuangan:
a) Profesionalissme versuss ketentuan wajib pengendalian preferensi pada
pertimbangan professional individu dan regulasi sendiri dalam kelompok
professional terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yang telah
disepakati.
b) Keseragaman versus fleksibilitas terkait dengan preferensi pada keseragaman
dan konsistensi dibandingkan fleksibilitas dalam bereaksi pada suatu
keaadaan tertentu.
c) Konservatisme versus optimism terkait suatu preferensi dalam menentukan
pendekatan yang lebih baik dalam mengatasi semua hal yang tidak pasti, yang
berasal dari perhatian dalam kebutuhan serta keamanan untuk mengangkat
pendekatan yang lebih hati-hati untuk mengatasi ketidakmungkinan dalam
peristiwa masa mendatang. Keberhasilan pencapaian kinerja seseorang bisa
mendorong pendekatan pada pengukuran cenderung relatif kurang
konservatif.
d) Kerahasiaan versus transparansi yaitu rahasia dalam membatasi suatu
informasi dalam bentuk usaha berdasarkan dasar kebutuhan daripada
menyediakan pengungkapan informasi kepada public.

B. KLASIFIKASI
Dalam klasifikasi akuntansi interrnasional bisa dilaksanakan dengan dua cara
yaitu pertimbangan serta empiris. Klasifikasi menurut pertimbangan mengacu ke
intuisi, pengetahuan serta pengalaman. Sedangkan klasifikasi, secara empiris yaitu
dengan cara statistik dengan tujuan mengumpulkan data serta praktik akuntansi
diseluruh dunia.
Empat Pendekatan pada Perkembangan Akuntansi
Mueler melakukan klasifikasinya berawal pada 1960. Ia memilih empat
pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di negara barat dengan menggunakan
system ekonomi berorientasi pasar.
1. Dalam pendekatan makroekonomi, tujuan makroekonomi nasional diperoleh
karena adanya praktik akuntansi. Beberapa perusahaan banyak yang mengikuti
daripada menjadi pemimpin dalam kebijakan nasional, melainkan perusahaan
mengatur kegiatan mereka dengan kebijakan nasional. Sebagai contoh dalam
praktik akuntansi pada labanya akan merata karena didapatkan dalam kebijakaan
nasional dengan lapangan usaha yang bisa menghindari perubahan besar yang
terjadi. Atau, untuk bisa berkembang dalam industry suatu negara bisa
membolehkan penghapusan pengeluaran modal secara cepat tersebut. Pendekatan
makroekonomi yang berkembang contohnya di Swedia.
2. Dalam pendekatan mikroekonomi, akuntansi mengalami perkembangan yang
berasal dari mikroekonomi. Hal itu dikarenakan setiap perusahaan saling
memiliki tujuan yaitu bertahan hidup yang mana perusahaan harus bisa
mempertahankan modal yang dimilikinya serta perusahaan mampu memisahkan
modal dari laba dengan tujuan agar bisa mengevaluasi dan mengendalikan
aktivitas perusahaan.
3. Dalam pendekatan disiplin independen, yang mana praktik bisnis yang
menghasilkan akuntansi dan bisa berkembang secara ad boc, pertimbangan,
coba-coba dan kesalahan dengan dasar perlahan-lahan. Bahwa akuntansi dilihat
bagai manfaat jasa yang prinsip serta konsepnya diperoleh dalam proses bisnis
yang dilakukan melainkan bukan ekonomi yang dari cabang keilmuan. Di
Amerika Serikat dan Inggris akuntansi berkembang secara independen.
4. Dalam pendekatan yang sama akuntansi di sesuaikan serta digunakan sebagai alat
untuk mengendalikan administratif oleh pemerintah pusat. Informasi akuntansi
untuk mengendalikan seluruh jenis bisnisnya akan mudah melalui keseragaman
dalam pengukuran, penyajian, dan pengungkapan.

Sistem Hukum terkait Akuntansi Hukum Umum Versus Kodifikasi Hukum


Akuntansi bisa juga diklasifikasikan berdasarkan system hukum di setiap
negara. Selama kurang lebih 25tahun teakhir pandangan itu telah mendominasi
pemikiran akuntansi. (1) Akuntansi di dalam suatu negara hukum umum mempunyai
ciri khas meninjau pada “penyajian wajar”, pengungkapam penuh, transparan, pajak
beserta pemisahan antara akuntansi keuangan. Pada profesi seorang akuntansi dalam
ketentuan standar akuntansi berfokus pada aktivitas swasta. Akuntansi hukum umum
disebut “Anglo Saxon”, “Inggris Amerika” atau “berdasarkan mikro”. Inggris adalah
Negara dimana akuntansi hukum umum dimulai dan kemudian di ekspor ke negara-
negara seperti Kanada, Malaysia, Australia, India, Hongkong, Amerika Serikat dan
Pakistan. (2) Akuntansi di dalam berbagai negara yang menganut kodifikasi hukum
memiliki karakteristik yang tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang,
kesesuaian akuntansi keuangan, berorientasi legalistik, dan pajak. Bank atau
pemerintah memfokuskan perlindungan kepada kreditor di dalam sumber keuangan
dan pelaporan keuangannya.
Berdasarkan kepemilikan perusahaan di negara yang menggunakan kodifikasi
hukum lebih memusatkan pada tangan para perusahaan lain, keluarga, dan bank
komersil yang besar. Perusahaan mendapatkan sebagian besar modalnya dari
pinjaman bank maupun pemerintah. Di Negara-negara hukum umum tidak terlalu
memperdulikan utang, sebaliknya pada Negara yang menggunakan kodifikasi hukum
utang merupakan sumber pendanaan yang kebanyakan lebih penting. Laba akuntansi
adalah dasar untuk penetapan bonus karyawan dan dividen maka memungkinkan
berpacu untuk meratakan total laba dalam tahun ke tahun.
Praktik system terkait Akuntansi Penyajian Wajar versus Kepatuhan Hukum
Dalam praktiknya terdapat kebedaan akuntansi pada tingkat nasional jadi
hilang. Ada alasan yang mendasarinya. (1.) Di seluruh dunia pasar saham menjadi
sumber keuangan yang makin berkembang menjadi sangat penting. Modalnya yang
kini semakin jadi global, maka apa yang ada pada standar laporan keuangan
perusahaan juga diakui secara mendunia. Dalam memilih kesesuaian pada aturan
keuangan yang berbeda banyak perusahaan menyamakan standar pelaporan keuangan
dalam global guna meminimalisir biaya yang digunakan perusahaan sehingga modal
yang diinginkan pengeluaran bisa juga berkurang. Standar akuntansi internasional
berperan untuk penetapan standar keuangan di negara Australia, Afrika Selatan,
Singapura, Jepang dan negara lainnya. (2) Pelaporan keuangan yang dobel sekarang
jadi hal yang umum. Tahun 2005, semua perusahaaan Eropa yang terdaftar
diharuskan memakai Standar Pelaporan Keuangan Internasional pada tiap laporan
keuangan yang sudah konsolidasian.
Meskipun sebagian kode hukumnya negara anggota Uni Eropa seperti Jerman
serta Perancis tidak membolekan terdapat laporan dobel bagi perusahaan tertentu
yang menggunakan laporan keuangan dengan standar hukum nasional, tapi
kenyataannya menerapkan laporan keuangan dengan standar IFRS (International
Financial Reporting Standard). (3) Sebagian menganut kodifikasi hukum, secara
khusus Jepang serta Jerman mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar
akuntansi dari pemerintah terhadap kelompok sektor swasta yang independen serta
professional. Perubahan ini menjadikan terjadi penetapan standar menjadi sama pada
negara hukum umum misalnya, Kanada, serta Australia, maka bisa dilihat sebagai
suatu cara untuk bisa mempengaruhi agenda IASB.
Akuntansi di dunia sekarang ini menunjukkan pada klasifikasi pada penyajian
wajar versus kepatuhan. Perbedaan pada penyajian wajar dan sesuai atau tidak pada
hukum menyebabkan banyak masalah akuntansi,misalnya (1)Depresiasi yang mana
beban ditentukan dengan penurunan kegunaan suatu asset ekonomi (penyajian wajar)
atau jumlah yang dipastikan tujuannya pajak (kepatuhan hukum), (2)sewa guna
usaha yang memiliki substan pembelian asset tetap (property) di berlakukan sewa
operasi (kepatuhan hukum); dan (3) pension yang mana biaya diakui pada saat
dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan saat berhenti bekerja
(kepatuhan hukum).
Penggunaan cadangan dalam meratakan laba dari satu periode ke periode yang
lain merupakan salah satu masalah lain yang timbul. Umumnya, cadangan tersebut
digunakan sebagai berikut. Dalam tahunnya, beban tambahan dicatat, dengan kredit
kepada akun cadangan dalam ekuitas pemegang saham. Dalam tahun yang kurang
cadangan dihapuskan guna meningkatkan laba. Pada hal ini meratakan fluktuasi laba
dari tahun ke tahun yang akan datang. Wajar bila merekayasa seperti itu diungkapkan
investor dalam mengubah pengaruh terhadap laba. Otomatis, memungkinkan tidak
dapat terjadi cadangan.
Penyajian wajar dan substansi melebihi bentuk (substance over form) adalah ciri
utama akuntansi hukum umum yang dijelaskan diatas. Akuntansi umum
berpandangan terhadap kebutuhan pengambilan keputusan kepada investor luar.
Semua perusahaan Eropa yang terdaftar mengikuti penyajian keuangan wajar dalam
berbagai laporannya yang telah terkonsolidasikan. Hal itu dikarenakan saat ini
mereka berpindah mengikuti standar IFRS. Lebih lagi IFRS adalah standar acuan
yang saat ini sedang dikembangkan di Cina.
Akuntansii berdasarkan kepatuhan hukumnya di gunakan dalam pemenuhan
aturan untuk dipakai pemerintah dalam hal mematuhi rencana makroekonomi
pemerintah nasional atau perhitungan laba kena pajak. Jumlah laba yang dimiliki
suatu perusahaan menjadi alat pembayaran dividen kepada para pemegang saham
beserta hadiah yang akan diberikan untuk para karyawan serta manajer. Jumlah nilai
yang diberikan tersebut sepadan juga bijaksana dengan menerapkan pengukuran
menggunakan standar konservatif. Bahwa hal itu, laporan keuangan perusahaan
individual untuk memenuhi ketentuan hukum sedangkan laporan konsolidasi dapat
memberikan informasi kepada para investor.
Perkembangan akuntansi di masa depan akan terbentuk karena adanya proses
penyesuaian pasar modal yang muncul berpengaruh secara pasti. Perkembangan ini
melatarbelakangi adanya sesuatu dalam akuntansi penyajian wajar. Dengan lain hal
adalah Keputusan Uni Eropa atau “IFRS 2005” dan pendorong utama dalam aktivitas
Dewan Standar Akuntansi Internasional serta menjadi jawaban atas analisis laporan
keuangan yang kini bersifat global.