Anda di halaman 1dari 24

ASPEK PEMASARAN

MAKALAH

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis

Dosen Pengampu:

Abdul Haris Perwiranegara, SE., MM.

Disusun Oleh:

Kelompok 1

Dewi Nur Qori’ah Al Maghfiroh (12403193007)

Jamilatus Sholikhah (12403193012)

Yunia Nur Azizah (12403193025)

Muji Sri Lestari (12403193038)

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH 5A

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

SEPTEMBER 2021
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala
rahmat-Nya atas selesainya makalah yang berjudul “Aspek Pemasaran”.

Sehubungan dengan selesainya penulisan makalah ini, maka penulis


mengucapkan banyak terima kasih kepada:

1. Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag., selaku Rektor UIN Sayyid Ali


Rahmatullah Tulungagung.

2. Abdul Haris Perwiranegara, SE., MM. selaku dosen pengampu mata


kuliah Studi Kelayakan Bisnis yang telah memberikan bimbingan,
saran, ide, dan masukan kepada penulis.

3. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penulisan


makalah ini.

Kami berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan
bagi perkembangan ilmu pengetahuan di bidang Studi Kelayakan Bisnis. Namun,
kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam makalah
ini. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran membangun dari
pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Tulungagung, 14 September 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................i

DAFTAR ISI......................................................................................................ii

BAB I: PENDAHULUAN.................................................................................1

A. Latar Belakang.........................................................................................1
B. Rumusan Masalah...................................................................................2
C. Tujuan Penulisan.....................................................................................3

BAB II: PEMBAHASAN..................................................................................4

A. Segmentasi – Target – Posisi di Pasar.....................................................4


1. Segmentasi Pasar...............................................................................4
2. Menetapkan Pasar Sasaran................................................................6
3. Menentukan Posisi Pasar...................................................................7
B. Sikap, Perilaku, Kepuasan Konsumen.....................................................8
1. Sikap Konsumen................................................................................8
2. Perilaku Konsumen.........................................................................10
3. Kepuasan Konsumen.......................................................................11
C. Manajemen Pemasaran..........................................................................12
1. Analisis Persaingan.........................................................................12
2. Bauran Pemasaran Barang dan Jasa................................................13

BAB III: PENUTUP........................................................................................20


A. Kesimpulan............................................................................................20

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................21

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam perspektif ilmu ekonomi dikenal dengan faktor produksi.
Perekonomian dapat bergerak dengan keempat faktor produksi yaitu tanah, modal,
sumber daya manusia, dan entrepreneurship, serta berfungsi optimal. Meskipun
semua faktor produksi itu penting dan saling terkait, maka entrepreneurship
tersebut sangat berperan untuk mengorganisir ketiga faktor produksi lainnya
dalam perusahaan atau entitas bisnis.
Bisnis diartikan sebagai usaha untuk memperoleh keuntungan sesuai dengan
tujuan dan target dalam berbagai bidang, baik dilihat dari segi kuantitas, kualitas,
maupun waktunya. Keuntungan adalah tujuan yang utama dalam dunia bisnis
terutama bagi pemilik bisnis baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan mempelajari secara mendalam
tentang layak atau tidaknya suatu usaha maupun bisnis yang akan dijalankan.
Mempelajari secara mendalam artinya meneliti secara sungguh-sungguh data dan
informasi. Kemudian diukur, dihitung, dan dianalisis dengan menggunakan
metode tertentu. Sedangkan bisnis artinya usaha yang dijalankan memberikan
manfaat baik finansial maupun non finansial. Kelayakan menunjukkan apakah
usaha yang dijalankan memberikan manfaat besar dibandingkan biaya.
Di masa lalu sebelum ilmu pemasaran berkembang dan dikenal secara luas
seperti sekarang, setiap perusahaan berusaha untuk terlebih dahulu berproduksi
sebanyak-banyaknya kemudian berusaha menjualnya kembali. Perusahaan tidak
peduli dengan kondisi permintaan yang ada sehingga banyak di antara produsen
mengalami kegagalan dan terus merugi, akibat jumlah produksi tidak sesuai
dengan jumlah pemesanan.
Untuk di masa sekarang, dimana tingkat persaingan yang ketat, pola seperti
diatas sudah ditinggalkan. Banyak produsen yang terlebih dahulu melakukan riset
pasar dengan berbagai cara. Tujuannya yaitu untuk melihat kondisi permintaan
yang ada sekarang ini terhadap produk yang akan diproduksi. Oleh karena itu,
peranan pemasaran penting dalam menentukan kelanjutan usaha suatu perusahaan

1
sehingga banyak diantara perusahaan dalam manajemennya menempatkan posisi
pemasaran paling depan.
Dalam kaitannya dengan studi kelayakan suatu usaha atau proyek, aspek
pasar, dan pemasaran merupakan salah satu aspek yang paling penting. Hal
tersebut disebabkan aspek pasar dan pemasaran sangat menentukan hidup matinya
suatu perusahaaan. Maka dari itu, didalam aspek pasar dan pemasaran, baik untuk
perusahaan yang sudah berjalan maupun bagi perusahaan yang baru akan berdiri
perlu dilakukan suatu studi tentang kelayakan terlebih dahulu. Pada intinya aspek
pasar dan pemasaran adalah untuk mengetahui berapa besar pasar yang akan
dimasuki, struktur pasar dan peluang pasar yang ada, prospek pasar dimasa yang
akan dating serta bagaimana strategi pemasaran yang harus dilakukan. Kegiatan
pemasaran tidak hanya monopoli perusahaan yang berorientasi pada profit saja
melainkan badan usaha sosial yang sudah mulai menggunakan pemasaran dalam
rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya.

B. Rumusan Masalah
1. Segmentasi – Target – Posisi di pasar
a. Bagaimana segmentasi pasar?
b. Bagaimana cara menetapkan pasar sasaran?
c. Bagaimana cara menentukan posisi pasar?
2. Sikap, Perilaku, Kepuasan Konsumen
a. Bagaimana sikap konsumen itu?
b. Bagaimana perilaku konsumen itu?
c. Bagaimana kepuasan konsumen itu?
3. Manajemen Pemasaran
a. Bagaimana analisis persaingan itu?
b. Bagaimana bauran pemasaran barang dan jasa?

2
C. Tujuan Penulisan
1. Segmentasi – Target – Posisi di pasar
a. Untuk mengetahui segmentasi pasar.
b. Untuk mengetahui cara menetapkan pasar sasaran.
c. Untuk mengetahui cara menentukan posisi pasar.
2. Sikap, Perilaku, Kepuasan Konsumen
a. Untuk mengetahui sikap konsumen.
b. Untuk mengetahui perilaku konsumen.
c. Untuk mengetahui kepuasan konsumen.
3. Manajemen Pemasaran
a. Untuk mengetahui analisis persaingan.
b. Untuk mengetahui bauran pemasaran barang dan jasa.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Segmentasi – Target – Posisi di Pasar


1. Segmentasi Pasar
Pada pasar yang besar memiliki berbagai macam pembeli. Tiap pembeli
pada umumnya dalam motif dan perilaku maupun kebiasaan pembelian
mempunyai ciri masing-masing. Perbedaan motif dan perilaku ini
menunjukan bahwasannya pasar suatu produk heterogen dengan jumlah
konsumen yang sangat banyak serta mempunyai ragam kebutuhan, keinginan,
kemampuan membeli, dan perilaku serta tuntutan pembelian. Dengan dasar
ini, maka sangatlah sulit bagi suatu perusahaan untuk melayani seluruh pasar
dengan konsumen yang berbeda-beda. Dalam upayanya memberikan
kepuasan pada konsumen dengan apa yang diinginkan oleh konsumen,
perusahaan perlu mengelompokan konsumen atau pembeli ini sesuai
kebutuhan dan keinginannya.
Segmentasi pasar artinya membagi pasar menjadi beberapa kelompok
pembeli yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix
yang berbeda pula. Segmentasi pasar perlu dilakukan mengingat didalam
suatu pasar terdapat banyak pembeli yang berbeda keinginan dan
kebutuhannya. Oleh karena itu setiap perbedaan memiliki potensi untuk
menjadi pasar sendiri.1
Untuk melakukan segmentasi pasar terdiri dari beberapa variabel yang
harus diperhatikan. Tujuannya adalah agar segmentasi yang telah dilakukan
tepat sasaran. Salah dalam menetukan variabel segemen akan berdampak
gagalnya sasaran yang ingin di capai.

1
Kasmir dan Jakfar, Studi Kelayakan Bisnis, (Jakarta: Predana Media Grup, 2003), hlm.48-49.

4
Variabel untuk melakukan segmentasi terdiri dari segmentasi pasar
konsumen dan segmentasi pasar industrial. Berikut ini adalah variabel utama
untuk melakukan segmentasi menurut Philip Kotler, yaitu :
a. Segmentasi berdasarkan geografis terdiri dari :
1. Bangsa
2. Provinsi
3. Kabupaten
4. Kecamatan
5. Iklim
b. Segmentasi berdasarkan demografis terdiri dari :
1. Umur
2. Jenis kelamin
3. Ukuran keluarga
4. Daur hidup keluarga
5. Pendapatan
6. Pekerjaan
7. Pendidikan
8. Agama
9. Ras
10. Kebangsaan
c. Segmentasi berdasarkan psikografis terdiri dari :
1. Kelas sosial
2. Gaya hidup
3. Karakteristik kepribadian
d. Segmentasi berdasarkan perilaku terdiri dari :
1. Pengetahuan
2. Sikap
3. Kegunaan
4. Tanggap terhadap suatu produk

Variabel utama untuk melakukan segmentasi pasar industry sebagai berikut:


a. Segmentasi berdasarkan demografis terdiri dari :

5
1. Jenis industri
2. Besar perusahaan
3. Lokasi perusahaan
b. Karakteristik pengoperasian terdiri dari :
1. Teknologi yang di fokuskan
2. Status pengguna (berat, sedang, ringan)
3. Kemampuan pelanggan
c. Pendekatan pembeli terdiri dari :
1. Organisasi fungsi pembeli
2. Sifat hubungannya yang ada
3. Struktur kekuatan
4. Kebijakan pembelian umum
5. Kriteria
d. Karakteristik personil industri terdiri dari :
1. Kesamaan pembeli
2. Sikap terhadap risiko
3. Kesetiaan
e. Faktor situasi terdiri dari :
1. Urgensi
2. Penggunaan khusus
3. Besarnya pesanan

2. Pasar Sasaran
Setelah segmentasi pasar selesai dilakukan, maka terdapat beberapa
segmen yang layak untuk digarap karena dianggap paling potensial. Secara
umum pengertian menetapkan pasar sasaran adalah mengevaluasi keaktif an
setiap segmen, kemudian memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih
untuk dilayani. Menetapkan pasar sasaran dengan cara mengembangkan
ukuran dan daya tarik segmen kemudian memilih segmen sasaran yang
diinginkan.2

2
Ibid, hlm. 50

6
Kegiatan menetapkan pasar sasaran meliputi:
1. Evaluasi segmen pasar
a. Ukuran dan pertumbuhan segmen seperti data tentang penjualan
terakhir (dalam rupiah), proyeksi laju pertumbuhan dan margin laba
dari setiap segmen. Yang dipilih adalah penjualan terakhir, proyeksi
laju pertumbuhan dan margin laba dari setiap segmen.
b. Struktural segmen yang menarik dilihat dari segi profitabilitas.
Kurang menarik apabila terdapat pesaing yang kuat dan agresif.
Perhatikan juga ancaman dari produk pengganti (substitusi).
c. Sasaran dan sumber daya perusahaan. Memerhatikan energi yang
dimiliki perusahaan, yaitu ketersediaan sumber daya manusia.
termasuk keterampilan yang dimilikinya.

2. Memilih segmen, yaitu menentukan satu atau lebih segmen yang


memiliki nilai tinggi bagi perusahaan, menentukan segmen mana dan
berapa banyak yang dapat dilayani
a. Pemasaran serbasama, melayani semua pasar dan tawaran pasar
dalam arti tidak ada perbedaan. Mencari apa yang sama dalam
kebutuhan konsumen. Biasanya produk seperti permen yang bisa
ditujukan untuk semua orang. Keuntungannya adalah dapat lebih
menghemat biaya.
b. Pemasaran serbaaneka, merancang tawaran untuk semua pendapatan,
tujuan atau kepribadian. Seperti beda desain untuk industri mobil.
Untuk pasar ini memerlukan biaya tinggi.
c. Pemasaran terpadu, khusus untuk sumber daya manusia yang
terbatas.

3. Posisi Pasar
Menentukan posisi pasar yaitu menentukan posisi yang kompetitif untuk
produk atau suatu pasar. Kegiatan ini dilakukan setelah menentukan segmen
mana yang akan dimasuki, maka harus pula menentukan posisi mana yang
ingin ditempati dalam segmen tersebut.

7
Posisi produk adalah bagaimana suatu produk yang didefinisikan oleh
konsumen atas dasar atribut-atributnya. Tujuan penetapan posisi pasar
(market positioning) adalah untuk membangun dan mengomunikasikan
keunggulan bersaing produk yang dihasilkan ke dalam benak konsumen.3
Sebagai contoh:
 Mobil Mercedes diposisikan sebagai mobil mewah.
 Mobil Kijang diposisikan sebagai mobil keluarga.
 Mobil Suzuki Carry diposisikan sebagai mobil angkutan.

Strategi penentuan posisi pasar terdiri dari:


a. Atas dasar atribut (harga murah atau mahal).
b. Kesempatan penggunaan (sebagai minuman energi atau turun panas).
c. Menurut kelas pengguna (sampo bagi orang dewasa atau untuk anak-
anak).
d. Langsung menghadapi pesaing (kami nomor satu).
e. Kelas produk (sabun kecantikan).

Memilih dan melaksanakan strategi penentuan posisi pasar:


a. Identifikasikan keunggulan kompetitif yang mungkin memberikan nilai
yang terbesar dengan cara mengadakan perbedaan, yaitu:
 Diferensiasi produk.
 Diferensiasi jasa.
 Diferensiasi personel.
 Diferensiasi citra.
b. Memilih keunggulan kompetitif yang tepat.
 Berapa banyak perbedaan dipromosikan.
 Perbedaan mana yang dipromosikan.
c. Mewujudkan dan mengomunikasikan posisi dipilih.

B. Sikap, Perilaku, Kepuasan Konsumen

3
Ibid, hlm.50-51.

8
1. Sikap Konsumen
Menurut Fishbein dan Ajzen (dalam Kristianto, 2011), sikap merupakan
predisposisi (keadaan mudah terpengaruh) yang dipelajari untuk menanggapi
secara konsisten terhadap suatu objek, baik dalam bentuk tanggapan positif
maupun tanggapan negatif. Konsep sikap sangat berkaitan dengan konsep
kepercayaan (belief) dan perilaku (behavioral). Sikap konsumen adalah
pikiran atau pandangan konsumen yang menggambarkan kepercayaan
terhadap manfaat yang baik dari produk. Apabila konsumen sudah mulai
percaya terhadap manfaat yang diberikan sebuah produk, maka konsumen
akan bersikap untuk selalu setia dan menggunakan produk tersebut. Namun,
apabila produk tersebut tidak memberikan manfaat yang baik, maka sikap
konsumen adalah tidak akan mau untuk membeli dan menggunakan produk
tersebut. Dengan kata lain, sikap konsumen adalah keyakinan dan preferensi
(pilihan) konsumen atas suatu merek.
Sikap terhadap suatu merek yang sering mempengaruhi keputusan
pembelian konsumen. Jika konsumen bersikap positif terhadap suatu merek,
kemungkinan konsumen itu akan melakukan pembelian terhadap merek
tersebut, begitu sebaliknya. Katz (dalam Setiadi, 2008) mengklasifikasikan
fungsi sikap menjadi empat, yaitu:
1. Fungsi utilitarian
Seseorang menyatakan sikapnya terhadap suatu objek atau produk
karena ingin memperoleh manfaat dari produk (rewards) tersebut atau
menghindari risiko dari produk (punishment).
2. Fungsi ekspresi nilai
Sikap berfungsi untuk menyatakannilai, gaya hidup dan identitas
sosial seseorang.
3. Fungsi mempertahankan ego
Sikap berfungsi untuk melindungi seseorang (citra diri - self
image) dari keraguan yang muncul dari dalam dirinya sendiri atau dari
faktor luar yang mungkin menjadi ancaman bagi dirinya.
4. Fungsi pengetahuan

9
Pengetahuan yang baik mengenai suatu produk sering mendorong
seseorang untuk menyukai produk tersebut. Karena itu, sikap positif
terhadap suatu produk sering men- cerminkan pengetahuan konsumen
terhadap suatu produk.
2. Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam
mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan barang dan jasa, termasuk
proses keputusan sebelum dan sesudah tindakan dilakukan (Engel, et al,
1995). Perilaku konsumen terbagi dua bagian, yaitu perilaku yang tampak dan
perilaku yang tidak tampak. Variabel-variabel perilaku yang tampak antara
lain jumlah pembelian, waktu pembelian, karena siapa, dengan siapa, dan
bagaimana konsumen melakukan pembelian. Variabel perilaku yang tidak
tampak adalah persepsi, ingatan terhadap informasi dan perasaan kepemilikan
konsumen (Umar, 2000).4
Pada dasarnya perilaku konsumen dibagi menjadi dua macam yaitu :
1) Perilaku konsumen rasional
Merupakan tindakan perilaku konsumen dalam peembelian suatu
barang dan jasa yang mengedepankan aspek - aspek konsumen secara
umum, yaitu seperti tingkat kebutuhan mendesak, kebutuhan utama, serta
manfaat produk itu sendiri terhadap konsumen pembelinya. Ciri – cinya
sebagai berikut :
a. Konsumen memilih produk sesuai kebutuhan dan keinginan
b. Produk yang dipih konsumen memberikan manfaat yang optimal
c. Konsumen memilih produk dengan kualitas bagus
d. Konsumen memilih produk dengan harga yang sesuai dengan
kemampuan dan pendapatan.
e. Konsumen memilih produk sesuai kenyamanan lingkungan toko.
2) Perilaku konsumen irasional

4
Elly Rasmikayati dkk, “Kajian Sikap dan Perilaku Konsumen dalam Pembelian Kopi dan
Pendapatannya terhadap Varian Produk dan Potensi Kedainya”. Jurnal Pemikiran Masyarakat
Ilmiah Berwawasan Agribisnis. 2017. 3(2), hlm.117-133.

10
Merupakan perilaku konsumen yang mudah terbujuk oleh rayuan
marketing dari suatu produk tanpa mengedankan aspek kebutuhan dan
kepentingan. Ciri – ciri dan perilaku konsuumen irasional sebagai berikut :
a. Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi baik pada
media cetak maupun elektronik.
b. Konsumen memilih produk bermerek atau branded yang sudah
terkenal
c. Konsumen memilih produk bukan untuk kebutuhan , tetapi karena
gengsi atau prestise
d. Konsumen memilih produk karena ingin mencoba – coba.5
3. Kepuasan Konsumen

Kepuasan konsumen adalah tingkatan perasaan konsumen setelah


membandingkan antara apa yang diterima dan harapannya. Seorang
konsumen, jika merasa puas dengan nilai yang diberikan oleh produk atau
jasa, sangat besar kemungkinan akan menjadi pelanggan dalam waktu yang
sama. Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller yang dikutip dari Buku
manajemen Pemasaran mengatakan bahwa kepuasan konsumen merupakan
perasaan senang atau kecewa yang muncul setelah membandingkan kinerja
produk yang dipikirkan terhadap kinerja yang diharapkan. Jika kinerja
dibawah harapan maka konsumen akan merasa kecewa dan jika kinerja sama
dengan harapan, konsumen akan merasa puas serta jika kinerja berada di atas
harapan, konsumen akan merasa gembira (delighted). Penilaian konsumen
terhadap kinerja produk dipengaruhi banyak faktor salah satunya yaitu
seberapa dekat hubungan pelanggan dengan produk tersebut. Konsumen
biasanya akan mempunyai penilaian yang lebih positif terhadap produk atau
merek yang disukai.

Harapan merupakan hasil dari pengalaman pembelian masa lalu, advice


teman dan kolega, janji dan informasi yang diberikan pemasar dan
competitor. Jika pemasar memberikan harapan terlalu tinggi, maka konsumen
akan rawan untuk tidak puas dan sebaliknya jika memberikan harapan terlalu

5
M. Anang Firmansyah, “Perilaku Konsumen (Sikap dan Pemasaran)”, (Yogyakarta:
Deepublish,2018), hlm. 15-16.

11
rendah, maka produk tampak tidak menarik. Memuaskan kebutuhan
konsumen merupakan keinginan setiap perusahaan. Selain faktor penting bagi
kelangsungan hidup, memuaskan kebutuhan konsumen dapat meningkatkan
keunggulan dalam persaingan. Konsumen yang puas terhadap produk dan
jasa pelayanan cenderung untuk membeli dan menggunakan kembali produk
atau jasa pada saat kebutuhan yang sama muncul dikemudian hari. Dengan
hal tersebut kepuasan adalah faktor kunci bagi konsumen dalam melakukan
pembelian ulang yang menjadi porsi terbesar dari volume penjualan
perusahaan.6

C. Manajemen Pemasaran
1. Analisis Persaingan
Persaingan merupakan hal yang sangat penting bagi keberhasilan atau
kegagalan perusahaan. Persaingan menentukan kegiatan yang perlu bagi
perusahaan untuk berprestasi, strategi bersaing adalah upaya mencari posisi
bersaing yang menguntungkan dalam suatu industri. Strategi bersaing
bertujuan untuk membina posisi yang menguntungkan dan kuat dalam
melawan kekuatan yang menentukan persaingan dalam industri.
Perubahan pola persaingan global memerlukan analisis terhadap segala
kekuatan yang mempengaruhi perusahaan secara berkesinambungan. Untuk
lebih kompetitif, perusahaan perlu menganalisis dan meramalkan masa depan
industrinya dengan memahami pesaing-pesaingnya. Perusahaan yang berhasil
selalu berusaha mengenali pesaingnya sebaik mungkin seperti yang dilakukan
terhadap konsumen. Analisis pesaing akan membantu manajemen untuk
memutuskan dimana akan bersaing dan bagaimana posisi menghadapi
pesaingnya.
Sebelum masuk ke dalam analisis pesaing, maka perlu diadakan
identifikasi pesaing terlebih dahulu. Kegiatan ini mendukung usaha
perusahaan untuk tetap terjaganya aktivitas yang berkaitan dengan aliran dana
ke perusahaan. Sehingga identifikasi pesaing ini dapat meningkatkan kinerja

6
Rahmawati, Manajemen Pemasaran (Samarinda: Mulawarman University Press, 2016), hlm. 17-
18.

12
pemasaran. Pemahaman identifikasi pesaing ini berdimensi pada pesaing
absolut yang selalu diawasi sebagai pesaing potensial. Kegiatan ini penting
dilakukan karena berhubungan dengan efektifitas dan efisiensi kerja manajer
serta berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh perusahaan. Pertimbangan
selanjutnya yaitu atribut-atribut perusahaan apa saja yang perlu mendapat
perhatian, pengaruh besar pada perkembangan dan kesinambungan
perusahaan dimasa yang akan datang. Selain kegiatan identifikasi pesaing
diperlukan juga kemampuan internal yaitu dengan kreativitas program
pemasaran. Kreativitas pemasaran ini adalah faktor internal yang harus
dimiliki oleh suatu perusahaan yang ingin survive di dalam persaingan yang
sangat ketat.7
Tujuan dari analisis persaingan adalah untuk menentukan posisi
perusahaan dalam suatu industri agar perusahaan dapat dengan baik
mempertahankan diri dari lima kekuatan yang saling berinteraksi dan
mempengaruhi kekuatan untuk keuntungan perusahaan.
Persaingan dalam suatu industry menurut Sri Wahyuni tergantung pada
lima kekuatan dasar (Five Competitive Force) yang mempengaruhi struktur
ekonomi yaitu:
a. Ancaman pendatang baru (Threat Of New Entrans).
b. Ancaman barang pengganti (Threat Of Substitutes Product).
c. Kekuatan tawar menawar dari pemasok (The Bargaining Power Of
Suppliers).
d. Kekuatan tawar menawar dari pembeli (The Bargaining Power Of
Customers).
e. Persaingan dari perusahaan sejenis dalam industry (Rivalvy Among
Existing Firm).8
2. Bauran Pemasaran Barang dan Jasa
a. Pengertian Bauran Pemasaran

7
Dewi Prapti Wirasati, “Analisis Pengaruh Identifikasi Pesaing dan Kreativitas Program
Pemasaran Sebagai Strategi Bersaing Terhadap Kinerja Pemasaran Ekspor”. Jurnal Sains
Pemasaran Indonesia, Vol. IV No. 3, hlm. 279-280.
8
Mirna Setiawan dan Yenni Merlin Djajalaksana, “Analisis Persaingan Dengan Metode Peta
Posisi Correspondence analysis”, hlm. 2.

13
Dunia pemasaran tidak pernah luput dari kondisi persaingan yang
bergerak sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang menuntut setiap perusahaan untuk melakukan kiat-kiat dalam
menyusunan strategi pemasaran yang tepat dan terukur demi
kelangsungan sebuah usaha. Kotler dan Armstrong mendefinisikan
pemasaran adalah sebagai proses dimana perusahaan menciptakan nilai
kepada pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan
pelanggan tujuannya untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai
imbalannya. Menurut American Marketing Association (AMA),
pemasaran adalah suatu aktivitas, mengatur lembaga, dan proses untuk
menciptakan, berkomunikasi, memberikan, dan bertukar penawaran yang
memiliki nilai untuk pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat pada
umumnya.
Sedangkan, Secara formal, pemasaran (marketing) adalah suatu sistem
total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang
yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada para konsumen
saat ini maupun konsumen potensial. Sehingga bisa ditarik kesimpulan
bahwa Pemasaran dapat didefinisikan sebagai suatu proses sosial dan
manajerial yang di dalamnya terdapat individu dan kelompok untuk
mendapatkan apa yang mereka butuhkan (needs) dan inginkan (wants)
dengan cara menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk
yang bernilai dengan pihak lain dengan berupaya memaksimumkan laba
(retutns) bagi pemegang saham dengan menjalin relasi dengan pelanggan
utama (valued costumer) dan menciptakan keunggulan yang kompetitif.
Sedangkan Bauran pemasaran atau Marketing Mix merupakan salah
satu strategi pemasaran untuk menyampaikan informasi secara luas,
memperkenalkan suatu produk barang dan jasa, merangsang konsumen
untuk memberi bahkan menciptakan preferensi pribadi terhadap image
suatu produk. Oleh karena itu bauran pemasaran dianggap sebagai salah
satu unsur strategi yang paling potensial di dalam memasarkan produk.9
9
Roni Mohamad, Endang Rahim” Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Dalam Perspektif
Syariah “ dalam https://e-journal.iaigorontalo.ac.id, diakses 7 september 2021

14
Jadi, dapat dikatakan bahwa bauran pemasaran ini adalah salah satu
strategi yang dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk memperluas
wilayah pasarnya dalam memperkenalkan produk barang dan jasa.
b. Komponen Bauran Pemasaran
Manajemen Pemasaran sendiri dibagi menjadi 4 kebijakan pemasaran
yang disebut dengan bauran pemasaran(marketing mix) atau 4P. dan
untuk bauran pemasaran barang sendiri terdiri dari empat komponen,
yaitu, tempat (place), produk (product), harga (price), dan promosi
(promotion).
a) Tempat (Place). Dalam bukunya Hurriyati menjelaskan untuk
produk industri place diartikan sebagai saluaran distribusi,
sedangkan untuk produksi jasa place diartikan sebagai tempat
pelayanan jasa (Hurriyati, 2015: 55). Beberapa perantara seperti
pedagang besar dan pengecer yang membeli dan menjual kembali
barang dagangannya disebut pedagang perantara (Rismiati, 2013:
243). Perantara tersebut dalam istilah ekonomi disebut dengan
distribusi. Sehingga dalam pembagiannya, terdapat beberapa
saluran distribusi, antara lain: 1). Saluran Distribusi untuk Barang
Konsumsi; 2). Saluran Distribusi untuk Barang Produksi; 3).
Manajemen Saluran Produksi; 4). Lokasi yang Strategis.
b) Produk (Product), salah satu komponen strategi pemasaran yang
penting adalah produk. Dimana produk merupakan sesuatu yang
dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan pembeli, untuk
digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan
kebutuhan (Kasmir, 2014: 51). Menurut Assauri produk adalah
barang atau jasa yang dihasilkan untuk digunakan oleh konsumen
guna memenuhi kebutuhannya dan memberikan kepuasan (Assauri,
2013: 5). Produk juga dapat didefinisikan apa saja yang dapat
memenuhi keinginan atau kebutuhan dalam hal
penggunaan,konsumsi, maupun akuisisi (Boyd, 2010: 264).
c) Harga (Price), dalam bauran pemasaran (marketing mix) harga
merupakan faktor penting dalam menentukan ranah pemasaran

15
yang dialokasikan oleh sebuah perusahaan. Sementara itu menurut
bayu swastha, harga dapat didefinisikan sebagai sejumlah uang
(ditambah beberapa barang kalau mungkin yang dibutuhkan untuk
mendapatkan sebuah kombinasi dari barang beserta pelayanannya
(Rismiati: 215). Menurut Tjiptono, Secara sederhana istilah harga
dapat diartikan sebagai jumlah uang (Satuan Moneter) dan/ atau
aspek lain (Non Satuan Moneter) yang mengandung utilitas atau
kegunaan tertentu yang diperlukan untuk mendapatkan suatu
produk (Tjiptono, dkk., 2012: 465). Menurut Chandra dalam
Tjiptono dikatakan bahwa harga merupakan pernyataan nilai dari
suatu produk (a statement of value) (Tjiptono, dkk., 2012: 179).
Sedangkan menurut Wijaya, harga adalah apa yang dibayar
seseorang untuk apa yang diperolehnya dan nilainya dinyatakan
dalam mata uang (Tjiptono, dkk., 2012: 79). Dan dapat
disimpulkan bahwa harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang
diukur dengan sejumlah barang atau jasa yang diukur dengan
sejumlah uang. Sehingga demi mendapatkan sebuah barang atau
jasa yang diinginkannya seorang konsumen harus rela membayar
dengan sejumlah uang. Strategi Penetapan Harga.
d) Promosi (Promotion), promosi merupakan kegiatan marketing mix
terakhir. Promosi merupakan arus informasi atau persuasi satu arah
yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau suatu organisasi
kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran
(Swasta, el., 2014: 241). Sedangkan menurut Kotler promosi adalah
salah satu dalam bidang marketing yang bertujuan untuk
meningkatkan omset penjualan, dengan jalan mempengaruhi
konsumen baik secara langsung ataupun tidak langsung (Kotler,
2010: 375) William J. Stanton (1991), mengatakan bahwa promosi
adalah unsur dalam bauran pemasaran perusahaan yang didaya
gunakan untuk memberitahukan, membujuk, dan mengingatkan,
tentang produk perusahaan (Sunyoto, 2013: 159 sedangkan Tujuan
utama dari promosi adalah modifikasi tingkah laku konsumen,

16
menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk serta
mengingatkan konsumen sasaran tentang perusahaan dan produk
atau jasa yang dijualnya (Swastha, el., 2014: 353). Semakin gencar
kegiatan promosi yang dilakukan perusahaan, maka semakin besar
peluang produsen tersbut dikenal oleh konsumen. Keadaan ini akan
mendorong konsumen melakukan pembelian dikarenakan mereka
telah mengetahui betul manfaat dari produk tersebut (Kotler, 2010:
23).10
Sedangkan, untuk produk jasa sendiri dikenal dengan istilah 7P, sama
dengan marketing mix produk (bauran pemasaran barang ) tetapi
ditambah dengan process, people dan physical.
a) Proses (Process) Zeithaml dan Bitner (2000:20) berpendapat bahwa
“Proses adalah semua prosedur aktual, mekanisme, dan aliran
aktivitas yang digunakan untuk menyampaikan jasa. Elemen proses
ini mempunyai arti suatu upaya perusahaan dalam menjalankan dan
melaksanakan aktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumennya”.
b) Karyawan (people) Menurut Zeithaml dan Bitner (2000:19)
“Orang/Karyawan adalah semua pelaku yang memainkan peranan
dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi
pembeli. Elemen-elemen dari Karyawan (people) adalah pegawai
perusahaan, konsumen, dan konsumen luar didalam lingkungan
jasa”.
c) Bukti Fisik (Physical Evidence) Menurut Zeithaml dan Bitner
(2000:20) berpendapat bahwa”Bukti fisik adalah suatu hal yang
secara nyata turut memengaruhi keputusan penumpang untuk
membeli dan menggunakan produk jasa yang ditawarkan”.11
c. Strategi Bauran Pemasaran
1) Strategi Produk
10
Nurhadi,” Manajemen Strategi Pemasaran Bauran (Marketing Mix) Perspektif Ekonomi
Syariah” dalam http://jurnal.uinsu.ac.id, diakses 7 september 2021
11
Syamsul Ibad, Rois Arifin ,Agus Priyono, “PENGARUH BAURAN PEMASARAN JASA
(Product, Price, Place, Promotion, Process, people, and Physical Evidence ) TERHADAP
KEPUTUSAN PEMBELIAN (Study Kasus Pada Jasa Transportasi CV King Tour And
Travel)”dalam http://www.riset.unisma.ac.id, diakses 7 september 2020

17
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk
mendapatkan perhatian untuk dibeli, digunakan atau dikonsumsi
yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan. Strategi produk
yang dapat dilakukan dalam mengembangkan suatu produk adalah
Penentuan logo dan motto, Menciptakan merek, Menciptakan
kemasan, Keputusan label.
2) Strategi Harga
Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan
manfaat memiliki produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli
atau penjual melalui tawar menawar atau ditetapkan penjual dengan
satu harga yang sama terhadap semua pembeli. Langkah-langkah
yang dapat dilakukan dalam menetapkan harga yang tepat terhadap
suatu produk adalah yang pertama menentukan tujuan menetapkan
harga, yang kedua memperkirakan permintaan, yang ketiga biaya
dan laba, yang keempat memilih strategi harga untuk membantu
menentukan harga dasar, mendan yang terakhir menyesuaikan
harga dasar dg taktik penetapan harga
3) Strategi Saluran Distribusi
Saluran distribusi adalah suatu jaringan dari organisasi dan fungsi-
fungsinya menghubungkan produsen kepada konsumen akhir.
Dasar penentuan saluran distribusi produk dengan tingkatan saluran
distribusi, yaitu:
• Produsen à konsumen
• Produsen à pengecer à konsumen
• Produsen à grosir à pengecer à konsumen
• Produsen à agen à grosir à pengecer à konsumen
4) Strategi Promosi
Promosi adalah cara mengkomunikasikan produk kepada
masyarakat agar produk itu dikenal dan dibeli. Strategi promosi
yang dapat dilakukan adalah sebagi berikut :

• Periklanan (Advertising)

18
Periklanan adalah bentuk penyajian dan promosi bukan pribadi
yang dibayar, mengenai gagasan atau barang oleh sponsor yang
teridentifikasi.
• Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Promosi penjualan adalah intensif jangka pendek untuk
meningkatkan penjualan suatu produkdi mana pembelian
diharapkan sekarang juga.
• Hubungan Masyarakat (Public Relations)
Humas bertujuan membangun hubungan yang baik dengan
publik untuk menghasilkan publisitas yang menyenangkan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

19
Segmentasi pasar merupakan membagi pasar menjadi beberapa kelompok
pembeli yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix
yang berbeda pula. Untuk melakukan segmentasi pasar terdiri dari beberapa
variabel yang harus diperhatikan. Variabel untuk melakukan segmentasi
terdiri dari segmentasi pasar konsumen dan segmentasi pasar industrial
Tujuannya adalah agar segmentasi yang telah dilakukan tepat sasaran. Setelah
segmentasi pasar selesai dilakukan, maka terdapat beberapa segmen yang
layak untuk digarap karena dianggap paling potensial. Secara umum
pengertian menetapkan pasar sasaran adalah mengevaluasi keaktif an setiap
segmen, kemudian memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih untuk
dilayani. Kemudian, menentukan posisi pasar yaitu menentukan posisi yang
kompetitif untuk produk atau suatu pasar. Kegiatan ini dilakukan setelah
menentukan segmen mana yang akan dimasuki, maka harus pula menentukan
posisi mana yang ingin ditempati dalam segmen tersebut.
Sikap konsumen adalah pikiran atau pandangan konsumen yang
menggambarkan kepercayaan terhadap manfaat yang baik dari produk.
Sedangkan untuk perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat
dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan barang dan jasa,
termasuk proses keputusan sebelum dan sesudah tindakan dilakukan.
Kepuasan konsumen adalah tingkatan perasaan konsumen setelah
membandingkan antara apa yang diterima dan harapannya. Dalam hal
manajemen pemasaran terdapat persaingan merupakan hal yang sangat
penting bagi keberhasilan atau kegagalan perusahaan. Persaingan menentukan
kegiatan yang perlu bagi perusahaan untuk berprestasi, strategi bersaing
adalah upaya mencari posisi bersaing yang menguntungkan dalam suatu
industry. Selanjutnya yaitu bauran pemasaran merupakan salah satu strategi
pemasaran untuk menyampaikan informasi secara luas, memperkenalkan
suatu produk barang dan jasa, merangsang konsumen untuk memberi bahkan
menciptakan preferensi pribadi terhadap image suatu produk.

KATA PENGANTAR

Anang, M. (2018). Perilaku konsumen (sikap dan pemasaran). Yogyakarta:


Deepublish.

20
Ibad, S., Arifin, R., & Priyono, Agus. “PENGARUH BAURAN PEMASARAN
JASA (Product, Price, Place, Promotion, Process, people, and Physical
Evidence ) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Study Kasus Pada
Jasa Transportasi CV King Tour And Travel)”, dalam
http://www.riset.unisma.ac.id, diakses 7 september 2020.

Jakfar, & Kasmir. (2003). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Predana Media Group.

Mohamad, Roni., & Rahim, Endang. “Strategi Bauran Pemasaran (Marketing


Mix) Dalam Perspektif Syariah”, dalam https://e-journal.iaigorontalo.ac.id,
diakses pada 7 september 2021.

Nurhadi. “Manajemen Strategi Pemasaran Bauran (Marketing Mix) Perspektif


Ekonomi Syariah”, dalam http://jurnal.uinsu.ac.id, diakses 7 september 2021.

Rahmawati. (2016). Manajemen Pemasaran. Samarinda: Mulawarman University


Press.

Rasmikayati, E., Pardian, P., Hapsari, H., Ikhsan, R. M., & Saefudin, B. R.
(2017). Kajian sikap dan perilaku konsumen dalam pembelian kopi serta
pendapatnya terhadap varian produk dan potensi kedainya. Mimbar
Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan
Agribisnis, 3(2), 117-133.

Setiawan, M., & Djajalaksana, Y. M. ANALISIS PERSAINGAN DENGAN


METODE PETA POSISI CORRESPONDENCE ANALYSIS.

Wirasati, D. P. (2004). ANALISIS PENGARUH IDENTIFIKASI PESAING


DAN KREATIVITAS PROGRAM PEMASARAN SEBAGAI STRATEGI
BERSAING TERHADAP KINERJA PEMASARAN EKSPOR (Studi
Empiris pada Manajer Industri Mebel di Jepara). Jurnal Sains Pemasaran
Indonesia, IV(3), 279-280.

21