Anda di halaman 1dari 6

Identitas Mata Kuliah:

Program Studi : S1 Teknik Industri


Mata Kuliah : Perancangan Eksperimen
Kode Mata Kuliah : 1965320
Semester : 5 (lima)
SKS : 2 (dua)
Dosen Pengampu : Wandhansari Sekar Jatiningrum, S.T., M.Sc.
Pertemuan ke :5
Alokasi waktu : 2 x 50 menit

Bahan Kajian :
Single factor experiments with no restriction on randomization (Rancangan Acak Lengkap)

Capaian Pembelajaran :
Mahasiswa mampu menganalisis one way anova untuk menyelesaikan permasalahan single
factor experiments with no restriction on randomization

SOAL PILIHAN GANDA


Aspek
No yang Contoh Soal Jawaban
diukur
Di bawah ini adalah perancangan eksperimen berdasarkan
lingkungannya, kecuali :
a. Rancangan Acak Lengkap
1 C2 D
b. Rancangan Acak Kelompok
c. Rancangan Bujursangkar Latin
d. Rancangan Acak Individu
Sumber keragaman di dalam Rancangan Acak Lengkap adalah :
a. Perlakuan dan galat
2 C2 b. Perlakuan dan variasi A
c. Galat dan variasi
d. Galat dan satuan percobaan
Kesalahan dalam pengamatan faktor lain yang tidak bisa dijelaskan
disebut:
a. Kesalahan
3 C2 B
b. Galat
c. Variasi
d. Faktor koreksi
Berikut ini adalah syarat penggunaan Rancangan Acak Lengkap,
kecuali
a. Bila bahan percobaan homogen
4 C4 b. Tidak ada faktor lain yang mempengaruhi respon di luar faktor C
yang diteliti
c. Jumlah perlakuan tidak terbatas
d. Faktor luar yang mempengaruhi percobaan dapat dikontrol
5 C3 Nilai f hitung dari suatu penelitian, jika diketahui nilai rataan kuadrat C
perlakuannya 21,339 dan rataan kuadrat galat 4,961 adalah
a. 3,9
b. 4,1
c.4,3
Aspek
No yang Contoh Soal Jawaban
diukur
d. 4,5
Seorang insinyur menduga bahwa kandungan kapas meningkatkan
kekuatan tarik sebuah serat sintetik baru yang digunakan untuk
membuat baju.
Dilakukan pengujian % kandungan kapas: 15,20,25,30, dengan
menggunakan 6 spesimen pada masing-masing level dari kandungan
6 C4 B
kapas. Berapakah jumlah level dari percobaan yang dilakukan:
a. 6
b. 4
c. 24
d. 16
Berdasarkan soal nomor 6, jika dilakukan percobaan rancangan
lengkap maka jumlah satuan percobaannya adalah:
a. 6
7 C4 C
b. 4
c. 24
d. 16
Model linier Rancangan Acak Lengka yaitu :
a. yij = μ + τi + εij
8 C2 b. yij = μ + σi + εij A
c. yij = μ + τi + αij
d. yij = μ + τi + βij
Uji lanjutan untuk mengetahui perlakuan-perlakuan mana yang
berbeda nyata satu sama lain disebut :
a. ANOVA
9 C2 B
b. Post hoc
c. Uji F
d. Uji t
Di bawah ini adalah asumsi yang harus dipenuhi dalam pengujian
ANOVA, kecuali:
a. Normalitas
10 C4 D
b. Homogenitas
c. Kebebasan
d. Multikolinieritas

SOAL URAIAN
Aspek
No yang Soal Jawaban dan pedoman skor
diukur
1 C2 Jelaskan kekurangan dan kelebihan penggunaan Jawaban :
Rancangan Acak Lengkap! (skor: 0-15) Kelebihan RAL:
a. Mudah dalam menetapkan
denah rancangan.
b. Analisis statistik yang
digunakan sederhana
Aspek
No yang Soal Jawaban dan pedoman skor
diukur
c. Penggunaan jumlah perlakuan
dan ulangan dapat
disesuaikan sesuai tujuan
penelitian
d. Data hilang tak berpengaruh
terhadap analisis yg
dilakukan
e. Tidak memerlukan tingkat
pemahaman yang tinggi
mengenai bahan percobaan
Kekurangan RAL :
a. Terkadangan rancangan ini
tidak efisien
b. Tingkat ketepatan percobaan
mungkin tidak terlalu
memuaskan kecuali unit
percobaan benar-benar
homogen
c. Hanya sesuai untuk
percobaan dengan jumlah
perlakuan tidak terlalu
banyak
d. Pengulangan percobaan yang
sama mungkin tidak
konsisten (lemah) apabila
satuan percobaan tidak benar-
benar homogen terutama jika
ulangannya sedikit

Pedoman skor :
1. Mahasiswa menjawab
minimal 3 poin kelebihan dan
3 poin kekurangan secara
benar, skor 10
2. Mahasiswa hanya menjawab
3 poin kelebihan atau 3 poin
kekurangan saja secara benar,
skor 5
3. Mahasiswa menjawab
kelebihan dan kelemahan
kurang dari 3 poin secara
benar, skor 3
2 C2 Jelaskan apa yang anda ketahui tentang one way Jawaban :
ANOVA! (skor: 0-10) One Way ANOVA digunakan
untuk menguji hipotesis
komparatif rata-rata k sampel,
bila pada setiap sampel hanya
Aspek
No yang Soal Jawaban dan pedoman skor
diukur
terdiri dari satu kategori.

Pedoman skor:
1. Mahasiswa menjawab
penjelasan dengan benar, skor
10
2. Mahasiswa menjawab
penjelasan cukup tepat , skor
7
3. Mahasiswa menjawab
penjelasan kurang tepat, skor
5
4. Mahasiswa menjawab
penjelasan sangat kurang
tepat, skor 3
3 C3 Suatu percobaan dilakukan untuk membuktikan Jawaban :
adanya dugaan bahwa kadar air akhir pengeringan 1. H0 : μ1=μ2=μ3=μ4;
simplisia dipengaruhi oleh kecepatan aliran udara 2. H1 : paling tidak dua rataan
di ruang pengeringan. Untuk itu dilakukan tidak sama
percobaan pengeringan empat taraf kecepatan 3. α =0,05
aliran udara, yaitu 0.7, 0.8, 0.9, dan 1.0 m/s. 4. Daerah kritis : fhit > f tabel; f
Percobaan Rancangan Acak Lengkap dilakukan hit >4,94 ; v1=3 v2=20
dengan enam kali ulangan (replikasi) dan data 5. Uji statistik :
rendemen yang diperoleh disajikan pada Tabel JKT = 512,96
berikut. JKA = 382,79
Ulangan Kecepatan aliran udara Jumlah JKG = 130,17
(m/s)
0,7 0,8 0,9 1
1 7 12 14 19 52
2 8 17 18 25 68
3 15 13 19 22 69
4 11 18 17 23 69
5 9 19 16 18 62
6 10 15 18 20 63
Jumlah
6. Kesimpulan : Tolak H0,
60 94 102 127383
Kecepatan aliran udara
Yij 2
Yij2
640 1512 1750 2723 : 6625
berpengaruh nyata terhadap
kadar air akhir simplisia
Lakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui
Pedoman skor :
apakah kadar air akhir pengeringan simplisia yang
1. Mahasiswa menuliskan
diakibatkan oleh perbedaaan kecepatan aliran
variabel bebas, variabel
udara sama atau tidak sama, dengan nilai
respon, taraf, dan semua
alpha=5%! (skor: 0-25)
langkah pengujian hipotesis
dengan tepat, skor 25
2. Mahasiswa menuliskan
langkah pengujian hipotesis
Aspek
No yang Soal Jawaban dan pedoman skor
diukur
dengan tepat tetapi penentuan
daerah kritis salah, skor 12
3. Mahasiswa menuliskan
langkah pengujian hipotesis
dengan tepat tetapi hasil
perhitungan salah, skor 12
4. Mahasiswa menuliskan
langkah pengujian hipotesis
dengan tepat, tetapi daerah
kritis dan nilai f hitung salah,
skor 8
5. Mahasiswa salah dalam
menuliskan f hitung dan
daerhan kritis, skor 3
Jawaban :
a. Variabel independen: jenis
mesin
b. Variabel dependen: daya tahan
kain
Sebuah pabrik tekstil memproduksi kain tenun c. Taraf: 4, M1, M2, M3, M4
dengan menggunakan sejumlah mesin tenun. d. Replikasi: 4 kali
Untuk mengetahui apakah mesin-mesin tenun e. Jumlah satuan percobaan:16
yang bersifat homogen dalam menghasilkan kain satuan percobaan
tenun, maka dilakukan suatu penelitian dengan
mengambil secara acak 4 buah mesin yaitu M1, Pedoman skor :
4 C4 M2, M3, M4 sebagai sampel dari semua mesin 1. Mahasiswa menuliskan
yang ada. Pengamatan terhadap daya tahan kain variabel independen,
yang dihasilkan setiap mesin diulang sebanyak 4 dependen, taraf, replikasi, dan
kali. jumlah satuan percobaan
Tentukan variabel independen/bebas, variabel dengan tepat, skor 25
dependen/respon, taraf/levelnya, replikasi, dan 2. Tiap mahasiswa dapat
jumlah satuan percobaannya! (skor: 0-25) menjawab satu komponen
perintah soal (variabel
independen, dependen, taraf,
replikasi, jumlah satuan
percobaan) dengan tepat, skor
5
5 C4 Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap Jawaban:
persoalan nomor 3, jika α=5% didapatkan output a. Nilai jumlah kuadrat
SPSS sebagai berikut : keragaman perlakuan 89,19,
ANOVA keragaman galat 22,75,
Daya tahan kain keragaman total 111,94
Sum of Mean b. Nilai derajat kebebasan
Squares df Square F Sig. keragaman perlakuan 3,
Between keragaman galat 12,
89,19 3 29,73 3,49 .009
Groups keragaman total 15
Within Groups 22,75 12 1,9 c. Nilai rataan kuadrat
Aspek
No yang Soal Jawaban dan pedoman skor
diukur
keragaman perlakuan 29,73,
keragaman galat 1,9
d. Nilai sig 0,009< α 0,05,
sehingga H0 ditolak. Hal ini
berarti terdapat keragaman
daya tahan kain yang
dihasilkan mesin tenun yang
dimiliki oleh pabrik tersebut.

Pedoman skor:
Total 111,94 15
1. Mahasiswa menuliskan
jawaban dengan lengkap dan
Lakukan interpretasi terhadap output SPSS di atas! tepat, skor 25
(Skor: 0-25) 2. Mahasiswa hanya
menuliskan kesimpulan
hipotesis dengan tepat, skor
10
3. Mahasiswa menuliskan nilai
jumlah kuadrat keragaman
atau nilai derajat kebebasan
keragaman atau nilai rataan
kuadrat keragaman saja, skor
5

Anda mungkin juga menyukai