Anda di halaman 1dari 28

Rancangan Acak Lengkap

(Completely Randomized
Design)

Wandhansari Sekar Jatiningrum


RANCANGAN LINGKUNGAN
• Suatu rancangan mengenai bagaimana perlakuan-perlakuan yang dicobakan
ditempatkan pada unit-unit percobaan
• Yang termasuk dalam rancangan ini :
1.Rancangan Acak Lengkap (RAL)
2.Rancangan Acak Kelompok (RAK)
3.Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL)
RANCANGAN ACAK LENGKAP
(COMPLETELY RANDOMIZED DESIGN)
• Pembahasan inferensi dwi sampel  permasalahan satu faktor
Contoh : diukur lamanya hidup kedua sampel tikus, satu sampel mendapat
serum baru untuk pengobatan leukimia, sedangkan sampel lainnya tidak
mendapat perlakuan.  terdapat satu faktor/perlakuan; faktor tsb bertaraf 2
• Jika beberapa perlakuan yang bersaing yang dicobakan, maka akan diperlukan
lebih banyak sampel tikus
• Dalam kasus RAL, akan menyangkut satu faktor dengan lebih dari 2
taraf/level
RANCANGAN ACAK LENGKAP

• RAL adalah rancangan percobaan yg paling sederhana karena hanya ada dua sumber keragaman
diantara n pengamatan yang diperoleh dari percobaan tsb, yakni keragaman perlakuan dan galat
percobaan. Galat  kesalahan dalam pengamatan/pencatatan data/faktor lain yg tidak bisa
dijelaskan
• Untuk mengetahui pengaruh dari k buah perlakuan dan menggunakan n satuan percobaan,maka
ada total k x n satuan percobaan yg akan mendapat perlakuan yg dilakukan secara acak. Pola ini
dikenal sbg pengacakan lengkap atau pengacakan tanpa pembatasan.
RANCANGAN ACAK LENGKAP
• Maknanya setiap satuan percobaan memiliki peluang yg sama untuk
menerima perlakuan yg manapun. Hal ini sebenarnya merupakan kelemahan
dari RAL karena pengacakan yg tak dibatasi akan menyebabkan galat
percobaan akan mencakup seluruh keragaman antar satuan percob. dan ini
mengakibatkan galat percobaan cenderung besar, shg efisiensi rancangan
menjadi rendah.
• Cara mengatasi persoalan diatas adalah dengan menghomogenkan satuan
percobaan secara maksimal, jumlah perlakuan yg dicobakan dibatasi dan
derajat bebas galat percobaan ditetapkan maksimum
Penggunaan RAL

• Bila bahan percobaan homogen atau relatif homogen atau tidak ada faktor
lain yang mempengaruhi respon di luar faktor yang dicoba atau diteliti
• Faktor luar yang dapat mempengaruhi percobaan dapat dikontrol. Misal
percobaan dilakukan di laboratorium/rumah kaca
• Jumlah perlakuan terbatas, sehingga derajat bebas galatnya juga akan kecil
Keuntungan RAL

1. Mudah dalam menetapkan denah rancangan.


2. Analisis statistik yang digunakan sederhana
3. Penggunaan jumlah perlakuan dan ulangan dapat disesuaikan sesuai tujuan
penelitian
4. Data hilang tak berpengaruh terhadap analisis yg dilakukan
5. Tidak memerlukan tingkat pemahaman yang tinggi mengenai bahan percobaan
Kelemahan RAL
• Terkadangan rancangan ini tidak efisien
• Tingkat ketepatan percobaan mungkin tidak terlalu memuaskan kecuali unit
percobaan benar-benar homogen
• Hanya sesuai untuk percobaan dengan jumlah perlakuan tidak terlalu banyak
• Pengulangan percobaan yang sama mungkin tidak konsisten (lemah) apabila
satuan percobaan tidak benar-benar homogen terutama jika ulangannya
sedikit
Percobaan dengan satu faktor
Misal : Seorang insinyur menduga bahwa adanya kandungan kapas akan meningkatkan
kekuatan tarik sebuah serat sintetik baru yang digunakan untuk membuat baju laki – laki.
Dilakukan pengujian 5 level dari % kandungan kapas: 15,20,25,30,35, dengan menggunakan 5
spesimen/bahan pada masing-masing level dari kandungan kapas.

• Perlakuan (k) : 5 taraf


• Ulangan (n) : 5 kali
• Diperoleh : n x k = 5x5 = 25 satuan percobaan
• Perlakuan tersebut ditempatkan secara acak
ke dalam 25 satuan percobaan
Pengacakan dan Denah Rancangan
• Pengacakan adalah suatu proses yang membuat hukum probabilitas dapat
diterapkan dan akan menyebabkan validitas hasil analisis data menjadi tinggi.
• Untuk menunjukkan bagaimana urutan tersebut dirandomisasi, maka misalkan kita
buat nomor dari urutan sbb
Pengacakan dan Denah Rancangan
• Pilih nomor secara acak antara 1 sampai 25 (misal nomer tersebut adalah 8)
• Maka pengamatan no 8 dilakukan terlebih dulu.
• Proses ini diulang sampai ke - 25pengamatan terisi
• Misalkan, didapat hasil urutan sebagai berikut:
Pengacakan dan Denah Rancangan
• Setelah dilakukan percobaan, maka didapatkan data sbb:
Grafik
Kesimpulan Grafik
• Kedua grafik menunjukkan bahwa kekuatan tarik naik sesuai kenaikan kandungan kapas, tapi
jika kandungan kapas lebih dari 30% terlihat terjadi penurunan dalam kekuatan tarik.
• „Dari gambar tersebut belum bisa disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kekuatan tarik pada
persentase kandungan kapas.
• Berdasarkan grafik sederhana, dapat diduga:
 Kandungan kapas mempengaruhi kekuatan tarik
 Jika kandungan kapas dalam kain sebesar 30% berada dalam kekuatan tarik maksimum.
• Prosedur yang tepat untuk menguji kesamaan beberapa means adalah analisis varians
(ANOVA)

Analisis Variansi Satu Arah (One Way ANOVA)

• ANOVA adalah suatu analisis yang digunakan untuk menyelidiki hubungan antara variabel
respon (dependen) dengan satu atau beberapa variabel prediktor (independen).
• ANOVA adalah salah satu uji komparatif yang digunakan untuk menguji perbedaan mean
(rata-rata) data lebih dari dua kelompok. Misalnya kita ingin mengetahui apakah ada
perbedaan rata-rata IQ antara siswa SMP kelas I, II, dan kelas III.
• One Way ANOVA digunakan untuk menguji hipotesis komparatif rata-rata k sampel, bila
pada setiap sampel hanya terdiri dari satu kategori.
One Way ANOVA untuk RAL
• Misal : yij = pengamatan/ulangan ke j dalam perlakuan ke i
Ti = jumlah semua pengamatan/ulangan dalam sampel dari perlakuan ke i
ӯi = rataan semua pengamatan/ulangan dalam sampel dari perlakuan ke i
k = jumlah perlakuan
n = jumlah pengamatan tiap perlakuan
T.. = jumlah semua nk pengamatan
ӯ.. = rataan semua nk pengamatan
Ulangan Perlakuan
1 2 ... i ... k
y11 y21 ... yi1 ... yk1
y12 y22 ... yi2 ... yk2
... .. ... ... ... ....
y1n y2n ... yin ... ykn
Jumlah T1. ... ... Tj. ... Tk. T..
Rataan ӯ1. ӯ2. ... ӯi. ... ӯk. Ӯ..
Model Linier RAL
μ = rata-rata umum (mean populasi)
yij = μi + εij μi = mean perlakuan ke i
= μ + (μi – μ) + εij τi = μi – μ = pengaruh aditif dari perlakuan ke i
= μ + τi + εij εij = galat percobaan/pengaruh acak dari
i = 1, 2, .., k ; j=1,2,.., n perlakuan ke i pengamatan/ulangan ke j
k
k = jumlah perlakuan
n = banyaknya pengamatan/ulangan dari
𝜏𝑖 = 0
𝑖=1
perlakuan ke i
Tabel One Way ANOVA untuk ukuran sampel sama
Sumber variasi Jumlah kuadrat Derajat kebebasan Rataan kuadrat F hitungan
Perlakuan JKA k-1 JKA
s1 
2

k 1 2
Galat JKG k(n-1) JKG s1
s2 
k (n  1) s2
Total JKT nk-1
k

 Ti.
2
k n 2 JKT : Jumlah Kuadrat Total
JKT   yij 
T .. T ..2
JKG  JKT  JKA
2
JKA  i 1
 JKA : Jumlah Kuadrat Perlakuan
i 1 j 1 nk n nk JKG : Jumlah Kuadrat Galat

Daerah kritis : f > fα[k-1,k(n-1)]


Tabel One Way ANOVA untuk ukuran sampel tidak sama
Sumber variasi Jumlah kuadrat Derajat kebebasan Rataan kuadrat F hitungan
Perlakuan JKA k-1 s1 
2 JKA
k 1
2
Galat JKG N-k JKG s1
s2 
k (n  1) s2
Total JKT N-1

2
k
Ti. T ..2
k n
T ..2 JKA   
JKT   yij  JKG  JKT  JKA
2
i 1 ni N
i 1 j 1 N

Daerah kritis : f > fα[k-1, N-k] N = jumlah percobaan dari


semua perlakuan
Contoh soal
1. Seorang insinyur ingin menyelidiki bagaimana rataan penyerapan uap air dalam beton
berubah di antara 5 adukan beton yang berbeda. Adukan beton ini berbeda dalam persen
berat komponen penting. Sampel dibiarkan kena uap air selama 48 jam. Dari tiap adukan
diambil 6 sampel untuk diuji, sehingga seluruhnya diperlukan 30 sampel. Data disajikan
pada tabel
Adukan beton (% berat)
Lakukan uji ji hipotesis H0=μ1=μ2=...=μ5
1 2 3 4 5
pada taraf keberatian 0,05!
551 595 639 417 563
457 580 615 449 631
450 508 511 517 522
731 583 573 438 613
499 633 648 415 656
632 517 677 555 679
Total 33320 3416 3663 2791 3664 16854
Rataan 553,33 569,33 610,5 465,17 610,67 561,8
Contoh soal
1. Jawab :
1) H0 : μ1=μ2=...=μ5
2) H1 : paling sedikit dua rataan tidak sama
3) α =0,05
4) Daerah kritis : f > 2,76 dengan v1=4 dan v2=25
5) Perhitungan :
16.854 2 3320 2  3416 2  ...  3664 2 JKG  209.377  85.356
JKT  551  457  ...  679 
2 2 2
JKA   9.468.577
30 6
 9.677.954  9.468.577  124.021
 85.356
 209.377
Contoh soal
5) Perhitungan :
Sumber variasi Jumlah kuadrat Derajat kebebasan Rataan kuadrat f hitungan
Perlakuan 85.356 4 21.339 4,3
Galat 124.021 25 4.961
Total 209.377 29

6) Kesimpulan : tolak H0
Kelima adukan tidak mempunyai penyerapan rataan yang sama
One way ANOVA dengan SPSS
• Asumsi yg harus dipenuhi :
1. Uji normalitas  data berdistribusi normal
2. Uji Homogenitas  data berasal dari populasi dengan variansi sama
3. Uji kebebasan/independen  sampel berasal dari kelompok yang
independen
Contoh soal 1 dengan SPSS
• Uji Normalitas
• Ho : Data berdistribusi normal
• H1 : Data tidak berdistribusi normal
• Daerah kritis : nilai signifikansi < α

• Uji Homogenitas
• Ho : Data berasal dari populasi yang memiliki variansi sama.
• H1 : Data berasal dari populasi yang memiliki variansi tidak sama.
• Daerah kritis : nilai signifikansi < α
Contoh soal 1 dengan SPSS
• Hasil one way ANOVA
• Ho : μ1 = μ2 = ... = μk
• H1 : Paling sedikit dua rataan tidak
sama.
• Daerah kritis : f hitung > f tabel
Atau nilai signifikansi < α
Contoh soal 1 dengan SPSS
• Jika hasil dari one way ANOVA menyatakan Ho ditolak, maka dibutuhkan uji post
hoc/lanjutan untuk mengetahui kelompok mana saja yang berbeda

• Jika sig < α, maka disimpulkan


terdapat perbedaan rataan
• Terdapat perbedaan rataan antara
adukan beton 3 dengan 4, adukan
beton 4 dengan 5
• Tidak terdapat perbedaan rataan
antara adukan beton 1 dengan 2,
adukan beton 1 dengan 3, adukan
beton 1 dengan 4, adukan beton 1
dengan 5, adukan beton 2 dengan
3, adukan beton 2 dengan 4,
adukan beton 2 dengan 5, adukan
beton 3 dengan 5
Thank you
Studi Kasus
Dirancang penelitian untuk mengukur taraf keaktifan serum fosfat alkalin pada anak-anak dengan
gangguan sawan yang mendapat pengobatan antikejang di bawah perawatan seorang dokter pribadi. 45
orang perserta diperoleh untuk penelitian ini dan dibagi dalam 4 kelompok pengobatan

Kelompok pengobatan K-1 : kontrol (tdk mendapat antikejang dan tdk


K-1 K-2 K-3 K-4 mempunyai gangguan sawan
49,2 97,5 95,22 97,07 62,1 110,6 K-2 : fenobarbital
K-3 : karbamazepin
44,54 105 77,4 73,4 94,95 57,1
K-4 : obat anti kejang lainnya
45,8 58,05 68,5 142,5 117,6 Ujilah hipotesis pada taraf keberartian 0,05
95,84 86,6 91,85 53 77,71 bahwa rata-rata taraf keaktifan fosfat alkalin
30,1 58,35 106,6 175 150 sama untuk keempat kelompok pengobatan!
36,5 72,8 0,57 79,5 82,9
82,3 116,7 0,79 29,5 111,5
87,85 45,15 0,77 78,4
105 70,35 0,81 127,5

Anda mungkin juga menyukai