Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MEMAHAMKAN


KONSEP BANGUN RUANG SISI LENGKUNG PADA SISWA
TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah
“Perencanaan Pembelajaran Matematika”
Dosen Pembimbing: Dra., Hj. Wati Susilawati, M.Pd.

Disusun oleh :

Anggota : Vera Karunia Trisyahrani (1202050130)

Wina Aulia Sugiharto (1202050132)

Yulia Amelia (1202050134)

Program Studi : Pendidikan Matematika

Kelas : 4D

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEG


KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI

BANDUNG

2021/2022
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Perencanaan Pembelajaran Matematika. Tahun ajaran 2020/2021 dengan judul “ANALISIS
KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MEMAHAMKAN KONSEP BANGUN RUANG SISI
LENGKUNG PADA SISWA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA” . Shalawat serta
salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad
SAW. yang kita nanti-nantikan syafa’atnya hingga akhir nanti.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dra., Hj. Wati Susilawati, M.Pd. selaku
dosen pengampu mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Matematika yang telah
memberikan tugas ini sehingga dapat menambah wawasan pengetahan dalam bidang studi
yang penulis tekuni.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak
terdapat kesalahan serta kekurangan didalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik
serta saran yang membangun untuk makalah ini, agar makalah ini dapat menjadi makalah
yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini, penulis
memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Bandung, 30 Maret 2022

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................. 1


DAFTAR ISI .......................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 3
A. Latar Belakang Masalah ............................................................................................ 3
B Rumusan Masalah..................................................................................................... 3
C. Tujuan Penulisan ....................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................................... 5
A. Analisis Hambatan Belajar......................................................................................... 5
B. Konsep Bangun Ruang Sisi Lengkung ...................................................................... 5
C. Analisis Kesulitan Siswa pada Materi bangun Ruang Sisi Lengkung ......................... 5
D. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Siswa Kesulitan dalam Memahami Konsep dan
Prinsip pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung .................................................... 7
E. Faktor Penyebab Sehingga Siswa Melakukan Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal
Bangun Ruang Sisi Lengkung .................................................................................. 7
F. Upaya yang Bisa Dilakukan Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa pada
Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung ........................................................................ 8
G. Analisis Soal HOTS Kemampuan Penalaran pada Konsep Bangun Ruang Sisi
Lengkung .................................................................................................................. 8

BAB III PENUTUP............................................................................................................... 10


3.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 10
3.1 Saran ...................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 11

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Matematika adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempunyai peranan
sangat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Matematika
menjadi pembelajaran yang penting karena selalu digunakan dalam kehidupan sehari-
hari. Oleh karena itu, pembelajaran matematika harus berpusat pada konsep dasar
matematika. Sehingga para siswa dapat menerapkan konsep dasar matematika pada
kehidupan sehari-hari. Dalam menanamkan konsep matematika, guru perlu berhati-hati
sebab matematika merupakan disiplin ilmu yang kaya akan konsep. Di mana konsep-
konsep tersebut memiliki keterkaitan yang tinggi, yaitu konsep yang satu dapat
menunjang konsep yang lain. Sehingga dalam mempelajari materi baru membutuhkan
pemahaman yang menyeluruh terhadap materi atau konsep sebelumnya.
Salah satu konsep yang cukup penting dalam matematika adalah geometri. Menurut
National Council of Teacher of Mathematics (2000) dengan mempelajari geometri, siswa
akan mengembangkan kemampuan logis dan menanamkan pengetahuan yang
dibutuhkan untuk mempelajari lebih banyak tentang matematika. Namun, geometri
masih menjadi materi yang sulit bagi siswa, khususnya pada materi bangun ruang sisi
lengkung (Özerem, 2012). Bangun ruang sisi lengkung adalah bangun ruang yang
memiliki sisi lengkung seminimalnya satu sisi lengkung. Materi luas permukaan maupun
volume dari bangun ruang sisi lengkung banyak teraplikasi dalam kehidupan (Istiqomah
& Rahaju, 2014). Mempelajari bangun ruang sisi lengkung merupakan komponen
penting dalam pembelajaran matematika (Özerem, 2012), karena memungkinkan siswa
untuk menganalisis dan menafsirkan berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-
hari serta membantu mereka dalam mengoperasikan materi lainnya. Oleh karena itu,
siswa perlu mengembangkan pemahaman tentang konsep bangun ruang sisi lengkung
serta memiliki keterampilan mengaitkan materi geometri lainnya yang memadai. Dengan
demikian, pembelajaran matematika tentang bangun ruang sisi lengkung harus
dirancang dengan baik untuk mencapai keberhasilan dalam memahami materi
selanjutnya yang berkaitan dengan bangun ruang sisi lengkung.

B. Rumusan Masalah
1. Apa kesulitan siswa pada bangun ruang sisi lengkung?
2. Apa faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami konsep dan
prinsip pada materi bangun ruang sisi lengkung?
3. Bagaimana upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada materi bangun
ruang sisi lengkung?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui kesulitan siswa pada bangun ruang sisi lengkung.

3
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam
memahami konsep dan prinsip pada materi bangun ruang sisi lengkung.
3. Untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan
belajar siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Analisis Hambatan Belajar


a. Kelas/Semester : IX/Genap
b. Pokok Bahasan : Bangun Ruang Sisi Lengkung
c. Kompetensi Inti : KI-3 dan KI-4
d. Kompetensi Dasar
3.7 Menentukan luas selimut dan volume tabung, kerucut, dan bola
3.8 Menaksir dan menghitung luas permukaan bangun datar dan bangun ruang yang
tidak beraturan dengan menerapkan kombinasi geometri dasarnya

B. Konsep Bangun Ruang Sisi Lengkung


1. Pengertian
Bangun ruang sisi lengkung adalah bangun ruang yang memiliki selimut dan
memiliki bagian-bagian yang berupa lengkungan. Bangun ruang sisi lengkung terdiri
dari tabung, kerucut, dan bola.
2. Bangun Ruang Sisi Lengkung
a. Tabung
 Pengertian Tabung
 Bentuk Tabung
 Unsur-unsur Tabung
 Sifat-sifat Tabung
 Luas Permukaan Tabung dan Volume Tabung
b. Kerucut
 Pengertian Kerucut
 Bentuk Kerucut
 Unsur-unsur Kerucut
 Sifat-sifat Kerucut
 Luas Permukaan Kerucut dan Volume Kerucut
c. Bola
 Bentuk Bola
 Pengertian Bola
 Unsur-unsur Bola
 Sifat-sifat Bola
 Luas Permukaan Bola dan Volume Bola

C. Analisis Kesulitan Siswa pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung


1. Ketidakmampuan siswa memberikan nama dari bagian tabung dan unsur-unsur
kerucut menunjukkan siswa mengalami kesulitan belajar yaitu kesulitan
menggunakan konsep matematika.

5
Ketidakmampuan siswa ini disebabkan oleh siswa tidak pernah tertarik
dengan bangun ruang sisi lengkung, siswa tidak memperhatikan penjelasan guru
dengan baik saat pembelajaran bangun ruang sisi lengkung, dan guru tidak
menggunakan alat peraga pada saat mengajar materi bangun ruang sisi
lengkung.
2. Ketidakmampuan siswa mengingat rumus luas permukaan dan volume dari
tabung, kerucut dan bola menunjukkan siswa mengalami kesulitan belajar yaitu
kesulitan menggunakan prinsip matematika.
Ketidakmampuan ini disebabkan siswa tidak memperhatikan penjelasan guru
dengan baik saat pembelajaran bangun ruang sisi lengkung sehingga siswa
mengalami kesulitan untuk memahami apa yang disampaikan guru, jika ada
materi yang tidak siswa mengerti saat pembelajaran bangun ruang sisi lengkung,
siswa tidak pernah berusaha untuk mencari tahu, dan metode yang digunakan
guru pada saat mengajar cenderung menggunakan metode ceramah yaitu hanya
menjelaskan materi, sedikit tanya jawab kemudian memberikan soal latihan.
3. Ketidakmampuan siswa menggunakan rumus luas permukaan dan volume
tabung, kerucut dan bola menunjukkan siswa mengalami kesulitan belajar yaitu
kesulitan menggunakan prinsip matematika.
Ketidak-mampuan siswa menggunakan prinsip dikarenakan siswa tidak
menguasai algoritma, tidak memahami algoritma, dan tidak terampil dalam
keterampilan dasar yang menyebabkan kesalahan dasar, kesalahan prosedural,
dan kesalahan kalkulasi.
4. Kesulitan siswa dalam memahami konsep dasar tabung, kerucut dan bola serta
kesulitan dalam mengaplikasikan rumus terhadap penyelesaian soal.
Kesulitan memahami konsep terjadi karena siswa cenderung menghafal
tanpa memahami konsep volume bangun ruang sisi lengkung secara jelas.
Sedangkan kesulitan perhitungan adalah kesulitan dalam hal melakukan operasi
hitung seperti operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Penyebab kesulitan ini adalah siswa tidak terampil dalam melakukan
perhitungan, siswa belum paham terhadap bentuk satuan dari volume dan luas,
dan siswa terburu-buru dalam menyelesaikan soal sehingga tidak teliti saat
menghitung.
5. Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan bangun
ruang sisi lengkung
Siswa kurang memahami isi cerita sehingga siswa sulit menentukan langkah-
langkah penyelesaian soal cerita. Kesulitan ini disebabkan karena siswa tidak
memahami alur cerita, kurangnya latihan mengerjakan soal-soal cerita yang
memerlukan langkah-langkah yang urut dan tepat. Kesulitan menyelesaikan soal
cerita juga terjadi karena siswa cenderung hanya menghafal langkah-langkah
penyelesaian tanpa memahami isi dari soal cerita yang diberikan. Hal ini sejalan
dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Erny Untari (2014), yang

6
menyatakan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal yaitu kesulitan
memahami maksud soal cerita.

D. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Siswa Kesulitan dalam Memahmi Konsep


dan Prinsip pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung
1. Faktor kurangnya minat dan motivasi
Hal ini menyebabkan siswa tidak pernah tertarik dengan materi bangun ruang
sisi lengkung, siswa merasa malas dan bosan ketika mengikuti pembelajaran
bangun ruang sisi lengkung karena metode mengajar yang diterapkan guru
cenderung hanya menggunakan metode ceramah yaitu hanya menjelaskan
materi, sedikit tanya jawab kemudian memberikan soal latihan.
2. Faktor kebiasaan belajar dan kurangnya kesiapan belajar siswa.
Hal ini dikarenankan ketika siswa memiliki waktu luang, ia tidak pernah
menggunakannya untuk mengulang pelajaran matematika. Siswa lebih sering
menggunakan waktu luangnya untuk menonton televisi/bermain internet.
3. Faktor teman pergaulan.
Hal ini dikarenakan ketika siswa hendak belajar di rumah, teman-temannya
datang untuk mengajak bermain. Hal ini dapat mengganggu konsentrasi belajar
dan menyebabkan sisa tidak jadi untuk belajar.
4. Fungsi pancaindra yang terganggu.
Sebagaimaa kita ketahui bahwa presentasi kesulitan belajar siswa yang
mempunyai gangguan (baik penglihatan maupun pendengaran) lebih dari pada
yang tidak mengalaminya.

E. Faktor Penyebab Sehingga Siswa Melakukan Kesalahan dalam Menyelesaikan


Soal Bangun Ruang Sisi Lengkung
1. Belum memahami unsur-unsur dari tabung, kerucut dan bola,
2. Belum memahami busur lingkaran pada jaring-jaring kerucut merupakan alas
pada kerucut yang berbentuk lingkaran,
3. Kurang teliti yang mengakibatkan siswa lupa menghitung,
4. Tidak tahu adanya rumus dari luas selimut kerucut,
5. Tidak memahami operasi pembagian dengan penyebut bilangan pecahan,
6. Tidak memahami bagaimaa operasi penyederhaan dari suatu rumus,
7. Belum memahami dalam merubah satuan ukuran panjang,
8. Kurang memiliki keterampilan dalam menyederhanakan suatu perhitungan,
9. Kurangnya latihan yang menyebabkan siswa tidak mengetahui rumus apa yang
digunakan untuk menyelesaikan soal yang ada,
10. Tidak bisa membagi waktu sebaik-baiknya agar semua soal bisa terselesaikan.

7
F. Upaya yang Bisa Dilakukan Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa
pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung
1. Siswa dikenalkan model dunia nyata kemudian dibawa ke model
gemometrinya/matematisnya.
Aktivitas dari pembelajaran ini adalah memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mengeksplorasi, merasakan dan melihat, menyusun dan memisahkan,
serta melakukan observasi tentang bangun ruang di lingkungan sekitar mereka.
Aktivitas melibatkan pengkonstruksian, visualisasi, perbandingan, transformasi
dan pengklsifikasian bangun-bangun ruang.
2. Keunsuran dimana pembelajaran dimulai dengan titik, garis, bangun datar, dan
kemudian masuk ke bangun ruang.
3. Menggunakan alat peraga saat pembelajaran,
4. Memberikan latihan soal secara berkala,
5. Melakukan remedial bagi siswa yang mengalami kesulitan.

G. Analisis Soal HOTS Kemampuan Penalaran pada Konsep Bangun Ruang Sisi
Lengkung
1. Indikator 3.7.6
Menemukan rumus dan menghitung volume bola
1) Jika anda mengetahui sebuah bola dengan titik pusat M dan berdiameter 20 cm.
bola tersebut dipotong oleh sebuah bidang V berjarak 6 cm dari titik pusat M.
Tuliskan langkah-langkah yang harus dilakukan agar diperoleh perhitungan
volume juring bola yang benar!
Penjelasan:
Soal di atas mengukur HOTS siswa pada indikator mencipta, khususnya pada
sub bab indikator merencanakan. Dimensi pengetahuan yang diukur pada soal
tersebut adalah pengetahuan konseptual dan prosedural.
Pembahasan soal:
Untuk menjawab soal ini, langkah pertama siswa harus menggambar soal
tersebut.

Tampak bahwa R = MB = MC + ME
= diameter

= × 20 cm

= 10 cm

8
Tinggi tembereng = t = 𝐴𝐸 = ME + MA
=R–6
= 10 – 6
= 4 cm
Volume juring bola = 𝜋𝑟 𝑡

= × 3,14 × 10 × 4

= 266,67 𝑐𝑚
2. Indikator 3.7.2
Menemukan rumus dan menghitung volume tabung
2) Rahma mempunyai tangki minyak berbentuk tabung yang berisikan minyak tanah
7.700 liter. Jari-jari alas tangki minyak tersebut cm, hitunglah tinggi tangki minyak
milik Rahma tersebut!
Penjelasan:
Soal di atas mengukur HOTS siswa pada indikator analisis, khususnya pada sub
bab indikator membedakan. Dimensi pengetahuan yang diukur pada soal tersebut
adalah pengetahuan konseptual.
Pembahasan soal:
Untuk menjawab soal ini, siswa harus mencari nilai tinggi tabung (t) tersebut.
Volume tabung = 𝜋𝑟 𝑡
7.700.000 cm = × 70 × 𝑡

𝑡 = 500 cm
Jadi, tinggi tangki tersebut adalah 500 cm.

3. Indikator 3.7.6
Menemukan rumus dan menghitung volume bola
3) Timbangan dan kelereng. Andi punya dua macam kelereng. Kelereng tipe I
berjari-jari 2 cm, sedangkan tipe II berjari-jari 4 cm. Andi melakukan eksperimen
dengan menggunakan timbangan. Timbangan sisi kiri diisi dengan kelereng tipe
II. Tentukan perbandingan banyaknya kelereng pada sisi kiri dengan banyaknya
kelereng pada sisi kanan agar timbangan tersebut seimbang.

Penjelasan:
Soal di atas mengukur HOTS siswa pada indikator analisis, khususnya pada sub
bab indikator membandingkan. Dimensi pengetahuan yang diukur pada soal tersebut
adalah pengetahuan konseptual.
Pembahasan soal:
Untuk menjawab soal ini, siswa harus mencari volume bola pada masing-masing
kelereng, kemudian membandingkannya.
Volume bola = 𝜋𝑟

Volume I : Volume II

9
𝜋𝑟 : 𝜋𝑟

× 3,14 × (2 ): × 3,14 × (4 )

8 : 64
1 : 8
Jadi, perbandingan agar seimbang adalah 1:8.

10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Bangun ruang sisi lengkung adalah bangun ruang yang memiliki selimut dan memiliki
bagian-bagian yang berupa lengkungan. Bangun ruang sisi lengkung terdiri dari tabung,
kerucut, dan bola. Bangun ruang sisi lengkung terdiri dari tabung, kerucut, dan bola.
Analisis kesulitan siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung adalah
Ketidakmampuan siswa memberikan nama dari bagian tabung dan unsur-unsur kerucut
menunjukkan siswa mengalami kesulitan belajar yaitu kesulitan menggunakan konsep
matematika, ketidakmampuan siswa mengingat rumus luas permukaan dan volume dari
tabung, kerucut dan bola menunjukkan siswa mengalami kesulitan belajar yaitu kesulitan
menggunakan prinsip matematika, ketidakmampuan siswa menggunakan rumus luas
permukaan dan volume tabung, kerucut dan bola menunjukkan siswa mengalami
kesulitan belajar yaitu kesulitan menggunakan prinsip matematika, kesulitan siswa
dalam memahami konsep dasar tabung, kerucut dan bola serta kesulitan dalam
mengaplikasikan rumus terhadap penyelesaian soal, dan kesulitan siswa dalam
menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan bangun ruang sisi lengkung.
Faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam memahmi konsep dan
prinsip pada materi bangun ruang sisi lengkung adalah faktor kurangnya minat dan
motivasi, faktor kebiasaan belajar dan kurangnya kesiapan belajar siswa, faktor teman
pergaulan, dan fungsi pancaindra yang terganggu. Beberapa faktor yang menyebabkan
siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi lengkung
diantaranya, yaitu siswa belum memahami unsur-unsur dari tabung, kerucut dan bola,
siswa belum memahami busur lingkaran pada jaring-jaring kerucut merupakan alas pada
kerucut yang berbentuk lingkaran, dan siswa kurang teliti yang mengakibatkan siswa
lupa menghitung,
Upaya yang bisa dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada
materi bangun ruang sisi lengkung yaitu, siswa dikenalkan model dunia nyata kemudian
dibawa ke model gemometrinya/matematisnya; keunsuran dimana pembelajaran dimulai
dengan titik, garis, bangun datar, dan kemudian masuk ke bangun ruang; menggunakan
alat peraga saat pembelajaran; memberikan latihan soal secara berkala; melakukan
remedial bagi siswa yang mengalami kesulitan.
B. Saran
Setiap anak dengan tipe gaya belajar yang berbeda-beda cenderung memiliki
kesulitan yang berbeda pula. Oleh karenanya guru harus bisa megenali tipe-tipe belajar
anak dan menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Dengan adanya pembahasan
mengenai analisis kesulitan belajar siswa dalam memahamkan konsep bangun ruang
sisi lengkung pada siswa tingkat sekolah menengah pertama ini, diharapkan pembaca
dapat memahami lebih lanjut kesulitan belajar siswa dalam memahamkan konsep
bangun ruang sisi lengkung pada siswa tingkat sekolah menengah pertama dan dapat
memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

10
DAFTAR PUSTAKA

Marasabessy Rosida, Aan Hasanah, Dadang Juandi. 2021. Bangun Ruang Sisi
Lengkung dan Permasalahannya dalam Pembelajaran Matematika: Suatu Kajian Pustaka.
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika).

Rahmawati, Dwi Novia. 2020. Pengembangan dan Penyelesaian Soal Higher Order
Thinking Skill (HOTS) Melalui Matematika untuk Siswa Sekolah Dasar. Sleman: Grup
Penerbitan CV BUDI UTAMA

11

Anda mungkin juga menyukai