Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

ANC TERPADU

Disusun Oleh :
Anggresia Handriani
Derianty
Deny Yusvita
Rosalinda Jesani Katrin

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PRODI D III KEBIDANAN
TAHUN 2021/2022
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
ANC TERPADU

Topik : Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil


Sub Topik : ANC Terpadu
Hari/Tanggal :
Tempat :
Jam :
Waktu :
Penyuluh/Pembicara:
Sasaran : Ibu hamil

A. Latar Belakang
Pelayanan antenatal merupakan pelayanan yang diterima wanita selama
kehamilan dan sangat penting dalam membantu memastikan bahwa ibu dan janin
selamat dalam kehamilan dan persalinan (Mufdlilah, 2018). Pemeriksaan kehamilan
sebaiknya dilakukan sedini mungkin, segera setelah seorang wanita merasa dirinya
telah hamil .Setiap kehamilan, dalam perkembangannya mempunyai resiko
mengalami penyulit atau komplikasi. Oleh karena itu, pelayanan antenatal harus
dilakukan secara rutin, sesuai standar dan terpadu untuk pelayanan antenatal yang
berkualitas (Depkes, 2017)
Beberapa masalah kesehatan yang dialami perempuan di berbagai belahan bumi
menunjukkan bahwa hampir 500.000 perempuan meninggal dunia setiap tahunnya
karena melahirkan dan 90% di antaranya berada di negara berkembang
(Rachmawati, 2017: 25). Sampai saat ini kematian ibu masih merupakan salah satu
masalah utama di bidang Kesehatan Ibu dan Anak (Sulistyawati, 2018) WHO
memperkirakan sekitar 15% dari seluruh wanita hamil akan berkembang menjadi
komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya serta dapat mengancam jiwanya.
Dari 5.600.000 wanita hamil di Indonesia, sejumlah besar akan mengalami suatu
komplikasi atau masalah yang menjadi fatal (Hani, Umi, dkk., 2017: 6).
WHO sudah menetapkan standar dalam melakukan antenatal care, minimal 4
kali selama kehamilan. Untuk melihat jumlah ibu hamil yang sudah melakukan
antenatal care yaitu dari hasil pencapaian indikator cakupan pelayanan K1 dan K4.
K1 adalah kunjungan pertama ibu hamil ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk
mendapatkan pelayanan antenatal care yang dilakukan pada trimester pertama
kehamilan. Sedangkan K4 adalah kunjungan ibu hamil untuk mendapatkan
pelayanan antenatal care minimal 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester pertama, 1 kali
pada trimester kedua dan 2 kali pada trimester ketiga (Depkes (2017), dalam Arihta,
2017). WHO menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan perempuan,
maka tingkat pemanfaatan sarana kesehatan akan semakin tinggi, sehingga jumlah
kematian ibu juga semakin menurun (Rachmawati, 2017).
Pelayanan antenatal terpadu adalah pelayanan antenatal komprehensif dan
berkualitas yang diberikan kepada semua ibu hamil serta terpadu dengan program
lain yang memerlukan intervensi selama kehamilannya.. Upaya yang dilakukan
untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan antenatal dapat dilakukan
dengan cara; penemuan dini ibu hamil melalui stiker P4K (Program Perencanaan
Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) dan buku KIA yang melibatkan kader dan
perangkat desa, meningkatkan cakupan antenatal dengan meningkatkan pengetahuan
dan perubahan perilaku ibu dan keluarga melalui pelaksanaan Kelas Ibu Hamil,
peningkatan kualitas pelayanan melalui pelaksanaan konsep pelayanan antenatal
terpadu dan pelaksanaan PWS-KIA sebagai alat surveilans KIA (Walyani, Elisabeth
S., 2017).

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mendapat penyuluhan ibu memiliki pengetahuan dan pemahaman
tentang ANC terpadu. Dengan begitu diharapkan ibu dapat menjalani kehamilan
dengan sehat dan selamat hingga bersalin.
2. Tujuan Khusus
a. Memberikan pengetahuan kepada ibu mengenai senam hamil yang
meliputi:
1) Pengertia ANC Terpadu
2) Tujuan dan manfaat ANC Terpadu
3) Jadwal kunjungan ANC Terpadu
4) Jenis pelayanan ANC Terpadu

C. Materi Penyuluhan
1) Menjelaskan pengertian ANC Terpadu
2) Menjelaskan tujuan dan manfaat ANC Terpadu
3) Menjelaskan jadwal kunjungan ANC Terpadu
4) Menjelaskan pelayanan ANC Terpadu

D. Metode Penyuluhan
1) Metode Ceramah
2) Metode Tanya jawab

E. Media Penyuluhan
1) Alat Penyuluhan
- Laptop
2) Media Penyuluhan
- Leaflet

F. Kegiatan Penyuluhan
No. Materi Kegiatan Metode
1. Pembukaan 1. Mengucap salam dan membuka pertemuan Ceramah
5 menit 2. Menjelaskan tujuan pertemuan dan
membagikan leaflet
3. Menyampaikan kontrak waktu dan
mendiskusikan dengan peserta
4. Memberikan sedikit gambaran mengenai
informasi yang akan disampaikan pada hari ini
5. Apersepsi
6. Membagikan soal pre-test.

2. Proses Isi materi penyuluhan Ceramah


( 15 menit ) 1. Menjelaskan pengertian ANC Terpadu
2. Menjelaskan tujuan dan manfaat ANC
Terpadu
3. Menjelaskan jadwal kunjungan ANC Terpadu
4. Menjelaskan pelayanan ANC Terpadu
3. Evaluasi 1. Memberikan kesempatan bertanya kepada Ceramah,
(5 menit ) peserta Tanya
2. Memberikan soal post-test jawab
3. Menyimpulkan hasil penyuluhan

4 Penutup 1. Menutup pertemuan acara penyuluhan Ceramah


(3 Menit ) kepada peserta
2. Mengucapkan salam penutup.

G. Evaluasi
1. Respon terhadap penyuluhan
a) Jumlah peserta yang aktif
b) Jumlah pertanyaan yang diajukan
c) Macam pertanyaan yang diajukan
 Apa manfaat ANC Terpadu?
 Apakah ibu sudah melaksanakan ANC terpadu?

H. Referensi / Daftar Pustaka


Susilawati, L. (2018). Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta: CV. Trans Info
Media.

Kementrian Kesehatan RI. (2016 Buku Ajar Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta


Selatan : Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan.

Hani, Umi, dkk., 2017.Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan. Bogor: IN MEDIA.


Lampiran 1
MATERI PENYULUHAN
a. Antenatal Care
1) Pengertian
Antenatal Care adalah pelayanan yang diberikan pada ibu hamil untuk
memonitor, mendukung kesehatan ibu dan mendeteksi ibu apakah ibu hamil
normal atau bermasalah. (Susilawati, 2018)
2) Tujuan kunjungan
a) Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh
kembang bayi.
b) Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik,maternal dan sosial ibu
dan bayi.
c) Mengenali secara dini ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi
selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan
pembedahan.
d) Mempersiapkan persalinan yang cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu
dan bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
e) Mempersiapkan ibu agar nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
f) Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dapat menerima kelahiran bayi agar
dapat tumbuh kembang secara normal (Susilawati, 2018)
3) Jadwal kunjungan
Sebaiknya setiap wanita hamil memeriksakan diri ketika haidnya terlambat
sekurang-kurangnya satu bulan. Pemeriksaandilakukan setiap 6 minggu sampai
kehamilan. Sesudah itu,pemeriksaan dilakukan setiap 2 minggu. Dan sesudah 36
minggu. Kunjungan kehamilan sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama
kehamilan.
a) Satu kali pada trimester pertama
b) Satu kali pada trimester kedua
c) Dua kali pada trimester ketiga (Susilawati, 2013)
b. Pelayanan antenatal terpadu
Pelayanan antenatal terpadu adalah pelayanan antenatal komprehensif dan
berkualitas yang diberikan kepada semua ibu hamil serta terpadu dengan program lain
yang memerlukan intervensi selama kehamilannya.
Tujuan ANC terpadu adalah untuk memenuhi hak setiap ibu hamil memperoleh
pelayanan antenatal yang berkualitas, sehingga mampu menjalani kehamilan dengan
sehat, bersalin dengan selamat, dan melahirkan bayi yang sehat. 

Standar  asuhan minimal kehamilan termasuk dalam "14T".


1) Ukur Berat badan dan Tinggi Badan ( T1 ).
Dalam keadaan normal kenaikan berat badan ibu dari sebelum hamil
dihitung dari TM I sampai TM III yang berkisar anatar 9-13,9 kg dan kenaikan
berat badan setiap minggu yang tergolong normal adalah 0,4 - 0,5 kg tiap minggu
mulai TM II. Berat badan ideal untuk ibu hamil sendiri tergantung dari IMT
(Indeks Masa Tubuh) ibu sebelum hamil. Indeks massa tubuh (IMT) adalah
hubungan antara tinggi badan dan berat badan. Ada rumus tersendiri untuk
menghitung IMT anda yakni :

IMT = Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm))2

Tabel 2.4 Klasifikasi Nilai IMT

Kategori IMT Rekomendasi (kg)

Rendah < 19,8 12,5 – 18

Normal 19,8 – 26 11,5 – 16

Tinggi 26 – 29 7 – 11,5

Obesitas > 29 ≥7

Gemeli - 16 – 20,5

Prinsip dasar yang perlu diingat: berat badan naik perlahan dan bertahap,
bukan mendadak dan drastis. Pada trimester II dan III perempuan dengan gizi
baik dianjurkan menambha berat badan 0,4 kg. Perempuan dengan gizi kurang
0,5 kg gizi baik 0,3 kg. Indeks masa tubuh adalah suatu metode untuk mengetahui
penambahan optimal, yaitu:

a) 20 minggu pertama mengalami penambahan BB sekitar 2,5 kg


b) 20 minggu berikutnya terjadi penambahan sekitar 9 kg
c) Kemungkinan penambahan BB hingga maksimal 12,5 kg. 

Pengukuran tinggi badan ibu hamil dilakukan untuk mendeteksi faktor resiko
terhadap kehamilan yang sering berhubungan dengan keadaan rongga panggul.

2) Ukur Tekanan Darah (T2)


Diukur dan diperiksa setiap kali ibu datang dan berkunjung. Pemeriksaan
tekanan darah sangat penting untuk mengetahui standar normal, tinggi atau rendah.
Tekanan darah yang normal 110/80 - 120/80 mmHg.

3) Ukur Tinggi Fundus Uteri (T3)


Tujuan pemeriksaan TFU menggunakan tehnik Mc. Donald adalah
menentukan umur kehamilan berdasarkan minggu dan hasilnya bisa di bandingkan
dengan hasil anamnesis hari pertama haid terakhir (HPHT) dan kapan gerakan
janin mulai dirasakan. TFU yang normal harus sama dengan UK dalam minggu
yang dicantumkan dalam HPHT.
4) Pemberian Tablet Fe sebanyak 90 tablet selama kehamilan (T4)
Tablet ini mengandung 200mg sulfat Ferosus 0,25 mg asam folat yang
diikat dengan laktosa. Tujuan pemberian tablet Fe adalah untuk memenuhi
kebutuhan Fe pada ibu hamil dan nifas, karena pada masa kehamilan kebutuhannya
meningkat seiring pertumbuhan janin. Zat besi ini penting untuk mengkompensasi
penigkatan volume darah yang terjadi selama kehamilan dan untuk memastikan
pertumbuhan dan perkembangan janin.
5) Pemberian Imunisasi TT (T5)
Imunisasi tetanus toxoid adalah proses untuk membangun kekebalan
sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus. Vaksin tetanus yaitu toksin
kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan. Pemberian
imunisasi tetanus toxoid (TT) artinya pemberian kekebalan terhadap penyakit
tetanus kepada ibu hamil dan bayi yang dikandungnya,
Umur kehamilan mendapat imunisasi TT :
a) Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk
mendapatkan imunisasi TT lengkap
b) TT1 dapat diberikan sejak diketahui positif hamil dimana biasanya diberikan
pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana kesehatan
a) Jadwal Imunisasi TT :
Sesuai dengan WHO, jika seorang ibu yang tidak pernah diberikan
imunisasi tetanus maka ia harus mendapatkan paling sedikitnya dua kali (suntikan)
selama kehamilan (pertama pada saat kunjungan antenatal dan kedua pada empat
minggu kemudian)Jarak pemberian (interval) imunisasi TT 1 dengan TT 2 minimal
4 minggu (Saifuddin dkk, 2017 ; Depkes RI, 2017) . (Sari, Ulfa, & Daulay, 2015)
6) Pemeriksaan Hb (T6)
Pemeriksaan Hb yang sederhana yakni dengan cara Talquis dan dengan
cara Sahli. Pemeriksaan Hb dilakukan pada kunjungan ibu hamil pertama kali, lalu
periksa lagi menjelang persalinan. Pemeriksaan Hb adalah salah satu upaya untuk
mendeteksi Anemia pada ibu hamil.
7) Pemeriksaan Protein urine (T7)
Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui adanya protein dalam urin ibu
hamil. Adapun pemeriksaannya dengan asam asetat 2-3% ditujukan pada ibu hamil
dengan riwayat tekanan darah tinggi, kaki oedema. Pemeriksaan protein urin ini
untuk mendeteksi ibu hamil kearah preeklampsia.
8) Pemeriksaan VDRL (Veneral Disease Research Lab) (T8)
Pemeriksaan Veneral Desease Research Laboratory  (VDRL) adalah untuk
mengetahui adanya treponema pallidum/ penyakit menular seksual, antara
lain syphilis. Pemeriksaan kepada ibu hamil yang pertama kali datang diambil
spesimen darah vena ± 2 cc. Apabila hasil tes dinyatakan postif, ibu hamil
dilakukan pengobatan/rujukan. Akibat fatal yang terjadi adalah kematian janin
pada kehamilan < 16 minggu, pada kehamilan lanjut dapat menyebabkan
premature, cacat bawaan.
9) Pemeriksaan urine reduksi (T9)
Untuk ibu hamil dengan riwayat DM. bila hasil positif maka perlu diikuti
pemeriksaan gula darah untuk memastikan adanya Diabetes Melitus Gestasioal.
Diabetes Melitus Gestasioal pada ibu dapat mengakibatkan adanya penyakit berupa
pre-eklampsia, polihidramnion, bayi besar.
10) Perawatan Payudara (T10)
Senam payudara atau perawatan payudara untuk ibu hamil, dilakukan 2 kali
sehari sebelum mandi dimulai pada usia kehamilan 6 Minggu.

11) Senam Hamil ( T11 )


Senam hamil bermanfaat untuk membantu ibu hamil dalam mempersiapkan
persalinan. Adapun tujuan senam hamil adalah memperkuat dan mempertahankan
elastisitas otot-otot dinding perut, ligamentum, otot dasar panggul, memperoleh
relaksasi tubuh dengan latihan-latihan kontraksi dan relaksasi.
12) Pemberian Obat Malaria (T12)
Diberikan kepada ibu hamil pendatang dari daerah malaria juga kepada ibu
hamil dengan gejala malaria yakni panas tinggi disertai mengigil dan hasil apusan
darah yang positif. Dampak atau akibat penyakit tersebut kepada ibu hamil yakni
kehamilan muda dapt terjadi abortus, partus prematurus juga anemia.
13) Pemberian Kapsul Minyak Yodium (T13)
Diberikan pada kasus gangguan akibat kekurangan Yodium di daerah
endemis yang dapat berefek buruk terhadap tumbuh kembang manusia.
14) Temu wicara / Konseling ( T14 ).
Pelayanan Standar Asuhan 17 T
Tabel 2.6 Jenis Pemeriksaan Pelayanan Antenatal Terpadu
Jenis Trimester Trimester Trimester
No Keterangan
Pemeriksaan I II III

1 Keadaan Umum ü    ü    ü    Rutin

2 Suhu Badan ü    ü    ü    Rutin

3 Tekanan Darah ü    ü    ü    Rutin

4 Berat Badan ü    ü    ü    Rutin

5 LILA ü    Rutin

6 TFU ü    ü    Rutin

7 Presentasi Janin ü    ü    Rutin

8 DJJ ü    ü    Rutin


9 Pemeriksaan HB ü    ü    Rutin

10 Golongan Darah ü    Rutin

11 Protein Urin ·           ·           ·           Rutin

Gula
12 ·           ·           ·           Atas indikasi
Darah/reduksi

13 Darah Malaria ·           ·           ·           Atas indikasi

14 BTA ·           ·           ·           Atas indikasi

15 Darah Sifilis ·           ·           ·           Atas indukasi

16 Serologi HIV ·           ·           ·           Atas indikasi

17 USG ·           ·           ·           Atas indikasi

                Sumber : (Kementrian Kesehatan RI, 2017)